Anda di halaman 1dari 12

USULAN PROPOSAL PENELITIAN Pengaruh Perputaran Piutang Terhadap Likuiditas dan Rentabilitas pada PT Sukanda Djaya Cabang Denpasar

Oleh : Kadek Eni 1115613031 VIC/D3 Akuntansi

POLITEKNIK NEGERI BALI 2014

Daftar Isi Halaman Halaman Judul .................................................................................................................... Daftar Isi.............................................................................................................................. BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... 1.1 Latar Belakang Masalah ............................................................................................... 1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................................ 1.3 Tujuan Penelitian ......................................................................................................... 1.4 Manfaat Penelitian ....................................................................................................... 1.5 Sistematika Penyajian .................................................................................................. BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................................. BAB III METODE PENELITIAN...................................................................................... 3.1 Lokasi dan Objek Penelitian ......................................................................................... 3.2 jenis Data....................................................................................................................... 3.3 Teknik Pengumpulan Data ............................................................................................ 3.4 Teknik Analisis Data .................................................................................................... PENUTUP .......................................................................................................................... Daftar Pustaka .....................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perusahaan didirikan bertujuan untuk meningkatkan volume penjualan,

mempertinggi daya saing dan meminimalkan biaya produksi untuk mencapai laba maksimal. Perkembangan perusahaan dan laba yang dicapai perusahaan dapat digunakan sebagai alat ukur terhadap keberhasilan perusahaan dalam menjalankan aktivitas yang berkenaan dengan operasinya. Jika tujuan perusahaan itu tercapai maka kelangsungan hidup perusahaan dimasa yang akan datang tetap mampu dipertahankan dan mampu bersaing dengan perusahaan lain. Produsen harus selalu berusaha mengelola usahanya dengan baik guna mencapai tujuan tersebut. Banyak faktor yang mempengaruhi pencapaian tujuan tersebut, diantaranya adalah pemasaran. Banyak faktor faktor yang mempengaruhi pemasaran, salah satu diantaranya adalah saluran distribusi produk. Sebuah perusahaan harus pandai dalam melakukan penyebaran produknya. Perusahaan harus dapat melihat peluang pasar untuk mendistribusikan produknya, tidak hanya pasar lokal atau nasional tetapi juga internasional. Adanya saluran distribusi yang baik maka penyebaran produk serta jangkauan ke daerah pemasaran semakin luas. Semakin baiknya saluran distribusi yang digunakan oleh produsen terhadap konsumen, maka akan semakin banyak konsumen yang dapat direbut. PT. Sukanda Djaya adalah salah satu perusahaan distributor yang merupakan perusahaan cabang, yang mana pusatnya berada di Ibu Kota Jakarta. Perusahaan ini menjual dua merk produk yaitu merk dari Diamond dan Traiding. Diamond merupakan produk asli yang merupakan milik dari PT Sukanda Djaya sedangkan produk dengan jenis traiding merupakan suplier lain baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Untuk meningkatkan volume penjualan, perusahaan biasanya melakukan penjualan secara kredit , yang nantinya akan menambah volume laba juga, walaupun menyebabkan tingkat resiko yang tidak dibayarnya piutang menjadi besar dibandingkan dengan melakukan penjualan secara tunai. Namun laba yang besar saja belum merupakan
ukuran bahwa perusahaan telah bekerja secara efisien. Efisiensi baru dapat diketahui dengan membandingkan laba yang diperoleh dengan aktiva atau modal yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut.

Dalam memasarkan produknya, PT Sukanda Djaya melakukan penjualan secara tunai dan kredit. Penjualan secara kredit menimbulkan piutang, yang mana piutang merupakan komponen asset lancar yang paling likuid setelah kas atau bank. Menurut Piutang memerlukan waktu yang lebih pendek untuk diubah menjadi kas. Dalam penagihan piutang, berlangsung proses berubahnya piutang menjadi kas. Piutang dikonversikan menjadi kas selama satu periode yaitu dalam satu tahun. Rasio perputaran piutang dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk mengukur seberapa sering piutang tersebut menjadi kas, semakin tinggi tingkat perputaran piutang maka semakin efisien pengelolaan piutang usaha tersebut. Dari tahun ke tahun realisasi piutang pada PT

Sukanda Djaya berubah-ubah. Dalam realisasi penjualan kredit yang perlu diperhatikan adalah bahwa dalam memberikan penjualan kredit kepada pembeli baik yang sudah menjadi langganan ataupun calon langganan tidaklah mudah, sehingga diharapkan dalam penjualan kredit perusahaan harus berhati-hati dan perlu diperhitungkan tingkat resiko yang akan dihadapi nantinya. Semakin besar penjualan kredit maka akan semakin besar pula tingkat resiko yang mungkin terjadi. Mengingat piutang merupakan salah satu faktor penyebab bertambah atau berkurangnya laba perusahaan, maka semakin cepat tingkat perputaran piutang maka semakin besar pula pendapatan yang akan diterima perusahaan, sehingga laba yang diperoleh juga meningkat. Keterlambatan pengumpulan piutang berarti terlambatnya kas masuk. Dengan terjadinya hal-hal yang menyimpang dari perjanjian maupun kesepakatan dalam transaksi penjualan kredit yang mengakibatkan piutang semakin besar, umur piutang semakin lama, biaya penagihan piutang semakin besar, dan keuntungan yang direncanakan tidak dapat terealisasi dengan cepat maka perlu diadakan peninjauan kembali atas sistem dan prosedur yang diterapkan untuk penjualan kredit. Besar kecilnya piutang tergantung pada tingkat analisa manajemen agar tidak terjadi penumpukan piutang dan nantinya diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan perusahaan dalam mengambil keputusan sehubungan dengan penjualan kredit kepada para pelanggan. Tujuan utama perusahaan adalah mempertahankan kelangsungan hidupnya (going concern) serta pencapaian laba yang optimal. Selain itu, perusahaan juga harus mampu mengkoordinasikan sumber daya yang dimiliki perusahaan dengan efektif dan efisien. Rasio likuiditas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial yang harus dipenuhi dalam jangka pendek. Likuiditas perusahaan ditunjukan oleh besarnya aset lancar yaitu aset yang mudah diubah menjadi kas yang

meliputi kas, surat berharga, piutang dan persediaan. Sehingga apabila semakin tinggi tingkat perputaran aset lancarnya maka tingkat kegagalan perusahaan akan semakin rendah. Kas merupakan aset lancar yang mempunyai tingkat paling likuid. Suatu perusahaan yang mempunyai tingkat likuiditas yang tinggi berarti mempunyai jumlah kas yang besar, itu mencerminkan adanya kelebihan kas. Sedangkan sebaliknya apabila tingkat likuiditasnya rendah mencerminkan adanya kekurangan kas. Aset lancar yang paling likuid setelah kas adalah piutang. Posisi piutang dan taksiran waktu pengumpulannya dapat dinilai dengan menghitung tingkat perputaran piutang tersebut. Tingkat perputaran piutang adalah rasio yang memperlihatkan lamanya untuk mengubah piutang menjadi kas. Perputaran piutang dihitung dengan membagi penjualan bersih dengan saldo rata-rata piutang. Saldo rata-rata piutang dihitung dengan menjumlahkan saldo awal dan saldo akhir dan kemudian membaginya menjadi dua. Semakin tinggi tingkat perputaran piutang maka semakin cepat pula menjadi kas dan apabila piutang telah menjadi kas berarti kas dapat digunakan kembali dalam operasional perusahaan serta resiko kerugian piutang dapat diminimalkan sehingga perusahaan akan dikategorikan perusahaan likuid. Sebaliknya, apabila tingkat perputaran piutang rendah, maka akan terjadi kelebihan piutang dan perusahaan akan mengalami keadaan illikuid. Berbeda dengan kenyataannya, di beberapa perusahaan tak jarang terjadi likuiditas perusahaan yang semakin rendah ketika perputaran kas semakin rendah pula, hal ini disebabkan terjadinya penjualan yang relatif tinggi tetapi ketersediaan aktiva lancar yaitu kas relatif kecil. Masalah profitabilitas juga sangat penting untuk dapat melangsungkan hidup perusahaan, suatu perusahaan harus selalu berada pada keadaan menguntungkan. Profitabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber yang ada seperti yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan dan lain sebagainya. Pihak manajemen perusahaan akan berusaha meningkatkan keuntungan ini, karena disadari betapa pentingnya arti keuntungan bagi masa depan perusahaan. B. Rumusan Masalah Dari latar belakang tersebut maka yang menjadi rumusan masalahnya adalah : 1. Bagaimanakah tingkat perputaran piutang pada PT Sukanda Djaya?

2. Apakah pengaruh tingkat perputaran piutang terhadap likuiditas pada PT Sukanda Djaya? 3. Apakah pengaruh tingkat perputaran piutang terhadap rentabilitas pada PT Sukanda Djaya? C. Tujuan Penelitian Adapun tujuaan penelitian yang dilaksanakan adalah : 1. Untuk mengetahui tingkat perputaran piutang pada PT Sukanda Djaya. 2. Untuk mengetahui Rentabilitas Ekonomis pada PT Sukanda Djaya. 3. Untuk mengetahui pengaruh tingkat perputaran piutang terhadap rentabilitas ekonomis pada PT Sukanda Djaya. D. Manfaat Penelitian Adapun manfaat penelitian yang dilakukan adalaha : 1. Bagi Mahasiswa a. Untuk membandingkan antara teori yang didapat dibangku kuliah dengan kenyataan yang ada dilapangan serta dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi mahasiswa atau mahasiswi. b. Bagi perusahaan Dari hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan masukan sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan analisa piutang dimasa yang akan datang. c. Bagi Politeknik Negeri Bali Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai acuan dan pembedaharaan penelitian bagi penulis berikutnya agar memproleh bayangan dan dapat digunakan sebagai perbandingan bila menyusun tugas akhir yang sejenis. E. Sistematika Pennyajian Sistematika penyajian dalan proposal penelitian ini berisi gambaran singkat tentang permasalahan yang akan dibahas, sehingga memproleh gambaran yang jelas tentang isi dari penelitian ini yang terdiri dari tiga bab yaitu diantaranya adalah : BAB I PENDAHULUAN

Berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penyajian. BAB II LANDASAN TEORI Berisi BAB III METODE PENELITIAN Berisi lokasi dan objek penelitian, jenis data, teknik pengumpulan data dan teknik analisis data. BAB IV PENUTUP Berisi daftar pustaka.

BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Piutang Menurut Rudianto (2008:24) menyatakan bahwa Piutang (Account Receivable) adalah hak perusahaan yang masih dibawa oleh pihak lain. Piutang dapat diklasifikasikan menjadi tiga yaitu piutang dagang, piutang bukan dagang dan piutang usaha. Piutang dagang timbul akibat dari penjualan barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan, piutang bukan dagang adalah piutang yang timbul bukan berasal dari penjualan barang atau jasa. B. Dalam komponen aset lancar, piutang mempunyai tingkat likuiditas yang lebih tinggi daripada inventory karena perputaran dari piutang ke kas membutuhkan satu langkah saja.manajemen piutang merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan yang menjual produknya secara kredit. Manajemen piutang terutama menyangkut masalah pengendalian jumlah piutang, pengendalian pemberian dan pengumpulan piutang, dan evaluasi politik kredit yang dijalankan oleh perusahaan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi besar kecilnya anggaran piutang, antra lain volume barang yang dijual secara kredit, standar kredit, jangka waktu kredit, pemberian potongan, pembatasan kredit, dan kebijakan penagihan piutang. Berikut ini dijelaskan mengenai faktor yang mempengaruhi anggaran piutang tersebut. 1. Volume Barang Yang Dijual Secara Kredit Volume barang yang dijual secara kredit lebih besar daripada tunai dapat semakin memperbesar anggaran dalam piutang usaha dan sebaliknya. Volume barang yang dijual secara kredit lebih kecil daripada tunai dapat memperkecil anggaran dalam piutang usahasemakin besar piutang usaha yang tertanam semakin besar risiko dalam piutang. 2. Standar Kredit Penentuan standar kredit menentukan besar kecilnya piutang usaha yang tertanam. Semakin longgar standar kredit yang diberikan maka semakin besar pula piutang yang tertananm dan semakin besar resiko kerugian piutang. Standar kredit yang longgar dan ekstrem misalnya tidak perlu jaminan kredit termasuk jaminan kredit atas barang yang dibeli, semua orang boleh diberikan fasilitas kredit, tanpa batas umur, dan tanpa mmpertimbangkan apakah calon debitor berpengalaman atau tidak dalam bekerja. Dengan

kata lain, analisis 5C dan 3S diabaikan. Sebaliknya, semakin ketat standar kredit yang diberikan maka semakin kecil piutang yang dianggarkan dan semakin kecil risiko kerugian piutang. Standar kredit yang ketat dan ekstrem artinya calon debitor diseleksi secara ketat. 3. Jangka Waktu Kredit Jangka waktu kredit mempengaruhi besar kecilnya piutang usaha yang tertanam. Semakin panjang jangka waktu kredit maka semakin besar piutang usaha yang tertanam, dan sebaliknya. Jangka waktu kredit yang panjang dapat meningkatkan volume barang atau jasa yang dijual, di samping juga mengakibatkan piutang usaha semakin besar. 4. Pemberian Potongan Pemberian potongan harga juga dapat mempengaruhi besarnya investasi dalam piutang. Pemberian potongan yang besar akan memperkecil piutang usaha yang tertanam. Sebaliknya, pemberian potongan yang kecil memperbesar piutang yang tertanam 5. Pembatasan Kredit Pemabatasan kredit yang dimaksudkan di sini adalah pembatasan kredit dalam arti kuantitatif, yaitu berkenaan dengan batas (jumlah) kredit maksimal yang akan dberikan. Pembatasan kredit juga dapat mempengaruhi besar kecilnya piutang usaha. Semakin tinggi batasan (plafon) kredit maka semakin besar piutang usaha yang tertanam dan semakin rendah batasan kredit maka semakin kecil piutang yang tertanam. 6. Kebijakan Penagihan Piutang Kebijakan penagihan piutang mempengaruhi besar kecilnya piutang usaha yang tertanam. Perusahaan dapat menjalankan kebijakan penagihan piutang secara aktif ataupun pasif. Kebijakan penagihan piutang secara aktif dapat memperkecil piutang usaha yang tertanam, sebaliknya kebijakan penagihan piutang secara pasifdapat memperbesar piutang usaha yang tertanam. Kebijakan penagihan piutang secara aktif memerlukan biaya (beban) yang besar dibandingkan kebijakan penagihan secara pasif. Biaya yang dikeluarkan dalam kebijakan penagihan piutang secara aktif meliputi biaya perjalanan, biaya telepon, biaya surat menyurat, biaya administrasi piutang, dan lain-lain C. Penilaian Resiko Kredit D. Pengertian Penjualan Kredit

Penjualan kredit adalah salah satu cara bagi perusahaan untuk meningkatkan volume penjualan. istilah kredit berasal dari bahasa yunani Credere yang kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia menjadi Kredit yang diartikan kepercayaan, atas dasar kepercayaan seseorang dapat melakukan transaksi pinkam-meminjam tanpa waktu yang ditentukan, baik dengan cara mengangsur atau melunasi sekaligus, yang biasa berupa uang, barang atau jasa sesuai dengan perjanjian. Jadi yang dimakasud dengan penjualan kredit adalah transaksi pemindahan barang dari tangan prdusen atau pedagang ke tangna konsumen yang tidak diikuti dengan perpindahan alat pembayaran namun akan menimbulkan kewajiban bagi konsumen untuk melakukan pembayaran pada waktu yang akan datang yang sering disebut piutang. E. Tingkat Perputaran Piutang Tingkat perputaran ini menunjukan berapa kali sejumlah modal yang tertanam dalam piutang berputar selama periode tertentu. Tinggi rendahnya tingkat perputaran piutang ini mempunyai efek langsung terhadap besar kecilnya modal yang tertanam dalam piutang. Tinggi rendahnya tingkat perputaran piutang mempunyai efek yang langsung terhadap besar kecilnya modal yang diinvestasikan dalam piutang. Makin tinggi turnovernya, berarti makin cepat perputarannya, yang berarti makin pendek waktu terikatnya modal dalam piutang, sehingga untuk mempertahankan bet kredit sales tertentu dengan naik tirnover, dibutuhkan jumlah modal yang lebih kecil yang diinvestasikan dalam piutang. Menurut F. Likuiditas

BAB III METODE PENELITIAN 1. Lokasi dan Objek Penelitian Penelitian ini di laksanakan pada Divisi Akuntansi pada PT Sukanda Djaya cabang Denpasar yang berlokasi di JL. Raya I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Kuta - Bali mengenai analisis pengaruh perputaran piutang terhadap likuiditas dan rentabilitas perusahaan. 2. Jenis Data Jenis data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah :

a. Menurut Sugiyono (2007:14) mendefinisikan Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan seperti skoring atau skala pengukuran, seperti sejarah perusahaan, struktur organisasi dan job description. b. Menurut Sugiyono (2007:14) mendefiniskan Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata, kalimat, skema dan gambat seperti laporan keuangan. 3. Sumber Data Menurut Soeratno dan Lincolin (2008:71) Data Sekunder yaitu data yang diterbitkan atau digunakan oleh organisasi yang bukan pengolahnya, contohnya seperti laporan penjualan kredit , laporan penerimaan kas dan data laporan keuangan. 4. Teknik Pengumpulan Data a. Wawancara, Menurut Soeratno dan Lincolin (2008:86) Wawancara yaitu merupakan metode pengumpulan data dengan cara bertanya langsung (berkomunikasi langsung) dengan responden.. Seperti informasi mengenai siapa saja yang memegang kartu persediaan. b. Observasi, yaitu teknik pengumpulan data dengan mengadakan

pengamatan langsung kepada objek penelitian. Seperti bagaimana alur perputaran piutang, dari awal penjualan kredit sampai berubah menjadi kas. c. Dokumentasi, Menurut Ridwan (2009:77) Dokumentasi adalah ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian meliputi peraturanperaturan,laporan kegiatan, foto-foto, film dokumenter, data yang relevan penelitian, yaitu suatu teknik pengumpulan data untuk memproleh keterangan-keterangan atau informasi yang berhubungan dalam

melengkapi data, seperti file-file atau dokumen. Seperti laporan penjualan kredit dan laporan penerimaan kas. 5. Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan adalah analisis kuantitaif. Dalam analisis ini dilakukan dengan cara membaca data yang diolah, melakukan analisis terhadap perputaran piutang dengan menggunakan analisi rasio laporan keuangan, dan kemudian melakukan analisis pengaruh antara perputaran piutang terhadap

likuiditas dan rentabilitas dengan analisis regresi, korelasi dan koefisien determinasi. PENUTUP Daftar Pustaka