Anda di halaman 1dari 8

SEPTI SWASTIKA R F1313092 AUDIT II AKUNTANSI TRANSFER

BAB 16 AUDIT SIKLUS JASA PERSONALIA


Merencanakan Audit Atas Siklus Jasa Personalia Siklus jasa personalia merupakan entitas yang menyangkut peristiwa dan aktivitas yang memiliki hubungan dengan kompensasi eksekutif dan karyawan. Jenis

kompensasinya antara lain gaji, upah per jam dan insentif, kemudian ada bonus, opsi saham dan tunjangan karyawan

Tujuan Audit Spesifikasi Siklus Jasa Personalia 1. Asersi keberadaan atau keterjadian Transaksi Beban gaji dan upah, kemudian beban pajak gaji dan upah yang tercatat dengan kompensasi untuk jasa yang telah diberikan selama periode Saldo Saldo kewajiban dari gaji dan upah akrual dan pajak gaji dan upah menunjukkan jumlah terhutang di tanggal neraca 2. Asersi kelengkpan Transaksi Beban gaji dan upah kemudian beban pajak gaji dan upah yang telah tercatat mencakup seluruh beban yang tejadi untuk jasa personalia selama tahun yang berjalan. Saldo Kewajiban gaji dan upah akrual dan pajak gaji dan upah mencakup seluruh jumlah yang terutang pada personel dan lembaga pemerintah pada tanggal neraca tersebut.

SEPTI SWASTIKA R F1313092 AUDIT II AKUNTANSI TRANSFER 3. Hak dan kewajiban Saldo Kewajiban gaji dan upah akrual dan pajak gaji serta upah merupakan kewajiban dari entitas yang melaporkan. 4. Penilaian atau alokasi Saldo Beban gaji serta upah dan beban pajak gaji serta upah telah dihitung dan dicatat dengan akurat. Transaksi Kewajiban dari gaji dan upah akrual dan pajak gaji serta upah dihitung dan dicatat secara akrual. Distribusi dari tenaga kerja telah dihitung serta dicatat benar dan tepat. 5. Penyajian dan pengungkapan Saldo Beban gaji serta upah dan beban pajak gaji serta upah sudah diidentifikasi dan diklasifikasi secara tepat di laporan laba rugi Transaksi Akun kewajiban gaji serta upah akrual dan pajak gaji dan juga upah telah diidentifikasi dan diklasifikasi dengan benar dan tepat di dalam neraca. Laporan keuangan pun memuat pengungkapan yang layak untuk pensiun serta tunjangan yang lain.

Menggunakan Pemahaman Tentang Bisnis dan Industri untuk Mengembangkan Strategi Audit Auditor harus memahami tentang industry dan bisnis klien sebelum melakukan audit pada jasa personalia bahwa jasa personalia penting untuk keseluruhan entitas; sifat kompensasi, dikarenakan kompensasi per jam itu memerlukan sistem pengendalian yang

SEPTI SWASTIKA R F1313092 AUDIT II AKUNTANSI TRANSFER berbeda dengan kompensasi gaji; pentingnya untuk berbagai kompensasi seperti bonus, opsi saham dan hak apresiasi saham itu dan juga perjanjian pensiun.

Materialitas, risiko inheren, dan prosedur analitis Materialitas Pada perusahaan perangkat lunak dan jasa, jika jasa personalia adalah beban utama dan membuat siklus jasa personalia pada suatu bidang audit yang material untuk banyak perusahaan. Risiko Inheren Untuk periode pembayaran bisa secara harian, mingguan, ataupun bulanan, setiap kasus volume transaksi dari gaji dan upah yang mungkin tinggi. Perhitungan bisa menjadi rumit dan risiko inheren untuk asersi penilaian dan alokasi yang mungkin tinggi. Untuk program tunjangan bisa melibatkan opsi saham, hak apresiasi saham, program pensiun yang menyangkut masalah pengkuran atau pengungkapan signifikan. Karena itu, risiko inheren mungkin bisa tinggi untuk asersi eksistensi, penilaian atau alokasi serta penyajian dan pengungkapan. Prosedur Analitis Auditor akan melakukan prosedur analitis saat memulai audit untuk siklus jasa personalia karena efektif dari segi biayanya. Prosedur ini berguna untuk indetifikasi kecurangan.

Aktivitas Pengendalian - Transaksi Penggajian 1. Dokumen dan catatan yang umum a. Otorisasi personalia Memo yang dikeluarkan departemen personalia dimana menunjukan

pengangkatan dari seorang karyawan yang digunakan untuk penggajian nantinya.

SEPTI SWASTIKA R F1313092 AUDIT II AKUNTANSI TRANSFER b. Kartu absen Formulir yang digunakan seluruh karyawan untuk mencatat jumlah jam kerja. c. Tiket waktu Formulir yang digunakan seorang karyawan untuk mencatat waktu untuk pekerjaan tertentu. d. Rekening bank untuk penggajian imprest Rekening untuk menampung setoran sebesar gaji dan upah bersih, yang nantinya ditarik menggunakan cek e. Cek gaji Perintah penarikan untuk bank yang digunakan untuk membayar karyawan. f. Ikhtisar distribusi biaya tenaga kerja Laporan yang menunjukkan klasifikasi dari akun untuk penghasilan pabrik kotor selama periode pembayaran. g. SPT pajak gaji serta upah Formulir yang telah ditetapkan otorisasi pajak yang untuk diserahkan bersama pembayaran pajak yang telah dipotong dari karyawan dan pajak gaji serta upah dari pemberi kerja yang digunakan untuk jaminan social. h. File personalia karyawan File yang memuat data ikatan kerja semua karyawan dan memuat semua otorisasi i. File induk data personalia File data terkini mengenai karyawan yang digunakan untuk menghitung gaji dan upah. j. File induk penghasilan karyawan File data berisi penghasilan kotor, potongan gaji dan upah.

SEPTI SWASTIKA R F1313092 AUDIT II AKUNTANSI TRANSFER 2. Fungsi fungsi dan pengendalian terkait a. Memulai transaksi penggajian Mengangkat karyawan Pengangkatan karyawan di departemen personalia dan didokumentasikan ke dalam formulir otorisasi personalia. Karyawan yang berada di departemen personalia diberikan otorisasi untuk mengakses file induk data personalia. Pengendalian dari pengangkatan karyawan baru di file induk data personalia mengurangi risiko pembayaran gaji dan upah kepada karyawan yang fiktif. Mengotorisasi perubahan gaji dan upah Apabila terdapat perubahan gaji ataupun upah harus di otorisasi oleh departemen personalia secara tertulis sebelum data dimasukan ke file induk data personalia. Jika ikatan kerja seorang karyawan berakhir maka departemen personalia harus mengeluarkan pemberitahuan untuk segera pemutakhiran file induk data personalia untuk menghindari karyawan yang sudah berhenti masih tercatat. Pengendalian ini kaitannya dengan asersi eksistensi atau keberadaan. b. Menerima jasa Menyiapkan data kehadiran dan pencatatan waktu Departemen pencatatan waktu bertanggung jawab atas data kehadiran dan pencatatan waktu. Program gaji serta upah memilah transaksi penggajian menurut nomor karyawan dan data dengan proses pengecekan dan penyuntingan. Pengendalian saat proses pemasukan data dan mendahului perhitungan gaji dan upah mendukung asersi eksistensi, kelengkapan serta penilaian atau alokasi. Mencatat gaji dan upah Pembayaran kotor, potongan serta pembayaran bersih dihitung untuk masing-masing karyawan, dimana nanti program komputer akan memutakhirkan file induk dan mengakumulasi total ayat jurnal gaji dan upah yang telah dihasilkan

SEPTI SWASTIKA R F1313092 AUDIT II AKUNTANSI TRANSFER dan kemudian dimasukkan ke file induk buku besar umum. Keluaran nantinya dikirimkan ke departemen pengendalian data Membayar gaji dan upah melindungi upah yang belum diambil Pengendalian yang diterapkan meliputi: o Cek gaji harus ditandatangani dan dibagikan pegawai yang berwenang dan tidak terlibat dalam penyusunan daftar dan pencatatan gaji serta upah. o Hanya orang yang berwenang akses ke mesin penandatangan cek dan pelat tanda tanganan. o o Cek gaji didistribusikan hanya kepada karyawan yang tercatat dengan benar. Cek gaji yang belum diambilkan harus disimpan di tempat yang aman di kantor bendahara. c. Menyerahkan SPT pajak gaji dan upah Spt harus diserahkan secara tepat waktu, tanggung jawab untuk melaksanakan fungsi ini sesuai jadwal yang tepah ditentukan. d. Memperoleh pemahaman dan menilai risiko pengendalian Auditor biasanya mengujinya dengan mengajukan pertanyaan ke beberapa individu yang memang terlibat dalam sistem ini, memeriksa dokumen-dokumen serta laporan, kemudian melakukan pengendalian untuk beberapa transaksi dan auditor memastikan jika pengendalian dijalankan dengan efektif. Yang menjadi perhatian risiko lebih saji dan upah melalui: o o o Pembayaran ke karyawan fiktif Pembayaran ke karyawan yang tedaftar untuk jam kerja yang tidak dilakukan Pemnbayaran ke karyawan actual dengan tariff lebih tinggi dari yang seharusnya yang sudah diotorisasi.

SEPTI SWASTIKA R F1313092 AUDIT II AKUNTANSI TRANSFER - Pengujian Gaji Atas Saldo Gaji dan Upah 1. Menentukan risiko deteksi Jika bukti tentang keefektifan pengendalian atas risiko dalam beberapa kasus memungkinkan penilaian risiko pengendalian rendah, dan menghasilkan risiko deteksi yang sedang atau tinggi untuk beberapa atau keseluruhan asersi gaji dan upah. 2. Merancang pengujian subtantif a. Menghitung kembali kewajiban gaji dan upah akrual Auditor harus memperhatikan konsistensi meride untuk menghitung akrual dari periode ke periode lainnya. Ketika auditor memperoleh bukti tentang kewajaran jumlah akrual manajemen, maka harus mereview perhitungan dari manajemen tersebut atau auditor melakukan perhitungan sendiri. b. Mengaudit tunjangan karyawan dan program pensiun Program pensiun memiliki risiko yang signifikan yang berhubungan dengan salah saji di asersi penilaian saat menentukan beban pensiun, kemudia asersi penyajian untuk menulis catatan kaki tentang pensiun. Auditor harus mengevaluasi kewajaran estimasi akuntansi ketika tingak pengembalian yang digunakan untuk menentukan kewajiban tunjangan, saat mengaudit beban pensiun tersebut. c. Mengaduit opsi saham dan hak apresiasi saham Auditor harus menentukan jenis program dari kompensasi insetif yang dipergunakan untuk memberikan kompensasi pada pejabat dan karyawan, kemudian bagaimana beban kompensasi tersebut di tentukan dan dialokasikan ke berbagai periode akuntansi dan kecukupan pengungkapan yang nantinya berkaitan dengan program kompensasi insentif.

SEPTI SWASTIKA R F1313092 AUDIT II AKUNTANSI TRANSFER d. Memverifikasi kompensasi pejabat Kompensasi pejabat sangatlah insentif, maka dari itu perlunya otorisasi dari dewan direksi untuk gaji atau kompensasi yang dibandingkan dengan jumlah yang telah tercatat. Pengujian ini berkaitan dengan setiap asersi.