Anda di halaman 1dari 2

Pada uji alkaloid dengan menggunakan uji pereaksi meyer (kalium tetraiodo merkurat) dan pereaksi gragendorf (kalium

tetraiodo bismutat). Pada uji pereaksi meyer dihasilkan positif (+) alkaloid, apabila terbentuk endapan putih. Dimana pereaksi meyer bersifat elektrofilik (Hg2+), mengadisi atom C no.2, dimana terlebih dahulu K2HgI4 terlarut dalam air secara reversible dengan mensorvasi asam iodide + KI + HgO, Hg2+ dan HgO membentuk kompleks dengan dua molekul kolid sebagai endapan putih. Pada uji alkaloid ini sample digerus atau dihaluskan tujuannya untuk menghancurkan dinding sel yangsifatnya kaku sehingga senyawa target (metabolit sekunder) yang berada dalam vakuola mudah diambil.Kemudian sample diekstraksi dengan penambahan kloroform dan diaduk perlahan-lahan. Ekstraksi dengan penambahan kloroform bertujuan untuk memutuskan ikatan antara asam tannin dan alkaloid yang terikatsecara ionic dimana atom N dari alkaloid berikatan saling stabil dengan gugus hidroksil genolik dari asamtannin. Dengan terputusnya ikatan ini alkaloid akan bebas, sedangkan asam tannin akan terikat olehkloroform. Sedangkan pengadukan bertujuan untuk memperbanyak kontak yang terjadi antara kloroformdengan bubur target semakin banyak. Hal ini memungkinkan ikatan antara asam tannin dan alkaloidsemakin banyak sehingga alkaloid bebas semakin banyak yang terekstraksi. Setelah diekstraksi, larutan inidisaring dan larutannya ditambahkan asam sulfat 2N dan dikocok kuat-kuat. Penambahan asam sulfat 2Nini berfungsi untuk mengikat kembali alkaloid menjadi garam alkaloid agar dapat bereaksi dengan pereaksi-pereaksi logam berat yaitu spesifik untuk alkaloid yang menghasilkan kompleks garam anorganik yang tidak larut sehingga terpisah dengan metabolic sekundernya. Penambahan asam sulfat 2Nmenyakibatkan larutan terbentuk menjadi dua fase karena adanya perbedaan tingkat kepolaran antara faseaqueous yang polar dan kloroform yang relative kurang polar. Garam alkaloid akan larut pada lapisan atas,sedangkan lapisan kloroform berada pada lapisan paling bawah karena memiliki massa jenis yang lebih besar. Sedangkan pengocokan dengan kuat bertujuan untuk melarutkan senyawa-senyawa pada tiap-tiaplapisan secara tepat dan sempurna. Lapisan atas (lapisan atas sulfat) diuji dengan pereaksi meyer dan pereaksi dragendorf. Pada uji dengan peeaksi meyer larutan menghasilkan endapan putih yangmenandakan (+) alkaloid. Pereaksi meyer bertujuan untuk mendeteksi alkaloid, dimana pereaksi ini berikatan dengan alkaloid melalui ikatan koordinasi antara atom N alkaloid dan Hg pereaksi meyer sehingga menghasilkan senyawa kompleks merkuri yang nonpolar mengendap berwarna putih. Reaksi pada uji alkaloid ini dengan pereaksi meyer adalah : N + KHgI4 Hg-N PutihAtom N menyumbangkan pasangan electron bebas dan atom Hg sehingga membentuk senyawa kompleksyang mengandung atom N sebagai ligannya.Setelah pengujian dilakukan, pengujian alkaloid ini tidak berhasil. Mungkin dikarenakan oleh larutan asam sulfat yang digunakan merupakan larutan asam sulfattehnik dan larutan yang seharusnya digunakan adalah larutan kloroform amoniakal akan tetapi pada percobaan ini hanya digunakan larutan kloroform

uji tanin dan polifenoldilakukan pada sample Daun pepaya, Kunyit, dan daun pecah beling. Untuk menguji keberadaan suatutannin dan polifenol maka terlebih dahulu sampel dihaluskan. Hal ini bertujuan untuk mnghancurkandinding sel yang sifatnya kaku sehingga senyawa target (metabolic sekunder) yang berada dalam vakuolamudah diambil. Kemudian sample diekstraksi dengan aquadest dengan bantuan pemanasan untuk melarutkan tannin/polifenol agar terpisah dari bagian tubuh

tumbuhan sampel, kemudian disaring. Filtratyang diperoleh dibagi dalam dua tabung. Tabung reaksi pertama ditambahkan larutan FeCl3 menghasilkanwarna hitam yang menandakan (+) tannin/polifenol. Untuk daun pepaya yang telah digerus kemudianditambahkan dengan larutan FeCl3 2-3 tetes. Setelah penambahan larutan tersebut, warna sampel daun pepaya berubah warna menjadi warna hitam. Hal ini menandakan bahwa dalam dau pepaya terdapat atau +terhadap tanin dan polifenol. Sama halnya dengan sampel Kunyit, Setelah sampel dihaluskan dan ditambahkan dengan larutan FeCl3 maka larutan berubah menjadi warna hitam. Hal ini menandakan bahwadalam kunyit mengandung tanin dan polifenol. Lain halnya dengan Daun pecah beling, Setelah sampeldihaluskan dan ditambahkan dengan larutan FeCl3 maka larutan berubah warna menjadi warna coklat. Inimembuktikan bahwa dalam Daun pecah beling tidak terdapat senyawa tanin dan polifenol.

Dalam uji alkaloid, 10 mL sari eter diuapkan kemudian ditambah 1,5 mL HCl2 % . T u j u a n p e n a m b a h a n H C l a d a l a h k a r e n a a l k a l o i d b e r s i f a t b a s a s e h i n g g a biasanya diekstrak dengan pelarut yang mengandung asam. Larutan uji kemudiand i b a g i m e n j a d i t i g a b a g i a n . S a t u b a g i a n s e b a g a i p e m b a n d i n g , s a t u b a g i a n direaksikan dengan pereaksi Dragendorff, dan satu bagian direaksikan dengan pereaksi Mayer. Kebanyakan alkaloid diendapkan dari larutan netral atau asam oleh sejumlah reagen yang mengandung logam berat seperti merkuri (Hg), platina( P t ) , b i s m u t ( B i ) , d a n e m a s ( A u ) . P e r e a k s i M a y e r m e r u p a k a n l a r u t a n k a l i u m merkuri iodida yang membentuk endapan berwarna krem atau putih terhadap