Anda di halaman 1dari 15

1. Jelaskan pengelolaan limbah radioaktif secara singkat !

Disposal limbah radioaktif Sesuai dengan prinsip pengelolaan limbah, maka penyimpanan akhir (disposal) sebagai bagian ujung belakang dari tahapan pengelolaan limbah radioaktif, bertujuan untuk mengisolasi limbah sehingga tidak terjadi paparan radiasi terhadap manusia dan lingkungan. ingkat pengisolasian yang diperlukan dapat diperoleh dengan mengimplementasikan berbagai metode penyimpanan akhir, diantaranya dengan model penyimpanan akhir dekat permukaan (near surface disposal ! "SD) dan penyimpanan akhir geologi (geological disposal ! #D) sebagai pilihan yang umum untuk diterapkan di banyak negara.Di dalam "SD, fasilitas penyimpanan diletakkan pada atau di ba$ah permukaan tanah, dengan ketebalan lapisan pelindung beberapa meter. Dalam beberapa kasus lapisan pelindung tersebut bisa mencapai beberapa puluh meter pada tipe fasilitas rock ca%ern. &asilitas'fasilitas tersebut dikhususkan untuk limbah akti%itas rendah dan sedang yang tidak mengandung radionuklida berumur panjang.&asilitas geological disposal diletakkan pada kedalaman beberapa ratus meter hingga seribu meter di ba$ah permukaan tanah, sehingga sering disebut juga dengan istilah deep geological diposal. &asilitas'fasilitas tersebut dikhususkan untuk limbah akti%itas tinggi dan yang mengandung radionuklida berumur panjang

(. )atan ada dimana * peta batan*

Pusat Teknologi Limbah Radioaktif - Badan Tenaga Nuklir Nasional Gedung 50 Kawasan Puspiptek Serpong Tangerang Selatan 15310 INDONESIA Telp !0"1# $5%31&" ' (a) !0"1#$5%0*"$ e+ail, ad+inplr-.atan go id
+. )agaimana mengirim limbah radioaktif* ,-.S/S ,/"012,3"3" 412)35 -3D1.36 1& -1"#63S3" Jenis dan tingkat radioakti%itas limbah radioaktif yang dihasilkan dari pengoperasian fasilitas nuklir ber%ariasi, oleh karena itu diperlukan proses penyimpanan yang sesuai dengan metoda pengelolaan dan pengolahannya. Setiap negara yang mengoperasikan fasilitas nuklir perlu merencanakan strategi penyimpanan limbah radioaktifnya secara menyeluruh, berkaitan dengan masalah keselamatan selama proses pengelolaan dan menjamin akuntabilitas dalam jangka panjang. 7-313" 1. Dasar pemikiran yang berkaitan dengan pengelolaan dan penyimpanan limbah radioaktif. 4imbah radioaktif yang dihasilkan dari pengoperasian fasilitas nuklir, sangat ber%ariasi baik jenis, bentuk maupun tingkat radioakti%itasnya. ,ada proses penyimpanan, keselamatan merupakan syarat utama, dan pengelompokannya disesuaikan dengan konsentrasi, jenis material radioaktif dan kondisi limbah. 4imbah radioaktif dikelompokkan berdasarkan bentuknya, dapat berupa cair, padat dan gas. ,elepasan paparan radiasi ke lingkungan dikendalikan agar konsentrasi limbah selalu berada pada nilai ambang batas yang dii8inkan. ,roses pengolahan limbah cair dan padat diupayakan dengan cara meminimalkan limbah melalui proses reduksi %olume dan solidifikasi. (. ,engelolaan limbah radioaktif yang dihasilkan dari pengoperasian fasilitas nuklir. ,engelolaan limbah radioaktif ditunjukkan pada #ambar 1.1.1. ,engelolaan limbah ,4 " Dalam pengoperasian ,4 " dihasilkan limbah radioaktif akti%itas rendah dan tinggi. 4imbah radioaktif akti%itas rendah berupa nuklida umur paro pendek, sehingga dapat disimpan pada fasilitas penyimpanan tanah dangkal (#ambar (). Sedangkan limbah radioaktif akti%itas tinggi perlu mempertimbangkan situasi dan kondisi penelitian dan pengembangan yang dilakukan di masing'masing negara.

1.(. ,engelolaan limbah dari daur bahan bakar #ambar + menunjukkan sumber penghasil limbah radioaktif pada fasilitas dalam daur bahan bakar.4imbah daur bahan bakar dihasilkan dari berbagai fasilitas dalam lingkup daur bahan bakar nuklir seperti fasilitas pengkayaan uranium, fabrikasi bahan bakar uranium, termasuk limbah transuranium ( -7) yang dihasilkan dari fasiltas fabrikasi bahan bakar 2i9ed .9ide (2.:)dan fasilitas olah ulang. (1) 4imbah radioaktif akti%itas tinggi. 4imbah radioaktif akti%itas tinggi (5igh 4e%el ;aste<54;) diolah dengan cara pemadatan untuk menjaga kestabilan limbah. 4imbah hasil pengolahan disimpan selama +='>= tahun untuk pendinginan. 6emudian disimpan pada tanah dalam yang disebut sebagai penyimpanan lestari.Sehubungan dengan 54;, jumlahnya dapat dikurangi dengan cara transmutasi yang bertujuan untuk mengubah nuklida umur paro panjang menjadi nuklida lain dengan umur paro pendek. (() 4imbah uranium 7ranium dan hasil belahan dengan $aktu paro panjang yang dihasilkan dari proses kon%ersi, pengayaan, dan fabrikasi uranium sebagian besar mempunyai akti%itas rendah, sehingga perlu dipertimbangkan cara penyimpanan yang sesuai. 1.+. Strategi pengelolaan limbah dari fasilitas radioisotop dan laboratorium 4imbah dari fasilitas radioisotop dan laboratorium mempunyai akti%itas jenis radionuklida yang ber%ariasi.,engelolaan dan pemisahan berbagai jenis radionuklida yang terkandung dalam limbah tergantung dari bentuk limbah. )erdasarkan umur paro, radionuklida pemancar beta dan gamma mempunyai umur paro pendek dan akti%itas rendah. ,enyimpanan tanah dangkal merupakan cara yang sederhana untuk menunggu berkurangnya tingkat radioakti%itas limbah radioaktif. 4imbah radioaktif berumur paro pendek disimpan pada sistem penyimpanan tanah dangkal. Sedangkan penyimpanan limbah radioaktif akti%itas tinggi perlu mempertimbangkan situasi dan kondisi penelitian dan pengembangan yang dilakukan di masing'masing negara. ,enyimpanan limbah nuklida pemancar alfa yang berumur paro panjang mengacu pada limbah uranium serta limbah yang mengandung -7. (.?. ,engiriman limbah

,ada fasilitas olah'ulang, jad$al pengiriman limbah akti%itas rendah dan akti%itas tinggi dilakukan sesuai perjanjian antara penghasil dan pengolah limbah. 4imbah kemudian disimpan pada lokasi yang sesuai dalam jangka $aktu tertentu di fasilitas penyimpanan sementara. (.>. ,engelolaan limbah hasil dismantling 4imbah radioaktif yang berasal dari pembongkaran (dismantling) fasilitas nuklir merupakan hal yang penting bagi pengelola fasilitas nuklir. ,engelolaan yang sesuai dan aman merupakan tanggung ja$ab langsung penghasil limbah. 4imbah dismantling dapat berasal dari ,4 ", fasilitas daur bahan bakar, fasilitas radioisotop dan laboratorium, serta penyimpanannya disesuaikan dengan strategi pengelolaan.

?. Dimana letak rektor kartini jogjakarta* -eaktor 6artini berada di ,usat ,enelitian )ahan 2urni dan 1nstrumentasi (,,)21) @ )3 3" 0ogyakarta. 4okasi ,,)21 terletak pada 6m A disebelah timur 0ogyakarta, B >== meter masuk ke sebelah utara jalan 0ogyakarta @ Solo. empat ini termasuk $ilayah 6abupaten Sleman, 6ecamatan Depok, 6elurahan Catur unggal. 4uas komplek ,,)21 termasuk pengembangannya sebesar B 1( ha.,embangunan reaktor 6artini dimulai pada akhir tahun 1DA?. ,elaksana pembangunan seluruhnya ditangani oleh tenaga'tenaga ahli )3 3" yang didalam pelaksanaannya ditugaskan kepada sebuah kelompok yang disebut eam ,embangunan reaktor yang dibentuk menurut S6 Dirjen )3 3" "o. 11D<DJ<1+<:1<1DA? tertanggal 1+ "opember 1DA?. -eaktor 6artini mencapai kondisi kritis untuk pertama kalinya pada hari 6amis (> Januari 1DAD jam 1A.?= ;1), diresmikan oleh )apak ,residen -1. ,ada tanggal 1 2aret 1DAD. &ungsi utama adalah untuk sarana penelitian, produksi isotop, pendidikan dan latihan kader kader dalam bidang reaktor..perasi reaktor telah dilakukan pada tingkat daya 1== 6$att. >. 3pa perbedaan hepetitis 3 dan %irus hepatitis )*bentuk E1-7S hepatitis 3 dan )* 5epatitis 3 disebabkan oleh %irus hepatitis 3 (53E). 53E menular melalui makanan< minuman yang tercemar kotoran (tinja) dari seseorang yang terinfeksi masuk ke mulut orang lain. 53E terutama menular melalui makanan mentah atau tidak cukup dimasak, yang ditangani atau disiapkan oleh seseorang dengan hepatitis 3 $alaupun mungkin dia tidak mengetahui dirinya terinfeksi). 2inum air atau es batu yang tercemar dengan kotoran adalah sumber infeksi lain, serta juga kerang'kerangan yang tidak cukup dimasak. 53E dapat menular melalui FrimmingG (hubungan seks oral'anal, atau antara mulut dan dubur). 53E sangat jarang menular melalui hubungan darah'ke'darah. 5epatitis 3 adalah bentuk hepatitis yang akut, berarti tidak menyebabkan infeksi kronis. Sekali kita pernah terkena hepatitis 3, kita tidak dapat terinfeksi lagi. "amun, kita masih dapat tertular dengan %irus hepatitis lain.

5epatitis ) disebabkan oleh %irus hepatitis ) (5)E). 5)E adalah %irus nonsitopatik, yang berarti %irus tersebut tida6 menyebabkan kerusakan langsung pada sel hati. Sebaliknya, adalah reaksi yang bersifat menyerang oleh sistem kekebalan tubuh yang biasanya menyebabkan radang dan kerusakan pada hati. Seperti halnya dengan %irus hepatitis 3, kita dapat di%aksinasikan terhadap 5)E untuk mencegah infeksi. Cara penularan 5)E sangat mirip dengan 51E. 5)E terdapat dalam darah, air mani, dan cairan %agina, dan menular melalui hubungan seks, penggunaan alat suntik narkoba (termasuk jarum, kompor, turniket) bergantian, dan mungkin melalui penggunaan sedotan kokain dan pipa FcrackG. ,erempuan hamil dengan hepatitis ) juga dapat menularkan %irusnya pada bayi, kemungkinan besar saat melahirkan. Jumlah %irus (%iral load) hepatitis ) dalam darah jauh lebih tinggi daripada 51E atau %irus hepatitis C, jadi 5)E jauh lebih mudah menular dalam keadaan tertentu (misalnya dari ibu'ke'bayi saat melahirkan). Seperti hepatitis 3, hepatitis ) dapat menyebabkan hepatitis akut bergejala. etapi berbeda dengan hepatitis 3, hepatitis ) dapat menjadi infeksi kronis (menahun). 1ni berarti bah$a sistem kekebalan tubuh tidak mampu memberantas %irus dalam enam bulan setelah terinfeksi. Dengan kata lain, %irus tersebut terus berkembang dalam hati selama beberapa bulan atau tahun

setelah terinfeksi. 5al ini meningkatkan risiko kerusakan hati dan kanker hati. 4agi pula, seseorang dengan 5)E kronis dapat menularkan orang lain.

5epatitis C 3pakah hepatitis C itu dan bagaimana menular* 5epatitis C disebabkan oleh %irus hepatitis C (5CE). Eirus ini dapat mengakibatkan infeksi seumur hidup, sirosis hati, kanker hati, kegagalan hati, dan kematian. )elum ada %aksin yang dapat melindungi terhadap 5CE, dan diperkirakan + persen masyarakat umum di 1ndonesia terinfeksi %irus ini. 1nfeksi 5CE umum dijumpai di antara orang dengan 51E, dan kegagalan hati disebabkan oleh infeksi 5CE sekarang adalah salah satu penyebab utama kematian .dha. 1nfeksi 5CE dapat menyebabkan perjalanan penyakit hati lebih cepat pada orang yang juga terinfeksi 51E. .leh karena ini, beberapa pihak menganggap hepatitis C sebagai infeksi oportunistik, $alaupun infeksi 5CE bukan kriteria untuk 31DS. ,engguna narkoba suntikan (1D7) yang memakai jarum suntik dan alat suntik lain secara bergantian berisiko paling tinggi terkena infeksi 5CE. 3ntara >= dan D= persen 1D7 dengan 51E juga terinfeksi 5CE. 5al ini karena kedua %irus menular dengan mudah melalui hubungan darah'ke'darah. 5CE dapat menyebar dari darah orang yang terinfeksi yang masuk ke darah orang lain melalui cara yang berikutH y 2emakai alat suntik (jarum suntik, semprit, dapur, kapas, air) secara bergantianI y 6ecelakaan ketusuk jarumI y 4uka terbuka atau selaput mukosa (misalnya di dalam mulut, %agina, atau dubur)I dan y ,roduk darah atau transfusi darah yang tidak diskrining. (? seri buku kecil )erbeda dengan 51E, umumnya dianggap bah$a 5CE tidak dapat menular melalui air mani atau cairan %agina kecuali mengandung darah. 1ni berarti risiko terinfeksi

5CE melalui hubungan seks adalah rendah. "amun masih dapat terjadi, terutama bila berada infeksi menular seksual seperti herpes atau hubungan seks dilakukan dengan cara yang meningkatkan risiko luka pada selaput mukosa atau hubungan darah'ke'darah, misalnya akibat kekerasan. Diusulkan orang dengan 5CE melakukan seks lebih aman dengan penggunaan kondom untuk melindungi pasangannya. ,erempuan dengan 5CE mempunyai risiko di ba$ah J persen menularkan %irusnya pada bayinya $aktu hamil atau saat melahirkan, $alaupun risiko ini meningkat bila %iral load 5CE'nya tinggi. 6emungkinan 5CE tidak dapat menular melalui menyusui. )ila kita belum dites 5CE, atau tidak mengetahui apakah kita pernah dites, kita sebaiknya membicarakannya dengan dokter. es 5CE sangat disarankan untuk siapa pun yang 51E'positif. J. )erapa kadar garam air laut * Air laut memiliki kadar garam rata-rata 3,5%. Artinya dalam 1 liter (1000 mL) air laut terdapat 35 gram garam (terutama, namun tidak seluruhnya, garam dapur/Na l). !. "atasan #$% N&rmal 'rapa("agaimana pengukurannya ( Kategori BMI (kg/m2) -isk of Co'morbidities

7nder$eight

K 1L.> kg<m(

-endah (tetapi resiko terhadap masalah'masalah klinis meningkat) -ata'rata

lain

)atas "ormal .%er$eightH ,re'obese .bese 1 .bese 11

1L.> ' ((.D kg<m( > (+.= @(?.D kg<m( > (> (>.= ' (D.Dkg<m( M +=.= kg<m(

meningkat Sedang )erbahaya

Indeks Massa Tubuh (IMT) dihitung dengan cara berat badan (kg) dibagi dengan tinggi badan (m) pangkat 2, atau lebih jelasnya: IMT=BB/(TB TB) !"nt"h: Misalkan berat badan anda #$ kil"gram dan tinggi badan anda %#& cm, maka: IMT = #$ / (%,#& %,#&) = 22,'(

)ika anda menghitung dengan kalkulat"r, mungkin akan kesulitan* +amun hal tersebut bisa diakali dengan cara hitung sebagai berikut: #$ / %,#& / %,#& = 22,'( '* ,pakah "bat untuk entam"eba hyst"litica.bat amebiasis dapat dibagi berdasarkan e/ekti0itasnya terhadap bentuk 1ntam"eba dalam dua kel"mp"k besar yaitu 2at amebisida3k"ntak dan 2at amebisida jaringan .bat amebisida k"ntak berdaya mematikan dengan jalan k"ntak langsung bentuk minuta dalam r"ngga usus, tetapi tidak dalam hati* .bat3"bat ini terdiri dari beberapa senya4a kimia yakni : a* 5enya4a nitr"3imida2"l : metr"nida2"l, tinida2"l,dll*

D. 3pa nama cacing yang hidup di daging babi* "a'i merupakan h&spes/inang darilar)a Taenia solium , Taenia Solium merupakan *enis +a+ing pita yang dapat mengin,eksi manusia dan dapat menye'a'kan penyakit -&&n&sis parasitik yang dise'ut Taeniasis. Taenia solium tidak memiliki &rgan pen+ernaan sehingga untuk memper&leh nutrisi yang di'utuhkannya, +a+ing ini akan mengam'il dari inangnya. .ada 'agian kepala +a+ing ini terdapat / alat isap (0&strum) dan alat kait (0&stellum) yang dapat menghisap nutrisi dari tu'uh kita sekaligus melukai dinding usus, *ika +a+ing ini masuk dalam saluran pen+ernaan kita.

Lar)a Taenia solium dikenal dengan istilah 1+a+ing pita2 pada 'a'i, yang *uga dapat menye'a'kan penyakit Sistiserkosis pada manusia. 3i #nd&nesia, sampai saat ini, diketahui Sistiserkosis terutama ditemukan di tiga pr&pinsi yaitu "ali, .apua (#rian 4aya) dan 5umatera 6tara. .re)alensi Taeniasis/Sistiserkosis di 'e'erapa pr&pinsi di #nd&nesia 'erada pada rentang 1,0%-42,7% dan pre)alensi tertinggi ditemukan di .r&pinsi .apua pada tahun 177! yaitu 42,7%, diduga masyarakat .apua terutama pada daerah terpen+il masih men*adikan 'a'i se'agai sum'er makanan utama dengan penya*ian yang kurang higienis. Taenia Solium de8asa hidup se'agai parasit pada saluran pen+ernaan manusia (usus). #nang perantaranya (h&spes intermediet) dari lar)a ini adalah 'a'i, meski

tidak menutup kemungkinan sapi *uga dapat ditulari &leh Taenia Solium ini. %u'uhnya 'er'entuk pipih, ukuran pan*ang tu'uh +a+ing pita ini dapat men+apai 3 m, dalam usus manusia sekalipun. 5truktur tu'uh +a+ing ini terdiri ataskepala (sk&les) men+apai 1 mm dan rangkaian 900-1000 segmen yang masing-masing dise'ut proglotid.
1=. ,erbedaan tikus