Anda di halaman 1dari 4

Upaya Pencegahan Pada Sistiserkosis

1. Pencegahan Primordial : Mempertahankan gaya hidup yang sudah ada dan benar dalam masyarakat. Peningkatan kinerja pengawasan daging yang dijual, agar bebas larva cacing (sistiserkus). Pengawasan yang dilakukan pada negara endemis biasanya adalah inspeksi yang dilakukan di rumah potong sehingga daging yang mengandung kista tidak sampai dikonsumsi masyarakat (kerjasama lintas sektor dengan dinas Peternakan).

2. Pencegahan Primer Promosi kesehatan masyarakat, misalnya dapat dilakukan pemberian pendidikan mengenai kesehatan. Meningkatkan pendidikan komunitas dalam kesehatan (kebersihan, mempersiapkan makanan, dan sebagainya) Pencegahan khusus, yaitu pencegahan keterpaparan dan pemberian kemopreventif. Pada babi, dapat dilakukan pemberian oxfendazole oral (30 mg/kg BB). Bila perlu, vaksinasi dengan TSOL18, setelah dilakukan eliminasi parasit dengan kemoterapi. Memasak daging sampai di atas 50 derajat C selama 30 menit, untuk membunuh kista cacing, membekukan daging (Soedarto, 2008). Daging yang mengandung kista tidak boleh dimakan. Masyarakat diberi gambaran tentang bentuk kista tersebut dalam daging, hal ini penting dalam daerah yang banyak memotong babi untuk upacara-upacara adat seperti di Sumatera Utara, Bali dan Irian jaya dan menghilanglkan kebiasaan makan makanan yang mengandung daging setengah matang atau mentah.

Pemakaian jamban keluarga, tidak membuang tinja di sembarang tempat sehingga tinja manusia tidak dimakan oleh babi dan tidak mencemari tanah atau rumput dan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Pada daerah endemik, sebaiknya tidak memakan buah dan sayur yang tidak dimasak yang tidak dapat dikupas. Hanya meminum air yang telah dikemas dalam botol, air yang disaring, atau air yang dididihkan selama 1 menit.

3. Pencegahan Sekunder Mengobati penderita, untuk mengurangi sumber infeksi, dan mencegah terjadinya autoinfeksi dengan larva cacing. Pemelihara sapi atau babi pada tempat yang tidak tercemar atau sapi dikandangkan sehingga tidak dapat berkeliaran. 4. Pencegahan Tersier Usaha untuk penanggulangan penyakit agar tidak menular. Orang yang terinfeksi harus dilindungi sehingga mereka tidak dapat berkontribusi pada siklus penularan.