Anda di halaman 1dari 3

Bagaimanakah seharusnya pola pikir seorang dokter?

Pola pikir dogma yaitu mempercayai tanpa dikritisi terlebih dahulu dalam dunia medis sebagai contoh mengikuti terapi senior dalam pemberian terapi pada pasien, mengikuti protap lama atau protap yang dipakai di luar negeri tanpa dianalisis dan disesuaikan dengan keadaan saat ini. Pola pikir seperti ini tidak seharusnya menjadi pola pikir seorang dokter. Dalam kenyataan di dunia medis sebagai seorang dokter terutama dokter yang masih muda atau pemula tidak dapat disangkal seringkali kita mengikuti hal hal diatas, namun hal hal tersebut sebaiknya hanya digunakan sebagai bahan pertimbangan dan bukan acuan, kecuali protap yang tetap saja harus selalu diperbaharui. Pola pikir faktual menurut kamus besar bahasa Indonesia factual adalah (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan, sesuatu yang benar benar ada atau terjadi atau bisa diartikan sebagai sesuatu yang berdasarkan kenyataan dan mengandung kebenaran, sebagai contoh saat mendiagnosa dan menterapi seorang pasien, seorang dokter harus memberikan terapi sesuai dengan diagnosa, atau dalam sebuah penelitian medis harus dilakukan sesuai keadaan yang sebenarnya tidak direkayasa, oleh karena itu seorang dokter harus memiliki pola pikir yang factual. Berpikir secara logis menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah berpikir menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu; menimbang- nimbang diingatan. Logika adalah pengetahuan tata kaidah berpikir atau jalan pikiran yang masuk akal. Cara berpikir secara logis ada dua yaitu : induksi dan deduksi. Induksi merupakan suatu cara berpikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual sebagai contoh dalam dunia medis mayoritas penderita demam typoid memiliki riwayat makan sembarangan, makan atau jajan sembarangan akan meningkatkan resiko terkena infeksi demam typoid. Penalaran induktif bersifat divergen dapat digunakan dalam mebuat sebuah kesimpulan misalnya dalam penelitian Deduksi adalah cara berpikir dimana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik ke kesimpulan yang bersifat khusus. Sebagai contoh asam mefenamat dapat menghilangkan rasa nyeri, sinta mengalami nyeri makan sinta dapat menggunakan asam mefenamat sebagai penghilang nyeri. Selain harus berpikir secara factual dan logis, seorang dokter juga harus memiliki pola pikir analisis. Salah satu pendekatan sistematis dan saintis dalam berpikir analitis adalah dengan kerangka kerja yang menggunakan model Problem- Hipotesis-Fakta-analisis dan solusi. Problem adalah keadaan atau situasi yang memerlukan perbaikan, dengan menentukan masalah secara tepat akan meningkatkan focus kita dalam penyelesaian masalah. Hipotesis adalah penjelasan

sementara melalui observasi yang dapat diuji kembali melalui investigasi lebih lanjut. Fakta adalah informasi yang bermakna bisa kualitatif maupun kuantitatif terhadap pengambilan keputusan. Analisis adalah proses yang dilakukan secara hati hati dengan membagi-bagi masalah dengan melalui aplikasi teknik analisis yang tepat dan penerapan pengetahuan yang tepat. Dan terakhir adalah solusi yaitu rekomendasi final yang disajikan sebagai hasil dan pengujian hipotesa. Sebagai contoh dalam dunia medis seorang pasien dating dengan keluhan demam tinggi. Maka dapat dibuat analisis sebagai berikut: 1. Membuat daftar masalah atau problem list melalui anamnesis a. Apa? Demam

b. Bagaimana? Sifat demam , berapa hari, gejala lain, hal yang memperberat atau mengurangi, dst c. Mengapa? Factor resiko timbul demam seperti sedang terjadi endemic DBD? Sebelumnya apakah berpergian keluar kota?dst 2. Menyusun hipotesa yaitu diagnosa sementara dan diagnosa banding, kemudian dilakukan observasi lebih lanjut dengan pemeriksaan penunjang 3. Fakta didapat melalui anamnesis dan pemeriksaan penunjang 4. Analisis data yang didapat 5. Solusi atau menentukan diagnosa pasti dan terapinya Pola pikir intuitif adalah berpikir dengan mengikuti perasaan untuk mendapatkan jawaban tanpa diketahui proses apa yang dilakukan, informasi apa yang didapat dan bagaimana menjelaskannya kepada orang lain, pola pikir intuitif terjadi pada seseorang yang memiliki pengetahuan luas pada suatu bidang dan mengetahui strukturnya sehingga dapat menemukan jawaban tanpa langkah langkah yang tegas, itulah yang membuatnya tidak dapat menjelaskan. Pola pikir seperti ini dalam dunia medis contohnya saat dalam keadaan gawat darurat dimana proses pemeriksaan penunjang lama atau tidak memungkinkan maka seorang dokter yang memiliki pola pikir intuitif akan mengambil tindakan tertentu dalam menyelamatkan pasien. Namun sebaiknya pola pikir intuitif harus diikuti oleh pola pikir analitik untuk membuktikan kebenaran atau jawaban tersebut. Pola pikir konseptual adalah mengidentifikasi pola atau hubungan yang tidak nampak dengan jelas. Termasuk didalamnya menyimpulkan informasi yang beragam dan tidak lengkap menjadi sesuatu yang jelas, mengidentifikasi kunci atau dasar permasalahan di dalam situasi yang kompleks dan menciptakan konsep konsep baru. Indicatornya adalah tidak menggunakan konsep yang abstrak

(berpikir dengan cara yang konkrit), menggunakan aturan dasar, logika dan pengalaman masa lampau,

mengetahui dan mampu mengenali kesamaan satu peristiwa dengan peristiwa yang lain, melihat pola berdasarkan pengalaman sebelumnya apakah sama atau berbeda dengan peristiwa yang lalu, menggunakan pengetahuan teori dalam melihat situasi sekarang, memodifikasi konsep dalam memecahkan permasalahan serta mampu menjelaskan masalah atau situasi yang kompleks menjadi sederhana dan mudah dimengerti dan yang teakhir membuat konsep baru yang tidak tampak jelas bagi orang lain, dan yang tidak dipelajaridari pendidikan atau pengalaman sebelumnya. Dalam dunia medis pola pikir konseptual sangat diperlukan dalam memecahkan kasus yang sering ada maupun kasus yang jarang ditemukan. Dengan pola pikir konseptual diharapkan iptek dalam dunia medis juga dapat berkembang. Berpikir secara filsafat menurut kattsoff dapat diidentifikasi sebagai berikut : 1. Filsafat adalah berpikir secara kritis 2. Filsafat adalah berpikir dalam bentuknya secara rasional 3. Filsafat menghasilkan sesuatu yang runtut 4. Filsafat adalah berpikir secara rasional 5. Filsafat bersifat komprehensif Seorang dokter juga dituntut untuk memiliki pola pikir filosofik yang menurut saya dapat mencakup semua cara berpikir baik factual, logis, analitik, konseptual dan teologisme.