Anda di halaman 1dari 45

Pembimbing : dr. Mas Wisnuwardhana, Sp. A Disusun oleh : Birri Ifkar 030.08.

061 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RSUD Bekasi Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Laporan Kasus
IDENTITAS PASIEN Nama Umur : : An. N 9 tahun

Jenis Kelamin
Alamat Agama Suku

:
: : :

laki-laki
Kp Telajung, Bekasi Islam Sunda

Hubungan dengan orangtua anak kandung

Laporan Kasus
Identitas Ayah : Identitas Ibu :

Nama Umur Pekerjaan Pendidikan Agama Suku

: Tn. D : 32 tahun : Pegawai swasta : SMA : Islam : Sunda

Nama Umur Pekerjaan Pendidikan Agama Suku

: Ny. S : 28 tahun : Ibu rumah tangga : SMP : Islam : Sunda

Riwayat Perjalanan Penyakit


Keluhan Utama : Demam sejak 4 hari SMRS
Alloanamnesis kepada ibu pasien pada hari Selasa, 10/12/2013.

4 hari SMRS demam naik turun, turun jika setelah minum obat

Keluhan Tambahan: Batuk pilek, nyeri perut, mual


Pagi hari SMRS lemas, kaki dan tangan pasien terasa nyer pada sendi.
1 hari SMRS Muntah isi makanan dan timbul bintik merah di tangan dan wajah

muntah, nafsu
makan menurun

BAK dalam batas normal. BAB normal, kejang, perdarahan pada gusi, dan mimisan (-).

Observasi pasien

Riwayat Penyakit Yang Pernah Diderita


Penyakit Diare Otitis Radang paru Tuberkulosis Kejang Ginjal Jantung Darah Difteri Umur Penyakit Morbili Parotitis Demam berdarah Demam tifoid Cacingan Alergi Kecelakaan Operasi Lain-lain Umur

6 bulan -

Riwayat Penyakit pada Anggota Keluarga Lain : Tidak yang mengalami penyakit yang sama

Riwayat Kehamilan & Kelahiran


KEHAMILAN Perawatan Antenatal : teratur (Bidan) Penyakit Kehamilan : disangkal KELAHIRAN Tempat Kelahiran Penolong Persalinan Cara Persalinan Masa Gestasi Keadaan Bayi

: rumah bersalin : bidan : spontan pervaginam : 9 bulan

Berat badan lahir : 2700gram Panjang badan lahir : 47 cm Kelainan bawaan : disangkal Kesimpulan riwayat kehamilan/ kelahiran: Tidak ada masalah dalam kehamilan dan persalinan

Riwayat Tumbuh Kembang


Pertumbuhan gigi pertama : 5 bulan Psikomotor
Tengkurap & berbalik sendiri : 3 bulan Duduk : 6 bulan Berdiri : 9 bulan Berjalan : 13 bulan Bicara : 12 bulan

Kesan : perkembangan sesuai dengan usia.

Riwayat Imunisasi
BCG : 0 bulan

DPT
Polio Campak

: 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan


: 0 bulan, 2 bulan, 4 bulan, :-

Hepatitis B : 0 bulan,1 bulan, 6 bulan

Kesan : Imunisasi dasar lengkap.

Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : tampak sakit sedang pasien tampak lemas Tanda Vital
Kesadaran Frekuensi Nadi : Compos mentis : 100x/menit

Frekuensi Pernafasan : 20x/menit Suhu tubuh :37,5 oC

Data Antropometri
Berat Badan Tinggi Badan Status Gizi : 31 kg : 150 cm : bb/u=86,1%= gizi kurang. tb/u=104,2%= tinggi

normal, bb/tb=75,6%=gizi kurang

Pemeriksaan Sistemik
KEPALA Bentuk Rambut Mata Telinga Hidung Mulut LEHER

: Normocephali : Rambut hitam, tidak mudah dicabut, distribusi merata. : Pupil bulat, isokor, konjungtiva anemis +/+ , sklera tidak ikterik. : Normotia, liang telinga lapang/lapang, serumen -/-. : Bentuk biasa, lapang/lapang, sekret(-). : Mukosa bibir kering, sianosis (-), faring hiperemis, lidah kotor & coated tongue : KGB tidak teraba membesar.

THORAKS Ins : Pergerakan dinding dada simetris, retraksi suprasternal -, retraksi sub costae Pal : Vokal fremitus simetris kanan = kiri Per : Sonor kanan = kiri Aus : Pulmo : BND vesikuler, ronkhi -/-, wheezing -/Cor : BJ I & II normal, murmur -, gallop -

Pemeriksaan Sistemik
ABDOMEN Ins Pal : Perut tampak datar . : Supel, nyeri tekan (-), hepatomegali

Aus : Bising usus (+) 6x/menit.


Per : Timpani, nyeri ketok (-).

EKSTREMITAS Akral dingin (-) Sianosis (-) Capillary refill < 2 detik

Turgor cukup
Petekie (+)

Pemeriksaan Laboratorium

Jenis Pemeriksaan HEMATOLOGI Darah lengkap Leukosit Eritrosit

Hasil

Satuan

Nilai Normal

3,7 4,96

ribu/uL Juta/uL

5 10 45

Hb
Hematokrit Trombosit Index Eritrosit MVC MCH MCHC

13,2
38,3 73

g/dL
% ribu/uL

11 14,5
37 - 47 150 400

82,9 27,0 34,3

fL Pg %

75 80 24 30 31 37

Diagnosis Kerja : Demam berdarah dengue derajat II

Diagnosis Banding :
DHF Dengue fever Chikungunya Scarlet fever Tonsilofaringitis Leptospirosis

RENCANA PEMERIKSAAN TAMBAHAN

Cek darah lengkap berkala IgG & IgM Dengue Rontgen thoraks Limfosit plasma biru

Penatalaksanaan : Non medikamentosa Rawat inap, tirah baring Edukasi kepada orangtua tentang penyakit yang diderita Medikamentosa Infus RL 20 tpm Amoxicilin inj 3x500mg Sanmol 3 x 350 mg iv

Prognosis :
Ad Vitam Ad Sanationum Ad Fungtionum : Dubia ad bonam : Dubia ad bonam : Dubia ad bonam

11/12/13

13/12/13

Demam hari ke Mual muntah,

Tidak ada keluhan

Nyeri perut,
Bintik-bintik mulai hilang TSS/CM N:110, S:36oC R:24x/m Mata : CA -/-, SI -/Thorax : SN ves -/-, Rh -/-, Wh -/-. BJ I,II, normal, reguler, murmur(-), gallop (-) Abdomen : BU(+), hepar dan lien tidak teraba Ekstremitas : oedem (-), akral dingin (-), peteki (-)

- Tenggorokan sakit TSS/CM N:100, S:37 R:24x/m Mata : CA -/-, SI -/Thorax : SN ves -/-, Rh -/-, Wh -/-. BJ I,II, normal, reguler, murmur(-), gallop (-) Abdomen : BU(+), hepatomegali dan lien tidak teraba Ekstremitas : oedem (-), akral dingin (-), peteki (+) Darah Rutin : Leukosit 4200/uL Ht36,2% Trombosit 73000/uL

Darah Rutin : Leukosit 9700/uL Ht 36,1% Trombosit 108000/uL

DHF deraja II
A

DHF derajat II

RL 20 tpm Amox 3x80 mg iv Sanmol 3 x 350 mg iv

RL 20 tpm Amox 3x80 mg iv Sanmol 3 x 350 mg iv

Analisa Kasus An. K


Demam 4 hari

Trombos itopenia

Petekie

Hepatomegali

spektrum klinisnya berdasarkan kriteria WHO 2009 yaitu: Berdasarkan derajat penyakit (Demam Berdarah Dengue) :
Derajat I
demam + gejala non-spesifik + uji bendung (+)

Derajat II
Terdapat perdarahan spontan antara lain perdarahan kulit (petekie), perdarahan gusi, epistaksis atau perdarahan lain (menstruasi berlebihan, perdarahan saluran cerna)

Derajat III
Derajat I atau II disertai kegagalan sirkulasi, yaitu nadi cepat dan lambat, tekanan nadi menurun (20 mmHg atau kurang) atau hipotensi, sianosis di sekitar mulut, kulit dingin dan lembab, dan anak tampak gelisah.

Derajat IV
Seperti derajat III disertai Syok berat (profound shock), nadi tidak dapat diraba dan tekanan darah tidak terukur.

*Derajat III dan IV DSS

Untuk menentukan hasil positif atau negatif penderita DHF dilakukan pemeriksaan serologis:
IgG dan IgM NS1 Limfosit plasma biru

IgG dan IgM diperiksa mulai dari hari ke-4 demam berlangsung NS1 terdeteksi pada darah mulai awal demam sampai hari ke3

Tatalaksana sebagai dokter umum


Edukasi keluarga pasien mengenai penyakit yang diderita pasien. Singkirkan tanda-tanda syok Cek komplikasi dan tanda-tanda perdarahan. Pada dasarnya pengobatan DBD bersifat suportif, yaitu mengatasi kehilangan cairan plasma sebagai akibat peningkatan permeabilitas kapiler dan sebagai akibat perdarahan.

DBD derajat I & II


Medikamentosa; Antipiretik dapat diberikan, dianjurkan pemberian parasetamol. Diusahakan tidak memberikan obat-obat yang tidak diperlukan ( misalnya antasid, antiemetik) untuk mengurangi beban detoksifikasi obat dalam hati. Kortikosteroid diberikan pada DBD ensefalopati.

Suportif
Kehilangan cairan plasma perlu diatasi sebagai upaya meningkatkan permeabilitas kapiler dan perdarahan Kunci keberhasilan terletak pada kemampuan untuk mengatasi masa peralihan dari fase demam ke fase penurunan suhu dengan baik Cairan intravena diperlukan apabila anak terusmenerus muntah, tidak mau minum, demam tinggi, dehidrasi daat mempercepat terjadinya syok, nilai hematokrit cenderung meningkat pada pemeriksaan berkala

Jenis cairan
Kristaloid Larurtan Ringer Laktat atau Dekstrosa 5 % dalam larutan ringer laktat Larutan Ringer Asetat atau dekstrosa 5 % dalam larutan ringer Asetat Larutan Nacl 0,9 % atau dekstrosa 5% dalam larutan garam faal Koloid Dekstran 40 Plasma hes

THANK YOU

TINJAUAN PUSTAKA Demam berdarah dengue

Demam berdarah dengue

ETIOLOGI Demam dengue (DD), demam berdarah dengue (DBD) dan dengue shock syndrome (DSS) disebabkan oleh virus dengue. Ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti, Aedes albopictus

Epidemiologi
Infeksi virus dengue telah berada di Indonesia sejak abad ke 18, dilaporkan oleh David Bylon seorang dokter berkebangsaan Belanda. Saat itu infeksi virus dengue dikenal sebagai penyakit demam lima hari (vijf daagse koorts) kadangkala disebut juga demam sendi (knokkel koorts).1

patofisiol ogi

Gambaran Klinis
Demam
demam tinggi mendadak Kontinu bifasik, 2-7 hari Pada hari ke-3 mulai terjadi penurunan suhu dapat sebagai tanda awal syok. Fase kritis hari ke 4-5.

Gambaran Klinis
Adanya minimal satu dari manifestasi perdarahan
Uji turniket positif fragilitas kapiler meningkat. Petekie, ekimosis, epistaksis, perdarahan gusi, melena, hematemesis

Trombositopenia ( 100.000 sel/ mm3) Adanya bukti kebocoran plasma, ditandai dengan:
Kenaikan hematokrit 20% dari hematokrit normal pasien. Penurunan hematokrit 20% setelah resusitasi cairan.

Adanya efusi pleura, asites, hipoproteinemia

Gambaran Klinis

Gambaran Klinis WHO (2009)

Dengue probable :
Bertempat tinggal di /bepergian ke daerah endemik dengue Demam disertai 2 dari hal berikut : Mual, muntah Ruam Sakit dan nyeri Uji torniket positif Lekopenia Adanya tanda bahaya

Tanda bahaya adalah :


Nyeri perut atau kelembutannya Muntah berkepanjangan Terdapat akumulasi cairan Perdarahan mukosa Letargi, lemah Pembesaran hati > 2 cm Kenaikan hematokrit seiring dengan penurunan jumlah trombosit yang cepat

Kriteria dengue berat :


Kebocoran plasma berat, yang dapat menyebabkan syok (DSS), akumulasi cairan dengan distress pernafasan. Perdarahan hebat, sesuai pertimbangan klinisi Gangguan organ berat, hepar (AST atau ALT 1000, gangguan kesadaran, gangguan jantung dan organ lain)

Kriteria dengue tanpa/dengan tanda bahaya :

Stigmata
DSS

Tatalaks ana DSS

Prognosis

Bila tidak disertai renjatan maka prognosa baik, biasanya dalam 24-36 jam cepat menjadi baik. Kalau lebih dari 36 jam belum ada tanda-tanda perbaikan maka kemugkinan sembuh kecil dan prognosa menjadi jelek.

PATOFISIOLOGI
Virulensi virus Imunopatologi Antigen antibodi

Infection enhancing antibody

Mediator

Endotoksin

Limfosit

Trombosit endotel

Apoptosis

Kriteria diagnosis
Klinis: Demam tinggi mendadak berlangsung selama 2-7 hari. Terdapat manifestasi/ tanda-tanda perdarahan ditandai dengan: Uji Bendung (Tourniquet Test) positif Petekie, ekimosis, purpura Perdarahan mukosa, epistaksis, perdarahan gusi Hematemesis dan/ atau melena Pembesaran hati ( di jelaskan cara pemeriksaan pembesaran hati ) Syok, ditandai nadi cepat dan lemah serta penurunan tekanan nadi ( 20 mmHg), hipotensi, kaki dan tangan dingin, kulit lembab dan pasien tampak gelisah Laboratorium Trombositopenia (100.000/mm atau kurang) Adanya kebocoran plasma karena peningkatan permeabilitas kapiler, yang ditandai adanya: Hemokonsentrasi/ Peningkatan hematokrit > 10% dari data baseline saat pasien belum sakit atau sudah sembuh atau adanya efusi pleura, asites atau hipoproteinemia (hipoalbuminemia).