Anda di halaman 1dari 16

DOKUMEN PROYEK

DOKUMEN PROYEK
Gambar-gambar Bestek (Uraian Pekerjaan secara visuil) Bestek (Spesifikasi) RKS (Uraian Rencana Kerja dan syarat syarat). Lampiran lampiran

Addendum (Tambahan-tambahan)

Surat surat klarifikasi Surat Perjanjian Kerja As built Drawings Berita-berita Acara

GAMBAR BESTEK

Merupakan Penjelasan secara Visuil (Potret) dari proyek yang akan didirikan dimana diperlihatkan lingkup dan bentuk pekerjaan yang harus dibuat. HARUS JELAS, LENGKAP DAN RELEVAN. DAPAT DIMENGERTI SECARA GAMBLANG OLEH PARA PELAKSANA, MANDOR .

GAMBAR PRARENCANA (Preliminary Drawings) Konsepsi kasar dari Idea yang akan dilaksanakan. GAMBAR INFORMASI (Information Drawings) Memudahkan pengikut lelang menghitung

GAMBAR PROYEK (Site Drawings) Memperlihatkan denah dari lokasi proyek , topografi dan fasilitas /sarana dari keseluruhan proyek. Terdiri juga dari gambar arsitektur, struktur, elektrikal dan mekanikal, plambing, sanitasi, utilitas secara terpisah.
GAMBAR KERJA (Shop Drawings/Detailed Working Drawing) Gambar pelaksanaan tentang penjelasan visuil pada tiap tiap bagian konstruksi dengan gambar potongan potongan memakai skala yang memadai. GAMBAR JADI (As Built drawings) Gambar yang betul-betul telah cocok dengan keadaan sebenarnya yang telah dibangun dilapangan.

URAIAN RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS, BESTEK)



PENJABARAN TUGAS (JOB DESCRIPTION) UNTUK PEMBORONG/KONTRAKTOR. Berisi :


KONDISI UMUM (GENERAL CONDITION) KONDISI KHUSUS (SPECIAL CONDITION) SPESIFIKASI TEKNIS (TECHNICAL SPECIFICATION)

RKS , SEKURANG-KURANGNYA MEMUAT : SYARAT UMUM :

SYARAT ADMINISTRATIF

Keterangan mengenai pemberi tugas Keterangan mengenai perencana Keterangan mengenai direksi Syarat syarat peserta pelelangan Bentuk surat penawaran dan cara penyampaiannya Jangka waktu pelaksanaan Tanggal penyerahan pekerjaan Syarat syarat pembayaran Denda atas keterlambatan Besarnya jaminan pelelangan Besarnya jaminan pelaksanaan Jenis & uraian pekerjaan yang hrs dilaksanakan Jenis dan mutu bahan Gambar detail, gbr konstruksi dsb.

SYARAT TEKNIS

KONTRAK dalam PEKERJAAN KONSTRUKSI


Perjanjian atau persetujuan antara dua fihak secara sukarela dan mengikatkan diri mereka masing-masing dalam persetujuan yang dianggap sebagai HUKUM yang harus ditaati dan dipenuhi. PEMILIK / PEMBERI PEKERJAAN PENERIMA PEKERJAAN ( KONSULTAN

PERENCANA/DESIGNER A/E ARCHITECT ENGINEER)

JENIS KONTRAK :
BUILD CONTRACT 1. Fixed Price Contract 2. Prime Cost Contract DESIGN & BUILD CONTRACT DESIGN & MANAGEMENT CONTRACT

FIX PRICE CONTRACT : Kontraktor menyelesaikan pekerjaan berdasarkan harga yang disetujui dan pelaksanaannya menurut bestek (tender dokumen) yang telah ditetapkan dan diterima oleh kontraktor

A. LUMP SUM
Istilahnya Borong Dol Pemilik Mengetahui dari awal berapa harga proyek sesuai dengan yang diinginkan. Kontraktor mengetahui dan dapat menghitung biayanya dengan tepat. Memerlukan gambar yang jelas , Spec. dan bestek yang akurat.

B. UNIT PRICE CONTRACT Menitik beratkan pada biaya per unit volume, per unit panjang / per unit berat. Kuantitas Pekerjaan belum dapat ditebak secara akurat. Jumlah yang pasti dari volume pekerjaan baru diketahui pada waktu akhir pekerjaan. Flat Rate : Harga tetap tdk berubah sampai kontrak

selesai Sliding rate : Harga dapat dikaitkan dengan perubahan volume.

PRIME COST CONTRACT :

Pemilik mengganti ongkos yang dikeluarkan kontraktor untuk melaksankan pekerjaan DITAMBAH dengan sesuatu bentuk tambahan ongkos.

Biaya Fisik

Keterampilan & Pengalaman Kontraktor

Jasa Administrasi Teknis Kontraktor

DESIGN & BUILD CONTRACT Kontraktor diminta mengajukan penawaran pekerjaannya termasuk desainnya (Rencana Proyek) berdasarkan keahlian pemborongnya (Package deal) Tipe TURN KEY Artinya mulai preliminary study, pelaksanaannya dan penyediaan dananya diatur dan dikerjakan oleh kontraktor. Pihak Pemilik hanya putar kunci pada waktu penutupan proyek selesai selanjutnya mencicil kembali biaya proyek dari hasil pendapatan operasi bangunan yang telah dipergunakan.

Tipe NEGOTIATED CONTRACT

Untuk proyek proyek yang sifatnya rahasia (proyek proyek militer) atau proyek yg memerlukan keahlian khusus yang dimilik 1 2 kontraktor saja dan belum ada standar harga yg jelas.
Contoh : satelit, pesawat hydro foil dsb.

DESIGN/MANAGEMENT CONTRACTS

Pekerjaan mengelola sebuah proyek mulai konsep sampai selesai dan siap dipakai dapat dikerjakan oleh pihak pemilik sendiri.

Project Management contracts : Pemilik menetapkan sebuah team yg dipimpin project manager. Construction management contracts : Pekerjaan dipecah pecah dan dilelangkan segera hingga jadwal waktu pelaksanaan secara keseluruhan dapat dipersingkat. (metode fast track).

ESTIMASI BIAYA PROYEK SECARA UMUM :

BIAYA PROYEK

ESTIMASI KASAR UNTUK PEMILIK ESTIMASI PENDAHULUAN OLEH KONSULTAN PERENCANA ESTIMASI DETAIL OLEH KONTRAKTOR BIAYA SESUNGGUHNYA SETELAH PROYEK SELESAI

JENIS BIAYA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI


A. BIAYA LANGSUNG (DIRECT COST) : Biaya yang didapat dengan mengalikan volume/kuantitas suatu pos pekerjaan dengan harga satuan (unit cost) pekerjaan tersebut. BAHAN / MATERIAL Perlu perhatian : harga loco/franco, harga terbaik yg memenuhi bestek, bahan sisa (waste). UPAH BURUH/LABOR/MAN POWER Perlu perhatian : Upah harian, borongan per unit volume, kemampuan dan kapasitas kerja, tenaga kerja setempat.penginapan, transport, lembur dll. BIAYA PERALATAN/EQUIPMENTS Perlu perhatian : sewa, operator, reparasi kecil, ongkos mobilisasi, bahan bakar.

B. BIAYA TAK LANGSUNG (INDIRECT COST ) : OVERHEAD


Overhead proyek (dilapangan) Overhead kantor

BIAYA TAK TERDUGA/CONTIGENCIES Diperkirakan sekitar (0,5 5% dari biaya total) KEUNTUNGAN/PROFIT