Anda di halaman 1dari 11

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Laboratorium adalah bagian integral dalam bidang akademik terkhusus sains, karena seorang saintis selalu bekerja dilaboratorium, maka dari itu manajemen laboratorium perlu direncanakan seiring dengan perencanaan akademik (program dan anggarannya). Penataan laboratorium dari segi administrasi setingan tempat sampai peletakan alat-alat dan bahan laboratorium jika tertata rapi maka proses belajar dan penelitian pun akan berjalan lancar. Peranan laboratorium sangat besar dalam menentukan mutu

pendidikan karena laboratorium lah yang menghasilkan karya-karya ilmiah yang membanggakan, yang tak dapat dihasilkan oleh institusi lainnya. Sehingga bagi perguruan tingi yang bermutu, laboratorium menjadi bagian yang dikedepankan. Pengajaran melalui praktikum laboratorium adalah kegiatan penerapan metode ilmiah oleh pelajar. Terdapat banyak klaim bahwa kegiatan praktikum laboratorium dapat meningkatkan sikap kritis, keterampilan proses sains, ataupun sikap ilmiah pelajar. Laboratorium dikatakan dikelola dengan baik jika ditentukan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Beberapa alat-alat laboratorium yang canggih, dengan staf propesional yang terampil belum tentu dapat beroperasi dengan baik, jika tidak didukung oleh adanya manajemen Laboratorium yang baik. Manajemen laboratorium, dalam hal manajemen mutu, harus didesain untuk selalu memperbaiki efektifitas dan efisiensi kerjanya, disamping harus mempertimbangkan kebutuhan semua pihak yang berkepentingan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan manajemennya adalah sumber daya manusia, sarana dan prasarana serta penggunaan laboratorium.

1.2 Tujuan Adapun tujuan dari makalah ini adalah : 1. Mengenali bagaimana memanajemen laboratorium 2. Mengetahui prinsip-prinsip manajemen laboratorium 3. Mengetahui fungsi manajemen dalam laboratorium.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Manajemen Laboratorium Manajemen laboratorium adalah suatu proses pendayagunaan atau pengelolaan laboratorium secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu sasaran yang diharapkan secara optimal dengan memperhatikan keberlanjutan fungsi sumber daya.1 Henri Fayol (1996:86) menyatakan bahwa pengelolaan hendaknya dijalankan berkaitan dengan unsur atau fungsi-fungsi manajer, yakni

perencanaan, pengorganisasian, pemberian komando, pengkoordinasian, dan pengendalian. Sementara Luther M. Gullick (1993:31) menyatakan fungsi-fungsi manajemen yang penting adalah perencanaan, pengorganisasian, pengadaan tenaga kerja, pemberian bimbingan, pengkoordinasian, pelaporan, dan

penganggaran. Pengelolaan laboratorium berkaitan dengan pengelola dan pengguna, fasilitas laboratorium (bangunan, peralatan laboratorium, spesimen biologi, bahan kimia), dan aktivitas yang dilaksanakan di laboratorium yang menjaga keberlanjutan fungsinya. 2.2. Aspek Manajemen Laboratorium Dalam mengelola laboratorium ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan yaitu: 1. Perencanaan 2. Penataan 3. Pengadministrasian 4. Pengamanan, perawatan, dan pengawasan

Suharsimi Arikunto. 1993. Organisasidan Administrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Hal 33.

Di bawah ini akan dijelaskan secara rinci mengenai aspek-aspek tersebut di atas yaitu2: A. Perencanaan Perencanaan merupakan sebuah proses pemikiran yang sistematis, analitis, logis tentang kegiatan yang harus dilakukan, langkah-langkah, metode, SDM, tenaga dan dana yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan secara efektif dan efisien. Perencanaan ini dimaksudkan bagaimana jalan laboratorium kedepanya, karena sebuah laboratium dibangun untuk tujuan tertentu. Artinya sebelum laboratoium itu dibangun harus tahu dulu untuk keperluan apa dan untuk dipakai siapa laboratorium tersebut. B. Penataan Penataan laboratorium sangat penting mengingat penataan adalah berwujudan dan persyaratan untuk beroperasi. Untuk mewujudkan suatu laboratorium yang layak operasi diperlukan penempatan perlatan yang tersusun rapi berdasar kepada proses dan langkah-langkah

penggunaan/aktivitas dalam laboratorium yang diharapkan. Tujuan Tata Letak laboratorium: a. Mengurangi hambatan dalam upaya melaksanakan suatu pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. b. Memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna/pekerja/oper ator. c. Memaksimalkan penggunaan peralatan. d. Mempermudah pengawasan. C. Pengadministrasian Pengadministrasian sering juga disebut sebagai kegiatan

menginventaris. Inventaris adalah sutu kegiatan dan usaha untuk

Soemardjo, dan Sumardjito. 1996. Aturan Perundangan Bangunan dan Sarana/Prasarana Sekolah

menyediakan catatan tentang keadaan semua fasilitas, barang-barang yang dimiliki oleh instansi atau laboratorium contoh inventaris: a. Buku Induk Barang Inventaris b. Buku Catatan Barang Inventaris c. Buku Golongan Barang Inventaris d. Laporan Triwulan Mutasi barang e. Daftar Isian Barang f. Daftar Rekapitulasi barang Inventaris D. Pengamanan, perawatan, dan pengawasan Pada dasarnya pengamanan, perawatan dan pengawasan laboratorium merupakan tanggung jawab bersama baik pengelola maupun pengguna. Mengatur dan memelihara laboratorium merupakan upaya agar laboratorium selalu tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Sedangkan upaya menjaga keselamatan kerja mencakup usaha untuk selalu mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan sewaktu bekerja di laboratorium dan penangannya bila terjadi kecelakaan. Usaha yang dilakukan dalam memelihara kelancaran penggunaan laboratorium, antara lain: a. pengaturan jadwal penggunaan laboratorium yang jelas b. Tata tertib laboratorium yang dilaksanakan dengan tegas Pengawasan biasanya dilakukan oleh pengelola laboratorium yang memiliki pemahaman dan keterampilan kerja di laboratorium, bekerja sesuai tugas dan tanggung jawabnya, dan mengikuti peraturan. Pengelola laboratorium meliputi: a. Kepala laboratorium b. Wakil laboratorium c. Koordinator Laboratorium d. Penanggung jawab Laboratorium e. Laboran/ praktikan.

2.3 Macam-Macam Manajemen Laboratorium a. kepemimpinan Dalam Manajemen Pelayanan Laboratorium pelayanan melalui program, sarana-prasarana, laboran, karyawan, dan inti manajemennya mampu merencanakan, menciptakan, dan memberikan layanan terbaik bagi pembelajar. Setiap kegiatan tidak boleh lepas control dari inti manajemen, dan dengan demikian diperlukan kepemimpinan yang berkualitas. Jendral H.Norman Schwazlopf dalam Erry Ryana (2000) mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah gabungan antara strategi dan karakter. Tetapi kalau kita harus memilih salah satu, maka pilihlah yang kedua". Selanjutnya Erry mengidentifikasi 10 watak yang harus ada pada diri seorang pemimpin, yaitu3: 1. Jujur (honest) 2. Kompeten (competent) 3. Melihat ke depan (forward-looking) 4. Selalu memicu inspirasi (inspiring) 5. Pandai, cerdas (intelligent) 6. Obyektif, berlaku adil (fair minded) 7. Berwawasan luas (broad minded) 8. Berani mengambil resiko (courageous) 9. Tidak basa-basi, langsung pada persoalan (straight forward) 10. Penuh imajinasi (imaginative)

b. Sarana Prasarana Penataan laboratorium yang meliputi sarana dan prasarana harus teridentifikasi secara sarana dan prasarana: 1. Prinsip keamanan baik. Ada beberapa prinsip dalam memanajemen

Erry Riyana H. 2000. Esensi Kepemimpinan: Mewujudkan Visi Menjadi Aksi.

Alat disimpan supaya aman dan terhindar dari kerusakan, alat yang mahal harganya dan rentan terhadap kerusakan seperti stop watch perlu disimpan pada lemari terkunci. Untuk memudahkan mencari letak masing-masing alat dan bahan, perlu diberi tanda yaitu dengan menggunakan label pada setiap tempat penyimpanan alat (lemari, rak atau laci). Selain itu juga untuk mempermudah praktikan mengetahui mana bahan yang jika

terkontaminasi mudah meledak ataupun yang tidak. 2. Prinsip Keleluasaan Penyimpanan alat diperlukan ruang penyimpanan dan perlengkapan seperti lemari, rak dan laci yang ukurannya disesuaikan dengan luas ruangan yang tersedia. 3. Prinsip Keindahan. Dalam pelaksanaan praktikum, jika sudah selesai semua bahan yang digunakan harus ditempatkan pada tempatnya, agar suasana asri tetap terjaga.

c. Pelayanan Valerie (1996) mengkaji cara seseorang menilai kualitas pelayanan. Tetapi ini cakupanya dibidang lab medis, kita sebagai lab sains juga bisa menggunakan acuan ini. Ia mendapatkan lima dimensi pelayanan sebagai berikut4: 1. Reliabilitas: Janji sesuai jadwal dan diagnosis yang akurat. 2. Tanggung jawab. 3. Jaminan pengetahuan, keterampilan dan reputasinya. 4. Empati: memanusiakan pasien, sabar, mengingat problem sebelumnya, dan berusaha mendengarkan keluhan pasien.

Leonard L Valerie A,1996. "The Behavioral Consequences of Service Quality" Journal of Marketing hal 31 - 46

Atribut yang harus diperhatikan dalam perbaikan manajemen kualitas pelayanan adalah5: 1. Ketepatan waktu pelayanan: menyangkut waktu tunggu dan waktu proses. 2. Akurasi pelayanan: berkaitan dengan validitas dan reliabilitas pelayanan, serta bebas dari kesalahan. 3. Kesopanan dan keramahan dalam memberikan layanan, terutama bagi mereka yang berinteraksi langsung dengan pelanggan eksternal seperti staf. 4. Administrasi, laboran dan lain-lain.

d. Kegiatan laboratorium Melalui kegiatan laboratorium praktikan dapat mempelajari fakta, gejala, merumuskan konsep, prinsip, hukum dan sebagainya. Tujuan kegiatan pratikum selain untuk memperoleh pengetahuan bertujuan untuk

keterampilan, dapat menetapkan pengetahuan dan keterampilan tersebut pada situasi baru/lain serta memperoleh sikap ilmiah. Menurut Azizah (2003) dalam pelaksanaan pratikum, harus ada: 1. Persiapan, meliputi: Menetapkan tujuan pratikum Mempersiapkan alat dan bahan Memperhatikan keamanan, kesehatan dan kenyamanan Memberi penjelasan apa yang harus diperhatikan dan langkah-langkah yang harus dilakukan praktikan. 2. Pelaksanaan, meliputi:
5

Praktikan melakukan pratikum Dosen atau asisten dan koasisten mengamati prosa pratikum

3. Tindak lanjut, meliputi: Mengumpulkan laporan pratikum

Gaspersz V .1997. Manajemen Kualitas dalam Industri Jasa

Mendiskusikan masalah yang ditemukan Memeriksa dan menyimpan peralatan

2.2 Fungsi dan Tujuan Manajemen Laboratorium Fungsi laboratorium yaitu sebagai sumber belajar dan mengajar, sebagai metode pengamatan dan metode percobaan, sebagai prasarana pendidikan atau sebagai wadah dalam proses belajar mengajar. Proses manajemen pelayanan laboratorium yang berkualitas

merupakan pendek manajemen kualitas total yang dapat membantu mempertahankan dan mengemban sumber belajar dan pembelajarnya sehingga dapat memperluas fungsi laboratorim. Proses manajemen yang berkualitas harus didukung oleh tujuan yang jelas dan dirancang untuk memberi dampak sebagai berikut6: 1. Peningkatan kepuasan pembelajar yang dimulai dengan mengetahui kebutuhan pembelajar, dan kemudian memberikan layanan sesuai dengan kebutuhannya. 2. Peningkatan kualitas dengan jalan meniadakan hal-hal yang dapat memberi kesan buruk pada pembelajar sewaktu kedatangannya yang pertama. 3. Peningkatan kualitas secara terus menerus. 5. Peningkatan kekuatan tim manajemen dengan mengintegrasikan berbagai kelompok melalui keahlian dan ketrampilan masing-masing. 6. Peningkatan kepuasan pekerja (laboran) dengan melibatkannya dalam perumusan tujuan, dan mengenali partisipasinya maupun pencapaiannya.

Flichman DG, dan Auld DD. 1994. Customer Retention through Quality Leadership.

BAB III PENUTUP

3.1

Kesimpulan Jadi kesimpulan yang dapat diambil bahwa manajemen laboratorium itu sangat diperlukan mengingat Setiap kegiatan tidak boleh lepas control dari inti manajemen, jika manajemen sudah terlaksana dengan baik maka baik pula seluruh kegiatan didalamnya.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 1993. Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan.Jakarta: Raja Grafindo Persada. Flichman DG, dan Auld DD. 1994. Customer Retention through Quality Leadership. Singapore: Toppan Company. Gaspersz V .1997. Manajemen Kualitas dalam Industri Jasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Riyana H, Erry. (2000). Esensi Kepemimpinan: Mewujudkan Visi Menjadi Aksi.Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Soemardjo, dan Sumardjito. 1996. Aturan Perundangan Bangunan dan Sarana/Prasarana Sekolah. FPTK IKIP Yogyakarta. Valerie A, Leonard L. 1996. The Behavioral Consequences of Service Quality. Journal of Marketing, 60: 31 46