Anda di halaman 1dari 5

BAB II LANDASAN TEORI

2.1

Airspeed Airspeed atau disebut juga Kecepatan udara, Airspeed adalah kecepatan relatif pesawat terhadap udara, konvensi umum pada penerbangan untuk mengkualifikasi kecepatan udara yaitu : Indicated Airspeed (IAS), Calibrated Airspeed (CAS), True Airspeed (TAS), Equivalent

Airspeed(EAS) danDensity Airspeed. Pengukur Airspeed atau kecepatan udara pada pesawat dikenal dengan nama Airspeed Indicator(ASI).

2.2

Sistem Pitot Static Tabung pitot digunakan untuk mengukur tekanan dinamis dari tekanan total yang ada ketika pesawat bergerak melalui udara, Tekanan dinamis hanya ada ketika sebuah pesawat bergerak maju.

Gambar 2.1 Pitot Cube Tabung pitot memiliki lubang di bagian depan yang memungkinkan tekanan total masuk. Tekanan total terdiri dari tekanan dinamis ditambah tekanan statis.Selain lubang di bagian depan, tabung pitot juga

memilikilubang kecil di bagian belakang yang disebut drain hole, lubang ini memungkinkan uap air mengalir keluar dari sistem pitot. Kedua lubang dalam tabung pitot ini perlu diperiksa sebelum melakukan penerbangan, hal ini dilakukan untuk memastikan agar lubang tidak terblokir akibat uap air yang mengeras dan benda lain yang menutupi. Tekanan statis akan selalu adapada pesawat bergerak atau saat istirahat. Ini hanyalah tekanan barometrik di daerah setempat, tekanan statis diperoleh dari port statis yang terletak di bagian tubuh pesawat, biasanya di bagian depan pesawat.

Gambar 2.2 Static Port Tabung Pitot bekerja dengan hukum Bernoulli, yang mengatakan : Total energi di dalam ruang yang terhubung adalah jumlah energi potensial tekanan udara dengan energi kinetik dari gerakan udara Total Energi = Energi Potensial + Energi Kinetik Pada pesawat terbang khususnya Sistem Pitot, hukum ini di transformasikan menjadi : Tekanan Total Pitot = Tekanan Statis + Tekanan Dinamis Sehingga,

menjadi

Dimana : Ptotal = Tekanan Total Pitot Pstatic= Tekanan Static, Tekanan Lokal Atmosfir
1

/2V2 = Tekanan Dinamis =Massa Jenis (Tetap) = Kecepatan, True Airspeed (TAS)

2.3

ASI (Airspeed Indicator) Satu dari semua instrumen yang penting di panel cockpit pesawat terbang adalah ASI (Airspeed Indicator). Airspeed Indicator merupakan instrumen pesawat terbang yang terhubung dan bekerja berdasarkan sistem pitot static. Pitot probeatau tabung pitotbiasanya terletak di bagian depan pesawat menghadap arah aliran datangnya udara untuk mengukur tekanan pitot atau biasa disebut (stagnation, total atau ram pressure), static portyang ter dapat pada badan pesawat berfungsi mengukur tekanan statis pada udara yang mengalir. Kemudian kedua tekanan ini (total pressure) dan (static pressure) akan dibandingkan oleh Airspeed Indicator (ASI) untuk mengetahui besarnya Indicated Airspeed (IAS).

Gambar 2.3 Airspeed Indicator

Pada pengaturan basic T instrument, Airspeed Indicator terletak di sebelah kiri atas panel cockpit. Kecepatan pesawat yang diukur adalah kecepatan relative terhadap udaradi sekitarnya, Kecepatan udara diukur dengan mengukur perbedaan tekanan udara, Kecepatan pesawat diukur dalam satuan Knots.

Keterangan Warna yang terdapat pada Airspeed Indicator berupa : busur Putih merupakan jangkauan operasi lipatan pada pengukuran. busur Hijau merupakan daerah kecepatan operasi normal. busur Kuning merupakan daerah kecepatan hati-hati. Terbang dengan kecepatan dalam busur kuning hanya diperbolehkan saat di udara atau cuaca yang bagus saja. busur Merah merupakan kecepatan yang berbahaya atau diusahakan tidak pernah melebihi kecepatan ini. Terbang dalam kecepatan di busur merah selama kondisi turbulen atau aliran udara yang tidak stabil dapat menyebabkan kerusakan struktur atau kegagalan. Hal ini menyebabkan fenomena

aerodinamis destruktif yang disebut flutter Permukaan kontrol yang berdebar dan akan hancur dalam hitungan detik.

Keterangan yang terdapat pada Airspeed Indicator berupa : 1. Flap Operating Range and Normal Operating Range Vso (Stall Speed), konfigurasi saat di ground dan pendaratan, yaitu : Stall Speed with Flaps & Landing Gear Deployed (kecepatan dengan landing gear masih diperlukan), Stall Speed with Flaps & Landing Gear Retracted (kecepatan dengan landing gear tidak lagi dibutuhkan) Vfe (Maximum Flap Extended Speed), kecepatan di atas Vfe akan menyebabkan kerusakan pada sistem. Vno (Maximum Cruising Speed), kecepatan di udara atau cuaca yang kasar dan tidak menentu.

Vs1 (Stalling Speed in a specific configuration), biasanya untuk konfigurasi saat cruise.

2. Caution Speed Operating Range VNE (Velocity Never Exceed), kecepatan yang berbahaya atau diusahakan tidak pernah melebihi kecepatan ini.

2.4

Cara Kerja Airspeed Indicator Air Speed Indicator digunakan oleh pilot dalam semua fase penerbangan, dari take-off(tinggal landas), climb(memanjat), posisi stabil cruise (lurus), descent (menurun), dan landing(mendarat) untuk

mempertahankan kecepatan yang khusus untuk jenis pesawat dan kondisi operasi yang ditetapkan dalam Manual Operasi. Selama

penerbangan,Airspeed Indicator digunakan sebagai alat bantuan dari Instrumen Artificial Horizon sebagai alat acuan untuk kontrol pitch selama climb, descent, dan turns. Air Speed Indicator beroperasi dengan mengukur tekanan dinamis dari perbedaan tekanan total pitot dengan tekanan statis. Tekanan total atau stagnasi karena "ram udara" dialirkan melalui tabung pitot, Perbedaan tekanan akibat ram udara disebut pressure impact. Sedangkan tekanan statis ditangkap melalui satu atau lebih port statis.

Gambar 2.4 Diagram Sistem Pitot Static