Anda di halaman 1dari 5

1

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Hepatitis adalah peradangan yang terjadi pada hati yang disebabkan oleh
infeksi atau toksin termasuk alkohol. (Elizabeth J. Corwin. 2001:573).
Infeksi virus hepatitis merupakan suatu masalah kesehatan masyarakat yang
cukup besar di Indonesia. Dari berbagai penelitian yang ada, frekuensi
pengidap hepatitis berkisar antara 3-20%. Penelitian dari berbagai daerah di
Indonesia menunjukkan angka yang sangat bervariasi tergantung pada
tingkat endemitas hepatitis di tiap-tiap daerah. ( Soemoharjo, Soewignjo.
Buku Hepatitis virus, edisi 2 2008).
Menurut data yang diperoleh dari Medical Record Rumah Sakit Hospital
Cinere Depok, dari bulan Januari Juni 2010 didapati pasien dengan
hepatitis berjumlah 30 orang (4,05 %) merupakan penyakit terbesar ketiga
(setelah demam berdarah dengue (4,43 %) dan diabetes melitus (4,06 %).
Yang terdiri dari laki-laki 17 orang dan perempuan 13 orang. Sedangkan
data terakhir yang diperoleh penulis dari bulan januari-juni 2011 di dapati
pasien dengan hepatitis berjumlah 29 orang (5,17 %) merupakan penyakit
terbesar ketiga (setelah demam berdarah dengue (7,46 %) dan diabetes
melitus (6,95 %). Yang terdiri dari laki-laki 15 orang dan perempuan 14
orang. Kegawatan penyakit hepatitis terhadap kesehatan individu yang
2
apabila tidak segera diberikan tindakan yaitu terus meningkatnya insiden
hepatitis, hal ini terjadi karena penyakit hepatitis mudah ditularkan, dengan
komplikasinya adalah sirosis hepatis dan gagal hati. Walaupun angka
mortalitas akibat virus hepatitis ini rendah, tetapi penyakit ini sering
dikaitkan dengan angka mordibitas dan kerugian ekonomi yang besar.
Keterkaitan peranan keperawatan dalam penanganan hepatitis di Rumah
Sakit Puri Cinere yaitu dilihat dari aspek promotif, preventif, kuratif dan
rehabilitatif. Peran perawat pada kasus ini secara promotif adalah dengan
cara menjelaskan tentang penyakit hepatitis, peran preventif dengan cara
menganjurkan untuk banyak makan makanan yang bernutrisi, tujuannya
untuk mencegah terjadinya kekurangan intake nutrisi dan mencegah
komplikasi lebih lanjut serta menganjurkan untuk menghindari narkoba.
Peran kuratif dengan memberikan perawatan dan pelayanan secara intensif
sesuai prosedur dan dan minum obat secara teratur. sedangkan peran
rehabilitatif yaitu dengan cara menganjurkan untuk istirahat yang cukup.
Berdasarkan dari data di atas, maka penulis tertarik untuk mempelajari
bagaimana memberikan Asuhan Keperawatan pasien Hepatitis dengan
pendekatan proses keperawatan di Ruang Mawar Rumah Sakit Puri Cinere
Depok.
3
B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan umum
Adapun tujuan penulisan makalah ilmiah ini secara umum adalah
diperolehnya pengalaman nyata dalam memberikan asuhan
keperawatan pada klien dengan hepatitis A di ruang Mawar Rumah
Sakit Puri Cinere Depok.
2. Tujuan Khusus
a. Mahasiswa dapat melakukan pengkajian pada klien dengan
hepatitis
b. Mahasiswa dapat menentukan masalah keperawatan pada klien
dengan hepatitis
c. Mahasisiwa dapat menyusun rencana asuhan keperawatan pada
klien dengan hepatitis
d. Mahasiswa dapat melaksanakan tindakan keperawatan pada klien
dengan hepatitis
e. Mahasiswa dapat melakukan evaluasi pada klien dengan hepatitis
f. Mahasiswa dapat mengidentifikasi kesenjangan yang terdapat pada
teori dan kasus pada klien hepatitis.
g. Mahasiswa dapat mengidentifikasi faktor faktor pendukung dan
penghambat serta dapat mencari solusinya dalam pelaksanaan
asuhan keperawatan pada klien dengan hepatitis
h. Mahasiswa dapat mendokumentasikan semua kegiatan
keperawatan dalam bentuk narasi pada klien dengan hepatitis.
4
C. Ruang Lingkup
Dalam penulisan makalah ini, penulis hanya membatasi pada Asuhan
Keperawatan pada klien Tn. H dengan Hepatitis di Ruang Mawar Rumah
Sakit Puri Cinere Depok, dari tanggal 13 juni 2011 sampai dengan 15 juni
2011.
D. Metode Penulisan
Dalam penulisan makalah ilmiah ini penulis menggunakan metode
deskriptif dan metode studi kepustakaan. Dalam metode deskriptif
pendekatan yang digunakan adalah studi kasus dimana peserta didik
mengelola satu kasus yang menggunakan proses keperawatan dengan cara
wawancara langsung dengan klien, keluarga, tenaga kesehatan di ruang
Mawar yang terlibat dalam perawatan klien, observasi langsung melalui
pemeriksaan fisik, melihat catatan medik dan catatan keperawatan yang
berhubungan dengan klien. Sedangkan metode studi kepustakaan yaitu
dengan cara mempelajari buku-buku ilmiah dan sumber-sumber yang
berhubungan dengan judul kasus.
E. Sistematika Penulisan
Adapun sistematika penulisan yang digunakan dalam makalah ilmiah ini
adalah sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN :
Yang terdiri dari latar belakang, tujuan penulisan, metode
penulisan, ruang lingkup, dan sistematika penulisan.
5
BAB II TINJAUAN TEORITIS:
Yang terdiri dari pengertian, etiologi, patofisisologi,
penatalaksanaan medis, pengkajian keperawatan, diagnosa
keperawatan, perencanaan keperawatan, pelaksanaan
keperawatan, evaluasi keperawatan.
BAB III TINJAUAN KASUS:
Yang terdiri dari pengkajian keperawatan, diagnosa
keperawatan, perencanaan keperawatan, pelaksanaan
keperawatan, dan evaluasi keperawatan.
BAB IV PEMBAHASAN:
Melakukan perbandingan antara teori dan praktek, serta
meninjau faaktor pendukung, faktor penghambat dan alternatif
dalam pemecahan masalahnya dalam memberikan asuhan
keperawatan di tiap tahapan yang terdiri dari: pengkajian
keperawatan, diagnosa keperawatan, perencanaan
keperawatan, pelaksanaan keperawatan, dan evaluasi
keperawatan.
BAB V PENUTUP:
Yang terdiri dari kesimpulan dan saran.

Anda mungkin juga menyukai