Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

PENGENALAN RICE MILL UNIT

Oleh: Annas Ardiansyah NIM A1H01202

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KE!UDA"AAN UNI#ERSITAS $ENDERAL SOEDIRMAN %AKULTAS PERTANIAN PUR&OKERTO 201'

I( PENDAHULUAN

A( La)ar !ela*an+ Biji-bijian, sebagai salah satu hasil dari tanaman pangan, adalah kelompok bahan yang sangat penting sebagai sumber bahan pangan dan juga bahan pakan. Beberapa bahan pangan penting yang termasuk ke dalam kelompok biji-bijian adalah padi, jagung, kedelai, dan kacang tanah. Biji-bijian dengan kandungan pati yang tinggi biasanya dikonsumsi sebagai bahan pangan pokok (seperti beras dan jagung), sedangkan biji-bijian dengan kandungan protein dan lemak yang tinggi biasanya dikonsumsi sebagai bahan pangan pelengkap (seperti kedelai dan kacang tanah). Biji-bijian adalah bahan pangan yang mempunyai daya tahan tinggi karena tidak mudah rusak saat diangkut dan tahan lama bila disimpan dengan cara yang benar, dan sebelumnya diolah dengan cara yang benar pula contohnya adalah padi. Namun demikian kegagalan dalam penggunaan teknologi pascapanen yang baik dapat menyebabkan terjadinya susut mutu dan susut bobot dalam waktu yang singkat. Sedikitnya ada tiga faktor yang dapat menimbulkan susut pada biji-bijian, baik susut mutu maupun susut bobot, yaitu faktor fisik, faktor biologis, dan faktor fisiologis. Susut yang disebabkan oleh faktor fisik dapat terjadi selama kegiatan panen, perontokan, pengeringan, dan pengangkutan leh karena itu, selain di tingkat on-farm penanganan pascapanen padi juga perlu diperhatikan dengan baik. !emanenan, perontokan, penjemuran, dan penggilingan padi harus dilakukan dengan cara dan teknologi yang tepat, untuk menekan susut mutu dan susut jumlah. !enggilingan padi mempunyai peranan yang sangat "ital dalam mengkon"ersi padi menjadi beras yang siap diolah untuk dikonsumsi maupun untuk disimpan sebagai cadangan. #al ini dikarenkan penggilingan padi merupakan pusat pertemuan antara produksi, pasca panen, pengolahan dan pemasaran gabah atau beras sehingga merupakan mata rantai penting

dalam suplai beras, agar beras yang dihasilkan tersebut memiliki kuantitas dan kualitas yang baik. !( T,-,an $. %engetahui bagian-bagian rice mill unit yang digunakan dan fungsinya. &. %engetahui prinsip kerja rice mill unit. '. %engukur laju dan rendemen penggilingan gabah

II( TIN$AUAN PUSTAKA

Rice Mill Unit ((%)) merupakan jenis mesin penggiling padi generasi baru yang kompak dan mudah dioperasikan,dimana proses pengolahan gabah menjadi beras dapat dilakukan dalam satu kali proses (one pass process). (%) rata-rata mempunyai kapasitas giling kecil yaitu *,& hingga *,+ ton, jam. %esin ini terdiri dari beberapa mesin yang disatukan dalam rancangan yang kompak dan bekerja secara harmoni dengan tenaga penggerak tunggal. -i dalam (%) terdapat bagian mesin yang berfungsi memecah sekam atau mengupas gabah, bagian mesin yang berfungsi memisahkan beras pecah kulit dan gabah dari sekam lalu membuang sekamnya, bagian mesin yang berfungsi mengeluarkan gabah yang belum terkupas untuk dikembalikan ke pengumpan, bagian mesin yang berfungsi menyosoh dan mengumpulkan dedak, dan bagian mesin yang berfungsi melakukan pemutuan berdasarkan jenis fisik beras (beras utuh, beras kepala, beras patah, dan beras menir). .esemua fungsi tersebut dikemas dalam satu mesin yang kompak dan padat, sehingga praktis dan mudah digunakan(waries,&**/). %esin yang berfungsi menyosoh pada rice mill unit, memiliki beberapa tipe, yaitu0 $. 1ipe tekan (Pressure Type, Friction Type) &. 1ipe gesekan (Speed Type, Grinding Type, Abrasive Roll Type) '. 1ipe benturan (2ollision 1ype) !ada tipe tekan (Friction Type), proses penyosohan dilakukan dengan memberikan tekanan pada butiran-butiran beras. 1ekanan ini diteruskan kepada semua butiran beras, sehingga masing-masing butiran akan bergesekan satu sama lain danterkupaslah lapisan dedak halusnya. 3apisan dedak ini akan terpotong-potong menjadi butiran-butiran kecil. !ada tipe gesekan (Speed Type, Grinding Type, Abrasive Roll Type ), lapisan dedak halus pada beras pecah kulit digosok oleh batu gerinda yang mempunyai permukaan yang kasar dan berputar pada sebuah sumbu. 3apisan luar pada tiap

butiran B!. akan dipecah dan dirobek oleh permukaan batu tajam, tetapi akan selalu aus. Bagian ini berputar cepat pada sumbunya. !ecahan dedak halusnya lebih kecil dan lebih halus daripada yang dihasilkan oleh tipe tekan. !ermukaan batu gerinda pada tipe gesekan dapat merobek lapisan dedak halus dan menghaluskan permukaan butiran-butiran biji tanpa mengakibatkan telalu banyak pecahan biji, sekalipun bagian dalam biji masih agak lunak. !da tipe ini tekanan yang diberikan pada butiran beras cukup besar, sehingga butiran beras akan saling berdesak-desakan dan bergesekan satu sama lain. %asing-masing akan melepaskan lapisan dedak halusnya sehingga hasil akhirnya akan lebih bersih dan seragam(!urwanto,&**4).

5lur perlakuan dalam proses penggilingan gabah,beras menggunakan rice mill unit Te*ni* Pen++ilin+an Berdasarkan teknik penggilingannya, penggilingan padi dikelompokkan menjadi tiga, yaitu pengilingan kontinu, semi kontinu dan diskontinu. Sistem penggilingan kontinu adalah system penggilingan dimana seluruh tahapan proses berjalan langsung, ban berjalan. %esin ini terdiri dari mesin pembersih gabah,

pemecah kulit, pengayak beras pecah kulit (paddy saparation), penyosoh (polis!er), dan ayakan beras (grader). System semi kontinu, yaitu system penggilingan padi dimana mesin pemecah kulitnya dioperasikan secara kontinu, namun mesin penyosohyna masih manual.)mumnya system ini terdapat pada !!S. !ada system dikontinu, seluruh proses dilakukan secara manual, umumnya dilakukan pada !!.. !enggilingan padi yang hanya terdri dari mesin pecah kulit (!us"er) dan mesin penyosoh beras (polis!er) memiliki rendemen yang rendah dan mutu beras yang kurang baik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Balai Besar !engembangan %ekanisasi !ertanian tahun &**' menunjukkan bahwa penggilingan padi yang hanya terdiri dari !us"er dan polis!er mempunyai rendemen rata-rata sebesar 44,+$6 dengan mutu beras yang dihasilkan adalah +7,&4 6 beras kepala dan beras patah dan menir sebesar $46. -engan penambahan mesin separator (pemisah beras pecah kulit dengan gabah yang belum terkupas) akan meningkatkan rendemen sebesar *,876 dan dengan penambahan mesin cleaner (pembersih gabah) akan meningkatkan rendemen sebesar *,846(9aries,&**/). !enggilingan padi secara mekanis dapat dikatakan memadai, apabila terdiri dari mesin 1( Mesin Pe./ersih Ga/ah 0Paddy Cleaner1 Berfungsi unuk memisahkan kotoran, benda asing yang bercampur di dalam gabah. Setelah melalui mesin ini akan mengalami penyusutan berat yang besarnya sangat tergantung pada jumlah kotorannya. 2( Mesin Pe2ah K,li) 0Paddy Husker1 Berfugsi untuk mengupas kulit gabah. !ada mesin pecah kulit yang berkualitas baik, ratio pengupasan ditentukan antara :4-8*6 gabah sudah terkupas dan $*-$46 gabah belum terkupas. ;aktor lain yang dapat mempengaruhi ratio pengupasan adalah kualitas roll karet yang digunakan.

'( Se3ara)4r Berfungsi untuk memisahkan gabah yang bercampur dengan beras pecah kulit. -engan adanya separator maka daya tahan komponen utama pada mesin pemutih menjadi awet, karena proses pengelupasan kulit ari selama masih di dalam ruang pemutihan, murni, hanya berdasarkan pergesekan antar beras pecah kulit. 5( Mesin Pe.isah !a), 0De-Stoner1 Berfungsi untuk memisahkan batu yang bercampur dengan beras pecah kulit. ( Mesin Pe.,)ih !a), 0Abrassive1 Berfungsi sebagai pra-poles atau untuk mengawali proses pengelupasan lapisan kulit ari beras yang menutup biji beras dari setiap pemutihan yang lebih dari satu pass. -engan memakai mesin pemutih batu, disamping tingkat butir patah dapat ditekan pada presentase yang terkecil juga tingkat derajat sosoh diatur sejak dari fase ini. Sehingga untuk fase selanjutnya beban gaya gesek beras menjadi berkurang. 6( Mesin Pe.,)ih !esi 0 ri!tion1 Berfungsi sebagai pemutih akhir dari rangkaian proses pemutihan beras & atau ' kali proses, pass pemutihan, penyosohan. 7( Mesin Pen+*ila3 0Ri!e Re"iner1 Berfungsi untuk mencuci permukaan biji beras, dimana umumnya masih terdapat katul yang menempel. Beras yang dihasilkan oleh mesin ini selain secara "isual tampak kilap (benih kaca) dan bila disimpan dapat bertahan lama. 8( Mesin Pe.e2ah Menir 0Ri!e Si"ter1 Berfungsi untuk memisahkan kandungan menir yang bercampur didalam beras kepala maupun beras patah. 9( Mesin Pe.isah An)ara !eras Ke3ala dan !eras Pa)ah 0Ri!e #rader1 Berfungsi untuk memisahkan beras kepala dari percampuran beras patah. .eberadaan mesin ini terutama diperuntukkan untuk membuat beras berkulitas ekspor, super.

Namun secara umum, mesin-mesin yang digunakan dalam industry penggilingan padi dikelompokkan sebagai berikut0 $. %esin pemecah kulit, sekam atau pengupas kulit, sekam gabah kering giling (!us"er atau !uller) &. %esin pecah gabah atau beras pecah kulit (bro#n rice separator) '. %esin penyosoh atau mesin pemutih (polis!er) 7. %esin pengayak bertingkat (sifter) 4. %esin atau alat bantu pengemasan Rende.an Gilin+ (endemen dalam pengertian yang sederhana adalah presentase hasil bagi antara berat beras gilling yang dihasilkan dengan berat gabah yang digilling. -engan kata lain rendeman gilling merupakan keuntungan atau kelebihan dalam pendapatan, sebagai akibat daripada usaha kerja. (endeman dalam kaitannya dengan usaha kerja penggilingan, secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut 0 (endeman (6) < =abah yang digiling dan menjadi beras adalah gabah yang berisi, bernas. >adi yang dimaksud dengan gabah yang digiling tersebut di atas, adalah gabah yang benarbenar bebas dari kotoran. akan berubah(#aryono,$8:'). leh karena itu jika gabah yang digiling masih mengandung unsur kotoran maka secara matematis rumus perhitungan rendeman tadi

III( METODOLOGI

A( Ala) dan !ahan $. (ice mill unit &. =abah '. 1imbangan 7. .antong plastik 4. Stopwatch !( Pr4sed,r Ker-a $. %engamati dan menggambar bagian-bagian rice mill dan menuliskan fungsinya masing-masing. &. %encatat prinsip kerja rice mill '. %engkur laju penggilingan gabah. 3aju penggilingan gabah merupakan perbandingan antara berat gabah yang digiling dengan waktu yang dibutuhkan untuk penggilingan. ?< -imana 0 ? < laju penggilingan gabah ( 9 < berat gabah (kg) t < waktu (detik) 7. %enghitung rendemen penggilingan. )

(endemen penggilingan diperoleh dari perbandingan antara berat beras yang dihasilkan dengan berat gabah sebelum digiling. Selain itu perlu juga dihitung persentase kotoran yang dikeluarkan (sekam dan dedak) dengan berat gabah. DA%TAR PUSTAKA 5nonim, http0,,www.litbang.deptan.go.id. -iakses tanggal &$ No"ember &*$'.pukul &&.7' 9@B. #aryono.$8:'.Me"anisasi Pertanian.>akarta0=enap >aya Baru. !urwanto, A.5. &**4 $e!ilangan pasca panen padi "ita masi! tinggi. @no"asi nline Bol. 7,CB@@,5gustus &**4. 9aries, 5. &**/. 1eknologi !enggilingan !adi. !1 =ramedia !ustaka )tama.>akarta.