Anda di halaman 1dari 33

ABSES PERIAPIKAL DAN FOKUS INFEKSI

CASE REPORT Diajukan untuk Memenuhi Tugas P3D Pa a Bagian I!mu Pen"akit #igi an Mu!ut

O!eh $ #%a&e Eka Put%i +imm" ,a%eta C'' () ('*) C'' () (-'.

P%ese/t0% $ T%eesje Ekajani1 %g2

BA#IAN ILMU PEN3AKIT #I#I DAN MULUT FAKULTAS KEDOKTERAN UNI,ERSITAS PAD+AD+ARAN RUMA4 SAKIT DR2 4ASAN SADIKIN BANDUN# -((.

ILUSTRASI KASUS A2 Kete%angan Umum Nama Umur Jenis Kelamin Pekerjaan lamat gama (e#Re) : Ny.T : 35 tahun : Perempuan : Ibu Rumah Tangga : Jl. !eke p"n#"k III $ 1%%& 'an#ung : Islam : *1+%%%

Tanggal Pemeriksaan : ,- juni ,--% B2 Anamnesis Keluhan Utama : Rujukan #ari p"li T.T untuk men)ari /"kus in/eksi namnesa khusus : !ejak 5 tahun yang lalu pasien mengeluh sering keluar )airan #ari lubang hi#ung kirinya. 0airan yang keluar #ari hi#ung pasien ini a1alnya bening namun lama2kelamaan menja#i kuning. !ejak 1 bulan yang lalu pasien mengaku )airan yang keluar #ari hi#ungnya tersebut mengeluarkan bau tak se#ap sehingga pasien merasa ti#ak nyaman. Karena keluhannya tersebut pen#erita ber"bat jalan ke p"li T.T R!.! #an #irujuk ke p"li 3igi #an (ulut. Ri1ayat keluhan hi#ung tersumbat ti#ak a#a. Ri1ayat sering bersin2bersin pa#a pagi hari atau )ua)a #ingin ti#ak a#a. Ri1ayat keluar #arah #ari hi#ung ti#ak a#a. Pasien mengaku jika gigi atasnya a#a yang berlubang namun ti#ak terasa nyeri atau pun mengganggu saat ini. Ri1ayat sakit #an bengkak gigi sebelumnya #iakui pasien namun pasien ti#ak ber"bat ke #"kter gigi. Ri1ayat sakit gigi pa#a gigi yang lainnya juga #iakui pasien namun juga ti#ak pernah ber"bat ke #"kter gigi #an hanya minum "bat2"batan 1arung untuk mengatasi keluhan nyeri. Ri1ayat ken)ing manis& #arah tinggi& )epat lelah saat berakti4itas& #an alergi ti#ak a#a. Ri1ayat alergi "bat2"batan #an sakit maag ti#ak a#a. Ri1ayat mual& buang

air ke)il seperti teh& buang air besar seperti #empul #an penyakit kuning ti#ak a#a. Ri1ayat batuk2batuk lama ti#ak a#a. Ri1ayat makan "bat2"batan #alam jangka 1aktu lama ti#ak a#a. Ri1ayat minum jamu2jamuan ti#ak a#a. Ri1ayat minum alk"h"l ti#ak a#a. Ri1ayat mer"k"k ti#ak a#a. Kebiasaan makan2makanan manis #an lengket ti#ak a#a. Kebiasaan menggunakan tusuk gigi ti#ak a#a. !ikat gigi , kali sehari. C2 Peme%iksaan Fisik 3eneral !ur4ey : : 0"mp"s (entis. : 1,-$6- mm.g : +, 7$menit : ,- 7$menit : K3' ti#ak teraba membesar : 9ral .igiene 'ibir (uk"sa bukal 3ingi4a :i#ah 5asar mulut Palatum T"nsil : buruk : ti#ak a#a kelainan : t#ak a#a kelainan : ti#ak a#a kelainan : ti#ak a#a kelainan : ti#ak a#a kelainan : ti#ak a#a kelainan : T12T1 tenang

Kea#aan Umum Tekanan 5arah Na#i Respirasi 8kstra 9ral Intra 9ral 2 2 2 2 2 2 2 2

#I#I #ELI#I Kua#ran 1 5 6 5 6 % * 5 6 % * < 7 7 Kua#ran ; 5 ; 3 3 0 , , 1 1 1 1 0 , 3 , 3

Kua#ran , 6 5 5 ; 5 * % 5 6

5 ;

; 5 * % 6 5 0 4 Kua#ran 3

o Status !0ka!is : 3igi Karies !"n#asi 5ingin Perkusi Tekanan Palpasi ("bility P")ket
,., Pr"/un#a 2 2 2 2 2 2 T#k #ilakukan

o +a%ingan sekita% status !0ka!is : Ti#ak a#a kelainan o #am7a%an 80t0 %0ntgen /an0%ami& $ Terlihat bayangan ra#i"lusen pa#a #aerah periapikal gigi ,., Tampak sisa akar pa#a gigi 1.%& ,.5& 3.6 #an ;.6 D2 Diagn0sis Ban ing : o bses Periapikal Kr"nis ,., o Peri"#"ntitis pikalis Kr"nis ,., E2 Diagn0sis Ke%ja o bses Periapikal Kr"nis ,.,

F2 Ren&ana /e%a9atan : Pr" R"ntgen Pan"rami) Ph"t" Pr" Resep Pr" 8kstraksi gigi ,., #an sisa akar

#2 Te%a/i : o Pan"rami) ph"t"

o Resep : m"ksisilin 5-- mg 3##1 =5hari> sam (e/enamat 5-- mg 3##1 prn o K"nsul 8ks"#"nsia 42 K0nse!ing : !)alling Penambalan gigi yang karies Dental Health Education 8kstraksi sisa akar gigi Pr"tesa gigi K"ntr"l * bulan sekali

+2 P%0gn0sis : =setelah terapi> 1. ?u" a# 4itam : a# b"nam ,. ?u" a# /un)ti"nam : a# b"nam

ANALISIS KASUS

A2 Dasa% Diagn0sis @ang menja#i #asar #ari #iagn"sis pa#a pasien ini a#alah : a. 'er#asarkan keterangan pasien pa#a anamnesis : o Pen#erita mengaku bah1a a#anya gigi yang berlubang pa#a gigi bagian kiri atas namun ti#ak memberikan keluhan saat ini. o Pen#erita mengaku a#anya ri1ayat sakit #an bengkak gigi sebelumnya namun pasien ti#ak ber"bat ke #"kter gigi. b. 'er#asarkan pemeriksaan /isik #itemukan : o #anya gigi karies pr"/un#a #i gigi ,., ). 'er#asarkan pemeriksaan A"t" Pan"rami) #itemukan : o Terlihat bayangan ra#i"lusen pa#a #aerah periapikal gigi ,.,

3ambar R"ntgen Pan"rami) Pasien Ny.T

B2 Pe%ja!anan Pen"akit Perjalanan penyakit ini #apat #ijelaskan #engan bagan se#erhana sebagai berikut :
In/eksi #ari periapikal kesa#aran B "ral higene : Plak susunan gigi ti#ak teratur

'ereaksi #engan bakteriCkarb"hi#rat =sukr"sa>CgigiC1aktu

sam =#ekalsi/ikasi D #emineralisasi>

Karies Karies Insipien& super/isialis


=Iritasi Pulpa>

Karies me#ia =.iperemis Pulpa>

pulpitis re4ersibel

Karies pr"/un#a

Pulpitis irre4ersibel

Pulpitis partialis

pulpitis t"talis

K!ausa 5aya tahan tubuh 5aya tahan tubuh

Pulpitis kr"nis A/e%ta 2P.P"lip 2P..iperplastika 2P.3ranul"mat"sa

Pulpitis akut

Nekr"sis pulpa

B
3angren pulpa

B
6

Peri"#"ntitis apikalis

B
abses periapikal
Aistula ke gusi =gumb"il> 5aya tahan tubuh 5aya tahan tubuh

abses periapikal kr"nis


kista ra#ikular

abses periapikal akut peri"steal abses

!uperi"steal abses

(enyebar #an menyerang tulang #an sum2sum tulang 0ste0m"e!itis

Tanpa menyerangDmerusak sumsum tulang namun menembus permukaan tulang melalui )analis ha4ers B (enyerang jaringan ikat l"nggar ;&e!!u!ites<

(enyerang jaringan pen#ukung lunak B #ingi6a! a7ses A7ses su7muk0sa =4estibular abses>

(engenai spasium lain: 1.!pasium maksila primer ,.!pasium /asial sekun#er 3. !pasium /asial ser4ikal

!upurati/ 5aya Tahan TubuhB 5aya Tahan Tubuh E N"n supurati/

;. !pasium man#ibula primer

In/eksi gigi anteri"r man#ibula menembus spasium submental B abses submental

3igi m"lar #an prem"lar man#ibula menembus #iatas pinggir m.mil"hi"i# B abses sublingual

3igi m"lar #an prem"lar man#ibula menembus #iba1ah pinggir m.mil"hi"i# B abses subman#ibula

(engenai ke3 spasium se)ara bilateral B 8!egm0n

C2 Penata!aksanaan

1-

Penanganan abses periapikal ini meliputi : 1. Tin#akan pembe#ahan Prinsip utama #ari penanganan abses periapikal a#alah melakukan pembe#ahan untuk #rainase #an menghilangkan penyebab in/eksi. Tujuan utama pembe#ahan yaitu untuk menghilangkan sumber in/eksi yang biasanya berupa pulpa yang nekr"tik. Tujuan ke#ua yaitu untuk melakukan #rainase untuk kumpulan pus #an jaringan nekr"tik. Jika gigi ti#ak #apat #iselamatkan& maka harus segera #ilakukan pen)abutan. 8kstraksi menghilangkan sumber in/eksi #an memberikan #rainase terha#ap kumplan pus #an jaringan nekr"tik. Insisi pa#a abses memberikan #rainase #an pengeluaran bakteri #ari jaringan #i ba1ahnya. !elain itu #rainase juga mengurangin ketegangan jaringan sehingga meningkatkan aliran #arah #an aliran Fat2Fat yang berguna untuk pertahanan tubuh pa#a l"kasi in/eksi. ,. Terapi antibi"tika ntibi"tika sebagai salah satu bentuk terapi pa#a periapikal abses mempunyai man/aat yang sangat besar. 'ila #iperlukan pemberian antibi"tika& langkah a1al #alam pemilihan jenis antibi"tika #apat #ilakukan se)ara empiris. !ekitar lebih #ari +-G bakteri penyebab in/eksi "r"/asial a#ala g"l"ngan strept")"))us aer"b #an anaer"b& pept")"))us& /us"ba)teria& ba)teri"#es& #an beberapa jenis bakteri lainnya. ntibi"tik yang #apat #ipilih a#alah : Pensillin 8ritr"misin Klin#amisin !e/a#r"ksil (etr"ni#aF"le Tetrasiklin

BAB I

11

PENDA4ULUAN A"kus in/eksi #i#e/inisikan sebagai area atau jaringan terl"kalisir yang terin/eksi "leh mikr""rganisme pat"gen& sering berl"kasi #i muk"sa atau #ipermukaan kulit. !e#angkan /"kal in/eksi merupakan metastase baik mikr""rganismenya sen#iri atau t"ksin mikr"ba #ari suatu /"kus in/eksi yang menyebar menja#i in/eksi sekun#er ke berbagai jaringan #an "rgan tubuh. A"kus in/eksi #apat berasal #ari t"nsil& r"ngga mulut& sinus& pr"stat& apen#iks& kan#ung empe#u& ginjal& serta r"ngga mulut. In/eksi pa#a mulut yang #apat men)etuskan /"kal in/eksi yang kr"nis& antara lain pulpitis kr"nis& peri#"ntitis apikalis kr"nis& abses periapikal kr"nis& peri"#"ntitis marginalis kr"nis. Kaitan antara in/eksi "ral #an in/eksi sistemik bukan merupakan hal yang baru. :ebih #ari ,--- tahun yang lalu& .ip"krates men#uga bah1a in/eksi pa#a mulut menyebabkan arthritis. Pa#a aba# ke21+& para ahli mengajukan te"ri in/eksi /"kal #engan premis bah1a penyakit kr"nis #apat #isebabkan "leh in/eksi "ral. Pa#a tahun 1+--& Hilliam .unter pertama kali menyatakan bah1a mikr""rganisme "ral bertanggungja1ab pa#a penyakit sistemik #an mengklaim bah1a mempertahankan karies #apat menyebabkan pengumpulan agen in/eksius. .unter juga mengi#enti/ikasi karies& nekr"sis pulpa& abses periapikal& gingi4itis& #an peri"#"ntitis sebagai /"kus in/eksi. !ehingga #ia menganjurkan untuk mengekstraksi k"n#isi gigi tersebut untuk mengatasi maupun men)egah sepsis. (ekanisme umum yang memungkinkan terja#inya suatu /"kal in/eksi a#alah a#anya metastase mikr""rganisme #ari /"kus in/eksi melalui jalan perk"ntinuitatum& hemat"gen #an lim/"gen& atau a#anya t"ksin mikr"ba yang terba1a aliran #arah atau aliran lim/e #ari suatu /"kus in/eksi ke tempat yang lebih jauh& #imana t"ksin tersebut akan menyebabkan reaksi hipersensiti4itas pa#a jaringan. 'er#asarkan kasus2kasus yang #ilap"rkan& penyakit sistemik yang berkaitan langsung #engan in/eksi "ral a#alah : =1> arthritis = Rheumatoid Arthritis #an Rheumatic Fever>& =,> valvular heart disease =Infective/Subbacterial Endocarditis),

1,

=3> penyakit gastr"intestinal& =;> penyakit mata =mis. U4eitis>& =5> penyakit kulit =mis. #ermatitis numularis>& =*> penyakit ginjal =mis. gl"merul"ne/ritis>& =%> sinusitis. #am7a%an 80kus in8eksi /a a mu!ut "ang in8eksi$ Pu!/itis k%0nis a/at men&etuskan 80ka!

Tampak gambaran gigi karies #engan massa ber1arna merah yang merupakan p"lip pulpa

Tampak pembentukan p"lip pulpa& atap pulpa telah per/"rasi mengalami

Pe%i0 0ntitis a/ika!is k%0nis

13

A7ses k%0nis

/e%ia/ika!is

Tampak gambaran lesi ra#i"lusen pa#a #aerah apikal gigi m"lar

Tampak gambaran lesi berupa pustule yang merupakan keluar /istula saluran pa#a

abses periapikal kr"nis

Tampak ujung akar

gambaran

ra#i"lusen #i #aerah

1;

Pe%i0 0ntitis ma%gina!is k%0nis

Tampak tan#a2tan#a peri"#"ntitis marginalis berupa #estruksi membran peri"#"ntium yang menyebabkan gigi menja#i g"yang& saku gusi bertambah #alam& gusi menja#i resesi& gigi memanjang& #an a#anya tan#a2 tan#a gingi4itis marginalis

15

BAB II PEMBA4ASAN -2'2 Sinusitis -2'2'2 De8inisi an K!asi8ikasi !inusitis merupakan penyakit yang telah #ikenal luas "leh "rang a1am #an merupakan penyakit yang sering #ieluhkan. Keberhasilan terapi pa#a sinusitis tergantung #ari berbagai /akt"r. .al tersebut memerlukan penatalaksanaaan yang teliti agar penyakit ini ti#ak berlanjut serta menimbulkan k"mplikasi. namnesis yang teliti& pemeriksaaan /isik& #an pemeriksaan penunjang yang mema#ai& pengetahuan tentang mikr"bi"l"gi sinus serta pengenalan terha#ap /akt"r pre#isp"sisi merupakan hal yang penting. !inusitis a#alah suatu in/lamasi muk"sa satu atau lebih sinus paranasalis. Klasi/ikasi sinusitis #ibuat ber#asarkan I 1. 3ejala kliniknya =akut&subakut&kr"nik> ,. :"kasi anat"mik yang terkena. 3. 9rganisme yang bertanggung ja1ab = 4irus&bakteri&jamur> ;. 8kstra sinus yang terkena 5. Aakt"r yang memperberat$penyebab spesi/ik& misal : at"pi& imun"supresi atau "bstruksi "ste"meatal. (enurut !pe)t"r #an 'enstein =1++6> klasi/ikasi sinusitis a#alah 1. !inusitis akut : 3ejala berlangsung selama 32; minggu& gejala yang #itimbulkan meliputi in/eksi saluran perna/asan atas yang menetap& a#anya rhin"rea yang purulen& post nasal drip& an"smia& sumbatan hi#ung& nyeri /asial& sakit kepala& #emam #an batuk. ,. !inusistis kr"nik: 3ejala timbul lebih #ari ; minggu. 'eberapa pen#erita ti#ak memberikan gejala yang khas sehingga umumnya #itemukan kelainan 0T atau (RI.

3. !inusitis rekuren : 'ila epis"#e sinusitis akut berulang hingga 32; kali #alam satu tahun #an kemungkinan #isebabkan "leh in/eksi yang berbe#a pa#a setiap epis"#enya. -2'2-2 Anat0mi !inus paranasalis berkembang sebagai suatu r"ngga berisi u#ara #i sekitar r"ngga hi#ung yang #ibatasi "leh tulang 1ajah #an kranial. Ter#apat 6 sinus paranasalis yaitu ; #isebelah kanan #an ; #isebelah kiri& yaitu sinus /r"ntalis& sinus etm"i#alis anteri"r #an p"steri"r& sinus maksilaris serta sinus sphein"#alis.

!INU! ( K!I: !inus maksila merupakan sinus paranasal yang terbesar. !aat lahir sinus maksila ber4"lume *26 ml& sinus kemu#ian berkembang #engan )epat #an akhirnya men)apai ukuran maksimal& yaitu 15 ml saat #e1asa. !inus maksila berbentuk segitiga. 5in#ing anteri"r sinus ialah permukaan /asial "s maksila yang #isebut /"ssa )anina& #in#ing p"steri"rnya a#alah permukaan in/ra2temp"ral maksila& #in#ing me#ialnya ialah #in#ing lateral r"ngga hi#ung& #in#ing superi"rnya ialah #asar "rbita #an #in#ing in/eri"rnya ialah pr")essus al4e"laris #an palatum. 9stium sinus maksilaris bera#a #i sebelah superi"r #in#ing me#ial sinus #an bermuara ke hiatus semilunaris melalui in/un#ibulum etm"i#. 5ari segi klinik yang perlu #iperhatikan #ari anat"mi sinus maksila a#alah 1. 5asar #ari anat"mi sinus maksilaris sangat ber#ekatan #engan akar gigi rahang atas& yaitu prem"lar =P1 #an P,>& m"lar =(1 #an (,>& ka#ang2ka#ang juga gigi taring =0> #an gigi m"lar (3& bahkan akar2akar gigi tersebut #apat men"nj"l ke #alam sinus& sehigga in/eksi gigi geligi mu#ah naik ke atas menyebabkan sinusitis. ,. !inusitis maksila #apat menimbulka k"mplikasi "rbita. 3. 9stium sinus maksila terletak lebih tinggi #ari #asar sinus& sehingga #rainase kurang baik& lagipula #rainase juga harus melalui in/un#ibulum yang sempit. In/un#ibulum a#alah bagian #ari sinus etm"i# anteri"r #an pembengkakan akibat ra#ang atau alergi pa#a #aerah ini #apat menghalangi #rainase sinus maksila #an selanjutnya menyebabkan sinusitis. !INU! AR9NT : !inus /r"ntal yang terletak #i "s /r"ntal mulai terbentuk sejak bulan keempat /etus& berasal #ari sel2sel resesus /r"ntal atau #ari sel2sel in/un#ibulum etm"i#. !esu#ah lahir& sinus /r"ntal mulai berkembang pa#a usia 621- tahun #an akan men)apai ukuran maksimal sebelum usia ,- tahun. !inus /r"ntal kana #an kiri biasanya ti#ak simetris satu lebih besar #ari pa#a lainnya #an #ipisahkan "leh sekat yang terletak #i garis tengah. Kurang lebih 15G

"rang #e1asa hanya mempunyai satu sinus /r"ntal #an kurang lebih 5G sinus /r"ntalnya ti#ak berkembang. Ukuran sinus /r"ntal a#alah ,&6 )m tingginya& lebarnya ,&; )m #an #alamnya , )m. !inus /r"ntal biasanya bersekat2sekat #an tepi sinus berlekuk2lekuk. Ti#ak a#anya gambaran septum2septum atau lekuk2lekuk #in#ing sinus pa#a /"t" r"ntgen menunjukkan a#anya in/eksi sinus. !inus /r"ntal #ipisahkan "leh tulang yang relati/ tipis #ari "rbita #an /"ssa serebri anteri"r& sehingga in/eksi #ari sinus /r"ntal mu#ah menjalar ke #aerah ini. !inus /r"ntalis ber#rainase melalui "stiumnya yang terletak #i resesus /r"ntal. Resesus /r"ntal a#alah bagian #ari sinus etm"i# anteri"r. !INU! 8T(9I5 5ari semua sinus paranasal& sinus etm"i# yang paling ber4ariasi #an akhir2 akhir ii #ianggap paling penting& karena #apat merupakan /"kus in/eksi bagi sinus2 sinus lainnya. Pa#a "rang #e1asa bentuk sinus etm"i# seperti pirami# #engan #asarnya #i bagian p"steri"r. Ukurannya #ari anteri"r ke p"steri"r ;25 )m& tinggi ,2; )m& #an lebarnya -&5 )m #i bagian anteri"r #an 1&5 )m #i bagian p"steri"r. !inus etm"i# ber"ngga2r"ngga& ter#iri #ari sel2sel yang menyerupai sarang ta1"n& yang ter#apat #i #alam massa bagian lateral "s etm"i#& yang terletak #i antara k"ka me#ia #an #in#ing me#ial "rbita. !el2sel ini jumlahnya ber4ariasi antara ;21% sel =rata2rata + sel>. 'er#asarkan letaknya& sinus etm"i# #ibagi menja#i sinus etm"i# anteri"r yang bermuara #i meatus me#ius #an sinus etm"i# p"steri"r yang bermuara #i meatus superi"r. !el2sel sinus etmi"# anteri"r biasanya ke)il2ke)il #an banyak& letaknya #i ba1ah perlekatan k"nka me#ia& se#angkan sel2sel sinus etm"i# p"steri"r biasanya lebih besar #an lebih se#ikit jumlahnya #an terletak #i p"ster"2superi"r #ari perlekatan k"nka me#ia. 5i bagian ter#epan sinus etm"i# anteri"r a#a bagian yang sempit& #isebut resesus /r"ntal& yang berhubungan #engan sinus /r"ntalis. !el etm"i# yang terbesar #isebut bula etm"i#. 5i #aerah etm"i# anteri"r ter#apat suatu penyenpitan yang #isebut in/un#ibulum& tempat bermuaranya "stium sinus maksila. Pembengkakan atau

pera#angan #i resesus /r"ntal #apat menyebabkan sinusitis /r"ntal #an pembengkakan #i in/un#ubulum #apat menyebabkan sinusitis maksilaris. tap sinus etm"i# yang #isebut /"4ea etm"i#alis berbatassan #engan lamina kribr"sa. 5in#ing lateral sinus a#alah lamina papirasea yang sangat tipis #an membatasi sinus etm"i# #ari r"ngga "rbita. 5i bagian belakang sinus etm"i# p"steri"r berbatasan #engan sinus s/en"i#. !INU! !A8N9I5 !inus s/en"i# terletak #alam "s s/en"i# #i belakang sinus etm"i# p"steri"r. !inus s/en"i# #ibagi #ua "leh sekat yang #isebut septum inters/en"i#. Ukurannya a#alah , )m tingginya& #alamnya ,&3 )m #an lebarnya 1&% )m. <"lumenya ber4ariasi #ari 52%&5 ml. !aat sinus berkembang& pembuliuh #arah #an ner4us #i bagian lateral "s s/en"i# akan menja#i sangat ber#ekatan #engan r"ngga sinus #an tampak sebagai in#entasi pa#a #in#ing sinus s/en"i#. 'atas2batasnya ialah& sebelah superi"r ter#apat /"ssa serebri me#ia #an kelenjar hip"/ise& sebelah in/eri"rnya atap nas"/aring& sebelah lateral berbatasan #engan sinus ka4ern"sus #an arteri kar"tis interna =sering tampak sebagai in#entasi> #an #i sebelah p"steri"rnya berbatasan #engan /"ssa serebri p"steri"r #i #aerah p"ns. K9(P:8K! 9!TI92(8 T : Pa#a sepertiga tengah #in#ing lateral hi#ung yaitu #i meatus me#ius& a#a muara2muara saluran #ari sinus maksilaris& sinus /r"ntal #an sinus etm"i# anteri"r. 5aerah ini rumit #an sempit& #an #inamaka k"mpleks "sti"2meatal =K9(>& ter#iri #ari in/un#ibulu etm"i# yang ter#apat #i belakang pr")essus unsinatus& resesus /r"ntalis& bula etm"i# #an sel2sel etm"i# anteri"r #engan "stiumnya #an "stium sinus maksila. -2'232 Fisi0!0gi !inus paranasalis merupakan r"ngga berisi u#ara yang #ilapisi muk"sa epithelium pseu#"strati/e bersilia #iselingi sel2sel g"blet. !ilia tersebut menyapu

)airan mukus kearah "stia. Penyumbatan "stia sinus akan mengakibatkan penimbunan mukus sehingga terja#i penurunan "ksigenase sinus #an tekanan u#ara sinus. penurunan "ksigenase sinus akan menyuburkan pertumbuhan bakteri anaer"b. Tekanan pa#a r"ngga inus yang menurun akan menimulkan rasa nyeri #aerah inus terutama sinus /r"ntal #an sinus maksilaris. Aungsi sinus paranasal : 2 2 2 2 2 2 2 (enghasilkan #an membuang mukus (engatur tekanan intranasal Res"nansi suara (emanasakan #an melembabkan u#ara inspirasi 'ertin#ak sebagai !h")k abs"rben kepala untuk melin#ungi "rgan2"rgan yang sens"ri. (embantu pertumbuhan #an bentuk muka (empertahankan keseimbangan kepala.

-2'2=2 Pat08isi0!0gi Pat"/isi"l"gi sinusitis berhubungan #engan tiga /akt"r yaitu patensi #ari "stia sinus& /ungsi silia& kualitas #ari sekresi nasal. 'erikut tabel yang memeperlihatkan /akt"r2/akt"r yang #apat menyebabkan pat"l"gi sinusitis: 9stial paten)y E ema$ llergens In/e)ti"n =4iral$ba)terial> P0!"/s$ t"py 0ysti) /ibr"sis 0hr"ni) in/e)ti"n St%u&tu%a! 8a&t0%s$ 0illiary /un)ti"n De&%ease &i!!ia%" 8%e>uen&" 0illi"t"7ins=4iral$ba)terial> 0"l# air L0ss !)arring !yne))hia L0ss 08 &i!!iate &e!! 08 &00% inati0n (u)us 7eat Changes in >uantit" llergens ir1ay irritant$p"llutant 3"blet )ell metaplasia meta&h%0n0us Changes in >ua!it" bn"rmal 1ater2ele)tr"lyte transp"rt 5ehy#rati"n 0ysti) /ibr"sis

!eptal #e4iati"n .allers )ell 0"n)ha bul"sa Nasal pa)ks Nasal tube

ir1ay irritant$p"llutant In)rease# intranasal air/l"1 In/lammat"ry me#iat"rs <iral$ba)terial2me#iate# #eath surgi)al )ell

#apun /akt"r pre#isp"sisi #ari sinusitis a#alah: . :"kal maupun regi"nal 2 2 2 2 2 2 Kegagalan transp"r muk"silier karena u#ara yang #ingin atau kering& serta beberapa "bat2"batan. In/eksi gigi terutama bagian apikal& merupakan penyakit regi"nal yang paling sering menyebabkan sinusitis yang supurati/. #anya gangguan #i hi#ung atau trauma 1ajah =mi#2/a)e> Kelainan septum yang berat& akan menyebabkan "bstruksi mekanik. Kh"anal atresia akan menyebabkan #rainase hi#ung terganggu. 8#ema karena in/eksi traktus respirat"rius bagian atas yang akan menyebabkan "bstruksi "stium sinus #an menyebabkan bakteri masuk ke sinus sehingga menghasilkan sinusitis yang supurati/ 2 'ar"trauma atau perubahan tekanan akibat perjalanan #i u#ara& berenang atau menyelam& #apat menyebabkan e#ema "stium sinus& juga saat berenang& bakteri #apat masuk melalui air kehi#ung #an sinus. 2 2 2 P"lip hi#ung& ben#a asing& maupun tamp"n hi#ung& #apat menyebabkan gangguan 4entilasi sinus. Tum"r hi#ung. !in#r"ma im"til atau #iskinesia silia

'. !istemik

(alnutrisi& terapi ster"i# jangka panjang& #iabetes melitus yang ti#ak terk"ntr"l& #iskrasia #arah& kem"terapi& #an /akt"r lain yang menyebabkan penurunan status metab"lik.

2 2

In/eksi n"s"k"mial. 5e/esiensi imun yang berat.

-2'2)2 Mani8estasi K!inik 1. !inusitis akut : nyeri yang berhubungan #engan l"kasi sinus terkena& "bstruksi nasal& nasal discharge #apat berupa muk"purulen ber1arna kuning kehijauan& gejala sistemik seperti panas& malaise& lethargi. ,. !inusitis kr"nik: nasal discharge yang muk"purulen& nasal "bstruksi yang jelas& nyeri #an gejala sistemikjarang a#a. !inusitis #i sphen"i# #an ethm"i#& #apat menyebabkan gejala nyeri #i 4erteks& "ksipital atau parietal& juga nyeri #i nasal atau retr"bulbar serta #apat menjalar ke leher #an bahu.In/eksi #apat menyebar ke sinus lain karena "sium #ari semua sinus terletak #alam #aerah sempit meatus me#ia pa#a k"mpleks "ste"meatal. Pr"ses in/lamasi yang melibatkan semua sinus #isebut pansinusitis. Pemeriksaan /isik yang perlu #iperhatikan I 2 2 2 2 2 2 2 2 e#ema muk"sa #an eritema. Tampak muk"purulen discharge Nyeri palpasi #i l"kasi sinus yang terkea seperti #i pipi atau muka. Peri"rbital e#ema Pa#a anak2anak : a#akah na/as berbau. Nas"/aring : "bstruksi a#en"i#& tum"r& kh"anal atresia, post nasal discharge Telinga& hi#ung #an tengg"r"kan : "titis me#ia atau "titis me#ia ser"sa 3igi : karies.

-2'2?2 Peme%iksaan Penunjang 2 Transluminasi : untuk sinus maksilaris #an /r"ntalis.

2 2 2

Nasal en#"sk"pi l"kal.

: #apat melihat sinus #an men)ari /akt"r pre#isp"sis

!in"sk"pi #engan kultur& bi"psi& ataupun la4age #apat #ilihat melalui anterior ma!illa puncture. Ra#i"l"gi

-2'2.2 Penata!aksanaan 1. Terapi me#ikament"sa: 2 2 2 2 2 2 2 ntibi"tika minimal 1- hari& biasanya #apat sampai 3 minggu atau lebih. T"pikal #an sistemik #ek"ngestan& untuk ,;")al,;"ti #an #rainase pus sinus #engan )ara mengurangi e#ema ,;")al,;. ntihistamin& ti#ak #ianjurkan pa#a pasien tanpa pre#isp"sisi alergi. nalgetik .umi#i/ikasi& #apat berupa uap hangat atau #ingin. (uk"litik atau ekspekt"ran& untuk sekresi yang banyak. Irigasi nasal #engan saline seperti pr"se#ur proet" Untuk #rainase sinus. Irigasi sinus : terutama untuk sinus maksilaris& #ilakukan bila tampak muk"purulen pa#a pasien imun"supresi& sinusitis akut yang ti#ak sembuh #engan terapi antibi"tika. 3. Terapi /akt"r penyebab -2-2 A%th%itis ; Rheumat0i A%th%itis<

,. Terapi pembe#ahan

-2-2'2 De8inisi rthritis #i#e/inisikan sebagai pembengkakan atau e/usi pa#a sen#i& #an atau a#anya J , tan#a pa#a sen#i y.i : katerbatasan gerakan& nyeri tekan atau nyeri pa#a pergerakan& pa#a palpasi #irasakan lebih panas =kal"r>. Rheumat"i# rthritis =R > a#alah kel"mp"k penyakit yang #itan#ai #engan arthritis kr"nis #isertai sejumlah mani/estasi ekstra artikuler.

-2-2-2 Eti0!0gi 8ti"l"gi #ari R ti#ak #iketahui karena kuman ti#ak #apat #ikultur #ari sen#i. Pasien sering kali memiliki titer yang tinggi terha#ap Streptococcus hemoliti#us grup A 5i#uga merupakan reaksi hipersensiti4itas jaringan sebagai akibat #ari reaksi in/lamasi. -2-232 E/i emi0!0gi R #apat mengenai semua usia& tetapi paling sering terja#i a1al ; #an 5. #a beberapa gaya hi#up yang #ikaitkan #engan peningkatan keja#ian R & tetapi bukanlah penyebab R se)ara langsung& misalnya : mer"k"k& mengk"nsumsi #aging merah #alam jumlah besar& minum k"pi se)ara berlebihan. Telah #ilap"rkan pula pasien #engan keluhan arthritis kr"nis #an pulpitis kr"nis. !etelah #ilakukan ekstraksi pa#a gigi yang #i#uga sebagai ,5")al in/eksi =pulpitis kr"nis>& #iper"leh Rheumatoid factor menja#i #an pasien tersebut bebas #ari gejala setelah 1* tahun kemu#ian. -2-2=2 Pat08isi0!0gi Pat"/isi"l"gi R masih memerlukan penelitian lebih lanjut. 5itemukan a#anya reakti4itas sel lim/"sit T #alam #arah #an )airan sin"4ial terha#ap beberapa antigen bakteri& #i samping beberapa penelitian lainnya memperlihatkan peranan =.: > #an reakti4itas imun selular. 'eberapa te"ri /"kal in/eksi sebagai eti"l"gi #ari Rheumat"i# rthritis : In/eksi !trept"k"kus pa#a tengg"r"kan& sinus nasalis& #an t"nsil #apat men)etuskan mani/estasi klinis R rekuren. Penyembuhan yang )epat terja#i setelah #ilakukannya pengangkatan /"kal in/eksi. baik sebagai serangan inisial maupun Hanita : pria K 3:1.

3ambaran pat"l"gi #an anat"mi jaringan lim/"i# pa#a in/eksi t"nsil& sinus& #an abses periapikal memungkinkan sirkulasi #arah masuknya pr"#uk t"ksin ke #alam

'akteriemi #apat terja#i segera setelah t"nsilekt"mi& ekstraksi gigi& atau setelah pemijatan berlebihan pa#a gusi. Te"ri yang bertentangan #engan te"ri #iatas :

!ering kali pa#a R ti#ak #itemukan /")al in/eksi Umumnya setelah pengangkatan /"kal in/eksi ti#ak tampak perbaikan ntibi"tik #an 4aksin ti#ak memberikan e/ek terapi yang memuaskan 'eberapa pen#erita yang men#erita penyakit selain R memiliki /"kal in/eksi yang sama #engan pen#erita R atau "rang sehat

-2-2)2 Mani8estasi K!inis Nyeri& bengkak&#an sakit pa#a sen#i merupakan keluhan utama pasien R . R juga menyebabkan kekakuan sen#i& terutama setelah inakti4itas yang )ukup lama. Kekakuan ini sering juga mun)ul #i pagi hari yang lamanya lebih #ari 1 jam. Ti#ak a#a tes yang spesi/ik untuk #iagn"si penyakit imun"l"gik ini. Kriteria R menurut American Rheumatism Associated =Re4ise#&1+6%>.

Untuk menegakkan #iagn"sis R harus #i#apatkan ; atau lebih #ari berikut ini:

1. Kaku pagi hari selama paling se#ikit 1 jam& #an telah berlangsung paling se#ikit * minggu. ,. Pembengkakan pa#a 3 sen#i atau lebih selama paling se#ikit * minggu. 3. Pembengkakan pergelangan tangan& sen#i metakarp"/alang& atau inter/alang pr"ksimal selama * minggu atau lebih. ;. Pembengkakan sen#i yang simetris. 5. Pemeriksaan tangan menunjukkan perubahan khas R I harus #i#apati er"si atau #ekalsi/ikasi tulang yang nyata. *. N"#ul rheumat"i#. %. !erum rheumat"i# p"siti/ -2-2?2 Peme%iksaan Penunjang Ra#i"l"gi :ab"rat"rium : pemeriksaan serum rheumat"i#

-2-2.2 Penata!aksanaan Ter#apat tiga )ara #alan penatalaksanaan R : 1. (emelihara sen#i& #alam arti menjaga kesimbangan antara istirahat sen#i #an akti4itas sen#i& serta /isi"terapi. ,. Aarmak"terapi: n"n2ster"i#al anti2in/lammat"ry #rugs $N! I5s), disease% modif&ing anti%rheumatic drugs $5( R5s), #an k"rtik"ster"i# 3. Pembe#ahan : ti#ak selalu #ibutuhkan& ber4ariasi #ari be#ah min"r berupa pembebasan sara/ atau ten#"n& hingga be#ah may"r replacement -232 ,a!6u!a% 4ea%t Disease ;In8e&ti6e En 0&a% itis< Infective Endocarditis =I8> merupakan termin"l"gi umum yang #igunakan untuk menggambarkan suatu in/lamasi pa#a #aerah en#"kar#ium terutama pa#a katup jantung. in/eksi pa#a lapisan jantung yang menyebabkan 4egetasi pa#a katup jantung. berupa 'oint

-232'2 De8inisi

-232-2 Eti0!0gi Penyebab I8 a#alah bakteri& 4irus& jamur& riketsia& #an parasit. !e#angkan penyebab paling sering a#alah Streptococcus sanguis, Strep (ovis, Strep )utans, an# Strep )itis yang #iis"lasi #ari pasien en#"kar#itis. -23232 E/i emi0!0gi 8lli"t melap"rkan keja#ian en#"kar#itis pa#a 13 #ari 5* pasien =,3G> mempunyai ri1ayat "perasi gigi sebelumnya. 3eiger melap"rkan pa#a 1, #ari 5pasien en#"kar#itis mempunyai ri1ayat ekstraksi gigi sebelumnya. 'ay melap"rkan pa#a * #ari ,* kasus en#"kar#itis mempunyai ri1ayat ekstraksi gigi. 'arn/iel# * #ari +, kasus en#"kar#itis berkaitan #engan ekstraksi gigi. 8n#"kar#itis bakterialis #apat terja#i #alam 1aktu beberapa minggu sampai beberapa bulan setelah ekstraksi gigi. -232=2 Pat08isi0!0gi Untuk berkembangnya suatu en#"kar#itis harus ter#apat kerusakan #an bakteriemia. Jika mengalami kerusakan namun ti#ak ter#apat bakteriemia maka ti#ak akan terja#i en#"kar#itis& begitupula sebaliknya. 'akteriemia pa#a en#"kar#itis se)ara sp"ntan terja#i karena mengunyah makanan atau menyikat gigi& atau #apat juga berasal #ari in/eksi /"kal seperti in/eksi peri"#"ntal atau in/eksi periapikal. Tin#akan pembe#ahan atau instrumensasi gigi juga #apat menyebabkan bakteriemia. -232)2 Mani8estasi K!inis 5emam =6-265G>& nyeri #a#a& atralgia atau mialgia& sesak na/as& an"reksia& penurunan berat ba#an& malaise& keringat malam& #an hem"ptisis. Pemeriksaan /isik yang )ukup penting a#alah #itemukannya murmur yang merupakan petunjuk l"kasi keterlibatan katup. Pemeriksaan /isik lain #itemulkan pembesaran limpa pa#a 1525-G pasien& kelainan kulit antara lain ptekie& 9slers n"#e& lesi Jane1ay berkisar antara 32,5G.

-232?2 Peme%iksaan Penunjang :ab"rat"rium : pr"tein. 8k"kar#i"gra/i nemia& leuk"sit"sis& peningkatan :85 #an 02reakti/

-232.2 Penata!aksanan Pemberian antibi"tik setelah ekstraksi gigi #apat men)egah terja#inya bakteriemia. !tan#ar pr"/ilaksis #alam gigi #an mulut a#alah m"7i)illin s.#& p." =,g untuk #e1asa #an 5-mg$kg'' untuk anak2anak>. Klin#amisin #an antibi"tik lainnya b"leh #ipertimbangkan bagi pasien yang alergi penisilin. Pem7e%ian anti7i0tik /%08i!aksis /a a Su77akte%ia! En 0ka% itis Kea aan Pr"/ilaksis stan#ar Ti#ak #apat minum "bat O7at m"ksisilin mpisilin P%08i!aksis 5-mg$kg'' p." 1 jam sebelum tin#akan 5-mg$kg'' i.4$i.m 3-menit lergi Penisilin Klin#amisin atau !e/aleksin$!e/a#r"ksil lergi Penisilin #an Fitr"misin$Klaritr"misin Klin#amisin atau !e/aF"lin sebelum tin#akan ,-mg$kg'' p." 1 jam sebelum tin#akan 5-mg$kg'' p." 1 jam sebelum tin#akan 15mg$kg'' i.4 1 jam sebelum tin#akan ,-mg$kg'' i.4 3-menit sebelum tin#akan ,5mgLkg'' i.4$i.m 3-menit tin#akan Rek"men#asi pr"/ilaksis pa#a pr"se#ur gigi : Pr"se#ur gigi yang #irek"men#asikan men#apat antibi"tik pr"/ilaksis 8kstraksi gigi sebelum

ti#ak #apat minum "bat

Pr"se#ur peri"#"ntal meliputi pembe#ahan& scalling, root planning, probing& #an pemeliharaan Penempatan #ental implant #an reimplantasi gigi yang a4ulse Instrumentasi en#"#"ntik =root canal> atau pembe#ahan #i atas apeks Pemasangan /iber subgingi4al Pemasangan a1al "rth"#"nti) ban#s& tetapi bukan bra)ket Injeksi intraligamentun Pembersihan pen)egahan pa#a gigi atau implant apabila ter#apat per#arahan

Pr"se#ur gigi yang ti#ak #irek"men#asikan men#apat antibi"tik pr"/ilaksis Rest"rasi gigi ="perasi atau pr"st"#"ntik> #engan atau tanpa retraction cord Injeksi anestesi l"kal =n"n intraligamentum> Pera1atan en#"#"ntik intrakanal Pemasangan rubberdams Pengangkatan jahitan pas)a "perasi Pemasangan pr"st"#"ntik yang #ilepas =removable> atau piranti "rt"#"ntik Pen)etakan gigi Terapi /lu"r"i# Ra#i"gra/i "ral Pemasangan piranti ka1at gigi "rt"#"ntik Pen)abutan gigi primer

#am7a%an en 0ka% itis ;tam/ak a an"a 6egetasi i ae%ah katu/<

DAFTAR PUSTAKA 1. 3"l#man .(& 3irlin RJ. Th"maMs Path"l"gy <"l. 1.* the#iti"n. !t. :"uis: The 0.< ("sby 0"mpany. 1+%-.p.,35 ,. (ealey ':& Kl"kke4"l# PR. ,--,. 0hapter 13: Peri"#"ntal (e#i)ine in 0arranFaMs 0lini)al Peri"#"nt"l"gy Ninth 8#iti"n. H' !aun#ers 0"mpany: Phila#elphia. p.,3-. 3. R"te N!& .uether !8. ,--*. In/e)ti"n in Path"physi"l"gy The 'i"l"gi) 'asis /"r 5iseases in #ults an# 0hil#ren Ai/th 8#iti"n. 8lse4ier ("sby: !t. :"uis. p.,+323-3. ;. 'e)ker H& Haumann ..& P/altF 0R. 1++;. 8ar& N"se& an# Thr"at 5iseases !e)"n# Re4ise# 8#iti"n. Thieme : !tuttgart. p.,,;2,;;& 33%23;3. 5. @ar#ley K. ,--;. 8ar& N"se& an# Thr"at 5iseases in .uman 5isease /"r 5entists. 'la)1ell: (unksgaar#. p.1,%213-. *. !"nis !T& AaFi" R0& Aang :. 1++5. !e)ti"n <III: 84aluati"n an# (anagement "/ The Patient 1ith J"int 5isese. H' !aun#ers 0"mpany: Phila#elphia. %. Hin/iel# J& kil (. ,--;. Rheumat"l"gi)al 5iseases in .uman 5isease /"r 5entists. 'la)1ell: (unksgaar#. p.1;-21;,. 6. !"nis !T& AaFi" R0& Aang :. 1++5. !e)ti"n III: 84aluati"n an# (anagement "/ The Patient at Risk /"r 'a)terial 8n#")ar#itis in

Prin)iples an# Pra)ti)e "/ 9ral (e#i)ine. H' !aun#ers 0"mpany: Phila#elphia. +. 0hanner K. ,--;. 0ar#i"4as)ular 5iseases in .uman 5isease /"r 5entists. 'la)1ell: (unksgaar#. p.;12;3. 1-. 'rashers <:. ,--*. lterati"ns "/ 0ar#i"4as)ular Aun)ti"n in #ults an# Path"physi"l"gy The 'i"l"gi) 'asis /"r 5iseases in

0hil#ren Ai/th 8#iti"n. 8lse4ier ("sby: !t. :"uis. p.11,;211,6.