Anda di halaman 1dari 46

LAPORAN DISKUSI TUTORIAL BLOK 1.

6 MINGGU 2 SKENARIO 2: BUAH HATIKU

KELOMPOK 23 D TUTOR : Dra. Daryati Mardja A!t K"t#a : M#$%a Satria A&'"$ (1)1)3131)*+ S",r"tari& I : -"$&a -#$a'da P#tri (1)1)313111+ S",r"tari& II : A.a'da B"&ta Ri/a$dy (1)1)31311*+ A'001ta K"$1.!1, : Ray&a Ra.ay#.i (1)1)311)23+ 2id1 Ari"% (1)1)312)26+ Kar1$i' Tri&'a3"$da (1)1)312)45+ 6i3i" Ba,ti K".a.!a (1)1)312)72+ 2itria N18ita (1)1)31211)+ I'"/ A."$i'da (1)1)313)2*+ A9.ad Gi%%ar Da't1 (1)1)313)64+ 2AKULTAS KEDOKTERAN :URUSAN PENDIDIKAN DOKTER UNI;ERSITAS ANDALAS

2)11 SKENARIO 2 BUAH HATIKU Ny.Baby, 34 tahun, sangat bahagia dengan kelahiran anak pertamanya, laki-laki di rumah bidan tempat dia selalu kontrol kehamilan, bayi ini sangat ditunggu-tunggunya karena ia sudah 4 tahun menikah dan sudah 3 kali mengalami keguguran. Tetapi kebahagiannya terusik karena bidan mengatakan bahwa anaknya harus dirujuk ke rumah sakit karena berat badan lahirnya rendah 21 gram, saat ini sesak na!as dan merintih. Ny.Baby berpikir kenapa ia susah sekali mendapatkan buah hati, sedangkan tetangganya yang saat ini dalam penjara hamil di luar nikah, dan pada saat lahir anaknya sehat dan langsung di"ekik sehingga meninggal. #i rumah sakit dokter melakukan anamnesis pada bidan serta keluarga yang mengantar. $ada pemeriksaan !isik didapatkan sianosis, na!as "uping hidung, takipneu, dan hipotermia, selain itu juga ditemukan undesensus testis. Bayi ini dirawat di inkubator, diberi oksigen dan dipasang in!us. %emudian petugas rumah sakit berpesan supaya &'(-nya dapat dikirimkan. Ny.Baby memang berniat untuk memberikan &'( ekslusi! pada bayinya supaya bayinya dapat men"apai tumbuh-kembang yang optimal. Ny.baby berjanji dia harus kuat supaya selama di rumah sakit dapat ikut merawat bayinya dan bisa memberikan &'( langsung, agar tidak menjadi kuning seperti bayi yang samasama dirawat atau mengalami kejang seperti bayi yang lain. Ny.Baby sering berkonsultasi dengan bidan dan dokter yang merawat bayinya, apa yang harus ia lakukan agar anaknya sembuh dan kalau pulang nanti apa yang harus ia kontrol. Bagaimana anda menjelaskan apa yang terjadi pada bayi Ny.Baby) I. M"'0,$ari%i,a&i t"r.i'1$10i - 'ianosis * timbulnya warna kebiruan dari kulit membran mukosa akibat tingginya jumlah hemoglobin yang tereduksi dalam darah

- (nkubator * alat yang digunakan untuk memelihara keadaan optimal temperatur, kelembaban untuk pertumbuhan dan perkembangan seperti yang digunakan pada awal perawatan bayi prematur. - Napas "uping hidung * "ara pernapasan dalam keadaan hidung yang mengembang dan mengempis - Takipneu * pernapasan yang sangat "epat, lebih dari + kali,menit - -ipotermia * penurunan suhu tubuh neonatus di bawah 3. / karena pajanan terhadap "ua"a dingin atau induksi buatan - 0ndesensus testis * testis gagal turun ke skrotum, tetap tinggal di dalam abdomen atau "analis inguinalis - %ejang * gangguan sementara !ungsi otak dengan mani!estasi gangguan kesadaran episodik disertai abnormalisme sistem motorik,otonom II. M"'"'t#,a' .a&a$a9 1. 1engapa Ny. Baby sering keguguran dan !aktor penyebabnya ) 2. Bagaimana berat badan lahir normal dan perawatan pada awal berat bayi lahir rendah ) 3. Bagaimana "iri "iri bayi lahir normal ) 4. Bagaimana pernapasan bayi yang normal ) .. &pa kandungan &'(, dan apa hubungannya dengan kuning dan kejang ) +. Bagaimana metode penyimpanan &'( ) 2. Bagaimana anamnesis pada bayi baru lahir ) 3. $ada skenario nenonatus sianosis, na!as "uping hidung, takipneu dan hipotermia, bagaimana mekanismenya) 4. Bagaimana "ara menangani bayi seperti kasus di atas ) 1 . Bagaimana pengertian in!anti"ide dan hukuman apa yang diberikan) 11. Bagaimana proses undense"us testis dan kelainan kongenital yang lain) 12. 1engapa bayi bisa kuning dan kejang )

III.M"'0a'a$i&i& .a&a$a9 1. 5aktor ibu * < umur ibu lebih dari 3. tahun atau kurang dari 2 tahun. < kehamilan tanpa pengawasan &N/ < kelainan rahim - in!eksi 6T78/-9 - kadar hormon ibu yang tinggi yaitu estrogen akan mengkontraksikan dinding uterus sehingga abortus - kadar progesteron yang rendah dan tinggi kadar oksitosin sehingga prostaglandin meningkat 2. Berat bayi lahir yang normalnya adalah * 2. $ada BB;8 6beratnya kurang dari 2. :4 gram. gram9 supaya dijaga jalan napas bayi agar

tetap terbuka, menilai tanda <ital bayi, bila bayi kejang hentikan dengan antikol<usan, bila bayi dehidrasi hentikan dengan "airan rehidrasi. 3. /iri "iri bayi lahir normal * - panjang badan * 43 : .2 "m - lingkar dada * 3 -33 "m - lingkar kepala * 33-3. "m - !rekuensi jantung *12 : 1+ kali per menit - pernapasan * 4 -+ kali per menj=it - kuku agak panjang - kulit kemerah merahan - menangis 4. $ernapasan yang normal pada bayi * tidak ngorok 6nyaman9, tidak terdengar retraksi dinding dada, saat lahir ada usaha bernapas 6menangis9 .. %andungan &'( * "olostrum , terdapat antibodi yang bagus untuk sistem imun bayi

asam !olat dan sianokobalamin * merangsang eritropoiesis, membantu memper"epat mielinisasi 6memper"epat impuls sara!9

+. 1etode penyimpanan &'( * dipompa atau diperas dan dimasukkan ke dalam botol, disimpan pada kulkas. $ada bayi prematur bisa diberikan dengan sendok, karena re!leks menelan itu mulai pada minggu ke 32, sedangkan re!leks mengisap pada minggu ke 34. 2. &namnesis pada bayi baru lahir* - pada setekah kelahiran dilihat apakah neonatus sulit bernapas, dilihat dan du"ari nilai &$>&8, tonus otot, warna kulit, dan menangis 6 lemah atau kuat9. 3. 1ekanisme bayi sianosis, na!as "uping hidung, takipneu, dan hipotermi. 0mumnya BB;8 adalah bayi prematur, dan bayi prematur biasanya kekurangan sur!aktan, maka oksigen kurang sehingga bayi sianosis,kompensasi nya dengan bernapas lebih "epat dan napas "uping hidung. 4. Bayi sebaiknya ditempatkan pada inkubator dan diberi in!us 1 . -ukuman terhadap pembunuhan anak sendiri * %0-$ pasal 341 * seorang ibu yang membunuh anaknya dihukum 2 tahun penjara %0-$ $&'&; 342* seorang ibu yang membunuh anaknya dihukum 4 tahun penjara 6dengan ren"ana9 11. $roses undesensus testis akibat kuarangnya sekresi testosteron pada janin laki laki, sehingga proses turunnya testis tidak ada, namun tetap di abdomen atau "analis inguinalis. 12. $enyebab ikterus dan kejang pada skenario * %alau ikterus yag patologis biasanya pada in!eksi intra uterin dan inkompatibilitas golongan darah sedangkan ikterus !isiologis yang mun"ul pada hari ke dua dan ketiga akibat !ungsi hati belum matur sehingga proses konjugasi bilirubin ( menjadi bilirubin (( belum maksimal, akibatnya terjadi penumpukan bilirubin (, namun ikterus ini menghilang pada 1 -2 minggu setelah kelahiran.

I;. Si&t".ati,a T#.=#9 ,".=a'0 =ayi BBLR ASI Bayi =ar# $a9ir S"&a, 'a!a& >"0a9 I,t"r#& ,"ja'0 i'%a'ti>id" da' 9#,#.a' K1.!1&i&i .a'aj"."'

Sia'1&i& 'a!a& >#!i'0 9id#'0 ta,i!'"# Pr1=$". 'a!a&

;. M".%1r.#$a&i,a' t#j#a' !".="$ajara' 1. 1ahasiswa mampu menjelaskan mengenai identi!ikasi bayi baru lahir 2. 1ahasiswa mampu menjelaskan perawatan bayi baru lahir 3. 1ahasiswa mampu menjelaskan bayi berat lahir rendah 6BB;89 4. 1ahasiswa mampu menjelaskan kelainan yang terjadi pada bayi baru lahir .. 1ahasiswa mampu menjelaskan tata laksana kelainan pada bayi baru lahir +. 1ahasiswa mampu menjelaskan !aktor !aktor yang mempengaruhi tumbuh kembang bayi 2. 1ahasiswa mampu menjelaskan komposisi &'( 3. 1ahasiswa mampu menjelaskan manajemen laktasi 4. 1ahasiswa mampu menjelaskan in!anti"ide dan hukumannya 1 .1ahasiswa mampu menjelaskan kelainan kongenital pada bayi baru lahir ;I. M"'0#.!#$,a' i'%1r.a&i 1. Id"'ti%i,a&i =ayi =ar# $a9ir : 'uhu Tubuh

'uhu tubuh anak lebih labil daripada orang dewasa dan dapat meningkat se"ara rutin menjelang sore hari, pada akti<itas berlebihan, kegirangan, dan makan. 'uhu bayi pertama kali diukur melalui rektal karena menggambarkan suhu yang sebenarnya, setelah itu suhu anak dapat diukur melalui aksila dan oral.

Nadi

$ada bayi, denyut nadi dipalpasi pada arteri brakialis, sedangkan pada orang yang lebih tua pada pergelangan tangan. #enyut nadi pada bayi baru lahir* 12 -1+ ?,menit, dan menurun se"ara teratur menjelang dewasa.

8espirasi

8espirasi pada bayi paling ideal diukur sewaktu tidur. 'ebagian besar proses perna!asannya dia!ragmatika, dan dihitung melalui pergerakan abdomen, bukan pergerakan dada. Bayi memiliki perna!asan periodik, berna!as "epat selama beberapa saat, diikuti henti na!as selama beberapa detik. 5rekuensi na!as pada bayi* 3 -. ?,menit.

'istem sara!

8e!leks moro,terkejut 6sejak lahir : 4,+ bulan9* dapat dilihat dengan "ara mengangkat kepala bayi hingga 1.o dan membiarkannya jatuh perlahan pada tangan, lengannya akan ekstensi se"ara tiba-tiba lalu !le?i, gerak kaki ber<ariasi.

8e!leks tonik leher 6sejak lahir : 4 bulan9* dapat dilihat dengan "ara menidurkan bayi se"ara terlentang, lalu memalingkan lehernya pada satu sisi, maka lengan dan kaki pada sisi itu akan ekstensi, sedangkan lengan dan kaki pada sisi berlawanan akan !le?i 6seperti pemain anggar9. 8e!leks babinski 6sejak lahir : 13 bulan9* dengan "ara menggores tapak kaki bayi, lalu akan terjadi dorso!le?i dan mengipas pada ibu jari kaki.

$emeriksaan !isis neonatus 5ungsi* menemukan kelainan yang segera memerluka pertolongan dan dasar pemeriksaan selanjutnya. 1eliputi* 1. %eadaan umum a. %eakti!an #iam menandakan tidur nyenyak atau adanya gangguan sistem sara! pusat karena obat maupun penyakit. >erakakti! ada 2 ma"am, simetris berarti normal, sedangkan asimetris dapat menandakan adanya patah tulang, kerusakan sara!, dan luksasio. b. %eadaan gi@i #apat dilihat dari berat badan, panjang,tinggi bada, kerut kulit, dan ketegangan kulit. ". 8upa #apat dilihat se"ara langsung apakah si anak menderita sindrom down, kretinisme, ataupun agenesis ginjal. d. %ulit %ulit normal warnanya kemerah-merahan, serta dilapisi <erniks kaseosa yang melindungi kulit bayi, terdiri dari* "ampuran air dan minyak, sabub, serta adanya lanugo 6rambut bayi9. Aarna yang pu"at mengindikasikan adanya anemia ataupun renjatan. Aarna biru mengindikasikan adanya

as!iksia, kelainan jantung kongenitl dengan pirau dari kanan-kiri. #an warna kuning terjadi pada inkompatibilitas antara darah ibu dan bayi.

2.

%epala dan ;eher Terdapat moulage, dimana tulang parietal berhimpitan dengan tulang oksipital dan !rontal. 0ntuk pengukuran harus nenunggu moulage hilang terlebih dahulu. ;ingkaran kepala terbesar dihitung dari glabella 6dahi9 sampai protuberentia oksipitalis. 1elihat besar dan tekanan ubun-ubun dengan palpasi. %adang-kadang juga terdapat daerah lunak pada tulang parietal dekat sutura, disebut kraniotabes. #aerah lunak ini lama kelamaan akan hilang. &pabila tidak hilang mengindikasikan adanya rakitis. 0ntuk pemeriksaaan hidung, dilihat apakah tersumbat oleh mukus untuk mengetahui ada tidaknya atresia koana. 0ntuk pemeriksaan mulut, diperhatikan ada tidaknya kelainan kongenital labiopalatos"hisis. $ada palatum dan gusi kadang terlihat akumulasi sel epitel, disebut Bepstein pearlsC. $ada neonatus belum ada sali<a $ipi tampak tebal karena akumulasi lemak, yaitu Bsu"king padsC. Tenggorokan sukar dilihat karena leher terlalu pendek.

3.

Toraks $ada bayi baru lahir, pernapasannya di!ragmatik dengan !rekuensi 3 -1 kali,menit.

$ada bayi "ukup bulan dalam keadaan tenang, jika !rekuensi + kali,menit di"urigai terjadinya insu!isiensi jantung atau paru. 'uara napas Bbronko<esikularC 5rekuensi nada normal 2 -13 kali,menit. kali,menit, dengan rata-rata 12 -13

Tekanan darah normal adalah 3.,+ mm-g.

4.

&bdomen &bdomen kembung disebabkan adanya per!orasi usus, biasanya oleh karena mekonium ileus. &bdomen "ekung mengindikasikan adanya hernia dia!ragmatik.

..

>enitalia $ertumbuhan genitalia dan kelenjer mamae dipengaruhi trans!er hormon ibu melalui plasenta. Terlihat pada neonatus laki dan perempuan terdapat kelenjer mamae yang membesar. %husus pada perempuan <aginal kadang keluar darah, sedangkan pada laki skrotum menjadi lebih besar. 0rin biasanya segera keluar setelah lahir. &nus imper!orata memerlukan "olok anus atau dengan menggunakan termometer rektal. 1ekonium dikeluarkan 12 jam pertama.

2. P"ra3ata' Bayi =ar# $a9ir : 1ata -D "egah in!eksi akibat gono"o""us menggunakan "airan argentii nitras 2E -D dengan "ara -D mata BB; pertama kali diberikan air steril lalu -D argentii nitras -D 2 menit -D regangkan kelopak mata -D beri larutan garam !isiologik yang hangat -D agar argentii nitras tersebut hanyut bersama larutan.

%ulit -D "egah in!eks akibat staphylo"o""us -D yang dibersihkan dari BB; adalah darah dan mekoniumnya, sedangkan <erni? "aseosanya dibiarkan tetap karena nantinya akan menghilang dalam 24 jam

'etelah lahir apabila BB; mengeluarkan mekonium dan urine hal ini menandakan bahwa BB; memiliki saluran pen"ernaan serta saluran urinariusnya baik

Tinja -D pada 2 hari (, tinja berwarna hitam kehijauan dan lengket. %alau terkena in<asi usus akibat mikroorganisme maka tinja menjadi kuningFkehijauan. Gika bayi mendapat &'( eksklusi! maka !esesnya lunak dan sedikit berbau, namun apabila bayi minum susu !ormula, !esesnya akan mengalami konsistensi keras dimana bayi akan sulit dalam berde!ekasi, warna kuning tua serta berbau tajam.

'aat lahir segera di"atat dengan waktu, kemudian kedua kaki dipegang dengan satu tangan, sedangkan tangan yang lain memegang kepala bayi yang lebih rendah yang memungkinkan "airan, lendir mengalir keluar dari trakea dan !aring. %emudian beri status pada pergelangan kaki bayi yaitu berupa pengikatan pita yang diberi keterangan yang sama dengan yang dipasang pada pergelangan tangan ibu. $emasangan pita ini perlu dilakukan sedemikian rupa sehingga hanya dapat lepas kalau digunting. 3. BBLR : < D"%i'i&i Bayi berat lahir rendah 6BB;89 adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2. gram tanpa memandang masa gestasi. Berat lahir adalah berat bayi yang ditimbang dalam 1 6satu9 jam setelah lahir 6 < E!id".i1$10i

11

$re<alensi bayi berat lahir rendah 6BB;89 diperkirakan 1.E dari seluruh kelahiran di dunia dengan batasan 3,3E-33E dan lebih sering terjadi di negara-negara berkembang atau sosio-ekonomi rendah. 'e"ara statistik menunjukkan 4 E kejadian BB;8 didapatkan di negara berkembang dan angka kematiannya 3. kali lebih tinggi dibanding pada bayi dengan berat lahir lebih dari 2. gram 649. BB;8 termasuk !aktor utama dalam
61,29

peningkatan mortalitas, morbiditas dan disabilitas neonatus, bayi dan anak serta memberikan dampak jangka panjang terhadap kehidupannya dimasa depan . &ngka kejadian di (ndonesia sangat ber<ariasi antara satu daerah dengan daerah lain, yaitu berkisar antara 4E-3 E, hasil studi di 2 daerah multi"enter diperoleh angka BB;8 dengan rentang 2.1E-12,2 E. 'e"ara nasional berdasarkan analisa lanjut '#%(, angka BB;8 sekitar 2,. E. &ngka ini lebih besar dari target BB;8 yang ditetapkan pada sasaran program perbaikan gi@i menuju (ndonesia 'ehat 2 1 yakni maksimal 2E 62,39. < Eti1$10i $enyebab terbanyak terjadinya BB;8 adalah kelahiran prematur. 5aktor ibu yang lain adalah umur, paritas, dan lain-lain. 5aktor plasenta seperti penyakit <askuler, kehamilan kembar,ganda, serta !aktor janin juga merupakan penyebab terjadinya BB;8
639

619 5aktor ibu a. $enyakit 'eperti malaria, anaemia, sipilis, in!eksi T78/-, dan lain-lain b. %omplikasi pada kehamilan. %omplikasi yang tejadi pada kehamilan ibu seperti perdarahan antepartum, preeklamsia berat, eklamsia, dan kelahiran preterm. ". 0sia (bu dan paritas

12

&ngka kejadian BB;8 tertinggi ditemukan pada bayi yang dilahirkan oleh ibu-ibu dengan usia HD d. 5aktor kebiasaan ibu 5aktor kebiasaan ibu juga berpengaruh seperti ibu perokok, ibu pe"andu alkohol dan ibu pengguna narkotika. 629 5aktor Ganin $rematur, hidramion, kehamilan kembar,ganda 6gemeli9, kelainan kromosom. 639 5aktor ;ingkungan Iang dapat berpengaruh antara lainF tempat tinggal di daratan tinggi, radiasi, sosio-ekonomi dan paparan @at-@at ra"un 64,29. < K1.!$i,a&i %omplikasi langsung yang dapat terjadi pada bayi berat lahir rendah antara lain -ipotermia -ipoglikemia >angguan "airan dan elektrolit -iperbilirubinemia 'indroma gawat na!as $aten duktus arteriosus (n!eksi

13

$erdarahan intra<entrikuler Apnea of Prematurity &nemia 1asalah jangka panjang yang mungkin timbul pada bayi-bayi dengan berat lahir rendah 6BB;89 antara lain >angguan perkembangan >angguan pertumbuhan >angguan penglihatan 68etinopati9 >angguan pendengaran $enyakit paru kronis %enaikan angka kesakitan dan sering masuk rumah sakit %enaikan !rekuensi kelainan bawaan < Dia0'1&i& 1enegakkan diagnosis BB;8 adalah dengan mengukur berat lahir bayi dalam jangka waktu dapat diketahui dengan dilakukan anamesis, pemeriksaan !isik dan pemeriksaan penunjang . < A'a.'"&i& 8iwayat yang perlu ditanyakan pada ibu dalam anamesis untuk menegakkan men"ari etiologi dan !aktor-!aktor yang berpengaruh terhadap terjadinya BB;8 0mur ibu

14

8iwayat hari pertama haid terakir 8iwayat persalinan sebelumnya $aritas, jarak kelahiran sebelumnya %enaikan berat badan selama hamil &kti<itas $enyakit yang diderita selama hamil 7bat-obatan yang diminum selama hamil.

< :"'i& j"'i& BBLR : Bayi berat lahir rendah 6BB;89 dide!inisikan sebagai berat bayi saat lahir ke"il 2. gram. BB;8 dapat terjadi karena* 1. $rematur 6 usia gestasi H 32 minggu9 2. $ertumbuhan janin intra uterin terhambat 6$GT9 $rematur dapat terjadi karena* kerusakan membran 6endometrium9 se"ara premature, seperti yang ditimbulkan oleh penyakit toksoplasma gangguan hipertensi kehamilan ganda penyakit maternal kerusakan plasenta mal!ormasi !etus

1.

$ertumbuhan janin terhambat 6$GT9 dapat disebabkan* a. 1aternal 0sia ibu H 12 tahun atau D 3. tahun. 8endahnya status ekonomi %ebiasaan buruk, seperti merokok, minum al"ohol 1alnutrisi $enyakit pada ibu, seperti ginjal, jantung, #iabetes 1elitus &nemia

b. $lasenta ". 5etal &bnormalitas kromosom #e!ek kongenital (n!eksi dalam rahim >angguan hipertensi saat kehamilan %esalahan tempat implantasi $erdarahan antepartum %ehamilan ganda

$rematur dapat menyebabkan* 1. %urangnya kemampuan respirasi, sehingga perlu meningkatkan resusitasi

1+

2. %esulitas mengatur suhu 3. %etidakstabilan metabolisme 4. Bayi kuning 6ikterus9 .. &pnea $GT dapat menyebabkan* 1. -ipoksia dan dapat berlanjut menjadi iskemia. 2. -ipotermia. #isebabkan oleh kekurangan lapisan subkutan dan kurangnya lemak "oklat, untuk mengatur suhu. 3. 1al!ormasi "ongenital 4. 8espiratory distress - P"."ri,&aa' 2i&i, Iang dapat dijumpai saat pemeriksaan !isik pada bayi BB;8 antara lain 639* Berat badan HD Tanda-tanda prematuritas 6pada bayi kurang bulan9 Tanda bayi "ukup bulan atau lebih bulan 6bila bayi ke"il untuk masa kehamilan9. < P"."ri,&aa' !"'#'ja'0 $emeriksaan penunjang yang dapat dilakukan antara lain 639* $emeriksaan skor ballard Tes ko"ok 6shake test9, dianjur untuk bayi kurang bulan

12

#arah rutin, glukosa darah, kalau perlu dan tersedia !asilitas diperiksa kadar elektrolit dan analisa gas darah. 5oto dada ataupun babygram diperlukan pada bayi baru lahir dengan umur kehamilan kurang bulan dimulai pada umur 3 jam atau didapat,diperkirakan akan terjadi sindrom gawat na!as. 0'> kepala terutama pada bayi dengan umur kehamilan HD < P"'>"0a9a' $ada kasus bayi berat lahir rendah 6BB;89 pen"egahan, pre<enti! adalah langkah yang penting. -al-hal yang dapat dilakukan 639* 1. 1eningkatkan pemeriksaan kehamilan se"ara berkala minimal 4 kali selama kurun kehamilan dan dimulai sejak umur kehamilan muda. (bu hamil yang diduga berisiko, terutama !aktor risiko yang mengarah melahirkan bayi BB;8 harus "epat dilaporkan, dipantau dan dirujuk pada institusi pelayanan kesehatan yang lebih mampu 2. $enyuluhan kesehatan tentang pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim, tanda tanda bahaya selama kehamilan dan perawatan diri selama kehamilan agar mereka dapat menjaga kesehatannya dan janin yang dikandung dengan baik 3. -endaknya ibu dapat meren"anakan persalinannya pada kurun umur reproduksi sehat 62 -34 tahun9 4. $erlu dukungan sektor lain yang terkait untuk turut berperan dalam meningkatkan pendidikan ibu dan status ekonomi keluarga agar mereka dapat meningkatkan akses terhadap peman!aatan pelayanan antenatal dan status gi@i ibu selama hamil

5. K"$ai'a' ya'0 t"rjadi !ada =ayi =ar# $a9ir :

13

1+I,t"r#& * a. 5isiologis 62.-. E9 nenonatus "ukup bulan dan lebih tinggi lagi pada bayi kurang bulan. (kterus yang timbul pada hari ke 2 dan ke 3 tidak mempunyai dasar patologis, kadarnya tidak melewati kadar yang membahayakan dan tidak mempunyai potensi menjadi kernikterus , menghilang kira kira 1-2 minggu. b. ikterus patologis yaitu ikterus yang mempunyai dasar patologis dan kadar bilirubinnya men"apai suatu nilai yang disebut hiperbilirubinemia, misalnya pada inkompatibilitas sitem 8h dan &B7 golongan darah, sepsis, dan obstruksi saluran empedu. -iperbilirubinemia bila * - ikterus pada 24 jam pertama - peningkatan konsentrasi bilirubin . mgE atau lebih setiap 24 jam - konsentrasi bilirubin serum sewaktu 1 mgE pada neonatus kurang bulan dan 12 mgE pada neonatus "ukup bulan - ikterus yang disertai hemolisis 6inkompatibilitas darah, de!isiensi en@im >-+$# dan sepsis. - ikterus yang disertai gejala sebagai berikut * a. berat lahir kurang dari 2 gram b. masa gestasi kurang dari + minggu ". as!iksia, hipoksia, sindrom gawat napas d. in!eksi e. trauma lahir pada kepala !. hipoglikemia, hiperkapnia 1etabolisme bilirubin * Bilirubin bersi!at toksik dan harus dikeluarkan dari tubuh. 'ebagian besar bilirubin berasal dari degradasi -b dan sebagian lagi berasal dari hembebas atau eritripoiesis yang tidak e!ekti!. $embentukan bilirubin dimulai dari proses oksidasi yang menghasilkan bili<erdin serta beberapa @at lain. Bili<erdin direduksi menjadi bilirubin bebas 6bilirubin (J9 yang sukar larut air namun lipolitik yang sulit

14

diekskresi dan mudah melalui membran biologik seperti plasenta dan sawar darah otak. Bilirubin bebas 6indirek (9 bersebyawa dengan albumin dan dibawa ke hepar. #alam hepar * terjadi mekanisme ambilan, yaitu bilirubin terikat oleh reseptor membran sel hati dan masuk ke hati. #i sel * terjadi persenyawaan dengan ligandin 6protein I9, protein K dan glutation hati lain dibawa ke retikulum endoplasma, dikonjugasi oleh glukoronil trans!erase menjadi bilirubinb direk 6larut air9 kemudian diekskresi melalui duktus hepatikus ke saluran pen"ernaan menjadi urobilinogen keluar dengan tinja sebagai sterkobilin. #alam usus sebagian diabsorpsi oleh mukosa usus 6 absorpsi enterohepati9. #alam keadaan !isiologis, tanpa gejala hampir semua neonatus dapat terjadi akumulasi bilirubin indirek samLai 2 mg,dl , hal ini disebabkan* peningkatan kadar eritrosit neonatus masa hidup eritrosit lebih pendek belum matang !ungsi hepar terjadi penurunan konjugasi oleh hati penurunan ekskresi bilirubin peningkatan sirkulasi enterohepatik

$ada masa janin, diselesaikan oleh hepar ibu, tapi pada neonatus berakibat tingginya kadar bilirubin, peningkatan kadar bilirubin terjadi pada hari je 2-3 dan men"apai pun"aknya pada hari ke . sampai 2 , akan menurun kembali pada hari ke 1 sampai 14. kadar bilirubin biasanya tidak melebihi 1 mg, dl pada bayi "ukup bulan dan kurang dari 12 mg,dl pada bayi kurang bulan dan bilirubin masih dianggap normal 6ikterus !isiologik9. 1asalah akan timbul bila produksi bilirubin terlalu berlebihan dan konjugasi hari menurun sehingga terjadi akumulasi dalam darah.= %adar bilirubin yang dapat menimbulkan e!ek patologik disebut hiperbilirubinemia. #i 8'/1, bayi dinyatakan hiperbilirubinemia bila kadar bilirubin lebih dari atau sama dengan 12 mg,dl pada bayi "ukup bulan dan kurang bulan lebih dari 1 mg,dl. Aaktunya timbul ikterus berkaitan erat dengan penyebab ikterus * ikterus hari pertama * kemungkinan besar karena inkompatibilitas golongan darah , in!eksi intra uterin seperti 8ubella, penyakit< sitomegali, toksoplasmosis atau sepsis bakterial.

(kterus pada hari ke 2 sampai 3 , umumnya ikterus !isiologik, namun bisa saja inkompatibilitas golongan darah, i!eksi kuman , polisityemia, hemolisis karena pendarahan tertutup.

(kterus pada hari ke 4 dan . mungkin karena &'( atau terjadi pada bayi sindrom gawat napas, ibu #1. (kterus pada minggu 1 karena atresia duktus koleduktus, hepatis neonatal, galaktosemia, dan in!eksi pas"a natal.

Hi!10$i,".ia Pada Bayi Bar# La9ir: -ipoglikemi adalah keadaan hasil pengukuran kadar glukose darah kurang dari 4. mg,d; 62.+ mmol,;9. $ato!isiologi* - -ipoglikemi sering terjadi pada BB;8, karena "adangan glukosa rendah. $ada ibu #1 terjadi trans!er glukosa yang berlebihan pada janin sehingga respon insulin juga meningkat pada janin. 'aat lahir di mana jalur plasenta terputus maka trans!er glukosa berhenti sedangkan respon insulin masih tinggi 6transient hiperinsulinism9 sehingga terjadi hipoglikemi. -ipoglikemi adalah masalah serius pada bayi baru lahir, karena dapat menimbulkan kejang yang berakibat terjadinya hipoksi otak. Bila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan kerusakan pada susunan sara! pusat bahkan sampai kematian. %ejadian hipoglikemi lebih sering didapat pada bayi dari ibu dengan diabetes melitus.

- >lukosa merupakan sumber kalori yang penting untuk ketahanan hidup selama proses persalinan dan hari-hari pertama pas"a lahir. 'etiap stress yang terjadi mengurangi "adangan glukosa yang ada karena meningkatkan penggunaan "adangan glukosa, misalnya pada as!iksia, hipotermi,

21

K"ja'0 !ada '"1'at#& : >angguan sementara !ungsi otak dengan mani!estasi gangguan kesadaran episodik disertai abnormalisme sistem motorik atauotonomik. $ato!isiologi Terjadi akibat pelepasan muatan listrik ygberlebihan terus-menerus 6depolarisasineuron9. Genis dan $resentasi %linis %ejang. $ada neonatus ada Mmpat jenis kejang yang sering ditemui * - %ejang Tonik - %ejang %lonik -%ejang 1ioklonik -%ejang NsubtleO K"ja'0 T1'i, P%ejang tonik dapat berbentuk umum atau !okal. %ejang tonik umum* - Terutama bermani!estasi pada neonatus kurang bulan 6H 2. gram9. - 5leksi atau ekstensi tonik pada ekstremitas bagian atas, leher atau batang tubuh dan berkaitan dengan ekstensi tonus pada ekstremitas bagian bawah. - $ada 3.E kasus kejang tonik tidak berkaitan dengan perubahan otonomis apapun seperti meningkatnya detak jantung atau tekanan darah, atau kulit memerah %ejang Tonik 5o"al Q Terlihat dari postur asimetris dari salah satu ekstremitas atau batang tubuh atau de<iasi tonik kepala atau mata. Q 'ebagian besar kejang tonik terjadi bersamaann dengan penyakit sistem syara! pusat yang di!usn dan perdarahan intra<entrikular K"ja'0 K$1'i, Q Terdiri dari gerakan kejut pada ekstremitas yang perlahan dan berirama 61-3 ,menit9. $enyebabnya mungkin !o"al atau multi-!o"al.

22

Q 'etiap gerakan terdiri dari satu !ase gerakan yang "epat dan diikuti oleh !ase yang lambat. Q $erubahan posisi atau memegang ekstremitas yang bergerak tidak akan menghambat gerakan tersebut. Q Biasanya terjadi pada neonatus "ukup bulan D2. K"ja'0 Mi1,$1'i, %ejang mioklonik !okal, multi-!okal atau umum. Q %ejang mioklonik !okal biasanya melibatkan otot !leksor pada ekstremitas. Q %ejang mioklonik multi-!okal terlihat sebagai gerakan kejutan yang tidak sinkron pada beberapa bagian tubuh. Q %ejang mioklonik umum terlihat sangat jelas berupa !leksi masi! pada kepala dan batang tubuh dengan ekstensi atau !leksi pada ekstremitas. %ejang ini berkaitan dengan patologi ''$ yang di!us. K"ja'0 ?&#=t$"@ %ejang jenis ini terjadi sehubungan dengan adanya jenis kejang lain dan mungkin bermani!estasi dengan* Q >erakan stereotip ekstremitas seperti gerakan mengayuh sepeda atau berenang. Q #e<iasi atau gerakan kejut pada mata dan mengedip berulang. QNgiler, gerakan menghisap atau mengunyah. Q&pnea atau perubahan tiba-tiba pada pola pernapasan. Q5luktuasi yang berirama pada tanda <ital. >erakan ringan yang bukan kejang - Gitteriness - &pnea pada saat tidur - >erakan menghisap yang terisolasi - 1ioklonik ringan saat tidur (n!eksi -D dapat terjadi pada masa kehamilan, persalinan 6yaitu apabila selaput ketuban pe"ah dalam waktu yang lama9, serta kemungkinan in!eksi pada <agina ibu. /ontoh dari in!eksi tersebut adalah * gram.

23

o /andida spp -D pada mulut bayi terdapat ber"ak putih o 'ta!ilokokus -D in!eksi periumbilikal o %lamidia trakomatis -D konjungti<itis, pneumonia o (n!eksi e."oli -D gastroenteritis, in!eksi saluran kemih

4. Tata $a,&a'a : a. -iperbilirubinemia * Tatalaksana -iperbilirubinemia pada Neonatus 0sia %ehamilan 3. 1inggu atau ;ebih P 1empromosikan dan mendukung pemberian &'( P 1elakukan penilaian sistematik sebelum bayi pulang untuk menilai risiko hiperbilirubinemia yang berat P 1elakukan penilaian dini dan tindak lanjut ter!okuskan berdasarkan risiko P %etika diindikasikan, beri terapi pada neonatus dengan !ototerapi atau trans!usi tukar, untuk men"egah perkembangan ikterus yang berat dan mungkin, kernikterus $enatalaksanaan * P Terapi sinar P 'tatus hidrasi dan pemberian minum P 1onitoring kadar bilirubin P Trans!usi Tukar P 7bat-obatan * $henobarbital (ntra <enous immunoglobulin 1ettaloporphyrins /holestyramine $emberian minum

24

untuk men"egah dan mengobati (kterus Neonatorum - (bu harus menyusui bayinya setidaknya 3 sampai= 12 kali setiap hari untuk beberapa hari pertama - 'uplementasi dengan air atau air dekstrosa tidak akan men"egah atau mengobati hiperbilirubinemia -ipoglikemi a. M1'it1r $ada bayi yang beresiko 6BB;8, B1%, bayi dengan ibu #19 perlu dimonitor dalam 3 hari pertama * o o $eriksa kadar glukosa saat bayi datang,umur 3 jam 0langi tiap + jam selama 24 jam atau sampai pemeriksaan glukosa normal dalam 2 kali pemeriksaan o o $emeriksaan kadar glukosa baik, pulangkan setelah 3 hari penanganan hipoglikemia selesai b. $enanganan hipoglikemia dengan gejala * S S S Bolus glukosa 1 E 2 ml,kg pelan-pelan dengan ke"epatan 1 ml,menit $asang jalur i< #1 sesuai kebutuhan 6kebutuhan in!us glukosa +-3 mg,kg,menit9. $eriksa glukosa darah pada * 1 jam setelah bolus dan tiap 3 jam %adar glukosa R 4. mg,dl atau gejala positi! tangani hipoglikemia

2.

Bila kadar glukosa masih H 2. mg,dl, dengan atau tanpa gejala, ulangi seperti diatas

S -

Bila kadar 2.-4. mg,dl, tanpa gejala klinis * (n!us #1 diteruskan $eriksa kadar glukosa tiap 3 jam &'( diberikan bila bayi dapat minum

Bila kadar glukosa T 4. mg,dl dalam 2 kali pemeriksaan

(kuti petunjuk bila kadar glukosa sudah normal 6lihat ad d9

&'( diberikan bila bayi dapat minum dan jumlah in!us diturunkan pelan-pelan

Gangan menghentikan in!us se"ara tiba-tiba

". %adar glukosa darah H 4. mg,dl tanpa >MG&;& : S S S &'( teruskan $antau, bila ada gejala manajemen seperti diatas $eriksa kadar glukosa tiap 3 jam atau sebelum minum, bila * - %adar H 2. mg,dl, dengan atau tanpa gejala tangani hipoglikemi 6lihat ad b9 - %adar 2.-4. mg,dl naikkan !rekwensi minum - %adar T 4. mg,dl manajemen sebagai kadar glukosa normal d. %adar glukosa normal (U teruskan

2+

S S

(U teruskan $eriksa kadar glukosa tiap 12 jam

Bila kadar glukosa turun, atasi seperti diatas S Bila bayi sudah tidak mendapat (U, periksa kadar glukosa tiap 12 jam, bila 2 kali pemeriksaan dalam batas normal, pengukuran dihentikan. e. $ersisten hipoglikemia 6hipoglikemia lebih dari 2 hari9 S konsultasi endokrin S terapi * kortikosteroid hidrokortison . mg,kg,hari 2 ?,hari i< atau prednison 2 mg,kg,hari per oral, men"ari kausa hipoglikemia lebih dalam. S bila masih hipoglikemia dapat ditambahkan obat lain * somatostatin, glukagon, dia@o?ide, human growth hormon, pembedahan. 6jarang dilakukan9 (n!eksi -D antibioti" tergantung sensiti<itas bakteri $ada BB; yang mengharuskan pemakaian oksigen perlu dikontrol terus menerus. %arena pemakaian oksigen dengan kadar yang berlebihan serta dalam waktu yang lama -D dapat menyebabkan -D retinopati premature -D penyakit yang terjadi pada pembuluh darah retina yang mana untuk terapinya adalah -D krioterapi,laser se"ara transklera. %ejang Tujuan tatalaksana Q 1en"apai homeostasis sistemik 6Galan napas, pernapasan dan sirkulasi9. Q 1engoreksi penyebab utamanya, jika mungkin Tatalaksana 1edis 0ntuk %ejang

22

P larutan de?trose 1 E 62"",kg (U9 se"ara empiris kepada neonatus yang sedang mengalami kejang. P kalsium glukonat 62 hipokalsemia. P obat anti kejang 6. 2a,t1r ya'0 .".!"'0ar#9i t#.=#9 ,".=a'0 a'a, : &da 2 !aktor * &. 5aktor geneti" 'indrom #own, Turner, dll B. 5aktor lingkungan a9 ;ingkungan prenatal 1. >i@i ibu waktu hamil >i@i buruk BB;8 2. 1ekanis trauma dan "airan ketuban yang kurang 3. Toksin,@at kimia 4. Mndokrin .. 8adiasi 6. (n!eksi T78/2. 'tress ibu 8. (munitas rhesus 4. &noksia embrio b9 ;ingkungan postnatal mg,kg (U9, jika di"urigai adanya

23

1. ;ingkungan biologis * ras,suku bangsa, jenis kelamin, umur, gi@i, perawatan kesehatan, kepekaan terhadap penyakit 6imunisasi9, !ungsi metabolisme, hormone.

2. 5aktor !isik * "ua"a, musim, keadaan geogra!is suatu daerah, sanitasi, keadaan rumah 6struktur bangunan, <entilasi, "ahaya dan kepadatan hunian9, radiasi

3. 5aktor psikososial * stimulasi, moti<asi belajar, ganjaran , hukuman yang wajar,

24

kelompok sebaya, stress, sekolah, "inta dan kasih sayang, kualitas interaksi anak : orang tua

4. 5aktor keluarga dan adat istiadat * pekerjaan , pendapatan keluarga, pendidikan ayah , ibu, jumlah saudara, jenis kelamin dalam keluarga, stabilitas rumah tangga, kepribadian ayah , ibu, adat istiadat, norma : norma, agama, urbanisasi, kehidupan politik masyarakat.

A. ASI da' ,1.!1&i&i ASI:

&ir 'usu (bu 6&'(9 adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan garam-garam anorganik yang sekresi oleh kelenjar mamae ibu, yang berguna sebagai makanan bagi bayinya 61 9.

'edangkan &'( Mkslusi! adalah perilaku dimana hanya memberikan &ir 'usu (bu 6&'(9 saja kepada bayi sampai umur 4 6empat9 bulan tanpa makanan dan ataupun minuman lain ke"uali sirup obat. 6+9. &'( dalam jumlah "ukup merupakan makanan terbaik pada bayi dan dapat memenuhi kebutuhan gi@i bayi selama 4 bulan pertama. &'( merupakan makanan alamiah yang pertama dan utama bagi bayi sehingga dapat men"apai tumbuh kembang yang optimal. K1.!1&i&i ASI %omposisi asi berbeda pada setiap ibu bergantung pada nutrisi ibu saat itu dan komposisi asi juga berbeda hari ke hari. a. %olostrum * &si yang keluar beberapa hari hari pertama setelah melahirkan 61-4 hari9 Uolumenya 1. -3 ml,hari

1empunyai @at anti in!eksi 1 -12 ? lebih banyak dari &'( matur 1empunyai lebih banyak protein daripada &'( matur %adar karbohidrat dan lemaknya rendah Total kalorinya juga rendah

b. &'( transisi,peralihan * &'( yang keluar setelah kolostrum 6hari ke . sampai 149 %adar proteinnya menurun dan kadar karbohidrat dan lemaknya meningkat Uolumenya meningkat

". &'( mature 6keluar setelah hari 14 sampai selanjutnya9 %andungan "olostrum berbeda dengan air susu yang mature, karena "olostrum mengandung berbeda dengan air susu yang mature, karena "olostrum dan hanya sekitar 1E dalam air susu mature, lebih banyak mengandung imunoglobin & 6(ga9, laktoterin dan sel-sel darah putih, terhadap, yang kesemuanya sangat penting untuk pertahanan tubuh

31

bayi, terhadap serangan penyakit 6(n!eksi9 lebih sedikit mengandung lemak dan laktosa, lebih banyak, mengandung <itamin dan lebih banyak mengandung mineral-mineral natrium 6Na9 dan seng 6Kn9. Berdasrkan sumber dari !ood and Nutrition Boart, National resear"h /oun"il Aashington tahun 143 diperoleh perkiraan komposisi %olostrum &'( dan susu sapi untuk setiap 1 ml seperti tertera pada tabel berikut* 649 Tabel 1 %omposisi setiap 1 $rotein 6g9 - %asein,whey - %asein 6mg9 - ;aktamil bumil 6mg9 - ;akto!erin 6mg9 - (g & 6mg9 ;aktosa 6g9 ;emak 6g9 ;ita.i' - Uit & 6mg9 - Uit B1 6mg9 - Uit B2 6mg9 - &sam Nikotinmik 6mg9 - Uit B+ 6mg9 - &sam pantotenik - Biotin - &sam !olat - Uit B12 1.1 1,4 3 2. 133 , + , . , . 2. 14 4 1+ 12-1. 24+ ,+ ,1 ,1 41 43 14. 32 +4 34 2,3 ,13 ,+ 2,4 14 213 33 3+4 .,3 2,3 4,2 4,3 3,4 %olostrum, K1$1&tr#. ml Bat</at Gi/i .3 2,3 2 ,4 1 * 1,. 132 1+1 1+2 142 +. 3,4 1 * 1,2 ASI S#&# Sa!i

&'( dan susu sapi untuk E'"r0i (K Ca$+

32

- Uit / - Uit # 6mg9 - Uit K - Uit % 6mg9 Mi'"ra$ - %alsium 6mg9 - %lorin 6mg9 - Tembaga 6mg9 - Kat besi 6!errum9 6mg9 - 1agnesium 6mg9 - 5os!or 6mg9 - $otassium 6mg9 - 'odium 6mg9 - 'ul!ur 6mg9

.,4 1,. -

. , 4 ,2. 1,.

1,1 , 2 , 2 +

34 3. 4 2 4 14 24 43 22

3. 4 4 1 4 1. .2 1. 14

13 1 3 14 2 12 12 14. .3 3

Ma'%aat ASI : 1. 1an!aat bagi bayi* Q %omposisi sesuai kebutuhan . &ir susu setiap spesies makhluk hidup yang menyusui itu berbeda-beda sesuai dengan laju pertumbuhan dan kebiasaan menyusu anaknya. Gadi, &'( memang diran"ang sedemikan rupa untuk bayi manusia. Q %alori dari &'( memenuhi kebutuhan bayi sampai usia enam bulan . #engan manajemen laktasi yang baik, produksi &'( "ukup sebagai makanan tunggal untuk pertumbuhan bayi normal sampai usia enam bulan.

33

Q &'( mengandung @at pelindung . &ntibodi 6@at kekebalan tubuh9 yang terkandung dalam &'( akan memberikan perlindungan alami bagi bayi baru lahir. &ntibodi dalam &'( ini belum bisa ditiru pada susu !ormula. Q $erkembangan psikomotorik lebih "epat . Berdasarkan penelitian, bayi yang mendapat &'( bisa berjalan dua bulan lebih "epat bila dibandingkan dengan bayi yang diberi susu !ormula. Q 1enunjang perkembangan kogniti! . #aya ingat dan kemampuan bahasa bayi yang mendapat &'( lebih tinggi bila dibandingkan bayi yang diberi susu !ormula. Q 1enunjang perkembangan penglihatan . -al ini antara lain karena &'( mengandung asam lemak omega 3. Q 1emperkuat ikatan batin ibu-anak . 8asa aman dalam diri bayi akan tumbuh saat ia berada dalam dekapan ibunya. (a menikmati sentuhan kulit yang lembut dan mendengar bunyi jantung sang ibu seperti yang telah dikenalnya selama dalam kehamilan. Q #asar untuk perkembangan emosi yang hangat . 1elalui proses menyusui, anak akan belajar berbagi dan memberikan kasih sayang pada orang-orang di sekitarnya. Q #asar untuk perkembangan kepribadian yang per"aya diri . Terjalinnya komunikasi langsung antara ibu dan bayinya selama proses menyusui akan meningkatkan kelekatan di antara mereka. 8asa lekat dan per"aya bahwa ada seseorang yang selalu ada apabila dibutuhkan lambat laun akan berkembang menjadi per"aya pada diri sendiri. 2. 1an!aat bagi ibu* Q 1en"egah perdarahan pas"a persalinan dan memper"epat kembalinya rahim ke bentuk semula . -al ini karena hormon progesteron yang merangsang kontraksi otot-otot di saluran &'( sehingga &'( terperah keluar juga akan merangsang kontraksi rahim. Gadi, susuilah bayi segera setelah lahir, agar tidak terjadi perdarahan pas"a persalinan dan proses pengerutan rahim berlangsung lebih "epat.

34

Q 1en"egah anemia de!isiensi @at besi . Bila perdarahan pas"a persalinan tidak terjadi atau berhenti lebih "epat, maka risiko kekurangan darah yang menyebabkan anemia pada ibu akan berkurang. Q 1emper"epat ibu kembali ke berat sebelum hamil . #engan menyusui, "adangan lemak dalam tubuh ibu yang memang disiapkan sebagai sumber energi selama kehamilan untuk digunakan sebagai energi pembentuk &'( akan menyusut. $enurunan berat badan ibu pun akan terjadi lebih "epat. Q 1enunda kesuburan . $emberian &'( dapat digunakan sebagai "ara men"egah kehamilan. Namun, ada tiga syarat yang harus dipenuhi, yaitu* bayi belum diberi makanan lainF bayi belum berusia enam bulanF dan ibu belum haid. Q 1enimbulkan perasaan dibutuhkan . 8asa bangga dan bahagia karena dapat memberikan sesuatu dari dirinya demi kebaikan bayinya akan memperkuat hubungan batin antara ibu dan bayinya. Q 1engurangi kemungkinan kanker payudara dan o<arium . $enelitian membuktikan bahwa ibu yang memberikan &'( se"ara eksklusi! memiliki risiko terkena kanker payudara dan kanker o<arium 2.E lebih ke"il bila dibandingkan ibu yang tidak menyusui se"ara eksklusi!. 7. Ma'aj"."' La,ta&i : Teknik Menyusui Yang Benar P"'0"rtia' T",'i, M"'y#&#i -a'0 B"'ar Teknik 1enyusui Iang Benar adalah "ara memberikan &'( kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar &da 2 re!le? *

3.

8e!le? prolaktin VD isapan bayi -D impuls sara! -D otak -Danterior hipo!ise -D prolaktin ke aliran darah -D menginduksi sel al<eoli -D sekresi &'( -D distensi al<eoli

8e!le? oksitosin VD isapan bayi -D impuls sara! -D otak -D posterior hipo!ise -D oksitosin ke aliran darah -D kontraksi sel mioepitel -D &'( dapat keluar dari al<eoli sampai ke reser<oir subal<eolar. #isamping itu oksitosin -D hambat dopamine -D sekresi &'( lan"er

P".="'t#,a' da' P"r&ia!a' ASI $ersiapan memberikan &'( dilakukan bersamaan dengan kehamilan. $ada kehamilan, payudara semakin padat karena retensi air, lemak serta berkembangnya kelenjar-kelenjar payudara yang dirasakan tegang dan sakit. Bersamaan dengan membesarnya kehamilan, perkembangan dan persiapan untuk memberikan &'( makin tampak. $ayudara makin besar, puting susu makin menonjol, pembuluh darah makin tampak, dan aerola mamae makin menghitam. $ersiapan menumpuk. 2. $uting susu ditarik-tarik setiap mandi, sehingga menonjol untuk memudahkan isapan bayi. 3. Bila puting susu belum menonjol dapat memakai pompa susu atau dengan jalan operasi. P1&i&i da' !"r$",ata' ."'y#&#i Terdapat berbagai ma"am posisi menyusui. /ara menyususi yang tergolong biasa dilakukan adalah dengan duduk, berdiri atau berbaring. memperlan"ar pengeluaran &'( dilaksanakan dengan jalan *

1. 1embersihkan puting susu dengan air atau minyak, sehingga epitel yang lepas tidak

3+

&da posisi khusus yang berkaitan dengan situasi tertentu seperti ibu pas"a operasi sesar. Bayi diletakkan disamping kepala ibu dengan posisi kaki diatas. 1enyusui bayi kembar dilakukan dengan "ara sepertimemegang bola bila disusui bersamaan, dipayudara kiri dan kanan. $ada &'( yang meman"ar 6penuh9, bayi ditengkurapkan diatas dada ibu, tangan ibu sedikit menahan kepala bayi, dengan posisi ini bayi tidak tersedak. La'0,a9<$a'0,a9 ."'y#&#i ya'0 ="'ar /u"i tangan yang bersih dengan sabun, perah sedikit &'( dan oleskan disekitar putting, duduk dan berbaring dengan santai. Bayi diletakkan menghadap ke ibu dengan posisi sanggah seluruh tubuh bayi, jangan hanya leher dan bahunya saja, kepala dan tubuh bayi lurus, hadapkan bayi ke dada ibu, sehingga hidung bayi berhadapan dengan puting susu, dekatkan badan bayi ke badan ibu, menyetuh bibir bayi ke puting susunya dan menunggu sampai mulut bayi terbuka lebar 'egera dekatkan bayi ke payudara sedemikian rupa sehingga bibir bawah bayi terletak di bawah puting susu. /ara melekatkan mulut bayi dengan benar yaitu dagu menempel pada payudara ibu, mulut bayi terbuka lebar dan bibir bawah bayi membuka lebar. Cara !"'0a.ata' t",'i, ."'y#&#i ya'0 ="'ar 1enyusui dengan teknik yang tidak benar dapat mengakibatkan puting susu menjadi le"et, &'( tidak keluar optimal sehingga mempengaruhi produksi &'( selanjutnya atau bayi enggan menyusu. &pabila bayi telah menyusui dengan benar maka akan memperlihatkan tanda-tanda sebagai berikut * 1. Bayi tampak tenang. 2. Badan bayi menempel pada perut ibu. 3. 1ulut bayi terbuka lebar. 4. #agu bayi menmpel pada payudara ibu.

32

.. 'ebagian areola masuk kedalam mulut bayi, areola bawah lebih banyak yang masuk. +. Bayi nampak menghisap kuat dengan irama perlahan. 2. $uting susu tidak terasa nyeri. 3. Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus. 4. %epala bayi agak menengadah. La.a da' %r",#"'&i ."'y#&#i 'ebaiknya dalam menyusui bayi tidak dijadwal, sehingga tindakan menyusui bayi dilakukan di setiap saat bayi membutuhkan, karena bayi akan menentukan sendiri kebutuhannya. (bu harus menyusui bayinya bila bayi menangis bukan karena sebab lain 6ken"ing, kepanasan,kedinginan atau sekedar ingin didekap9 atau ibu sudah merasa perlu menyusui bayinya. Bayi yang sehat dapat mengosongkan satu payudara sekitar .-2 menit dan &'( dalam lambung bayi akan kosong dalam waktu 2 jam. $ada awalnya, bayi tidak memiliki pola yang teratur dalam menyusui dan akan mempunyai pola tertentu setelah 1 : 2 minggu kemudian. 1enyusui yang dijadwal akan berakibat kurang baik, karena isapan bayi sangat berpengaruh pada rangsangan produksi &'( selanjutnya. #engan menyusui tanpa jadwal, sesuai kebutuhan bayi akan men"egah timbulnya masalah menyusui. (bu yang bekerja dianjurkan agar lebih sering menyusui pada malam hari. Bila sering disusukan pada malam hari akan memi"u produksi &'(. 0ntuk menjaga keseimbangan besarnya kedua payudara maka sebaiknya setiap kali menyusui harus dengan kedua payudara. $esankan kepada ibu agar berusaha menyusui sampai payudara terasa kosong, agar produksi &'( menjadi lebih baik. Tanda &'( "ukup* 1. Bayi buang air ke"il, setidaknya +? dalam 24 jam dan warnanya jernih sampai kuning muda

33

2. Bayi sering buang air besar berwarna kekuningan 3. Bayi menyusui setidaknya 1 -12? dalam 24 jam 4. $ayudara ibu terasa lembut dan ringan setiap selesai menyusui .. (bu merasa geli karena aliran &'( +. Bayi bertambah berat badannya

*. I'%a'ti>id" da' 9#,#.a''ya: $&'&;-$&'&; dalam %0-$ yg mengan"am kejahatan ini * Q pasal 341 %0-$ * pembunuhan anak sendiri tanpa rencana ( maksimum 7 tahun penjara ) Q pasal 342 %0-$ * pembunuhan anak sendiri dengan rencana ( maksimum 9 tahun penjara ) Q pasal 343 %0-$ * orang lain yang melakukannya / turut melakukan ( pembunuhan biasa ) Q pasal 3 . %0-$ * membuang (menelantarkan) anak dibawah usia 7 tahun ( maksimum 5 tahun bulan) Q pasal 3 + %0-$ * bila berakibat luka berat atau mati Q pasal 3 2 %0-$ * bila pelaku pada pasal "#5 $%&P adalah ayah / ibu ditambah sepertiganya Q pasal 3 3 %0-$ * (maksimum 7 ! tahun s/d 9 tahun )

34

ibu membuang anaknya yang baru lahir ( seperdua dari pasal "#5 ' "# $%&P ) Q pasal 131 %0-$ * menyembunyikan kelahiran / kematian ( 9 bulan)

&da beberapa moti! in!anti"ide antara lain * &nak tidak sah Aarisan 7rang tua terlalu miskin 6sosio-ekonomi rendah9 $ada beberapa keluarga,ras menanggap bahwa anak perempuan dianggap kurang berarti Aanita tuna susila yang tidak menghendaki kelahiran anak

'aat ditemukan mayat bayi maka dilakukan pemeriksaan dengan tujuan * 1embuktikan pembunuhan,tidak o ;ahir hidup,tidak o &da tanda kekerasan,tidak o 'ebab kematian 1embuktikan BB;,tidak o 5ullterm,preterm, lihat usia kehamilan o 0sia pas"a kehamilan

o Uiable,tidak 1embuktikan takut diketahui orang lain,tidak

o #ilihat dari adanya perawatan,tidak 1embuktikan bahwa yang membunuh adalah ibu kandung dari si bayi

1). K"$ai'a' ,1'0"'ita$ !ada =ayi =ar# $a9ir : Q Q Q Q &nomali kongenital adalah abnormalitas bawaan yang ditemui saat lahir. Terdapat berbagai jenis mal!ormasi dalam struktur, posisi atau !ungsi dari suatu organ atau sistem. &nomali kongenital merupakan penyebab umum mortalitas dan disabilitas pada awal kehidupan. $enyebabnya berkisar dari kelainan genetik yang diturunkan hingga gangguan teratogenik terhadap !etus yang sedang berkembang. A,1'dr1!$a&ia Q Q Q Q Q Q Q >angguan penulangan pada tulang rawan sehingga pertumbuhan linier terganggu 'ebab*gangguan skeletal growth !a"tor 6 !ibroblas growth !a"tor 9 #e!ek pada reseptor transmembran 6 !g!r 39 (nsiden 1,1.. s,d 1,4 . kelahiran &utosomal dominan 2. : 3 E mutasi baru &ngka mutasi 1,22 : .,.2 ? 1 -. gamet,generas

Bi=ir &#.=i'0 (>"$a9 =i=ir da' $a'0it<$a'0it+D $ada kondisi ini, kedua belahan muka bayi tidak menyatu dengan baik sewaktu bertumbuh dalam rahim, sehingga terdapat "elah di bibir atau langit-langit mulutnya, atau lebih sering keduanya. Bibir sumbing 6"elah bibir dan langit-langit,"le!t lip and palate9 kadang-kadang Di&$1,a&i dapat didiagnosa ,1'0"'ita$ melalui (C1'0"'ita$ pemindaian Di&$1>ati1' sebelum 1% t9" kelahiran. Hi!ECDH+

!a'00#$

$ada kondisi ini, panggul bayi tidak terbentuk sepenuhnya sehingga bagian bulat dari

41

sendi panggulnya mudah bergeser dari sambungan sendi. %elainan ini dialami oleh sekitar 1 dari 1. bayi dan lebih umum dijumpai pada anak perempuan ketimbang anak laki-laki. Bayi yang berisiko /#- adalah yang lahir dalam keluarga dengan riwayat /#-, kelahiran sungsang, dan bayi dengan talipes 6bayi yang lahir dengan kaki yang engkok ke bawah9. Ta$i!"& ata# C$#= %11t Beberapa bayi dilahirkan dengan kondisi kaki yang bengkok ke bawah atau ke arah dalam. %ondisi ini dideskripsikan sebagai talipes posisional atau "lub !oot. %ondisi ini dapat dikoreksi melalui pemijatan dan perentangan pergelangan kaki.

Hi!1&!adia& (ni adalah kondisi yang diderita oleh anak laki-laki saat lubang uretra 6saluran yang terhubung melalui penis9 tidak berada di ujung penis seperti yang seharusnya, tetapi bisa berada di sepanjang penis bagian bawah. -ipospadias "ukup umum dijumpai pada sekitar 1 dari 3 anak laki-laki .7perasi umumnya dilakukan sebelum anak berusia 2 tahun. %ulup 6kulit yang menutupi ujung penis9 merupakan jaringan yang sempurna untuk digunakan dalam operasi ini. 7leh karena itu, bayi dengan hipospadias tidak boleh disunat sebelum menjalani operasi. T"&ti& tida, t#r#' 'ewaktu masih dalam kandungan, testis bayi laki-laki terbentuk di dalam rongga perutnya. $ada saat lahir, kedua testis seharusnya sudah turun ke dalam buah @akar. &kan tetapi, kadang-kadang ini tidak terjadi. 'atu atau kedua testis tersangkut di tengah-tengah proses. Hidr1,"$

42

(ni adalah masalah umum lainnya yang hanya menyerang anak laki-laki. -idrokel adalah benjolan berisi "airan di dalam skrotum di sekitar testis. Benjolan ini biasanya tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya pada usia setahun atau bahkan sebelum itu. P"'ya,it ja't#'0 =a3aa' $enyakit jantung bawaan 6$GB9 terjadi ketika terdapat abnormalitas pada struktur dan atau !ungsi jantung bayi. 'ebelum lahir, bayi menerima semua oksigennya melalui plasenta. Namun, begitu ia menghirup napas pertamanya, jantungnya mulai menerima darah yang dipenuhi oksigen dari paru-paru. -al ini dimungkinkan apabila saluran di antara dua pembuluh darah utama 6 ductus arteriosus9 dan lubang 6foramen o(ale9 di antara dua ruang jantungnya menutup. 0ntuk beredar ke seluruh tubuh, darah harus mengalir dengan urutan yang tepat melalui keempat ruang jantung yang dihubungkan dengan katup-katup.

%elainan jantung bawaan dapat melibatkan katup-katup yang menghubungkan ruangruang jantung, lubang di antara dua atau lebih ruang jantung, atau kesalahan penghubungan antara ruang jantung denga arteri atau <ena.

>ejala $GB dapat diketahui ketika bayi yang baik-baik saja setelah dilahirkan, tapi kemudian menjadi kebiruan, diikuti dengan kesulitan bernapas atau menyusui. D"%", ta=#'0 Terjadi pada awal kehamilan, yaitu pada saat terbentuknya bakal otak dan korda spinalis. #alam keadaan normal, struktur tersebut melipat membentuk tabung pada hari ke 24 setelah pembuahan. Gika tabung tidak menutup se"ara sempurna, maka akan terjadi de!ek tabung sara!.

43

Bayi yang memiliki kelainan ini banyak yang meninggal di dalam kandungan atau meninggal segera setelah lahir. #ua ma"am de!ek tabung sara! yang paling sering ditemukan* - )pina bifida, terjadi jika kolumna spinalis tidak menutup se"ara sempurna di sekeliling korda spinalis. - Anensefalus, terjadi jika beberapa bagian otak tidak terbentuk. Gika dilihat dari kromosom, ada yang bersi!at letal dan non letal. Iang bersi!at letal 6biasanya mati in utero9 "ontohnya kelainan pada kromosom 13 dan 13. 'edangkan yang bisa hidup adalah kelainan 'indrom #own dimana terjadi trisomi pada kromosom 21 $ara penderita sindrom down biasanya sudah dapat diketahui dari wajahnya karena kebayakan dari wajah penderita mirip, mereka seakan-akan bersaudara satu sama lain. -al ini diperkuat dengan ditemukannya bayi bermata sipit dengan lipatan epikantus, tangan pendek, jari-jari tangan ke"il, dan kaki dengan lipatan kulit yang abnormal. #isamping itu juga terlihat dengan kepala pendek, pipi gemuk, kuduk pendek dan gemuk, telinga berbentuk persegi, dan pada telapak tangan terbentuk 1 garis saja berbeda dengan bayi normal. $ada penderita sindrom down biasanya mengalami retardasi mental namun disamping itu perlu diingat juga bahwa kelainan yang terjadi pada penderita tidak sama ada penderita dengan (W saja yang rendah, ada pula yang diikuti dengan kesulitan berbi"ara. Namun walaupun dengan keadaan tersebut, anak penderita sindom down tetap dapat dilatih motorik dan sensorik walaupun tidak sekuat yang normal. #an tujuannya hanyalah mengajar agar anak tersebut dapat mandiri nantinya dalam kehidupan seharihari. #an anak penderita sindrom down biasnya lebih tertarik dengan musi", tarian atau hal-hal yang menyenangkan namun lemah dibagian akademis. ;II. Si't"&a da' #ji i'%1r.a&i

44

#&5T&8 $0'T&%& 1arkum, &.-. 1441. *lmu kesehatan anak. Gakarta *5% 0(. Nelson. *lmu $esehatan Anak Uolume 1. Gakarta * M>/. 'ta! $engajar (lmu %esehatan &nak 5% 0(. 2 5% 0(. 2. *lmu $esehatan Anak +ilid ,- Gakarta *

4.

4+