Anda di halaman 1dari 42

Syllabi Analisis Masalah Sosial Mata Kuliah Kelompok Jumlah SKS Status Semester 1.

Abstraksi Masalah Sosial pada hakikatnya adalah suatu fenomena yang menunjukkan suatu situasi dimana tidak adanya kesesuaian antara das Sollen dengan das Sein. Fenomena mana juga merupakan suatu hasil atau bersumber dari proses-proses sosial yang berlangsung dalam kehidupan bersama. Sebagai suatu fenomena yang bersumber dari adanya kehidupan bersama, masalah sosial tidak bisa dihapus tetapi setidaknya dapat dicegah faktor-faktor yang menjadi penyebabnya atau diantisipasi dampaknya untuk kemudian dicari jalan keluarnya. Profesi Pekerjaan Sosial yang bidang tugasnya berkaitan dengan penanganan masalah sosial khususnya masalah kesejahteraan sosial, memerlukan pengetahuan tentang bagaimana dan dengan cara apa menganalisis masalah sosial yang nantinya akan menjadi pisau analisis dalam pelaksanaan tugas-tugasnya. 2. Tujuan Instruksional mum Setelah selesai perkuliahan ini diharapkan mahasiswa mampu menganalisis hakikat dan konteks masalah sosial dalam profesi Pekerjaan Sosial dan memfasilitasi analisis masalah sosial. 3. Tujuan Instruksional Khusus a. Mahasiswa mampu menjelaskan batasan masalah sosial, analisis masalah sosial, keberfungsian sosial serta keterkaitan antara konsep-konsep tersebut. b. Mahasiswa mampu menjelaskan tinjauan secara teoritik terhadap masalah sosial . c. Mahasiswa mampu menjelaskan klasifikasi dan pendekatan dalam pemahaman terhadap masalah sosial 1 : Analisis Masalah Sosial : MKK :3 : Wajib : III

d. Mahasiswa mampu melaksanakan praktek analisis masalah sosial pada masyarakat.

!. "okok #ahasan a. atasan masalah sosial dan analisis masalah sosial b. Masalah sosial, !eberfungsian sosial dan keterkaitan antara keduanya c. "injauan teoritik masalah sosial d. !lasifikasi masalah sosial dan pendekatan pendekatan terhadap masalah sosial e. Metode dan teknik analisis masalah sosial f. #nalisis masalah-masalah sosial terpilih $. Meto%e "erkuliahan: a. $eramah b. %iskusi c. !uliah umum dari praktisi d. &ole Playing e. !ajian Pustaka f. !ajian empirik &. Me%ia pembelajaran a. '(P b. )$% c. )ab in door dan out door '. (a)tar "ustaka #lfian, Mely * "an, Selo Soemardjan +1,-./, !emiskinan Struktural, Suatu unga &ampai, 0akarta1 233S orgatta 4.F. 5 orgatta M.) +1,,6/, 4ncyclopedia of Sociology, 7ew 2ork1 Macmilan %ayal & 8ijk, $.9 Mukherjee,7 Methodology for Participatory #ssessments 8ith $ommunities, 3nstitution and Policy Makers

%u ois, 5 Miley !.! +1,,6/, Social 8ork an 4mpowering Profesion, oston1 #llyn 5 acon Frank, M.9 5 Shostack +1,:-/, Modern Social Problems, 7.21 &inehart 5 8inson (orton, Paul , 5 *erald & )eslie +1,:./ "he Sociology of Social problems 7.21 #ppleton ; $entury ; $rofts, < th ed. 0ohnson, ).$ +1,-=/, Praktek Pekerjaan Sosial, Suatu Pendekatan *eneralis, terjemahan #bas et all, andung1 S"!S. 0ustika S. aharsjah et all +1,::/, Menuju Masyarakat 2ang erketahanan Sosial, Pelajaran dari krisis, ed. 1, 0akarta1 %ep. Sos &3 )oekman Soetrisno +1,,:/, !emiskinan, Perempuan 5 Pemberdayaan, 0akarta 1 !anisius. Meyes, &.& +1,-=/, Policy and Planning1 # %e>elopmental Perspecti>e, 4nglewood $liffs1 Prentice (all. 7etting, F.4. !ettner, P.M 5 McMurty, S.) +1,,?/, Social 8ork Macro Practice, 7.21 )ongman 7isbett, & 5 &.! Merton, Sociology1 an 3ntroduction to "he Sience and Society @ . 7ursyid Sumaatmadja +1,-:/, Perspektif Studi Sosial, andung1 #lumni Parsudi Suparlan +1,-</, !emiskinan di Perkotaan, 0kt 1 2ayasan 'bor 3ndonesia Soerjono Soekanto +1,-A/, Sosiologi, Suatu Pengantar, 0kt1 *rafiti Pers. Soetomo +1,,=/, Masalah Sosial %engan Pembangunan, 0kt1 Pustaka 0aya

1. Pertemuan 11 Pengantar 1.1 Masalah 1 Pengertian dan Penyebab 1.6. eberapa definisi masalah social 1.?. (akikat Masalah Social dan #nalisi Masalah Sosial 6. "ujuan 3nstruksional !husus Setelah pertemuan ini, diharapkan mahasiswa memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang1 pengertian dan penyebab masalah secara umum, beberapa definisi masalah social dan hakikat dari masalah social 3. Materi 3.1. "en*ertian masalah %an )a+tor penyebab mun+ulnya masalah Secara umum yang dikatakan masalah menunjuk pada satu situasi yang tidak menyenangkanBtidak nyaman. @.mau makan, tidak ada uang untuk membeli makanan, ada uang untuk beli makanan, tapi tidak ada penjual makanan, Mau mengerjakan tugas kuliah, tidak punya buku, komputer dsb. Mau bekerja, tak ada lapangan kerja yang sesuai dsb. !esemuanya menunjuk pada situasi yang tidak nyamanBtidak menyenangkan. Mengana hal tersebut dilihat sebagai masalahC !arena kehidupan manusia dilatar belakangi oleh1 Motif (arapan 7ilai-7ilaiB7orma "idak "ersedianya Sumber Motif !ekuatan yang ada dalam diri indi>idu untuk melakukan tindakan Seluruh aktifitas mental yang dirasakanBdialami yang memberikan kondisi Sumber Motif : Motif alamiah Motif yang dipelajari #eberapa jenis moti) : #iolo*is Dntuk kelangsungan hidup manusia sebagai organisme + makan, minum, seE / "sikolo*is <

Dntuk mengekspresikan B aktualisasi diri + tanggung jawab, berprestasi, kekuasaan, popularitas / Sosial Dntuk mengadakan hubungan dengan orang lain + berelasi, interaksi, diterima dalam kelompok / Teolo*is Dntuk mengadakan hubungan dengan "uhan Motif mempunyai kekuatan sehingga dapat mengalahkan motif lain, mis 1 motif seE, lapar dan kesehatan !arena motif memiliki kekuatan sering pula menimbulkan konflik terhadap indi>idu (arapan F "ujuan yang ingin dicapai Setiap manusia, kelompok atau masyarakat memiliki tujuan yang ingin dicapai. 0ika tujuan tersebut tidak bias tercapai, menimbulkan kekecewaan, rasa tidak nyaman dsb. 7ilai-7ilai dan 7orma 7ilai menunjuk pada sesuatu yang dianggap baik untuk dilakukan dan sesuatu yang buruk untuk tidak dilakukan. #gar setiap orang bias melakukan apa-apa yang baik dan menghindariBtidak melakukakn hal-hal yang buruk, maka diciptakanlah norma sebagai pedoman untuk berperilaku. 7orma dalam kehidupan ini beraneka ragam yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, seperti norma social, moral, susila, budaya, ekonomi, politik, agama dsb. Pada hakikatnya, norma menjadi pedoman untuk berperilaku dan mengatur kehidupan manusia baik sebagai indi>idu maupun sebagai anggota masyarakat. !etika terjadi penyimpangan atau pelanggaran terhadap norma dan nilai di masyarakat akan terjadi situasi tidak nyaman. Sumber F segala sesuatu yang dapat membantu manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya atau untuk menyelesaikan masalahnya, bias berupa 1 benda +fisik/ seperti alat, sumberdaya alam dsb. isa juga berbentuk non fisik seperti dukungan social, non materi, kemampuan, kesempatan dsb. Motif manusia, nilai dan norma dan sumber bisa jadi factor-faktor yang menyebabkan timbulnya masalah@@.dapatkah anda menjelaskanC 3.2. #eberapa %e)inisi masalah so+ial &ubington and 8einberg+1,,,/ Social Problem as an alleged situation that is in compatible with values and a significant number of people who agree that action is needed to after the situation

Suatu situasi yang diduga atau dianggap oleh banyak orang bertentangan dengan nilai sehingga mereka setuju adanya tindakan untuk mengatasi atau menghilangkan situasi tersebut. 0ensen +1,,6/ Perbedaan antara harapan dan kenyataan atau kesenjangan antara situasi yang ada dengan dengan sistuasi yang seharusnya +das Sollen dan das Sein/. (orton dan )eslie Suatu kondisi yang dirasakan banyak orang tidak menyenangkan dan menuntut pemecahan melalui aksi sosial secara kolektif. &uth 0. Parsons Suatu kondisi sosial yang bertentangan yang secara umum diakui sebagai suatu hal yang serius, sehingga perlu dilakukan tindakan kolektif untuk mengurangi dampaknya terhadap masyarakat serta mencegah danBatau mengendalikan perkembangannya. Parillo +1,-:/ mengemukakan 1 F Masalah itu bertahan untuk suatu periode waktu F %irasakan dapat menyebabkan berbagai kerugian fisik atau mental baik indi>idu atau masyarakat F Merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai atau standar sosial dari suatu atau beberapa sendi kehidupan masyarakat F Menimbulkan kebutuhan akan pemecahan Simpulan1 nsur,unsur masalah sosial Situasi-Kon%isi G ertentangan G PerbedaanBkesenjangan G "idak menyenangkan .ran* banyak- mum G "iga pihak yang terlibat 1 - Pelanggar H klien - !orban H >ictim - 'rang terkait H signi>icant athers /ilai %an /orma G %ilanggar yang seharusnya dijunjung tinggi G Menimbulkan reaksi Tin%akan G Pemecahan masalah dan strategi +problem solving & coping/

.......cari lagi definisi lain dan ambil kesimpulan ..... 3.3. 0akikat Masalah Sosial 0AKIKAT MASA1A0 S.SIA1 #danya Penyimpangan terhadap 7ilai 5 7orma yg berlaku, karena 1 - er>ariasinya latar belakang sosial dan budaya - er>ariasinya kemampuan orang untuk beradaptasi terhadap 7ilai dan 7orma tersebut. #danya %isorganisasi atau ketidakharmonisan antara institusi sosial yang ada di masyarakat, sehingga institusi sosial tersebut tidak dapat melaksanakan fungsinya. #danya !etidakadilan, Struktur Masyarakat yang hanya menguntungkan kelompok tertentu saja. $ontoh 1 !emiskinan Struktural

G G

K2IT32IA S.SI.1.4IS MASA1A0 S.SIA1 Soerjono Soekanto 1 G !etimpangan antara 7ilai dengan &ealitas - Perbedaan yg signifikan antara nilai dg kondisi nyata, antara apa yg seharusnya dg apa yg terjadi di dalam masyarakat. G Sumbernya bersifat sosial - (asil perbuatan manusia dan berdampak kepada kehidupan manusia. G Menimpa sejumlah orang - %ialamiBberdampak pada sejumlah orang atau G Pihak yang menetapkan suatu kondisi sebagai masalah sosial - Penilaian Pihak berkompeten karena kekuasaan atau kewenangan menetapkan. G Masalah sosial Manifes dan )aten - Masalah sosial Manifes secara nyata ada, terjadi dan diakui masyarakat - Masalah social )aten , satu situasi yang keberadaannya tidak disadariBtidak diakui karena ketidaktahuan, budaya yang diyakini sekelompok orang . G Perhatian Masyarakat - Mendpt perhatian masyarakat karena dianggap mengganggu, membahayakan, dan memerlukan penanganan segera. (orton dan )eslie1 G !ondisi yang dirasakan banyak orang G !ondisi yang dinilai tidak menyenangkan G !ondisi yang menuntut pemecahan G Pemecahan tersebut dilakukan melalui aksi sosial "2I/SI","2I/SI" MASA1A0 S.SIA1 G !ompleksitas - %isebabkan oleh berbagai faktor +multi faktor/ - erkaitan dengan masaalah-masalah sosial lainnya G !omprehensif - %apat dilihat dari berbagai perspektif +fisik, ekonomi, sosial, budaya, psikologis, keamanan/ :

G G

3nterdisipliner - Penangannya melibatkan berbagai disiplin ilmu erkesinambungan - #kan terus ada seiring dengan kehidupan manusia - Setiap masy pasti mempunyai masalah sosial tanpa kecuali - %apat dikendalikan, direduksi dan dipecahkan, tapi dapat tumbuh atau muncul kembali dengan wajah baru.

A/A1ISIS MASA1A0 S.SIA1 P#%# (#!3!#"72# S4M470#! #%#72# !4(3%DP#7 4&S#M#, '&#7* M47*37*37!#7 SD#S#7# HOMO HOMINI SOCIUS +manusia adalah kawan bagi sesamanya/. M47$3"#-$3"#!#7 SD#"D !4(3%DP#7 2#7* #M#7, "47"&#M %#7 S40#("4&#. P4&(#"3#7 "4&(#%#P M#S#)#( S'S3#) %3MD)#3 !4"3!# '&#7* M472#%#&3 #%#72# SD#"D S3"D#S3 2#7* "3%#! S4SD#3 %47*#7 $3"#$3"# "47"#7* !4(3%DP#7 2#7* #M#7 "47"&#M %#7 S40#("4&# +%i 3nggeris, setelah pecahnya re>olusi industri, banyak terjadi pengangguran, kemiskinan yang mengakibatkan penderitaan bagi manusia/ %#7 4&DP#2# D7"D! M4M3!3&!#7 0#)#7 !4)D#& %#&3 S3"D#S3 "4&S4 D". A/A1ISIS MASA1A0 S.SIA11 SD#"D DP#2# D7"D! M47*3%47"3F3!#S3, M4M#(#M3 "2P4-"2P4 %#7 $3&3-$3&3, F#!"'& P4724 # %#7 #!3 #" S4&"# S"&#"4*3 D7"D! M47*#"#S3 M#S#)#( S'S3#).

"ertemuan 2: MASA1A0 S.SIA1 5 K3#326 /4SIA/ S.SIA1 1. "ujuan instruksional khusus1 Setelah selesai pertemuan ini, diharapkan mahasiswa memiliki pemahaman dan pengetahuan tentang 1 keterkaitan keberfungsian social dan masalah social 6. Materi1 6.1. Pengertian keberfungsian social 6.6. !lasifikasi keberfungsian social 6.?. !eberfungsian soaial dan masalah social 6.1. Pengertian keberfungsian social1 Skidmore, "hackeray dan Farley +1,,111,/1 ISocial functioning to be a central purpose of social work and inter>ention was seen as the enhancement of social functioning.J -

!eberfungsian sosial mengacu pada cara yang dilakukan indi>idu-indi>idu atau kelompok dalam melaksanakan tugas kehidupan dan memenuhi kebutuhannya +Siporin, 1,:=11:/. 4di Suharto dkk,+6..</ !eberfungsian sosial merujuk pada kemampuan indi>idu, keluarga, kelompok atau masyarakat dan sistem sosial serta jaringan sosial dalam memenuhiBmerespon kebutuhan dasar, menjalankan peranan sosial serta menghadapi goncangan dan tekanan +baik sosial, ekonomi, budaya dll/. aker, %ubois dan Miley +1,,67 !eberfungsian sosial berkaitan dengan pemenuhan tanggungjawab seseorang terhadap masyarakat secara umum, terhadap lingkungan terdekat dan terhadap dirinya sendiri.

Skidmore et al +1,,</, tiga dimensi keberfungsian sosial1 +yang membentuk segi tiga yaitu1 Satisfaction with roles in life positiv relationships with others !eeling of self worth dimana ketiganya saling mempengaruhi dalam membentuk keberfungsian social orang. !onsep keberfungsian sosial pada intinya menunjuk pada KkapabilitasL +capabilities/ indi>idu, keluarga atau masyarakat dalam menjalankan peran-peran sosial di lingkungannya. 8iri,8iri Keber)un*sian Sosial G Memiliki kemampuan untuk beradaptasi +alam, norma/ G Mampu menjalankan peran-perannya sesuai dengan status G Mampu melaksanakan tugas-tugas kehidupan untuk memenuhi kebutuhan G ila dihadapkan pada masalah akan mampu menghadapi atau memecahkan masalah G isa berpartisipasi aktif dalam bekerja sama 2.2. Klasi)ikasi keber)un*sian sosial %ubois dan Milley +1,,6/1 ? klasifikasi keberfungsian sosial1 Keber)un*sian sosial a%apti)1 adanya sistem yang mampu memanfaatkan sumber-sumber yang ada di struktur sosialnya ketika dihadapkan pada kebutuhan, isu maupun masalah. Keber)un*sian rentan1 dalam masyarakat, ada populasi yang punya resiko gagal berfungsi sosial, sistem ini rentan +>ulnerable/ terhadap masalah keberfungsian sosial.

Keber)un*sian sosial ti%ak a%apti)1 menunjuk pada sistem yang mengalami ketidak mampuan beradaptasi. Pada sistem seperti ini, masalah sosial menjadi begitu parah, sehingga sistem tidak berfungsi secara sosial.

2.3.Masalah sosial %an keber)un*sian sosial Pekerjaan sosial adalah profesi pertolongan kemanusiaan yang bertujuan untuk membantu indi>idu, keluarga, kelompok, dan masyarakat agar mampu menjalankan tu*as,tu*asnya sesuai %en*an peranannya 9So+ial )un+tionin*7 Para pekerja sosial seringkali mendefinisikan masalah sosial sebagai ter*an**unya keber)un*sian sosial indi>idu, kelompok ataupun komunitas, sehingga mempengaruhi kemampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan, merealisasikan nilai-nilai yang dianutnya, serta menjalankan peran-peran sosialnya. !eberfungsian sosial berkaitan dengan masalah sosialBmasalah kesejahteraan sosial dalam arti terjadinya sistuasi, kondisi dalam masyarakat yang menyebabkan orang atau sistem tidak berfungsi secara sosial dan perlu upaya untuk mengatasinya. Masalah sosial merupakan dampak dari ketidakberfungsian sosial klien dalam kehidupannya, seperti 1 fisik, mental, pengangguran, pendidikan, keuangan dan keluarga dlsb. Situasi sosial itu ada yang fungsional, ada yang tidak fungsional Situasi sosial yang fungsional secara menyeluruh berjalan dengan efisien dan terarah pada pencapaian tujuan. eberapa ciri-cirinya antara lain 1 1. &elatif stabil 6. %apat menyediakan kesempatan, sumber dan pelayanan yang dibutuhkan ?. Mendorong kesadaran akan kenyataan hidup yang menuntut keterampilan dan kreatifitas <. Memberi kemungkinan kepada anggotanya untuk berhubungan dengan orang lain 0ubun*an situasi sosial %en*an masalah sosial Situasi sosial yang mencegah munculnya maslah sosial 1 Secara struktural memadai 1 G Menyediakan materi dan tenaga yang cukup G !ondisi ekologis yang memadai G &elasi yang baik dan wajar Secara kultural memadai 1 G Mempunyai nilai, norma dan sanksi 1.

G G

Mempunyai tertib moral Mempunyai identitas yang efektif

Pertemuan ?1 K1ASI6IKASI MASA1A0 S.SIA1 1. "ujuan instruksional khusus1 Setelah selesai pertemuan ini, mahasiswa diharapkan memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang1 klasifikasi masalah sosial berdasarkan berbagai pengelompokan. 6. Materi1 6.1. !lasifikasi atas dasar dikotomi 6.6. !lasifikasi atas dasar warisan 6.1. !lasifikasi atas dasar dikotomi 1. Masalah Sosial Patologis dan non Patologis 6. Masalah Sosial !lasik-!on>ensional dan Modern-!ontemporer ?. Masalah Sosial Manifes dan )aten <. Masalah Sosial Strategis dan non StrategisB iasa Masalah sosial atas %asar %ikotomi Masalah Sosial Patologis dan 7on Patologis G Masalah Sosial Patologis1 Penyakit Sosial, sulit untuk dipecahkan, berhubungan dengan kehidupan masyarakat itu sendiri. Misal1 Pelacuran, kejahatan, perjudian, dsb. G Masalah Sosial non Patologis1 mengacu pada masalah sosial yang bukan bersifat penyakit, sehingga relatif lebih mudah mengatasinya. $ontoh1 tawuran antar kelompok, kenakalan remaja dsb. Masalah Sosial jenis ini bila tidak segera ditangani dapat berubah menjadi masalah sosial patologis. Masalah Sosial !lasik-!on>ensional dan !ontemporer-Modern 11

Masalah Sosial !lasik-!on>ensional1 menunjuk pada masalah sosial yang terjadi pada masa dahulu atau pada masyarakat yang dahulu atau masyarakat sederhana atau sering disebut masyarakat pertanian. Masalah-masalah tersebut hingga kini masih tetap ada. $ontoh1 masalah kemiskinan, pengangguran, kejahatan, pelacurah, dsb. Masalah Sosial !ontemporer-Modern1 menunjuk pada masalah sosial yang baru muncul pada masa sekarang atau pada masyarakat industri. $ontohnya1 yang berkaitan dengan 7#PM# +korban pengguna, pengedar dsb/, (39B#3%S, "rafficking, anak jalanan, buruh migran, !%&", dsb. Masalah Sosial Manifest dan )atent G Masalah Sosial Manifest1 merupakan produk dan ketimpanganketimpangan sosial yang terjadi di masyarakat. !etimpangan terjadi akibat dari ketidak- sesuaian antara nilai dan norma yang ada, sehingga anggota masyarakat melakukan penyimpangan perilaku +deviant behavior/. Masyarakat umumnya tidak menyukai perilaku tersebut dan berusaha untuk mengatasinya. G Masalah sosial latent1 merupakan masalah sosial yang ada tapi tidak disadari oleh masyarakat atau masyarakat tidak berdaya untuk mengatasinya, atau juga berkaitan dengan nilai-nilai yang dimiliki oleh suatu masyarakat. $ontoh1 masalah konflik latent yang berlatar belakang S#&#, keterbelakangan masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan. Masalah Sosial Strategis dan iasa G Masalah Sosial Strategis merupakan masalah sosial yang dianggap sentral dan dapat mengakibatkan masalah-masalah sosial lainnya. $ontoh 1 masalah kemiskinan yang dapat menyebabkan timbulnya masalah kejahatan, keterlantaran, pelacuran, penganiayaan, penjualan anak dan perempuan, dsb. G Masalah Sosial biasa, mengacu pada masalah yang terjadi dalam lingkup relatif kecil dan dianggap tidak akan menimbulkan dampak besar. $ontoh 1 pertengkaran antar tetangga, perkelahian antar kelompok kecil, perceraian. Maasalah so+ial atas %asar :arisan Masalah Sosial sebagai warisan Fisik "erjadi karena adanya keterbatasan atau pengurangan sumber daya alam yang menimbulkan masalah bagi masyarakat sekitarnya. $ontoh1 kemiskinan di daerah tandus, penyakitpenyakit karena adanya polusi tanah, air, udara. Masalah Sosial sebagai warisan iologis

16

erkaitan dengan masalah kependudukan. Misal 1 masalah migrasi, berkurang atau bertambahnya penduduk, terbatasnya kelahiran, kecacatan baik karena bawaan atau bukan. Masalah sosial sebagai warisan Sosial Meliputi berbagai masalah yang berkaitan dengan interaksi sosial di masyarakat. $ontoh 1 masalah depresi, hubungan kelompok mayoritas dan minoritas, pendidikan, politik, pelaksanaan hukum, agama, pengisian waktu luang, kesehatan, dsb. Masalah Sosial akibat !ebijakan Sosial Masalah-masalah sosial yang timbul akibat kurang tepatnya suatu penerapan kebijakan di masyarakat. $ontoh 1 ketimpangan sosial ekonomi antar daerah, pencemaran industri, bencana alam +karena kebijakan (P(/, masalah "M, masalah anak yang disalah gunakan +dijual atau dilacurkan/, disintegrasi bangsa, dsb. 2. "erspekti) multi )a+e: Patologi sosial %isorganisasi sosial 3su publik !onflik nilai Perilaku menyimpang )abelling

Pertemuan <. Factor penyebab Masalah Sosial 1. "ujuan instruksional khusus1 Setelah selesai pertemuan ini mahasiswa memiliki pengetahuan dan pemahaman terhadap factor penyebab terjadinya masalah social 6. Materi1 6.1. Masalah social akibat 3nstitutional $onflikB!onflik 3nstitusi Setiap institusi terdiri dari tujuan, norma dan peranan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan sosial. !etika ada banyak terdapat institusi maka biasanya terdapat konflik tujuan, kekuatan dan pengaruh. Persainagn tersebut sangat mempengaruhi kepribadian orang yang terlibat. !hususnya ketika konflik antara tradisi keramat dengan nilai baru, antara pengikut lama dengan penguasa baru yang dapat mengganggu masyarakat secara serius. 1?

Perubahan pada tujuan dan strategi satu institusi mungkin secara dratis mempengaruhi lembaga lain, menyebabkan konflik kesetiaan dan respon dalam kehidupan orang. 2.2 masalah social akibat Teknolo*i %an mobilitas $harles &eich melihat masyarakat teknologi sebagai anti komunis. 'rganisasi besar dan kota tempat orang bekerja serta apartemen tempat mereka hidup adalah tempat kesepian dan terasing. (ubungan kekeluargaan dan persahabatan menjadi tertutupi dengan kepalsuan anyak orang mengalami kehilangan diri yang tragis ; sejenis kematian dalam hidup 4fek samping teknologi pada perorangan. Masyarakat dan lingkungan cukup mengacaukan masalah sosial. Salah satu efek sosial adalah mobilitas geografis Mobilitas geografis yang menyebar dari jutaan penduduk merupakan gambaran dunia modern. Mobilitas >ertikal dalam tangga kehidupan ekonomis juga dramatis hal ini menyangkut perubahan yang tidak terhitung pada status perorangan maupun keluarga. "eknologi dan urbanisasi sangat mengubah hubungan kelas sosial dan pola pengaruh prestise dan kekuasaan mereka. 7ilai yang sangat mempengaruhi masyarakat kita adalah keberhasilan. !eberhasilan hampir menghantui banyak orang untuk menjadi orang berstatus kelas atas Media massa secara dramatis memperlihatkan status simbol, sehingga orang berfikir mengetahui apa yang mereka inginkan untuk dimiliki #da ketidak sesuaian antara apa yang diinginkan dan sesungguhnya yang dapat di hasilkan Sulit untuk mendapatkan mobilitas sosial dan untuk mencapai perubahan kelas sosial. Melahirkan tingkah laku yang menyimpang mengambil jalan pintas untuk mendapatkan posisi puncakBmendapatkan sesuatu Menurut &ichard $loward dan )ioyd 'hlin 1 Percaya usaha jalan pintas merupakan dasar penting untuk kriminalitas dan kejahatan di #merika 2.3 "erilaku yan* Menyimpan*. Perilaku yangmenyimpang juga terlibat dengan banyak masalah sosial. Penyimpangan dapat didefinisikan sebagai tingkah laku yang jelas jelas menyimpang dari norma yang telah ditetapkan untuk orang yang memiliki status sosial yang sama. 1<

Mis1 "ukang ledeng bertindak sebagai pendeta atau penipu bertindak seperti seorang dokter. (al ini berkaitan dengan perilaku menyimpang Perilaku menyimpang berkaitan dengan norma yang di tetapkan masyarakat sebagai sesuatu yang benar dan syah di akui. 7orma sewaktu waktu dapat berkembang meliputi >ariasi tingkah laku . Mis1 seseorang mabuk tapi disebut pemabuk, karena hanya sekali itu dia mabuk. 7orma sosial dapat juga melonggar khususnya dalam keadaan darurat Penyimpangan menjadi masalah sosial ketika keberadaannya yang terus menerus mengganggu hubungan sosial. "ingkah laku menyimpang mengganggu pada hubungan sosial yang di harapkan dan di prediksi dapat mengganggu. !ontrol sosial sangat penting untuk merespon orang orang yang melakukan penyimpangan dengan memberikan hukuman (ukuman untuk orang yang menyimpang tidak seragam, hukuman disesuaikan menurut kelas sosial, jenis kelamin, ras dan usia pelanggar. %engan demikian maka penyimpangan akan tergantung apa yang dilakukan, siapa yang yang melakukan, dan bagaimana masyarakat merasakannya "erdapat 6 tipe penyimpangan yaitu 1 #berrant %e>iant eha>ior 7oncorforming %e>iant eha>ior #% mengakui legitimasi hukum yang dilanggarnya, mereka menemukan alasan pribadi untuk melanggarnya. 7% secara terbuka menolak legitimasi norma sosial.

"ertemuan $ %an & "en%ekatan , "en%ekatan terha%ap Masalah so+ial 1. Tujuan Instruksional khusus: Setelah pertemuan ini, mahasiswa dapat mengetahui dan memahami1 1.1 Pendekatan sosiologis terhadap masalah sosial 1.6. Pendekatan lain terhadap masalah sosial 6. Materi1 6.1. "en%ekatan Sosiolo*is: 9Merton 5 /isbett7 Pendekatan #gama Pendekatan (ukum Pendekatan 0urnalistik 1=

Pendekatan Seni

2.2."en%ekatan lain: 9Sumaatma%ja7 Pendekatan ekologis Pendekatan pertumbuhan eksponsial Pendekatan 3nterdisiplin dan multidisiplin Pendekatan system #eberapa "en%ekatan Terha%ap Masalah Sosial 9suatu kajian teoritik7 3milia 0ambali; %ra; M"< !arena permasalahan sosial yang terjadi sangat >ariatif baik jenis maupun keluasannya maka dalam pemecahannya pun diperlukan berbagai macam metoda baik itu akan digunakan secara sendiri maupun bersama atau gabungan dari berbagai macam metoda. Draian di bawah ini akan mecoba memaparkan beberapa macam metoda pendekatan terhadap masalah sosial. A "en%ekatan Sosiolo*is Melalui pendekatan ini dicoba untuk memahami masalah sosial secara sosiologis yang dibedakan atas < macam pendekatan, yaitu1 a. Pendekatan #gama b. Pendekatan (ukum c. Pendekatan 0urnalistik dan d. Pendekatan Seni. a. "en%ekatan A*ama Pendekatan ini bersifat indi>idual dalam arti sangat berhubungan dengan keyakinan masing-masing orang terhadap ajaran agamanya . Semakin orang yakin akan ajaran agamanya, semakin pendekatan ini effektif kegunaannya. Melalui pendekatan agama diajarkan bahwa masalah sosial timbul bila terjadi pelanggaran terhadap norma-norma agamanya. Pelanggaran terhadap norma agama akan mendapat sanksi yang kadang sifatnya sangat abstrak dan sangat tergantung kepada keyakinan para penganutnya +keyakinan tentang adanya sorga bagi yang berbuat baik dan neraka bagi orang KjahatL/ Pendekatan ini lebih terasa keeffektifannya dalam kerangka pre>entif dengan cara penanaman nilai nilai agama sejak dini dari tiap keluarga dalam masyarakat. 3ni artinya dalam pendekatan ini yang dapat berperan selain kaum rohaniwan yang memang punya kompetensi dalam bidang agama juga para orang tua dalam tiap keluarga punya peran yang cukup penting dalam kaitan penanaman nilai niliai agama secara dini kepada para anggota keluarga sehingga dengan terinternalisasinya nilai nilai agama pada tiap indi>idu anggota masyarakat diharapkan ia bisa menjadi benteng ataupun juga filter dalam menyaring pengaruh negatif dari sekelilingnya atau dengan kata lain dapat mencegah 1A

terjadinya pelanggaran-pelanggaran terhadap nilai-nilai dan norma agama yang pada gilirannya mencegah terhadap terjadinya masalah-masalah sosial. b. "en%ekatan 0ukum #ntara pendekatan hukum an pendekatan agama ada kesamaan segi historis, dalam arti pendekatan hukum dalam memandang fenomena masalah sosial bisa bersumber pada pendekatan agama. (anya pada pendekatan hukum biasanya ia berlaku bagi semua anggota masyarakat dimana ia bertempat tinggal dan hukum tersebut diberlakukan. Pendekatan ini sanksinya lebih jelas karena mengacu pada peraturan atau norma yang sudah dikodifikasikan dan disahkan , misalnya hukuman bagi pelaku kejahatan membunuh dihikum penjara sekian tahun, pelaku kejahatan korupsi dihukum sekian tahun dst. %engan demikian pendekatan hukum memandang bahwa masalah sosial terjadi --------N disajikan sebagai bahan perkuliahan #nalysis Masalah sosial, 'kt. .A. bila terjadi pelanggaran terhadap norma-norma hukum dan untuk setiap pelaku pelanggaran tersebut akan dikenakan sanksi. Pendekatan ini bisa besifat pre>entif dalam arti masalah sosial dapat dicegah melalui upaya sosialisasi norma-norma hukum yang berlaku dalam masyarakat maupun bersifat kuratif atau rehabilitatif dalam arti terhadap pelaku pelanggar norma hukum akan diberikan sanksi tertentu dan diadakan pembinaan agar dia tidak lagi melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap norma hukum. Mereka yang berperan dalam pendekatan ini antara lain adalah para penegak hukum maupun aparat pemerintah yang berwajib . +. "en%ekatan Jurnalistik %engan pendekatan jurnalistik dimaksudkan sebagai usaha penyebarluasan informasi yang berkaitan dengan masalah sosial melalui tulisan-tulisan di media cetak. Melalui pendekatan ini masalah sosial diusahakan untuk dikenalkan pada masyarakat baik dalam arti masalah sosial itu sendiri maupun sebab-akibat serta cara-cara menghadapinya. Sejak abad 1- surat-surat kabar dan majalah-majalah telah menjadi bagian yang mencatat dan memaparkan ungkapan dan protes terhadap eksploitasi,korupsi dan degradasi pada masyarakat di #merika Serikat. Pendekatan ini juga berusaha menyadarkan akan bahaya dari masalah sosial yang sedang dan akan terjadi.Sampai saat ini majalah, surat kabar masih menjadi sarana yang berharga dalam membangkitkan kesadran masyarakat akan bahaya narkoba, Prostitusi, (39B#3%S dan masalah-masalah sosial lain. Mereka yang bisa berperan dalam pendekatan ini selain para jurnalist, bisa juga orang-orang yang punya kompetensi dalam bidangnya dan punya kemampuan menulis +penjelasan secara medis dari dokter tentang (39B#3%S, penjelsan dari ahli ilmu sosial tentang kemiskinan dst/. Pendekatan ini dianggap cukup besar artinya dalam arti ia bisa mempunyai jangkauan yang luas baik dari segi penyebaran geografis maupun kelompok sasaran orang yang akan dituju. %alam hal sasarannya masyarakat, maka dengan pendekatan ini bisa menekan situasi panik dari masyarakat yang semula tidak faham akan situasi sosial yang bermasalah yang sedang terjadi +kepanikan masyarakat ketika bahaya #3%S baru pertama kali diketahui, banyak penderita #3%S yang diperlakukan tidak manusiawi karena ketidak tahuan orang tentang bagaimana cara penularan penyakit tsb/. 1:

8alaupun pendekatan ini bisa mempunyai jangkauan yang luas, sayangnya pendekatan ini hanya effektif bagi masyarakat yang mempunyai budaya baca. %. "en%ekatan Seni Pendekatan seni adalah suatu upaya yang dilakukan para seniman +seni drama, musik, tari, lukis, sastra dsb/ untuk membangun simpati kemanusiaan sehubungan dengan sistuasi sosial yang bermasalah. Melalui pementasan dramanya para dramawan seringkali memberikan kritik sosialnya terhada pemerintahan yang telah menyimpang dari tujuannya +banyaknya terjadi koruspsi, kolusi, nepotisme dan kebobrokan-kebobrokan lain yang dilakukan oleh para aparat pemerintahan/. Para musisi menciptakan lagu-lagu yang juga berisi protes terhadap situasi dunia yang jauh dari perdamaian, begitu juga yanng dilakukan para sastrawan melalui puisi atau no>elnya ataupun para pelukis dengan hasil coretan di atas kan>asnya yang mencoba menuangkan ungkapan hatinya yang juga mencoba mewakili suara rakyat dalam melakukan kritik sosial biasanya terhadap pemerintah yang mulai dianggap KkorupL, sehingga menimbulkan masalah sosial.%alam pendekatan ini juga harus memperhitungkan kelompok yang jadi sasaran.+misal melalui musik, apabila yang jadi sasaran pendekatan adalah anak muda, maka musik yang digunakan juga musik yang sesuai dengan selera anak muda, begitu juga dengan ksenian lainnya, misalnya wayang cocok untuk digunakan pada masyarakat desa di 0awa dst/. #. "en%ekatan 1ain Selain pendekatan sosiologis di atas ada beberapa pendekatan lain yang dapat digunakan dalam penanganan masalah-masalah sosial seperti yang akan diuraikan dibawah ini. 1. "en%ekatan 3kolo*i 2aitu suatu metode pendekatan yang yang didasarkan atas konsep dan prinsip ekologi ,dalam arti menelaah masalah sosial sebagai hasil interrelasi antara masyarakat manusia dengan lingkungannya pada suatu ekosistem . pada pendekatan ini kita tidak memisahkan komponen masyarakat manusia dari komponen lingkungannya. Melalui pendekatan ekologi, pertumbuhan masyarakat manusia di tempat-tempat tertentu, baik di perkotaan maupun di pedesaan dengan segala aspeknya dipelajari dan dikaji pengaruhnya tehadap lingkungan setempat. %iteliti pengaruhnya tadi apakah tetap seimbang ataukah menimbulkan ketimpangan, sampai sejauh mana ketimpangan tadi menyebabkan terjadinya masalah sosial bagi masyarakat setempat. Melalui pendekatan ekologi dikaji kemampuan daya tampung lingkungan alam tehadap kehidupan masyarakat manusia di tempat tertentu. Sedangkan daya tampung lingkungan yaitu suatu ukuran tertentu yang menunjukkan jumlah indi>idu yang dapat ditunjang oleh lingkungan tersebut. Manusia merupakan bagian dari alam, bukan penguasa alam oleh karena itu perbuatan manusia yang serampangan tidak terencana yang menimbulkan ketimpangan lingkungan akhirnya merugikan dan mengancam kehidupan ,manusia itu sendiri.

1-

#spek-aspek yang harus diungkapkan dari komponen manusia pada pendekatan ekologi yaitu, aspek demografisnya, sosial ekonomi, sosial budaya, sosial politikO sosial geografis, sosial historis dan yang lainnya yang berpengaruh terhadap perkembangan dan perubahan lingkungan alam. %ata kuantitatif dan kualitatif aspek-aspek tersebut dianalisa untuk meyakinkan terjadinya ketimpangan yang menyebabkan masalah sosial . 2ang mendorong terjadinya masalah sosial pada ekosistem adalah bahwa manusia berkecenderungan menyederhanakan keadaan unsur-unsur ekosistem tersebut, sehingga menjadi labil dan mudah goncang . !egoncangan inilah yang menyebabkan terjadinya ketimpangan ekologis yang pada gilirannya dapat menimbulkan masalah sosial yang dapat mengancam kehidupan manusia. Paul & 4rlich et.al mengemukakan bahwa manusia telah menjadi musuh bagi kompleks sistem ekologis yang menyebabkan tidak stabilnya suatu ekosistem. 2. "en%ekatan "ertumbuhan 3ksponensial 2aitu suatu pendekatan yang menyebutkan bahwa pertumbuhan kuantitas dan kualitas suatu benda, suatu unsur atau gejala dari suatu tingkat ke tingkat berikutnya terjadi dengan kelipatan dua. Pendekatan ini berlandaskan metodologi dinamika sistem yang merupakan suatu metodologi untuk menganalisa kelakuan dan relasi komponen-komponen yang kompleks pada suatu sistem . !erangka kerja dinamika sistem ini berdasarkan suatu model untuk menyusun pemikiran interrelasi komponen-komponen pokok tertentu, serta untuk mengetahui bagaimana komponen-komponen tadi saling mempengaruhi satu sama lain dalam suatu sistem. 9ariabel ;>ariabel disusun pada suatu pola kerangka umpan balik positif dan negatif yang dapat diungkapkan keterkaitan antara unsur-unsur atau faktorfaktor atau komponen-komponen yang menggambarkan suatu sistem . Pendekatan ini dapat digunakan untuk mengadakan analisa sistem yang kompleks dan berubah serta tumbuh secara dinamik terus menerus yang menyebabkan masalah sosial. Pada pendekatan pertumbuhan eksponensial harus ditentukan dulu masalah yang akan dianalisa. Selanjutnya diteliti unsur ; unsur atau faktor-faktor atau komponen-komponen apa yang jadi dasar penyebab masalah sosial tadi, kemudian dianalisa kaitan pertumbuhan satu faktor dengan yang lainnya dan dianalisa pengaruh pertumbuhan faktor yang satu dengan yang lainnya. %ari pertumbuhan faktor-faktor tadi, dapat dianalisa dan diketahui keseimbanganBketidakseimbangan pertumbuhan faktor; faktor tersebut dalam suatu sistem yang akhirnya dapat menyebabkan terjadinya ,masalah sosial. erdasarkan analisa pertumbuhan eksponensial, kita dapat mengetahui komponen mana yang terlalu cepat atau lambat pertumbuhannya dalam kerangka proses dinamikanya. 3nilah yang menimbulkan ketidakseimbangan yang kemudian menimbulkan masalah . 3. "en%ekatan Sistem 2aitu suatu pendekatan yang yang menetapkan bahwa masalah sosial tadi sebagai suatu sistem. Pendekatan sistem ini dijiwai oleh faham ekspansionisme dan cara berfikir sintetik. 4kspansionisme yaitu suatu doktrin yang mempertahankan bahwa semua benda, peristiwa, dengan segala pengalamannya merupakan bagian dari suatu kebulatan yang besar. 4kspansionisme merupakan cara lain meninjau suatu benda atau peristiwa 1,

disamping faham reduksionisme yaitu suatu doktrin yang mempertahankan bahwa semua benda dan peristiwa dengan segala perbendaharaan dan pengalamannya terbentuk dari unsur-unsur yang merupakan bagian ; bagian yang tidak nampak. Faham ini didasari oleh cara berfikir analitik yang mengungkap segala sesuatu dapat dijelaskan sampai dapat dimengerti. erfikir sintetik yang tidak dapat dipisahkan dipisahkan dari faham ekspansionisme yaitu cara berfikir yang didasarkan pada proses mental yang menjelaskan sesuatu dengan meninjaunya sebagai bagian dari sistem yang luas serta menjelaskannys berdasarkan peranan hal tersebut dalam sistem. Penerapan cara berfikir sintetik yang diterapkan pada sistem maalah inilah yang disebut pendekatan sistem. Sistem yaitu suatu rangkaian gejala yang dihubungkan satu sma lain oleh suatu proses umum. %alam kehidupan sosial manusia, tiap aspek kehidupan merupakan gejala yang berhubungan satu sama lain membentuk satu sistem. Segala aspek kehidupan sosial manusia dengan prosesnya yang terus berlangsung, merupakan suatu sistem kehidupan. !edudukan suatu sitem lebih tinggi daripada kedudukan bagian-bagian yang membentuknya. Pada konsep sistem, benda,gejala, atau peristiwa ditetapkan sebagai satu keseluruhan dan satu kebulatan yang tidak terpisahkan dari bagian-bagiannya. Pada suatu sistem, bagian ; bagian yang terpisah tidak berarti apa-apa bila dibandingkan dengan kedudukannya sebagai komponen atau subsistem dalam keseluruhan yang bulat. Suatu sistem lebih tinggi nilainya daripada bagian-bagiannya. !ehidupan sosial manusia atau masyarakat merupakan suatu sistem sebagai hasil interrelasi dan interaksi manusia dengan segala aspek kehidupannya. Pada konsep sistem ini, aspek kehidupan manusia di masyarakat, kita tetapkan sebagai komponen atau subsistem yang membentruk sistem tadi. #spek kehidupan biologis, budaya, ekonomi, politik,psikholgis dst, merupakan subsistem yang berinterrelasi satu sama lain yang membentuk sistem kehidupan manusia yang kompleks.
Peninjauan dan pendekatan aspek kehidupan sosial manusia dalam mengkaji masalah sosial dengan pendekatan sistem, tidak dilepaskan atau direduksikan satu sama lain, melainkan ditinjau sebagai satu kebulatan yang tidak terpisah-pisah.

Pada pengkajian masalah sosial dengan menggunakan pendekatan sistem, subsistem lingkungan tidak dapat diabaikan. Subsistem lingkungan besar peranan dan perkaitannya dengan warna masalah sosial tadi. %alam hal ini, proses berfikir sistem tidak memisahkan tiap langkah dan tiap aparat sebagai satu kebulatan pada pendekatan sistem. Pendekatan sistem secara lugas, merupakan proses keseluruhan mulai dari penentuan subsistem, perencanaan alat pengumpul data, pengumpulan data, analisa data sampai kepada penarikan kesimpulan. !. "en%ekatan Inter%isipliner; "en%ekatan Multi%ispliner.
!arena subsistem masalah sosial banyak jumlahnya, kita harus menggunakan disiplin ilmu sosial yang juga lebih dari satu. %engan demikian, pada pendekatan ini kita gunakan disiplin ilmu sosial yang sesuai dengan jumlah subsistem masalah yang kita analisa dan kita kaji, disebut pendekatan interdisipliner.

Pada pendekatan ini, masalah sosial didekati, dianalisa dan dikaji dari berbagai disiplin ilmu sosial secara serentak dalam waktu yang sama. Masalah sosial yang kompleks sesuai dengan subsistem masalahnya diunngkapkan dari berbagai disiplin akademis seperti 1

6.

Sosiologi, 4konomi, #ntropologi, Politik, *eografi, Psikologi, Sejarah dst, bahkan mungkin dari disiplin akademis diluar ilmu sosial.
Secara tuntas, lugas dan mendalam, antara pendekatan sistem dengan pendekatan interdisipiner masalah sosial, tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Pendekatan sistem yang menggunakan disiplin akademis yang jamak, disebut pendekatan interdisipliner. Sebaliknya pendekatan interdisipliner yang menetapkan suatu masalah yang sedang didekati dan sedang dianalisa sebagai suatu sistem disebut pendekatan sistem.

Mengingat pendekatan sistem yang sekaligus juga pendekatan interdisipliner yang menggunakan disiplin akademis yang jamak. Pendekatan ini dapat pula disebut sebagai pendekatan multidisipliner. 0adi, pendekatannya pada hakikatnya sama. %itinjau dari hakikatnya,pendekatan tadi tidak asing bagi manusia, karena berdasarkan cara berfikir manusia yang multidimensional dalam menge>aluasi suatu gejala atau masalah. %alam mengkaji masalah sosial yang kompleks melalui pendekatan interdisipliner atau pendekatan sistem, perlu memiliki kemampuan interdisipliner dan sistem. !emampuan tsb baik yang ada dalam diri kita, maupun kerjasama dengan berbagai keahlian dari berbagai bidang keilmuan. Kepustakaan Merton,&obert, !. and 7isbet, &obert.# +eds/. Contemporar" Social Problem, (arcourt, race 5 world, 7.2. 1,=,. 7ursid Sumaatmadja, %r. Perspe#tif Studi Sosial, #lumni, andung,1,-,.

"ertemuan '; +ara melakukan analisis masalah sosial 9assessment pro+ess7

TIK: Setelah selesai pertemuan ini, diharapkan mahasiswa memiliki pengetahuan dan pemahaman dalam melakukan assessmen masalah sosial. Materi:

Assessmen %an Inter=ensi Masalah


Assessmen : Pengungkapan, penggalian dan pemahaman masalah yang akan kita bantu pemecahannya sekaligus juga menggali potensi dan
61

sistem sumber yang ada dan berkaitan dengan perencanaan pemecahan masalah. 1an*kah > lan*kah %alam pelaksanaan Assessmen: 1. Masalah1 P %efinisikan dengan jelas P Siapa yang mengalamiC P Siapa yang menyatakan itu masalahC, mengapaC P Siapa yang tidak menyatakan itu masalahC MengapaC 6. Sumber 9etiolo*y7 masalah1 P erkaitan dengan struktur sosial P erkaitan dengan kepribadian seseorang P %alam kegiatan yang dirancang untuk mengatasi masalah P %alam situasi yang transisiBberubah ?. P P P /ilai,nilai %an /orma,norma 1 2ang mendukung terjadinya masalah erlawanan dengan masalah "idak berhubungan dengan masalah

!. Ke*iatan,ke*iatan yan* a%a: P 2ang berkaitan dengan masalah dan Pekerjaan Sosial P 2ang berkaitan dengan masalah tetapi tidak berkaitan dengan Pekerjaan Sosial P !onsekwensi dari program yang sedang berlangsung terhadap masalah $. P P P P Tujuan !edudukan dari nilai dalam tujuan, 3mplikasinya Pandangan berdasarkan dari program-program yang ada 2ang sejalan dengan bidang pekerjaan sosial
66

P &. P o o o

2ang sejalan dengan bidang non pekerjaan sosial 0ubun*an antara kon%isi i%eal %an kon%isi nyata: Pisahkan antara kondisi ideal dan nyata Sumber yang mendukung atau menolak untuk menutupBmenghapus kesenjangan kondisi nyata dan ideal !egiatan sejalan dengan profesi pekerjaan sosial !ebutuhan untuk meneliti dan pembuktian teori

Selain hal-hal di atas, kita juga secara keseluruhan harus bisa mengenali kondisiBkarakteristik masyarakat dimana permasalahan itu terjadi, karena tentu ada hubungan antara masalah dengan lingkungan dimana masalah itu terjadi +ingat ( S4/. (al ini untuk mengingatkan bahwa masyarakat itu punya kekhasannya masing-masing, sehingga pemecahan masalah tidak bisa bersifat general dan seragam tapi sesuai dengan kondisi lokalnya.

6?

"ertemuan ?; e=aluasi; ujian ten*ah semester

"ertemuan @; pembahasan hasil pen*enalan masalah sosial %i lapan*an Tra)ikin* anak %an "erempuan TIK: Setelah selesai pertemuan ini, mahasiswa diharapkan memiliki pengalaman menganalisis masalah "rafiking anak dan perempuan yang meliputi1 Pengertian 3ndikator Faktor penyebab Dpaya penanggulangan %an lain-lain yang berkaitan dengan masalah "rafiking@ Materi Pendahuluan 1 "rafiking +perdagangan/ orang, baik anak maupun perempuan merupakan salah satu masalah sosial. "rafiking merupakan fenomena kriminal yang terorganisir yang mengancam keselamatan dan hak aQasi manusia. !egiatan trafiking dilakukan oleh mafia yang terorganisir. )andasan hukum1 G DD 7o. 61 "ahun 6..: "entang Pemberantasan "indak Pidana Perda-gangan 'rang. G PP 7o. , "ahun 6..- "entang "ata $ara dan Mekanisme Pelayanan "erpadu agi Saksi danBatau !orban "indak Pidana Perdagangan 'rang G !ep Pres 7o. -- "ahun 6..6 tentang &encana #ksi 7asional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan #nak. dll Faktor Penyebab1 G !emiskinan G !etiadaan akta kelahiran G &endahnya pendidikan G !onteks budaya G Faktor penegakan hukum G Faktor kurangnya informasi dan sosialisasi G Pengaruh globalisasi Tra)ikin* Anak !riteria anak beresiko trafiking1 G #nak yang berasal dari keluarga miskin

6<

G G G G G G G

#nak putus sekolah #nak korban kekerasan dan perkosaan #nak jalanan #nak pecandu narkoba #nak yatim #nak korban penculikan #nak korban bencanaBkorban konflik sosial

entuk trafiking anak1 G "rafiking anak untuk prostitusi G "rafiking organ tubuh dan tubuh anak G "rafiking tubuh anak-anak untuk dijadikan alat penyelundupan narkoba G "rafiking anak untuk dijadikan buruh migran G "rafiking anak untuk dijadikan pengantin pesanan G "rafiking anak untuk dijadikan anak angkat Pelaku trafiking anak1 G Perekrut Tenaga Kerja1 dengan cara memalsukan identitas calon tenaga kerja G Agen1 dengan cara melakukan penipuan mencarikan pekerjaan G Majikan1 dengan cara mengeksploitasi dan tidak membayar gaji G Pemilik dan Pengelola rumah bordil G Calo perni#ahan G Orang tua dan sanak saudara %ampak trafiking anak1 G "erganggunya tubuh kembang anak, baik aspek fisik, sosial, mental, maupun kognitif. G "idak terpenuhinya kebutuhan anak1 pendidikan, kesehatan, pengasuhan, dan tempat tinggalO G "idak terpenuhinya hak-hak anak, seperti1 hak atas suatu nama dan identitas diri dan kewarganegaraan, hak mengetahui orang tuanya, hak untuk dapat hidup, tumbuh dan berkembang secara wajar, dll. Penanggulangan "rafiking #nak1 G Pencegahan G 3nter>ensi !risis G &eintegrasi Pencegahan1 Merupakan suatu upaya yang dilakukan meskipun tidak ada masalah trafiking anak di sautu daerah. Dpaya pencegahan ditujukan untuk menghilangkan atau mengurangi faktor-faktor yang dapat menyebabkan dan atau mendorong munculnya masalah trafiking 3nter>ensi !risis1 Merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk memberikan pelayanan-pelayanan krisis pada anak yang menjadi korban trafiking. Pelayanan tersebut ditujukan untuk

6=

menghilangkan pengalaman traumatik akibat peristiwa menyakitkan yang dialami anak korban trafiking. &eintegrasi 1 Merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk mengembalikan korban trafiking anak ke dalam keluarganya, sekolah, dan lingkungan sosial, secara aman tanpa dihantui oleh penderitaan, malu, pandangan negatif lingkungan, maupun pertistiwa traumatik lainnya. Tra)ikin* "erempuan G Faktor pendorong dan faktor peluang trafiking perempuan G %ampak trafiking perempuan G Penanganan trafiking perempuan Faktor pendorong dan peluang1 G Faktor ekonomi G Faktor sosial G Faktor udaya G Faktor peluang Faktor 4konomi1 G !emiskinan dan sulitnya memperoleh lapangan pekerjaanO G Pendidikan yang rendah sebagai dampak dari ketidakmampuan ekonomiO Faktor Sosial1 G Pengaruh KkeberhasilanL perempuan lain G Sikap permisif keluarga, masyarakat, dan aparat G !orban tindak kekerasan dalam keluarga G !urangnya akses informasi Faktor udaya1 G udaya patriakhi, yang menganggap anak laki-laki lebih penting dari anak perempuan G udaya KmaluL tinggal di rumah, tidak berkerja dan belum menikah G Pola hidup konsumtif G Perkawinan dini G Perkawinan kontrak, dll Faktor Peluang1 G Maraknya dunia hiburan G Pelaung KbisnisL yang menjanjikan G Mitos yang berkembang di masyarakat G Pengantin perempuan pesanan %ampak dan Masalah1 G Perekrutan G Pemalsuan dokumen G Penyekapan sebelum berangkat G Pengankutan dan perjalanan G %i tempat bekerja G Perjalanan menuju pulang G !embali ke tempat asal

6A

Masalah dalam perekrutan 1 G Pungutan liar G Penjeratan utang G Pemalsuan dokumen G Penipuan tentang jenis dan kondisi kerja G Penyesatan G "idak ada kontrak kerja G Perbaikan ekonomi, dll Masalah pemalsuan dokumen1 G Manipulasi data pengenal sebagai persyaratan administrasi G "idak memiliki pasport G "idak adanya pemasukan buat kas negara G "idak tercatat sebagai warga negara, dll Masalah penyekapan sebelum berangkat1 G "indak kekerasan dan penyekapan ilegal G Pelecehan atau kekerasan seksual G Perbudakan G Penjeratan utang G Pembatasan gerak, dll Pengangkutan dan perjalanan ke tujuan1 G !elebihan muatan G !ecelakanan dalam perjalanan G Pemerkosaan dan kekerasan fisik G erganti agen di perbatasan G Menjadi pekerja seks, dll %i tempat bekerja1 G *aji tidak dibayar G "idak mendapat hari libur G Mengalami kekerasan G Mengalami pelecehan seksual G (amil di luar nikah G Penipuan G Pemerasan G $acat akibat penganiayaan, dll Perjalanan menuju pulang1 G Pemulangan paksaBdeportasi G Pemerasan oleh oknum agen G Pungutan liar G Penipuan G 3ntimidasi meminta uang G Penukaran mata uang yang tidak sesuai G dll kembali ke tempat asal1 G Stigma negatif dari masyarakat G #ib keluargaBlingkungan G Perasaan malu G Perasaan bersalah G "erusir

6:

dll

Penanganan trafiking perempuan1 G Pencegahan, melalui kegiatan penyuluhan sosial, pementukan kelompok kerja pengawasan tarfiking perempuan, perbaikan sistem pendukung, seperti memperluas lapangan pekerjaan, dsbO G Penanganan perlindungan hukumO G Penanganan masalah psikososialO G &eunifikasi G Pemberdayan perempuan korban trafikingO

"ertemuan 1A; K./61IK TIK: Setelah selesai pertemuan ini, mahasiswa diharapkan memiliki pengalaman menganalisis masalah konflik sosial yang meliputi1 Pengertian 3ndikator Faktor penyebab Dpaya penanggulangan %an lain-lain yang berkaitan dengan masalah konflik sosial Materi : K./61IK S.SIA1 !onflik sosial merupakan fenomena sosial yang senantiasa dialami oleh masyarakat di manapun !onflik sosial termasuk kategori bencana sosial.

P47*4&"3#71 !onsep konflik berasal dari bahasa )atin dari kata KconfligereL yang berarti Ksaling memukulL Secara sosiologis, konflik dipahami sebagai proses sosial dimana dua orang atau kelompok berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. )ewis #. $oser mendefinisikan konflik sebagai perselisihan mengenai nilai-nilai atau tuntutan-tuntutan berkenaan dengan status, kuasa, dan sumber-sumber kekayaan yang persediaanya tidak mencukupi, dimana pihak-pihak yang sedang berselisih tidak hanya bermaksud untuk memperoleh barang yang diinginkan, melainkan juga memojokkan, merugikan, atau menghancurkan pihak lawan. +!0 9eeger, 1,-A, hal. 611/. Menurut Fisher dkk +6..1/1 !onflik dapat didefinisikan sebagai hubungan antar dua pihak +indi>idu atau kelompok/ atau lebih yang memiliki +atau merasa memiliki/ sasaran yang tidak sejalan 0473S #"#D "3P4 !'7F)3!

6-

)atent Manifest 4merging )atent Suatu konflik yang sifatnya tersembunyi +berakar namun tidak tampak di permukaan/ , sehingga untuk dapat menanganinya secara efektif tipe konflik ini perlu diangkat ke permukaan Manifest Suatu konflik yang berakar dalam dan sangat nyata di permukan. !onflik tipe ini dicirikan oleh aktifnya pihak-pihak yang berkonflik dalam perselisihan yang terjadi, mungkin sudah mulai bernegosiasi dan mungkin juga mencapai jalan buntu. 4merging Suatu konflik yang berakar dangkal atau bahkan tidak berakar dan muncul hanya karena kesalahpahaman mengenai sasaran. !onflik ini dapat diatasi dengan meningkatkan komunikasi. M47*#P# !'7F)3! C #da nilai +sesuatu yang berharga/ yang hendak dicapai #da pihak yang menghalangi untuk mencapai nilai tersebut 6IS032: T3.2I "3/B3#A# K./61IK "4'&3 (D D7*#7 M#S2#&#!#" "4'&3 74*'S3#S3 P&37S3P "4'&3 !4 D"D(#7 M#7DS3# "4'&3 3%47"3"#S "4'&3 !4S#)#( P#(#M#7 #7"#& D%#2# "4'&3 "&#7SF'&M#S3 !'7F)3! "4'&3 (D D7*#7 M#S2#&#!#" Penyebab !onflik Menganggap bahwa konflik disebabkan oleh polarisasi yang terus terjadi, ketidakpercayaan dan permusuhan diantara kelompok yang berbeda dalam suatu masyarakat Sasaran yang ingin dicapai1 o meningkatkan komunikasi dan saling pengertian antar kelompokkelompok yang mengalami konflik o mengusahakan toleransi agar masyarakat lebih bisa saling menerima keragaman "4'&3 74*'S3#S3 P&37S3P Penyebab !onflik1

6,

!onflik disebabkan oleh posisi yang tidak selaras, dan perbedaan pandangan tentang konflik oleh pihak yang sedang berkonflik Sasaran yang ingin dicapai1 o membantu pihak yang berkonflik untuk memisahkan perasaan pribadi dengan masalah dan isu, dan memampukan mereka untuk melakukan negosiasi berdasarkan kepentingan mereka dari pada posisi tertentu yang sudah tetap. o melancarkan proses pencapaian kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak atau semua pihak "4'&3 !4 D"D(#7 M#7DS3# Penyebab !onflik 1 !onflik disebabkan oleh kebutuhan dasar manusia +fisik, mental, dan sosial/ yang tidak terpenuhi atau dihalangi. !eamanan, identitas, pengakuan, partisipasi, dan otonomi sering menjadi inti pembicaraan. Sasaran yang ingin dicapai 1 o Membantu pihak-pihak yang berkonflik untuk mengenali dan mengupayakan bersama kebutuhan mereka yang tidak terpenuhi, dan menghasilkan pilihan-pilihan untuk memenuhi kebutuhan. o #gar pihak yang menalami konflik mencapai kesepakatan untuk meme nuhi kebutuhan dasar semua pihak

"4'&3 3%47"3"#S Penyebab konflik1 !onflik disebabkan oleh identitas yang terancam, yang sering berakar pada hilangnya sesuatu atau penderitaan di masa lalu yang tidak diselesaikan. Sasaran yang ingin dicapai 1 o melakukan lokakarya dan dialog antara pihak-pihak yang mengalami konflik o menemukan kesepakatan bersama yang mengakui kebutuhan identitas pokok semua pihak "4'&3 !4S#)#(P#(#M#7 #7"#& D%#2# Penyebab !onflik !onflik disebabkan oleh ketidak cocokan dalam cara-cara berkomunikasi antara berbagai budaya yang berbeda Sasaran yang ingin dicapai1 o Menambah pengetahuan pihak-pihak yang menalami konflik mengenai budaya pihak lain o Mengurangi stereotif negatif yang mereka miliki tentang pihak lain o Meningkatkan keefektifan komunikasi antarbudaya

?.

"4'&3 "&#7SF'&M#S3 !'7F)3! Penyebab konflik1 !onflik disebabkan oleh masalah-masalah ketidakselarasan dan ketidakadilan yang muncul sebagai masalah-masalah sosial, budaya, dan ekonomi. Sasaran yang ingin dicapai1 o Mengubah berbagai struktur dan kerangka kerja yang menyebabkan ketidak setaraan dan ketidakadilan, termasuk kesenjangan ekonomi, o Meningkatkan jalinan hubungan dan sikap jangka panjang diantara pihak-pihak yang mengalami konflik o Mengembangkan berbagai proses dan sistem untuk mempromosikan pemberdayaan, keadilan, perdamaian, pengampunan, rekonsiliasi, dan pengakuan "3/B313SAIA/ K./61IK /e*osiasi1 o #dalah suatu proses terstruktur yang digunakan oleh pihak-pihak untuk melakukan dialog tentang isu-isu, di mana masing-masing pihak memiliki pendapat yang berbedaO o %alam banyak kasus, negosiasi berlangsung tanpa keterlibatan pihak ketiga +fasilitator/O Me%iasi: o #dalah upaya yang dilakukan oleh pihak ketiga untuk membantu mengklarifikasi masalah dan mencari solusi damai, daripada berkonflikO o Mediasi diperlukan jika penyelesaian secara langsung gagal mencapai tujuan dan jalur komunikasi antara kedua belah pihak terputus Arbitrasi: #dalah kegiatan mendengarkan kesaksian dari kedua belah pihak yang terlibat konflik dan kemudian mengambil keputusan tentang siapa yang benar dan siapa yang salah dan apa yang perlu dilakukan oleh masingmasing pihak. "3P4 P4724)4S#3#7 !'7F)3!1 Pencegahan konflik Penyelesaian konflik Pengelolaan konflik &esolusi konflik "ransformasi konflik "en+e*ahan kon)lik Pencegahan konflik lebih mengacu pada strategi untuk mengatasi konflik laten +derajat kekerasan yang terjadi paling rendah/, dengan harapan dapat mencegah meningkatnya kekerasaan

?1

"enyelesaian kon)lik o Penyelesaian konflik lebih mengacu pada strategi untuk mengatasi konflik di permukaan dan konflik terbuka o ertujuan untuk mengakhiri prilaku kekerasan melalui suatu persetujuan damai "en*elolaan kon)lik o ertujuan untuk membatasi dan menghindari kekerasan dengan mendorong perubahan prilaku yang positif bagi pihak-pihak yang terlibat o Pengelolaan konflik lebih mengacu pada strategi-strategi untuk mengatasi konflik laten dan konflik di permukaan 2esolusi kon)lik )ebih mengacu pada strategi menangani konflik terbuka dengan cara menangani sebab-sebab konflik dan berusaha membangun hubungan baru serta hubungan yang bisa tahan lama diantara kelompok-kelompok yang bermusuhan Trans)ormasi kon)lik o #dalah upaya penanganan seluruh tipe konflik mulai dari konflik laten, konflik di permukaan, dan konflik terbuka. o Strategi yang paling menyeluruh dan luas meliputi penanganan sumber konflik sosial dan politik yang lebih luas dan mengubah kekuatan negatif menjadi kekuatan positif. "3/TI/4/BA "3MA0AMA/ T3.2I K./6IK Memberikan pemahaman tentang faktor penyebabBsumber konflik Memberikan pemahaman tentang pihak-pihak yang terlibat konflik Memberikan landasan teoritis dalam penanganan konflik

"32T3M A/ 11: K3K32ASA/ (A1AM 2 MA0 TA/44A 9K(2T7 TIK: Setelah selesai pertemuan ini, mahasiswa diharapkan memiliki pengalaman menganalisis masalah !%&" yang meliputi1 Pengertian 3ndikator Faktor penyebab Dpaya penanggulangan %an lain-lain yang berkaitan dengan masalah !%&" Materi : K3K32ASA/ (A1AM 2 MA0 TA/44A 9K(2T7 !%&" merupakan pelanggaran (#M dan kejahatan terhadap martabat kemanusiaan korban !%&" perlu mendapat perlindungan

?6

kasus !%&" banyak, sistem hukum belum menjamin perlindungan thd korban !%&" (ak warga negara untuk mendapatkan rasa aman dan bebas dari kekerasan

#eberapa "en*ertian: G !ekerasan dalam rumah tangga G Penghapusan !%&" G !orban !%&" G Perlindungan G Perlindungan sementara G Perintah perlindungan G )ingkup rumah tangga Kekerasan (alam 2umah Tan**a 9K(2T7: #dalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis danBatau penelantaran dalam rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga "en*hapusan K(2T: #dalah jaminan yang diberikan oleh negara untuk mencegah terjadinya !%&" menindak pelaku !%&", dan melindungi korban !%&" Korban K(2T #dalah orang yang mengalami kekerasan danBatau ancaman kekerasan dalam lingkup rumah tangga "erlin%un*an #dalah segala upaya yang ditujukan untuk memberikan rasa aman kepada korban yang dilakukan oleh fihak keluarga, ad>okat, lembaga sosial, kepolisian, kejaksaan, pengadilan, atau fihak lainnya, baik sementara maupun berdasarkan penetapan pengadilan "erlin%un*an sementara #dalah perlindungan yang langsung diberikan oleh kepolisian danBatau lembaga sosial atau fihak lain, sebelum dikeluarkannya penetapan perintah perlindungan dari pengadilan "erintah perlin%un*an #dalah penetapan yang dikeluarkan oleh pengadilan untuk memberikan perlindungan kepada korban 1in*kup rumah tan**a Meliputi 1 G Suami, istri, dan anak G 'rang yang mempunyai hubungan keluarga dan menetap dalam keluarga G 'rang yang bekerja dan menetap dalam rumah tangga tersebut

??

#S#S P47*(#PDS#7 !%&" G Penghormatan hak asasi manusia G !eadilan dan kesetaraan jender G 7on-diskriminasi G Perlindungan korban "D0D#7 P47*(#PDS#7 !%&" G Mencegah segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga G Melindungi korban kekerasan dalam rumah tangga G Menindak pelaku kekerasan dalam rumah tangga G Memelihara keutuhan rumah tangga yang harmonis dan sejahtera )#&#7*#7 !%&" Setiap orang dilarang melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap orang lain dalam lingkup rumah tangga dengan cara1 kekerasan )isik; kekerasan psikis; kekerasan seksual; %an penelantaran rumah tan**a K3K32ASA/ 6ISIK C yaitu perbuatan seseorang terhadap orang lain dalam rumah tangga yang mengakibatkan 1 rasa sakit, jatuh sakit, atau luka berat K3K32ASA/ "SIKIS: 2aitu perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya, danBatau penderitaan psikis berat pada seseorang K3K32ASA/ S3KS A1 o Pemaksaan hubungan seksual yang dilakukan terhadap orang yang menetap dalam rumah tangga o Pemaksaan hubungan seksual terhadap salah seorang dalam lingkup rumah tangga dg orang lain untuk tujuan komersialBtujuan tertentu "3/31A/TA2A/ 2 MA0 TA/44A o "idak melaksanakan kewajiban memberikan kehidupan, perawatan, atau pemeliharaan kepada orang dalam lingkup rumah tangga o Membatasi danBatau melarang untuk bekerja yang layak di dalamB di luar rumah, sehingga korban dibawah kendali orang tersebut

(#!-(#! !'& #7 !%&" Perlindungan dari pihak keluarga, kepolisian, kejaksaan, pengadilan ad>okat, lembaga sosial, atau pihak lainnya, baik sementara maupun berdasarkan perintah perlindungan dari pengadilan Pendampingan oleh pekerja sosial, dan bantuan hukum pada setiap tingkat proses pemeriksaan sesuai dg ketentuan perundangan Pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan medis

?<

kerahasiaan korban

Penanganan secara khusus berkaitan dengan Pelayanan bimbingan rohani

!48#03 #7 P4M4&37"#( ertangung jawab dalam upaya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, menyelenggarakan pelayanan +termasuk perlindungan/ terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga !48#03 #7 M#S2#&#!#" Mencegah berlangsungnya tindak pidana Memberikan perlindungan kepada korban Memberikan pertolongan darurat Membantu proses pengajuan permohonan penetapan perlindungan P4&)37%D7*#7 1E6< jam setelah menerima laporan, polisi memberikan perlindungan sementara Perlindungan sementara selama : hari Perlindungan paling lama 1 tahun dan dapat diperpanjang !epolisian menahan tersangka P4MD)3(#7 !'& #7 !orban dapat memperoleh pelayanan dari tenaga kesehatan, pekerja sosial, relawan pendamping, danBatau pembimbing rohani "enaga kesehatan memeriksa, merawat, memulihkan kesehatan korban Pekerja sosial, relawan pendamping, pembimbing rohani memberikan konseling untuk menguatkan dan memberikan rasa aman !4"47"D#7 P3%#7# !4!4&#S#7 F3S3! Penjara paling lama = thB denda paling banyak &p. 1= juta 0ika korban sakit atau luka berat, penjara paling lama 1. thB denda paling banyak &p ?. juta 0ika korban meninggal, penjara paling lama 1= thB denda paling banyak &p <= juta 0ika dilakukan suami-istri, tidak sakit, penjara < bulanB denda paling banyak &p = juta !4"47"D#7 P3%#7# !4!4&#S#7 PS3!3S Pidana penjara paling lama ? thB denda paling banyak rp. , juta 0ika dilakukan suami-istri, tidak menimbulkan sakitB mengganggu akti>itas, penjara paling lama < bulan B denda paling banyak rp. ? juta !4"47"D#7 P3%#7# !4!4&#S#7 S4!SD#)

?=

0ika dilakukan bukan suami-istri, penjara paling lama 16 thBdenda paling banyak rp. ?A juta 0ika dilakukan untuk tujuan komersil atau lainnya, penjara paling lama 1= thBdenda paling sedikit rp. 16 juta, paling banyak rp. ?.. juta 0ika menimbulkan akibat buruk, penjara paling sedkit : th, paling lama 6. thBdenda paling sedikit rp. 16 juta, paling banyak rp. =.. juta.

!4"47"D#7 P3%#7# P474)#7"#&#7 &DM#( "#7**# Pelaku penelantaran rumah tangga dipidana penjara paling lama ? tahun atau denda paling banyak rp. 1= juta P3%#7# "#M #(#7 Pembatasan gerak pelaku, baik yang bertujuan untuk menjauhkan pelaku dari korban dalam jarak dan waktu tertentu, maupun pembatasan hak-hak tertentu dari pelaku Penetapan pelaku mengikuti program konseling %#S#& (D!DM Dndang-Dndang &3 7omor 6? "ahun 6..< "entang Penghapusan !ekerasan %alam &umah "angga

"32T3M A/ 11: "3/BA1A04 /AA/ /A"DA Setelah selesai pertemuan ini, mahasiswa diharapkan memiliki pengalaman menganalisis masalah "3/BA1A04 /AA/ /A"DA yang meliputi1 Pengertian 3ndikator Faktor penyebab Dpaya penanggulangan %an lain-lain yang berkaitan dengan masalah "3/BA1A04 /AA/ /A"DA "en*ertian : 7#PM# adalah singkatan dari 7arkotika Psikotropika dan Mat #diktif lainnya 7arkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat berbahaya. Sebenarnya narkoba dipakai untuk membius pasien saat operasi, namun kini persepsi itu disalahgunakan akibat pemakaian diluar batas dosis 7#PM# +7arkotika, Psikotropika dan Mat #diktif lain/ adalah bahan B Qat B obat yang bila masuk ke dalam tubuh manusia akan mempengaruhi tubuh terutama otak B susunan saraf pusat, sehingga menyebabkan gangguan kesehatan fisik, psikis, dan fungsi

?A

sosialnya karena terjadi kebiasaan, ketagihan +adiksi/ serta ketergantungan +dependensi/ terhadap 7#PM#. 3stilah 7#PM# umumnya digunakan oleh sektor pelayanan kesehatan, yang menitikberatkan pada upaya penanggulangan dari sudut kesehatan fisik, psikis, dan sosial. 7#PM# sering disebut juga sebagai Qat psikoaktif, yaitu Qat yang bekerja pada otak, sehingga menimbulkan perubahan perilaku, perasaan, dan fikiran /arkotika1 Menurut Dndang-Dndang &3 7omor 66 tahun 1,,: tentang 7arkotika, 7arkotika 1 adalah Qat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. 7arkotika dibedakan atas ? golongan. /arkotika 4olon*an I 7arkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan, dan tidak ditujukan untuk terapi serta mempunyai potensi sangat tinggi menimbulkan ketergantungan, +$ontoh 1 heroin B putauw, kokain, ganja/. /arkotika *olon*an 2: 7arkotika yang berkhasiat pengobatan digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan +$ontoh 1 morfin, petidin/ /arkotika *olon*an 3: 7arkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan +$ontoh 1 kodein/. /arkotika yan* serin* %isalah*unakan: 'piat 1 morfin, herion +putauw/, petidin, candu, dan lain-lain. *anja atau kanabis, marihuana, hashis. !okain, yaitu serbuk kokain, pasta kokain, daun koka "sikotropika : Menurut Dndang-undang &3 7o.= tahun 1,,: tentang Psikotropika, yang dimaksud dengan Psikotropika adalah Qat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada akti>itas mental dan perilaku. Penggolongan Psikotropika1 "sikotropika 4olon*an I Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi serta mempunyai potensi amat kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. +$ontoh 1 ekstasi, shabu, )S%/. "sikotropika *olon*an 2: Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalam terapi, dan B atau tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. +$ontoh amfetamin, metilfenidat atau ritalin/. "sikotropika *olon*an 3:

?:

Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan B atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan +$ontoh 1 pentobarbital, FlunitraQepam/. "sikotropika *olon*an !: Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan B atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindrom ketergantungan +$ontoh 1 diaQepam, bromaQepam, Fenobarbital, klonaQepam, klordiaQepoEide, nitraQepam, seperti pil !, pil !oplo, &ohip, %um, M*, %eEtro/. "sikotropika yan* serin* %isalah*unakan: Psikostimulansia 1 amfetamin, ekstasi, shabu. Sedatif 5 (ipnotika +obat penenang, obat tidur/1 M*, !, %DM, Pil koplo dan lain-lain. (alusinogenika 1 3ysergic acid dyethylamide +)S%/, mushroom. Dat a%ikti) lainnya: 2ang dimaksud disini adalah bahan B Qat yang berpengaruh psikoaktif diluar yang disebut narkotika dan psikotropika, meliputi 1 , Minuman berakohol Mengandung etanol etil alkohol, yang berpengaruh menekan susunan syaraf pusat, dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari-hari dalam kebudayaan tertentu. 0ika digunakan sebagai campuran dengan narkotika atau psikotropika, memperkuat pengaruh obat B Qat itu dalam tubuh manusia A%a 3 *olon*an minuman berakohol: *olongan #1 kadar etanol 1-=R, +misalnya1 bir/ *olongan 1 kadar etanol =-6.R, +misalnya1 berbagai jenis minuman anggur/ *olongan $ 1 kadar etanol 6.-<= R, +misalnya1 8hiskey, 9odca, "!8, Manson (ouse, 0ohny 8alker, !amput./ - Inhalansia: +gas yang dihirup/ dan sol>en +Qat pelarut/ mudah menguap berupa senyawa organik, yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga, kantor dan sebagai pelumas mesin. 2ang sering disalahgunakan, antara lain 1 )em, thinner, penghapus cat kuku, bensin. - Tembakau: Pemakaian tembakau yang mengandung nikotin sangat luas di masyarakat. Pada upaya penanggulangan 7#PM# di masyarakat, pemakaian rokok dan alkohol terutama pada remaja, harus menjadi bagian dari upaya pencegahan, karena rokok dan alkohol sering menjadi pintu masuk penyalahgunaan 7#PM# lain yang lebih berbahaya. #ahan-obat-Eat yan* serin* %isalah*unakan %apat ju*a %iklasi)ikasikan seba*ai berikut: Sama sekali %ilaran* 1 7arkotika golongan 3 dan Psikotropika *olongan 3. "en**unaan %en*an resep %okter1 amfetamin, sedatif hipnotika. (iperjualbelikan se+ara bebas 1 lem, thinner, bensin dan lain-lain. A%a batas umur %alam pen**unannya 1 alkohol, rokok. "enyalah*unaan /apEa a%alah : a. Pemakaian 7apQa yang bukan untuk tujuan pengobatan atau yang digunakan tanpa

?-

mengkuti aturan atau pengawasan dokter. b. %igunakan secara berkali-kali atau terus menerus. c. Seringkali menyebabkan ketagihan atau ketergantungan baik secara fisikBjasmani maupun mental emosional. d. Menimbulkan gangguan fisik mental emosional dan fungsi sosial. #entuk "enyalah*unaan /apEa eberapa bentuk penyalahgunaan 7apQa yaitu1 1. 'ral atau melalui mulut yaitu menelan 7apQa dalam berbagai bentuknya seperti amphetamine,eEtacy dan obat-obat daftar *. 6. 3nhalansia atau dihisap, yaitu menghirup napQa langsung dalam bentuk tepung melalui hidung, berjalan melalui aliran darah menuju paru-paru, hati dan otak. $ontohnya menghirup cocain,lem dan thiner. ?. 3njeksi inter>ena atau menyuntik kedalam aliran darah, yaitu memasukan 7apQa dalam bentuk cair atau dicairkan melalui jarum suntik ke dalam darah, masuk ke paruparu, hati dan kemudian ke otak, contohO putaw, sabu dan amphetamin. <. %itaruh diluka, yaitu dengan cara menaburkan narkoba berbentuk tepung pada bagian kulit tubuh yang luka atau dibuat luka terlebih dahulu dengan benda tajam, memasuki aliran darah, kemudian ke paru-paru, hati dan ke otak, contohO )S%. =. 3nersi anal, yaitu memasukan narkoba yang berbentuk padat melalui lubang dubur +secara edik dapat dilakukan/. Pola penggunaan narkoba di 3ndonesia bersifat multi drugs atau seringkali beberapa jenis narkobaB obat dipakai sekaligus atau bergantian. Pemakaian dengan cara ini jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan penggunaan satu jenis saja. 8iri,+iri penyalah**unaan /apEa Secara medis dan hukum, penyalahguna 7#PM# harus melewati satu atau serangkaian tes darah orang yang diduga menyalahgunakannya. "etapi, sebagai orang tua dan guru, penyalahguna 7#PM# dapat dikenali dari beberapa ciri fisik, psikologis maupun perilakunya. eberapa ciri tersebut adalah sebagai berikut. 1. 6isik a. erat badan turun drastis. b. Mata cekung dan merah, muka pucat dan bibir kehitaman. c. uang air besar dan air kecil kurang lancar. d. Sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas. e. "anda berbintik merah seperti bekas gigitan nyamuk dan ada bekas luka sayatan. f. "erdapat perubahan warna kulit di tempat bekas suntikan. g. Sering batuk-pilek berkepanjangan. h. Mengeluarkan air mata yang berlebihan. i. Mengeluarkan keringat yang berlebihan. j. !epala sering nyeri, persendian ngilu. 2. 3mosi a. Sangat sensitif dan cepat bosan. b. 0ika ditegur atau dimarahi malah membangkang. c. Mudah curiga dan cemas

?,

d. 4mosinya naik turun dan tidak ragu untuk memukul atau berbicara kasar kepada orang disekitarnya, termasuk kepada anggota keluarganya. #da juga yang berusaha menyakiti diri sendiri. 3. "erilaku a. Malas dan sering melupakan tanggung jawabBtugas rutinnya. b. Menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga. c. %i rumah waktunya dihabiskan untuk menyendiri di kamar, toilet, gudang, kamar mandi, ruang-ruang yang gelap. d. 7afsu makan tidak menentu. e. "akut air, jarang mandi. f. Sering menguap. g. Sikapnya cenderung jadi manipulatif dan tiba-tiba bersikap manis jika ada maunya, misalnya untuk membeli obat. h. Sering bertemu dengan orang-orang yang tidak dikenal keluarga, pergi tanpa pamit dan pulang lewat tengah malam. i. Selalu kehabisan uang, barang-barang pribadinya pun hilang dijual. j. Suka berbohong dan gampang ingkar janji. k. Sering mencuri baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun pekerjaan. %i samping itu, kondisi fisik penyalahguna 7#PM# akan sangat mudah dikenali dalam keadaan putus obat, terutama narkotika +seperti ganja, putau dan sejenisnya/, yaitu dengan ciri-ciri1 a. #ir mata berlebihan b. anyaknya lendir dari hidung c. Pupil mata membesar d. %iare e. ulu kuduk berdiri f. Sukar tidur g. Menguap h. 0antung berdebar-debar i. 7gilu pada sendi TA/(A,TA/(A "3/BA1A04 /AA/ G Perasaan senang dan bahagia G Sering mengantuk G 7afas berat dan melemah G Pupil mata mengecil G &asa mual. G Santai. G 7apsu makan meningkat. G Pengendalian diri kurang. G Sering menguap, ngantuk. G Mata merah. G !urang konsentrasi. G %epresi. G Sukar tidurBinsomnia. G "idak mempunyai gambaran tentang ruang dan waktu. G (iperaktif.

<.

#er%asarkan e))eknya terha%ap perilaku pemakai; napEa %apat %i*olon*kan seba*ai berikut: 1. 4olon*an (epresan 9(o:ner7 #dalah jenis 7#PM# yang berfungsi mengurangi aktifitas fungsional tubuh. 0enis ini membuat pemakaiannya merasa tenang, pendiam dan bahkan membuatnya tertidur dan tidak sadarkan diri. *olongan ini termasuk opioida +morfin, heroinBputauw, kodein/, sedatif +penenang/, hipnotik +otot tidur/, dan tranSuiliQer +anti cemas/ dan lain-lain 2. 4olon*an Stimulant 9upper7 #dalah jenis 7#PM# yang dapat merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan kerja. 0enis ini membuat pemakainya menjadi aktif, segar dan bersemangat. Mat yang termasuk golongan ini adalah 1 #mfetamin +shabu, esktasi/, kafein, kokain. 3.*olon*an halusino*en #dalah jenis 7#PM# yang dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan dan pikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga seluruh perasaan dapat terganggu. *olongan ini tidak digunakan dalam terapi medis. *olongan ini termasuk 1 kanabis +ganja/, )S%, mescalin. 43JA1A " T S .#AT G Mata basah. G !epala berat. G (idung keluar ingus. G Sering menguap. G (ilang napsu makan. G )ekas marah. G *emetarBtremor. G Panik dan keringat dingin G !ejang-kejang. G &asa mual.

(AM"AK "3/BA1A04 /AA/ /A"DA (ampak )isik 7apQa dapat mengakibatkan kerusakan fisik seperti1 gagal ginjalO perlemakan hati, pengkerutan hati, kanker hatiO radang paru-paru, radang selaput paru, " $ paruO rentan terhadap berbagai penyakit hepatitis , hepatitis $, dan (39B#3%SO cacat janinO impotensiO gangguan menstruasiO pucat akibat kurang darah +anemia/O penyakit lupa ingatanBpikunO kerusakan otakO pendarahan lambungO radang pankreasO radang syarafO mudah memarO gangguan fungsi jantungO bahkan menyebabkan kematian. (ampak psikolo*is Penyalahgunaan 7apQa mengakibatkan gangguan psikologis seperti1 emosi tidak terkendaliO curiga berlebihan sampai pada tingkat waham +tidak sejalan antara pikiran dengan kenyataan/O selalu berbohongO tidak merasa amanO tidak mampu mengambil

<1

keputusan yang wajarO tidak memiliki tanggung jawabO kecemasan yang berlebihan dan depresiO ketakutan yang luar biasaO dan hilang ingatan +gila/. (ampak sosial Penyalahgunaan 7apQa menimbulkan problema sosial seperti1 hubungan dengan keluarga, guru, dan teman serta lingkungannya tergangguO mengganggu ketertiban umumO selalu menghindari kontak dengan orang lainO merasa dikucilkan atau menarik diri dari lingkungan positifO tidak peduli dengan norma dan nilai yang adaO melakukan hubungan seks secara bebasO tidak peduli dengan norma dan nilai yang adaO melakukan tindakan kekerasan, baik fisik, psikis maupun seksualO dan mencuri paya "enan*anan "enyalah*unaan /apEa: Penanganan penyalahgunaan 7apQa bisa dilakukan dengan cara1 1. Pencegahan +Pre>entif/ 6. Penanganan +!uratif/ ?. &ehabilitasi +#fter $are/ "en+e*ahan: erdasarkan sasarannya, pencegahan ada tiga bentuk1 Pencegahan Primer Pencegahan Sekunder Pencegahan "ersier "enan*anan: )ebih menekankan kepada penanganan secara medis, ketika penyalahgunaan sudah memberi dampak kepada kesehatan fisik maupun fisiologis secara keseluruhan. 2ehabilitasi Program penangan setelah korban penyalahgunaan mendapatkan penanganan secara medis maupun non medis. entuknya1 &ehabilitasi FisikBpsikis &ehabilitasi Sosial.....disini diperlukan peran Peksos

<6