Anda di halaman 1dari 24

TELAAH KURIKULUM

SILABUS DAN RPP

Oleh
Ni Nyoman Wulan Darma Putri Made Krisna Wicaksana Ni Luh Wanda Putri Pradanti (1113011007) (1113011022) (1113011025)

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA 2013

BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Kurikulum 2013 dikembangkan atas teori pendidikan berdasarkan standar (standard-based education), dan teori kurikulum berbasis kompetensi (competency-based curriculum). Pendidikan berdasarkan standar menetapkan adanya standar nasional sebagai kualitas minimal warganegara yang dirinci menjadi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Agar peserta didik dapat mencapai SKL secara optimal, perlu didukung oleh berbagai standar lainnya dalam sebuah sistem yang utuh. Salah satu standar tersebut adalah standar proses. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar Dan Menengah menyatakan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Untuk itu setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan. Salah satu bagian yang memegang peranan penting dalam rangka mencapai keberhasilan proses pembelajaran adalah proses perencanaan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada Standar Isi. Dalam Kurikulum 2013 kegiatan pengembangan silabus beralih menjadi kewenangan pemerintah, kecuali untuk mata pelajaran tertentu yang secara khusus dikembangkan di satuan pendidikan yang bersangkutan. Meskipun silabus sudah di kembangkan oleh pemerintah pusat, namun guru tetap dituntut untuk dapat memahami seluruh pesan dan makna yang terkandung dalam silabus, terutama untuk kepentingan operasionalisasi pembelajaran. Sementara itu setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung optimal. Selain itu, pada lampiran Permendiknas nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, juga diatur tentang berbagai kompetensi yang harus dimiliki oleh pendidik. Bagi guru pada satuan pendidikan jenjang sekolah dasar dan menengah, baik dalam tuntutan kompetensi pedagogik maupun kompetensi profesional, berkaitan erat dengan kemampuan guru dalam

mengembangkan perencanaan pembelajaran secara memadai. Oleh karena itu dalam makalah ini akan dibahas lebih lanjut mengenai silabus dan RPP. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut: 1.2.1 Apakah pengertian silabus dan RPP? 1.2.2 Apa saja komponen silabus dan RPP? 1.2.3 Bagaimanakah prinsip pengembangan silabus dan RPP? 1.2.4 Bagaimanakah langkah-langkah penyusunan RPP? 1.2.5 Perbandingan silabus dan RPP Kurikulum 2006 (KTSP) dengan Kurikulum 2013

1.3 Tujuan Penulisan Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini adalah: 1.3.1 Untuk mengetahui pengertian silabus dan RPP? 1.3.2 Untuk mengetahui komponen silabus dan RPP? 1.3.3 Untuk mengetahui prinsip pengembangan silabus dan RPP? 1.3.4 Untuk mengetahui langkah-langkah penyusunan RPP? 1.3.5 Untuk mengetahui perbandingan silabus dan RPP Kurikulum 2006 (KTSP) dengan Kurikulum 2013

BAB II PEMBAHASAN 2.1. Silabus 2.1.1. Pengertian Silabus Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 32 tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu mata pelajaran atau tema tertentu yang mencakup Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar. Menurut Permendikbud Nomor 65 tahun 2013 tentang Standar Proses, silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran. Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah sesuai dengan pola pembelajaran pada setiap tahun ajaran tertentu. Silabus digunakan sebagai acuan dalam pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran.

2.1.2. Komponen Silabus Berdasarkan Permendikbud No. 65 tahun 2013 tentang Standar Proses, Silabus paling sedikit memuat: a. Identitas mata pelajaran (khusus SMP / MTs / SMPLB / Paket B dan SMA / MA / SMALB / SMK / MAK / Paket C / Paket C Kejuruan); b. Identitas sekolah, meliputi nama satuan pendidikan dan kelas; c. Kompetensi inti, merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran; d. Kompetensi dasar, merupakan kemampuan spesifik yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terkait muatan atau mata pelajaran; e. Tema (khusus SD / MI / SDLB / Paket A); 3

f. Materi pokok, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi; g. Pembelajaran, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan; h. Penilaian, merupakan proses pengumpulan dan pengolahan

informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik; i. Alokasi waktu sesuai dengan jumlah jam pelajaran dalam struktur kurikulum untuk satu semester atau satu tahun; dan j. Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar atau sumber belajar lain yang relevan.

SILABUS ........................

Mata Pelajaran Kelas

: ........................ : ........................

Kompetensi Inti KI 1: ........................ KI 2: ........................ KI 3: ....................... KI 4: ........................ Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar

2.1.3. Prinsip Pengembangan Silabus Dalam pengembangan silabus perlu dipertimbangkan beberapa prinsip yang menjadi kaidah yang akan menjiwai pelaksanaan kurikulum 2013. Untuk memperoleh silabus yang baik, dalam penyusunan silabus perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut (BNSP:2006). a. Ilmiah Maksudnya bahwa keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Hal ini disebabkan karena silabus berisikan garisgaris besar isi/materi pembelajaran yang akan dipelajari siswa, sehingga materi/isi pembelajaran tersebut harus memenuhi

kebenaran ilmiah. Untuk itu, dalam penyusunan silabus disarankan melibatkan ahli bidang keilmuan masing-masing mata pelajaran agar materi pembelajaran tersebut memiliki validitas yang tinggi. Disamping itu, strategi pembelajaran yang dirancang dalam silabus perlu memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran dan teori belajar. b. Relevan Maksudnya bahwa cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus harus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spritual peserta didik. Prinsip ini mendasari pemilihan materi pembelajaran, strategi dan pendekatan dalam kegiatan pembelajaran, penetapan waktu, strategi penilaian maupun dalam mempertimbangkan kebutuhan media dan alat pembelajaran dalam pengembangan silabus. Kesesuaian antara isi dan pendekatan dan kegiatan pembelajaran pada silabus dengan tingkat perkembangan peserta didik akan mempengaruhi kebermaknaan pembelajaran. c. Sistematis Maksudnya bahwa komponen-komponen dalam silabus harus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. Silabus

pada dasarnya merupakan suatu sistem, oleh karena itu dalam penyusunannya harus dilakukan secara sistematis. d. Konsisten Maksudnya bahwa dalam silabus harus nampak hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian (teknik dan instrumen penilaian). Dengan prinsip konsistensi ini, pemilihan materi pembelajaran, penetapan strategi dan pendekantan dalam kegiatan pembelajaran, penggunaan sumber dan media pembelajaran, serta penetapan teknik dan penyusunan isntrumen penilaian semata-mata diarahkan pada pencapaian Kompetensi Dasar (KD). e. Memadai Maksudnya bahwa cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup memadai untuk menunjang pencapaian KD. Dengan prinsip ini, maka tuntutan kompetensi harus dapat terpenuhi dengan pengembangan materi pembelajaran dan kegiatan pembelajaran yang dikembangkan. f. Aktual dan Kontekstual Maksudnya bahwa cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi. Banyak fenomena dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan materi dan dapat mendukung kemudahan dalam menguasai kompetensi perlu

dimanfaatkan dalam pengembangan pembelajaran. Disamping itu, penggunaan media dan sumber belajar berbasis teknologi informasi seperti komputer dan internet perlu dioptimalkan, tidak hanya untuk pencapaian kompetensi, melainkan juga untuk menanamkan kebiasaan mencari informasi yang lebih luas kepada peserta didik.

g. Fleksibel Maksudnya bahwa keseluruhan komponen silabus dapat

mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. Fleksibislitas silabus ini memungkinkan pengembangan dan penyesuaian silabus dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. h. Menyeluruh Maksudnya bahwa komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi, yaitu kognitif, afektif, psikomotor. Prinsip ini

hendaknya dipertimbangkan baik dalam mengembangkan materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, maupun penilaiannya.

Kegiatan pembelajaran dalam silabus perlu dirancang sedemikian rupa sehingga peserta didik memiliki keleluasaan untuk

mengembangkan kemampuannya, bukan hanya kemampuan kognitif saja, melainkan juga dapat mempertajam kemampuan afektif dan psikomotoriknya serta dapat secara optimal melatih kecakapan hidup (life skill).

2.2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 2.2.1. Pengertian RPP Berdasarkan Permendikbud No. 65 tahun 2013 tentang Standar Proses, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta

didik.RPP disusun berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.

2.2.2. Komponen RPP Berdasarkan Permendikbud No. 65 tahun 2013 tentang Standar Proses, komponen RPP terdiri atas: a. Identitas sekolah, yaitu nama satuan pendidikan b. Identitas mata pelajaran atau tema / subtema; c. Kelas / Semester; d. Materi Pokok; e. Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai; f. Tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan; g. Kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi; h. Materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi; i. Metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai; j. Media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran; k. Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan; l. Langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan

pendahuluan, inti, dan penutup; dan m. Penilaian hasil pembelajaran.

Berikut ini adalah format RPP sesuai dengan Permendikbud no 81 A Tahun 2013.
FORMAT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : Matapelajaran : Kelas/Semester : Materi Pokok : Alokasi Waktu : A. Kompetensi Inti (KI) B. Kompetensi Dasar dan Indikator 1. _____________ (KD pada KI-1) 2. _____________ (KD pada KI-2) 3. _____________ (KD pada KI-3) Indikator: __________________ 4. _____________ (KD pada KI-4) Indikator: __________________ Catatan: KD-1 dan KD-2 dari KI-1 dan KI-2 tidak harus dikembangkan dalam indikator karena keduanya dicapai melalui proses pembelajaran yang tidak langsung. Indikator dikembangkan hanya untuk KD-3 dan KD-4 yang dicapai melalui proses pembelajaran langsung. C. Tujuan Pembelajaran D. Materi Pembelajaran (rincian dari Materi Pokok) E. Metode Pembelajaran (Rincian dari Kegiatan Pembelajaran) F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran 1. Media 2. Alat/Bahan 3. Sumber Belajar G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran 1. Pertemuan Kesatu: a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (menit) b. Kegiatan Inti (...menit) c. Penutup (menit) 2. Pertemuan Kedua: a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (menit) b. Kegiatan Inti (...menit) c. Penutup (menit), dan seterusnya. H. Penilaian 1. Jenis/teknik penilaian 2. Bentuk instrumen dan instrumen 3. Pedoman penskoran

10

2.2.3. Prinsip Penyusunan RPP Dalam menyusun RPP hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut sebagaimana dijelaskan dalam Permendikbud No. 65 tahun 2013. a. Perbedaan individual peserta didik antara lain kemampuan awal, tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar,

kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik. b. Partisipasi aktif peserta didik. c. Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi dan kemandirian. d. Pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam

bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan. e. Pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi. f. Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian

kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. g. Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya. h. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

2.2.4. Langkah-Langkah Penyusunan RPP RPP menjadi panduan bagi seorang guru dalam mengembangkan Kompetensi Dasar (KD) menjadi indikator, menentukan pengalaman belajar yang sesuai, materi pokok pembelajaran, menentukan bentuk,

11

teknik dan instrumrn pembelajaran berdasarkan alokasi waktu dan sumber belajar. Lingkup RPP paling luas mencakup satu KD yang terdiri atas satu indikator atau beberapa indikator untuk satu kali pertemuan atau lebih. Langkah yang harus ditempuh dalam menyusun RPP adalah sebagai berikut. a. Menuliskan identitas Identitas meliputi: satuan pendidikan, kelas, semester, tema pelajaran, jumlah pertemuan. b. Menuliskan Kompetensi Inti (KI) Kompetensi Inti merupakan kemampuan minimal peserta didik untuk setiap satuan pendidikan dan kelas yang tidak terikat oleh konten mata pelajaran tertentu dan mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. c. Menuliskan Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam tema pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator pencapaian kompetensi. KD dituliskan sesuai dengan mata pelajaran yang akan dipadukan sesuai dengan jaringan tema yang telah dibuat. d. Menentukan indikator pencapaian kompetensi Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Indikator pencapaian kompetensi

dituliskan sesuai dengan mata pelajaran yang akan dipadukan sesuai dengan jaringan tema yang telah dibuat. Untuk menyusun indikator yang baik, perlu diperhatikan beberapa prinsip penyusunan indikator, antara lain:

12

Indikator dijabarkan sesuai karakteristik KD (bisa dengan penjabaran kata kerja pada KD, penjabaran lingkup materi pada KD atau kedua-duanya). Indikator disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, tema pelajaran, dan sekolah. Indikator dapat diukur dan diamati ketercapaiannya. Indikator menjadi acuan penyusunan penilaian. Indikator dirumuskan dalam bentuk kalimat dengan menggunakan kata kerja operasional. Indikator menjabarkan materi pada KD. Indikator sekurang-kurangnya mencakup dua hal yaitu tingkat kompetensi dan materi untuk mencapai kompetensi. Tabel 1. Rumusan Indikator Pengetahuan Menjelaskan Menyebutkan Membedakan Menemukan hubungan Menerapkan Menganalisis Menarik kesimpulan Menemukan rumus Mengambil kesimpulan Menghitung nilai Membaca diagram Mendefinisikan suatu konsep Menjelaskan Keterampilan Membaca dan menulis Berbicara dan mendengar Mendemonstrasikan Menyusun kerangka Mengukur Menganalisis Menerapkan konsep Mengambil kesimpulan yang tepat dari suatu masalah Keterampilan mengolah data Keterampilan Perilaku Menghargai hasil pengukuran orang lain Kebijaksanaan memecahkan masalah. Berpikir positif. Menghargai pendapat orang lain. Toleransi terhadap masalah lingkungan. Menerapkan peduli kebersihan lingkungan Sopan

13

Menyebutkan

menyajikan data laporan kerja Keterampilan menejemen keuangan Menentukan untung/rugi Keterampilan berdebat positif disertai sikap ilmiah

santun dalam berbicara dan bertindak. Beriman dan bertaqwa. Ketelitian pengamatan. Menginformasikan masalah Kejujuran empati Toleransi

e. Menentukan tujuan pembelajaran Tujuan pembelajaran adalah hal yang akan dicapai dalam pembelajaran yang menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. Tujuan pembelajaran bisa berupa jabaran tahapan logis dari KD (satu KD mata pelajaran sama dengan beberapa tujuan) atau bisa juga sama dengan KD (satu KD mata pelajaran sama dengan satu tujuan pembelajaran). Tujuan pembelajaran disarankan mengandung empat hal yaitu: Audience (peserta didik), Behaviour (kompetensi siswa), Condition (aktivitas atau proses pembelajaran) dan Degree (tingkat ketercapaian kompetensi berkaitan dengan tema baik kuantitatif maupun kualitatif). f. Menentukan materi ajar Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk materi pokok atau butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi. Materi ajar dituliskan berdasarkan mata pelajaran yang dipadukan, yang merupakan hasil dari Analisis Materi Pelajaran (AMP) dari KD mata pelajaran yang dipadukan yang terikat oleh tema pelajaran. 14

Adapun prinsip pemilihan materi pokok yang harus diperhatikan dalam menentukan materi ajar antara lain: - Materi cukup memadai (kedalaman/ keluasannya) untuk memfasilitasi siswa mencapai KD. - Materi sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual peserta didik. - Materi harus bermakna dan bermanfaat bagi peserta didik. - Kesesuaian materi dengan karakteristik KD - KD dengan karakteristik keterampilan berarti materi berupa prosedur dan praktik - KD dengan karakteristik pengetahuan berarti materi berupa jabaran konsep, fakta, prinsip dan contoh penerapan konsep - KD dengan karakteristik sikap berarti materi berupa jabaran contoh-contoh penerapan sikap, manfaat/ kerugian/ dampak suatu sikap, latihan menerapkan sikap. g. Menuliskan alokasi waktu Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD, dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan, contohnya 2 x 45 menit. Oleh karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan tergantung pada KD. h. Menentukan model, pendekatan, strategi atau metode pembelajaran Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. untuk sekolah dasar, pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah pendekatan tematik. Metode yang digunakan harus multi metode dengan menciptakan suasana pembelajaran guru dan siswa aktif, kreatif dan menyenangkan sehingga

15

pembelajaran

menjadi

efektif.

Metode

pembelajaran

yang

dituliskan harus dijabarkan pada kegiatan pembelajaran. i. Mengembangkan kegiatan pembelajaran


Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian KD.

Prinsip yang dapat digunakan dalam penyusunan kegiatan pembelajaran antara lain: Berpusat pada siswa Memuat rangkaian kegiatan yang harus dilaksanakan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai KD pada setiap mata pelajaran yang akan dipadukan. Urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hirarki konsep pada setiap materi pembelajaran untuk mata pelajaran yang akan dipadukan. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yaitu kegiatan siswa dan materi. Materi setiap mata pelajaran yang disampaikan harus berpusat pada tema sebagai pemersatu (webbed). Materi satu mata pelajaran diharapkan saling berhubungan dengan materi pada mata pelajaran lain yang dipadukan (connected) Langkah kegiatan pembelajaran mencakup kegiatan pendahuluan, inti dan penutup. a) Kegiatan pendahuluan Kegiatan pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.

16

b) Kegiatan inti Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui pendekatan sains meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengolah, menalar, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta. c) Kegiatan penutup Kegiatan penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindaklanjut. j. Menentukan sumber belajar Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi. Sumber belajar yang dituliskan pada RPP adalah sumber belajar yang digunakan oleh peserta didik di dalam kelas. Sumber belajar dapat berupa buku paket, bahan ajar yang dibuat oleh guru, guru, media elektronik, lingkungan dan lainlain. Pada bagian ini dapat dituliskan media pembelajaran dan alat peraga. k. Menentukan penilaian hasil belajar Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian. Hasil belajar pada RPP, wujud alat penilaian dan penilaiannya sudah dirancang secara operasional. Kalau di silabus disebut tes tulis berarti di RPP dikembangkan wujud tes tersebut.

17

Aspek-aspek pembelajaran yang dapat dinilai dari peserta didik: - Aspek kognitif Aspek kognitif meliputi 2 hal, yaitu aspek kognitif proses dan aspek kognitif produk. Aspek kognitif proses meliputi apa yang diketahui, dipahami dan tersimpan dalam otak peserta didik selama proses pembelajaran. Biasanya instrumen yang

digunakan berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Sedangkan aspek kognitif produk meliputi apa yang diketahui, dipahami dan tersimpan dalam otak peserta didik setelah pembelajaran. Biasanya instrumen yang digunakan berupa tes lisan atau tes tertulis bentuk objektif, isian atau uraian. - Aspek afektif (sikap) Aspek afektif meliputi sikap suka belajar, komitmen untuk menjadi warga negara yang baik, kegemaran membaca, kegemaran berpikir ilmiah dan sebagainya. Biasanya instrumen yang digunakan berupa lembar observasi sikap peserta didik atau skala sikap/disposisi. - Aspek psikomotor (keterampilan) Aspek psikomotor meliputi keterampilan komunikasi tulis dan lisan, keterampilan meneliti, keterampilan dalam

mengorganisasi, keterampilan menganalisis dan keterampilan teknis. Biasanya instrumen yang digunakan berupa lembar observasi unjuk kinerja peserta didik.

2.3. Perbandingan Silabus dan RPP Kurikulum 2006 (KTSP) dengan Kurikulum 2013 Dalam pengembangan kurikulum dari KTSP menjadi kurikulum 2013, tentunya terdapat beberapa hal yang mengalami perubahan. Perbedaan pokok antara KTSP atau kurikulum tingkat satuan pendidikan (Kurikulum 2006) yang selama ini diterapkan dengan Kurikulum 2013 yang telah dijalankan secara terbatas mulai Juli 2013 yaitu berkaitan dengan perencanaan pembelajaran. Dalam KTSP, kegiatan pengembangan silabus

18

merupakan kewenangan satuan pendidikan, namun dalam Kurikulum 2013 kegiatan pengembangan silabus beralih menjadi kewenangan pemerintah, kecuali untuk mata pelajaran tertentu yang secara khusus dikembangkan di satuan pendidikan yang bersangkutan. Meskipun silabus sudah di kembangkan oleh pemerintah pusat , namun guru tetap dituntut untuk dapat memahami seluruh pesan dan makna yang terkandung dalam silabus, terutama untuk kepentingan operasionalisasi pembelajaran. Oleh karena itu, kajian silabus tampak menjadi penting, baik dilakukan secara mandiri maupun kelompok sehingga diharapkan para guru dapat memperoleh perspektif yang lebih tajam, utuh dan komprehensif dalam memahami seluruh isi silabus yang telah disiapkan tersebut. Adapun penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) masih merupakan kewenangan guru yang bersangkutan, yaitu dengan berusaha

mengembangkan dari buku pemerintah.

(termasuk silabus) yang telah disiapkan

Tabel 2. Perbedaan RPP dan Silabus KTSP dan Kurikulum 2013 KTSP Silabus yang digunakan adalah silabus yang dibuat oleh masing-masing satuan pendidikan yang berdasarkan silabus nasional. Tiap mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan berbeda Kurikulum 2013 Silabus yang digunakan adalah silabus dari pusat, sehingga seluruh indonesia menggunakan silabus yang sama. Semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang sama (saintifik) melalui mengamati, menanya, mencoba, menalar Jumlah jam pelajaran per minggu lebih banyak dimana jumlah mata pelajaran lebih sedikit dibanding kurikulum KTSP. Proses pembelajaran setiap tema di jenjang SD dan semua mata pelajaran di jenjang SMP/SMA/SMK dilakukan dengan pendekatan ilmiah (saintific approach), yaitu standar proses dalam pembelajaran terdiri dari mengamati, menanya, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta.

Jumlah jam pelajaran lebih sedikit dimana jumlah mata pelajaran lebih banyak dibanding kurikulum 2013. Standar proses dalam pembelajaran terdiri dari eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi

19

Penilaiannya lebih dominan pada aspek Standar penilaian menggunakan pengetahuan penilaian otentik, yaitu mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil.

20

BAB III PENUTUP 3.1 Simpulan 1. Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada Standar Isi. 2. Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran. Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah sesuai dengan pola pembelajaran pada setiap tahun ajaran tertentu. 3. Berdasarkan Permendikbud No. 65 tahun 2013 tentang Standar Proses, Silabus paling sedikit memuat identitas mata pelajaran (khusus SMP / MTs / SMPLB / Paket B dan SMA / MA / SMALB / SMK / MAK / Paket C / Paket C Kejuruan), identitas sekolah, kompetensi inti, kompetensi dasar, tema (khusus SD / MI / SDLB / Paket A), materi pokok, pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. 4. Dalam pengembangan silabus perlu dipertimbangkan beberapa prinsip yang menjadi kaidah yang akan menjiwai pelaksanaan kurikulum 2013 yaitu ilmiah, relevan, sistematis, konsisten, memadai, aktual dan kontekstual, fleksibel, dan menyeluruh. 5. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). 6. Berdasarkan Permendikbud No. 65 tahun 2013 tentang Standar Proses, komponen RPP terdiri atas identitas sekolah, identitas mata pelajaran atau tema/subtema, kelas/semester, materi pokok, alokasi waktu, tujuan pembelajaran, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, materi pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran.

21

3.2 Saran Perubahan pembelajaran kurikulum mencapai bertujuan hasil untuk yang menyempurnakan maksimal. Namun proses untuk

guna

mengimplementasikan sebuah kurikulum baru memang merupakan hal yang tidak semudah membalik telapak tangan. Perubahan itu tentu mendapat pro dan kontra dari berbagai kalangan praktisi dan pakar pendidikan. Oleh sebab itu untuk mengatasi tantangan itu diperlukan proses secara bertahap melalui berbagai kegiatan seperti sosialisasi, workshop ataupun pelatihan-pelatihan sejenisnya.

22

DAFTAR PUSTAKA

Isdisusilo.2012. Panduan Lengkap Membuat Silabus dan RPP. Kata Pena. Permendikbud No 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Permendikbud No 81 A Tahun 2013 Tentang Implementasi Kurikulum PP No 32 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas PP No 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Sulistyowati, Endah. 2012. Implementasi Kurikulum Pendidikan Karakter. PT Citra Aji Parama: Yogyakarta. Thok, Fatur. 2013. Perbedaan Kurikulum 2013 dan KTSP. http://fatkoer.wordpress.com/2013/07/28/perbedaan-kurikulum-2013-dan-ktsp/ Diakses pada 15 November 2013.

23