Anda di halaman 1dari 51

PRESENTASI KASUS

HIV dengan diare akut


PEMBIMBING: dr.mas wisnu wardhana, Sp.A Birri ifkar 030.08.061

Kepaniteraan Klinik Ilmu Anak RSUD Bekasi Periode 4 november-11januari 2014

IDENTITAS
Data Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Agama Suku bangsa Pendidikan Pekerjaan Islam Pasien An. FF 7 tahun Laki-laki Ayah Tn. J 47 tahun Laki-laki Jalan pangandaran E1/26 Islam Jawa sma wiraswasta Islam Jawa d1 IRT Ibu Ny. R 42 tahun Perempuan

Keterangan

Hubungan dengan
orang tua : Anak adopsi

Ayah angkat

Ibu angkat

Anamnesis
Keluhan utama
Os datang ke RSUD Kota Bekasi dengan keluhan mencret sejak 3 hari SMRS

Keluhan tambahan
muntah sejak 2 hari SMRS. Demam dari 3 hari SMRS. Batuk diserai dahak tanpa darah 3 bulan SMRS, SMRS,Pasien merupakan pasien poli rawat jalan dengan riwayat HIV/AIDS. Perut bagian kanan atas terasa nyeri. Nafsu makan menurun sepanjang progresifitas penyakit

Riwayat Penyakit Sekarang


Os merupakan pasien rawat jalan dengan riwayat HIV/AIDS di RSUD Bekasi. Os tang dengan keluhan mencret 3 hari SMRS Dalam sehari pasien mencret sebanyak lebih dari 5 kali, konsistensi cair sebanyak setengah gelas aqua setiap kali mencret, mencret disertai ampas berwarna kuning dan disertai lendir tanpa adanya darah.Os mengeluh demam sejak 3 hari SMRS. Demam dengan suhu tidak terlalu tinggi naik turun tanpa disertai kejang. Suhu diukur dengan thermometer 37 derajat celcius. Selain itu pasien juga muntah bercampur makanan sebanyak 2 kali, tiap kali muntah sebanyak seperempat gelas aqua. Pasien merasa haus dan masih mau minum saja. Os juga mengeluh batuk disertai dahak tanpa darah sejak 3 bulan SMRS,perut kanan bagian atas terasa nyeri apabila batuk Seiring dengan itu os juga merasa adanya penurunan nafsu makan seiring perjalanan penyakitnya. Buang Air Kecil dalam batas normal. Riwayat kejang disangkal. Bapak pasien mengeluhkan berat badan pasien sulit bertambah. Bapak pasien mengakui os sering mencret sejak umur 5 tahun. Pasien tidak memiliki riwayat alergi susu formula. Keluhan pasien mengganggu aktifitas sehari-hari sehingga akhirnya dibawa berobat ke poli anak RSUD Bekasi untuk kontrol dimana os memiliki riwayat penyakit HIV/AIDS dan langsung dirawat inap di bangsal melati .

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU


Penyakit Alergi Cacingan DBD Otitis Parotitis Umur (-) (-) (-) (-) (-) Penyakit Difteria Diare Kejang Morbili Operasi Umur (-) 5 tahun sering berulang (-) Penyakit Penyakit jantung Penyakit ginjal Radang paru TBC Lain-lain Umur (-) (-) (+) 3 bulan yg lalu (-)

(-)
(-)

(-)

Kesimpulan Riwayat Penyakit yang pernah diderita : os beberapa kali mengalami hal yang sama dari umur 5 tahun. Os juga pernah terkena radang paru 3 bulan yg lalu

RIWAYAT KEHAMILAN/ KELAHIRAN


KEHAMILAN Morbiditas kehamilan Perawatan antenatal Tidak ditemukan kelainan

Tidak ada data valid dari keluarga yang mengadopsi

KELAHIRAN

Tempat kelahiran Penolong persalinan

Tidak ada data valid Tidak ada data valid

Cara persalinan
Masa gestasi

Tidak ada data valid


Tidak ada data valid Tidak ada data valid dari
keluarga yang mengadopsi

Keadaan bayi

Kesimpulan riwayat kehamilan/ kelahiran: Tidak ada masalah dalam kehamilan dan persalinan

RIWAYAT PERKEMBANGAN
Pertumbuhan gigi I : Tidak ada data valid (normal: 5-9 bulan) Psikomotor Senyum : Tidak ada data valid Mika-Miki : tidak ada data valid Tengkurap : Tidak ada data valid (normal: 3-4 bulan) Duduk : Tidak ada data valid (normal: 6 bulan) Berdiri : Tidak ada data valid (normal: 9-12 bulan) Berjalan : Tidak ada data valid (normal: 13 bulan) Bicara : Tidak ada data valid (normal: 9-12 bulan) Baca dan Tulis : Kesan : riwayat perkembangan tidak bisa ditentukan

RIWAYAT MAKANAN
Umur (bulan) ASI/PASI Buah/biskuit Bubur susu Nasi tim

0-2

2-4

4-6

6-8

8-10

Riwayat Imunisasi
Vaksin Dasar (umur) Ulangan (umur)

BCG
DPT POLIO CAMP AK

?
?
? ?

HEPAT
ITIS B

Riwayat Keluarga
Ayah Nama Tn. J Ibu Ny.r Pertama

Perkawinan ke Pertama

Umur
Keadaan kesehatan

47
Baik

42
Baik

PEMERIKSAAN FISIK
(Tanggal 9 november 2013 jam 07.30 WIB)

PEMERIKSAAN DI BANGSAL

General Condition
Kesan sakit
Kesadaran Status gizi

: Sakit sedang
: Compos Mentis : baik

Berat badan Panjang badan

: 15 kg : 90cm
COMPANY LOGO

antropometri

COMPANY LOGO

BP:-

RR: 64X

Vital Sign
T: 38.0C

HR: 90X

COMPANY LOGO

Normocephali, rambut hitam, tersebar merata Anemia konjungtiva -/- sklera ikterik -/- refleks cahaya langsung dan tidak langsung +/+. Lakrimasi (+)

Normotia, sekret -/- hiperemis -/- nyeri tragus -/Nyeri aurikula -/- membran timpani intake +/+

Deviasi septum -, konka hiperemis -/- sekret -/-

Mukosa merah +, oral higiene +. Arcus faring simetris +, hiperemis (+), tonsil T2-T2

Tidak ada pembesaran KGB dan tiroid

COMPANY LOGO

Thorax
Inspeksi
Iktus kordis tidak terlihat

Palpasi
Iktus kordis teraba di ICS V LMCS

Perkusi
Batas kanan jantung : ICS V line parasternalis kanan Batas kiri jantung : ICS V, 1 cm medial linea midklavikula kiri Batas atas jantung : ICS 3 line parasternal kiri

Auskultasi
Bunyi jantung I-II reguler, murmur -, gallop COMPANY LOGO

THORAX
INSPEKSI
Pergerakan napas simetris saat statis dan dinamis

PALPASI
Vocal fremitus teraba sama kuat di kedua lapang paru PERKUSI Sonor pada kedua paru
AUSKULTASI
Napas vesikular di kedua lapang paru
Ronkhi +/+ wheezing -/COMPANY LOGO

ABDOMEN
INSPEKSI

Perut datar
PALPASI Supel, turgor baik, hepar dan lien tidak teraba PERKUSI

Timpani di seluruh abdomen


AUSKULTASI
Bising usus + 3x/menit

COMPANY LOGO

Extremitas
Oedem :
-

Akral hangat:
+ + + +

Deformation (-), brown skin , spider nevi (-), palmar erythema (-), pale (-), icteric (-), ure um frost (-)
COMPANY LOGO

Pemeriksaan Penunjang

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Tanggal 23 September 2013 Jenis Pemeriksaan Darah rutin Leukosit Hemoglobin Hematokrit Trombosit LED 13,3ibu/L 11,5 g/dL 32,9 263 ribu/ L 38 5-10 11-14,5 37-47 150-400 0-10 Hasil Nilai Normal

Kimia klinik
GDS 187 60 110 mg/dL

Elektrolit
Natrium Kalium Clorida 131 3,4 97 135-145 mmol/L 3,5 5,0 mmol/L 94 111 mmol/L

Pemeriksaan Rontgen Thorax AP

Kesan: bronkopneumonia duplex

Pemeriksaan harian pada pasien


9 november 2013 Subjektif: pasien masih mengluhkan adanya demam,selain itu disertai oleh batuk. Menurut keluarga pasien,pasien masih terasa sesak walaupun sudah lebih baik dari pada hari pertama masuk. Pasien masih belum mau untuk makan.

Objektif
KU: TSS F.Napas: 44x/mnt Kes: CM F.Nadi: 108 x/mnt S: 38,6 C Kulit: ruam makula pd belakang telinga, leher, dada, perut, punggung ekstrimitas masih ada. Ronkhi +/+

Assesment
Morbili stadium akhir/erupsi dengan bronkopneumonia

Plan
Ivfd KAEN 3A 15tpm Benutrion 10 tpm Vitamin A 1x1 Cinam 3x500mg Azitromicyn 1x4ml Aminophillin 2x1/2 Sanmol 150 mg Nebulizer/8jam

Resume
Pasien datang dengan keluhan demam sejak 5 hari SMRS. Demamnya terus menerus sepanjang hari,suhu naik turun tidak pernah mencapai normal,suhu tertinggi diukur thermometer 38,8 derajat celcius. Demam tidak disertai oleh kejang. Menurut ibunya, pasien juga mengeluh batuk, batuk terus menerus, berdahak tetapi sulit untuk dikeluarkan. Batuk tidak dipengaruhi aktifitas. Menurut ibunya pasien juga mengelukan pilek. Gejala tersebut juga disertai sesak napas sejak 2 hari SMRS. Sesaknya dirasakan tiba-tiba dan semakin lama semakin memberat, namun tidak disertai dengan bunyi ngik. Pasien mengaku juga merasa mual Semenjak 2 hari SMRS sakit nafsu makan menurun, tapi masih mau untuk minum air putih .Keesokan harinya, muncul ruam-ruam bercak merah di belakang kuping dan leher os serta di mulutnya terdapat bercak merah . Selain itu, mata os menjadi kemerahan dan berair namun tidak terasa gatal. Buang Air Besar (BAB) dan uang Air Kecil dalam batas normal. Riwayat kejang disangkal. Keluhan pasien mengganggu aktifitas sehari-hari sehingga akhirnya dibawa berobat ke IGD RSUD Bekasi dan langsung dirawat inap di bangsal Melati.

Pemeriksaan fisik
Keadaan umum : sakit sedang Tanda Vital Frekuensi pernapasan : 40x/menit Suhu tubuh : 38,8oC Mata :lakrimasi (+) Mulut : faring hiperemis +, T2-T2 Thoraks : ronkhi +/+ wheezing -/-

DIAGNOSIS BANDING

Morbili stadium erupsi

Eksantema subitum

Rubella

DIAGNOSIS KERJA

morbilli stadium erupsi dengan bronkopneumonia

PEMERIKSAAN ANJURAN

Hematologi rutin ulang Rontgen toraks PA

Tes mantoux

PENATALAKSANAAN
Non Medikamentosa
Komunikasi-InformasiEdukasi kepada orang tua pasien mengenai keadaan pasien Tirah baring Observasi tanda tanda vital dan komplikasi

Medikamentosa
IVFD KAEN 3A 15tpm/makro Benutrion / 10 tpm mikro Cinam 2 x 500 mg Paracetamol 3 x 1 Cth Azitromicin 1x4ml Aminophilin 2x1cc Vit. A 1 x 200.000 IU Cinam 3x500 mg Nebulizer: ventolin 1amp + nacl 2cc/8jam

Tatalaksana sebagai dokter umum


Mampu membedakan morbili dengan penyulit atau tanpa penyulit Pemberian cairan dan kalori yang cukup Pengobatan simtomatik seperti antipiretik,antitusif,ekspektoran, dan antikonvulsan Pemberian vitamin a sesuai umur Edukasi keluarga pasien mengenai penyakit yang diderita pasien. Jika paien dating dengan penyulit,pasien dirawat di bangsal isolasi sistem pernafasan Cek komplikasi yang sudah terjadi Konsul spesialis anak.

PROGNOSIS
Ad Vitam Ad Sanationam

Dubia ad bonam Dubia ad bonam Dubia ad bonam

Ad Fungtionam

TINJAUAN PUSTAKA

Etiologi
Nama : virus campak Famili : paramyxoviridae Genus : morbilivirus bisa ditemukan pada sekret nasofaring, darah dan urin selama masa prodromal hingga beberapa saat setelah ruam muncul

Epidemiologi
Umur terbanyak menderita campak adalah <12 bulan, diikuti kelompok umur 1-4 dan 5-14 tahun. campak dapat terjadi dimana saja Pada negara empat musim Kebanyakan kasus campak terjadi pada akhir musim dingin dan awal musim semi di negara tropis kebanyakan kasus terjadi pada musim panas.

Patofisiologi
0 hari 1-2 hari 2-3 hari

3 - 5 hari

5- 7 hari

11 14 hari

Manifestasi Klinis
Masa inkubasi
berkisar 8 - 12hari.

Stadium kataral (prodormal).


4-5 hari gambaran klinis : demam, Cough, Conjungtivitis, dan Coryza, malaise, fotofobia Gambaran darah tepi :leukopeni dan limfositosis.

Stadium erupsi
muncul sekitar hari ke-14 infeksi 5 - 10 hari Bercak koplik (patognomonik) Muncul 1 2 hari sebelum timbulnya ruam dan menghilang dengan cepat 12-18 jam kemudian Mucul makulopapular rash: belakang telinga wajah badan mencapai anggota bawah pada hari ke 3, dan menghilang sesuai urutan terjadinya.

Stadium konvalesensi
Erupsi hiperpigmentasi (gejala patognomonik) yang lama kelamaan akan hilang sendiri

Diagnosis
anamnesis

Cukup untuk menegakkan diagnosis.


PF

Diagnosa pasti

Pemeriksaan Serologik peningkatan titer anibodi 4 kali pada hemaglutination inhibition test (HAIR) ditemukannya antibodi Ig M yang spesifik untuk campak, yang menurun dalam waktu sekitar 9 minggu.

Diagnosis Banding
Eksantema subitum. ruam muncul saat demam telah menghilang. Rubella Ruam berwarna merah muda dan timbul lebih cepat dari campak. Gejala yang timbul tidak seberat campak. Alergi obat. Didapatkan riwayat penggunaan obat tidak lama sebelum ruam muncul dan biasanya tidak disertai gejala prodromal

Komplikasi
Bronkopnemonia Ensefalitis morbili akut SSPE (Subacute Scleroting panencephalitis) Immunosuppresive measles encephalopathy

Penatalaksanaan
istirahat pemberian cairan yang cukup suplemen nutrisi antibiotik diberikan bila terjadi infeksi sekunder, anti konvulsi apabila terjadi kejang antipiretik bila demam vitamin A.

Suportif & Simptomat is

Imunitas & Pencegahan


Imunitas
Imunitas transplasental. Bayi menerima kekebalan transplasental dari ibu yang pernah terkena campak. Antibodi akan terbentuk lengkap saat bayi berusia 4 6 bulan dan kadarnya akan menurun dalam jangka waktu yang bervariasi. Imunisasi Imunisasi aktif live attenuated measles vaccine Imunisasi pasif kumpulan serum orang dewasa, kumpulan serum konvalesens, globulin plasenta atau gamma globulin kumpulan plasma

Pencegahan
Vaksin Morbili Dosis: o,5ml subkutan Usia 9 bulan

PROGNOSIS
Prognosis baik pada anak dengan keadaan umum yang baik, tetapi prognosis buruk bila keadaan umum buruk, anak yang sedang menderita penyakit kronis atau bila ada komplikasi.

DAFTAR PUSTAKA
1. William W. Current Pediatric Diagnosis & Treatment. 21st edition. USA: MacGraw-Hill Education. 2012. 2. Soedarmo SP, Garna H, Handinegoro SR, Ismoedijanto et.al. Pedoman Pelayanan Medis IDAI. Jilid 1. Jakarta: IDAI. 2009. Hal 33-5 3. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak. Volume 2. Jakarta: Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2007. 4. Berhrman RE. Nelson Textbook of Pediatrics. 17th edition. WB Saunders Company.2003. 5. Maldonado Y. Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta: EGC. 2002. 6. Kenneth Todar University of Wisconsin-Madison Department of Bacteriology. Measles. Available Online at www.bact.wisc.edu/themicrobialworld/Measles.jpg. Accessed on 20 June 2013. 7. Soegijanto S. Buku Imunisasi di Indonesia. 1st ed. Jakarta: Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2001. 8. Cherry JD. Measles Virus. In: Feigin, Cherry, Demmler, Kaplan. Textbook of Pediatrics Infectious Disease. 6th edition. Vol 3. Philadelphia: Saunders. 2009; p.2283 2298. 9. Soegijanto S. Campak. In: Sumarmo S, Soedarmo P (ed). Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak Infeksi & Penyakit Tropis. 1st ed. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 2002; p. 125. 10. SMF Ilmu Kesehatan Anak FK Unair. Pedoman Diagnosis & Terapi. Surabaya: Bag/SMF Ilmu Kesehatan Anak FK Unair/RSU Dr. Soetomo. 2006.

Thank You