Anda di halaman 1dari 20

WANITA HAMIL DENGAN RIWAYAT DRUG USER

KELOMPOK V

LAPORAN KASUS

Ny. Y, 27 thn, datang ke poliklinik kebidanan untuk memeriksakan kehamilan pertama dengan diantar suaminya. Hari pertama haid terakhir tanggal 7 Juli 2011 . Siklus haid teratur. Oleh bidan dianjurkan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium skrining pada kehamilan, pasien ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai hal ini, karena 5 tahun yang lalu pasien dan suami mempunyai riwayat drug user jenis suntik.

LAPORAN KASUS
Pemeriksaan fisik didapatkan : Keadaan umum baik Tekanan Darah : 110/70 mmHg Nadi : 90 x/menit regular isi cukup Suhu : 36,7C Pernapasan : 24x/menit Mata: konjungtiva tidak pucat, sclera tak ikterik Jantung : BJ I-II murni, gallop (-), murmur (-). Paru : vesikuler, ronkhi -/-, wheezing -/Abdomen : membuncit sesuai kehamilan Ekstremitas : akral hangat, edema ( -).

LAPORAN KASUS

Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil : Darah rutin : Hb 12 g/dl ; Leukosit 4000/l, Hitung jenis : 1/2/4/75/12/6, LED 80 mm/jam. Gula darah sewaktu 92 mg/dl Urinalisa dalam batas normal HbsAg (-) HIV rapid test (+) Pada pemeriksaan selanjutnya didapatkan : Viral load : 10.000 copies/ml CD4 : 420 sel/l

IDENTITAS PASIEN
Nama : Umur : Jenis kelamin : Alamat Pekerjaan : HPHT : Ny. Y 27 tahun Perempuan :07 Juli 2011

Perkiraan persalinan: 14 April 2012 (hari +7, bulan -3, tahun +1 dari HPHT) Perkiraan usia kehamilan: 28 minggu 3 hari

DAFTAR MASALAH

Wanita hamil P1G0A0 dengan usia kehamilan 28 minggu 4 hari. Pasien dan suami memiliki riwayat drug user jenis suntik 5 tahun yang lalu. Pasien memiliki resiko menderita penyakit infeksi menular akibat pemakaian jarum suntik NAPZA resiko terinfeksi virus HIV atau infeksi virus hepatitis B atau C.

HIPOTESIS

HIV Hepatitis B atau C Karena riwayat pemakaian NAPZA jenis jarum suntik , dimana penularan penyakit HIV dan Hepatitis bisa melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian

ANAMNESIS
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG 1. Apakah ada demam, penurunan BB, pembengkakan KGB, diare, batuk , sesak napas, nyeri pada saat menelan & sariawan? 2. Apakah pasien saat ini masih menggunakan drug user jenis suntik (heroin,dll)? 3. Sudah berapa lama menggunakan drug user jenis suntik? 4. Drug user jenis suntik apa yang pasien gunakan? ( heroin,dll) 5. Apakah pasien menggunakan menggunakan drug user jenis lain selain jenis suntik? RIWAYAT PENYAKIT DAHULU 1. Apakah pasien sering terkena infeksi sebelumnya ? 2. Apakah sebelumnya pernah melakukan hubungan seksual selain dengan suami atau sebaliknya? 3. Apakah pasien atau suami pasien pernah berhubungan sex tanpa pelindung dengan PSK? 4. Apakah ketika pasien menggunakan suntikan yang di gunakan adalah suntikan baru atau yang sama berkali-kali? 5. Apakah pasien pernah menggunakan tato, tindik , dan alat non steril? 6. Apakah pasien pernah mendapat transfusi darah sebelumnya? 7. Apakah pasien pernah atau sedang mengidap penyakit infeksi menular seksual?

ANAMNESIS

RIWAYAT KELUARGA 1. Apakah orangtua pasien memiliki riwayat HIV? RIWAYAT PENGOBATAN 1. Apakah pasien pernah menggunakan obat ARV? 2. Apakah suami pasien pernah menggunakan obat ARV? RIWAYAT VAKSINASI 1. Apakah pasien pernah vaksinasi hepatitis B atau C? RIWAYAT KEBIASAAN 1. Apakah pekerjaan pasien? 2. Bagaimana pola hidup dan kebiasaan pasien? 3. Apakah pasien konsumsi alkohol dan merokok?

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum : Baik Tanda vital
Hasil Pemeriksaan Suhu Denyut nadi Irama denyut Tekanan darah Pernafasan 36.7C 90x/menit Teratur 110/70mmHg 24x/menit Nilai Normal 36,5 - 37,2C 60-100 X/menit Teratur (reguler) 120/80 mmHg(optimal) 14-18 x/menit

Pernafasan yang meningkat karena pertumbuhan janin pada rahim yang membesar mendorong diafragma ke atas sehingga terjadi keterbatasan pengembangan paru & merupakan kompensasi untuk mencukupi oksigenisasi ke janin

PEMERIKSAAN FISIK
Status Lokalis
Pemeriksaan Mata Hasil pemeriksaan Konjungtiva anemis. ikterik. Telinga Kepala Hidung Mulut Tenggorokan Leher Cor : BJ I-II murni Gallop (-) Murmur (-) Thorax Pulmo: vesikuler Ronkhi -/- Wheezing -/Tidak ada kelainan Tidak diketahui Tidak diketahui Tidak diketahui Tidak diketahui Tidak diketahui Sklera tidak tidak

Status Obstetrik
Pemeriksaan Pemeriksaan Luar Inspeksi - Mata Konjungtiva tidak anemis. Sklera tidak ikterik. - Dada - Abdomen - Ekstremitas Tinggi Fundus Uteri Palpasi Leopold Auskultasi Tidak diketahui Membuncit sesuai kehamilan Tidak ada Edema Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Hasil Pemeriksaan

Usus

Denyut jantung Janin


Hepar Abdomen Lien Punggung Ekstremitas Tidak diketahui Akral hangat, edema (-) Tidak diketahui

Pemeriksaan Dalam

Tidak dilakukan

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan
Darah rutin : Hb Lekosit

Nilai normal
11,5 g/dL 5000-1000/uL 0-1 1-3 2-6 50-70 20-40 2-8 0-15 mm/jam

Hasil
12 g/dL 4000/uL 1 2 4 75 12 6 80 mm/jam Penyakit infeksi Dugaan penyakit HIV serang limfosit sehingga kadar lmfosit menurun

Hitung jenis : Basofil Eosinofil Batang Segmen Limfosit Monosit


LED

Terjadi infeksi kronis

Gula darah sewaktu


Urinalisa

60-120 mg/dL

92 mg/dL
Dalam batas normal

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan HBsAg

Nilai normal

Hasil (-)

HIV rapid test Viral load

(+) 10.000 copies/mL Terinfeksi HIV tahap 2 karena sudah bisa di deteksi
HIV+

CD4

500-1600 sel/uL

420 sel/uL

PEMERIKSAAN HIV

ELISA Western Blot IFA PCR test (dilakukan secara rutin untuk uji penapisan/screening test)

PATOFISIOLOGI
Fungsi placenta yang menurun HIV menginfeksi makrofag plasenta

Makrofag yang terinfeksi menyekresikan sitokin stimulator HIV

Kerusakan plasenta yang semakin meluas

Janin tertular HIV

DIAGNOSIS

Kehamilan dengan HIV ( Human Immunodeficiency Virus )


Berdasarkan hasil pemeriksaan : Riwayat NAPZA jenis suntik Leukosit menurun Netrofil segmen meningkat Limfosit menurun LED meningkat Rapid test positif Viral load 10.000 copies/ml CD4 menurun

PENATALAKSANAAN
Ante natal Non medikamentosa 1. Berikan dukungan terhadap keluarga 2. Menjaga kerahasiaan keluarga 3. Menjaga asupan nutrisi 4. Menjaga higienitas agar tidak mudah terkena infeksi 5. Hindari trauma berat agar tidak terjadi perdarahan Medikamentosa 1. Zidovudin (i.v.) 200 mg untuk mencegah penularan ke janin 2. Lamivudin 300 mg/hari per oral 1 3. Nevirapin tahap awal 200 mg/hari selama 14 hari selanjutnya 200 mg/2 hari atau 400 mg/hari 2 Peri natal 1. Persalinan sectio Caesar 2. Zidovudin untuk mencegah penularan

PENATALAKSANAAN
Post natal Non medikamentosa 1. Menjaga asupan nutrisi 2. Menjaga higienitas agar tidak mudah terkena infeksi 3. Usahakan suami memakai kondom 4. Beri edukasi bahwa menyusui berisiko menularkan infeksi HIV 5. Screening pada bayi untuk mengetahui apakah tertular HIV Medikamentosa Untuk ibu 1. Zidovudin (i.v.) 200 mg 2. Lamivudin 300 mg/hari per oral 3. Nevirapin 200 mg/2 hari atau 400 mg/hari Untuk bayi 1. Zidovudin sirup selama 6 minggu 2. Imunisasi rutin

PROGNOSIS

Ad vitam : dubia ad bonam Ad fungtionam : dubia ad bonam Ad sanationam : ad malam

TERIMAKASIH
03008065 03008095 03009005 03009015 03009025 03009035 03009045 03009055 03009065 03009075 03009085 03009095 03009105 Carissa Rhea V. Pratiwi Evelyn V.P Snak A gustina Marielsa Magung Andravina Pranathania Anna Kautsaria Putri Ayu Paramitha Bayu Permana Claudia Marisca Deslia Chaerani Dudi Novri Wijaya Febriani Muldiati Fitriend Syahputri Hafizah Wijaya