Anda di halaman 1dari 20

1. Pengartian A. Menurut Asidi dipodjojo (Komunikasi Lisan 1982:59) Debat adala proses komunikasi lisan !an" din!

atakan den"an ba asa untuk

memperta ankan pendapat. #etiap pi ak !an" berdebat akan men!atakan ar"umen$ memberikan alasan den"an %ara tertentu a"ar pi ak la&an berdebat atau pi ak lain !an" menden"arkan perdebatan itu menjadi !akin dan berpi ak padan!a. '. Menurut ( K''(. 2))2: 2*2) Debat adala pemba asan atau pertukaran pendapat men"enai suatu al den"an salin" memberi alasan untuk memperta ankan pendapat masin"+masin". ,. Menurut -. #ukadi Debat pada akekatn!a salin" adu ar"umentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia$ den"an tujuan men%apai kemenan"an. D. Menurut .endri -untur /ari"an (0etorika 199):12)) Debat pada akekatn!a adala salin" adu ar"umentasi antar pribadi atau antar

kelompok manusia$ den"an tujuan men%apai kemenan"an satu pi ak. A. 1en"ertian debat dalam &&&2&ikimedia.3oundation.or"2 Debat adala perbedaan 2. Unsur-Unsur Debat 1ada &&&2&ikimedia.3oundation.or"2 di temukan beberapa unsur dalam debat !aitu: a topik debat disebut mosi (motion) b tim A3irmati3 (!an" setuju ter adap mosi) serin" disebut ju"a 1emerinta (Government)$ ke"iatan adu ar"umentasi antara dua pi ak atau lebi $ baik se%ara

peroran"an maupun kelompok$ dalam mendiskusikan dan memutuskan masala dan

% tim 4e"ati3 (!an" menentan" mosi) disebut 5posisi (Opposition) d pembi%ara pertama dipan""il seba"ai 1erdana Menteri (Prime Minister)$ dan seba"ain!a e pemimpin2&asit debat (chairperson) dipan""il Speaker of The House 3 penonton2juri dipan""il Members of the House (#idan" De&an !an" /er ormat) 3. Macam-Macam Debat r berdebat men"or"anisasikan pemun""utan suara untuk menentukan pemenan". Dalam debat tertutup setiap an""ota an!a berbi%ara satu kali. 5le karena itu pembi%ara arus men!iapkan diri dan men!usun jalan pikirann!a se%ara %ermat dan teliti. .arus padat dan berisi dalam &aktu !an" sin"kat. #ebalikn!a dalam debat terbuka$ oran" dapat berbi%ara lebi men"utarakan kata penutup. 1) Debat Amerika Dalam debat amerika dua re"u ber adapan$ tetapi masin"+masin" re"u men!iapkan tema melalui pen"umpulan ba an se%ara teliti. Dan pen!usunan ar"umentasi !an" %ermat. 1ara an""ota kelompok debat ini adala oran"+oran" !an" terlati dalam seni berbi%ara. Mereka berdebat di depan sekelompok juri dan publikum. Debat dimulai$ apabila sala seoran" an""ota re"u membuka pembi%araan dari satu kali sesuda semua berbi%ara$ kedua pembi%ara pertama dari masin" 6masin" kelompok

den"an membuka tesis dan di ja&ab ole pembi%ara pertama dari re"u !an" kedua. 1roses selanjutn!a berlan"sun" apabila setiap an""ota re"u berbi%ara dalam urutan !an" ber"antian den"an an""ota re"u !an" lainn!a. #emua an""ota dari kedua re"u mendapat kesempatan untuk berbi%ara. #etipa pembi%ara arus men!ampaikan pandan"ann!a men"enai tema dan tesis !an" diperdebatkan.

A.

Ma%am+ma%am

debat

!an"

!an"

ditemukan

dari

sumber . ttp:22id.&ikipedia.or"2&iki2Debat !aitu: 1). Debat kompetiti3 adala debat dalam bentuk permainan !an" biasa dilakukan di tin"kat sekola dan uni7ersitas. Dalam al ini$ debat dilakukan seba"ai pertandin"an den"an aturan (83ormat9) !an" jelas dan ketat antara dua pi ak !an" masin"+masin" mendukun" dan menentan" sebua pern!ataan. Debat disaksikan ole satu atau beberapa debat. oran" juri !an" ditunjuk untuk menentukan pemenan" dari sebua 1emenan" dari debat kompetiti3 adala pen"eta uan dan kemampuan debat !an" lebi baik. 2). Debat perlementer Debat parlementer diba"i menjadi ti"a !aitu: a. Debat perlementer Australia (Australian 1arliamentar!) -a!a debat ini di"unakan di Australia$ namun pen"aru n!a men!ebar in""a ke kompetisi+kompetisi !an" diselen""arakan di Asia$ se in""a ak irn!a disebut seba"ai 3ormat Australasian 1arliamentar!. Dalam 3ormat ini$ dua tim beran""otakan masin"+masin" ti"a oran" ber adapan dalam satu debat$ satu tim me&akili 1emerinta (Government) dan satu tim me&akili 5posisi (Opposition)$ den"an urutan seba"ai berikut: (1). 1embi%ara pertama pi ak 1emerinta 6 : menit (2). 1embi%ara pertama pi ak 5posisi 6 : menit (;). 1embi%ara kedua pi ak 1emerinta 6 : menit (*). 1embi%ara kedua pi ak 5posisi 6 : menit (5). 1embi%ara keti"a pi ak 1emerinta 6 : menit (<). 1embi%ara keti"a pi ak 5posisi 6 : menit

tim !an" ber asil menunjukkan

(:). 1idato penutup pi ak 5posisi 6 5 menit (8). 1idato penutup pi ak 1emerinta 6 5 menit 1idato penutup (Reply speech) menjadi %iri dari 3ormat ini. 1idato penutup diba&akan ole pembi%ara pertama atau kedua dari masin"+masin" tim (tidak bole pembi%ara keti"a). 1idato penutup dimulai ole 5posisi terlebi da ulu$ baru 1emerinta . Mosi dalam 3ormat ini diberikan dalam bentuk pern!ataan !an" arus

didukun" ole pi ak 1emerinta dan ditentan" ole 1i ak 5posisi$ %onto : (This House believes) That globali ation marginali es the poor! (#idan" De&an per%a!a) "ah#a "lobalisasi memin""irkan mas!arakat miskin. Mosi tersebut dapat dide3inisikan ole pi ak 1emerinta dalam batasan+ dilakukan

batasan tertentu den"an tujuan untuk memper$elas debat !an" akan dilakukan. Ada aturan+aturan !an" %ukup jelas dalam al apa !an" bole seba"ai ba"ian dari de3inisi dan apa !an" tidak bole dilakukan. /idak ada interupsi dalam 3ormat ini. =uri (a%$u%icator) dalam 3ormat Australs terdiri atas satu oran" atau satu panel berjumla "anjil. Dalam panel$ setiap juri memberikan voting+n!a tanpa melalui mus!a&ara . Den"an demikian$ keputusan panel dapat bersi3at unanimous ataupun split %ecision. Di (ndonesia$ 3ormat ini termasuk !an" pertama kali dikenal se in""a %ukup populer terutama di kalan"an uni7ersitas. Kompetisi debat di (ndonesia !an" men""unakan 3ormat ini adala &ava Overlan% 'arsities (nglish )ebate (=5>?D) dan *n%onesian 'arsity (nglish )ebate ((>?D). b. Debat perlementer (n""ris ('ritis 1arliamentar!) -a!a debat parlementer ini ban!ak dipakai di (n""ris namun ju"a populer di ban!ak ne"ara. Dalam 3ormat ini$ empat tim beran""otakan masin"+masin"

dua oran" bertarun" dalam satu debat$ dua tim me&akili 1emerinta (Government) dan dua lainn!a 5posisi (Opposition)$ den"an susunan seba"ai berikut: (1). Opening Government: a) b) Prime Minister Deputy Prime Minister (2). Closing Government a) b) Member of the Government Government hip (!). Opening Opposition a) b) "ea#er of the Opposition Deputy "ea#er of the Opposition ($). Closing Opposition a) b) Member of the Opposition Opposition hip

@rutan berbi%ara adala seba"ai berikut: (1). 1rime Minister 6 : menit (2). Leader o3 t e 5pposition 6 : menit (;). Deput! 1rome Minister 6 : menit (*). Deput! Leader o3 t e 5pposition 6 : menit (5). Member o3 t e -o7ernment 6 : menit (<). Member o3 t e 5pposition 6 : menit (:). -o7ernment A ip 6 : menit

(8). 5pposition A ip 6 : menit %. Debat perlementer Amerika Debat parlementer Amerika #erikat diikuti ole dua tim untuk setiap debatn!a den"an susunan seba"ai berikut: (1). -o7ernment a) 1rime Minister (1M) b) Member o3 t e -o7ernment (M-) (2). 5pposition a) Leader o3 t e 5pposition (L5) b) Member o3 t e 5pposition (M5) d. Debat parlementer Asia (Asian 1arliamentar!) Debat ini dikemban"kan dari 3ormat Austlals perbedaann!a den"an 3ormat Australs adala adan!a interupsi (point o3 in3ormation) !an" bole diajukan antara menit pertama dan menit ke emam ( an!a untuk pidato utama tidak pada pidato penutup) ;). Debat 1roposal Dalam "a!a Debat 1roposal (Policy )ebate)$ dua tim menjadi pen"anjur dan penentan" sebua ren%ana !an" ber ubun"an den"an topik debat !an" diberikan. /opik !an" diberikan umumn!a men"enai peruba an kebijakan !an" diin"inkan dari pemerinta . Kedua tim biasan!a memainkan peran A3irmati3 (mendukun" proposal) dan 4e"ati3 (menentan" proposal). 1ada praktekn!a$ keban!akan a%ara debat tipe ini an!a memiliki satu topik !an" sama !an" berlaku selama seta un penu atau selama jan"ka &aktu lainn!a !an" suda ditetapkan. 'ila dibandin"kan den"an debat parlementer$ debat proposal lebi men"andalkan pada asil riset atas 3akta+3akta pendukun" (evi%ence). Debat ini

ju"a memiliki persepsi !an" lebi

luas men"enai ar"umen. Misaln!a$ sebua

proposal alternati3 (%ounterplan) !an" membuat proposal utama menjadi tidak diperlukan dapat menjadi sebua ar"umen dalam debat ini. Aalaupun retorika ju"a pentin dan ikut mempen"aru i nilai setiap pembi%ara$ pemenan" tiap babak umumn!a didasari atas siapa !an" tela 8memenan"kan9 ar"umen sesuai den"an 3akta pendukun" dan lo"ika !an" diberikan. #eba"ai konsekuensin!a$ juri kadan"+ kadan" membutu kan &aktu !an" lama untuk men"ambil keputusan karena semua 3akta pendukun" arus diperiksa terlebi da ulu *). Debat Lin%oln+Dou"las 4ama "a!a debat ini diambil dari debat+debat terkenal !an" perna dilakukan di #enat Amerika #erikat antara kedua kandidat Lin%oln dan Dou"las. #etiap debat "a!a ini diikuti ole dua pedebat !an" bertarun" satu sama lain. Ar"umen dalam debat ini terpusat pada 3iloso3i dan nilai+nilai abstrak$ se in""a serin" disebut seba"ai debat nilai (value %ebate). Debat LD kuran" menekankan pada 3akta pendukun" (evi%ence) dan lebi men"utamakan lo"ika dan penjelasan. Di (ndonesia$ 3ormat debat ini belum populer dan belum ada kompetisi re"uler 4. Taktik-Taktik Debat A. Dalam buku /atik 'erdebat (19:): 1:+91) 1.) Menolak ar"umentasi la&an se%ara lan"sun" a. Mana 3aktann!aB9 Metode o3ensi3 ini men!an"kal den"a serta merta 3akta !an" dikemukakan den"an pi ak la&an. Dikatakan$ ba &a apa !an" merupakan dasar pendapatn!a itu tidak tepat$ berbeda den"an apa !an" sesun""u n!a terjadi$ lain dari pada situasi !an" sebenarn!a. ,ara ini san"at amat seder ana tetapi men!ebabkan sila&an muda ke ilan"an akal atau sekuran"+kuran"n!a tak sempat men"emukakan pokok pikirann!a$ karena kadan"+kadan" bukti sulit didapat tidak tersedia$ tidak bijaksana untuk diumumkan.

/aktik ini sebaikn!a diper"unakan dalam kesempatan+kesempatan seperti antara lain : (1). dalam pen"adilan k ususn!a para pembela bila mana la&an (2). men"emukakan se%ara kebetulan$ tanpa persiapan (;). untuk menolak permintaan !an" belum mau dikabulkan (*). seba"ai pembelaan diri untuk melema kan seran"an la&an b. 8sebabn!a bukan ituC9 Dalam taktik ini pi ak la&an diperlema pemikirann!a me!akinkan %. 8Apala"iC9 dan 8#ebalikn!aC9 Debat den"an men""unakan siasat apala"i dapat diper"unakan untuk mela&an pendapat atau ar"umen !an" kuran" didasarkan atas pen"alaman atau 3akta se in""a muda di"o!a kan. 2.) Menolak ar"umentasi la&an se%ara tidak lan"sun". a. -unakan pisau analisaC /aktik debat jenis ini !akni men!eran" la&an den"an menarikn!a dari pokok persoalan !an" lebi mendetail dan tidak dikuasain!a se in""a membin""un"kann!a. /aktik ini ju"a dapat di"uankan untuk membelokkan materi sebelumn!a kedalam materi !an" kita kuasai b. 'andin"kanla den"an al !an" sejajar. Maksud dari metode ini adala menolak atau men!eran" pendapat la&an$ kesimpulan atau penilaiann!a den"an memper atikan tepat. al !an" serupa men"akibatkan pandan"an atau kesimpulan !an" berlainan dan itula !an" se in""a pendapatn!a tidak den"an menolak dasar beralasan atau kuran"

%. 'ersikapla konsek&en Maksud dari metode ini memata kan tuntutan la&an$ !an" in"in diterapkan kepada lain$ karena dia sendiri bertindak sebalikn!a atau tidak mau melaksanakann!a sendiri. Metode ini menelanjan"i akal li%ik la&an itu den"an membeberkan perbuatan!a !an" tidak sesuai den"an tuntutann!a itu. La&an !an" berperasaan itu akan malu dan men" entikan tuntutann!a itu a"ar ra asia pribadi atau kelompok tidak terbuka terus dimuka umum dan keper%a!aan sama sekali. d. 'er%erminla pada dirimuC Maksud metode ini membuat la&an menjadi malu karena kita menunjukan kembali %atatan!a sendiri !an" sama$ serupa ataupun lebi beratn!a. Den"an demikian la&an akan mundur atau tutup mulut$ sebab men!adari$ ba &a dirin!a ju"a memiliki %atatan !an" serupa. e. 'a"aimanaka kalau semua berbuat demikianB Maksud metode ini untuk menolak atau mela&an pendapat la&an !an" jika berlaku se%ara umum akan memba&a akibat !an" tidak dapat diterima. 1enolakan ini bukan karena "a"asan itu sendiri adala buruk tetapi penerapan!a !an" umum akan menimbulkan al+ al !an" arus ditolak. 3. /amba ini$ tamba itu stopC Maksud metode ini menolak usul la&an !an" diupandan" sendiri+sendiri$ terpisa dari al+ al lainn!a masuk akal Menolak usul atau "a"asan la&an !an" membebankan kita den"an men" ubun"kan den"an al+ al lain !an" a"ak sama. 4amun jika tidak sesuai arus ditolak ;.) Men""unakan ar"umentasi la&an sediri a. Melebi +lebi kan Dari "a"asan la&an !an" lo"is ditarik kosek&ensi !an" berlebi +lebi an$ se in""a !an" diu%apakan itu menimbulkan kesan !an" ane $ tidak masuk

akal. Kensek&ensi !an" berlebi an ini membuat dasarn!a !aitu "a"asan maksud u%apan la&an menjadi lema la&an dijatu kan den"an "a"asann!a sendiri. un"kapan !an" berlebi an akan menimbulkan al !an" ane atau tidak masuk akal. Maksud dari metode ini adala kita arus ta u pendapat la&an itu berlebi an atau tidak$ jika berlebi an kita tarik koseko&ensi !an" berlebi an se in""a menimbulkan kesimpulan !an" tidak maksud akal. ,onto n!a: Kepala #MA : (bu /uti &ali kelas ;A arap menja"a sopan santun dan disiplin murit kelas ituC (bu /uti : Apa sa!a arus menjadi pen"asu anak+anak$ !an" setiap ari memeriksa rambut$ kuku$ dllB Mereka %ukup de&asa duduk di #MA. Kepala #MA : Maksud sa!a$ a"ar per"aulan muda+mudi sopan dan ta u batas. (bu /uti : 5 $ kalau be"itu sa!a arus mendidik mereka seperti ruma no7isiat atau seminari b. Men"uba u%apan la&an sedikit Men!eran" den"an %ara men"uba u%apan la&an$ tetapi peruba an itu arti u%apan bisa den"an

jan"an terlalu men%olok$ sebab bisa den"an muda ditolak. 'uatla la&an tidak men!adari peruba an itu. Men"uba ,onto n!a: A : 1ada prinsipn!a sa!a setuju$ ba &a pen" ianatan ter adap sumpa prajurit arus di ukum$ tetapi %ara pelaksanaann!a sa!a tidak setujuC ' : =adi #dr. in"in$ pen" ianat+pen" ianat itu dibebaskanB (tu memperluas arti$ memperkasar u%apan la&an$ membelokan maksud.

bertentan"an den"an keadilan. A : (tu tidak sa!a katakanC #dr. men"aran" dan men"uba arti kata+kata sa!aC ' : /idakC /etapi itu !an" #dr. maksudkan. *.) Menujuk pada se"i atau sudut lain dari pendapat atau ar"umen la&an a. /idak ada "adin" !an" tak retak #e"ala sesuatu itu tidak ada !an" sempurna ada kelebi an dan kelema ann!a$ taktik ini di"unakan untuk ar"umen !an" berat sebela . @an"kapakan ju"a al buruk !an" menjadi kelema an ar"umen la&an. b. 'erdialektika Maksud taktik ini untuk melema kan "a"asan atau tidakan la&an den"an men"emukakan pandan"an "a"asan !an" bertentan"an meskipun den"an keduan!a terdapat se"i+se"i kebenaran. /atik ini biasan!a di"unakan untuk memaksa la&an tidak bersite"an" memperta ankan$ ba &a pendapat atau ar"umenn!a adala suatu kompromi. 5.) Men"ali kan pokok pembi%araan kepada al+ al lain a. Melarikan diri pada al+ al umum Maksud dari metode ini men"ali kan per atian dari persoalan la&an !an" k usus pada persoalan !an" lebi la&an itu se in""a tidak men%apai umum$ !an" tidak dimaksudkan ole asil seperti !an" di arapkan la&an$ satu+satun!a !an" benar. La&an dipaksa untuk mempertimban"kan pendapat atau "a"asan pi ak lainn!a se in""a terjadila

karena kedua bela pi ak bertitik tolak pada dua dasar !an" berbeda. ,ara men"ala kan la&an$ tunjukkan den"an te"as ba &a dia men"ali kan atau melarikan diri pada al+ al umum dan tidak 8to t e point9C setiap kali oran"

itu in"in melarikan diri tema se"era pula kita perin"atkan la"i jan"an beri kesempatan kepada la&an. b. 8jikalau9 dan 8akan tetapi9 Maksud dari metode ini adala menolak se%ara tak lan"sun" pendapat atau usul la&an den"an men"emukakan kemun"kinan+kemun"kinan !an" tidak diin"inkan atau sekuran"+kuran"n!a melema kan se"i baik dari pada pendapat atau usul la&an itu. #e in""a la&an mulai terpelosok ole taktik ini dan terpen"aru ole kemun"kinan+kemun"kinan !an" dikemukakan pi ak lain se in""a den"an muda di"o!a kan. %. #ala tarikC Metode sala tarik merurapakan penarikan kesimpulan !an" seola +ola karena menjadikan suatu !an"

tampak benar tetapi sesun""u n!a sala

k usus menjadi dasar ukum !an" seakan+akan berlaku umum. d. Men%ap Maksud dari metode ini men!eran" ar"umen la&an den"an men%ap pandan"an atau pribadi dari pada si la&an itu seba"ai pen"anut aliran$ "olon"an$ ideolo"i$ !an" buruk dimata mas!arakat. Den"an %ara be"itu$ la&an dipaksa untuk membela diri dan di indari untuk men!eran"$ karena %ap !an" diberikan padan!a dapat berba a!a sekali ba"i dirin!a lebi +lebi dalam debat politis atau ideolo"is. e. Mensetir Men!eran" ar"umen la&an den"an men"utip atau mensetir u%apan+u%apan atau pandan"an a li+a li !an" tern!ata bebeda den"an pendapat dan ar"umenn!a. 1endapat oran"+oran" terkemuka lebi pendapat seoran" a li. 3. Main tersin""un" dapat diper%a!ai seba"ai sesuatu !an" benar se in""a oran" malu atau se"an mela&an

Maksud dari metode ini adala men!in""un" la&an se%ara tak lan"sun" melalui 9sindiran9$ !an" dimaksudkan untuk meman%in"n!a. Kelau la&an terpan%in"$ maka ter%apaila sun""u +sun""u maksud. /aktik ini ber asil kalau la&an diba&a ke al !an" meru"ikann!a. tersin"un" dan menan""api u%apan la&ann!a lalu

bereaksi emosionil$ se in""a muda

/etapi jika la&an tidak mela!ani 8sindiran9 pata la taktik ini. <.) Men" indari pokok+pokok pembi%araan a. Menolak temaC /ema !an" dikemukakan la&an ditolak atau di indari. 1enolakan tema itu berdasrkan alasan: (1). tema tidak ber"una didebatkan sekaran"$ an!a akan membuan"+buan" &aktu saja. (2). tema itu melema kan posisi kita$ karena misaln!a belum siap$ belum mempelajarin!a$ meru"ikan kelompok atau pribadi kita. b. Men!eran" dari belakan" Ar"umen la&an tidak diseran" lan"sun" namun dipukul dari belakan". Dapat dilakukan den"an %ara men"emukakan dasar sejara !an" melatar belakan"i ar"umen la&an itu$ men"analisa latar belakan" psikolo"is la&an itu sendiri. Kita dapat mela&an oran" !an" men""unakan taktik ini den"an %ara men!eran" kembali la&an den"an taktik !an" sama. %. Melantur Melantur maksudn!a berbi%ara ilir+mudik tanpa isi dan tujuan tertentu$ sitir sana sitir sini$ u%apan+u%apann!a tidak ber ubun"an tidak ber ubun"an satu sama lainn!a (n"a&ur). /aktik n"a&ur dapat di entikan den"an %ara: (1). men" entikan bualan si pembi%ara dan menan!akan apa maksudn!a$ jan"an membiarkan dia berbi%ara ilir mudik.

(2). kita menunjukan ba a&a la&aan an!a omon"koson" (;). ali kan kembali kepada tema. d. ,aran!a ditolak /aktik ini tidak menolak isi pendapat la&an$ tetapi menolak %aran!a saat men"emukakan pendapat. /aktik ini serin" di"unakan ole kaum &anita dan oran"+oran" !an" berkedudukkan tin""i. Maksud metode ini adala den"an menolak %ara seran"an la&an berusa a men" indari perdebatan tentan" isi pendapat la&an itu sendiri :.) Men!eran" den"an semu a. Men"ambil ati Men"ambil ati supa!a ak irn!a melepaskan ar"umen atau pendapatn!a dan menerima pendapat kita. Maksud metode ini adala memba&a la&an kepada suatu keadaan$ !an" membuat dirinn!a serba sala pili pili ini sala $ pili itu sala . Dalam keadaan bin"un" ini$ la&an dapat dikala kan dan diseran" ar"umenn!a. b. Dilema semu Membuat la&an kepada suatu keadaan !an" membuat dirin!a serba sala pili . Dalam keadaan bin"un" ini la&an dapat dikala kan dan diseran" ar"umen+ar"umenn!a. A. Menurut Dori Au&ur .endrikus (199):1;2+1*1) 1) /atik a3armasi /ermasuk dalam taktik a3armasi adala : a. /aktik9!a9 1ern!ataan arus dirumuskan sedemiakian rupa a"ar la&an menja&ab 8!a9$ dan pela an+la an menuntutn!a menuntutn!a kepada kesimpulan ak ir !an" jelas atau men"ejutkan$ !an" arus diterima tanpa s!arat. b. /aktik men"ulan"

1embi%ara men!ampaikan pikiran dan iden!a se%ara terus menerus dn"an %ara dan rumusan !an" berbeda dan menarik. Dan" perlu diper atikan adala la&an bi%ara menaru per atian kepada ide !an" diajukan. %. /aktik su"esti /aktik ini bermaksud mempermuda la&an bi%ara untuk men!etujui pikiran$ ajuran dan asil pertimban"an. d. /aktik kebersamaan Apabila men" adapi kesulitan dalam diskusi$ serin" satu ini dapat membantu keluar dari jalan buntu. e. /aktik kompromi @ntuk men%apai keseimban"an rasional dalam situasi !an" sulit. E. #% le"er men"atakan: perbedaan pendapat justru memperkuat kesepakatan !an" murni. 3. /aktik konsensus /aktik ini menampilkan di depan mata penden"ar ran"kuman pendapat kita !an" suda disetujui dan men"erakan ati mereka untuk menuruti pendapat kita$ men!etujui perjanjian !an" dibuat$ menerima anjuran atau membeli asil pruduksi. 2) /aktik de3ensi3 a. /aktik men"elak Dapat terjadi ba &a pikiran atau pendapat pembi%ara dira"ukan. 1embi%ara mendapat kesulitan untuk menjelaskan posisin!a. Dalam kesempitan dan kesulitan seprti ini$ pembi%ara men!ebutkan kutipan atau u%apan seoran" a li se in""a la&an bi%ara dapat dikon3rontasikan lan"sun" den"an pendapat a li tersebut. imbauan untuk al !an" diulan" men"andun" ide !an" positi3 dan benar. ,ara ini dapat membuat

menumbu kan rasa kebersamaan$ atas sukses !an" dirai bersama sampai saat

b. /aktik 8!aF.tetapi9 Menurut taktik ini$ kita men" ar"ai dan men!etujui pendapat la&an bi%ara$ tetapi aplikasin!a disesuaikan den"an pendapat kita. (ni adala satu %ara untuk men!impan" se%ara alus dari titik tolak la&an bi%ara. %. /aktik men"an"kat @ntuk memperole persetujuan peserta atas pendapat kita$ kita men"ankat dan men" ormati pendapat !an" berbeda dari la&an bi%ara. Den"an iti dia dapat lebi baik belajar men" ar"ai pendapat kita. d. /aktik berterima kasi 5ran" datan" kepada kita den"an ban!ak kesulitan !an" membebani. Kita men"u%apkan terima kasi emosional e. /aktik merelati7asi /aktik ini menempatkan keberatan la&an bi%ara kedalam konteks dan relasi$ se in""a den"an itu pendapatn!a menjadi relati3 ( sambil ber ati+ ati ba &a sebalikn!a pendapatn!a sendiri dapat direlati7asi) 3. /aktik men"uraikan Apabila la&an bi%ara men!ampaikan seon""ok keberatan$ kesulitan dan kritikan$ maka kita menuraikan dan men"analisis semua beberan itu satu prsatu se%ara teliti$ sambil menunjukkan titik+titik lema n!a. ". /aktik membiarkan /aktik ini membiarkan la&an bi%ara men!ampaikan maksud dan pikiran$ sementara kita menden"arkan den"an penu per atian$ tanpa memberikan reaksi. Dan" pentin" iala tidak men" alan"i pembi%araann!a$ ke%uali ada kepadan!a atas in3ormasi itu$ meskipun tidak men!enan"kan kita$ tetapi justru den"an mrka dibebaskan dari teknan

pertan!aan.sesuda selesai$ kita menjelaskan sambil memberikan tan""apan !an" bertentan"an dan"an pendapatn!a. ;) /aktik o3ensi3 a. /aktik antisipasi #ementara la&an bi%ara men!ampaikan pendapat$ kita suda men"antisi3asi kelema ann!a. #esuda itu kita lan"sun" menjatu kan pendapatn!a den"an men"emukakan ar"umentasi kontra. b. /aktik men""etkan La&an bi%ara menentan" den"an satu pertan!aan ne"ati3. Kita men"ejutkan dia den"an suatu petan!aan balik den"an satu ja&aban balik dari sudut pandan"an !an" tak didu"an!a. ,onto : justru karena itula FF %. /aktik bertan!a balik /aktik ini melemparkan kepada la&an biara satu pertan!aan balik !an" men!ebabkan dia melepaskan pendasaran kebaratann!a$ dan menerima kekeliruann!a sendiri. ,onto : Apaka tidak mun"kin ba &aF.B d. /aktik pro7okasi /aktik ini memaksa la&an bi%ara untuk berbiara terus teran". (ni adala satu pertan!aan a"resi3$ !an" serin" di"unakan ole para &arta&an. ,onto : sa!a mera"ukan pendapat itu. e. /aktik men%akup /aktik ini meli at ar"umentasi la&an den"an satu pen"amatan !an" men%akup dan lebi tin""i$ se in""a den"an itu ar"umentasi itu sendiri dilema kan dan tidak berlaku untuk dirin!a sendiri. ,onto : ja&aban 8tidak9 dari anda$ pada al mulan!a sebenarn!a adala 8!a9. 3. /aktik melebi +lebi kan

Le&at taktik ini oran" se%ara sadar melebi +lebi kan pern!ataan la&an bi%ara (pern!ataan ekstrem) untuk mempen"aru i la&an bi%ara atau supa!a supa!a dia menarik kembali pern!ataann!a. ". /aktik memoton" /aktik ini di"unakan untuk men"ontrol pembi%araan !an" berbi%ara terlalu ban!ak. 1embi%araann!a dipoton" den"an tiba+tiba den"an alasan untuk men!ampaikan sesuatu !an" petin". ,onto : bole ka sa!a men!ampaikan sesuatu !an" pentin" se%ara sin"katB *) /aktik ne"asi a. /aktik 8tidak9 /aktik ini men!an"kal la&an bi%ara se%ara lan"sun"$ karena menuntut penjelasan !an" tuntas. Di lain pi ak %ara ini dapat men%iptakan permusu an$ karena melukai la&an bi%ara. 5le kerena itu sebaikn!a men"emukakan pern!ataan+pern!ataan retoris. ,onto : 'ukan$ itu tidak benarC b. /aktik kontradiksi /aktik ini men"emukakan pen!ataan kontradiktoris (pertentan"an se%ara esensial) atas apa !an" dikatakan la&an bi%ara. ,onto : meskipun keberatan anda itu benar$ tetapi tidak membuktikan apa+apaC 5. Syarat-Syarat Susunan Proporsi A. Menurut /ari"an (198*: 9;+9<) 1.) Keseder anaan @sul+usul !an" rumit dan terbelit+belit men!ebabkan analisa !an" sukar. #enakin seder ana suatu pern!ataan maka semakin ber"unala sedan" berlan"sun". 2.) Kejelasan ba"i perdebatan !an"

1ern!ataan+pern!ataan !an" samar+samar dan tidak jelas menimbulkan berba"ai ra"am pena3siran !an" timbul dalam perdebatan !an" membin"un"kan. ;.) Kepadatan kata+kata endakla diper"unakan sesedikit mun"kin dan sepadat mun"kin.

Kepanjan"lebaran akan men"akibatkan suatu usul menjadi tidak praktis dan men!ebabkan sala pen"ertian. *.) #usunan kata a3irmati3 @sul !an" ne"ati3 seakan+akan dapat memutarbalikkan posisi+posisi a3irmati3 dan ne"ati3. #usunan kata suatu usul endakn!a bersi3at a3irmati3 atau men"iakanG jan"an bersi3at ne"ati3 atau meniadakan. 5.) 1ern!ataan Deklarati3 #uatu pern!ataan !an" te"as lebi disukai$ lebi baik dari paa suatu pertan!aan. 1ertan!aan pada umumn!a diper"unakan ba i diskusi karena maksud dan tujuann!a adala men!elidiki. <.) Kesatuan #ebua "a"asan !an" tun""al suda %ukup ba"i satu perdebatan. Misaln!a usul 8'adan pembuat undan"+undan" arusla arusla men"adakan pemili an &ajib dan pukuk perdebatan membuat re"istrasi tetap9 men"andun" dua bua

berbeda: 8 pemili an &ajib9 dan 8re"istrasi tetap. :.) @sul k usus @sul+usul !an" bersi3at umum akan men"akibatkan perdebatan+perdebatan !an" terpen%ar dan tidak memuaskan..endakn!a usul dibuat se k usus mun"kin. 8.) 'ebas dari purbasan"ka 'a asa !an" purbasan"ka akan memperkenalkan asumsi+asumsi atau pra an""aran !an" tidak tepat ke dalam usul.

9.) /an""un" ja&ab untuk memberikan bukti !an" memuaskan ter adap a3irmati3. #usunan kata usul endakn!a dibuat sebaik dan se%epat mun"kin se in""a

pembi%ara a3irmati3 akan men"anjurkan serta men!okon" suatu peruba an. 6. tiket atau !orma "a#am $er"ebat "an $ertanya Menurut Mul"ra7e (195*: *5) sepeti !an" dikutip /ari"an (198*:92+9;) semua pembi%araan endakn!a memiliki: 1). 1en"eta uan !an" sempurna men"enai pokok pembi%araan 2). Kopetensi atau kemampuan men"analisis ;). 1en"ertian men"enai prinsip+prinsip ar"umentasi *). Apresiasi ter adap kebenaran+kebenaran 3akta 5). Ke%akapan menemukan bua pikiran !an" keliru den"an penalaran <). Keterampilan dalam pembuktian kesala an :). 1ertimban"an dan persuasi 8). Keterara an$ kelan%aran$ dan kekuatan dalam %ara atau pen!apaian pidato.