Anda di halaman 1dari 18

RINITIS ALERGI

DEFINISI
Kelainan pada hidung dengan gejala:

WHO ARIA, 2001

BERSIN

RINOREA

GATAL

TERSUMBAT

setelah mukosa terpapar alergen yang diperantarai IgE

ETIOLOGI
ALERGEN!!

PATOFISIOLOGI

KLASIFIKASI
Sifat berlangsung Musiman Sepanjang tahun (perennial) WHO ARIA Intermiten Persisten Derajat berat Ringan Sedang berat

GEJALA
khas!
bersin berulang
hidung gatal

hidung

tersumbat

rinorea

lakrimasi

mata gatal

PEMERIKSAAN FISIK
Rinoskopi anterior

Mukosa
edema Sekret

Mukosa
hipertrofi

encer

Konka livid

PEMERIKSAAN PENUNJANG
IN VITRO
Hitung eosinofil, Ig E total, RAST, ELISA, pemeriksaan sitologi

IN VIVO
Skin prick test / Skin test

TATA LAKSANA
IMUNOTERAPI ELIMINASI

ALERGEN
PENYEBAB

PENATA-

LAKSANAAN
MEDIKAMENTOSA

KONKOTOMI

MEDIKAMENTOSA
Antihistamin
Antagonis yang bekerja secara inhibitor kompetitif pada reseptor H-1
Mengurangi gejala bersin, rinore, gatal Antihistamin ideal :
Efek antikolinergik, antiadrenergik, antiserotonin (-) Tidak melewati BBB dan plasenta efek samping SSP (-) Efek ke jantung (-)

Absorbsi oral cepat, mula kerja cepat, masa kerja lama


Tidak ada efek takifilaksis

AH generasi I (klasik) :
Lipofilik menembus SDO efek pada SSP sedasi, lemah, dizzines, ganguan kognitif dan penampilan Efek antikolinergik mulut kering, konstipasi hambatan miksi, glaukoma Difenhidramin, klorfeniramin maleat (CTM), hidroksisin, klemastin, prometasin dan siproheptadin

AH generasi II (non-sedatif)

Lipofobik efek SSP minimal, efek antikolinergik (-) Kelompok I : terfenadin, astemisol kardiotoksik, ditarik dari peredaran

Kelompok II : loratadin, cetirizin, fexofenadin, desloratadin, levocetirizin


AH topikal : Azelastin, levocabastin

Untuk mengatasi gejala bersin dan gatal pada hidung dan mata

Kombinasi Antihistamin-Dekongestan
Banyak digunakan Loratadin/feksofenadin/cetirizin + pseudoefedrin 120 mg

Ipratropium Bromida
Topikal, antikolinergik Efektif mengatasi rinore yang refrakter terhadap kortikosteroid topikal/antihistamin ES : iritasi hidung, krusta, epistaksis ringan

Kortikosteroid

Kortikosteroid topikal

Kortikosteroid oral
tapp off

Pilihan pertama untuk rinitis alergi persisten sedang-berat efek antiinflamasi jangka panjang Mula kerja lambat (12 jam), efek maksimum beberapa hari sampai minggu Budesonide, beklometason, fluticason,mometason furoat, triamcinolon acetonide Dosis dws : 1 x II semprot/hr, anak 1 x I semprot /hr Jangan gunakan sebagai pengobatan lini I Terapi jangka pendek (3 5 hr). Dosis tinggi, Pada rinitis alergi berat yang refrakter

Mengikat reseptor glukokortikoid di sitoplasma Menghambat transkripsi genetik Efek antiinflamasi :


Menghambat uptake & pbtk sel APC Me (-) jumlah eosinofil & mediator kimianya Me (-) influks sel inflamasi pd mukosa Me (-) pengel pro-inflam.mediator kimia & hiperesponsif mukosa Menghambat sintesis & pengel.mediator kimia : histamin, sitokin,leukotrien, kemokin

Imunoterapi:
Respon (-) terhadap terapi medikamentosa Penghindaran alergen tidak dapat dilakukan Terdapat efek samping dari pemakaian obat sublingual, suntikan

Operatif : konkotomi pada konka hipertrofi berat dan kauterisasi sudah tidak menolong, sinusitis & polip nasi

TERIMA KASIH