Anda di halaman 1dari 11

METODE TAMBANG BAWAH TANAH Ada berbagai macam cara penambangan.

ada tambang terbuka, ada tambang bawah tanah, dan ada tambang bawah air. tambang terbuka adalah tambang yang berhubungan langsung dengan udara bebas. sedangkan Tambang bawah tanah adalah, tambang dimana kegiatan penambangnya tidak langsung berkaitan dengan alam terbuka, atau udara bebas. METODE PENAMBANGAN BAWAH TANAH OPEN STOPE Metode open stope merupakan metode penambangan untuk endapanendapan bijih yang mana batuan sekelilingnya kuat, ukuran-ukuran endapan tidak begitu besar. Open Stope Methodes adalah sistem tambang bawah tanah dengan ciri-ciri : Sedikit memakai penyangga, atau hampir tidak tidak ada. Umumnya merupakan cara penambangan sederhana, atau tradisional. Bisa menggunakan buruh-buruh yang tidak terlatih. Cocok untuk endapan bijih dengan ciri-ciri: Endapan bijih dan batuan induk relative keras, sehingga tidak mudah runtuh. Endapan bijih memiliki kemiringan lapisan (dip) lebih dari 70o. Ukuran bijih tidak terlalu besar. Tebal endapan bijih kurang dari 5 m. Antara batuan induk dan bijih mudah dibedakan atau terlihat jelas. Metode open stope dapat dibedakan menjadi 1. Underground Glory Hole Metode Glory Hole Methode merupakan system penambangan dengan cara bebas membuat lubang bukaan, dikarenakan baik batuan induk maupun endapan bijih relative kuat. mempunyai ciri-ciri: Lebar endapan antara 1 5 m, tetapi dengan arah memanjang ke bawah berbentuk bulat atau elips. Endapan bijih dan batuan induk kuat. Metode ini cocok untuk endapan yang sempit atau relative sedikit. Pada umumnya disini dijaga agar pembukaan tanah tidak longsor, oleh karena itu harus ditinggalkan pilar (bila memungkinkan dipilih sebagai pilar adalah tempat yang mengandung kadar rendah). Atau diadakan pengisian pada daerah yang telah selesai ditambang, sehingga sebisa mungkin tidak terjadi penurunan tanah. Kondisi ini sangat cocok bila kondisi batuan sekitar atau country rock cukup kuat dengan bentuk endapan bijihnya kecil-kecil.

Pengembangan memungkinkan jika tergantung kondisi endapan dan bentuk bijih.

2.

Gophering Gophering merupakan suatu cara penambangan untuk endapan bijih yang kecil (lebih kecil dari tiga meter tebal atau lebarnya), bentuk tidak teratur tetapi batuannya keras dan bijihnya memiliki kadar yang tinggi. Endapan bijih yang demilikian tidak dapat ditambang seluruhnya tanpa meninggalkan pilar atau penyangga, arah penambangannya menuruti arah pesebaran dari bijih.Metode Gophering Coyoting mempunyai ciri-ciri: Arah penambangan hanya mengikuti arah endapan bijih. Cara pengerjaannya tidak sistematis. Alat dan cara penambangnya sangat sederhana. Tanpa perencanaan rinci, karena dalam penambangnya hanya mengikuti arah endapan.

3.

Shrinkage Stoping Shrinkage stoping merupakan suatu cara penambangan yang termasuk over hand stoping, dimana tiap-tiap bagian slice dibor dan diledakkan, dari bawah tumpukan hasil ledakkan itu akan dibiarkan di floor (lantai) untuk dipakai sebagai berikut, yaitu: Tempat berpijak untuk pemboran berikutnya Untuk penyangga country rock Semakin lama volume dari peledakan hasil penambangan akan semakin banyak, dan jika penambangan telah selesai maka stope akan kosong karena hasil penambangan akan dikeluarkan semuanya. Metode ini sangat cocok untuk endapan bijih dengan benrtuk vein yang memiliki dip yang terjal dan memanfaatkan gravity flow. Metode Shrinkage Stoping mempunyai syarat atau ciri-ciri: Cocok untuk batuan kuat. Endapan mempunyai kemiringan lebih dari 70o. Tebal endapan tidak lebih dari 3 m. Endapan bijih memiliki nilai yang tinggi baik kadar maupun harganya. Endapan bijih harus homogen atau uniform. Penambangan tidak selektif. Bukan merupakan endapan Sulfida (Fe), karena endapan Sulfida harus dengan metode selective mining, hal ini guna menghindari pengaruhnya pada asam tambang. Keuntungan metode Shrinkage stoping:

Investasi yang kecil terhadap alat-alat/mesin-masin karena membutuhkan sedikit alat-alat. Ore dapat langsung didumping secara langsung ke alat angkut melalui chute. Mengeliminasi hand-loading. Dapat langsung berproduksi. Mining Recovery tinggi. Kerugian metode Shrinkage stoping: Kondisi kerja sulit dan berbahaya. Contoh : Mouska Mine. Canada Diamond Mine. Schwartzwalder Mine

Gambar. Shrinkage stoping

4.

Sub-level Stoping Penambangan yang dilakukan dengan membuat sub-level diantara level-levelnya, biasanya jarak antar level berkisar antara 100 200 feet, sedangkan jarak antara sub-level sekitar 25 40 feet. Cara penambangan ini dilakukan dengan over hand stoping method. Syarat pemakaian metode ini antara lain : Tebal dinding vein harus antara 1 20 meter

Dip vein sebaiknya lebih dari 30 derajat, karena semakin miring akan semakin baik dan memudahkan dalam penagangkutannya. Country rock harus keras sehingga tidak memerlukan penyanggaan Agar tidak mudah terjadi dilusi maka country rock harus kuat dan keras Batas antara country rock dan bijih harus terlihat jelas dan bentuknya teratur Kadar bijih sebaiknya merata karena metode ini tidak memungkinkan untuk melakukna selectif mining.

Perusahaan yang menggunakan metode ini : Doyon Division Gold Mines, Qubec PT.Freeport Indonesia

Metode penambangan yang dipakai didaerah DOZ/MLA adalah sublevel open stoping with delayed backfill yang merupakan satu-satunya metode penambangan yang diterapkan di indonesia sampai saat ini

METODE PENAMBANGAN BAWAH TANAH SUPPORTED STOPE Supported Stope Methode adalah metode penambangan bawah tanah yang menggunakan penyangga dalam proses penambangannya. Secara umum ciri-ciri Supported Stope Methode antara lain: Cocok untuk endapan bijih serta batuan induk yang lunak. Cara penambangannya secara sistematis. Penyangga dalam tambang bawah tanah dibedakan menjadi dua, antara lain: Penyangga Alamiah Penyangga alamiah adalah penyangga yang menggunakan material yang berada atau dihasilkan dari proses penambangan itu sendiri. Penyangga alamiah dibagi menjadi: Endapan bijih yang ditinggalkan atau tidak ditambang. Endapan bijih kadar rendah. Setelah dinilai tidak ekonomis, endapan bijih ini ditinggalkan sebagai penyangga.

Waste Batuan samping, atau material lain yang tidak ditambang. Penyangga Buatan (Artificial Support) Artificial support adalah penyangga buatan yang dimasukan ke dalam tamang bawah tanah, agar tidak runtuh. Bahan penyangga buatan ini disebut juga Material Filling, dapat berupa tailing, pasir, tanah, semen, baja, kayu, maupun baut batuan.

Metode penambangan bawah tanah supported stope dibagi atas: 1. Shrink and Fill Stoping Merupakan metode penambangan dengan cara membuat level-level, dimana level-level tersebut merupakan endapan bijih yang ditambang. Di dalam level-level tersebut dibuat Stope-stope atau ruangan-ruangan. Setelah selesai menambang dalam satu level, maka level tersebut diisi kembali dengan material lalu dilanjutkan dengan membuat level baru. Arah tambang pada metode ini relative horizontal.

2.

Cut and Fill Merupakan metode penambangan dengan cara memotong batuan untuk membuat stope dalam level. Setelah selesai menambang dalam satu stope, maka stope tersebut diisi kembali tanpa menunggu selesai dalam satu level. Ini yang membedakan dengan Shrink and Fill Stoping. Sedangkan syarat dari pemakai methode ini adalah : Untuk penambangan dengan country rock agak lunak Untuk endapan berbentuk vien harus memiliki dip kurang dari 45 derajat Ketebalan bijih antara 1 6 meter Memiliki batas yang kurang jalas antara ore body dan country rock Memiliki kadar tinggi agar pembelian material pengisi seimbang dengan penambangan.

Perusahaan yang menggunakan metode ini salah satunya adalah PT.Antam. Produksi utama emas dan perak Antam berasal dari tambang bawah tanah Pongkor, Jawa Barat dan Cibaliung, Banten. Tambang emas Pongkor memiliki tiga urat emas utama yakni Ciguha, Kubang Cicau dan Ciurug. Metode penambangan menggunakan conventional cut and fill stoping pada urat emas Ciguha dan Kubang Cicau. Pada urat emas Ciurug Antam menggunakan metode penambangan mechanised cut and fill dengan peralatan hydraulic jumbo drill dan load haul dump (LHD) sejak tahun 2000. 3. Stull Stoping Stull stoping merupakan suatu cara dimana tempat penggalian disanggah dengan menggunakan kayu dari foot wall sampai hanging wall. Pengaruh kayu yang demikian disebut dengan stull yang dapay dipasang dengan jarak yang konstan atau dengan jarak yang sembarang mengingat pemasangan hanya pada tempat-tempat tertentu saja. Syarat dari pemakaian metode ini antara lain : Country rock cukup kuat namun mudah pecah berbongkah-bongkah, untuk material yang lunak stull kurang cocok mengingat ini digunakan bukan untuk menahan beban yang besar. Ketebalan dari ore berkisar antara 1 3 meter Memiliki mining recovery yang tinggi dan kadar yang tinggi. Square Setting Square setting merupakan suatu cara penambangan dengan menyangga secara sistematis disetiap bagian-bagian yang telah selesai ditambang, dengan menggunakan kayu yang bebentuk empat persegi panjang atau bujur sangkar. Pemakaian metode ini memiliki syarat antara lain : Bijih sangat mudah runtuh sehingga perlu suatu penyangga yang sistematis pada setiap bagian yang telah selesai ditambang. Sedangkan country rocknya sendiri juga mudah runtuh. Mudah runtuhnya suatu

4.

endapan bijih disebabkan oleh beberapa hal antara lain : penyisipan batuan lunak diantara bijih, jika pembentu bijih merupakan mineralmineral sulfida biasanya gampang rapuh, adanya perubahan-perubahan struktur geologi disekitarnya. Kemiringan harus lebih dari 45 derajat. Ketebalan endapan minimal 3,5 meter. Memiliki kadar d n minin recovery yang tinggi. Memiliki batas-batas yang kurang jelas antara badan bijih dan country rocknya.

METODEPENAMBANGAN BAWAH TANAH "CAVING" 1. Top Slicing Top slicing digunakan pada penambangan bawah tanah yang memiliki badan bijih dan country rock yang lunak. Dimana penambangan dilakukan selapis demi selapis dari bawah ke atas atau dari atas kebawah pada stope yang disangga. Penambangan model ini biasanya untuk keadaan sebagai berikut : Untuk endapan yang memiliki overburden yang lemah sehingga saat dilakukan penggalian dibawahnya maka akan secara perlahan-lahan turun menutu lubang bukaan.. Memilik ukuran endapan yang cukup besar Batas endapan dengan country rock cukup jelasa sehingga tidak memerlukan selectif mining

Dipermukaan tidak diperbolehkan adanya bangunan karena akan ada penurunan permukaan. Sub Level Caving Sub-level caving adalah cara penambangan yang memulai penggaliannya dari atas kebawah dimana pengalian dilakukan selapis demi selapis dan penambangannya dilakukan secara lateral. Seluruh ketebalan endapan bijih diantara kedua sub-level diambil dengan cara meruntuhkan suatu tumpukan bekas penyangga atau timber material akn terjadi pada bagian atas sehingga memisahkan bijih dengan overburden. Sistem ini biasanya dignakan untuk menambang bijih dengan kriteria sebagai berikut : Endapan memiliki ketebalan yang sedang, artinya batuan akan runtuh dengan sendirinya secara beraturan atau tidak akan runtuh dengan penyanggaan seperlunya. Kemiringan endapan untuk metode ini tidak terlalau berpengaruh Ketebalan endapan lebih kurang 30 meter Karena menyebabkan subsidence pada permukaan tanah, maka permukaan tidak boleh terdapat bangunan Memiliki kadar dan mining recovery yang tinggi Cara penambangan ini dapat dikatakan merupakan suatu penambangan transisi antara top slicing dengan penyanggaan block caving tetapi penambangan dengan cara ini juga dapat dianggap sebagai shsft level stoping dengan block caving. Walaupun demikian terdapat persyaratan dalam melakukan penambangan dengan menggunakan metode ini yaitu over burden harus dapat dipecah-pecah dalam ukuran besar atau block-block, dan ini merupakan suatu syarat yang khas dari penambangan dengan metode ini. Block Caving Block caving merupakan suatu cara penambangan dengan melakukan under cutting terhadap suatu blok dari pada badan bijih, dengan ketinggian antara 2,5 6 meter. Blok akan runtuh secara perlahan-lahan jika pilar tersebut diambil. Kemudian bijih yang telah ditambang dikeluarkan melalui

2.

3.

drow point yang telah dibuat dengan interval tertentu. Pengambilan bijih melalui drow point harus bersama-sama agar bijih tidak tercampur dengan country rock. Pemakai metode ini cocok untuk endapan dengan criteria sebagai berikut : Untuk endapan bijih yang mudah runtuh, dan dapat dipisahkan dari blok sebelumnya (country rock), dimana material caving juga harus mudah pecah dalam ukuran yang kecil atau jangan menjadi blok-blok, dan penekanan akan membantu pemecahan ijih yang ada dibawahnya. Dan antara material bijih dan caving terlihat jelas perbedaannya sehingga pada saat berada di drow point dilusi dapat dihindari Kemiringan dalam system ini tidak masalah, kecuali jika endapan bijih tersebut berbentuk vien dimana kemiringannya harus 65 derajat Memiliki cadangan yang cukup besar dengan ketebalan 30 meter dan tebal vertikalnya 35 meter Tidak memerlukan selectif mining Dapat menimbulkan subsidence

Collapsed craters from underground mining by block caving Perusahaan yang menggunakan metode ini salah satunya adalah PT. Freeport. Metode penambangan yang diterapkan oleh PT. Freeport Indonesia Company ditambang bijih timur adalah metode block caving dengan metode trench undercuting/drawbell yang menggunakan peralatan angkut Load Haul Dump (LHD).

METODE PENAMBANGAN BAWAH TANAH COAL MINING

Bord-and-pillar

Bord-and-pillar, or room-and-pillar, is the oldest underground mining technique and was used widely in NSW prior to the introduction of longwall mining in the 1960s. The bord-and-pillar method uses a regular grid of mining tunnels and involves progressively cutting panels into the coal seam whilst leaving behind pillars of coal to support the mine. The bord-and-pillar method is still used in some mining operations however this mining method is in steady decline, as newer, more efficient technologies are introduced. Longwall mining

Longwall mining revolutionised underground coal mining with its capacity for safe, cost effective and efficient large-scale extraction. Longwall mining involves using mechanised shearers to cut coal away whilst hydraulic-powered supports hold up the roof of the mine. Following the removal of each slice of coal the hydraulic-powered supports are progressively moved forward and the roof is collapsed behind them. Longwall mining is more efficient than the bord-and-pillar method as it does not leave behind pillars of coal, thereby allowing for a higher rate of extraction of the mineral resource. Longwall mining is used extensively in coal mines in the Hunter Valley, the Southern Coalfield in the Illawarra region and the Western coalfield. Various movements of the ground surface, called subsidence, is planned for and managed by each mining operation through extensive management plans drawn up in consultation with the State Government and the local community before mining commences. Mine subsidence, as with other environmental impacts, is tightly regulated by the NSW Government.

The Longwall operation at Centennial Coals Mandalong Mine