Anda di halaman 1dari 18

CASE REPORT SESSION

Tajuk: Delirium By: Amira Fatin Ababil Ashaari Mohd Farid

IDENTITAS PASIEN
-

Usia : 29 tahun Pekerjaan : tidak bekerja Edukasi : S1 Ekonomi Agama : Islam Status : belum menikah

KELUHAN UTAMA & RIWAYAT


KU : sakit kepala dan mendengar ada kecelakaan di luar Onset : 1 hari sebelum admisi, tiba-tiba Sejarah : TB 1 bulan yang lalu Keluhan penyerta : ada gejala meningitis (leher kaku, sakit kepala, demam tinggi), nafsu makan kurang Menyangkal pemakain NAPZA, alkohol Belum pernah mengalami masalah kejiwaan sebelumnya

Mengakui bahwa mudah marah sejak kecil

STATUS FUNGSIONAL PASIEN SEBELUM ADMISI


Fungsi sosial : baik (suka bermain basket dengan teman-teman) Fungsi perawatan diri : baik (bisa mandi sendiri 2x sehari) Fungsi kerja : baik (meskipun tidak bekerja, pasien selalu mencari pekerjaan)

STATUS PSIKIATRIKUS
Roman muka : Kontak : ada Orientasi : baik (tidak dapat mengidentifikasikan tanggal tetapi sadar siang hari) Ingatan : baik

Immediate : 25674 Recent : makan siang (dikonfirmasi perawat) Remote : tempat tinggal masa kecil (dikonfirmasi ibu)

STATUS PSIKIATRIKUS (LANJUTAN)


Perhatian : baik Persepsi : sebelum admisi pasien mendengar suara kecelakaan ( dar dar dar ) yang tidak dapat dikonfirmasikan oleh orang lain.

Pasien juga mengakui pernah melihat bayanganbayangan tetapi tidak ingat secara spesifik bayangan apa dan kapan

Pikiran :
Bentuk : realistik Jalan : koheren Isi : punya ide-ide thought withdrawal, thought broadcasting, insertion (tapi bukan control

STATUS PSIKIATRIKUS (LANJUTAN 2.)

Emosi

Mood: Euthemic Afek: appropriate

Penilaian Wawasan terhadap penyakit : parsial (menyadari bahwa dirinya sakit fisik tetapi belum yakin suara kecelakaan itu tidak nyata) Tingkah laku : normoaktif Bicara : spontan Dekorum : appropriate (seting sosial : bertingkah laku selayaknya pasien yang sedang berada di RS)

INFORMASI TAMBAHAN

Ada konflik dengan ibu

Tetang rincian riwayat penyakit (TB)

Menyangkal pernah mengalami kecelakaan besar Hobi bermain basket Lulusan fakultas ekonomi tidur normal, tidak ada gangguan pencernaan

PEMBAHASAN

DEFINISI

Diagnosis: Delirium ad causa Meningitis. Definisi Delirium: Delirium adalah diagnosis klinis, gangguan otak difus yang dikarakteristikkan dengan variasi kognitif dan gangguan tingkah laku. disebabkan banyak faktor; banyak yang dapat dicegah.

Delirium ditandai oleh gangguan kesadaran, biasanya terlihat


bersamaan dengan fungsi gangguan kognitif secara global. Kelainan mood, persepsi dan perilaku adalah gejala psikiatrik yang umum; tremor, asteriksis, nistagmus, inkoordinasi dan inkontinensia urin merupakan gejala neurologis yang umum.

Biasanya delirium mempunyai onset yang mendadak (beberapa jam atau hari), perjalanan yang singkat dan berfluktuasi. Perbaikan yang cepat jika faktor penyebab diidentifikasi dan dihilangkan. Delirium dapat terjadi pada berbagai tingkat usia namun tersering pada usia diatas 60 tahun. Menggigau merupakan gejala sementara dan dapat berfluktuasi intensitasnya, kebanyakan kasus dapat sembuh dalam waktu 4 minggu atau kurang.

EPIDEMIOLOGI
Delirium merupakan kelainan yang sering pada : sekitar 10 sampai 15 persen adalah pasien bedah dan 15 sampai 25 persen pasien perawatan medis di rumah sakit. Penyebab dari pasca operasi delirium termasuk stress dari pembedahan, sakit pasca operasi, pengobatan anti nyeri, ketidakseimbangan elektrolit, infeksi, demam, dan kehilangan darah

ETIOLOGI
Penyebab utama delirium : Penyakit pada CNS encephalitis, meningitis, space occupying lesions, tekanan tinggi intrakranial setelah episode epilepsi. Demam - penyakit sistemik. Intoksikasi dari obat-obatan atau zat toksik. Kegagalan metabolik kardiak, respiratori, renal, hepatik, hipoglikemia

DIAGNOSIS DAN GAMBARAN KLINIS


Gejala utama termasuk: perubahan tingkat kesadaran dengan hyperarousal, atau hypoarousal dengan agitasi atau apati. Disorientasi. penurunan memori. percakapan yang tidak logic. gangguan persepsi; termasuk halusinasi auditori, visual dan tactile. ketidakstabilan emosi yang buruk. kitaran tidur yang terbalik atau fragmented sleep.

PATOFISIOLOGI
Infeksi pada meninges Reaksi inflamasi di meninges

Penghijrahan neutrofil ke dalam ruang subarachnoid menghasilkan exudate

Meningkatkan ICP Inflamasi bertambah buruk.

Obstruksi jalan CSF Perlepasan neurotransmitter berlebihan (dopamine)

Thickens CSF

Stress pada otak

Gangguan di korteks & hipokampus

delirium

Fungsi otak terganggu

MANAGEMENT PENGOBATAN
Pengobatan secara langsung baik identifikasi dari underlying physical cause maupun menilai pengobatan dari anxietas, distress, dan problem prilaku. pasien perlu penentraman hati, dan reorientasi untuk mengurangi anxietas, cara ini perlu dilakukan dengan sering. Keluarga pasien perlu diberitahukan dan diterangkan secara jelas mengenai penyakit pasien agar mengurangi kecemasannya sehingga keluarga pasien dapat menolong pasien dalam perawat menjadi lebih tentram

PENGOBATAN FARMAKOLOGIS DELIRIUM


Dua gejala utama dari delirium yang mungkin memerlukan pengobatan farmakologis adalah psikosis dan insomnia. Obat yang terpilih untuk psikosis adalah Haloperidol. Haloperidol (haldol), dpat digunakan dengan dosis yang rendah (0.5 mg sampai dengan 2 mg 2 kali sehari), jika dibutuhkan secara intravena.

PROGNOSIS

Setelah identifikasi dan menghilangkan faktor penyebab, gejala delirium biasanya menghilang dalam periode 3-7 hari. Semakin lanjut usia pasien dan semakin lama pasien mengalami delirium semakin lama waktu yang diperlukan bagi delirium untuk menghilang.