Anda di halaman 1dari 23

Jaundice Patologis pada Neonatal

Kelompok A7

Kasus 10
Seorang bayi yang dilahirkan pada usia kehamilan 38 minggu secara normal pervaginam, tampak kuning setelah 12 jam dilahirkan. Bayi tampak kurang aktif, menangis lemah, dan tidak mau menyusu. Warna kuning mulai tampak di wajah pada usia 12 jam, menjalar cepat ke seluruh tubuh pada usia 24 jam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan (+) jaundice pada seluruh tubuh, TTV dalam batas normal.

Anamnesis Pencegahan

Pemeriksaan : - Fisik - Penunjang

Prognosis

Komplikasi

Seorang bayi yang dilahirkan pada usia kehamilan 38 minggu secara normal pervaginam, tampak kuning setelah 12 jam dilahirkan

Diagnosis: - WD - DD

Epidemiologi

Penatalaksa naan Patogensis

Etiologi

Gejala Klinis

Hipotesis
Bayi yang dilahirkan pada usia kehamilan 38 minggu secara normal pervaginam tampak kuning setelah 12 jam dilahirkan tersebut menderita ikterus patologis.

Anamnesis
Alloanamnesisdata-data pribadi, keluhan utama, RPD, RPS, dan RPK. Berat lahir, masa gestasi, usia dalam jam, riwayat kehamilan dan persalinan ibu dari pasien. Sejak kapan muncul warna kuning Penyakit selama kehamilan Trauma lahir

Pemeriksaan Fisik
Inspeksimengamati warna kuning pada bayi Ikterus biasanya tidak muncul sampai bilirubin mencapai 5mg/dL. Periksapembesaran hepar, trauma lahir, dan apakah bayi terlihat pucat

Pemeriksaan Penunjang
Kadar bilirubin serum berkala Darah tepi lengkap Golongan darah dan Rhesus ibu dan bayi G6PD screen Enzim hati (AST, ALT, GGT, alkali fosfatase) Uji Coombs Serologik TORCH

Diagnosis Kerja
Ikterus patologis

Diagnosis Banding
Ikterus Patologis
Terjadi pada 24 jam pertama setelah bayi dilahirkan Tidak hilang sampai lebih dari 14 hari Kadar bilirubin lebih dari 15 mg/dl

Ikterus Fisiologis
Terjadi sekitar hari ketiga atau hari keempat sesudah kelahiran Membaik pada usia 7-10 hari Kadar bilirubin kurang dari 15 mg/dl

Ikterus patologis : Inkompatibilitas ABO Inkompatibilitas Rhesus Defisiensi G6PD

Sulit dibedakan!

Etiologi
Ikterus/jaundice : karena peningkatan kadar bilirubin indirek dalam tubuh Di Indonesia terbanyak inkompatibilitas ABO dan inkompatibilitas Rhesus Namun inkompatibilitas Rhesus jarang terjadi di Indonesia

Epidemiologi
Angka kejadian ikterus terdapat pada 60% bayi cukup bulan dan 80% bayi kurang bulan. Insiden lebih tinggi pada penduduk yang tinggal di dataran tinggi Risiko pengembangan penyakit kuning neonatal signifikan lebih tinggi pada bayi laki-laki

Patogenesis

Patogenesis Inkompatibilitas ABO


Ibu golongan darah O secara alamiah mempunyai antibodi anti-A dan anti-B pada sirkulasinya. IgM anti-A dan anti-B tidak melewati plasenta IgG anti-A atau anti-Bdapat melewati plasenta Ibu golongan O mempunyai kadar IgG anti-A lebih tinggi daripada ibu golongan B dan kadar IgG anti-B lebih tinggi daripada ibu golongan A Dengan demikian, penyakit hampir selalu terjadi bila ibu golongan O

Patogenesis Inkompatibilitas Rh
Jika seorang wanita Rh D-negatif hamil dengan janin RhD-positiferitosit janin Rh D-positif melintas ke dalam sirkulasi ibu dan mensentisasi ibu untuk membentuk anti D. Anti D melewati plasenta ke janin selama melapisi eritrosit janin dengan antibodi menyebabkan destruksi sel-sel tersebut menyebabkan anemia dan ikterus.

Patogenesis Defisiensi G6PD


Fungsi enzim G6PD adalah menyediakan NADPH yang diperlukan untuk membentuk kembali glutathionberfungsi menjaga keutuhan SDM Terjadinya hemolisis karena penyakit defek membran disebabkan defisiensi enzim G6PD

Manifestasi Klinik
Ikterus Anemia Konsentrasi bilirubin > 5 mg/dl Tangis lemah Tampak kurang aktif Reflek menghisap dan menelan belum sempurna Ikterus dapat muncul pada saat lahir atau pada masa neonatal

Ikterus biasanya muncul pertama kali pada wajah

Penatalaksanaan Medikamentosa
Pemberian fenobarbitalagar proses konjugasi bisa di percepat serta mempermudah ekskresi Memberi substrat yang kurang untuk transportasi atau konjugasipemberian albumin

Penatalaksanaan Non Medikamentosa


Fototerapi : menurunkan kadar bilirubin dengan cara memfasilitasi ekskresi bilirubin tak terkonjugasi.
Jika dengan fototerapi tidak berhasil, dapat juga dilakukan transfusi pengganti atau transfuse tukarmengeluarkan darah pasien dan memasukkan darah donor

Pencegahan
Pengawasan antenatal yang baik. Penggunaan fenobarbital pada ibu 1-2 hari sebelum partus. Gizi yang baik dan seimbang Pencegahan infeksi.

Komplikasi
Kernikteruskerusakan otak akibat perlengketan bilirubin indirek pada otak Gejala klinik antara lain : bayi tidak mau menghisap, letargi, mata berputar-putar, gerakan tidak menentu (involuntary movements), kejang tonus otot meninggi, leher kaku, dan akhirnya opistotonus

Prognosis
Hiperbilirubinemia apabila ditindaklanjuti dengan cepat akan berdampak baik, tetapi akan buruk apabila sudah terjadi komplikasi.

Kesimpulan
Ikterus patologis merupakan keadaan dimana terjadi penumpukan bilirubin sehingga tubuh bayi menjadi kuning Ikterus patologis dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti inkompabilitas ABO dan Rh serta defisiensi G6PD, namun sulit dibedakan.

Hipotesis diterima