Anda di halaman 1dari 14

Practicum Weekly Report Human-Integrated Systems (D1084)

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah Banyak faktor yang dapat mempengaruhi hasil kerja dari seorang operator. Sistem kerja merupakan salah satu hal yang berperan penting dalam menentukan performa operator. Sistem yang baik dapat mempengaruhi tingkat keefisienan para operator pada saat bekerja. Faktor lain yang mempengaruhi juga terkait dengan prinsip yang digunakan dalam mendesain tata letak kerja (layout). Pemahaman dan pengetahuan yang baik mengenai desain tata letak kerja (layout) akan membuat hasil suatu pekerjaan menjadi maksimal. Motion study adalah suatu studi tentang gerakan-gerakan yang dilakukan oleh pekerja untuk menyelesaikan pekerjaannnya. Dengan studi ini ingin diperoleh gerakan-gerakan standard untuk penyelesaian suatu pekerjaan, yaitu rangkaian gerakan-gerakan yang efektif dan efisien. Studi mengenai ini dikenal sebagai studi ekonomi gerakan yaitu studi yang menitik beratkan pada penerapan prinsip-prinsip ekonomi gerakan (Sritomo Wignjoesoebroto, 2003, hlm. 106). Setiap pekerjaan yang dilakukan pasti membutuhkan waktu. Waktu yang diharapkan untuk setiap pekerjaan adalah waktu seminimal mungkin sehingga dapat dikatakan bahwa pekerjaan tersebut sudah dilakukan secara efektif dan efisien. Untuk mengukur waktu dari sebuah pekerjaan, terdapat sebuah metode pengukuran yang disebut Method Time Measurement (MTM), yang dimana MTM adalah suatu sistem penetapan awal waktu baku (predetermined time standard) yang dikembangkan berdasarkan studi gambar gerakan-gerakan kerja dari suatu operasi kerja industri yang direkam dalam film. Sistem ini didefinisikan sebagai suatu prosedur untuk menganalisa setiap operasi atau metode kerja ke dalam gerakan-gerakan dasar yang diperlukan untuk melaksanakan kerja tersebut, dan kemudian menetapkan standar waktu dari masing-masing gerakan tersebut berdasarkan macam gerakan dan kondisikondisi kerja masing-masing yang ada (Sritomo Wignjosoebroto, 2013, hlm.251). Diharapkan setelah melakukan praktikum ini, praktikan dapat merancang sistem kerja yang optimal dengan merancang tata letak tempat kerja (layout) dan perancangan peletakan lokasi peralatan untuk mengurangi waktu yang diperlukan dalam sebuah perakitan dan juga dapat mengurangi gerakan yang tidak diperlukan sehingga membuat terjadinya peningkatan produktivitas kerja dari operator. Perumusan Masalah Pada penelitian ini terdapat beberapa perumusan masalah, yaitu sebagai berikut: 1. Berapa waktu yang dibutuhkan dalam merakit sebuah Lego berdasarkan metode MTM dan bagaimanakah hubungan penggunaan tangan kanan dan kiri dalam melakukan sebuah pekerjaan dengan pengukuran waktu kerja ? 2. Apakah kelebihan dari tata letak kerja (layout) yang sedang digunakan? 3. Apakah kekurangan dari tata letak kerja (layout) yang sedang digunakan? 4. Prinsip apa yang sesuai dalam mendesain tata letak kerja (layout) usulan?
1

1.2

Integrated Industrial Engineering Laboratory Faculty of Engineering BINUS University

Practicum Weekly Report Human-Integrated Systems (D1084)

5. Bagaimana dampak positif dari prinsip yang digunakan untuk tata letak kerja terhadap kinerja operator? 6. Bagaimana perbandingan waktu peta tangan kiri dan tangan kanan metode MTM dengan waktu pada hasil rekaman? 1.3 Tujuan Praktikum Pada praktikum ini terdapat beberapa tujuan yang ingin dicapai, yaitu sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan dalam merakit sebuah Lego mobil berdasarkan metode MTM dan hubungan penggunaan tangan kanan dan kiri dalam melakukan sebuah pekerjaan dengan pengukuran waktu kerja. 2. Untuk mengetahui kelebihan dari tata letak kerja (layout) yang saat ini sedang digunakan. 3. Untuk mengetahui kekurangan dari tata letak kerja (layout) yang saat ini sedang digunakan. 4. Untuk menentukan prinsip yang sesuai dalam mendesain tata letak kerja (layout) usulan. 5. Untuk mengetahui dampak positif dari prinsip yang digunakan untuk tata letak kerja terhadap kinerja operator. 6. Untuk mengetahui perbandingan waktu peta tangan kiri dan tangan kanan metode MTM.

Integrated Industrial Engineering Laboratory Faculty of Engineering BINUS University

Practicum Weekly Report Human-Integrated Systems (D1084)

BAB 2 PENGUMPULAN DATA


2.1 Layout Stasiun Kerja Dalam video hasil rekaman terdapat tata letak kerja (layout) stasiun kerja yang didapatkan dari praktikum, sebagai berikut:
Tabel 2.1 Layout stasiun kerja sekarang

Pekerjaan Departemen Nomor Peta Dipetakan oleh Tanggal Dipetakan

LAYOUT : Merakit Lego Mobil : HIS 24 :1 : HIS 24 : 1 April 2014 Usulan

Sekarang

Integrated Industrial Engineering Laboratory Faculty of Engineering BINUS University

Practicum Weekly Report Human-Integrated Systems (D1084)

2.2

Rekapitulasi Waktu untuk Hasil Rekaman Berikut ini adalah data perhitungan waktu dari hasil rekaman video dan deskripsi elemen kerja dari perakitan Lego mobil, sebagai berikut:
Tabel 2.2 Deskripsi Elemen Kerja

Elemen No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33

Deskripsi Elemen Kerja Menjangkau Bottom Body Menjangkau Pipe Memasang Pipe ke Bottom Body Memasang Wheel Protector Memasang Wheel Protector ke Bottom Body Menjangkau Top Body Memasang Top Body ke atas Bottom Body, Wheel Protector, dan Pipe Meletakkan part yang sudah dirakit Menjangkau Wheel Memindahkan Wheel ke tangan kiri Menjangkau Ring Memasang Ring ke Wheel Meletakkan Ring yang sudah terpasang ke Wheel di atas meja Menjangkau Wheel Memindahkan Wheel ke tangan kiri Menjangkau Ring Memasang Ring ke Wheel Meletakkan Ring yang sudah terpasang ke Wheel di atas meja Menjangkau Holder dan menjangkau part yang sudah dirakit Meletakkan part yang sudah dirakit ke atas meja Memindahkan Holder ke tangan kiri dan menjangkau Ring Memasang Ring ke Holder Menjangkau part yang sudah dirakit Memasang Holder ke lubang yang terletak di Bottom Body Menjangkau Ring dan memasang ke Holder Mengencangkan Ring Menjangkau Wheel yang sudah terpasang Ring Memasang Wheel ke Holder Mengencangkan Wheel Menjangkau Wheel yang sudah terpasang Ring Memasang Wheel ke Holder Mengencangkan Wheel Meletakkan hasil rakitan di atas meja Total

Waktu yang disetujui (menit) 0,01 0,01 0,08 0,02 0,08 0,02 0,13 0,01 0,01 0,01 0,03 0,02 0,01 0,01 0,01 0,02 0,05 0,02 0,04 0,02 0,04 0,03 0,03 0,05 0,09 0,09 0,02 0,03 0,06 0,03 0,03 0,06 0,02 1,21

Integrated Industrial Engineering Laboratory Faculty of Engineering BINUS University

Practicum Weekly Report Human-Integrated Systems (D1084)

2.3

Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan Metode MTM Berikut ini adalah data peta tangan kiri dan tangan kanan dari metode MTM, sebagai berikut:
Tabel 2.3 Peta Tangan Kiri Tangan Kanan Metode MTM

Pekerjaan Departemen Nomor Peta

TWO-HAND PROCESS CHART WITH MTM METHOD : Merakit Lego Mobil : HIS 24 :1 : HIS 24 : 1 April 2014 Usulan Sekarang

Dipetakan oleh Tanggal Dipetakan

Left Hand Reach Grasp Move Hold Move

Symbols R23A G1A M23B H M6B

Time (TMU) 14,45 2,00 20,00 13,50 8,90

Time (TMU) 16,45 14,9 2,00 25,50 5,60 10,60 2,00 49,17 11,40 2,00 18,70 5,60

Symbols I R24A G1A M24C P1S APA RL1 R16A G1A M16C P1S

Right Hand Idle Reach Grasp Move Position Apply Pressure Release Search Reach Grasp Move Position

Hold

105,07

Integrated Industrial Engineering Laboratory Faculty of Engineering BINUS University

Practicum Weekly Report Human-Integrated Systems (D1084)

Tabel 2.3 Peta Tangan Kiri Tangan Kanan Metode MTM (Lanjutan)

Apply Pressure Hold Turn 90 Hold Apply Pressure Release Idle

APA H

10,60 49,70

T90 H APB RL1 I

5,40 5,60 16,02 2,00 38,05

Hold

68,10

Release

RL1

2,00

Idle

67,75

Hold

67,50

Release Idle Grasp Release Hold

RL1 I

2,00 43,10

10,60 2,00 16,70 2,00 29,00 5,40 5,60 16,20 2,00 14,45 2,00 21,60 5,60 2,00 14,45 10,8 24,65 10,6 2,00 24,65 2,00 14,45 2,00 24,65 5,00 2,00 14,45 10,80 24,65 10,60 2,00 24,65 2,00 14,45 2,00 4,00 21,60 5,60 2,00 14,45

APA RL1 R28A G1A M28C H P1S APB RL1 R23A G1A M23A G3 RL1 R23A G1C3 M23C APA H M23C RL1 R23A G1A M23A G3 RL1 R23A G1C3 M23C APA H M23C RL1 R23A G1A H M23A G3 RL1 R23A

Apply Pressure Release Reach Grasp Move Hold Position Apply Pressure Release Reach Grasp Move Grasp Release Reach Grasp Move Apply Pressure Hold Move Release Reach Grasp Move Grasp Release Reach Grasp Move Apply Pressure Hold Move Release Reach Grasp Hold Move Grasp Release Reach

G1A RL1 H

2,00 2,00 89,70

Integrated Industrial Engineering Laboratory Faculty of Engineering BINUS University

Practicum Weekly Report Human-Integrated Systems (D1084)

Tabel 2.3 Peta Tangan Kiri Tangan Kanan Metode MTM (Lanjutan)

10,80 24,65 10,60 Release Reach Grasp Turn 90 RL1 R22E G1A T90 2,00 18,00 2,00 5,40 27,40 5,60 10,60 2,00 14,45 10,80 24,65 5,60 10,60 2,00 14,45 2,00 24,65 10,60 5,60 9,40 14,45 2,00 24,65 10,60 2,00 2,00 2,00 873,72

G1C3 M23C APA H P1S APA RL1 R23A G1C3 M23C P1S APA RL1 R23A G1A M23C APA G3 H R23A G1A M23C APA H G1A RL1

Grasp Move Apply Pressure Hold

Hold

138,00

Grasp Turn 180 Hold

G3 T180 H

5,60 9,40 51,70 2,00 2,00 2,00 873,72

Grasp G1A Hold H Release RL1 Total Cycle Time Number of product/cycle Assembly Time (one product)

Position Apply Pressure Release Reach Grasp Move Position Apply Pressure Release Reach Grasp Move Apply Pressure Grasp Hold Reach Grasp Move Apply Pressure Hold Grasp Release Total 31,45 detik 1 31,45 detik

Integrated Industrial Engineering Laboratory Faculty of Engineering BINUS University

Practicum Weekly Report Human-Integrated Systems (D1084)

BAB 3 PENGOLAHAN DATA


3.1 Layout Stasiun Kerja Usulan Berikut ini adalah tata letak kerja (layout) usulan yang disesuaikan dengan prinsip motion study, sebagai berikut:
Tabel 3.1 Layout Stasiun Kerja Usulan

Pekerjaan Departemen Nomor Peta Dipetakan oleh Tanggal Dipetakan

LAYOUT : Merakit Lego Mobil : HIS 24 :1 : HIS 24 : 1 April 2014 Usulan

Sekarang

Integrated Industrial Engineering Laboratory Faculty of Engineering BINUS University

Practicum Weekly Report Human-Integrated Systems (D1084)

BAB 4 ANALISIS
4.1 Analisis Peta Tangan Kiri Tangan Kanan Metode MTM Measurement Time Method merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisa gerakan-gerakan kerja dari suatu proses kerja yang telah direkam sebelumnya. Perakitan Lego mobil dipersiapkan dengan awalnya meletakan setiap bagian yang akan dirakit melingkar di depan operator sesuai dengan jarak yang telah ditentukan. Dalam perakitan Lego terdapat beberapa gerakan kerja yang digunakan, yaitu menjangkau (reach), mengangkut (move), memutar (turn), menekan (apply pressure), memegang (grasp), mengarahkan (position), melepas (release), diam (idle), dan menahan (hold). Dalam praktikum ini terdapat beberapa bagian yang akan dirakit, yaitu Bottom Body, Top Body, Pipe, Wheel, Ring, Holder, dan Wheel Protector. Untuk melakukan perakitan Lego mobil, terdapat tangan kiri dan kanan yang akan melakukan gerakan gerakan kerja. Gerakan tangan kiri berperan sebagai pembantu tangan kanan untuk menahan (hold) komponen-komponen yang akan dirakit, memutar (turn) komponen yang akan dirakit agar dapat lebih mudah untuk dipasang dengan komponen lainnya, dan juga membantu tangan kanan dalam melepaskan (release) komponen yang besar, dan tangan kiri kebanyakan diam (idle) apabila tangan kanan tidak ada mengangkut (move) komponen untuk tangan kiri. Sedangkan gerakan tangan kanan berperan sebagai menjangkau (reach), memegang (grasp), dan mengangkut (move) komponen-komponen yang akan dipasang, dan menekan (apply pressure) komponen yang akan digabung dengan komponen lainnya. Dalam perakitan Lego mobil, tangan kanan lebih berperan karena bagian tangan kanan lebih kuat untuk memasang dan lebih cepat dalam melakukan gerakan, sehingga akan lebih efektif dan efisien. Berdasarkan hasil rekaman mengenai merakit Lego tersebut, terdapat beberapa gerakan yang tidak efektif. Pertama, mencari (search) yang dilakukan oleh tangan kanan, operator dinilai masih belum menguasai prosedur-prosedur dalam merakit Lego mobil, karena operator masih bingung dan mencari-cari komponen selanjutnya yang akan dipasang dan pengaturan letak komponen yang harus ditempakan sedemikian rupa dan tidak berubah-ubah sehingga tidak ada waktu yang terbuang untuk mencari. Kedua, mengarahkan (position) yang terjadi pada saat operator tidak mengetahui lubang yang persis, sehingga operator membutuhkan waktu untuk menyesuaikan dengan lubang tersebut, waktu yang diperlukan untuk gerak mengarahkan ini juga dipengaruhi oleh kerja mata, karena selama tangan mengarahkan objek, mata terus mengontrol agar objek dapat dengan mudah ditempatkan pada lokasi yang telah ditetapkan. Ketiga, melepaskan (release), ketika operator melepas objek atau jari-jari tangan operator membuka lepas dari objek yang dibawa, terjadi pengangguran terhadap tangan kanan maupun kiri, akan lebih baik apabila operator sudah memprediksikan bahwa ketika operator melepas objek, maka akan ada gerakan selanjutnya. Keempat, diam (idle) yang terjadi pada saat operator hanya menggunakan satu tangan dalam merakit Lego mobil, ketika operator
9

Integrated Industrial Engineering Laboratory Faculty of Engineering BINUS University

Practicum Weekly Report Human-Integrated Systems (D1084)

10

memasang Ring ke Wheel, sebaiknya operator dapat menggunakan tangan kanan dan kiri dalam perakitan, dikarenakan untuk menjangkau (reach), mengambil (grasp), mengangkut (move), dan menekan (apply pressure) Wheel dan Ring bisa secara bersamaan, sehingga efisiensi gerakan bisa dicapai. Terakhir, menjangkau (reach) dan memegang (grasp) komponen yang sementara tidak dipakai oleh operator. Hal tersebut akan membuang waktu dengan sia-sia, akan lebih baik apabila operator tidak menjangkau dan memegang komponen-komponen yang sementara tidak dipakai. Dalam perakitan lego mobil, terdapat beberapa gerakan yang efektif. Pertama, mengarahkan awal (pre-position) yang terjadi sebelum operator memulai merakit Lego mobil, operator menyusun jarak komponen dengan operator dan letak kerja dari sebuah stasiun kerja, agar operator dapat meminimalkan waktu dalam merakit dan meringankan gerakan-gerakan yang dilakukan oleh operator, agar operator tidak mudah lelah dan waktu hasil dari minimalisir tersebut dapat digunakan untuk membuat Lego mobil dalam jumlah yang lebih banyak. Kedua, menjangkau (reach) yang terjadi ketika operator menuju atau lokasi tujuan lainnya dan berakhir segera disaat tangan berhenti bergerak setelah mencapai objek tujuanya. Ketiga, memegang (grasp) yang terjadi ketika operator memegang Ring, operator melakukan dengan menutup jari-jari tangan objek yang dikehendaki dalam lingkaran Ring tersebut. Terakhir, mengangkut (move) yang terjadi ketika operator sedang mengangkut komponen yang akan dipasang, gerakan operator cukup efektif dalam mengangkut komponen untuk dirakit. Hal tersebut dapat meningkatkan efisiensi waktu perakitan operator. Dalam tabel 2.3 peta tangan kiri tangan kanan metode MTM diperoleh total waktu kerja tangan kanan dan tangan kiri adalah sama yaitu sebesar 873,72 TMU, kemudian dijadikan dalam detik dengan dikalikan 0,036 karena 1TMU = 0,036 detik, maka diperoleh waktu sebesar 31,45 detik. Waktu yang diperoleh masih belum termasuk kelonggaran waktu untuk kelelahan, kebutuhan-kebutuhan pribadi, allowance time, ataupun faktor lainnya. Total waktu kerja yang sama antara tangan kanan dan kiri disebabkan oleh karena ketika tangan kanan melakukan gerakan-gerakan kerja seperti menjangkau (reach), memegang (grasp), mengangkut (move), memutar (turn), mengarahkan (position), menekan (apply pressure), dan melepas (release), terjadi dimana tangan kiri menyesuaikan dengan tangan kanan, dengan cara menahan (hold) maupun hanya sekedar mengganggur atau diam (idle) sehingga waktu yang digunakan oleh tangan kiri unntuk melakukan kegiatan tersebutlah yang menyeimbangi nilai total waktu kerja antara tangan kanan dan kiri. 4.2 Analisis Layout Sekarang dan Usulan Suatu tata letak kerja dapat dikatakan baik apabila dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas dari kinerja operator, sedangkan tata letak kerja yang buruk dapat menjadi faktor penghambat bagi operator saat mengerjakan proses pekerjaannya. Layout yang digunakan sekarang ini memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihan-kelebihan dari layout sekarang adalah: 1. Jarak antara part-part yang akan dirakit dengan jarak operator sudah merupakan jarak yang sesuai dengan jangkauan rata-rata manusia pada umumnya (tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat). Hal ini dapat dilihat dari keadaan operator saat menjangkau seluruh part dari perakitan tanpa

Integrated Industrial Engineering Laboratory Faculty of Engineering BINUS University

Practicum Weekly Report Human-Integrated Systems (D1084)

11

mengalami kesulitan dan operator tidak perlu memanjangkan tangan dan meluruskan tubuh sampai titik maksimum yang akan membuat tangan dan badan operator menjadi cepat lelah. 2. Jarak dan posisi komponen sudah cukup baik jika dilihat dari sisi luas pandangan mata operator, karena operator sudah dapat melihat seluruh komponennya tanpa harus menggerakan kepalanya ke kanan atau pun ke kiri yang akan menyebabkan kelelahan pada otot leher operator. 3. Posisi komponen sudah membentuk setengah lingkaran. Posisi setengah lingkaran dikatakan baik karena ruang gerak tangan pada dasarnya adalah berbentuk setengah lingkaran, maka posisi peralatan yang melingkar ini sudah merupakan posisi yang tepat bagi operator agar dapat dengan mudah menjangkau komponen. Sedangkan beberapa kekurangan dari layout sekarang adalah: 1. Urutan peletakan peralatan yang tidak sistematis sesuai urutan penggunaannya. Hal ini dapat kita lihat pada saat operator yang mengalami kebingungan ketika akan mengambil peralatan dari tahap satu ke tahap selanjutnya. Operator jadi harus mencaricari peralatan yang hendak digunakannya untuk merakit. Tentu hal ini akan menjadi hambatan bagi operator dalam merakit Lego, dan akan mengakibatkan bertambahnya waktu yang seharusnya dapat diminimalisir. Jika peralatan diletakkan sesuai dari urutan penggunaannya dan sudah diletakkan di posisi yang benar, artinya peralatan diletakkan sesuai dengan penggunaan tangan kiri atau tangan kanan, maka operator tidak akan menghabiskan waktu lebih untuk memikirkan peralatan mana yang hendak dia pakai terlebih dahulu (search) dan tidak ada waktu terbuang untuk memindahkan barang dari satu tangan ke tangan lain (ineffective movement). Dengan begitu waktu untuk perakitan secara otomatis akan berkurang. 2. Penempatan Ring dan Wheel yang kurang strategis, yaitu Ring dan Wheel diletakkan di tempat yang sama, sedangkan pada saat perakitan, tangan kanan akan memegang (hold) Ring, dan tangan kiri akan memegang Wheel dan kemudian Ring akan dipasang (apply) ke dalam Wheel. Jika Ring dan Wheel diletakkan di tempat yang sama seperti sekarang, maka operator harus memindahkan Wheel yang diambil ke tangan kiri terlebih dahulu, dan kemudian tangan kanan menjangkau Ring, tentunya hal ini membutuhkan waktu lebih yang seharusnya dapat diminimalisir jika peralatan perakitan diletakkan secara benar. Dalam perancangan tata letak kerja terdapat 4 prinsip yang dapat digunakan, yaitu: kegunaan dari alat (Use of Principle), frekuensi keseringan penggunaan alat (Frequency of Use Principle), peralatan yang penting (Importance of Use Principle), dan urutan dari tahapan perakitan (Sequence of Use Principle). Setelah dianalisa, ditentukan bahwa prinsip penempatan yang akan digunakan dalam layout usulan adalah kegunaan dari alat (Use of Principle). Pada Use of Principle, penyusunan peralatan dilakukan berdasarkan kegunaannya, maka dipertimbangkan bahwa setiap peralatan yang dijangkau oleh tangan kiri akan diletakkan di bagian kiri dari operator, sedangkan setiap peralatan yang dijangkau oleh tangan kanan akan diletakkan di bagian kanan dari operator. Oleh karena itu, maka diusulkan bahwa penempatan Ring akan
Integrated Industrial Engineering Laboratory Faculty of Engineering BINUS University

Practicum Weekly Report Human-Integrated Systems (D1084)

12

diubah yang sekarang berada di kiri akan diletakkan menjadi di bagian kanan operator. Karena pada saat pemasangan Ring ke dalam Wheel, tangan kiri akan memegang Wheel kemudian tangan kanan mejangkau Ring dan memasangkan ke dalam Wheel, begitu pula saat Ring dipasangkan ke Holder. Maka, berdasarkan prinsip yang dipertimbangkan tersebut, akan didapatkan bahwa waktu perakitan Lego yang dilakukan nantinya akan lebih cepat jika penempatan peralatan diubah sesuai jangkauan tangan kiri dan kanan yang dimana penempatan peralatan dari kanan ke kiri yaitu Ring, Pipe, Wheel Protector, Top Body, Bottom Body, Wheel dan Holder. Penempatan seperti diatas akan mengurangi situasi menunggu, seperti saat tangan kanan bergerak, tangan kiri diam (idle), karena penempatan sudah mempertimbangkan gerakan perakitan dari awal hingga akhir sehingga waktu perakitan akan seefisien mungkin. 4.3 Analisis Perbandingan Waktu Peta Tangan Kiri dan Kanan Metode MTM Pengukuran yang dilakukan dalam analisa waktu peta tangan kiri dan kanan dengan menggunakan Methods Time Measurement (MTM), yang dilakukan dengan membagi-bagi gerakan kerja atas elemen-elemen gerakan seperti menjangkau (reach), memegang (grasp), memutar (turn), mengangkut (move), mengarahkan (position), melepas (release), menekan (apply pressure), gerakan mata (eye movement), memisahkan (disengage), dan elemen gerakan lainnya. Setelah dianalisa, telah diperoleh hasil waktu untuk merakit 1 Mobil Lego adalah sebesar 873,72 TMU atau 31,45 detik. Sedangkan berdasarkan hasil rekaman, waktu yang dibutuhkan dalam merakit 1 Mobil Lego adalah sebesar 72,81 detik, dimana terjadi perbedaan waktu yang memiliki selisih sekitar 41,36 detik yang belum diketahui secara spesifik dalam penggunaanya. Apabila dihubungkan dengan elemen-elemen gerakan yang terdapat pada MTM dapat diketahui bahwa pada hasil dari tabel 2.3 tidak terdapat elemenelemen kerja seperti gerakan mata, unavoidable delay, avoidable delay, rest to overcome fatigue, dan gerakan tubuh lainnya seperti badan, kepala, dan kaki. Yang ada hanya gerakan-gerakan seperti menjangkau (reach), memegang (grasp), memutar (turn), mengangkut (move), menekan (apply pressure), mencari (search), mengarahkan (position), dan melepaskan (release). Pada saat melakukan rekaman terdapat beberapa gerakan yang dapat berpengaruh dalam penambahan waktu rekaman, namun tidak diketahui dalam rekaman tersebut, yang diketahui hanyalah tangan operator saja, tanpa wajah operator sehingga gerakan mata operator tidak dapat diperhatikan, begitu juga dengan gerakan anggota tubuh lainnya, seperti kepala, badan, dan kaki, sehingga waktu dari setiap gerakan tersebut tidak dapat ditambahkan pada tabel tangan kiri dan kanan metode MTM. Kemudian juga terdapat gerakan yang dapat menyebabkan praktikan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan waktu berdasarkan metode MTM yaitu, operator tersebut masih belum cukup menguasai langkah-langkah perakitan seperti pada saat operator ingin merakit Wheel protector ke dalam Bottom Body, operator menghabiskan waktu sebesar 49,17 TMU atau sekitar 1,77 detik dalam mencari (search) Wheel Protector, dan pada saat operator memegang (grasp) Holder, tangan kiri operator menjangkau (reach) dan mengambil (grasp) objek yang sudah dirakit, setelah itu diletakan kembali, gerakan-gerakan tersebut tidak efektif untuk diterapkan, sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk berpikir lebih dahulu sebelum menentukan gerakan selanjutnya.

Integrated Industrial Engineering Laboratory Faculty of Engineering BINUS University

Practicum Weekly Report Human-Integrated Systems (D1084)

13

Selain itu, selisih perbedaan waktu antara tabel MTM dengan hasil rekaman juga dapat terjadi karena kelalaian praktikan dalam menentukan kelas dari setiap elemen-elemen gerakan kerja. Elemen-elemen gerakan menjangkau (reach) yang memiliki A sampai E, elemen gerakan mengangkut (move) yang memiliki kelas A sampai C, tingkat memegang (grasp), tingkat pengarahan (position), tingkat penekanan (apply pressure), tingkat memutar (turn) yang bersifat relative dalam penentuannya, karena setiap orang-orang memiliki kekuatan tekanan dan cara mengarahkan yang berbeda-beda. Dalam menentukan tingkatan dari seluruh elemen kerja tersebut akan berdampak terjadi perbedaan waktu antara peta tangan kiri dan kanan metode MTM dengan waktu hasil rekaman. Metode MTM tersebut masih belum bisa digunakan sebagai standar waktu suatu pekerjaan apabila dibandingkan dengan kegiatan perakitan secara nyata, dikarenakan metode MTM yang hanya melihat dari elemen-elemen gerakan, tidak memperhatikan kelonggaran-kelonggaran yang diperlukan dan melihat performa atau kinerja kerja (rating). Hasil pengukuran waktu menggunakan metode MTM tidak bisa dijadikan acuan standar waktu yang digunakan untuk para operator dalam menghasilkan satu rakitan Lego mobil, tetapi secara garis besar dapat membantu operator dalam menghitung kegiatan dalam suatu stasiun kerja beserta dapat menghilangkan gerakan-gerakan yang tidak efektif.

Integrated Industrial Engineering Laboratory Faculty of Engineering BINUS University

Practicum Weekly Report Human-Integrated Systems (D1084)

BAB 5 KESIMPULAN
Berdasarkan pengamatan, pengolahan data, dan juga analisa yang telah dilakukan dalam kegiatan praktikum, dapat disimpulkan bahwa: 1. Waktu yang diperlukan dalam merakit sebuah Lego yang berdasarkan metode MTM adalah sebesar 31,45 detik. Dalam penggunaan tangan kiri dan kanan dalam melakukan suatu pekerjaan akan berdampak sangat besar dalam merakit Lego, apabila terjadi penggunaan tangan kiri dan kanan yang tidak sesuai dengan letak suatu komponen dan membutuhkan adanya perpindahan tangan. Untuk itu, diperlukan untuk menentukan tangan mana yang seharusnya melakukan sebuah gerakan agar dapat meningkatkan keefektifan dan keefisienan dalam menghasilkan produk. 2. Kelebihan dari tata letak kerja (layout) yang saat ini sedang digunakan adalah jarak antara part-part yang akan dirakit dengan jarak operator sudah merupakan jarak yang sesuai dengan jangkauan rata-rata manusia pada umumnya, jarak dan posisi atau tata letak komponen sudah cukup baik jika dilihat dari sisi luas pandangan mata operator, dan posisi komponen sudah membentuk setengah lingkaran yang sesuai dengan gerak tangan manusia. 3. Kekurangan dari tata letak kerja (layout) yang saat ini sedang digunakan adalah urutan peletakan peralatan yang tidak sistematis sesuai urutan penggunaannya dan penempatan Ring dan Wheel yang kurang strategis yaitu Ring dan Wheel diletakkan di tempat yang sama, sedangkan pada saat perakitan, tangan kanan akan memegang (hold) Ring, dan tangan kiri akan memegang Wheel dan kemudian Ring akan dipasang (apply) ke dalam Wheel. 4. Prinsip yang sesuai dalam mendesain tata letak kerja usulan adalah Use of Principle, dimana prinsip ini adalah penyusunan peralatan atau komponen berdasarkan dari kegunaannya, maka dipertimbangkan setiap komponen yang akan dijangkau oleh tangan kiri akan diletakkan di bagian kiri dari operator, sedangkan setiap komponen yang dijangkau oleh tangan kanan akan diletekakkan di bagian kanan dari operator. 5. Dampak positif dari prinsip yang digunakan untuk tata letak kerja (layout) terhadap efisiensi waktu kerja operator adalah dengan menggunakan prinsip tersebut operator akan lebih mudah melakukan pekerjaan dengan penempatan komponen yang teratur sesuai dengan penggunaannya dan sesuai dengan jangkauan tangan kiri dan kanan. Hal tersebut akan meningkatkan efisiensi waktu kerja operator sehingga tidak akan ada waktu yang terbuang untuk memindahkan barang dari tangan ke tangan dan mengurangi gerakan-gerakan yang tidak efektif (ineffective movements) 6. Perbandingan waktu peta tangan kiri dan kanan metode MTM dengan waktu pada hasil rekaman terdapat selisih perbedaan waktu sebesar 41,36. Hal tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain dalam rekaman hanya gerakan tangan yang terekam, sehingga gerakan-gerakan seperti gerakan mata, kepala dan kaki yang tidak dapat diamati dan ditentukan waktunya. Kemudian dapat disebabkan juga oleh faktor kelalaian operator dalam menentukan kelas dari setiap elemenelemen gerakan, dan kelonggaran-kelonggaran yang perlu diperhatikan dan performa atau kinerja kerja (rating) operator.

Integrated Industrial Engineering Laboratory Faculty of Engineering BINUS University

14