Anda di halaman 1dari 13

Pengertian Nasionalisme 1.

secara etimologi : Nasionalisme berasal dari kata nasional dan isme yaitu paham kebangsaan yang mengandung makna : kesadaran dan semangat cinta tanah air; memiliki kebanggaan sebagai bangsa, atau memelihara kehormatan bangsa; memiliki rasa solidaritas terhadap musibah dan kekurangberuntungan saudara setanah air, sebangsa dan senegara; persatuan dan kesatuan 2. Menurut Ensiklopedi Indonesia : Nasionalisme adalah sikap politik dan sosial dari sekelompok bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, bahasa dan wilayah serta kesamaan cita-cita dan tujuan dengan meletakkan kesetiaan yang mendalam terhadap kelompok bangsanya. 3. Nasionalisme dapat juga diartikan sebagai paham yang menciptakan dan

mempertahankan kedaulatan negara (nation) dengan mewujudkan suatu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Bertolak dari pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa nasionalisme adalah paham yang meletakkan kesetiaan tertinggi individu yang harus diberikankepada negara dan bangsanya, dengan maksud bahwa individu sebagai warga negara memiliki suatu sikap atau perbuatan untuk mencurahkan segala tenaga dan pikirannya demi kemajuan, kehormatan dan tegaknya kedaulatan negara dan bangsa.

Ada 2 (dua) macam nasionalisme : a. Nasionalisme dalam arti sempit : paham kebangsaan yang berlebihan dengan memandang bangsa sendiri lebih tinggi (unggul) dari bangsa lain. Paham ini sering disebut dengan istilah Chauvinisme. Chauvinisme pernah dianut di Italia (masa Bennito Mussolini); Jepang (masa Tenno Haika) dan Jerman (masa Adolf Hitler). b. Nasionalisme dalam arti luas : paham kebangsaan yang meletakkan kesetiaan tertinggi individu terhadap bangsa dan tanah airnnya dengan memandang bangsanya itu merupakan bagian dari bangsa lain di dunia. Nasionalisme arti luas mengandung prinsip-prinsip : kebersamaan; persatuan dan kesatuan; dan demokrasi (demokratis).

Ada beberapa bentuk nasionalisme :

a) Nasionalisme

kewarganegaraan

(nasionalisme

sipil)

adalah

sejenis

nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan (partisipasi) aktif rakyatnya b) Nasionalisme etnis adalah sejenis nasionalisme di mana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal atau etnis sebuah masyarakat. c) Nasionalisme romantik (juga disebut nasionalisme organik, nasionalisme identitas) adalah nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik sebagai suatu yang alamiah yang merupakan ekspresi dari sebuah bangsa atau ras. d) Nasionalisme Budaya adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama dan tidak bersifat turun temurun seperti warna kulit, ras ataupun bahasa. e) Nasionalisme kenegaraan ialah variasi nasionalisme kewarganegaraan, selalu digabungkan dengan nasionalisme etnis. Perasaan nasionalistik adalah kuat sehingga diberi lebih keutamaan mengatasi hak universal dan kebebasan. Kejayaan suatu negeri itu selalu kontras dan berkonflik dengan prinsip masyarakat demokrasi. Penyelenggaraan sebuah 'national state' adalah suatu argumen yang ulung, seolah-olah membentuk kerajaan yang lebih baik dengan tersendiri. Contoh biasa ialah Nazisme, Facisme, serta nasionalisme Turki kontemporer, dan sebagainya. f) Nasionalisme agama ialah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama. Misalnya, di Irlandia semangat nasionalisme bersumber dari persamaan agama mereka yaitu Katolik; nasionalisme di India seperti yang diamalkan oleh pengikut partai BJP bersumber dari agama Hindu. Contoh dalam kehidupan sehari-hari dalam penerapan nasionalisme : 1) Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa

Pengembangan sikap rasa cinta tanah air ini telah ditanamkan sejak kecil, ini dapat dilihat sejak kita menginjak masa sekolah, diTk kita diajarkan untuk menyanyikan lagulagu kebangsaan, diperkenalkan dengan ideologi bangsa yaitu pancasila, di SD selain mendapatkan pelajaran PKN juga mengamalkan cinta tanah air dengan melakukan upacara bendera, sampai kuliahpun PKN tetap diajarkan. Sehingga akan menimbulkan rasa cinta terhadap tanah air dan bangsanya. 2) Membangun rasa persaudaraan, solidaritas, kedamaian, dan antikekerasan antarkelompok masyarakat dengan semangat persatuan Diadakannya perlombaan sepakbola antar sekolah, pertandingan ini merupakan upaya untuk mempersatukan persaudaraan, solidaritas, kedamaian antar sesama pelajar, hal ini dapat mengurangi kecenderungan pelajar untuk melakukan tawuran, atau hal-hal lain yang dapat memecah belah mereka. sehingga persatuan akan terwujud 3) Menjaga ketertiban masyarakat dengan mematuhi aturan yang berlaku Membawa sim dan STNK serta peralatan yang lain pada saat melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor, ini adalah wujud dalam menjaga dan mematuhi tata tertib yang ada. 4) Menjaga dan melindungi negara dari segala bentuk ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri Dengan banyaknya kasus yang terjadi, misalkan saja kasus Malaysia yang mencoba mengklaim beberapa hasil kebudayaan Indonesia seperti reog ponorogo, dll. ini sangat menggugah rasa nasionalisme kita bangsa Indonesia, dengan demikian masyarakat Indonesia mulai menlakukan gerakan seperti pengenalan terhadap budaya-budaya yang dimiliki bangsa secara gencar agar tidak ada lagi kasus serupa yang akan merugikan bangsa dan Negara. 5) Mematuhi dan mentaati peraturan Negara Masyarakat mengikuti berbagai ketentuan yang dikeluarkan oleh pemerintah, misalkan saja saat pemerintah mengharuskan seluruh warga Negara yang telah cukup umur untuk memiliki KTP , maka apabila ada seseorang yang

telah masuk umur untuk membuat KTP mereka dengan sukarela membuatnya dengan penuh kesadaran sebagai warga yang baik. 6) Berinisiatif mengadakan perubahan demi kemajuan bangsa dan Negara Sering terjadinya demo yang dilakukan oleh mahasiswa merupakan bentuk partisipasi untuk memajukan bangsa dengan jalan melalui protes terhadap pemerintahan yang ada walaupun terkesan buruk namun sesungguhnya mahasiswa ini sedang ikut serta dalam penyampaian aspirasi rakyat, yang bertujuan untuk mengoreksi kebijakan-kebijakan pemerintah agar tetap pada jalan yang benar. 7) Menyaring masuknya budaya luar yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya polapola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat. Kebudayaan Barat sudah mendominanisasi segala aspek. Segala hal selalu mengacu kepada Barat. Peradaban Barat telah menguasai dunia. Banyak perubahan-perubahan peradaban yang terjadi di penjuru dunia ini. Kebudayan Barat hanya sebagai petaka buruk bagi Timur. Timur yang selalu berperadaban mulia, sedikit demi sedikit mulai mengikuti kebudayaan Barat. Masuknya budaya Barat ke Indonesia disebabkan salah satunya karena adanya krisis globalisasi yang meracuni Indonesia. Pengaruh tersebut berjalan sangat cepat dan menyangkut berbagai bidang kehidupan. Tentu saja pengaruh tersebut akan menghasilkan dampak yang sangat luas pada sistem kebudayaan masyarakat. Begitu cepatnya pengaruh budaya asing tersebut menyebabkan terjadinya goncangan budaya(culture shock), yaitu suatu keadaan dimana

masyarakat tidak mamapu menahan berbagai pengaruh kebudayaan yang datang dari luar sehingga terjadi ketidakseimbangan dalam kehidupan masyarakat yang bersangkutan. Adanya penyerapan unsur budaya luar yang di lakukan secara cepat dan tidak melalui suatu proses internalisasi yang mendalam dapat menyebabkan terjadinya ketimpangan antara wujud yang di tampilkan dan nilai-nilai yang menjadi landasannya atau yang biasa disebut ketimpangan budaya. Secara timbal balik, tiap peradaban akan berpengaruh satu sama lain. Hukum sosial berlaku bagi semua peradaban. Peradaban yang maju, pada suatu masa, cenderung memiliki perngaruh yang luas bagi peradaban-peradaban lain yang berkembang belakangan. Perkembangan terknologi, terutama masuknya kebudayaan asing (barat) tanpa disadari telah menghancurkan kebudayaan lokal. Minimnya pengetahuan menjadi pemicu alkulturasi kebudayaan yang melahirkan jenis kebudayaan baru. Masuknya kebudayaan tersebut tanpa disaring oleh masyarakat dan diterima secara mentah. Akibatnya kebudayaan asli masyarakat mengalami degradasi yang sangat luar biasa. Budaya asing yang masuk keindonesia menyebabkan multi efek. Budaya Indonesia perlahan-lahan semakin punah. Berbagai iklan yang mengantarkan kita untuk hidup gaul dalam konteks modern dan tidak tradisional sehingga memunculkan banyaknya kepentingan para individu yang mengharuskan berada diatas kepentingan orang lain. Akibatnya terjadi sifat individualisme semakin berpeluang untuk menjadi budaya kesehariannya. Ini semua sebenarnya terhantui akan praktik budaya yang sifatnya hanya memuaskan kehidupan semata. Sebuah kebobrokan ketika bangsa Indonesia telah pudar dalam bingkai kenafsuan belaka berprilaku yang sebenarnya tidak mendapatkan manfaat sama sekali jika dipandang dari sudut keislaman. Artinya dizaman Edan sekarang ini manusia hidup dalam tingkat Hidonisme yang sangat tinggi berpikir dalam jangka pendek hanya mencari kepuasaan belaka dimana kepuasaan tersebut yang menyesatkan umat islam untuk berprilaku. Salah satu contoh Serdehana sesuai dengan kenyataan, Dari cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan

seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa. Jika pengaruh di atas dibiarkan, apa jadinya Moral generasi bangsa kita, timbul tindakan anarkis antara golongan muda. dengan adanya budaya barat atau budaya asing di Indonesia, dapat membawa dampak bagi Indonesia. Dampak masuknya budaya asing antara lain. terjadi perubahan kebudayaan, pembauran kebudayaan, modernisasi, keguncangan budaya, melemahnya nilai-nilai budaya bangsa. Dampak tersebut membawa pengaruh besar bagi Indonesia, baik dari segi postif, maupun negatif. Indonesia, masih terlalu lemah dalam menyaring budaya yang baik di ambil dengan yang tidak, maka kita semua sebagai warga Indonesia wajib membanggakan apa saja yang sudah menjadi budaya kita sendiri, jangan sampai melupakan budaya lama dengan sudah menemukan budaya baru. Masuknya budaya asing ke suatu negara sebenarnya merupakan hal yang wajar, asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa namun kita harus tetap menjaga agar budaya kita tidak luntur. Langkah-langkah untuk mengantisipasinya adalah antara lain dengan cara, Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri, Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya, Melaksanakan ajaran Agama dengan sebaik- baiknya dan Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa. Sebagai identitas bangsa, budaya lokal harus terus dijaga keaslian maupun kepemilikannya agar tidak dapat diakui oleh negara lain. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan budaya asing masuk asalkan sesuai dengan kepribadian negara karena suatu negara juga membutuhkan input-input dari negara lain yang akan berpengaruh terhadap perkembangan di negaranya.

8) Menanamkan rasa cinta tanah air sejak usia dini Sikap cinta tanah air harus ditanamkan kepada anak sejak usia dini agar dapat menjadi manusia yang dapat menghargai bangsa dan negaranya misalnya dengan upacara sederhana setiap hari Senin dengan menghormat bendera Merah Putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan mengucapkan Pancasila. Meskipun lagu Indonesia Raya masih sulit dan panjang untuk ukuran anak usia dini, tetapi dengan membiasakan mengajak menyanyikannya setiap hari Senin, maka anak akan hafal dan bisa memahami isi lagu. Kegiatan lain yang dapat dilakukan adalah memperingati hari besar nasional dengan kegiatan lomba atau pentas budaya, mengenalkan aneka kebudayaan bangsa secara sederhana dengan menunjukkan miniatur candi dan menceritakannya, gambar rumah dan pakaian adat, mengenakan pakaian adat pada hari Kartini, serta mengunjungi museum terdekat, mengenal para pahlawan melalui bercerita atau bermain peran. Menciptakan kedamaian bangsa adalah juga perwujudan rasa cinta tanah air. Sehingga suatu saat nanti, dan saat tumbuh dewasa mereka dapat menghargai betapa pentingnya mencintai tahan air ini, negeri ini, khusnya bagi bangsa dan negara, dan bisa berwarganegara dengan baik, mempunyai rasa cinta yang tinggi terhadap negaranya, dan sekaligus bisa mengharumkan bangsa dan negaranya. Diharapkan bahwasaanya menjadi manusia yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. dan tidak terpelosok ke dalam lubang salah slama ini, banyak sekali saat ini kejadian kejadian yang mencengangkan bagi kita, yang menurtnya tidak layak menjadi layak, ini dikarnakan mempunyai pengetahuan yang kurang cukup baik di dalam lingkungan sekitar oleh karna itu kita harus bisa menanamkan rasa cinta tanah air. Yang tidak kalah menariknya adalah menanamkan rasa cinta tanah air melalui lagu. Dengan menyanyi apalagi jika diiringi dengan musik, anak akan merasa senang, gembira, serta lebih mudah hafal dan memahami pesan yang akan disampaikan guru. Jika lagu wajib nasional dianggap masih terlalu sulit untuk anak, maka guru bisa menciptakan lagu sendiri yang sesuai untuk anak usia dini. Guru diberikan kebebasan untuk mengembangkan kreativitasnya di sekolah termasuk dalam menciptakan lagu. Lagu untuk anak usia dini biasanya dengan kalimat yang sederhana, mudah diucapkan, mudah dipahami dan dihafalkan. Lagu

sebaiknya yang bernada riang gembira, karena hal ini akan merangsang perkembangan otak anak, anak terbiasa untuk selalu riang dalam bekerja, cepat dalam menghadapi dan memutuskan masalah, tidak cepat putus asa. Sedangkan jika tujuannya hanya untuk memperdengarkan musik pada anak, bisa dengan lagu atau instrumen musik yang lebih halus dan tenang. Misalnya, lagu Kebangsaan Indonesia Pusaka, Syukur, Tanah Air dan Bagimu Negeri. 9) Mengakui dan menghargai keanekaragaman pada diri bangsa Indonesia Kita memang berbeda, namun bukan untuk dibeda-bedakan.

Perbedaan/keragaman tersebut merupakan anugerah yang patut kita hormati, akui, dan kita hargai sebagai sebuah realitas sosial yang tidak bisa kita tolak. Secara ilmiah, alam dan manusialah yang membuat kita berbeda dari Sabang sampai Marauke. Yang terpenting bagi kita semua adalah adanya kemauan untuk memahami, menghargai, mengakui dan menerima keberagaman yang sudah menjadi realitas sosial. Memahami kebudayaan lain bukan berarti lalu menerima dan mempraktekkannya dalam diri kita. Sesungguhnya kita bangsa Indonesia sudah lama mengenal masyarakat Bhinneka Tunggal Ika, kita tahu itu, kita menyadari bahwa kita memiliki keanekaragaman suku, budaya, agama, bahasa, dan lain-lain. Namun ada satu hal yang masih dan sangat perlu dibentuk melalui pendidikan multikultural dan pemahaman tentang relativitas budaya di atas adalah menumbuhkan rasa dan kesadaran kita tentang pentingnya menghargai, mengakui, dan menerima keberagaman yang sudah ada. Biarlah tiap-tiap suku bangsa(Etnik) mengembangkan masyarakat dan kebudayaannya dan memupuk kebanggaan terhadap keungulan etniknya masing-masing, tetapi dengan syarat tetap menjunjung tinggi identitas nasional(nasionalisme) sebagai bangsa Indonesia. Kita pelihara kesatuan(berbagai identitas etnik) dan persatuan(bangsa Indonesia). Apabila kita kurang bijak dan kurang terbuka menyikapi keberagaman yang semakin kompleks ini, maka konflik sosial yang berakibat pada kehancuran umat manusia dan disebabkan oleh kebodohan umat manusia, telah menungguibarat mulut buaya yang sedang menganga menunggu mangsanya. Maka tidak keliru, apabila Marthin Luther King, Jr mengingatkan kita semua dengan sebuah

kalimat: Unless we learn how to live together as brothers and sisters, we shall die together as fools. 10) Bangga menjadi bangsa Indonesia Bangga terhadap bangsa sendiri merupakan suatu bukti kecintaan terhadap suatu bangsa, bangga disini bukan hanya sekedar pada menggunakan produk dalam negri maupun bangga dengan kebudayaan yang ada namun lebih dari itu, bangga disini juga dapat diartikan bahwa tertanam di masing-masing hati manusia kecintaan terhadap bangsanya, sehingga muncul rasa memiliki dan rasa ingin memajukan bangsanya. seperti halnya : seseorang yang sudah sukses dikancah internasional tapi tetap mengatasnamakan kesuksesan tersebut dengan lebel kesuksesan bangsanya dan tetap menjunjung tinggi bangsanya, bahkan dengan bangga mengakui bahwa ia Indonesia. dengan sikap bangga ini akan memunculkan nasionalisme yang tinggi, dan memunculkan rasa kepercayaan terhadap bangsanya. 11) Ikut serta dalam upaya pembelaan Negara Dengan hak dan kewajiban yang sama setiap orang Indonesia tanpa harus dikomando dapat berperan aktif dalam melaksanakan bela negara. Membela negara tidak harus dalam wujud perang tetapi bisa diwujudkan dengan cara lain seperti : 1. Ikut serta dalam mengamankan lingkungan sekitar (seperti siskamling) 2. Ikut serta membantu korban bencana di dalam negeri 3. Belajar dengan tekun pelajaran atau mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan atau PKn 4. Mengikuti kegiatan ekstraklurikuler seperti Paskibra, PMR dan Pramuka. Sebagai warga negara yang baik sudah sepantasnya kita turut serta dalam bela negara dengan mewaspadai dan mengatasi berbagai macam ATHG / ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan pada NKRI / Negara Kesatuan Republik Indonesia seperti para pahlawan yang rela berkorban demi kedaulatan dan kesatuan NKRI. 12) Belajar dengan sungguh-sungguh demi kemajuan bangsa dan Negara

Pada saat ini hal yang bisa kita lakukan untuk bangsa bukan lagi persoalan mengangkat senjata,namun jaman telah berubah, hanya orang yang pintar yang dapat bertahan ,maksutnya adalah suatu Negara dikatakan maju apabila warga negaranya memiliki sumber daya manusia yang baik, dan cara kita mencapai hal tersebut dengan belajar bersungguh-sungguh. 13) Menciptakan suatu karya seni yang berhubungan dengan nasionalisme Banyak sekali para pekerja seni yang mulai mengembangkan karyanya yang berhubungan dengan nasionalisme, misalkan saja mulai bermunculan penyanyi yang membuat lagu tentang Indonesia. 14) Memperingati dan menghayati hari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia Pada 17 agustus di daerah-daerah sering diadakan lomba, pagelaran musik yang bertujuan untuk memeriahkan hari kemerdekaan bangsa. sehingga generasi brikutnyapun akan dapat lebih memaknai kemerdekaan dan tidak melupakannya. 15) Mencintai dan menggunakan produk dalam negeri Lebih menghargai produk-produk dalam negri, selain kita akan membantu pengusaha dalam negri namun juga dapat memajukan perekonomian Negara kita, jangan sampai pengusaha dalam negeri hancur karena masyarakat Indonesia lebih bangga dan lebih konsumtif terhadap produk Negara-negara lain. 16) Mengembangkan toleransi atas dasar Bhinneka Tunggal Ika Toleransi berasal dari bahasa Latin yaitu tolerare yang artinya menahan diri, bersabar, membiarkan orang berpendapat lain dan berhati lapang terhadap orang-orang yang memiliki pendapat lain. Sikap toleran tidak berarti membenarkan pandangan yang dibiarkan itu, tetapi mengakui kebebasan serta hak-hak setiap individu dalam suasana demokrasi. Pada umumnya, toleransi dapat diartikan sebagai kebebasan untuk menjalankan atau mengatur hidupnya dan menentukan nasibnya masing-masing selama tidak melanggar aturan yang ada. Namun, dalam konteks kehidupan berbangsa, toleransi dapat diartikan sebagai sikap saling sikap saling menghargai antar sesama, berusaha mengurangi sikap diskriminasi dan ketidakadilan yang dilakukan pihak mayoritas terhadap pihak minoritas untuk mewujudkan cita-cita luhur bersama. Dalam suasana

demokrasi,

toleransi

menjadi

semakin

terasa

penting dalam

memahami

keragaman yang ada. Dalam konteks seperti ini, toleransi dapat diartikan sebagai suatu pandangan yang mengakui The Right of Self Determination yaitu sebagai hak menentukan nasib sendiri sesuai dengan hak-hak pribadi. Dalam kaitannya dengan kehidupan bermasyarakat, sikap toleransi yang dibina dan dikembangkan akan menumbuhkan sikap saling menghormati antar sesama agar tercipta suasana tenang, damai dan tentram. Ciri-ciri suasana toleransi yang sudah terlaksana dalam kehidupan kita antara lain: a) membiarkan mereka memeluk agama sesuai keyakinannya masingmasing. b) saling menghormati dan menghargai sesama. c) tidak memaksakan kehendak kita kepada orang lain. d) memberikan hak yang menjadi milik setiap individu. Sikap yang mencerminkan ciri-ciri toleransi antara lain: a) mengakui hak yang dimiliki setiap orang merupakan sikap untuk menjalankan kehidup berdasarkan pilihannya. b) Agree in Disagreement dapat diartikan sebagai setuju dalam keseragaman, maksudnya adalah keanekaragaman harus diterima oleh setiap orang dan tidak menimbulkan pertentangan atau konflik. c) saling memberi dan menerima (take and give) merupakan perwujudan dari sikap saling mengerti, karena tanpa sikap saling mengerti ini tidak akan muncul sikap saling menghargai, saling menolong dan saling ketergantungan(interdependensi) antar sesama. d) kesabaran, kejujuran dan keadilan sesuai dengan ajaran agama dan Pancasila. Terbinanya toleransi dalam kehidupan masyarakat akan mewujudkan suasana yang tenang dan nyaman. Hal tersebut akan menunjang kehidupan masyarakat yang serasi, selaras dan seimbang. Sehingga akan terwujud persatuan dan kesatuan antar

warga masyarakat Indonesia, selain itu dengan adanya toleransi ini akan pula mewujudkan masyarakat yang nasionalis. Mewujudkan jiwa nasionalisme dapat kita lakukan dengan cara apapun, asalkan dalam diri kita dilandasi dengan cinta terhadap bangsa dan Negara maka apapun yang kita lakukan dapat dikatakan sebagai sikap yang mencarminkan nasionalisme. Selain contoh diatas ini adalah bentuk sikap dari nasionalisme yang lain : a. Menjaga Ikut berpastisipasi dalam suatu kegiatan yang berguna untuk memajukan bangsa dan Negara b. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar c. Menjaga nama baik bangsa dan Negara d. Mematuhi dan menghayati nilai-nilai yang ada pada UUD 1945 dan Pancasila e. Memiliki rasa senasib dan sepenanggungan diantara sesama bangsa Indonesia f. Ikut berpartisipasi dalam memelihara ketertiban bangsa dan Negara g. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi dan golongan h. Mengembangkan sikap kesetiaan kepada bangsa dan Negara i. Bersedia mempertahankan dan memajukan Negara j. Menjungjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa k. Peduli terhadap segala bentuk masalah yang dihadapi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara l. Menciptakan suasana aman, damai, dan tentram dalam kehidupan berbangsa dan bernegara m. Menjaga kedaulatan bangsa dan Negara n. Aktif memberi usul, saran, dan kritik terhadap penyelenggara Negara o. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara apabila diperlukan

p. Mampu memperoleh prestasi pada kompetisi Internasional guna mengharumkan nama Negara q. Menjaga kerukunan antar sesama warga negara Indonesia r. Mengembangkan nilai-nilai perjuangan bangsa yang dilandasi oleh jiwa tekad, dan semangat kebangsaan s. Mampu menunjukan identitas nasional dan kepribadian bangsa Indonesia