Anda di halaman 1dari 6

KUIS MANAJEMEN INDUSTRI

Pemecahan Masalah Manajemen Industri pada ruang lingkup perusahaan

kurangnya kerja sama yang baik antara atasan dan bawahannya

Disusun oleh: Mochamad Rijal Umam (08.2010.1.01466)

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA SURABAYA 2013

KATA PENGANTAR

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Dengan mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya, saya telah berhasil menyusun makalah yang diberikan oleh dosen mata kuliah Manajemen Industri dengan judul makalah Penyelesaian permasalahan pada ruang lingkup perusahaan dengan tema kurangnya kerja sama yang baik antara atasan dan bawahannya. Makalah ini untuk menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan melalui penelitian dan pemahaman dengan berbagai permasalahan yang ada, pembahasan, dan analisa yang telah ditulis dengan bahasa yang mudah untuk dimengerti bagi siapa saja yang ingin membaca dan memahaminya. Sehingga menjadi pembelajaran yang terus berkembang dalam hal

kemampuan,analisis dan pemahaman di lingkungan pekerjaan. Saya menyadari makalah ini jauh dari kesempurnaan, sehingga saya mengharapkan, kritik dan saran positif yang kiranya dapat membantu dalam penyempurnaan makalah berikutnya.

Akhir kata saya ucapkan terimakasih, Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Surabaya, 28 April 2013

Penulis

Permasalahan
Semua orang yang pernah menjadi karyawan di suatu perusahaan pasti setuju bahwa tak ada pekerjaan yang mulus tanpa masalah. Semua bidang pekerjaan pasti pernah mengalami berbagai macam problematika yang menghadang. Masalah yang ada pada pekerjaan saya adalah kurangnya kerja sama dan komunikasi yang baik antara atasan dan bawahannya,hal ini mungkin disebabkan karna system manajemen yang ada di perusahaan tempat saya bekerja kurang begitu baik karna memang perusahaan tempat saya bekerja bukan perusahaan besar melainkan perusahaan milik pribadi jadi semua aturan dan keputusan langsung diambil oleh atasan tanpa mendengar pendapat-pendapat dari bawahan dan juga sering kali pekerjaan yang saya lakukan tidak sesuai dengan job disk pekerjaan saya dan sebagai bawahan saya hanya bisa pasrah menerima kondisi ini karena takut dianggap tidak mau kerja atau lain-lainnya. Pada saat seperti itu keinginan untuk kabur dari lingkungan yang tak menyenangkan pasti ada dan biasanya yang dilakukan adalah resign (mengundurkan diri) dan mencari pekerjaan baru alias pindah kantor.Namun resign tidak selalu jadi jalan keluar yang paling tepat untuk semua masalah di lingkungan pekerjaan.karena tidak ada jaminan di tempat yang baru akan lebih baik. Bahkan bisa jadi malah lebih buruk dari suasana kantor yang sebelumnya.

Penyelesaian (Solusi)
Kenapa hal seperti ini bisa terjadi? Ini karena kita punya kecenderungan menghindari masalah. Kita tidak memiliki kesabaran untuk menghadapi kesulitan. Bukannya menyelesaikan, kita malah melarikan diri untuk mencari ketentraman yang semu. Kita lupa bahwa seringkali kesulitan itu sebenarnya adalah anugerah yang diberikan Tuhan agar kita dapat berpikir, dan menganalisa masalahnya secara mendalam. Didalam hubungan komunikasi di suatu lingkungan kerja atau perusahaan konflik antar individu akan sering terjadi. Konflik yang sering terjadi biasanya adalah karena masalah komunikasi yang kurang baik. Sehingga cara mengatasi konflik dalam perusahaan harus benar-benar dipahami management inti dari perusahaan, untuk meminimalisir dampak yang timbul.

Permasalahan atau konflik yang terjadi antara karyawan atau karyawan dengan atasan yang terjadi karena masalah komunikasi harus di antisipasi dengan baik dan dengan system yang terstruktur. Karena jika masalah komunikasi antara atasan dan bawahan terjadi bisa-bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya mogok kerja, bahkan demo. Sehingga untuk mensiasati masalah ini bisa dilakukan dengan berbagai cara. 1. Manajemen untuk karyawan Jika ingin pekerjaan dilakukan dengan benar, manajemen harus berkomunikasi dengan jelas dan efektif untuk karyawan tentang pekerjaan sebagai parameter. Namun, deskripsi yang terdengar jelas dan efektif untuk telinga seorang manajer mungkin tampil sebagai membingungkan untuk karyawan. Untuk mengatasi masalah ini, manajer harus meminta umpan balik mengenai komunikasi mereka dari karyawan. Mendorong karyawan untuk datang ke kantor manajemen setiap kali mereka memiliki pertanyaan tentang pekerjaan. Jenis pintu terbuka komunikasi antara manajer dan karyawan dapat menciptakan budaya kerja yang positif. Menurut Pengusaha, manajer yang berkomunikasi dengan karyawan tentang isu-isu perusahaan dapat membuat lingkungan kerja yang di mana semua orang merasa mereka sedang diperlakukan dengan adil. 2. Karyawan untuk manajemen Manajemen kurang kemungkinan untuk membuat keputusan yang baik tanpa karyawan umpan balik. Karena karyawan berurusan dengan pelanggan, menggunakan perusahaan teknologi dan mengikuti kebijakan tempat kerja setiap hari, mereka lebih cenderung memiliki baik wawasan bagaimana unsur-unsur ini bekerja. Karyawan juga harus berkomunikasi manajemen ketika masalah muncul sehingga semua orang menyadari masalah, dan dapat bekerja untuk menyelesaikannya. Namun, itu adalah tanggung jawab manajemen untuk memelihara lingkungan di mana komunikasi terbuka antara manajemen dan karyawan dianjurkan. Dalam lingkungan ini transparan, karyawan mungkin merasa lebih dihargai dan lebih termotivasi karena suara mereka didengar. 3. Membentuk suatu system informasi yang terstruktur, agar tidak terjadi kesalahan dalam komunikasi. Misalnya, dengan membuat papan pengumungan

4. Buat komunikasi dua arah antara atasan dan bawahan menjadi lancar dan harmonis, misalnya dengan membuat rapat rutin, karena dengan komunikasi yang dua arah dan intens akan mengurangi masalah di lapangan 5. Beri pelatihan dalam hal komunikasi kepada atasan dan karyawan, pelatihan akan memberikan pengetahuan dan ilmu baru bagi setiap individu dalam organisasi dan meminimalkan masalah dalam hal komunikasi Seperti pernah dikatakan Albert Einstein, The significant problem cannot be solved at the same level of thinking we were at when we create them.. Masalah-masalah penting yang kita hadapi tidaklah dapat diselesaikan dengan tingkat berpikir yang sama ketika kita menciptakan masalah tersebut. Jadi, kalau kita mempunyai masalah, dan kemudian mampu menyelesaikannya dengan baik, kemampuan kita sekarang pastilah sudah meningkat secara signifikan. Coba bayangkan pada saat Kita dulu duduk di Sekolah Dasar. Sewaktu di kelas 6 kita harus menghadapi masalah terlebih dahulu untuk diselesaikan. kita menyebutnya ujian. Nah, begitu kita lulus ujian ini kita boleh masuk SMP. Jadi kemampuan kita sekarang sudah bertambah. Kita naik tingkat bukan karena diberi hadiah oleh guru tapi karena Kita sudah mampu menyelesaikan suatu masalah. kalau kita berpikir demikian, kita akan sadar bahwa perkembangan diri kita ditentukan oleh seberapa banyak masalah yang kita selesaikan dalam hidup ini. Bahkan kualitas hidup kita bukanlah ditentukan oleh seberapa lamanya kita hidup, tetapi oleh seberapa banyak masalah yang dapat kita selesaikan dengan baik. Masalah kalau demikian bukanlah bencana. Ia adalah anugerah terselubung yang diberikan Tuhan untuk membuat kita tumbuh dan dewasa. Jadi, bersahabatlah dengan masalah. Dekatilah masalah dengan penuh kesabaran, dengan suatu keinginan untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari masalah tersebut. Seorang pencinta spiritual, Krisnamurti, pernah mengatakan, If we can really understand the problem, the answer will come out of it because the answer is not separate from the problem. Kalau kita benar-benar memahami permasalahannya, jawaban terhadap permasalahan tersebut akan kita dapatkan dari sana sebab jawabannya sebenarnya tidak pernah terpisah dari masalah itu sendiri.

KESIMPULAN
kesulitan itu sebenarnya adalah anugerah yang diberikan Tuhan agar kita dapat berpikir, dan menganalisa masalahnya secara mendalam. Jika ada pepatah yang bilang bahwa pengalaman adalah guru yang paling baik untuk perkara umum, maka permasalahan adalah guru yang paling baik untuk mendewasakan diri kita. Siapa yang hidup tanpa masalah? saya yakin tidak ada yang bebas dari masalah, namun dengan banyaknya masalah yang kita hadapi akan menjadikan kita lebih dewasa dan lebih tenang dalam menghadapi masalah sejenis di masa yang akan datang. Sekarang, hal yang terpenting yakni kita harus membiasakan diri melakukan langkah-langkah penyelesaian masalah sehubungan dengan karir kita dengan lebih terorganisir dan fokus pada tujuan akhir.