Anda di halaman 1dari 11

72

KUANTOR
Cara terbaik untuk membuat notasi simbol dari logika predikat adalah dengan contoh-
contoh yang relevan. Perhatikan contoh pernyataan berikut :
Contoh 6-1 :
- Dogy adalah seekor anjing
Berdasarkan aturan pada bab 5 dapat ditulis :
ekspresi logika predikat : anjing(Dogy)
fungsi proposisional : K(d)
Notasi di atas dapat dibaca anjing Dogy.
Contoh 6-2 :
1. Semua kambing mempunyai tanduk
2. Beberapa mahasiswa mangambil mata kuliah logika matematika.
3. Setiap mahasiswa harus belajar dari buku teks
4. Ada penduduk kota Jayakarta yang terkena Flu Burung
Semua pernyataan di atas mengidikasikan seberapa sering pernyataan-pernyataan
tersebut bernilai benar. Untuk memperlihatkan hal tersebut, orang mengunakan kuantor-
kuantor, sedangkan proses pemberian kuantor disebut pengkuantoran. Ada dua jenis
kuantor, yaitu kuantor universal dan kuantor eksistensial.
6.1 Kuantor Universal
Kuantor universal memiliki simbol , yang memiliki arti semua atau setiap.
Kuantor universal mengindikasikan bahwa sesuatu bernilai benar untuk semua
73
individual- individualnya. Kuantor dan variabel terikat yang mengikutinya diperlakukan
sebagai satu unit, dan unit tersebut bertindak seperti suatu perangkai unary.
Pada pernyataan ketiga pada contoh 6-2, yaitu Setiap mahasiswa harus belajar dari
buku teks, jika ingin ditulis memakai logika predikat, maka ditentukan B untuk harus
belajar dari buku teks dan x untuk mahasiswa sehingga jika ditulis B(x), berarti x
harus belajar dari buku teks. Kata setiap mahasiswa mengindikasikan bernilai benar
untuk semua x, maka penulisan yang lengkap adalah
Contoh 6-3 :
- ( ) ( ) x B x
Contoh di atas dibaca untuk semua x, x harus belajar dari buku teks. Akan tetapi,
notasi tersebut belum sempurna karena x belum menunjukkan mahasiswa, maka
harus lebih ditegaskan dan sebaiknya ditulis :
Contoh 6-4 :
- ( ) ( ) ( ) ( ) x B x M x
yang dapat dibaca Untuk semua x, jika x adalah mahasiswa, maka x harus belajar
dari buku teks.
Contoh yang mirip adalah pernyataan berikut Semua bilangan prima adalah ganjil,
maka dapat ditulis seperti berikut :
Contoh 6-5 :
- ( ) ( ) ( ) ( ) x O x P x
dimana P mengganti bilangan prima, sedangkan O mengganti ganjil sehingga
dapat dibaca untuk semua x, jika x adalah bilangan prima, maka x adalah ganjil.
Untuk lebih memperjelas tahap demi tahap pengkuantoran universal, maka diberikan
contoh seperti berikut :
Contoh 6-6 :
- Semua mahasiswa harus rajin
74
Untuk melakukan pengkuantoran universal pada pernyataan tersebut dilakukan langkah-
langkah seperti berikut :
Langkah 1 :
Carilah lingkup dari kuantor universal, yaitu :
jika x adalah mahasiswa, maka x harus rajin belajar
Selanjutnya, akan ditulis :
( ) ( ) x belajar rajin harus x mahasiswa
Langkah 2 :
Berilah kuantor universal di depannya :
( ) ( ) ( ) ( ) x belajar rajin harus x mahasiswa x
Langkah 3 :
Ubahlah menjadi suatu fungsi :
( ) ( ) ( ) ( ) x B x M x
Perhatikan penulisan fungsi tersebut terutama pada peletakan tanda kurung biasa.
Tanda kurung biasa yang berada di dalam tanda kurung di belakang kuantor universal
diperlakukan mirip proposisi majemuk, sedangkan kuantor universal mirip perangkai
unary.
6.2 Kuantor Eksistensial
Kuantor eksistensial memiliki simbol - yang artinya ada atau tidak semua, atau
beberapa. Kuantor eksistensial mengindikasikan bahwa sesuatu kadang-kadang bernilai
benar untuk semua individual-individualnya.
Dalam pengertian bilangan prima, pernyataan di atas tentunya salah. Logika tidak
berhubungan dengan definisinya yang benar, tetapi hanya berhubungan dengan
semantiknya. Jika ingin ditulis benar, maka pernyataannya adalah Ada bilangan prima
yang genap.
Contoh 6-6 :
o Ada bilangan prima yang genap
Untuk melakukan pengkuantoran eksistensial pada pernyataan tersebut dilakukan
langkah-langkah seperti berikut :
75
Langkah 1 :
Carilah ruang lingkup dari kuantor eksistensial, yaitu :
ada x yang adalah bilangan prima, dan x genap
Selanjutnya, akan ditulis :
( ) ( ) x genap x prima bilangan .
Langkah 2 :
Berilah kuantor eksistensial di depannya :
( ) ( ) ( ) ( ) x genap x prima bilangan x . -
Langkah 3 :
Ubahlah menjadi suatu fungsi :
( ) ( ) ( ) ( ) x O x P x . -
Contoh 6-7 :
- Ada mahasiswa memperoleh beasiswa prestasi
Langkah 1 :
Carilah ruang lingkup dari kuantor eksistensial, yaitu :
ada x yang adalah mahasiswa, dan x memperoleh beasiswa prestasi
Selanjutnya, akan ditulis :
( ) ( ) x prestasi beasiswa memperoleh x mahasiswa .
Langkah 2 :
Berilah kuantor eksistensial di depannya :
( ) ( ) ( ) ( ) x prestasi beasiswa memperoleh x mahasiswa x . -
Langkah 3 :
Ubahlah menjadi suatu fungsi :
( ) ( ) ( ) ( ) x B x M x . -
Perhatikan penulisan fungsi tersebut terutama pada peletakan tanda kurung biasa. Tanda
kurung biasa yang berada di dalam tanda kurung di belakang kuantor eksistensial
diperlakukan mirip proposisi majemuk, sedangkan kuantor eksistensial mirip perangkai
unary sama seperti kuantor universal.
76
Untuk lebih mempermudah pemberian nilai pada pengkuantoran universal dan
pengkuantoran eksistensial, perhatikan gambar berikut ini :
Pernyataan Jika Benar Jika Salah
( ) ( ) x A x ( ) x A benar untuk semua x Ada x yang mana ( ) x A salah
( ) ( ) x A x - Ada x yang ( ) x A benar ( ) x A salah untuk semua x
Gambar 6-1 Pemberian nilai kuantor
Tanda kurung biasa yang menyertai penulisan fungsi proposisi di belakang kuantor
sangat penting, sedangkan tanda kurung kuantor boleh dihilangkan. Lihat contoh berikut :
Contoh 6-8 :
( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( ) ( ) ( )
( ) y x, yM x
y , x yM x B x F x
x B x M x
x B x M x
- -
- . -
- -
-
Penulisan seperti di atas diperbolehkan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa jangan
mengabaikan tanda kurung biasa untuk fungsi yang terletak di belakang kuantor
karena kurung itu mempengaruhi proses manipulasi.
6.3 Pempredikatan Satu dan N-Aritas
Contoh berikut merupakan pernyataan untuk semakin memahami cara menulis simbol
dengan logika predikat. Perhatikan dengan seksama bagaimana huruf besar menggantikan
predikat dan huruf kecil menggantikan variabel (objek).
Contoh 6-9 :
1) Komang seorang mahasiswa ( ) k M
2) Jika Komang rajin belajar, maka ia akan lulus ( ) ( ) k L k B
3) Semua rumput berwarna hijau ( ) ( ) ( ) ( ) y H y R y
Tidak selalu harus menggunakan huruf kecil x untuk variabel yang umum, tetapi
yang penting konsisten. Jadi, contoh terakhir tidak boleh ditulis ( ) ( ) ( ) ( ) x H y R y .
Ada sesuatu yang sangat penting, dan tentunya tidal lepas dari perhatian kita, yakni
situasi-situasi yang melibatkan penggunaan kuantor.
77
- Jika pernyataan memakai kuantor universal ( ) , maka digunakan perangkai
implikasi ( ) , yakni: Jika semua , maka .
- Jika pernyataan memakai kuantor eksistensial ( ) - , maka digunakan perangkai
konjungsi ( ) . , yakni: Adayang dan
Contoh-contoh di atas berhubungan dengan predikat unary atau relasi satu tempat (objek
hanya satu), dan tentu saja penulisan simbol harus mampu menunjukkan predikat n-ary,
yakni relasi dimana objeknya sebanyak n buah. Lihat contoh berikut :
Contoh 6-10 :
1) Setiap orang mencintai Bali ( ) ( ) ( ) b , x C x
2) Setiap bilangan genap dapat dibagi 2 ( ) ( ) ( ) ( ) 2 , x B x G x
3) Ada suatu kota besar yang terletak di sebelah barat kota Bekasi, Krawang dan
Cirebon ( ) ( ) ( ) ( ) c , k , b , x B x K x . -
4) Tak ada bilangan prima di antara 23 dan 29 ( ) ( ) ( ) ( ) 29 , 23 , x A x P x . -
5) Dinda mengenal setiap benda ( ) ( ) ( ) x , d K x
6) Dinda mengenal setiap orang ( ) ( ) ( ) x , d K x
Untuk dua pernyataan terakhir, mungkin saja seseorang menggunakan dua simbol
predikat yang hampir sama, yakni memakai K
1
dan K
2
. akan tetapi, penggunaan
tersebut terasa agak aneh, dan bisa saja diterima jika pada kumpulan pernyataan
terdapat dua predikat yang sama, tetapi dengan variabel berbeda. Bagaimanapun juga,
sebaiknya tetap bisa dibedakan agar tidak terjadi salah penafsiran atau ambiguitas.
6.4 Domain Penafsiran Kuantor Ganda
Domain penafsiran kuantor sangat penting untuk menentukan jenis kuantor yang akan
digunakan serta mempengaruhi penulisan simbolnya. Persoalan selanjutnya adalah
bagaimana jika memakai dua kuantor yang berbeda pada satu penulisan simbol yang
berasal dari satu pernyataan. Perhatikan contoh pernyataan berikut :
Contoh 6-11 :
78
- Setiap orang dicintai oleh seseorang
Dengan notasi pada logika predikat, akan ditulis seperti contoh berikut :
o ( )( ) ( ) ( ) x , y C y x -
yang dapat dibaca untuk semua x, jika x adalah orang, maka ada y tertentu juga
orang, dan y tersebut mencintai x.
Ternyata pembacaannya lebih sulit dan lebih banyak kekurangannya, yakni x dan y
sebenarnya menunjukkan domain penafsiran yang sama yaitu orang, dan pada simbol
tersebut ternyata berbeda. Penulisan tersebut lebih baik lagi jika bisa memakai
variabel yang sama.
Contoh 6-12 :
- ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) x , y C y O y x O x . -
Cara membacanya akan sama seperti pada kalimat di atas, tetapi lebih cocok seperti
yang diinginkan. Perhatikan dengan seksama pemakaian perangkai implikasi ( )
dan konjungsi ( ) . . Kuantor universalmenggunakan perangkai implikasi sedangkan
kuantor eksistensial menggunakan perangkai konjungsi.
Sekarang perhatikan pernyataan berikut ini :
Contoh 6-13 :
- Seseorang dicintai oleh semua orang
Pernyataan di atas dapat ditulis :
( )( ) ( ) x , y C y x -
Penulisan di atas seharusnya diperbaiki agar domain penafsirannya lebih tepat.
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) x , y C y O y x O x . -
79
Nilai benar atau salah pada pengkuantoran ganda dapat dilihat pada Gambar 9-2 berikut :
Pernyataan Jika Benar Jika Salah
( )( ) ( )
( )( ) ( ) y , x A x y
y , x A y x

( ) y , x A benar untuk semua
pasangan x,y
Ada pasangan x,y yang mana
( ) y , x A salah
( )( ) ( ) y , x A y x -
Untuk semua x maka ada y yang
mana ( ) y , x A benar
Ada x yang mana ( ) y , x A
salah untuk semua y
( )( ) ( ) y , x A y x - Ada x yang mana ( ) y , x A benar
untuk semua y
Untuk semua x maka ada y
yang mana ( ) y , x A salah
( )( ) ( )
( )( ) ( ) y , x A x y
y , x A y x
- -
- -
Ada pasangan x,y yang mana
( ) y , x A benar
( ) y , x A adalah salah untuk
semua pasangan x,y
Gambar 6-2 Pengkuantoran ganda
6.5 Hubungan Antar Kuantor
Sebelumnya telah dibahas bahwa terdapat hubungan yang erat antara kuantor
universal dengan kuantor eksistensial. Hubungan tersebut dapat ditunjukkan secara
matematis dengan memakai suatu pernyataan yang relepan dan mampu menunjukkan
hubungan tersebut. Lihat contoh pernyataan berikut :
Contoh 6-14 :
- Semua orang tidak pintar
Dengan dapat ditulis
( ) ( ) ( ) ( ) x P x O x
Simbol tersebut dapat dibaca untuk semua x, jika x adalah orang, maka x tidak
pintar.
Pernyataan di atas tidak benar karena kenyataannya ada saja orang pintar di setiap
negara walaupun jumlah orang tidak pintarnya atau bodoh jauh lebih banyak dari orang
pintar.
Jadi, misalkan pernyataan tersebut diperbaiki maksudnya, maka akan menjadi seperti
berikut :
Contoh 6-15 :
- Tidak semua orang pintar
80
Tentunya pernyataan ini lebih tepat karena orang dapat menafsirkan bahwa ada orang
yang pintar, tetapi ada juga yang tidak pintar. Tidak ada masalah ambiguitas pada
pernyataan ini sehingga penulisan simbol dengan mudah adalah :
( ) ( ) ( ) ( ) x P x O x
Jika pada logika proposisional ada hukum ( ) B A B A B A . v , maka jika
dipakai pada simbol tersebut akan menjadi : [ ( ) x O disamakan A, dan ( ) x P
disamakan B].
( ) ( ) ( ) ( ) x P x O x .
Munculnya perangkai konjungsi ( ) . pada mengingatkan pada situasi umum yang
melibatkan kuantor eksistensial ( ) - sehingga jika ( ) x diganti dengan ( ) x - , akan
diperoleh :
( ) ( ) ( ) ( ) x P x O x . -
yang dapat dibaca ada x, dan x adalah orang dan x tersebut tidak pintar dan pasti
bisa ditafsirkan sama dengan pernyataan tidak semua orang pintar.
Jadi sekarang ada kesamaan secara logis antara ( ) x - dengan ( ) x , atau :
( ) ( ) - x x
Untuk lebih menunjukkan hubungan antara kuantor universal dengan kuantor
eksistensial, dapat dilihat pada bagian berikut ini.
Contoh 6-16 :
- Tidak seorang pun bijaksana
Pernyataan tersebut memiliki kuantor Tidak seorang pun, dan tidak memiliki
individual dengan properti yang menyertainya. Jika diartikan tidak ada, maka tidak
akan ada individu yang disebut pada pernyataan di atas.
Dalam logika predikat, tidak seorang pun dengan properti berupa A tidak akan bisa
diekspresikan langsung. Oleh karena itu, untuk mengekspresikan tidak ada x untuk
suatu ekspresi A yang akan bernilai benar, digunakan : ( )A x - atau ( ) A x berarti
Tidak seorang pun bijaksana, maka dengan kata lain :
( )A x - ( ) A x
81
Sebenarnya masih banyak kata-kata yang dapat menunjukkan adanya kuantor, yakni
sedikit, beberapa, kebanyakan, dan masih banyak lagi lainnya.
6.6 Menegasi Kuantor
Pernyataan yang akan digunakan untuk menunjukkan contoh hubungan antara kedua
kuantor tersebut akan mempergunakan pernyataan sederhana berikut ini :
Contoh 6-17 :
- Semua mahasiswa Manajemen Informatika mengambil kuliah Pengantar Logika
Matematika
Pernyataan di atas diubah ke logika predikat dengan memakai kuantor universal akan
terlihat seperti berikut :
( ) ( ) x K x
K(x) adalah pernyataan yang berarti x mengambil mata kuliah Pengantar Logika
Matematika.
Jika pernyataan tersebut dinegasikan, maka dapat dibaca Tidak benar semua
mahasiswa Manajemen Informatika mengambil mata kuliah Pengantar Logika
Matematika. Pernyataan ini sama saja sebenarnya dengan Ada mahasiswa
Manajemen Informatika tidak mengambil mata kuliah Pengantar Logika
Matematika. Selanjutnya, pernyataan ini dengan pengkuantoran eksistensial dengan
menegasi fungsi proposisinya akan menjadi :
( ) ( ) x K x -
Jadi secara mudah diubah menjadi kesamaan atau ekuivalen dari :
( ) ( ) ( ) ( ) x K x x K x -
Contoh pernyataan berikut akan menggunakan kuantor eksistensial :
Contoh 6-18 :
- Ada mahasiswa Manajemen Informatika mengambil kuliah Pengantar Logika
Matematika.
Pernyataan di atas diubah ke logika predikat dengan memakai kuantor eksistensial
akan terlihat seperti berikut :
82
( ) ( ) x K x -
Dengan K(x) adalah pernyataan yang berarti x mengambil mata kuliah Pengantar
Logika Matematika.
Menegasi pernyataan tersebut maka akan menjadi Tidak Ada mahasiswa
Manajemen Informatika mengambil kuliah Pengantar Logika Matematika.
Pernyataan tersebut sama saja artinya dengan pernyataan Semua mahasiswa
Manajemen Informatika tidak mengambil kuliah Pengantar Logika Matematika.
Jelas pernyataan terakhir akan berbentuk :
( ) ( ) x K x
Kesamaan atau ekuivalennya terlihat seperti berikut :
( ) ( ) x K x - ( ) ( ) x K x
Agar bentuk negasi dari kuantor terlihat lebih jelas, maka dapat dilihat gambar berikut:
Negasi Ekuivalen Negasi Benar Negasi Salah
( ) ( ) x K x - ( ) ( ) x K x
K(x) salah untuk semua x Ada x yang K(x) adalah
benar
( ) ( ) x K x ( ) ( ) x K x -
Ada x yang K(x) adalah
salah
K(x) benar untuk semua x
Gambar 6-3 Negasi kuantor