Anda di halaman 1dari 17

KASUS KE-1 Pertanyaan teoritis minimal 1. 2. 3. 4. 5. . ". #. Apakah definisi perilaku? Apakah domain perilaku?

Apa yang dimaksud persepsi sakit? Faktor-faktor apa yang mempengaruhi persepsi penderita? Bagaimana proses perubahan perilaku? Apa yang dimaksud perilaku men!ari pengobatan? Apa yang dimaksud perilaku kepatuhan? $elaskan model-model perilaku pre%entif menurut teori promosi kesehatan

KASUS KE-2 Pertanyaan teoritis minimal 1. &elanggaran 'aidah dasar bioetik apa yang sangat nyata pada skenario diatas? 2. Apa perbedaan antara benefi!en!e dan nonmalefi!en!e? 3. Apa makna prima%a!y ?

KASUS KE-3 Pertanyaan teoritis minimal 1( 2( 3( 4( 5( ( "( #( *( apa yang dimaksud peran dokter apa yang dimaksud konflik dalam peran dokter bagaimana model hubungan dokter-pasien apa yang dimaksud komunikasi interpersonal apa tu)uan !ounseling )elaskan )enis !ounseling )elaskan ketentuan seorang !ounselor )elaskan !ara pengambilan keputusan dan tindak lan)utnya )elaskan saran dalam pelaksanaan !ounseling

KASUS KE-4 Pertanyaan teoritis minimal 1. Apa yang dimaksud +ak A,asi manusia?

2. Apa yang dimaksud prinsip keadilan dalam hakA,asi manusia? 3. Bagaimana penerapan +ak A,asi -anusia .+A-( di bidang kedokteran? 4. Bagaimana hokum dan perundang-undangan mengenai kedokteran dankesehatan di /ndonesia? 5. Bagaimana proses hokum pelanggaran hokum di bidang kedokteran?

Profil produk dokter KINI Care provider Decision maker Communicator Community leader Manager, + Researcher (FKUI)

Etik Dan Humaniora (conts): Goals : To incorporate ethical concerns and issues into all phases of the education medical students. To help prepare students to understand their own values and be ethically aware medical practitioners. To provide students with the knowledge, skills, and attitudes re uired to be clinically competent in medical ethics and to be able to make ethically!informed medical decisions.

Enam Sifat Dasar yang harus ditun ukkan oleh Dokter (Kodeki hal !") "ifat #etuhanan #eluhuran budi #emurnian niat #esungguhan ker$a #erendahan hati %ntegrasi ilmiah dan sosial

#I$E S%&' D()%(' Care giver ! pemberi asuhan medik Decision maker ! pengambil keputusan Communicator ! komunikator Community leader ! pemimpin masyarakat Manager ! mene$er &'ll teachers have the responsibility to develop #nowledge, skill ( attitude) Hak*hak Pasien (Deklarasi +isa,on- Etik Kedokteran) *emperoleh informasi *emilih dan dirawat dokter +ak atas ,nd -pinion "etelah mendapat informasi: berhak menerima atau menolak *ati bermartabat .rivasi!#erahasiaan /ukungan moral dan spiritual .ersetu$uan terapi ( tindakan medis .elayanan kesehatan

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 1992 TENTANG K E S E H A T A N UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 1992 TENTANG K E S E H A T A N UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 1992 TENTANG K E S E H A T A N

UUD 1945 (a a!"# #!$

Pasal 4 Setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh derajat kesehatan yang optimal Pasal 7 Pemerintah bertugas menyelenggarakan upaya kesehatan yang merata dan terjangkau oleh mayarakat Pasal 22 3. Kesehatan lingkungan meliputi penyehatan air dan udara, pengamanan limbah padat, limbah cair, limbah gas, radiasi dan kebisingan, pengendalian vektor penyakit, dan penyehatan atau pengamanan lainnya. Pasal 28L ! " #ak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, $adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. 2 !2" Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersi%at diskriminati% atas dasar apapun dan berhak mendapat

perlindungan terhadap perlakuan yang bersi%at diskriminati% itu.

M UUD 1945 (a a!"# #!$

Pasal 3& !3" 'egara bertanggung ja(ab atas penyediaan %asilitas pelayanan kesehatan dan pelayanan umum yang layak.

UU !% 39 &a'(! 1999 T#!&a!) HAK MANUSIA

Pasal 5 ASASI 3" Setiap orang yang termasuk kelompok masyarakat yang rentan berhak memperoleh perlakuan dan perlindungan lebih berkenaan dengan kekhususannya UU !% 39 Pasal 9 &a'(! 1999 !3" Setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan T#!&a!) HAK sehat ASASI MANUSIA UU !% 39 Pasal 49 &a'(! 1999 !3" #ak khusus yang melekat pada diri (anita dikarenakan T#!&a!) HAK %ungsi reproduksinya, dijamin dan dilindungi oleh hukum. ASASI MANUSIA UU !% 39 Pasal 53 &a'(! 1999 ! " Setiap anak sejak dalam kandungan, berhak hidup, T#!&a!) HAK mempertahankan hidup, dan meningkatkan tara% ASASI kehidupannya. MANUSIA UU !% 39 Pasal 5+ &a'(! 1999 ! " Setiap anak berhak untuk mendapatkan perlindungan T#!&a!) HAK hukum dari segala bentuk kekerasan %isik atau mental, ASASI penelantaran, perlakuan buruk, dan pelecehan sesual MANUSIA selama dalam pengasuhan orang tuanya atau (alinya, atau pihak lain manapun yang bertanggung ja(ab atas pengasuhan anak tersebut. ,%-l" M#"./al 0%ery person is entitled 1ithout Ass%/.a&.%! dis!rimination to appropriate medi!al D#/la-a&.%! %0 L.s1%! !are. P-.!/.2l# 1 (a$ ,%-l" M#"./al 2uality assuran!e should al1ays be a Ass%/.a&.%! part of health !are. &hysi!ians3 in D#/la-a&.%! %0 L.s1%! parti!ular3 should a!!ept responsibility P-.!/.2l# 1 ("$ for being guardians of the 4uality of

medi!al ser%i!es.

,%-l" M#"./al Ass%/.a&.%! D#/la-a&.%! %0 L.s1%! P-.!/.2l# 1 (#$

/n !ir!umstan!es 1here a !hoi!e must be made bet1een potential patients for a parti!ular treatment that is in limited supply3 all su!h patients are entitled to a fair sele!tion pro!edure for that treatment. 5hat !hoi!e must be based on medi!al !riteria and made 1ithout dis!rimination. ,%-l" M#"./al 5he patient has the right to !ontinuity Ass%/.a&.%! of health !are. 5he physi!ian has an D#/la-a&.%! %0 L.s1%! obligation to !ooperate in the P-.!/.2l# 1 (0$ !oordination of medi!ally indi!ated !are 1ith other health !are pro%iders treating the patient. 5he physi!ian may not dis!ontinue treatment of a patient as long as further treatment is medi!ally indi!ated3 1ithout gi%ing the patient reasonable assistan!e and suffi!ient opportunity to make alternati%e arrangements for !are.
,%-l" M#"./al Ass%/.a&.%! D#/la-a&.%! %0 L.s1%! P-.!/.2l# 7 1 a. 5he patient has the right to re!ei%e information about himself6herself re!orded in any of his6her medi!al re!ords3 and to be fully informed about his6her health status in!luding the medi!al fa!ts about his6her !ondition. b. +o1e%er3 !onfidential information in the patient7s re!ords about a third party should not be gi%en to the patient 1ithout the !onsent of that third party. 1 !. 08!eptionally3 information may be 1ithheld from the patient 1hen there is good reason to belie%e that this information 1ould !reate a serious ha,ard to his6her life or health. 2 d. /nformation should be gi%en in a 1ay appropriate to the patient7s !ulture and in su!h a 1ay that the patient !an understand. 3 e. 5he patient has the right not to be informed on his6her e8pli!it re4uest3 unless re4uired for the prote!tion of another person7s life. 4 f. 5he patient has the right to !hoose 1ho3 if anyone3 should be informed on his6her behalf.

,%-l" M#"./al Ass%/.a&.%! D#/la-a&.%! %0 G#!#5a )*+,-S ./ P#0S,1,2'S +. +#- S,1K U!.5#-sal D#/la-a&.%! %0 H( a! R.)'&s A-&./l# 1

A &+9:/;/A< :+A== al1ays bear in mind the obligation of preser%ing human life. A &+9:/;/A< :+A== o1e his patients !omplete loyalty and all the resour!es of his s!ien!e. >hene%er an e8amination or treatment is beyond the physi!ian7s !apa!ity he should summon another physi!ian 1ho has the ne!essary ability.

2ll human beings are born %ree and e3ual in dignity and rights. +hey are endo(ed (ith reason and conscience and should act to(ards one another in a spirit o% brotherhood. U!.5#-sal -veryone is entitled to all the rights and D#/la-a&.%! %0 %reedoms set %orth in this )eclaration, (ithout H( a! R.)'&s distinction o% any kind, such as race, colour, A-&./l# 2 se4, language, religion, political or other opinion, national or social origin, property, birth or other status. /urthermore, no distinction shall be made on the basis o% the political, jurisdictional or international status o% the country or territory to (hich a person belongs, (hether it be independent, trust, non5sel%5governing or under any other limitation o% sovereignty.
U!.5#-sal A-&./l# 3 D#/la-a&.%! %0 -veryone has the right to li%e, liberty and security o% H( a! R.)'&s person. A-&./l# 4 'o one shall be held in slavery or servitude6 slavery and the slave trade shall be prohibited in all their %orms. A-&./l# 5 'o one shall be subjected to torture or to cruel, inhuman or degrading treatment or punishment. U!.5#-sal D#/la-a&.%! %0 . -veryone has the right to a standard o% H( a! R.)'&s living ade3uate %or the health and (ell5being o% A-&./l# 25 himsel% and o% his %amily, including %ood, clothing, housing and medical care and necessary social services, and the right to security in the event o% unemployment, sickness, disability, (ido(hood, old age or other lack o% livelihood in circumstances beyond his control. 2 2. 7otherhood and childhood are entitled to special care and assistance. 2ll children, (hether born in or out o% (edlock, shall enjoy the same social protection.

Ha8 A&as K#s#'a&a! Dala P#-s2#8&.0 HAM


dr. Dedi Afandi, DFM, SpF P#!"a'(l(a! Kesehatan adalah keadaaan sejahtera dari badan, ji(a dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produkti% secara sosial dan ekonomi !Pasal poin ** 'o 238 992 tentang Kesehatan", karena itu kesehatan merupakan dasar dari diakuinya derajat kemanusiaan. +anpa kesehatan, seseorang menjadi tidak sederajat secara kondisional. +anpa kesehatan, seseorang tidak akan mampu memperoleh hak5hak lainnya. ,2 Sehingga kesehatan menjadi salah satu ukuran selain tingkat pendidikan dan ekonomi, yang menentukan mutu dari sumber daya manusia (Human Development Index)3,&,:,; #ak atas kesehatan sebagai hak asasi manusia telah diakui dan diatur dalam berbagai instrumen internasional maupun nasional. <aminan pengakuan hak atas kesehatan tersebut secara eksplisit dapat dilihat dari beberapa instrumen sebagai berikut = a. ,nstrumen ,nternasional . Pasal 2: Universal Declaration of Human Rights (UDHR) . 2 2. Pasal ; dan > International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) 3 3. Pasal 2 International Covenant on Economic, ocial and Cultural Right (ICE CR) & &. Pasal : International Convention on the Elimination of !ll "orms of Racial Discrimination (ICERD). : :. Pasal , 2 dan & Convention on the Elimination of !ll "orms of Discrimination against #omen (#omen$s Convention)% ; ;. Pasal Convention against &orture and 'ther Cruel, Inhuman or Degrading &reatment or Punishment (&orture Convention, or C!&)% > >. Pasal 2& Convention on the Rights of the Child (Children$s Convention, or CRC) 2 b. ,nstrumen 'asional . 2mandemen5 ,, Pasal 28 # ayat ! " **) 9&:. 2 2. Pasal 9 ** 'omor 39 +ahun 999 tentang #ak 2sasi 7anusia. 3 3. pasal & ** 'omor 23 tahun 992 tentang Kesehatan.

.eserta .rogram /oktor %lmu #edokteran 0idang #ekhususan 0ioetika dan +umaniora, .asca "ar$ana 1niversitas %ndonesia. /isa$ikan pada "eminar +ak 'tas #esehatan, .alembang, #-*2'" +'* .3% "1*"45

)engan melihat dan memperhatikan ketentuan5ketentuan di atas, maka sesungguhnya tiap gangguan, intervensi atau ketidak5adilan, ketidak5acuhan, apapun bentuknya yang mengakibatkan

ketidak5sehatan tubuh manusia, keji(aannya, lingkungan alam dan lingkungan sosialnya, pengaturan dan hukumnya, serta ketidak5adilan dalam manajemen sosial yang mereka terima, adalah merupakan pelanggaran hak mereka, hak5hak manusia. 2, >5 : Ha8 A&as K#s#'a&a! #ak atas kesehatan bukanlah berarti hak agar setiap orang untuk menjadi sehat, atau pemerintah harus menyediakan sarana pelayanan kesehatan yang mahal di luar kesanggupan pemerintah. +etapi lebih menuntut agar pemerintah dan pejabat publik dapat membuat berbagai kebijakan dan rencana kerja yang mengarah kepada tersedia dan terjangkaunya sarana pelayanan kesehatan untuk semua dalam kemungkinan (aktu yang secepatnya. ;, > )alam Pasal 2 ayat ! " International Covenant on Economic, ocial and Cultural Right (ICE CR) hak atas kesehatan dijelaskan sebagai ?hak setiap orang untuk menikmati standar tertinggi yang dapat dicapai atas kesehatan %isik dan mental@ tidak mencakup area pelayanan kesehatan. Sebaliknya, dari sejarah perancangan dan makna gramatikal pasal 2 ayat !2" yang menyatakan bah(a ?Langkah5langkah yang akan diambil oleh 'egara Pihak pada kovenan ini guna mencapai per(ujudan hak ini sepenuhnya, harus meliputi hal5hal yang diperlukan untuk mengupayakan = a. Ketentuan5ketentuan untuk pengurangan tingkat kelahiran5mati dan kematian anak serta perkembangan anak yang sehat6 2 b. Perbaikan semua aspek kesehatan lingkungan dan industri6 3 c. Pencegahan, pengobatan dan pengendalian segala penyakit menular, endemik, penyakit lainnya yang berhubungan dengan pekerjaan6 & d. Penciptaan kondisi5kondisi yang akan menjamin semua pelayanan dan perhatian medis dalam hal sakitnya seseorang. dapat diketahui bah(a hak atas kesehatan mencakup (ilayah yang luas dari %aktor ekonomi dan sosial yang berpengaruh pada penciptaan kondisi dimana masyarakat dapat mencapai kehidupan yang sehat, juga mencakup %aktor5%aktor penentu kesehatan seperti makanan dan nutrisi, tempat tinggal, akses terhadap air minum yang sehat dan sanitasi yang memadai, kondisi kerja yang sehat dan aman serta lingkungan yang sehat. 9, 8 2ntara #ak 2sasi 7anusia dan Kesehatan terdapat hubungan yang saling mempengaruhi. Seringkali akibat dari pelanggaran #27 adalah gangguan terhadap kesehatan demikian pula sebaliknya, pelanggaran terhadap hak atas kesehatan juga merupakan pelanggaran terhadap #27. #ubungan tersebut dapat dilihat dari bagan di ba(ah ini = Lingkaran kanan ba(ah dari lingkaran hubungan antara #27 dan Kesehatan merupakan akibat tidak terpenuhi atau gagalnya pemerintah dalam memenuhi ke(ajibannya. Sementara itu, lingkaran atas erat kaitannya dengan hak atas kesehatan yang terlanggar oleh praktik5praktik kekerasan, yang menjadi bagian dari pelanggaran hak sipil dan politik. *ntuk lingkaran kiri ba(ah menggambarkan hubungan antara #27 dan Kesehatan yang terjadi akibat kondisi masyarakat yang rentan. ; Sementara itu juga terdapat beberapa aspek yang tidak dapat diarahkan secara sendiri dalam hubungan antara 'egara dan ,ndividu. Secara khusus, kesehatan yang baik tidaklah dapat dijamin oleh 'egara, dan tidak juga 'egara menyediakan perlindungan terhadap setiap kemungkinan penyebab penyakit manusia. .leh karena itu, %aktor genetik, kerentanan individu terhadap penyakit dan adopsi gaya hidup yang tidak sehat atau beresiko, mempunyai peranan yang sangat penting terhadap kesehatan seseorang. Sehingga, #ak 2tas Kesehatan harus dipahami sebagai hak atas pemenuhan berbagai %asilitas, pelayanan dan kondisi5kondisi yang penting bagi terealisasinya standar kesehatan yang memadai dan terjangkau. &, :, 8

Is( P%8%8 Ha8 A&as K#s#'a&a! Pengertian kesehatan sangat luas dan merupakan konsep yang subjekti%, serta dipengaruhi oleh berbagai %aktor, seperti %aktor5%aktor geogra%is, budaya dan sosio5ekonomi. .leh karena itu sulit untuk menentukan tentang apa saja yang termasuk ke dalam hak atas kesehatan. *ntuk itu para ahli, aktivis dan badan5badan PAA mencoba membuat rincian mengenai core content hak atas kesehatan. Core content terdiri dari seperangkat unsur5unsur yang harus dijamin oleh negara dalam keadaan apapun, tanpa mempertimbangkan ketersediaan sumber daya, yang terdiri dari = . Pera(atan kesehatan = a. Pera(atan kesehatan ibu dan anak, termasuk keluarga berencana6 2 b. ,munisasi6 3 c. +indakan yang layak untuk penyakit5penyakit biasa (common disease) dan kecelakaan6 & d. Penyediaan obat5obatan yang pokok (essential drugs). 2 2. Prakondisi dasar untuk kesehatan = a. Pendidikan untuk menangani masalah kesehatan termasuk metode5metode untuk mencegah dan mengedalikannya6 2 b. Promosi penyediaan makanan dan nutrisi yang tepat6 3 c. Penyediaan air bersih dan sanitasi dasar. <ika melihat hubungan antara kesehatan dan #27, kategorisasi unsur5unsur di atas belum sepenuhnya dapat menja(ab permasalahan. *ntuk itu %aktor5%aktor yang berhubungan dengan kesehatan yang termasuk dalam hak5hak asasi manusia yang lain, tidak perlu ditambahkan ke dalam hak atas kesehatan. &5 ;, 9 Sementara itu dalam komentar umum 'o & tentang hak atas standar kesehatan tertinggi yang dapat dijangkau sesuai bunyi pasal 2 ayat !2" International Covenant on Economic, ocial and Cultural Right (ICE CR) memberikan contoh umum dan spesi%ik berbagai langkah5langkah yang muncul dari adanya de%inisi yang luas dari hak atas kesehatan dalam pasal 2 ayat ! " sehingga dapat dapat menggambarkan isi dari hak atas tersebut, yaitu = a. #ak ibu, #ak anak dan kesehatan reproduksi. 5 mengurangi angka kematian bayi dan anak di ba(ah usia : tahun6 2 5 pelayanan kesehatan seksual dan reproduksi6 3 5 akses terhadap Keluarga Aerencana !KA"6 2 3 5 pera(atan sebelum dan sesudah melahirkan6 5 pelayanan ga(at darurat dalam bidang obstetri !kebidanan"6 5 akses dan sumber daya yang dibutuhkan sehubungan dengan kesehatan reproduksi.

b. #ak atas lingkungan alam dan tempat kerja yang sehat dan aman. 5 +indakan preventi% terhadap kecelakaan kerja dan penyakit6 2 5 2ir minum yang sehat dan aman serta sanitasi dasar6 3 5 Pencegahan dan menurunkan kerentanan masyarakat dari substansi yang membahayakan seperti radiasi, Bat kimia berbahaya, kondisi lingkungan yang membahayakan6 & 5 ,ndustri yang higienis6 : 5 Lingkungan kerja yang sehat dan higienis6

; > 8

5 Perumahan yang sehat dan memadai6 5 Persediaan makanan dan nutrisi yang cukup6 5 +idak mendorong penyalahgunaan alkohol, tembakau, obat5obatan dan substansi yang berbahaya lainnya.

c. #ak pencegahan, penanggulangan dan pemeriksaan penyakit. 5 Pencegahan dan penanggulangan serta penga(asan penyakit epidemik dan endemik, penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan6 2 5 Pembentukan program pencegahan dan pendidikan bagi tingkah laku yang berkaitan dengan kesehatan seperti penyakit menular seksual !P7S", #,C82,)S, penyakit yang berhubungan dengan kesehatan seksual dan reproduksi6 3 5 Promosi menenai %aktor sosial yang berpengaruh pada kesehatan, misalnya lingkungan yang aman, pendidikan, pertumbuhan ekonomi dan keseteraan gender6 & 5 #ak atas pera(atan6 : 5 Aantuan bencana alam dan bantuan kemanusiaan dalam situasi darurat6 ; 5 Pengendalian penyakit dengan menyediakan teknologi, menggunakan dan meningkatkan ketahanan epidemi serta imunisasi. d. #ak atas %asilitas kesehatan, barang dan jasa. 5 7enjamin adanya pelayanan medis yang mencakup upaya promoti%, preventi%, kurati% dan rehabilitati% baik %isik maupun mental6 2 5 Penyediaan obat5obatan yang esensial6 3 5 Pengobatan atau pera(atan mental yang tepat6 & 5 7eningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya kesehatan seperti organisasi bidang kesehatan, sistem asuransi, secara khusus partisipasi dalam keputusan politik di level komunitas tertentu dan negara. e. +opik khusus dan penerapan yang lebih luas. 5 'on diskriminasi dan perlakuan yang sama6 2 5 Perspekti% gender 3 5 Kesehatan anak dan remaja, orang tua, penyandang cacat dan masyarakat adat. & *ntuk itu badan kesehatan dunia !D#." telah membuat indikator5indikator kesehatan untuk menilai pelaksanaan pembangunan dan pemenuhan hak atas kesehatan tersebut. ,ndonesia juga terikat dengan komitmen tersebut dan hal tersebut telah diadopsi dengan menetapkan :E indikator kesehatan yang akan dicapai pada tahun 2E E. ;, 8 I 2l# #!&as. Ha8 A&as K#s#'a&a! Dala K%!&#8s HAM )alam upaya untuk menghormati ! to respect", melindungi !to protect" dan memenuhi !to fulfil" sebagai ke(ajiban negara mengimplementasikan norma5norma #27 pada hak atas kesehatan harus memenuhi prinsip5prinsip = . K#&#-s#".aa! pelayanan kesehatan, dimana negara diharuskan memiiki sejumlah pelayanan kesehatan bagi seluruh penduduk6 2 2. A8s#s.1.l.&as. /asilitas kesehatan, barang dan jasa, harus dapat diakses oleh tiap orang tanpa diskriminasi dalam jurisdiksi negara. 2ksesibilitas memiliki empat dimensi yang saling terkait yaitu =tidak diskriminati%, terjangkau secara %isik, terjangkau secara

&

ekonomi dan akses in%ormasi untuk mencari, menerima dan atau menyebarkan in%ormasi dan ide mengenai masalah5masalah kesehatan. 3. P#!#-. aa!. Segala %asilitas kesehatan, barang dan pelayanan harus diterima oleh etika medis dan sesuai secara budaya, misalnya menghormati kebudayaan individu5 individu, keari%an lokal, kaum minoritas, kelompok dan masyarakat, sensiti% terhadap jender dan persyaratan siklus hidup. <uga dirancang untuk penghormatan kerahasiaan status kesehatan dan peningkatan status kesehatan bagi mereka yang memerlukan. &. K(al.&as. Selain secara budaya diterima, %asilitas kesehatan, barang, dan jasa harus secara ilmu dan secara medis sesuai serta dalam kualitas yang baik. #al ini mensyaratkan antara lain, personil yang secara medis berkemampuan, obat5obatan dan perlengkapan rumah sakit yang secara ilmu diakui dan tidak kadaluarsa, air minum aman dan dapat diminum, serta sanitasi memadai.

Sementara itu dalam kerangka 3 bentuk ke(ajiban negara untuk memenuhi hak atas kesehatan dapat dijabarkan sebagai berikut = a. 7enghormati hak atas kesehatan )alam konteks ini hal yang menjadi perhatian utama bagi negara adalah tindakan atau kebijakan ?apa yang tidak akan dilakukan@ atau ?apa yang akan dihindari@. 'egara (ajib untuk menahan diri serta tidak melakukan tindakan5tindakan yang akan berdampak negati% pada kesehatan, antara lain = menghindari kebijakan limitasi akses pelayanan kesehatan, menghindari diskriminasi, tidak menyembunyikan atau misrepresentasikan in%ormasi kesehatan yang penting, tidak menerima komitmen internasional tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap hak atas kesehatan, tidak menghalangi praktek pengobatan tradisional yang aman, tidak mendistribusikan obat yang tidak aman. b. 7elindungi hak atas kesehatan Ke(ajiban utama negara adalah melakukan langkah5langkah di bidang legislasi ataupun tindakan lainnya yang menjamin persamaan akses terhadap jasa kesehatan yang disediakan pihak ketiga. 7embuat legislasi, standar, peraturan serta panduan untuk melindungi = tenaga kerja, masyarakat serta lingkungan. 7engontrol dan mengatur pemasaran, pendistribusian substansi yang berbahaya bagi kesehatan seperti tembakau, alkohol dan lain5lain, mengontrol praktek pengobatan tradisional yang diketahu berbahaya bagi kesehatan. c. 7emenuhi hak atas kesehatan )alam hal ini adalah yang harus dilakukan !s hould do" oleh pemerintah seperti menyediakan %asilitas dan pelayanan kesehatan, makanan yang cukup, in%ormasi dan pendidikan yang berhubungan dengan kesehatan, pelayanan pra kondisi kesehatan serta %aktor sosial yang berpengaruh pada kesehatan seperti = kesetaraan gender, kesetaraan akses untuk bekerja, hak anak untuk mendapatkan. identitas, pendidikan, bebas dari kekerasan, eksploitasi, kejatahan seksual yang berdampak pada kesehatan. )alam rangka memenuhi hak atas kesehatan negara harus mengambil langkah5langkah baik secara individual, bantuan dan kerja sama internasional, khususnya di bidang ekonomi dan teknis sepanjang tersedia sumber dayanya, untuk secara progresi% mencapai per(ujudan penuh dari hak atas kesehatan sebagaimana mandat dari pasal 2 ayat ! " International Covenant on Economic, ocial and Cultural Right (ICE CR) .9, &5 9

)isadari bah(a perlu kesungguhan dari negara serta partisipasi semua pihak baik itu masyarakat umum, Lembaga S(adaya 7asyarakat untuk dapat senantiasa meningkatkan kepedulian, monitoring serta mengevaluasi sehingga hak atas kesehatan dapat terpenuhi yang secara tidak langsung akan berdampak positi% dalam pembangunan masyarakat ,ndonesia.

KEPUSTAKAAN . ** 'omor 23 tahun 992 tentang Kesehatan. 2 2. Dahid S. Kesehatan sebagai hak asasi manusia. Seminar dan Lokakarya @Kesehatan dan hak asasi manusia@, <akarta6 952E 7aret 2EE3. 3 3. )epartemen Kesehatan F,. Sistim kesehatan nasional !SK'", 2EE&. & &. 7oelok /2. #ak untuk hidup sehat !paradigma sehat". Seminar dan Lokakarya @Kesehatan dan hak asasi manusia@, <akarta6 952E 7aret 2EE3. : :. )epartemen Kesehatan F,. Pro%il Kesehatan ,ndonesia 2EE 6 7enuju ,ndonesia Sehat 2E E, <akarta 2EE2. ; ;. Keputusan 7enteri Kesehatan F, 'omor 2E287-'K-S8SK8C,,82EE3 tentang ,ndikator ,ndonesia Sehat 2E E dan Penetapan Pedoman ,ndikator Provinsi Sehat dan Kabupaten8Kota Sehat. > >. *niversal )eclaration o% #uman Fight, 9&8. (((.unhchr.ch8udhr8inde4.htm 8 8. International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR), ()**% (((.ohchr.org8english8la(8ccpr.htm 9 9. ,nternational 1ovenant on -conomic, Social and 1ultural Fight !,1-S1F", 9;;. (((.ohchr.org8english8la(8ccpr.htm E E. ,nternational 1onvention on the -limination o% 2ll /orms o% Facial )iscrimination !,1-F)", 9;:. (((.ohchr.org8english8la(8cerd.htm . 1onvention on the -limination o% 2ll /orms o% )iscrimination against Domen !DomenGs 1onvention", 9>9. (((.ohchr.org8english8la(8ceda(.htm 2 2. 1onvention against +orture and .ther 1ruel, ,nhuman or )egrading +reatment or Punishment !+orture 1onvention, or 12+", 98&. (((.ohchr.org8english8la(8cat.htm 3 3. 1onvention on the Fights o% the 1hild !1hildrenGs 1onvention, or 1F1", 989. (((.ohchr.org8english8la(8crc.htm & &. 2sher <. +he right to health = 2 resource manual %or 'H.s. 2mers%oort, +he 'etherlands= Printing A.C 62EE&. : :. D#.. #uman rights, health and poverty reduction strategies. #ealth and human rights publication series6,ssue 'o :, 2pril 2EE:. ; ;. D#.. 2: Iuestion and ans(er on health and human rights. #ealth and human rights publication series6issue 'E , <uly 2EE2. > >. Lubis /. Kesehatan dan hak asasi manusia, perspekti% ,ndonesia. Seminar dan Lokakarya @Kesehatan dan hak asasi manusia@, <akarta6 952E 7aret 2EE3. 8 8. *nited 'ations -conomimic and Social ouncil, 1ommittee on -conomic, Social and 1ultural Fights. Substantive issues arising in the implementation o% the ,nternational 1ovenant on economic, Social and 1ultural Fights, Heneral 1omment 'o. & !2EEE". +he rights tothe highest attainable standart o% health !article 2 o% the ,nternational 1ovenant on -conomic, Social and 1ultural Fights". Heneva, *nited 'ations, 2EEE. 9 9. FiBki F. Aeberapa catatan tentang hak atas kesehatan. Seminar dan Lokakarya @Kesehatan dan hak asasi manusia@, <akarta6 952E 7aret 2EE3.

La 2.-a! Gl%1al )%als9 &a-)#&s a!" .!"./a&%-s -#l#5a!& &% '#al&' M.ll#!!.( D#5#l%2 #!& G%als (MDGs$9 &a-)#&s a!" .!"./a&%-s G%al 1 E-a"./a&# #:&-# # 2%5#-&; a!" '(!)#Ta-)#& 1 #alve, bet(een 99E and 2E :, the proportion o% people (hose income is less than one dollar a day Indicators Proportion o% population belo( J !PPP" per day !Dorld Aank" 2 Poverty gap ratio Kincidence 4 depth o% povertyL !Dorld Aank" 3 Share o% poorest 3uintile in national consumption !Dorld Aank" Ta-)#& 2 #alve, bet(een 99E and 2E :, the proportion o% people (ho su%%er %rom hunger Indicators & Prevalence o% under(eight children under %ive years o% age !*',1-/5D#." : Proportion o% population belo( minimum level o% dietary energy consumption !/2." G%al 2 A/'.#5# (!.5#-sal 2-. a-; #"(/a&.%! Ta-)#& 3 -nsure that, by 2E :, children every(here, boys and girls alike, (ill be able to complete a %ull course o% primary schooling Indicators ; 'et enrolment ratio in primary education !*'-S1." > Proportion o% pupils starting grade (ho reach grade : !*'-S1." 8 Literacy rate o% :52& year5olds !*'-S1." G%al 3 P-% %&# )#!"#- #<(al.&; a!" # 2%=#- =% #! Ta-)#& 4 -liminate gender disparity in primary and secondary education, pre%erably by 2EE:, and in all levels o% education no later than 2E : Indicators 9 Fatio o% girls to boys in primary, secondary and tertiary education !*'-S1." E Fatio o% literate (omen to men, :52& years old !*'-S1." Share o% (omen in (age employment in the non5agricultural sector !,L." 2 Proportion o% seats held by (omen in national parliament !,P*" G%al 4 R#"(/# /'.l" %-&al.&; Ta-)#& 5 Feduce by t(o thirds, bet(een 99E and 2E :, the under5%ive mortality rate Indicators 3 *nder5%ive mortality rate !*',1-/5D#." & ,n%ant mortality rate !*',1-/5D#." : Proportion o% year5old children immuniBed against measles !*',1-/5D#." G%al 5 I 2-%5# a&#-!al '#al&' Ta-)#& > Feduce by three 3uarters, bet(een 99E and 2E :, the maternal mortality ratio Indicators

; 7aternal mortality ratio !*',1-/5D#." > Proportion o% births attended by skilled health personnel !*',1-/5D#." G%al > ?% 1a& HI3@AIDS9 ala-.a a!" %&'#- ".s#as#s Ta-)#& 7 #ave halted by 2E : and begun to reverse the spread o% #,C82,)S Indicators 8 #,C prevalence among pregnant (omen aged :52& years !*'2,)S5D#.5*',1-/" 9 1ondom use rate o% the contraceptive prevalence rate !*' Population )ivision" 9a 1ondom use at last high5risk se4 !*',1-/5D#." 9b Percentage o% population aged :52& years (ith comprehensive correct kno(ledge o% #,C82,)S !*',1-/5D#." 9c 1ontraceptive prevalence rate !*' Population )ivision" 2E Fatio o% school attendance o% orphans to school attendance o% non5orphans aged E5 & years !*',1-/5*'2,)S5D#." Ta-)#& + #ave halted by 2E : and begun to reverse the incidence o% malaria and other major diseases Indicators 2 Prevalence and death rates associated (ith malaria !D#." 22 Proportion o% population in malaria5risk areas using e%%ective malaria prevention and treatment measures !*',1-/5D#." ; 23 Prevalence and death rates associated (ith tuberculosis !D#." 2& Proportion o% tuberculosis cases detected and cured under ).+S !internationally recommended +A control strategy" !D#." G%al 7 E!s(-# #!5.-%! #!&al s(s&a.!a1.l.&; Ta-)#& 9 ,ntegrate the principles o% sustainable development into country policies and programmes and reverse the loss o% environmental resources Indicators 2: Proportion o% land area covered by %orest !/2." 2; Fatio o% area protected to maintain biological diversity to sur%ace area !*'-P5D171" 2> -nergy use !kg oil e3uivalent" per J H)P !PPP" !,-2, Dorld Aank" 28 1arbon dio4ide emissions per capita !*'/111, *'S)" and consumption o% oBone5depleting 1/1s !.)P tons" !*'-P5.Bone Secretariat" 29 Proportion o% population using solid %uels !D#." Ta-)#& 1A #alve, by 2E :, the proportion o% people (ithout sustainable access to sa%e drinking (ater and sanitation Indicators 3E Proportion o% population (ith sustainable access to an improved (ater source, urban and rural !*',1-/5D#." 3 Proportion o% population (ith access to improved sanitation, urban and rural !*',1-/5D#." Ta-)#& 11 Ay 2E2E, to have achieved a signi%icant improvement in the lives o% at least EE million slum d(ellers Indicators 32 Proportion o% households (ith access to secure tenure !*'5#2A,+2+"

G%al + D#5#l%2 a )l%1al 2a-&!#-s'.2 0%- "#5#l%2 #!& ,ndicators %or targets 25 : are given belo( in a combined list. Ta-)#& 12 )evelop %urther an open, rule5based, predictable, non5discriminatory trading and %inancial system. ,ncludes a commitment to good governance, development and poverty reduction 5 both nationally and internationally Ta-)#& 13 2ddress the special needs o% the least developed countries. ,ncludes= tari%% and 3uota5%ree access %or least developed countriesM e4ports6 enhanced programme o% debt relie% %or heavily indebted poor countries !#,P1" and cancellation o% o%%icial bilateral debt6 and more generous .)2 %or countries committed to poverty reduction Ta-)#& 14 2ddress the special needs o% landlocked developing countries and small island developing States !through the Programme o% 2ction %or the Sustainable )evelopment o% Small ,sland )eveloping States and the outcome o% the t(enty5second special session o% the Heneral 2ssembly" Ta-)#& 15 )eal comprehensively (ith the debt problems o% developing countries through national and international measures in order to make debt sustainable in the long term Some o% the indicators listed belo( are monitored separately %or the least developed countries !L)1s", 2%rica, landlocked developing countries !LL)1s" and small island developing States !S,)S" Indicators Official development assistance (ODA) 33 'et .)2, total and to L)1s, as percentage o% .-1)8)evelopment 2ssistance 1ommittee !)21" donorsM gross national income !H',"!.-1)" 3& Proportion o% total bilateral, sector5allocable .)2 o% .-1)8)21 donors to basic social services !basic education, primary health care, nutrition, sa%e (ater and sanitation" !.-1)" 3: Proportion o% bilateral .)2 o% .-1)8)21 donors that is untied !.-1)" 3; .)2 received in landlocked developing countries as a proportion o% their H',s !.-1)" 3> .)2 received in small island developing States as proportion o% their H',s !.-1)" Market access 38 Proportion o% total developed country imports !by value and e4cluding arms" %rom developing countries and %rom L)1s, admitted %ree o% duty !*'1+2), D+., DA" 39 2verage tari%%s imposed by developed countries on agricultural products and te4tiles and clothing %rom developing countries !*'1+2), D+., DA" &E 2gricultural support estimate %or .-1) countries as percentage o% their H)P !.-1)" & Proportion o% .)2 provided to help build trade capacity !.-1), D+." Debt sustainability &2 +otal number o% countries that have reached their #eavily ,ndebted Poor 1ountries ,nitiative !#,P1" decision points and number that have reached their #,P1 completion points !cumulative" !,7/5Dorld Aank" &3 )ebt relie% committed under #,P1 initiative !,7/5Dorld Aank" && )ebt service as a percentage o% e4ports o% goods and services !,7/5Dorld Aank" Ta-)#& 1> ,n cooperation (ith developing countries, develop and implement strategies %or decent and productive (ork %or youth Indicators

&: *nemployment rate o% young people aged :52& years, each se4 and total !,L." Ta-)#& 17 ,n cooperation (ith pharmaceutical companies, provide access to a%%ordable essential drugs in developing countries Indicators &; Proportion o% population (ith access to a%%ordable essential drugs on a sustainable basis !D#." Ta-)#& 1+ ,n cooperation (ith the private sector, make available the bene%its o% ne( technologies, especially in%ormation and communications Indicators &> +elephone lines and cellular subscribers per EE population !,+*" &8 Personal computers in use per EE population and ,nternet users per EE population !,+*"