Anda di halaman 1dari 29

PRENATALOGI

2 Nov

1 Votes A. Orientasi Prenatalogi Tujuan Utama Ilmu Obstetri - Menjaga ibu hamil agar tetap sehat selama kehamilannya berlangsung dan diharapkan ibu tersebut dapat melahirkan dengan selamat. Selain anak yang dilahirkan selamat, diharapkan juga anak tersebut sehat fisik & mentalnya - Untuk menjaga agar anak dapat tumbuh kembang secara optimal. Yang mempunyai wewenang adalah Ilmu Kesehatan Anak, yang tidak lepas dari pertumbuhan janin intra uterin & saat saat kelahiran Jembatan antar kedua cabang ilmu tersebut adalah Prenatalogi

Pengertian dasar yang sering dipergunakan dalam prenatalogi antara lain : Kelahiran : Pengeluaran janin dari ibu, tanpa mengingat umur kehamilan

Birth Rate : S Kelahiran 1000 penduduk Pertility Rate S Kelahiran hidup

1000 wanita ( 15-45th ) Kelahiran Hidup : Bayi yang dilahirkan dengan menunjukkan tanda-tanda kehidupan

Lahir Mati : Bayi yang tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan waktu lahir

Kematian Neonatal Dini : Kematian bayi 6 7 hari setelah lahir

Kematian Neonatal Lanjut : Kematian bayi antara 7 28 hari

Still Birth Rate : S Lahir mati 1000 kelahiran hidup

Prenatal Mortility Rate : S lahir mati + kematian neonatal dini 1000 kelahiran

BB Lahir Rendah ( BBLR ) : Bayi lahir rendah dengan BB < 2500 gr

Abortus : Penghentian buah kehamilan pada umur kehamilan 20 mgg atau kurang atau BB < 500 gr

Partus Immatur : Persalinan umur kehamilan 20 28 mgg.

Partus Immatur Prematur : Persalinan umur kehamilan 28 37 mgg.

Hamil Aterm : Persalinan pada kehamilan 37 42 mgg

Hamil Sanotenus : Persalinan pada kehamilan > 42 mgg.

Menurut umur kehamilan bayi dapat digolongkan, sbb : Bayi kurang bulan : Yaitu bayi yang lahir < 37 mgg Bayi cukup bulan Bayi lebih bulan : Yaitu bayi yang lahir 37 42 mgg. : Yaitu bayi yang lahir > 42 mgg.

Kematian janin Kematian janin dini < 20 mgg atau BB < 500 gr

Kematian janin intermediaet

Kematian janin pada ukuran 2028 mgg or BB = 500 1000 gr Kematian janin lanjut

Kematian janin pada ukuran > 28 mgg atau BB > 1000 gr

B. Neonatus Normal

Keadaan Umum

Bergerak aktif, simetris

Keadaan Gizi

BB > 2500 gr PB > 45 cm Masa gestasi > 37 mgg.

Posisi

Flexi tungkai dan lengan

Kulit

Kemerahan dilapisi kernik kaseosa, lanugo ( rambut bayi )

Kepala dan leher

- Tulang kepala sering terjadi moulage. Yaitu tulang parietal berhimpit dengan tulang occipital & frontal Lingkar kepala 33 38 cm Lingkar caput Succedaneum ( yang tidak normal hematom berisi darah, melalui sutura )

Caput Succedaneum :

- Berisi cairan limfe - Tidak melewati sutura - Terjadi peregangan

Leher

Normal : Relatif lebih pendek

Thorax

Normal pernafasan abdominal Respirasi 30 60 kali/menit

Abdomen

Perut sedikit cembung & lemas, hepar, lien sedikit teraba

Genitalia & Kelenjar mammae

- Dipengaruhi oleh hormon ibu yang melalui plasenta. Maka sering terlihat pembesaran kelenjar mammae disertai sekresi air susu, baik pada wanita ataupu laki-laki Pada bayi wanita, sekresi vagina yang kadang-kadang berdarah ( tidak pada setiap bayi ) Scrotum relatif lebih besar Testisnya sudah berada di scrotum

Extremitas

Perhatikan gerakan spontan apakah ada tulang patah, kelumpuhan syaraf, luxasio ( perasat : Ortholoni ; yaitu dengan jari=jari pemeriksa diletakan pada trokanter bayi, ibu jari memegang

femur. Dilakukan abduksi pada kedua paha. Bersamaan dengan itu kedua femur diangkat kedepan ). Bila terdapat dislokasi caput femoris akan teraba

Refleks

Moro : yaitu gerakan seperti memeluk jika dirangsang Refleks hisap : Dengan memasukan jari kedalam mulut bayi Rooting Refleks : Yaitu bayi mencari benda yang diletakkan disekitar mulutnya

- Graps Refleks yaitu dengan cara meletakkan benda pada tangan, maka akan terjadi gerakan flexi dengan kari-jari

C. BBLR ( Bayi Berat Lahir Rendah ) Adalah bayi baru lahir yang BB lahirnya pada saat kehamilan < 2500 gr Berdasarkan Masa Gestasi BBLR dibagi 2 yaitu : 1. 1. Prematuritus Dini Yaitu masa gestasi <37 mgg dan BB sesuai dengan BB untuk masa gestasi itu atau neonatus kurang bulan. Sesuai untuk masa kehamilan ( NKB SMK ) 1. 2. Dismatur Yaitu bayi lahir dengan BB kurang dari BB seharusnya untuk masa gestasi itu : Berarti bayi mengalami retardasi pertumbuhan intra uterin Merupakan bayi kecil untuk masa kehamilan ( KMK )

D. Neonatus Kurang Bulan 1. Prematuritus Murni

@ Penyebab 1. a. Faktor Ibu : - Penyakit : Ibu berhubungan dengan kehamilan. Ex ; Placenta Previa, Toxemia Gravidarum, Ekalmpsi Penyakit ibu diluar kehamilan. Ex ; DM, penyakit kronis

b. Faktor Usia 1. c. Status Ekonomi keluarga / sosial ekonomi

@ Karakteristik Klinik BB < 2,5kg, P < 45cm, Lingkar kepala < 33cm, Lingkar dada < 30 cm Masa gestasi < 37 mgg

Pemeriksaan Klinik : Kepala lebih besar daripada badan Kulit tipis transparan Lanugo banyak, ubun-ubun & sutura melebar Genitalia immatur Genitalia labia minora belum tertutup oleh labia mayora A. Desensus testiculorum Tulang rawan telinga belum sempurna Pergerakan kurang dan lemah Nangis lemah Kadang-kadang pernapasan tidak teratur

Refleks-refleks melemah Kadang-kadang oedem

@ Penyakit yang ditemukan Pada Bayi Prematur 1. a. Idiopatik respiratory Distress Syndrom ( IRDS / Hyalin Membran Disease (HMD) ) - Pada bayi normal, pada paru-paru terdapat enzim lecitin untuk menjaga agar alveoli tetap mengembang Pembentukansurfaktan paru yang tidak sempurna ( lesitin ) Surfaktan yaitu : Zat yang berfungsi mengembangkan paru-paru

b. Pneumonia Aspirasi Terjadi karena refleks batuk dan menelan belum sempurna, jadi ketika minum bukan ke oesophagus tapi ke paru-paru

1. c. Perdarahan Intraventicular, karena anoxia otak d. Retroventral Fibroplaxia - Pada darah : Setelah bayi bernafas vasodilatasi+proliferasi pada darah baru yang tidak teratur Tumbuh ke lensa - Mudah terjadi pada bayi < 2000gr yang diberi O2 konsentrasi tinggi, menjadi vasokonstriksi menyebabkan kerusakan pada lensa mata

e. Hiperbilirubinemia Hepar belum matang sehingga conjugasi bilirubin indirect ke direct terganggu

1. Dismatur Nama lain : Kecil untuk masa kehamilan ( KMK ) Insufisiensi Plasenta

Penyebab : Setiap keadaan yang mengganggu pertukaran zat antara ibu & bayi

Gejala Klinis : Terjadi pada bayi preterm, aterm, & postterm Prematur : - Prematur murni

- Retardasi pertumbuhan - Wasting Matur & Post matur : Wasting menonjol

Penyakitnya : 1. Syndrom Aspirasi Meconium Kejang-kejang aspirasi sejak di jalan lahir Bayi distress Meconium

Hipokxia Gasping ( susah napas )

Aspirasi Meconium

2. Hypoglikemia Terjadi karena persediaan glikemi kurang Pada bayi cukup bulan : Gula darah < 30 mg % : Gula darah < 20 mg %

BBLR

3. Aspiksia neonatorum Bayi lahir gagal nafas secara spontan ( Berhubungan dengan syndrom aspirasi )

4. Penyakit Hyalin Membran Disease Terjadi pada dismatur yang preterm

5. Hiperbilirubinemia Karena gangguan pertumbuhan hati

Penanggulangan Dismatur yang terpenting adalah pelipiding untuk mengatasi hypoglikemia

Therapi : Periksa gula darah tiap 8 jam Minum sedini mungkin

E. Infeksi Pada Neonatus Patologi : Dapat melalui berbagai cara, terutama : Infeksi intra uterin, yaitu secara transplasenta, melalui : 1. Saluran darah 2. Melalui peritoneum, tuba dan uterus 3. Melalui dinding uterus 4. Dari vagina keatas melalui kulit ketuban yang pecah Infeksi selama partus berjalan

Terjadi melalui vagina yang banyak mengandung kuman setelah ketuban pecah Infeksi post natal Tangan Sebagai sumber infeksi alat/kontaminasi alat

Dugaan & Diagnosis Infeksi Kemungkinan bayi menderita infeks atau pada keadaan BBLR ( < 2500 gr ). Kelainan kongenital, prematuritas, persalinan yang lama dan sulit, penyakit berat yang bukan infeks / pada bayi dengan tindakan kateter / pemasangan endotracheal

Gejala Klinis : Tidak khas : Malas minum Berat badan tidak naik / malah turun Muntah, mencret, kembung Ikterus pada hari ke 3 Cyanosis

Pucat Nafas cepat, suhu tubuh Panas / dingin

Pemeriksaan Lab : Pemeriksaan leukositosis & thrombositosis Pemblokan tali pusat

Pembagian Infeksi Neonatus 1. 1. Infeksi berat Berupa sepsis neonatorum, meningitis, pneumonia, enteritis, tetanus neonatorum, pleonephritis. Gejala sepsis : Tampak sakit berat, panas/dingin Tak mau minum Ikterus, pucat Sianosis, perut buncit Bercak kebiruan pada kulit ( petechie ) 1. 2. Infeksi ringan Infeksi kulit ( pustula ), opthalmica, neonatorum, infeksi umbilicalis & moniolitis ( jamur pada mulut ) Akibat perawtan yang tidak higienis

Meningitis Pada Neonatus didahului oleh sepsis, gejala : 1. Sepsis (+) kejang-kejang Infeksi meningitis neonatus 2. Ubun-ubun besar menonjol

3. Kaku kuduk 4. Opistotonus

F. Kejang Pada Neonatus Adalah kejang yang timbul pada neonatus / 28 hari timbul setelah lahir. Merupakan tanda penting adanya penyakit lain sebagai penyebab kejang. Patologi : Kejang pada neonatus sulit dikenal bentuknya, karena berbeda pada anak / dewasa Kejang tanpa sistemik dapat berupa : Twitching pada muka ( kulit muka bergerak-gerak, mata berkedip-kedip ) Menguap Nistagmus : Gerak bola mata melirik kiri, kanan Tangis yang abnormal Perubahan Vasomotor : Bayi lemas tiba-tiba kaku & apneu periodik

Manifestasi yang berbeda ini disebabkan karena morfologi dan organisasi daripada cortex cerebri yang belum terbentuk sempurna pada neonatus

Variasi / Macam-macam bentuk kejang pada neonatus 1. 1. Subtle / hampir tidak terlihat, berupa :

Deviasi horizontal bola mata Berkedip Gerakan mulut seperti mengisap, mengecap, menguap, seperti kehausan Apneu berulang 1. 2. Kejang klonik multivokal berulang tak teratur 2. Kejang tonik : Ekstensi kedua tungkai, kadang flexi tangan

3. Kejang Mioklonik : Flexi seketika seluruh tubuh

ETIOLOGI PADA NEONATUS Infeksi bakteri Sepsis Meningitis Hipoksi iskemik ensephalopati ( 65% ). Kejang terjadi pada 24 jam I setelah lahir Perdarahan intrakranial ( perdarahan peri & intraventrikular ) Gangguan metabolit. Perubahan kadar glukosa, Mg, Cal Hipoglikemia

Gluc < 20 mg % Utk bayi preterm < 30mg% Utk bayi aterm < 40 mg % umur > 27 atau 1 hari Kern Icterus

Bila kadar bilirubin > 30 mg % > 20 mg % Defisiensi B6 ( pridoxin )

Kejang : - Diazepam mg/kg BB/hari - Dosis rumat : Luminal 3-5 mg/kg/hr melalui oral Luminal utk mencegah kejang

G. Anemia & Penyakit pendarahan Pada Neonatus

Anemia pada bayi baru lahir dapat disebabkan oleh : 1. 2. 3. 4. Fisiologis Perdarahan ( tali pusat, intrakranial ) Hemolisis Produksi RBC ( eritrosit ) yang berkurang

1. Fisiologis anemia, terjadi karena : Berkurangnya produksi sistem eritropoietik Pendeknya umur eritrosit ( RBC ) Peninggian volume darah yang diikiuti cepatnya kenaikan BB dalam 2 bulan I

1. 2. Perdarahan, anemia terjadi karena perdarahan Yang terjadi pada bayi dalam kandungan Ex : Solutio plasenta, plasenta previa & perdarahan feto-maternal acute ( pada ibu waktu hamil ) Terjadi pada waktu bayi lahir, contoh : Luka pada pembuluh darah / janin plasenta waktu sectio caesaria Robeknya pembuluh darah janin karena lepasnya tali pusat dari janin

Perdarahan sesudah lahir Perdarahan talipusat karena ikatan longgar Perdarahan pada kepala ( cephal hematom ) Pada M. Sternocleidomastoideus terutama bayi lahir sungsang Pada intra kranial, perdarahan dari ventrikel usus Dari organ dalam

Gejala Anemi pada bayi : Pucat, lemah, kesadaran Cyanosis pada kaki & tangan Takikardi Nafas dangkal dan tidak teratur

Therapi : Vit K setiap bayi lahir Cari penyebab Transfusi darah

1. 3. Hemolisis Etiologi : - Isoimunisasi - Defek bawaan / didpt dari sel darah merah

Isoimunisasi Merupakan ketidakselarasan antara golongan darah ibi & janin ( incompatibilitas maternal-fetal ) yang disebabkan oleh perbedaan golongan darah ibu

Incompatibilitas Rh 85% orang kulit putih mempunyai Rh(+), 15% Rh (-). Hemolisis terjadi bila ibu punya Rh (-) & janin Rh (+), bila Rbc janin masuk kedalam peredaran ibu maka darah ibu dirangsang oleh AgRh (+) yang dari bayi membentuk AgRh (+), yang Ab ini masuk kembali kedalam darah janin melalui RBC sehingga terjadi hemolisis, dan bayi lahir dalam keadaan still birth/hidropsfoetalis dengan gejala hidropsfoetalis : Anemia berat

Ascites Hepatomegali Hepatosplenomegali ( lahir hidup sebentar lalu mati )

Untuk diagnosis : ) Lakukan pemeriksaan golongan darah ibu & anak ( Rh Ab ) Uji Coombs test ( pada bayi lahir dengan hiperbilirubinemia, apakah ada incompatibilitas

Therapi : Transfusi tukar

Incompatibilitas ABO Beberapa kemungkinan tjd inkompatibilitas ABO : Gol drh Ibu O A B Gol drh bayi A B B AB A AB

75% pd ibu gol O & janin gol A/AB Gejala - Pucat - Jarang terjadi hydrosephalitis Therapi : Sinar : - Icterus terjadi 24 jam I

H. Hiperbilirubinemia Icterus :

Icterus fisiologik adalah icterus yang timbul pada hari ke 2 & 3 yang tidak mempunyai dasar patologis Icterus patologik adalah icterus yang mempunyai dasar patologis yang kadar bilirubinnya punya nilai patologis

Kriteria Hiperbilirubinemia : Icterus terjadi pada 24 jam I Peningkatan konsentrasi bilirubin > 5 mg % / 24 jam

Bila bilirubun sewaktu > 10 mg% pada neonatus kurang bulan & lebih dari 12,5 mg% pada bayi cukup bulan Icterus yang disertai proses hemolisis Icterus yang disertai keadaan sbb : BB < 2000 gr Disertai masa gestasi Asfiksia Hipoksi Infeksi Bayi lahir pada trauma kepala Hipoglikemia

KERN ICTERUS Adalah suatu kerusakan otak akibat perlengketan bilirubin indirect pada otak, kerusakan hepar

Gejala Klinis : Mata berputar-putar Letargi Kejang Tidak mau menghisap Tonus otot Kaku kuduk & opistotonus

ETIOLOGI 1. Produksi berlebihan melebihi kemampuan bayi untuk mengeluarkannya. Ex : Hemolisis pada Rh/ABO incompatibilitas tadi & defisiensi gangguan Pb 2. Gangguan dalam proses pengikatan uptake & konjugasi hepar. Karena imaturitas hepar / gangguan fisiologis hepar, karena kurangnya substrat untuk konjugasi bilirubin, karena hipoxia & infeksi 3. Gangguan transportasi. Bila dalam darah terikat dalam albumin lalu diangkut ke hepar, ikatan ini dipengaruhi oleh asam salisilat 4. Gangguan dalam ekskresi Obstruksi dalam / luar hepar Peningkatan bilirubin indirect

Penatalaksanaan

Pencegahan : Pengawasan antenatal Pemberian sulfat, obat oxitosin Mencegah hipoxia pada bayi Pemberian luminan pada ibu ( 1 2 hari sebelum partus ) Illuminasi ( pencahayaan ) pada bayi Pencegahan infeksi

Mengatasi : Hiperbilirubinemia diberikan luminal pada bayi agar proses conjugated dipercepat Berikan albumin untuk mengikat bilirubin yang bebas Foto therapi Decomposisi bilirubun Menghancurkan bilirubin dengan sinar Transfusi tukar

1. I. Trauma Lahir Trauma kelahiran dapat mengenai : Kepala, medula Spinalis & Saraf tepi

Trauma Kepala 1. Cephal Hematom Adalah tertimbunnya darah didalam ruang subperiosteal Lokasi terbanyak didaerah parietal & terlokalisir

Tidak melewati garis sutura kepala ( 25% diikuti oleh fraktur ) Tidak dapat sembuh sendiri dengan direabsorbsi Persalinan sulit & berlangsung lama Penekanan pada dinding Darah antara tulang kepala & periosteum Batas tegas 1. 2. Perdarahan Sub Galeal

- Pengumpulan darah didaerah subcutis kepala, terjadi akibat robeknya pembuluh darah subcutaneus akibat tindakan vorcheps/acum externum Luas perdarahan tidak terpengaruh oleh sutura

1. 3. Fraktur Tulang Kepala

Fraktur Linier

Tidak berbahaya, dapat sembuh dalam 3 bulan diroentgen Komplikasi berupa penonjolan arachnoid / cysta leptomeningioma

Fraktur Depresi

Salah satu tulang masuk kedalam < 5 cm Tidak memerlukan tindakan khusus > 5 cm Kompresi Kerusakan otak Reposisi

1. 4. Caput Succedaneum Adalah oedem kepala akibat kompresi kepala pada saat lahir dengan letak kepala : Melewati garis sutura Tanpa diobati bisa sembuh sendiri

Pitting Oedem Cairan serisanguinus dalam subcutis Melewati garis sutura

Perdarahan Intra kranial 1. Perdarahan Extradural 2. Perdarahan Subdural 3. Perdarahan Intracerebral

Terjadi terutama akibat asfiksia = Pembuluh darah otak rapuh Sebagian kecil karena trauma lahir Perdarahan akibat asfiksia karena perdarahan intracerebral & menyeluruh

Trauma daerah Medulla Spinalis 75 % terjadi pada bayi baru lahir dengan letak bokong 25 % terjadi pada bayi baru lahir dengan letak kepala

Gejala : - Bila trauma ringan hanya terjadi oedem pada med. Spinalis dengan gejala hipotonis yang menyeluruh - Trauma berat : Terjadi perdarahan intracranial yang meluas ke medulla spinalis. Dengan gejala : Tetraplegi / biplegi & gagal nafas

Trauma daerah Muka Terjadi akibat penekanan N VII oleh sacrum, biasa terjadi pada persalinan letak muka.

Gejala : Kesulitan menutup mata Kelumpuhan pada sisi yang kena. Ex : Bells Palcy

Trauma Pada Plexus Brachialis, ada 2 : Erbs Dunchene Paralisis Terkena pada setinggi cervixal 5 & 6 ( 75% )

Gejala : Abduksi sendi bahu Extensi sendi siku Pronasi lengan Flexi pergelangan tangan

Terjadi karena kelumpuhan otot-otot deltoideus supra & infra supinatus

Klumkles Paralisis
- Mengenai

C7, C8, T1

25 % yang rusak

Gejala : Flexi siku Exyensi pergelangan tangan & jari ( Clow hand ) Graps Refleks (-)

J. Sindrom Kesulitan Pernafasan / Respiratory Distress Syndrom ( RDS ) Hampir sama dengan hyalin membran disease Merupakan kumpulan gejala yang terdiri dari dyspnoe / hiperpnoe, dengan : R.R pernapsan lebih banyak 60x/menit Cyanosis Nafas cuping hidung Grunting respirasi Retraksi epigastrium, suprasternal & Intracostal

Etiologi Dari dalam paru disebabkan karena sumbatan saluran nafas, berupa kerusakan pada parenchym paru. akibatnya : Aspirasi, penumonia, pneumonia aspirasi, pneumonia meconium HMD Terutama pada bayi prematur ( Hyalin Membrane Disease ) Pneumothorax, pneumomediastinum

Dari luar paru, karena : Kegagalan jantung, terjadi acidosis, hernia diaphragmatika ( perut datar / cekung, dada cembung )i

K. Afiksia Neonatorum Asfixia > 2 jam Distress Suatu kedaan gawat bayi berupa kegagalan bernafas secara spontan & teratur segera setelah lahir, disertai hypoxia, hyperkapnea, dan berakhir dengan acidosis

Etiologi : Faktor Ibu :

Hypoxia pada ibu sehingga terjadi hypoxia pada janin Gangguan aliran darah uterus Hypotoni/ hypertoni uterus karena eklampsi Hypotensi akibat perdarahan banyak / hipertensi pada ibu ( karena eklampsia / hypotensi )

Faktor Placenta : Placenta previa asal plasenta

Faktor Fetus : Tali pusat membumbung kepala bayi keluar, tali pusat keluar / tali pusat melilit leher bayi

Faktor neonatus : Trauma persalinan & Kelainan kongenital. Terjadi perdarahan intra kranial

Penilaian Klinik Aspiksia dengan Score Afgar ( Berhubungan dengan keseimbangan asam basa ) Tanda Nilai 0

1. Denyut jtg Tdk ada 2. Usaha nafas ( Tdk ada diperut ) 3. Tonus otot

< 100

> 100

Lambat/tdk Menangis kuat teratur

Extremitas Lumpuh sdkt flexi Gerakan aktif 4. Refleks Gerakan sedikit 5. Warna Aktif (bersin,nangis)

Tubuh Semua Biru/pucat kemerahan, kemerahan ext biru

Nb : Bayi mulai bernafas setelah keluar 20 dtk

normal Pernafasan teratur setelah 30 dtk

Nilai / Scor Afgar - Aspixia ringan 4 6

: - Bayi sehat 7 10

- Aspixia berat 0 3 Tindakan / Resusitasi Aspiksia 1. A. Airway Cleaning Bersihkan jalan nafas : Mulut & hidung dibersihkan Diisap / suction 1. B. Breathing Maouth to maouth ( Tiup 3x tanpa menark nafas ) Ambu bag ( air viva ) Tindakan ini bisa menyebabkan bayi aspiksia Pulmotor

1. C. Circulation ( Pijat Jantung ) Jika nadi dibawah 100x/menit Pompa jantung ( pakai jempol 3x, tiup 1 x ) Infus

1. D. Drugs Sulfat atrofin ( SA ) 0,03 mg/kg BB Adrenalin 0,1 mg / kg BB Heilon basah ( Bicarbonat natricus ) 1 cc/kg BB

1. L. Kelainan Bawaan Etiologi 1. Faktor Keturunan / genetik 2. Khromosom 3. Lingkungan. Antara lain : Radiasi, virus terutama TORCH ( Toxoplasmosis, rubella, cytomegallo virus, herpes ) 4. Kelainan pada ibu umur 22 -35 th

Cacat Bawaan yang Sering Dijumpai Labioschizis, Palatoschizis, Gematoshizis ( rahang terbelah ) Microcephali ( TORS ), Anenchepali, Enchepalocele, Meningocele, hydrochepalus ( Penyebab : Sumbatan, tumor, virus, infeksi ) Spinobipida Talipes equira vagus : Kaki bengkok pada anak 1 tahun ( tidak bisa berdiri dan jalan ) Erbs Paralisis Polidactili, Syndactili Hernia Umbilicalis Atresia Duodenum ( muntah hijau beberapa jam setelah lahir ) Pylorus Stenosis ( Muntah proyektil tidak kehijauan ) Hirscprung, megacolon terjadi aganglionosis dari segmen colon ( Menconum terhambat keluar ) baru keluar setelah colok dubur Atresia ani Hydrocolpos / hymen imferforata Terjadi retensi sekresi urine ( tidak ada himen ). Hypospadia ( urethra terdapat diatas glands penis ) epyspadia Hydrocele : Penumpukan cairan pada testis karena gagal melakukan invaginasi selama proses descendens testiculorum H. Inguinalis, H. Serotolis, Hemangioma ( Berupa bintik-bintik kemerahan, Syndrom Down ( Simien Line ) Khromosom trisomi 21 kelainan Tidak bisa dibedakan Garis tangan menyatu

Turners syndrom penderita : Leher lebih pendek, dada lebar, ada oedem, telinga menonjol, rahang atas sempit, mandibula kecil Pierre Robin Syndroms, Terdiri dari : Microgenathia ( mandibula mengecil ) Glosptosis ( lidah menonjol ke belakang ) Palatoschizis

Cacat bawaan karena infeksi ( Rubella Congenital ) dengan gejala : TORCH Virus Mecocepali ( kepala kecil ) Katarak congenital Tuli Kelainan jantung Hydroma cystika Kembar siam