Anda di halaman 1dari 23

PEMERIKSAAN FISIK PADA ANAK-ANAK Urutan pemeriksaan biasanya pemeriksaan pasien mengikuti arah dari kepala sampai ke kaki.

fungsi utama pendekatan sistemik ini adalah memberikan pedoman umum dalam mengkaji setiap daerah tubuh untuk meminimalkan adanya bagian yang terlewat dalam pemeriksaan.penggunaan usia perkembangan dan kornologis sebagai kriteria utama untuk mengkaji setiap sistem tubuh memiliki beberapa tujuan: Meminimalkan stres dan kecemasan yang berhubungan dengan pengkajian pada berbagai bagian tubuh. Membantu hubungan saling percaya antara perawat, pasien ,dan orang tua. Memungkinkan persiapan anak yang maksimum Menjaga keamanan yang sangat penting dalam hubungan orang tua,anak,terutama anak yang masih kecil. Memaksimalkan keakuratan dan reliabilitas hasil pengkajian.

Persiapan anak Walaupun pemeriksaan fisik terdiri atas prosedur yang tidak menyakitkan bagi anak penggunaan manset yang terlalu ketat pada lengan,probe dalam telinga dan mulut,penekanan abdomen,dan mendengarkan pada dadanya dengan keping logam yang dingin dapat di anggap sangat menyiksa.pemeriksaan fisik harus di lakukan semenyenagkan mungkin,seperti halnya pendidikan.sebagai contoh,perawat membuat boneka yang sesuai secara anatomis untuk membantu anak prasekolah atau anak yang lebih tua belajar tentang tubuh mereka.teknik boneka kertas merupakan pendekatan yang sangat untuk mengajarkan anak tentang bagian tubuh yang akan di periksa.pada akhir kunjungan,anak dapat membawa boneka tersebut sebagai kenangan dari pengalamanya. Anak biasanya bekerja sama sangat baik ketika orang tuanya tetap bersama mereka.namun terkadang anak yang lebih besar,terutama remaja,lebih senang untuk di periksa sendiri,seperti pada saat pemeriksaan genitalia.kalau anak telah merasa bosan taktik yang sangat membantu adalah melibatkan saudara kandungnya dalam pemeriksaan dengan mengizinkan anak memegang stetoskop atau spatel lidah dan memuji anak atas bantuanyaselama pengkajian. Walaupun pendekatan umum sangat banyak dan bervarias,tetapi beberapa pendekatan di bawah ini yang sangat umum di gunakan.sebagai contoh,urutan pemeriksaan yang di sarankan dapat di prtimbangkan untuk di ubah ketika anak merasa nyeri atau ada defek fisik yang jelas.dalam kedua situasi tersebut,daerah yang sakit di pereiksa paling terakhir untuk meminimalkan distress dini dalam pemeriksaan dan memfokuskan pada bagian tubuh normal sehat,dan yang dapatt berfungsi baik.

Pemeriksaan fisik Walaupun pendekatan dan urutan pemeriksaan berbeda berdasarkan usia anak,pembahasan berikut ini mengambarkan model tradisional untuk pengkajian fisik maupun fokus pengkajian meliputi semua kelompok usia pediatrik.lakukan pemeriksaan di tempat yang tepat dan tidak nengancam ,berikan pencahayaan ruangan yang baik dan dekorasi ruangan dengan warna-warna netral.

Pengukuran pertumbuhan Pengukuran pertumbuhan fisik pada anak adalah elemen kunci dalam evaluasi status kesehatan mereka.parameter pertumbuhan fisik meliputi berat badan,tinggi badan(panjang badan),ketebalan lipatan kulit,lingkar lengan,dan lingkaran kepala.anak-anak yang munggkin mengalami masalah pertumbuhan mencangkup: Anak yang tinggi dan berat badannya sangat berbeda Anak yang gagal menuunjukan laju pertumbuhan berat dan tinggi badan yang di harapkan,khususnya selama periode pertumbuhan cepat pada masa bayi dan masa remaja. Anak yang menunjukan peningkatan,kecuali selama pubertas,atau penurunan tiba-tiba pada ke pola pertumbuhan yang stabil sebelumnya.

Karena pertumbuhan merupakan proses yang terus menerus tetapi tidak sama,evaluasi yang paling dapat di andalkan terletak pada perbandingan dari pengukuran pertumbuhan selama waktu tertentu.

Panjang Istilah panjang dinyatakan sebagai pengukuran yang di lakukan ketika anak telentang.sampai anak usia 24 bulan,di lakukan pengukuran panjang pada saat berbaring.karena posisi fleksi yang normal selama masa bayi ,ekstensikan tubuh bayi secara penuh dengan cara: 1. Pegang kepala bayi pada garis tengahnya 2. Pegang kedua lutut dengan lembut 3. Tekan lutut lutut ke bawah sampai kaki betul-betul ekstensi dan rata dengan meja jika menggunakan papan pengukur ,letakan kepala benar-benar pada bagian atas papan dan tumit kaki benar-benar pada bagian bawah papan. Jika alat ukur tersebut tidak ada ,ukur panjang dengan cara meletakkan anak pada permukaan yang telah di tutupi kertas,tandai titik puncak kepala dan tumit kaki dan ukur

antara kedua titik tersebut.supaya pengukuran akurat pegang alaat tulis denagan sudut tegak lurus terhadap meja ketika menandai titik sefalik ,posisikan kaki dan jari-jari kaki mengarah ke langit-langit ketika menandai titik tumit.

Tinggi Istilah tinggi(atau tinggi pada orang berdiri)di nyatakan sebagai pengukuran ketika anak berdiri tagak.tinggi di ukur dengan cara meminta anak,dengan melepas sepatu,berdiri setegak daan setinggi mungkin,dengan kepala pada garis tengah dan garis pandang sejajar dengan langit-langit atau lantai.pastikan punggung anak menempel pada dinding atau permukaan datar lain,dengan tumit,pantat,dan bagian belakang bahu menyentuh dinding dan jika mungkin maclus medial.periksa dan perbaiki lutut yang menekuk,bahu yang turun,atau tumit kaki yang di angkat.agar mendapatkan pengukuran yang paling akurat gunakan stadiometer.batang pengukur yang dapat di gerakan ini akurat hanya jika batang tersebut tetap sejajar dengangan lantai dan terletak mantap pada bagian paling atas kepala.cara menciptakan permukaan yang rata untuk mengukur panjang adalah:tempelkan kertas atau pita dari liogam atau tongkat yang panjang pada dinding ,posisikan anak berdekatan dengan pita tersebut,dan letakkan objek tiga dimensi,seperti kotak,atau buku tebal,pada bagian atas kepala.letakan sisi objek tersebut dengan baik pada dinding untuk membentuk sudut tegak lurus .ukur panjang atau tinggi sampai 1mm atau 1/8 inci yang terdekat. Berat badan Berat badan di ukur dengan timbangan yang sesuai,yang mengukur berat badan sampai nilai yang terdekat dengan 10gr atau 15gr untuk bayi dan 100gr atau 125gr untuk anakanak.sebelum anak di timbang,timbangan di atur pada angka nol dan jarum timbangan tepat berada di bagian tengah tanda.jika bagian ujung jarum timbangan bergerak maka berat badan dapat lebih berat atau lebih ringan dari semestinya.timbangan dapat bervariasi dalam hal keakuratanya timbangan bayi cendrung lebiih akurat dari pada timbangan orang dewasa ,dan timbagan baru cendrung lebih akurat dari pada timbangan lama,khususnya pada penimbaangan yang lebih berat.lakukan pengukuran dalam ruangan yang hangat dan nyaman.ketika grafik pertumbuhan dari waktu lahir sampai usia 36 bulan di gunakan ,anak harus di timbang tanpa pakaian.anak yang lebih tua biasanya di timbang biasanya di timbang dengan mengunakan celana dalam atau pakaian yang tipis.ketika menimbang anak,letakan tangan anda sedikit pada perut bayi untuk mencegah anak jatuh secara tidak sengaja dari timbangan.atau berdiri dekat anak toddler,siap untuk mencegah jatuh.

Ketebalan lipatan kulit dan lingkar lengan Satu pengukuran lemak tubuh yang tepat adalah ketebalan lipatan kulit,ynag telah semakin di anjurkan sebagai pengukuran rutin.ketebalan kulit di ukur dengan kaliper khusus,sepertI aliper lange.tempat yang paling sering di gunakan untuk mengukur ketebalan lipatan kulit adalah trisep(paling praktis untuk penggunakan klinis secara rutin).subskapula,suprailiaka,abdomen,dan paha atas agar reabilitasnya sangat penting. Lingkaran lengan adalah penguruan tidak langsung terhadap massa otot.pengukuran lingkar lengan mengikuti prosedur yang sama dengan pengukuran ketebalan lipatan kulit kecuali pengukuran titik tengah dengan mengunakan sehelai kertas atau meteran logam.letakan meteran secara vertical,sepanjang bagian posterior lengan atas ke prosesus akromial dank e prosesus olekranon setengah dari panjang pengukuran adalah titik tengahnya. Lingkar kepala Ukur lingkar kepala pada anak sampai berusia 36 bulan dan pada anak-anak yang memiliki masalah pada ukuran kepalanya.ukur lingkaran kepala pada lingkaran terbesarnya ,biasanya sedikit di atas alis dan daun telinga dan mengelilingi prominen oksipital di belakang tengkorak.karena bentuk kepala dapat mempengaruhi lokasi lingkaran yang maksimum,maka perlu pengukuran lebih dari satu kali pada titik di atas mata untuk mendapatkan hasil pengukuran yang paling akurat.gunakan selembar kertas atau meteran logam karena meteran yang terbuat dari kain dapat meregang dan memberikan pengukuran yang salah.supaya hasil pengukuran benar-benar akurat,gunakan alat pengukur dengan sekala 0,1cm.tandai ukuran kepala pada grafik pertumbuhan yang tepat di bawah lingkar kepala secara umum.lingkar kepala dan lingkar dada sama pada usia 1 -2 tahun.selama masa kanak-kanak,lingkar dada melebihi ukuran kepala sekitar 5-7cm.

Suhu Suhu dapat di ukur pada beberapa tempat di tubuh melalui rute oral,rectal,aksila,kulit atau membrane timpani.pegantian thermometer air raksa tradisional mencangkup thermometer elektronik,sensor membrane timpani,thermometer titik kimia,dan thermometer digital.alatalat ini memberikan keuntungan yaitu mengukur suhu secara cepat dan menghindari akses melalui oral atau rektal.berdasarkan penelitian direkomendasikan 7 menit untuk pembacaan oral,4 menit untuk pembacaan rektal,dan 5 menit untuk pembacaan aksila.suhu normal tubuh adalah 37 C melalui rute oral.ketika anak terasa lebih hangat pada saat di raba,ukur suhu

walau pun jika suhu anak normal beberapa saat sebelumnya.tanda lain peningkatan suhu tubuh adalah kemerahan kulit,penigkatan pernafasan dan dan frekuensi jantung ,malaise,danpandangan berkaca-kacapada mata. Nadi Nadi yang teraba kuat dapat di ukur secara radial pada anak yang berusia lebih dari 2 tahun.walaupun demikian pada bayi dan anak yang lebih kecil denyut apical(terdengar melalui stetoskop yang di letakan pada dada din bagian apeks jantung) lebih dapat di andalkan.hitung nadi satu menit penuh pada bayi dan anak yang masih kecil karena kemungkinan adanya ketidakteraturan irama jantung.akan tetapi,bila di perlukan frekuensi denyut apikal yang sering gunakan perhitungan waktu yang lebih pendek.agar keakuratanya lebih tinggi,ukur frekuensi denyut apikal ketika anak sedang tidur,catat perilaku anak bersamaan dengan frekuensi jantung . Pernapasan Hitung frekuensi pernapasan dengan cara seperti pada pasien dewasa.walaupun demikian,pada bayi observasi pada pergerakan abdomen karena perapasan bayi terutama adalah pernafasan diagframatik.karena pergerakan tersebut tidak teratur,hitung jumlahnya selama satu menit penuh agar akurat. Tekanan darah(TD) Pengukuran darah dengan metode yang nonivasif adalah bagian dari penentuan tanda vital rutin.TD harus di ukur setiap tahunya pada anak berusia 3 tahun-remaja dan pada anak yang memiliki gejala hipertensi,anak dalam unit kedaruratan dan unit perawatan intensif dan bayi beresiko tinggi. Alat ukur.metode pengukuran TD paling umum adalah menggunakan auskultasi dan sfigmomanometer air raksa atau aneroid.kedua tipe tersebut reliable dan akurat,tetapi manometer air raksa tidak memerlukan kalibrasi ulang seperti halnya tipe aneroid.perubahan tekanan ditransmisikan melalui dinding arteri ke manset penekan ,dan osilasi dideteksi oleh suatu indikator yang sensitif terhadap tekanan.osilometer di lengkapi dengan pembacaan digital untuk pemeriksaan sistolik,diastolik,tekanan arteri rerata(mean arteri pressures(MAP),dan nadi.MAP tidak sama dengan TD rerata.namun nilai MAP lebih rendah di bandingkan rerata aritmatika.pemilihan manset apapun tipe teknik noninvasive yang di gunakan,factor yang paling penting dalam keakuratan pengukuran tekanan darah adalah penggunaan ukuran manset yang sesuai.suatu teknik untuk megetahui ukuran manseet yang sesuai adalah memilih sebuah manset yang memiliki lebar kantong sekitar 40% dari garis tengah lingkar lengan,antara olekranon dan akromiion. Pengukuran dan intervensi TD pada bayi dan anak-anak memerlukan perhatian tambahan terhadap prosedur yang tepat karena :

1. 2. 3. 4.

Ukuran tungkai bervariasi dan pemilihan manset harus sesuai dengan lingkar tungkai Tekanan berlebihan pada fosa antecubiti mempengaruhi suara korotkoff Anak mudah menjadi cemas yang dapat meningkatkan TD TD berubah seiring usia dan pertumbuhan Walaupun teknik pengukuran tekanan darah pada anak pada umumnya sama dengan yang di gunakan pada orang dewasa beberapa hal yang terkait prosedur tersebut sangat penting.untuk anak usia prasekolah atau lebih jelaskan setiap langkah dari prosedur dan beri tahu mereka bagai mana manset akan terasa seperti perasaan terikat kuat atau pelukan lengan.gunakan penjelasan seperti saya ingin melihat seberapa kuat otot muatau mari kita perhatikan kenaikan perak pada tabung ini.gunakan stetoskop pediatrik untuk mendengar bunyi TD pada anak kecil dan bayi.jika auskultasi tidak mungkin di lakukan dapatkan nilai tekanan sistolik dengan palpasi ukur titik pada saat nadi radialis atau brrakialis teraba kembali ketika manset di kempiskan.TD harus di ukur dua kali,dan rata-rata pengukuran harus di catat. Kulit di kaji warnanya,tekstur,,suhu,kelembapan dan turgornya.pemeriksaan kulit melibatkan inspeksi dan palpasi. Warna normal pada anak berkulit putih bervariasi dari putih susu dan kemerah merahan sampai warna merah.anak berkulit gelap mewarisi warna coklat pada kulit mereka orang dari oriental memiliki kulit yang secara normal berwarna kekuning-kuningan.secara normal tekstur kulit pada anak yang masih kecil sangat haus,agak kering,dan tidak berminyak atau lembab,suhu kulit dengan merasakan setiap bagian tubuh atas dengan bagian bawah.catat adanya perbedaan. turgor jaringan atau tingkat elastisitas kulit,dengan cara menarik kulit abdomen antara telunjuk dan ibu jari ,menariknya menjadi satu,dan lepaskan dengan cepat.jarinagan yang elastis dengan cepat kembali pada posisi normal tanpa adanya bekas atau kerutan sisa.pada turgor kulit anak yang buruk,kulit akan tetap bertahan atau tetap pada posisi ketika di tarik selama beberapa detik sebelum kembali ke abdomen.turgor kulit merupakan salah satu cara terbaik untuk memperkirakan hidrasi dan nutrisi yang adekuat. rambut kepala pada anak biasanya berkilau,halus,kuat,dan elastis.faktor getik mempengaruhi penampilan rambut.rambut yang tipis,kusam,mudah patah,mudah pecahpecah dapat menandakan gizi yang kurang baik.hilangnya rambut pada bayi dapat mengindikasikan bahwa bayi tersebut berbaring pada posisi yang sama dan dapat menjadi petunjuk untuk kepada orang tua tentang kebutuhan stimulasi bagi anak. kuku secara normal kuku berwarna merah muda,konveks,keras tetapi fleksibel,ujungnya biasanya berwarna putih ,harus meluas di atas jari .kuku yang tidak di potong merupakan

tanda-tanda hygiene yang buruk.telapak tangan yang normal menunjukan tiga buah lengkungan garis tangan. Kelenjar limfe Palpasi kelenjar dengan menggunakan bagian distal jari dan cara lembut namun tegas,tekan dengan gerakan melingkar sepanjang letak normal kelenjar tersebut.selama pengkajian kelenjar di kepala dan leher,angkat kepala anak sedikit ke atas tetapi tanpa meregangkan otot sternokleidomastoideus atau trapezius.posisi ini mempasilitasi palpasi nodi submental,submaksila,tonsi,dan servikal.palpasi nodi aksila dengan cara lengan relaks pada sisi tubuh tetapi agak abduksi.kaji nodi inguinal dengan anak posisi terlentag.catat ukuran,mobilitas ,suhu,dan nyeri tekan,juga laporkan pada orang tua tentang adanya perubahan yang dapat di lihat dari pembesaran kelenjar,pada anak kelenjar yang kecil tidak nyeri ,dan hangat biasanya normal.kelenjar limpe yang terkadang terasa nyeri,membesar dan dapat di gerakan biasanya menandakan infeksi atau inflamasi yang dekat dengan lokasi kelenjar tersebut. Kepala leher Observasi bentuk dan simetris kepala secara umum,adanya pendataran pada satu sisi kepala,seperti ubun-ubun kecil,dapat mengindikasikan bahwa anak terus-menerus baring pada posisi yang sama .tanda simetris biasanya abnormal dan mengindikasikan penutupan premature sutura.evaluasi rentang gerak dengan meminta anak untuk melihat ke kekiri,kanan,atas,dan bawah.keterbatasan rentang gerak dapat mengiindikasikan adanya wryneck atau tortikolls sebagai akibat dari cedera otot sternokleidomastoideus yaitu anak menahan kepala ke satu sisi dengan dagu mengarahke posisi yang berlawanan.palpasi tulang tengkorak untuk mengetahui kepatenan suutura,ubunubun,fraktur dan pembengkakan menutup pada bulan ke dua kehidupan dan ubun-ubun kecil menyatu pada bulan ke 12 -18 bulan.penutupan yang terlalu cepat atau lambat perlu di catat karena kedua hal tersebut mungkin merupakan tanda kondisi patologis.ketika memeriksa kepala,observasi kesimetrisan,pergerakan dan penampilan umum wajah.minta anak untuk mengekspresikan wajahnyauntuk mengkaji kesimetrisan pergerakan dan mengetahui adanyaderajat paralisis.catat adanya porposi wajah yang tidak biasa,seperti dahi yang terlalu tinggi atau terlalu rendah,jarak mata yang terlalu lebar atau terlalu dekat,atau dagu yang kecil dan kebelakang.inspeksi pergerakan kepala dan leher,inspeksi ukurran leher untuk mengetahui struktur yang berhubungan.leher normalnya pendek,dengan lipatan kulit di antara kepala dan bahu selama masa bayi,walaupun demikian ,leher akan bertambah panjang selama 3-4 tahun berikutnya. Mata

Inspeksi struktur sksterna Inspeksi penempatan kelopak yang tepat pada mata ketika mata terbuka ,kelopak mata atas harus berada dekat iris bagian atas.ketika mata tertutup kelopak mata harus menutupi sepenuhnya kornea dan sklera tentukan lengkungan umum dari kelopak mata dengan cara mengambarkan garis imajiner melalui dua titik di kantus medial dan orbit luar mata dan segariskan setiap mata pada garus ini.biasanya fisura palpebra terletak horizontal.walau pun demikian pada orang-orang oriental,lengkungan tersebut secara normal ke atas.inspeksi garis bagian dalam kelopak mata(konjungtiva palpebra).untuk memeriksa kantong konjungtiva bagian bawah,dorong kelopak mata ke bawah ketika pasien melihat ke atas.untuk membuka kelopak mata atas.pegang bulu mata atas dan perlahan tarik ke bawah dan angkat ke depan sambil menyuruh anak melihat ke bawah.normalnya,konjungtiva terlihat merah muda dan mengkilap.striasi vertical yang berwarna kuning di sepanjang tepinya di sebut meibomian atau kelenjar sebasea,dekat dengan polikel rambut.pada dikantus pada bagian dalam kelopak mata atas dan bawah,terdapat lubang yang sangat kecil,yaitu lubang lakrimal,catat adanya air mata yang berleebihan,keluaran,atau implamasi pada organ lakrimal.konjungtiva bulbar,yang menutupi mata sampai bagian limbus atau taut kornea dan sklera ,harus transparan.sklera atau bagian mata bagian putih yang menutupi bola mata harus jernih tanda kecil berwarna hitam pada sklera pada individu yang berpigmen sangaat gelap adalah normal. Kornea atau bagian mata yang menutupi iris dan pupil,harus jernih dan transparan.catat keruhan karena dapat menjadi tanda perlukaan atau ulserasi,yang dapat menganggu pengelihatan.cara untuk memeriksa kekeruhan adalah dengan melakukan iluminasi bola mata dengan cara mengarahkan sinar dari sudut(secara menyorong )kea rah kornea.bandingkan ukuran,bentuk,dan arah pupil.kedua pupil harus berbentuk bundar,jenis dan sama.uji reaksi pupil terhadap cahaya dengan menyinari mata secara cepat dan segera dan memindahkan cahaya tersebut.ketika cahaya mendekat,pupil harus berkontriksi seiring dengan menghilangnya cahaya,pupil harus berdilatasi .periksa pupil dengan meminta anak melihat pada objek yang terang dan bersinar pada jarak tertentu dan dengan cepat gerakan objek kearah wajah .pupil harus berkontriksi pada saat objek mendekati mata.hasil normal pada pemeriksaan pupil dapat di catat sebagai PERRLA yang berarti pupil,equal(sama),round(bundar),ract to light(reaksi terhadap cahaya),dan accommodation (akomodasi).inspeksia warna,ukuran,bentuk,dan kejernihan iris dan pupil.warna mata yang permanen biasanya erbentuk pada usia 6-12 bulan.secara normal lensa mata tidak dapat di lihat melalui pupil.

Inspeksi struktur interna Oftalmoskop memungkinkan visualisasi bagian dalam bola mata dengan sistem lensa dan cahaya intensitas tinggi.perawatvdapat menunjukan instrument oftalmoskopi tersebut pada anak,mendemonstrasikan sumber cahaya ,dan bagai mana benda tersebut menyinari mat,dan menjelasi ruang harus gelap.untuk anak-anak yang masih kecil yang tidak berespn terhadap tindakan tersebut,cara terbaik adalah melakukan distraksi untuk menolong anak agar tetap membuka matanya .tindakn membuka kelopak mata dengan paksa menyebabkan anak tidak kooperatif,mata berlinang,dddan perawat frustasi .biasanya dengan banyak latihan perawat bisa mengetahui refleks marah dengan cepat dan mendekati anak dan juga melakukan insfeksi pembuluh darah,macula,atau diskus optic selama beberapa saat. Uji pengelihatan Ada 4 area uji untuk mengkaji pengelihatan di antaranya adalah: 1. Kesegarisan ocular Secara normal pada usia 3-4 bulan anak menerima kemampuan untuk memusatkan pada satu lapang pengelihatan dengan kedua mata secara simultan.satu uju paling penting adalah kesegarisan mata untuk mendeteksi pengelihatan non binocular atau strabismus.pada strabismus atau mata juling salah satu mata mengalami devisiasi ddari titik fiksasi.jika ketidaksegarisan tetap terjadi secara konstan mata yang lemah akan menjadi maalas dan otak akhirnya menahan bayangan yang di hasilkan pada mata tersebut.uju umum untuk mengetahui ketidaksegarisan adalah uji refleks cahaya kornea dan uji tutup mata.uji refleks cahaya kornea sorotkan lampu senter atau cahaya dari oftalmoskop lakukan langsuns kearah mata mata pasien dari jarak sekitar 40,5cm(16 inci).jika mata normal cahaya akan jatuh secara simetris pada setiap pupil jika cahaya tidak jatuh di pusat salah satu mata,berarti mata tidak segaris.uji tutup mata,salah satu mata di tutup,dan pergerakan mata yang terbuka diobservasi ketika anak melihat satu benda pada jarak dekat(33 cm) atau jauh(6 meter atau 20 kaki).jika mata yang terbuka tidak dapat bergerak berarti berarti mata segaris .jika mata yang terbuka bergerak ,terdapaat ketidaksegarisan karena ketika mata yang lebih kuat di tutup sementara,mata yang tidak segaris akan berusaha untuk memfiksasi objek tersebut. Uji buka tutup ,penutup di gerakan ke depan dan ke belakang dari satu mata ke mata yang lainnya .dan pergerakan mata yang tertutup di observasi segera setelah penutup di pindahkan ketika anak memfokuskan pada satu titik di depannya.jika terdapat segarisan normal perpindahan penutup dari satu mata ke mata lain tidak akan menyebabkan mata bergerak.jika terdapat ketidak segarisan ,pergerakan mata akan terjadi ketika penutup di pindahkan. 2. Ketajaman pengelihatan

Uji yang paling umum untuk mengukur ketajaman pengelihatan adalah snellen chart yang terdiri atas dereten huruf dengan ukuran yang semakin mengecil.anak berdiri 3 meter dari snellen chart denggan tumit pada garris 3 meter mata kanan anak di periksa terlebih dahulu dengan menutup mata kiri.anak yang menggunakan kaca mata harus di periksa dengan menggunakaan lensa.katakan pada anak untuk membiarkan kedua mata tetap terbuka selama pemeriksaan.jika anak gagal pada baris yang pertama ,pindahlah pada garis yang lebih besar .teruskan pembacaan sampai di temukan baris yang terbaca semuanya oleh anak.kemudian mulailah turun lagi untuk membacakan garis di bawahnya ssampai anak gagal membaca baris tersebut.ulangi prosedur di atas dengaan menutup mata kanan.sistem skrining pengelihatan blackbird untuk anak prasekolah sistem skrining menggunakan E yang sudah di modifikasi yang menyerupai burung .untuk menarik perhatian anak di lakukan dengan kartu yang bercahaya atau grrafik pada dinding ,dan anak di instruksikan untuk menunjukan ke arah mana burung itu terbang . 3. Pengelihatan perifer Menguji lapang pandang setiap mata ,dengan meminta anak untuk memusatkan pandangan pada satu titik tertentu secara langsung di depan mereka sebagai suatu objek ,seperti tangan atau pensil,di gerakan daari luar lapang pandang ke dalam rentang pengelihatan perifer .periksa setiap mata secara terpisah dan untuk setiap kuadran pengelihatan.segera setelah anak melihat objek tersebut,minta anak untuk mengatakan berhentipada titik tersebut ukur sudut dari sumbu antero-posterior mata(garis lurus pengelihatan)ke sumbu perifer (titik tempat objek tersebut pertama kali terlihat)secara normal anak dapat melihat sekitar 50 derajat ke atas,70 derajat kke bawah,60 derajat kearah nasal,dan 90 derajat kearah temporalis.keterbatasan pengelihatan perifer dapat mengindikasikan kebutaan akibat kerusakan struktur di dalam mata pada jalur pengelihatan. 4. Pengelihatan warna. Keparahan gangguan persepsi warna bervariasi ,dua tipe yang paling umum terjadi adalah prota nomali yaitu anak binggung membedakan warna abu-abu ,dengan warna merah muda atau biru pucat dengan hijau dan deuteranomali yaitu anak binggung membedakan warna abu-abu dengan warna ungu pucat atau hijau .defisit pengelihatan warna tidak menimbulkan masallah besar.walauupun demikaian,beberapa kesulitan yang di hadapi oleh individu dengan defisit yang berat antara lain tidak mampu membedakan warna merah atau kuning pada lampu lalu lintas ,tidak mampu melihat lampu rem berwarna merah di bagian belakang mobil.uji yang tersedia untuk pengelihatan warna termasuk uji ishihara dan uji hardy-rand-ritler (HHR) setiap uji terdiri atas seri kartu ttempat terdapat lapang warna yang berisi titik-titik warna tertentu yang membinggungkan pada lapang tersebut terdapat nomor atau simbol yang mirip di cetak dalam titik-titik,tetapi warnanya hampir sama untuk mengacau lapang warna individu yang memiliki defisit pengelihatan warna ,akibatanya gambar atau huruf tersebut tidak

dapat di lihat dengan jelas oleh individu yang mengalami devisit ini tetepi terlihat dengan jelas oleh individu dengan pengelihatan normal.

TELINGA Inspeksi struktur eksterna Keseluruhan daun telinga eksterna di sebut pina atau aurikula,dan terletak pada kedua sisi kepala.ukur kesegarisan tinggi pina dengan cara mengambar garis imajiner dari orbita luar mata ke oksiput,atau bagian yang paling menonjol dari tulang tengkorak.bagian atas pina harus bertemu atau memotong garis ini .letak teelinga rrendah biasanya di hubungkan dengan anomaly ginjal atau retarddasi mental.normalnya pina terletak dalam sudut 10 derajat dari garis vertical jika pina terletak di luar daerah ini ,catat devisi tersebut daan cari anomali yang lain. Secara normal pina sedikit melebar pada daerah luar tengkorak.ispeksi permukaan kulit di sekitar telinga,untuk mengetahui adanya lubang telinga,tonjolan tambahaan kulit,atau sinus,catat hal ini karena mungkin menunjukan adanya fistula yang mengalir ke dalam area di sekitar leher atau telinga.

Inspeksi struktur interna

Kepala otoskop memungkinkan visualisasi membrane timpani dengan menggunakan cahaya yang terang,kaca pembesar,dan speculum.spekulum yang di masukan ke dalam saluran eksterna,terdiri atas berbagai variasi ukurann untuk mengakomodasi lebar saluran yaaang berbeda-beda.spekulum yang besar dan cocok dan nyaman di dalam telinga di gunakan untuk mencapai area visualisasi terbesar. Posisi anak Sebelum memulai pemeriksaan otoskopik,posisikan anak dengan tepat dan lakukan dengan restrein jika di perlukan.siapkan anak untuk prosedur tersebut dengan mengizinkan anak bermain dengan instrument .ketika anda memasukann spekulum ke dalam meatus ,gerakan spekulum di daerah sekitar telinga bagian luar untuk membiasakan anak merasakan sesuatu yang memasuki telinganya.jika anda sedang memeriksa telinga yang sedang sakit,sentuh bagian yang tiddak menimbulkan nyeri dari telinga yang sakit,kemudian periksa telinga yang tidak sakit ,dan akhirnya kembali pada telinga yang sakit.dengan demikian anak biasanya kurang rasa takutnya pada hal-hal yang

menimbulkan rasa tidak nyaman pada telinganya.pada anak usia lebih dari 3 tahun ,saluran melengkung ke bawah dan ke depan.oleh karena itu ,tarik pin ake atas dan ke belakang kea rah posisi jam 10 .jika terdapat kesulitan dalam melihat membran cobalah mereposisikan kepala ,masukan spekulum melewwati bagian kartilago.

HIDUNG Inspeksi struktur eksterna Hidung terletak di bagian tengah wajah tepaat di bawah maata dan di atas bibir.bandingkan penempatan dan kesegarisanya dengaan cara menggambarkan garis vertical imajiner dari titik pusat antara mata ke bawah sampai pada bagian lengkung di bibir atas.hidung harus terletak tepat secara vertical pada garis ini,dengan setiap sisi sama simetris.catat lokasi hidung ,adanya deviasi pada salah satu sisi,dan asimetris pada ukuranya secara keseluruhan dan diameter dari nares(lubang hidung).observasi alae nasi apakah ada tanda-tanda pernafasan cuping hidung,yang menendakan kesulitan dalam bernafas.selalu laporkan bila adanya pernapasan cuping hidung pada alae nasi. Inspeksi struktur interna Inspeksi vestibula anterior hidung deengan mendorong ujung hidung ke atas,mengangkat hidung kea rah belakang,dan menyinari lubang hidung dengan senter atau otoskop tanpa menempellkan spekulum telinga.perhatikan: Warna lapisan mukosa Yang normalnya berwarna lebihh merah dari pada membrane oral,juga perhatikan adanya pembengkakan,keeluaran,kekeringan,atau pendarahan.normalnyya tidak terdapat keluaran dari hidung. Konka Lempengan tulang yang menonjol ke dalam rongga hidung dan di selimuti oleh membrane mukosa.konka meningkatkan area permukaan rongga hidung dengan sangat besar ketika udara di hirup . Meatus Secara normal ujung bagian depan konka inferior dan medialis dan meatus tengah terlihat.warna ke tiga bagian tersebut harus sama dengan lapisan vestibula. Septum Yang seharusnya membagi vestibula dengan saama.perhatikan apakah ada deviasi,terutama jika deviasi menyebabkkan sumbatan pada salah satu lubang hidung.perforasi dapat terjadi di Dallam septum.jika di curigai terdaapat perforasi

,sorotkan cahaya otoskop ke dalam salah saatu lubaang hidung dan lihat adanya cahaya yang tembus ke lubang hiidung yang lain akibaat perforasi.

MULUT DAN TENGGOROKAN


Pada anak yang kooperatif,hampir semua pemeriksaan mulut dan tenggorokan dapat di

lakukan tanpa menggunakan spatel lidah.minta anak untuk membuka mulutnya lebarlebar,mengerakan lidah kea rah yang berbeda untuk visualisasi penuh,dan mengatakan ahhyang dapat memekan lidah untuk melihat secara penuh bagian belakang mulut(tonsil,uvula,dan orofaring)untuk melihat mukosa mulut,atau lapisan pipi bagian luar ke salah satu sisi.struktur utama bagian luar mulut adalah bibir.bibir harus lembab,lunak,halus,dan berwarna merah muda.kaji kesimetrisan pada saat anak bicara atau menangis. Inspeksi struktur interna Struktur utama yang dapat di lihat di rongga mulut adalah : lapisan mukosa bibir dan pipi (di dalam bibir dan pipi,gusi di bawah lidah,palatum dan di belakang faring)apakah ada bercak-berrcak putih atau ulserasi,perdarahan,sensitivitas,atau kelembapan.membran tersebut harus berwarna merah muda cerah,lembut,basah,seragaam,dan lembab. Gigi Untuk mengettahui jumblah pada setiap lekung dental,hygiene,dan tambalan atau bekas gigitan.pemucatan warna enamel gigi dengan plak yang jelas (warna keputih-putihan yang melapisi permukaan gigi)merupakansuatu tanda higiene gigi yang buruk dan mengindikasikan adanya konseling.titik-titik coklat pada mahkota gigi atau di antara gigi mungkin merupakan karies. Gusi Yang mengelilingi gigi.warna gusi normal adalah merah muda terang dan tekstur permukaannya berbintik-bintik. Lidah Untuk mengetahui adanya papilla,tonjolan-tonjolan kecil yang terdiri atas beberapa kucup pengecap dan beberapa karakteristik lidah satu tampilan yang kasar.peerhatikan ukuran dan mobilisasii lidah.secara normal,ujung lidah harus melebar pada bibir area atau di sekitarnya. Palatum Langit-langit mulut terdiri atas palatum durum yang terletak dekat dengan bagian depan rongga mulut ,dan palatum mole yang terletak kea rah bagian belakang faring dan memiliki tonjolan kecil di garis tengah di sebut uvula.

Uvula Dengan hati-hati periksalah palatum untuk memastikan bahwa ke dua palatum tersebut utuh.lengkung palatum harus berbentuk bundar seperti atap setengah lingkaran.langitlangit mulut yang datar dan sempit atau palatumnya sangat melengkung dapat menyebabkan masalah dalam makan ddan berbicara.periksa pergerakan uvula dengan caraa meemeriksa refleks muntah.uvula harus bergerak ke atas atau uuntuk menutup nasofaring dari orofaring. Tonsil Normalnya tonsil memiliki warna yang sama dengan mukosa di sekitarnya penampilanya lebih glandural dari pada halus,dan dapat terlihat di bagian ujung lengkung palatoglosial.ukuran tonsil sangat bervariasi selama massa kanak-kanak.bagaimana pun laporan adanya pembesaran,kemerahan atau area berwarna putih pada tonsil.

DADA Inspeksi dada untuk mengetahui ukuran,bentuk,kesimetrisan,pergerakan,perkembagan payudara,dan adanya gambaran tulang pada dada yang di bentuk oleh sternum dan tulang iga.ukur ukuran dada dengan cara menempatkan pita pengukur di sekeliling rangkka dada pada garis putting agar keakuratanya tinggi lakukan ke dua pengukuran yang pertama selama inspirasi dank e dua selama ekspirasi dan catat rentang ke dua pengukuran tersebut ukuran dada sangat penting .terutama dalam membandingkan hubungannya dengan lingkar kepela.lalu laporkan disproporsi nyata Karena hal ini sebagian besar di sebabkan oleh pertumbuhan kepala yang abnormal,walaupun bisa saja akibat dari perubahan bentuk dada,seperti barrel chest(bentuk dada bundar)atau pigeon chest(seternum menonjol ke luar).

PARU Paru terletak dalam rongga toraks,dengan satu paru pada setiap sisi sternum.setiap paru terbagi menjadi satu apeks,yang agaak meruncing dan agak tinggi dari iga pertama:basal paru yang lebar dan cembung serta menempel pada diagfragma yang membentuk lengkungan setengah lingkaran dan lobus paru,yang terbagi ke dalam lobus-lobus.paru kanan terdiri atas tiga lobus;atas,tengah,bawah.paru kiri hanya memiliki dua lobus atas,dan bawah karena ruangnya terisi oleh jantung.evaluasi pergerakan perapasan dengan meletakan ke dua telapak taangan mendatar pada bagian punggung atau dada dengan kedua ibu jari berada pada garis tengah sepanjang pinggirraniga bagian bawah paru.anak harus duduk selama prosedur ini dan ,jika kooperatif,anak harus menarik nafas dalam beberapa kali.selama pernafasan.tangan andda akan bergerak seiring dinding dada.kaji jumlah dan keccepatan selama pernafasan perhatikan apakah ada ketidaksimetrisan pergerakan. Pemeriksaan yang berpengalaman dapat melakukan

perkusi pada paru.paru anterior diperkusi di bagian apeks ke basal paru,biasanya dengan anak pada posisi terlentang atau posisi duduk.setiap sisi dada di perkusi dengan urutan yang sesuai untuk membandingkan bunyinya.ketika paru posterior di perkusi,prosedur dan urutanya sama,walaupun anak harus duduk.resonasi terdengar pada semua lobus paru yang tidak berada dekat dengan organ lain.adanya devisiasi suara di catat dan di laporkan. AUSKULTASI Auskultasi melibatkan penggunaan tetoskop untuk mengevaluasi suara nafas .suara nafas paling baik di dengar jika anak menarik nafas dalam ,pada paru suara nafas di klasifikasikan sebagai vesicular,bronkovesikular,atau bronchial.suara nafas tambahan di klasifikasikan ke dalam dua kelompok besar yaitu:ronki basah yang di akibatkan oleh aliran udara melalui cairaan atau bagian yang lembab dan mengi yang di hasilkan udara melalui jalan nafas yang menyempit tanpa memperhatikan penyebab seperti eksudat,inflamasi,spasme,atau tumor.sering kali lebih baik untuk menggambarkan tipe suara yang terdengar pada pparu dari pada mencoba menamai suara tersebut.selalu laporkan jika ada suara abnormal untuk evaluasi medis lebih lanjut. JANTUNG

Rongga terletak dalam rongga toraks di antara paru pada mediastinum dan di atas diafragma sekitar dua pertiga bagian jantung terletak di sisi kiri rongga dada,dengan satuu per tiga bagian pada bagian kanan melewati sternum.inspeksi paling baik di lakukan pada anak yang duduk pada posisi semi fowler.perhatikan dinding dada anterior dari suatu sudut,bandingkan ke dua sisi rangka dada satu sama lain.secara normal keduanya harus tanpak simetris pada anak dengan dinding dada yang tipis,pulsasi mungkin dapat di lihat.kaji waktu pengisian kapiler satu tes penting untuk sirkulasi perifer,dengan cara menekan kulit dengan lembut pada bagian pusat,seperti pada dahi atau pada daerah perifer,seperti bagian atass tangan,untuk mennghasilkan suatu daerah yang pucat.waktu yang diperlukan bagi area yang pucat tersebut untuk kembali ke warna aslinya di sebut waktu pengisian kafiler.auskultasi jantung anak minimal pada dua posisi:duduk dan setengah duduk,jika bunyi jantung tambahan telah terdeteksi ,evaluasi lebih lanjut dengan anak berada pada posisi berdiri,duduk dan bersanddar ke depan,dan berbaring miring ke kiri.

ABDOMEN Pemeriksaan abdomen meliputi inspeksi,diikuti dengan auskultasi,kemudian palpasi.lakukan palpasi terakhir karena hal tersebut dapat menganggu bunyi normal abdomen. inspeksi kontur abdomen dengan anak pada posisi tegak dan terlentang normalnya ,abdomen bayi dan anak yang masih kecil cukup silendris,dan dalam posisi tegak,agak menonjol karena lordosis fsikologis spinal,pada posisi terlentang abdomen tanpak datartonjolaan pada garis tengah dari xifoid ke umbilicus atau ke simfisis pubis biasanya adalah diastasis rekti,atauu kegagalan muskulus rektus abdominis untuk bersatu dalam uterus.pada anak yang sehat tonjolan pada garis tengah biasanya merupakan variasi dari perkembangan otot yang normal.observasi pergerakan abdomen normalnya pergerakan dada dan abdomen sinkron.pada bayi dan anak yang kurus gelombang peristaltis dapat di lihat melalui dinding abdomen,gerakan tersebut paling baik di observasi dengan berdiri sejajar mata dan di depan abdomen.selalu laporkan hasil temuan ini.periksa ukuran kebersihan dan adanya tanda-tanda abnormalitas umbilicus,seperti hernia,umbilicus harus datar atau sedikit menonjol.jika terdapat hernia palpasi kantong tersebut untuk mengetahui isi abdomen dan perkiraan ukuran kira-kira lubang tersebut.haernia dapat terjadi di tempat lain pada dinding abdomen hernia inguinalis merupakan tonjolan peritoneum melelui dinding abdomen dalam saluran inguinalis.hal terseebut paling sering terjadi pada lakilaki,sering kali bilateral,dan dapat di lihat sebagai massa di skrotum.untuk mengetahui lokasi hernia ,masukan jari kelingking dalam cincin inguinal eksterna pada bagian dasar skrotum dan minta anak untuk batuk.jika terdapat hernia hal tersebut akan mengenai ujung jari pada saat anak batuk.hernia femoralis yang lebih terjadi pada perempuan ,dapat di lihat atau di rasakan sebagai masa kecil pada permukaan anterior paha tepat di bawah lingmen inguinal dalam kanal femoral.rasakan adanya hernia dengan meletakan jari telunjuk tangan kanan anda pada nadi femoralis kanan anak tersebut(tangan kiri untuk nadi kiri)dan jari manis datar menempel pada kulit kea rah garis tengah.jari manis terletak di atas kanal femoralis,tempat hernia terjadi.palpasi hernia dalam regio pelvis sering merupakan bagian dari pemeriksaan genitalia. Auskultasi Yang paling penting untuk di dengarkan adalah peristalsis,atau bisisng usus yang bunyinya seperti logam pendek beradu dan seperti orang berkumur ,frekuensinya permenit harus di catat(misalnya 5 x/menit).bising usus dapat di stimulasi dengan cara mengetarkan permukaan abdomen dengan kuku jari tangan.catat tidak adanya bising usus atau hiperperistalsis karena kedua hal tersebut menunjukan adanya gangguan abdomen.

Palpasi Dua tipe palpasi di lakukan superfisial.dengan lembut tempatkan tangan anda pada kulit dan rasakan setiap kuadran ,perhatikan adanya area yang terasa nyeri ,tonus otot dan lesi superfisial .seperti kista.karena palpasi superfisial sering di rasakan seperti mengelitik,beberapa teknik dapat di gunakan untuk meminimalkan sensasi ini dan memberikan relaksasi.tindakan memperingatkan anak untuk berhenti tertawa justru hanya akan memusatkan perhatian pada sensasi tersebut dan mengurangi kerja sama.palpasi dalam di gunakan untuk melakukan palpasi organ dan pembuluh darah besar dan mendeteksi masa serta nyeri tekan yang tidak dapat di temukkan selama palpasi superfisial.palpasi biasanya di mulai pada kuadran bawah terus ke atas untuk menghindari tidak terpalpasinya bagian tepi hati ,atau limpa yang membesar kecuali untuk melakukan palpasi hati.

GENITALIA Genitalia pria Catat penampilan eksterna glans dan bagian penis,prepusium,meatus uretra,dan skrotum.penis umumnya kecil pada kecil pada bayi dan anak laki-laki sampai pada pubertas ,pada saat penis meningkat baik panjang maupun lebarnya.pada anak yang obesitas,penis sering tanpak kecil abnormal karena lipatan kulit sebagian menutupui bagian dasarnya. periksa glans penis(bagian kepala penis)dan batang penis apakah ada tanda-tanda pembengkakan,lesi kulit,inflamasi,atau ketidakteraturan lain.adanya tanda-tanda ini dapat mengindikasikan gangguan,terutama penyakit menular seksual. Lokasi meatus uretra diinsfeksi secara hati-hati dan apakah ada tanda-tanda keluaran.normalnya,meatus uretra terletak pada bagian tengak glans penis.distribusi rambut juga harus di perhatikan.normalnya sebelum pubertas tidak ada rambut pubis yang tumbuh.rambut yang lembut menutupi pubis merupakan tanda awal mensturasi pubertas.lokasi dan ukuran skrotum juga di perhatikan,skorta menggantung secara bebas dari perineum di belakang penis,dan skrotum kiri normalnya tergantung lebih rendah dari pada yang kanan.palpasi skrotum mencangkup identifikasi testis ,epididimis dan jika ada ,hernia inguinalis.dua testis dapat di rasakan sebagai badan ovoid kecil yang panjjang sekitar 1,5-2 cm satu dalam setiap kantong skrota.beberapa tindakan sangat berguna dalam mencegah refleks kremasterik dalam palpasi skrotum.

Hangatkan tangan 1. Jika anak cukup besar pariksa anak pada tailor position atau posisiIndianyang merengangkan otot sehingga mencegah kontraksinya. 2. Sumbat jalur normal pergerakan testis keatas dengan meletakan ibu jari dan jari telunjuk pada bagian atas kantong scrotal sepanjang kanal inguinal.letakan jari telunjuk dan jari tengah dalam bentuk gunting untuk memisahkan skrotum kanan dan kiri .jika setelah menggunakan teknik ini testis tidak terpalpasi ,rasakan di sepanjang kanal inguinal dan perineum untuk mengetahui lokasi masa yang mungkin merupakan testis yang belum turun.walaupun testis belum turun dapat turun kapanpun selama masa kanak-kanak dan di periksa setiap kali kunjungan,kegagalan melakukan palpasi testis harus di laporkan. Genitalia perempuan Posisi yang nyaman memeriksa genitalia mencankup menempatkan anak kecil pada posisi terlentang di meja pemeriksaan atau posisi setengah duduk pada pangkuan orang tua dengan kaki di letakan pada lutut anda sambil duduk menghadap anak.alihkan perhatian anak dari pemeriksaan dengan menginstruksikan anak untuk tetap menekan telapak kakinya menempel satu sama lain.pisahkan labia miyora dengan ibu jari dan jari telunjuk dan tarik ke luar untuk melihat labia minora ,meatus uretra dan orivisum vagina. ANUS Setelah memeriksa genitalia daerah anal lebih mudah di periksa,walaupun anak harus di periksa dengan posisi telungkup.perhatikan kepadatan umum bokong dan ekstremitasan lipatan gluteal.kaji tonus sfinkter anal denggan merangsang refleks anal.sentuhan perlahan pada area anal menyebabkan kontraksi cepat nyata dari sfinter anal eksterna. PUNGGUNG DAN EKSTREMITAS Spina Kelengkungan umum spina di perhatikan.normalnya punggung bayi baru lahir adalah bulat atau berbentuk huruf c dari lengkung toraks dan pelvik.perkembangan kurvatura servikal dan lumbal memperkirakan perkembangan dari berbagai perkembangan dari berbagai keterampilan motorik,seperti kurvatura servikal dengan control kepala,dan menciptakan bentuk lengkungan s ganda khas pada anak yang lebih tua.walaupun skoliosis dapat diidentifikasi dengan mengobservasi dan

mempalpasi spinal serta memperhatikan pergeseran kearah samping,uji yang lebih objektif meliputi:dengan posisi anak berdiri tegak ,dan hanya mengeenakan cahaya dalam,observasi dari belakang ,perhatikan ketidaksimetrisan bahu dan panggul,dengan anak membungkuk ke depan sehingga punggung paralel dengan lantai,observasi dari samping ,perhatikan adanya ketidaksimetrisan atau tonjolan rangka iga.berjalan sedikit pincang,bagian bawah lipatan rok/celana panjang miring,atau kkeluhan sakit punggung merupakan tanda dan gejala lain dari skoliosis.pergerakan spina servikal merupakan tanda diagnostik penting masalah neurologis,seperti meningitis,normalnya pergerakan kepala pada semua arah tanpa memerlukan upaya yang keras. Ekstremitas Inspeksi kesimetrisan panjang dan ukuran masing-masing ekstermitas.hitung jumlah jari tangan dan kaki untuk meyakinkan jumllah normal.adanya jari tambahan atau fusi jari sering tidak di perhatikan. kaji bentuk tulang bowleg atau genu varum adalah melengkungnya tibia kea rah lateral .hal ini secara klinis terlihat ketika anak berdiri denggan posisi maleoli medial(tonjolan bundar pada kedua sisi pergelengan kaki) berlawanan satu dengan yang lainnya dengan jarak di antara lutut lebih besar kira-kira 5 cm .kaki melengkung seperti busur unilateral atau asimetris yang terjadi setelah usia 2-3 tahun . knock knee atau genu valgum,tanpak berlawanan dengan bowleg .pada genu valgum lutut saling mendekat satu sama lain tetapi kaki terpisah jauh .hal ini di tentukan secara klinis dengan menggunakan metode yang sama dengan genu varum tetapi dengan mengukur jarak di antara maleolus,yang normalnya kurang dari 7,5cm knock knee normalnya terjadi pada anak sekitar usia 2-7 tahun.knock knee yang berlebihan asimetris serta pemendekan tinggi tubuh atau terjadi pada anak yang mendekati masa pubertas memerlukan evaluasi lebih lanjut.masalah berjalan yang paling umum terjadi pada anak kecil adalah pigeon toe,atau jari kaki yang mengarah ke dalam uju torsi tibia termasuk pengukuran sudut paha-kaki. SENDI Evaluasi sendi untuk mengetahui rentang geraknya.perawat mengobservasi pergerakan anak selama pemeriksaan,panggul harus secara rutin di periksa untuk mengetahui adanya dislokasi konginental.laporkan adanya tanda-tanda imobilitas atau hiperfleksibilitas sendi.palpasi sendi apakah ada rasa panas,nyeeri tekan dan pembengkakan,tanda-tanda ini selalu kemerahan pada sendi.

OTOT Perhatikan kesimetrisan dan kualitas perkembangan otot,tonus,dan kekuatan otot.observasi perkembangan dengan cara melihat bentuk dan kontur tubuh baik dalam kondisi relaksasi maupun kondisi tegang.perkirakan tonus dengan mengenggam otot dan merasakan kekuatanya ketika otot relaksasi dan kontraksi.lokasi yang umum untuk memeriksa tonus otot adalah otot bisep lengan .anak biasanya bersedia untuk menunjuk ototnya dengan cara mengepalkan tangannya.perkirakan kekuatan dengan cara meminta anak menggunakan ekstremitas untuk mendorong,atau menarik suatu tahanan,seperti contoh-contoh berikut ini:kekuatan lengan:anak memegang lengan yang di rentangkan di depan tubuh dan mencobanya untukmengangkat lengan ketika lengan di tekan ke bawah.kekuatan tangan:anak berjabat tangan dengan perawat daan meremas satu atau dua jari perawat.kekuatan tungkai:anak duduk pada meja atau kursi dengan kaki tergantung dan mencoba untuk mengangkat kaki ketika di tekan ke bawah.

TUGAS KEPERAWATAN ANAK


PEMERIKSAAN FISIK PADA ANAK
DOSEN:ELLY MARCE TITIHALAWA,SST D I S U S U N OLEH:

1. 2. 3. 4.

MUSTAKIM SUMINDRA MIDIA WATY TEOFILUS HERMANTO VERI

AKADEMI KEPERAWATAN DHARMA INSAN PONTIANAK TAHUN AJARAN 2010/2011