Anda di halaman 1dari 27

KONTRAK

A. Pengertian - Kontrak adalah suatu keterikatan yang dituangkan dalam bentuk perjanjian tertulis dan isi kontrak telah disepakati oleh kedua belah pihak dan setelah ditanda tangani merupakan hukum bagi kedua belah pihak yang menandatangani. - Memorandum Of Understanding - Letter of Intent - Letter of Comfort B. Syarat-syarat Sah Pembuatan Kontrak C. Azas-Azas Pembuatan Kontrak D. Struktur / Format / Isi Kontrak E. Kontrak Konstruksi

SENGKETA / PERSELISIHAN DALAM KONTRAK


Pengertian B. Macam-macam Sengketa Kontrak
A.

PENYELESAIAN SENGKETA KONTRAK KONSTRUKSI


Dasar Hukum Penyelesaian Sengketa B. Macam-macam Sengketa Kontrak konstruksi C. Lembaga Penyelesaian Sengketa D. Penyelesaian Sengketa Konstruksi
A.

KLAIM
Pengertian B. Sebab Sebab Klaim C. Subyek / Pelaku Klaim D. Ruang Lingkup & Jenis-jenis Klaim E. Klausula Klaim Kontrak Konstruksi F. Prosedur Penanganan Klaim
A.

KLAIM
Menurut WJS Purwodarminta : Tuntutan pengakuan atas suatu fakta bahwa seorang berhak untuk memiliki / mempunyai akan sesuatu Pernyataan ttg sesuatu fakta atau kebenaran sesuatu

Badudu Zein : Tuntutan atas sesuatu yang dianggap menjadi hak; Tuntutan atas sesuatu yang dianggap menyalahi perjanjian atau kontrak

Peter Salim, Yenny Salim (Kontemporer): Tuntutan pengakuan bahwa seseorang berhak memiliki atas sesuatu Pernyatan kebenaran atas sesuatu

Perbedaan Pengertian Klaim : Barat : Claim = permintaan (demand) bukan tuntutan Indonesia Klaim = Suatu Tuntutan

Asal kata demand PERMINTAAN, & adakalanya bila tdk dipenuhinya melahirkan tuntutan melalui lembaga yang ditentukan.

KLAIM
Klaim Konstruksi: Klaim yang timbul dari atau sehubungan dengan pelaksanaan suatu pekerjaan jasa konstruksi antara Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa atau antara Penyedia Jasa utama dengan Sub Penyedia Jasa atau Pemasok bahan atau antara pihak luar dengan Pengguna/Penyedia Jasa yang biasanya pengenai permintaan tambahan waktu, biaya atau kompensasi lain.

KLAIM
B. Sebab sebab Klaim Sebab-sebab klaim baru diketahui setelah pekerjaan dilaksanakan Prof H. Priyatna Aburrasyid (Arbitrase & Alternatif Penyelesaian Sengketa: PT Fikahati Aneska) 1. Informasi desain yg tidak tepat (delayed design information) 2. Informasi desain yg tidak sempurna (Inadequate design information) 3. Investigasi lokasi yang tidak sempurna (Inadequate site information) 4. Reaksi klien yang lambat (slow client respon) 5. Komunikasi yang buruk (poor Communication)

6. Sasaran waktu yang tidak realistis (unrealistic time targets)


7. Administrasi kontrak yang tidak sempurna (inadequate contract administration) 8. Kejadian eksternal yang tidak terkendali (uncontrollable externals events) 9. Informasi tender yang tidak lengkap (incomplete tenderinformation) 10. Alokasi resiko yang tidak jelas (unclear risk allocation) 11. Keterlambatan ingkar membayar ( lateness non payment)

KLAIM
Robert D Gilbreath:Managing Contraction Contracts, 204-205 1. Defective work ( Pekerjaan yg cacat ) 2. Delay Caused by the Contractor ( Kelambatan yang disebabkan Penyedia Jasa ) 3. As a Claims Defense ( Sebagai klain tandingan )

KLAIM
Klaim yang biasa Penyedia Jasa =>Pengguna Jasa : 1. Kelambatan/cacat informasi -> gbr, spesifikasi teknis 2. Keterlambatan/cacat informasi -> bahan/peralatan 3. Perubahan permintaan, gb / spesifikasi 4. Perubahan kondisi lapangan/ kondisi lapangan yang tidak diketahui 5. Pengaruh reaksi dari pek. yg bersamaan 6. Larangan-metode kerja krj, termasuk kelambatan /percepatan pelaksanan pek. 7. Kontrak yang punya arti mendua/perbedaan penafsiran

KLAIM
Penyebab Klaim : 1. Umum 2. Pengguna Jasa 3. Penyedia Jasa

KLAIM
Umum : - Komunikasi antara Pengguna Jasa & penyedia Jasa buruk - Administrasi kontrak yang tidak mencukupi - Sasaran waktu yang tidak terkendali - Kejadian eksternal yang tidak terkendali - Kontrak yang artinya mendua

KLAIM
Pengguna Jasa : - Informasi tender yang tidak lengkap/sempurna -> desain,bahan, spesifikasi - Penyelidikan site yang tidak sempurna/perubahan site - Reaksi/tanggapan yang lambat - Alokasi resiko yang tidak jelas - Kelambatan pembayaran - Larangan metode kerja tertentu

KLAIM
Penyedia Jasa: - Pekerjaan yg cacat /mutu pekerjaan buruk - Kelambatan penyelesaian - Klaim tandingan/perlawanan klaim - Pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi - Bahan yang dipakai tidak memenuhi syarat garansi

KLAIM
C. Subyek / Pelaku Klaim : 1. Pengguna Jasa Konstruksi 2. Penyedia Jasa Konstruksi 3. Sub Penyedia Jasa Konstruksi

KLAIM
D. Ruang Lingkup & Jenis-jenis Klaim Ruang lingkup klaim -> terkait dengan definisi klaim itu sendiri -> permintaan yg berhubungan dengan kontrak konstruksi

KLAIM
Jenis Jenis Klaim : 1. Klaim Tambahan biaya & Waktu 2. Klaim biaya tak langsung (Overhead) 3. Klaim tambahan waktu (tanpa tambahan biaya) 4. Klaim kompensasi lain

KLAIM
1. Klaim Tambahan biaya & Waktu Pengadilan (data) => Klaim Kelambatan 1. Kelambatan yang dapat diterima; 2. Kelambatan kelambatan dengan kompensasi (ganti kerugian) 3. Kelambatan-kelambatan yang berbenturan

KLAIM
Klaim lambat waktu -> biaya meningkat 1. Bunga bank (interest) 2. Asuransi 3. Overhead kantor pusat 4. Biaya umum 5. Penyewaan 6. Pemeliharaan alat 7. Pemasokan material 8. Dukungan teknik 9. lanjut

KLAIM
9. Administrasi kontrak 10. Mutu program administrasi 11. Pengamanan 12. Pengawasan 13. Perpanjangan / kehilangan masa jaminan 14. Ganti rugi 15. Penyimpanan dan perlindungan material

KLAIM
E. Klausula Klaim Kontrak Konstruksi

Tergantung kemauan / keinginan pihak-pihak yang membuat kontrak konstruksi Upaya preventif kalau terjadi kemungkinan terburuk pelaksanaan kontrak konstruksi Pencantuman klaim dalam kontrak konstruksi

KLAIM
Struktur & Prosedur Klaim : Struktur Klaim: 1. Ket ttg ketentuan- & syarat- kontrak (lingkup pek, struktur biaya) 2. Ket mengenai fakta kejadian ( apa yang terjadi/tidak terjadi yang diuraikan secara kronologis) 3. Akibat suatu rangsangan klaim yang disajikan dalam bentuk uraian 4. Analisis biaya, termasuk biaya yang sesungguhnya & biaya yang diperkirakan

KLAIM
F. Prosedur Penanganan Klaim 1. Klaim harus dipersiapkan secara tertulis : fakta- yg dapat membuktikan bahwa yang mengajukan klaim berhak mendapatkannya; 2. Tidak adanya format tertentu, klaim harus disusun secara logis & sebanyak mungkin fakta yang merujuk dokumen- pokok, laporan saksi ahli, foto dokumentasi 3. Sub Penyedia Jasa dapat melakukan yang = Penyedia Jasa