Anda di halaman 1dari 25

PENYALAHGUNAAN WEWENANG JABATAN DITINJAU DARI HUKUM ISLAM

MAKALAH
Diajukan untuk Memenuhi Tuga Pe!ku"iahan# Mata Ku"iah Hukum I "am I# Seme te! II# Tahun Aka$emik %&'( ) %&'* Disusun Oleh : Nama N,m Ke"a + Ya$i Su,!iatna +'('&&&(&( +G

Ke"-m,-k + II

Dibawah Bimbingan : D! . Ahma$ A/$u" Gani# # S.H.# M.A.

0AKULTAS HUKUM UNI1ERSITAS PASUNDAN BANDUNG %&'*2 '*(*

ABSTRAK Penyalahgunaan wewenang dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi dalam perumusan pasal 3 UUPTK 1999 se ara expressive verbis! Untuk kali pertama di "ndonesia# penyalahgunaan wewenang dibentuk dan dirumuskan dalam pasal 1 ayat $1% huru& b untuk UUPTK 19'3! Pasal 1 ayat $1% huru& b untuk UUPTK 19'3 tersebut dipandang sebagai salah satu ino(asi dari UU )o!*+ Prp Tahun 19,- yang hanya mengatur .memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu badan. sebagai tindak pidana di luar KU/P! Dalam pembahasan kasus yang menimpa 0awan ini merupakan sebuah perbuatan yang merenggut /ak 1sasi masyarakat! Dalam undang2undang tentang korupsi dan penyalahgunaan 3abatan barulah seumur 3agung! Berbeda dengan 13aran agama "slam yang sudah lama a3aran tentang tidak boleh menyalahgunakan wewenang dan korupsi! Korupsi merupakan perbuatan maksiat yang dilarang oleh syara4 meskipun nash tidak men3elaskan had atau ki&arahnya! 1kan tetapi pelaku korupsi dikenakan hukuman ta45ir atas kemaksiatan tersebut! Perbuatan maksiat mempunyai beberapa kemiripan# diantaranya ialah mengkhianati 3an3i# menipu# sumpah palsu# dan lain sebagainya! 6aka perbuatan tersebut termsuk dalam 3arimah ta45ir yang penting!

ABSTRA3T 1buse o& authority ategori5ed as orruption in the &ormulation o& arti le 3 in the e7pressi(e (erbis UUPTK 1999 ! 8or the &irst time in "ndonesia# misuse o& authority is &ormed and de&ined in arti le 1# paragraph $ 1 % letter b &or UUPTK 19'3! 1rti le 1 paragraph $ 1 % letter b &or the 19'3 UUPTK regarded as one o& the inno(ations o& the 1 t *+ Prp919,- that 3ust set . enri h themsel(es or another person or entity . as a riminal o&&ense outside the :riminal :ode ! "n dis ussing the ase o& /enry ;s is an a t that laimed the rights o& so iety ! "n the law on orruption and abuse o& o&&i e then the rest o& the orn ! "n ontrast to the tea hings o& "slam whi h had long been the do trine o& the authority must not misuse and orruption ! :orruption is an immoral a t that is prohibited by Personality ; although nash had not e7plained or ki&arahnya ! /owe(er# orruption is punishable ta;5ir o(er the disobedien e ! <ins whi h ha(e some similarities # su h is betraying promises # heating # per3ury # and so &orth ! <o the a t termsuk in 3arimah ta;5ir important!

KATA PENGATAR
Pu3i dan syukur kita pan3atkan kehadirat 1llah <0T yang mana atas rahmat dan karunianya saya diberikan kesempatan untuk menyelesaikan tugas makalah mengenai =Penyalah >unaan 0ewenang ?abatan dalam Perspekti& /ukum "slam@ dengan lan ar! Dalam penyusunan makalah ini kami berterimakasih kepada para pihak yang memberikan saran dan kritiknya! Terimakasih 3uga kepada para penulis buku dan penulis artikel website yang telah saya kutip pendapatnya dalam isi makalah ini! <emoga materi dalam makalah ini bisa berman&aat bagi pemba a pada umumnya dan penulis pada khususnya# penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih 3auh dari sempurna untuk itu penulis menerima saran dan kritik yang bersi&at membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan! 1khir kata penulis sampaikan terimakasih! Bandung# 3 6aret *-1+ Penyusun

Aadi <upriatna

DA0TAR ISI
ABSTRAK44444444444444444444444444..44444% KATA PENGANTAR444444444444444444444...44444* DA0TAR ISI4444444444444444444444444..444445 BAB I PENDAHULUAN4444444444444444444444444.6 A. LATAR BELAKANG444444444444444444.444446 B. IDENTI0IKASI MASALAH444444444444444.444447 3. TUJUAN44444444444444444444444..444447 D. KERANGKA PEMIKIRAN444444444444444..444447 E. MET8D8L8GI44444444444444444444..444449 0. SISTEMATIKA44444444444444444444..44444: BAB II APA YANG SEHARUSNYA44444444444444444444'' BAB III APA KENYATAANNYA444444444444444444444'* BAB I1 PEMBAHASAN4444444444444444444444444'5 '. MA3AM ; MA3AM PENYALAHGUNAAN WEWENANG4...44444'5 %. TINJAUAN HUKUM ISLAM JIKA DITERAPKAN DALAM KASUS YANG MENIMPA 3HAERI WARDANA444444444444444444'5 (. UPAYA PENANGGULANGANNYA44444444444...44444%& BAB 1 PENUTUP4444444444444444444444...44444%% A. KESIMPULAN44444444444444444444444444%% B. SARAN444444444444444444444444.44444%( DA0TAR PUSTAKA444444444444444444444..44444%*

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG' Kekuasaan merupakan kuasa untuk mengurus# kuasa untuk memerintah# kemampuan# kesanggupan kemampuan orang atau golongan untuk menguasai orang atau golongan lain# &ungsi men iptakan dan meman&aatkan keadilan serta men egah pelanggaran keadilan! )amun didalam kekuasaan tersebut banyak disalahgunakan untuk men ari kekayaan! <ehingga banyak penguasa men ari kekayaan tersebut dengan berbagai ara termasuk menggunakan kekuasaan yang telah di amanahkan rakyat

kepadanya! Banyak penguasa yang menyalahgunakan kekuasaan demi kepentingan peribadi sehinga /16 rakyat rela dikorbankan! Banyaknya kasus2kasus

penyalahgunaan kekuasaan seperti korupsi# ma&ia hukum# pengelapan sehingga membutuhkan hukum pidana untuk mengatur masalah penyalahgunaan kekuasaan# dan menghindari 3atuhnya korban akibat penyalahgunaan kekuasaan tersebut! <e ara umum# &ungsi hukum a ara pidana adalah untuk membatasi kekuasaan negara dalam bertindak serta melaksanakan hukum pidana materiil! Ketentuan2 ketentuan dalam /ukum 1 ara Pidana dimaksudkan untuk melindungi para tersangka dan terdakwa dari tindakan yang sewenang2wenang aparat penegak hukum dan pengadilan! Pada sisi lain# hukum 3uga memberikan kewenangan tertentu kepada negara melalui aparat penegak hukumnya untuk melakukan tindakan yang dapat mengurangi hak asasi warganya! /ukum a ara pidana 3uga merupakan sumber kewenangan bagi aparat penegak hukum dan hakim serta pihak lain yang terlibat $penasehat hukum%!

Bahmat "llahi Besri# 6akalah : Penyalahgunaan 0ewenang# https:99ibelboy5!wordpress! om9*-119-,9-99makalah2penyalahgunaan2wewenang9# Diakses pada + 6aret *-1+ Pukul *-!--

Permasalah yang mun ul adalah =penggunaan kewenangan yang tidak benar atau terlalu 3auh oleh aparat penegak hukum@! Penyalahgunaan kewenangan dalam sistem peradilan pidana yang berdampak pada terampasnya hak2hak asasi warga negara merupakan bentuk kegagalan negara dalam mewu3udkan negara hukum! B. IDENTI0IKASI MASALAH 1! 1pa yang dimaksud dengan wewenangC *! 1pa sa3a penyalahgunaan wewenangC 3! <eperti apakah hukum "slah 3ika diterapkan dalam kasus penyalahgunaan wewenang dalam 3abatan yang dilakukan oleh :haeri 0ardanaC 3. TUJUAN 1! 6engetahui yang dimaksud dengan wewenang *! 6engetahui ?enis23enis penyalahgunaan wewenang 3! 6engetahui tin3auan /ukum "slam 3ika diterapkan dalam kasus yang menimpa :haeri 0ardana

D. KERANGKA PEMIKIRAN Penyalahgunaan wewenang dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi dalam perumusan pasal 3 UUPTK 1999 se ara expressive verbis! Untuk kali pertama di "ndonesia# penyalahgunaan wewenang dibentuk dan dirumuskan dalam pasal 1 ayat $1% huru& b untuk UUPTK 19'3! Pasal 1 ayat $1% huru& b untuk UUPTK 19'3 tersebut dipandang sebagai salah satu ino(asi dari UU )o!*+ Prp Tahun 19,yang hanya mengatur .memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu badan.

sebagai tindak pidana di luar KU/P! Dengan demikian# Pasal 3 UUPTPK 1999 bukan merupakan peniruan dan pemodi&ikasian dari Kon(ensi Korupsi PBB!* E. MET8D8L8GI '. S,e i<ika i Pene"itian Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian normati(e! <pesi&ikasi yang digunakan adalah bersi&at deskripti& analitis! Deskripti& analitis adalah penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan in&ormasi mengenai status ge3ala yang ada# yaitu ge3ala keadaan yang apa adanya pada saat penelitian dilakukan! Penelitian deskripti& analisis 3uga merupakan gambaran yang bersi&at sistematik# &a tual dan akurat mengenai &akta2&akta! Dengan kata lain peneliti dapat mendeskripsikan suatu peristiwa dan ke3adian yang ter3adi pada saat di kehidupan! %. Met-$e Pen$ekatan 6etode yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis alternati(e# yaitu pendekatan atau penelitian hukum dengan menggunakan metode pendekatan teori9konsep dan metode analisis yang termasuk dalam disiplin ilmu hukum yang dogmatis!

(. Taha,an Pene"itian

Budi Parmono# Penyalahgunaan 0ewenang Tindak Pidana Korupsi # http:99prasetya!ub!a !id9berita9Dr2Budi2Parmono22Penyalahgunaan20ewenang2Tindak2Pidana2 Korupsi2D+DE2id!html Diakses pada + 6aret *-1+ pukul *-!1-

Berkenaan dengan metode yuridis normati(e yang digunakan maka penyusunan makalah ini dilakukan dengan dua tahapan# yaitu : Penelitian kepustakaan Penelitian ini merupakanpenelitian yang utama yaitu menganalisis# meneliti dan mengka3i : 1! Bahan primer 1! Undang F Undang Dasar 19+D B! 1l2Gur4an :! 1l2/adits *! Bahan tersier a! Hnsiklopedia b! Tele(isi ! "nternet *. Teknik Pengum,u"an Data 1dapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan ara <tudi dokumen! <tudi dokumen ini yaitu melakukan penelitian terhadap data sekunder dengan ara menganalisis kasus yang menimpa :haeri 0ardana! 5. A"at Pengum,u" Data

10

1lat pengumpulan data yang dilakukan penulis adalah dengan ara studi kepustakaan# yaitu pengumpulan data dengan mengka3i literature yang berkaitan dengan kasus :haeri 0ardana yang ditin3au dari segi hukum "slam! 6. Ana"i i Data 1nalisis data dapat dirumuskan dengan suatu proses penguraian se ara sistematis dan konsisten terhadap kasus yang menimpa :haeri 0ardana! <etelah data primer dan sekunder terkumpul maka dilakukan analisis yuridis kualitati& yaitu analisis data dengan penguraian deskri&ti& analisis!

0. SISTEMATIKA a. Bagian A=a" Bagian ini terdiri atas : /alaman sampul 1bstrak Kata pengantar Da&tar isi /. Bagian Inti Bagian ini terdiri atas : BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG B. IDENTI0IKASI MASALAH 3. TUJUAN

11

D. KERANGKA PEMIKIRAN E. MET8D8L8GI 0. SISTEMATIKA BAB II APA YANG SEHARUSNYA BAB III APA KENYATAANNYA BAB I1 PEMBAHASAN '. MA3AM ; MA3AM PENYALAHGUNAAN WEWENANG %. TINJAUAN HUKUM ISLAM JIKA DITERAPKAN DALAM YANG MENIMPA 3HAERI WARDANA (. UPAYA PENANGGULANGANNYA BAB 1 PENUTUP A. KESIMPULAN B. SARAN KASUS

>. Bagian akhi! Da&tar Pustaka

12

BAB II APA YANG SEHARUSNYA Pelayanan merupakan tugas utama yang hakiki dari sosok aparatur# sebagai abdi negara dan abdi masyarakat! Tugas ini telah 3elas digariskan dalam pembukaan UUD 19+D alinea keempat# yang meliputi + $empat% aspek pelayanan pokok aparatur terhadap masyarakat# yaitu melindungi segenap bangsa "ndonesia dan seluruh tumpah darah "ndonesia# mema3ukan kese3ahteraan umum#

men erdaskan kehidupan bangsa dan melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan# perdamaian abadi dan keadilan sosial! Dan diper3elas lagi dalam Keputusan 6enteri Pendayagunaan 1paratur )egara )o! ,3 tahun *--3 yang menguraikan pedoman umum penyelenggaraan pelayanan publi Pelayanan sebagai proses pemenuhan kebutuhan melalui akti(itas orang lain se ara lansung# merupakan konsep yang senantiasa aktual dalam berbagai aspek kelembagaan! Bukan hanya pada organisasi bisnis# tetapi telah berkembang lebih luas pada tatanan organisasi pemerintah $<inambela# *--,:+*2+3% 3 Di Dalam al2Guran 1llah <0T ber&irman : 1rtinya : <esungguhnya 1llah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya# dan $menyuruh kamu% apabila menetakan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil! <esungguhnya 1llah memberi penga3aran yang sebaik2baiknya kepadamu! <esungguhnya 1llah adalah 6aha 6endengar lagi 6aha 6elihat! Di dalam ayat lain disebutkan :

<opriadi 1hmad# 6akalah Kualitas pelayanan publi # http:99makalahme-*!blogspot! om9*-139-D9 ontoh2 makalah2kualitas2pelayanan!htmlIJ# Diakses pada + 6aret *-1+ Pukul *-!3-

13

1rtinya : /ai orang2orang yang beriman# 3anganlah kamu mengkhianati 1llah dan Basul $6uhammad% dan $3uga% 3anganlah kamu mengkhianati amanat2 amanat yang diper ayakan kepadamu# sedang kamu mengetahui! Di dalam salah satu /adis Basulullah <10 bersabda : 1rtinya : Kaksanakanlah amanah kepada orang yang memberikannya kepadamu dan 3anganlah kamu melakukan pengkhianatan $sekalipun% terhadap orang yang pernah mengkhianatimu! Di dalam hadis lain 3uga disebutkan : 1rtinya : Tidak sempurna iman seseorang yang tidak amanah dan tidak sempurna agama seseorang yang tidak menunaikan 3an3i! Korupsi dalam pandangan agama "slam dapat 3uga dimasukkan dalam kategori al2>osysy dan atau al2>hulul $penipuan%# sebab korupsi termasuk dalam kategori menipu orang banyak ataupun menipu negara untuk kepentingan peribadinya! Di dalam salah satu hadis# Basulullah <10 bersabda : 1rtinya : <iapa yang menipu# maka dia tidak termasuk ummatKu! Pada hadis lain disebutkan : 1rtinya : Tidak diterima sholat seseorang ke uali dalam keadaan su i dan tidak sah sedekah seseorang yang bersumber dari penipuan! <elain hal tersebut di atas# korupsi sangat dekat dengan istilah Bisywah $suap menyuap% dalam a3aran agama "slam# sebab korupsi itu salah satu bentuknya adalah melakukan penyuapan atas seseorang dengan imbalan tertentu untuk mendapatkan 3abatan tertentu pula! 6asalah suap menyuap ini mendapat perhatian yang sangat serius dari Basulullah <10# sehingga banyak sekali hadis2hadis yang disampaikan oleh Basulullah <10 berkaitan dengan suap menyuap $risywah%! Di dalam salah satu hadis# Basulullah <10 bersabda :

14

1rtinya : Dari 1bdullah ibnu 1mar berkata : Basulullah <10 melaknat orang yang menyuap dan penerima suap! 1l2Khatibi ra dalam <yarh <unan 1bu Daud yang ber3udul 6aalim 1s2<unan berkata# 1r2Bosyi adalah orang yang memberikan suap dan al26urtasyi adalah orang yang menerima suap! Keduanya diberi hukuman kalau mereka benar terlibat dalam persekongkolan suap menyuap dengan maksud bathil dari orang yang menyuap# dan memberikannya pada orang yang menerima dengan ara yang tidak benar pula! Tapi 3ika memberikannya pada orang yang berhak# atau memberi untuk menebus dirinya dari suatu ke5haliman# maka hal itu tidak dilarang! 1tas dasar pen3elasan2pen3elasan tersebut di atas# dan menghubungkannya dengan sumber2sumber hukum "slam# baik yang tertuang dalam al2Guran maupun dalam al2/adis# maka dapat disimpulkan bahwa korupsi hukumnya adalah /1B16! Keharamannya ini bersi&at mutlak dan tidak dapat ditawar2tawar lagi# apalagi di dalamya terdapat dua dosa sekaligus yaitu pertama# dosa kepada bangsa dan negara dan yang kedua dosa kepada 1llah <0T!+

1hmad <upardi /asibuan# KOBUP<" D1) PH):H>1/1))A1 D1K16 PHB<PHKT"8 /UKU6 "<K16# http://petir-fenomenal.blogspot.com/2013/03/ or!psi-"an-pencegahann#a-"alam.html $ %ia ses &a"a 4 'aret 2014 &! !l 2014

15

BAB III APA KENYATAANNYA korupsi adalah salah satu bentuk pengkhianatan terhadap agama sebab ia mengkianati amanah yang dibebankan di pundaknya! "a 3uga menyelewengkan dan menyalahgunakan tugas dan tanggung3awab yang diberikan kepadanya! Oleh karena itu ia harus dihukum dan diberikan sanksi hukum yang 3elas dan berat sebab dalam hal ini ada dua dosa yang dia pikul! Pertama adalah dosa kepada bangsa dan negara sebab dia menyalahgunakan keuangan dan perekonomian negara# dan kedua adalah dosa kepada 1llah <0T sebab dia mengkhianati amanah yang dibebankan kepadanya! Korupsi merupakan peramasan hak asasi manusia! Dimana pada hakikatnya uang rakyat yang dikorupsi tersebut tadinya untuk kepentingan masyarakat yang mana hal tersebut men3adi hak yang harus didapatkan# dengan korupsi tersebut maka hak masyarakat men3adi terenggut!

16

BAB I1 PEMBAHASAN '. Ma>am ; Ma>am Pen?a"ahgunaan =e=enang Penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan penguasa berupa 1! Pelanggaran hukum $korupsi# ma&ia hukum# penggelapan# melakukan ke3ahatan%! *! Pelanggaran /16 $kekerasan thd rakyat# pengabaian hak rakyat atau pembiaran pelanggaran /16! Tindak pemerintahan yang menyalahi hukum menimbulkan korban# maka dibutuhkan perlindungan hukum bagi rakyat! Perlindungan hukum dapat dilakukan melalui perlindungan hukum pre(enti& dan perlindungan hukum represi&! Pada perlindungan hukum pre(enti& diberikan kesempatan kepada korban untuk menga3ukan keberatan atau pendapat sebelum keputusan pemerintah mendapat bentuk de&initi&! Perlindungan ini bertu3uan men egah ter3adi perkara pidana! Perlindungan hukum represi& adalah melalui peradilan umum dilakukan terhadap korban untuk memperoleh kembali hak2haknya yang dilanggar oleh penguasa! 6isalnya pembelaan hak rakyat oleh penagak hukum! %. Tinjauan Hukum I "am $an Hukum P- iti< jika $ite!a,kan $a"am menim,a 3hae!i Wa!$ana Tin3auan /ukum Positi& "ndonesia Penyalahgunaan wewenang dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi dalam perumusan pasal 3 UUPTK 1999 se ara expressive verbis! Untuk kali pertama di "ndonesia# penyalahgunaan wewenang dibentuk dan dirumuskan dalam pasal 1 ayat $1% huru& b untuk UUPTK 19'3! Pasal 1 ayat $1% huru& b untuk UUPTK 19'3 tersebut dipandang sebagai ka u ?ang

17

salah satu ino(asi dari UU )o!*+ Prp Tahun 19,- yang hanya mengatur .memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu badan. sebagai tindak pidana di luar KU/P! Dengan demikian# Pasal 3 UUPTPK 1999 bukan merupakan peniruan dan pemodi&ikasian dari Kon(ensi Korupsi PBB! Tin3auan /ukum Positi& yang dikaitkan dengan /ukum "slam 1da sebagian yang menggunakan istilah =ikhtilas@ untuk menyebutkan prilaku koruptor# meskipun dalam kamus di temukan arti aslinya yaitu men opet atau merampas harta orang lain! <ementara itu terdapat pengungkapan =>hulul@ dan mengistilahkan =1khdul 1mwal Bil Bathil@# sebagaimana disebutkan oleh al2Lur4an dalam surat al2baLarah : 1EE

A BC @ DA EF GH AI GJ DK GL AM A I NO GP GN QR NS N QT U VW X N WB AY GL AZ GY N Q [\]^ N_ A WBE D` Da GJ AV Nb N Qc Ud DV G W eV Af N Qg AR N WBV Dh GH DM A i Nj N Qk AV G QR NI Gc DT Al GR AI Gc DV AWB AY GL A WBE D` Da GH A mM A


Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui. Korupsi merupakan perbuatan maksiat yang dilarang oleh syara4 meskipun nash tidak men3elaskan had atau ki&arahnya! 1kan tetapi pelaku korupsi dikenakan hukuman ta45ir atas kemaksiatan tersebut! Perbuatan maksiat mempunyai beberapa kemiripan# diantaranya ialah mengkhianati 3an3i# menipu# sumpah palsu# dan lain sebagainya! 6aka perbuatan tersebut termsuk dalam 3arimah ta45ir yang penting! <ebagaimana yang terdapat dalam hadis nabi yang diriwayatkan oelh ahmad dan tirmi5y# yang artinya : Diriwayatkan oleh Jabir RA dari nabi A!, "abi bersabda # $idak ada (hukuman) potong tangan bagi pengkhianat, perampok dan perampas%pen&opet! $/B!1hmad dan Tirmi5y%! <ebagai aturan pokok islam membolehkan men3atuhkan hukuan ta45ir atas perbuatan maksiat apabila dikehendaki oleh kepentingan umum# artinya perbuatan2 perbuatan dan keadaan yang dapat di3atuhi hukuman ta45ir tidak mungkin ditentukan

18

hukumannya sebelumnya# sebab hal tersebut tergantung pada si&at2si&at tertentu# dan apabila si&at tersebut tidak ada maka perbuatan tersebut tidak lagi dilarang dan tidak dikenakan hukuman! <i&at tersebut merugikan kepentingan dan ketertiban umum# dan apabila perbuatan tersebtu telah dibuktikan didepan pengadilan maka hakim tidak boleh membebaskannya# melainkan harus men3atuhkan hukuman ta45ir yang sesuai untuknya! Per3atuhan hukuman ta45ir untuk kepentingan dan ketertiban umum ini meru3uk terhadap perbuatan rasulullah saw# dimana ia pernah menahan seorang laki2laki yang dituduh men uri unta setelah diketahui buktinya ia tidak men urinya# maka nabi membebaskannya! <yariat islam sendiri tidak menentukan ma am2ma am hukuman untuk ta45ir# akan tetapi hanya menyebutkan sekumpulan hukuman# dimulai dari hukuman yang seringan2ringannya# seperti nasehat# an aman# sampai hukuman yang seberat2beratnya! Penerapan sepenuhnya diserahkan terhadap hakim $penguasa%# dengan kewenagan yang dimilikinya# ia dapat menetapkan hukuman yang sesuai dengan kadar ke3ahatan dan keadaan pelakunya# dengan memperhatikan ketentuan2ketentuan umum islam dalam men3atuhkan hukuman yaitu: a! Tu3uan pen3atuhan hukuman# yaitu men3aga dan memelihara kepentingan umum! b! H&ekti&ita hukuman dalam menghadapi korupsi tanpa harus merendahkan martabat pelakunya! ! <epadan dengan ke3ahatannya sehingga terasa adil! d! Tanpa ada pilih kasih# yaitu semua sama kedudukannya didepan hokum! <eorang hakim dapat mempertimbangkan dan menganalisa bedat dan ringannya perbuatan yang dilakukan oleh pelaku korupsi! Ke3ahatan yang telah ditetapkan sanksi hukuman oleh nash# seorang hakim tidak punya pilihan lain ke uali menerapkannya! 6eskpun sangsi hukuman bagi pelaku korupsi tidak di3elaskan dalam nash se ara tegas#

19

akan tetapi perampasan dan penghianatan dapat diLiyaskan sebagai penggelapan dan korupsi! '. ,enge!tian $an jeni )jeni tanoi! Ta45ir ialah hukuman terhadap terpidana yang tidak ditentukan se ara tegas bentuk sangsinya didalam nash! /ukuman ini di3atuhkan unutk memberikan pela3aran terhadap terpidana agar ia tidak mengulangi ke3ahatan yang pernah ia lakukan# 3adi 3enis hukumannya disebut dengan ULubah 6ukhayyarah $hukuman pilihan%! ?arimah sendiri yang dikenal dengan hukuman ta45ir ada dua 3enis yaitu : a% ?arimah yang dikenakan hukuman had dan Lishash# apabila tidak terpenuhi salah satu rukunnya seperti pada 3arimah pen urian dihukum ta45ir bagi orang yang men uri barang yang tidak disimpan dengan baik# atau bagi orang yang men uri barang yang tidak men apai nishab pe urian! Pada 3arimah 5ina dihuk ta45ir bagi yang menyetubuhi pada selain pada oral se7! Pada 3arimah Lad5a& dihukum ta45ir bagi yang mengLad5a& dengan tuduhan ber iuman bukan ber5ina! b% ?arimah yang tidak dikenakan hukuman had dan Lishash# seperti 3arimah penghianatan terhadap sesuatu amanah yang telah diberikan 3arimah pembakaran# suap dan lain sebagainya!D %. Pene!a,an Tanoi! /agi ,e"aku k-!u, i /ukuman ta45ir dapat diterapkan kepada pelaku korupsi! Dapat diketahui bahwa korupsi termasuk dalam salah satu 3arimah yang tidak disebutkan oleh nash se ara tegas# oleh sebab itu ia tidak termasuk dalam 3enis 3arimah yang hukumannya adalah had dan Lishash! Korupsi sama halnya seperti hokum >hasab# meskipun harta yang dihasikan sipelaku korupsi melebihi dari nashab harta urian yang hukumannya potong tangan! Tidak
5

' "BB1/"6# 61K1K1/ KOBUP<" D1K16 PHB<PHKT"8 "<K16# http:99makalahma3annaii!blogspot! om9*-1*91-9makalah2korupsi2dalam2perspekti&2islam!html Diakses pada + 6aret *-1+ Pukul *-!D-

20

bisa disamakan dengan hukuman terhadap pe uri yaitu potong tangan# hal ini disebabkan oleh masuknya syubhat! 1kan tetapi disamakan atau diLiyaskan pada hukuman pen urian yang berupa pen urian pengambilan uang hasil urian! Dalam 3arimah sendiri korupsi ada tiga unsure yang dapat di3adikan pertimbangan bagi hakim dalam menentukan besar hukuman# yaitu : 1% Perampasan harta orang lain *% Penghianatan atau penyalahgunaan wewenang 3% Ker3asama atau kongkalikong dalam ke3ahatan Ketiga unsur tersebut telah 3elas dilarang dalam syari4at islam! <elan3utnya tergantung kepada kebi3aksanaan akal sehat keyakinan dan rasa keadilan hakim yang didasarkan pada rasa keadilan masyarakat untuk menentukan hukuman bagi pelaku korupsi! 6eskipun seorang hakim diberi kebebasan untuk mengenakan ta45ir# akan tetapi dalam menentukan hukuman seorang hakim hendaknya memperhatikan ketentuan umum perberian sangsi dalam hokum pidana islam yaitu :
a!

/ukuman hanya dilimpahkan kepada orang yang berbuat 3arimah# tidak boleh orang yang tidak berbuat 3ahat dikenai hukuman!

b!

1daya kesenga3aan seseorang dihukum karena ke3ahatan apabila ada unsur kesenga3aan untuk berbuat 3ahat# tidak ada kesenga3aan berarti karena kelalaian# salah# atau lupa! 6eskipun demian karena kelalaian salah atau lupa tetap diberikan hukuman# meskipun bukan hukuman ke3ahatan# melainkan untuk kemaslahatan yang bersi&at mendidik!

/ukuman hanya akan di3atuhkan apabila ke3ahatan tersebut se ara meyakinkan telah diperbuatnya!

21
d!

Berhati2hati dalam menentukan hukuman# membiarkan tidak dihukum dan menyerahkannya kepada allah apabila tidak ukum bukti!

Batas minimal hukuman ta45il tidak dapat ditentukan# akan tetapi adalah semua hukuman menyakitkan bagi manusia# bisa berupa perkataan# tindakan atau diasingkan! Terkadang seseorang dihukum ta45ir dengan memberinya nasehat atau teguran# terkadang 3uga seorang dihukum ta45ir dengan mengusirnya dengan meninggalkannya sehingga ia bertaubat! Uraian tersebut menegaskan bahwa hukuman 3arimah ta45ir sangatlah ber(ariasi mulai dari pemberian teguran sampai pada pemen3araan dan pengasingan! 6engenai ULubah sendiri dibagi men3adi dua yaitu : a! Pidana atas 3iwa $1l2ULubah 1l2)a&siyah%# yaitu hukuman yang berkaitan dengan ke3iwaan seseorang# seperti peringatan dan an aman! b! Pidana atas badan $1l2ULubah 1l2Badaniyyah%# yaitu hukuman yang dikenakan pada bagan manusia seperti hukuman mati atau hukuman dera# dan lain sebagainya! ! Pidana atas harta $1l2ULubah 1l26aliyah%# yaitu hukuman yang di3atuhkan atas harta kekayaan seseorang# seperti diyat# denda# dan perampasan! d! Pidana atas kemerdekaan# yaitu hukuman yang di3atuhkan kepada kemerdekaan manusia seperti hukuman pengasingan $1l2/asb% atau pen3ara $1l2<i3n%!

(. U,a?a Penanggu"angann?a 6emberantas korupsi bukanlah peker3aan yang mudah# apalagi di bumi "ndonesia ter inta ini# sebab peraktek korupsi sudah men3adi sema am wabah penyakit yang senantiasa menggerogoti tubuh manusia dan ter3adi pada semua lini dan sektor kehidupan berbangsa dan bernegara! Oleh karena itulah maka tidak salah apabila ada yang mengatakan bahwa korupsi sudah men3adi bahagian dari budaya bangsa "ndonesia! Dengan demikian

22

maka untuk men egah dan memberantasnyapun bukanlah merupakan peker3aan mudah bagaikan membalik telapak tangan# akan tetapi diperlukan keseriusan# keterpaduan dan komitmen dari pemerintah dan aparat penegak hukum dan bila perlu bangsa "ndonesia harus menyatakan perang terhadap korupsi# sebab tanpa ini maka mustahil korupsi dapat dibasmi dibumi nusantara! 1dapun ara2 ara yang dapat ditempuh untuk memberantas korupsi tersebut antara lain adalah sebagai berikut :, 'p Meningkatkan Pengha?atan Aja!an Agama. %p Me"u!u kan Pemahaman Keagamaan 3% Me!u/ah Si tem *p Meningkatkan Menta"ita 5p Meningkatkan Pengha i"an 6p Me!u/ah Bu$a?a ?ang Men$-!-ng K-!u, i 7p Menghi"angkan Ke/ia aan $an Ke/e! amaan E% Meningkatkan Penegakan Hukum. :p Menum/uhkan !a a /e! a"ah $an !a a ma"u. 1-% Menum/uhkan i<at Kejuju!an $a"am $i!i 11% Menghi"angkan Sika, Tamak $an Se!akah 1*% Menum/uhkan /u$a?a ke!ja ke!a '(p Menghi"angkan Si<at Mate!ia"i tik# Ka,ita"i tik $an He$-ni tik !

1hmad <upardi /asibuan# KOBUP<" D1) PH):H>1/1))A1 D1K16 PHB<PHKT"8 /UKU6 "<K16# http:99petir2&enomenal!blogspot! om9*-139-39korupsi2dan2pen egahannya2dalam!html# Diakses Pada + 6aret *-1+ Pukul *-!DD

23

BAB 1 PENUTUP A. KESIMPULAN a. Ma>am ; Ma>am Pen?a"ahgunaan =e=enang Penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan penguasa berupa i! Pelanggaran hukum $korupsi# ma&ia hukum# penggelapan# melakukan ke3ahatan%! ii! Pelanggaran /16 $kekerasan tehadap rakyat# pengabaian hak rakyat atau pembiaran pelanggaran /16! /. Tinjauan Hukum I "am $an Hukum P- iti< jika $ite!a,kan $a"am ka u ?ang menim,a 3hae!i Wa!$ana Tin3auan /ukum Positi& "ndonesia Penyalahgunaan wewenang dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi dalam perumusan pasal 3 UUPTK 1999 se ara expressive verbis! Tin3auan /ukum Positi& yang dikaitkan dengan /ukum "slam Korupsi merupakan perbuatan maksiat yang dilarang oleh syara4 meskipun nash tidak men3elaskan had atau ki&arahnya! 1kan tetapi pelaku korupsi dikenakan hukuman ta45ir atas kemaksiatan tersebut! Perbuatan maksiat mempunyai beberapa kemiripan# diantaranya ialah mengkhianati 3an3i# menipu# sumpah palsu# dan lain sebagainya! 6aka perbuatan tersebut termsuk dalam 3arimah ta45ir yang penting! <ebagaimana yang terdapat dalam hadis nabi yang diriwayatkan oelh ahmad dan tirmi5y# yang artinya : Diriwayatkan oleh Jabir RA dari nabi A!, "abi bersabda # $idak ada (hukuman) potong tangan bagi pengkhianat, perampok dan perampas%pen&opet! $/B!1hmad dan Tirmi5y%!

24

>. U,a?a Penanggu"angann?a 1dapun ara2 ara yang dapat ditempuh untuk memberantas korupsi tersebut antara lain adalah sebagai berikut : 'p Meningkatkan Pengha?atan Aja!an Agama. %p Me"u!u kan Pemahaman Keagamaan 3% Me!u/ah Si tem *p Meningkatkan Menta"ita 5p Meningkatkan Pengha i"an 6p Me!u/ah Bu$a?a ?ang Men$-!-ng K-!u, i 7p Menghi"angkan Ke/ia aan $an Ke/e! amaan E% Meningkatkan Penegakan Hukum. :p Menum/uhkan !a a /e! a"ah $an !a a ma"u. 1-% Menum/uhkan i<at Kejuju!an $a"am $i!i 11% Menghi"angkan Sika, Tamak $an Se!akah 1*% Menum/uhkan /u$a?a ke!ja ke!a '(p Menghi"angkan Si<at Mate!ia"i tik# Ka,ita"i tik $an He$-ni tik9

*. SARAN <emoga dengan adanya pemaparan materi yang telah disampaikan sekiranya dapat men3adi suatu pembela3aran dan dapat mengambil man&aat dari materi ini! 6udah2 mudahan kita bias men3adi generasi baru yang anti KK) agar ter iptanya )egara yang haromonis dan ma3u serta tentram!

25

DA0TAR PUSTAKA
1l2Gur4am Bahmat "llahi Besri! *-11! 6akalah : Penyalahgunaan 0ewenang! https:99ibelboy5!wordpress! om9*-119-,9-99makalah2penyalahgunaan2wewenang9# Diakses pada + 6aret *-1+ Pukul *-!--

Budi Parmono! *-11! Penyalahgunaan 0ewenang Tindak Pidana Korupsi! http:99prasetya!ub!a !id9berita9Dr2 Budi2Parmono22Penyalahgunaan20ewenang2Tindak2Pidana2Korupsi2D+DE2id!html Diakses pada + 6aret *-1+ pukul *-!1-

<opriadi 1hmad!*-13! 6akalah Kualitas pelayanan publi ! http:99makalahme-*!blogspot! om9*-139-D9 ontoh2makalah2kualitas2pelayanan!htmlIJ! Diakses pada + 6aret *-1+ Pukul *-!3-

1hmad <upardi /asibuan! *-13! KOBUP<" D1) PH):H>1/1))A1 D1K16 PHB<PHKT"8 /UKU6 "<K16! http://petir-fenomenal.blogspot.com/2013/03/ or!psi-"an-pencegahann#a"alam.html$ %ia ses &a"a 4 'aret 2014 &! !l 2014

"BB1/"6! *-1*! 61K1K1/ KOBUP<" D1K16 PHB<PHKT"8 "<K16! http:99makalahma3annaii!blogspot! om9*-1*91-9makalah2korupsi2dalam2perspekti&2islam!html Diakses pada + 6aret *-1+ Pukul *-!D-