Anda di halaman 1dari 17

Jurnal Akuntansi UKRIDA, Volume 9, No.1, Januari 2009 ISSN: 1 11!

"91#

PENGARUH UKURAN PEMERINTAHAN, PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD), DAN BELANJA MODAL SEBAGAI PREDIKTOR KELEMAHAN PENGENDALIAN INTERNAL

Septian Bayu Kristanto Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Krida Wacana

Abstract Managerial Assessment report for Internal Weaknesses of Financial Statement (entity almost conducted from privat sector! especially "oyle (#$$% and Su&ramanyam (#$$% ' In t(is researc(! Internal Weaknesses )ill &e seen at pu&lic sector! as sampel from *ava+Bali ,egency+-o)n' -(e varia&les (Internal Weaknesses! .overment si/e! 0A"! and 1apital E2penditure researc(s ' Key)ords3 Internal Weaknesses! .overment Si/e! 0A"! 1apital E2penditure s(o) t(e different result from researc( (ypot(esis and ot(er

PENDAHULUAN Latar Belaka ! Masala" Pada tahun 2002 para investor pasar modal dunia dan lokal dikejutkan oleh pelanggaran pasar modal yang terjadi di Amerika Serikat, yaitu pelanggaran penyajian informasi keuangan yang menyesatkan oleh perusahaan Enron, Adelphia, dan Worldcom. asus terse!ut menim!ulkan kerugian finansial luar !iasa !agi para investor. "isamping itu, kasus terse!ut juga menim!ulkan ketidakpercayaan investor terhadap kualitas jasa audit yang dilakukan oleh auditor karena kasus terse!ut meli!atkan Andersen$. %ntuk mengem!alikan kepercayaan investor, %S SE& #Securities and E2c(ange 1ommission$ !ereaksi dengan mengeluarkan Sar&anes452ley Act of #$$# yang mengatur good governance perusahaan'perusahaan yang go pu&lic di AS untuk melindungi AP ter!esar di AS # Art(ur

$alaman (

Jurnal Akuntansi UKRIDA, Volume 9, No.1, Januari 2009 ISSN: 1 11!"91# kepentingan para investor dari praktek'praktek !isnis yang tidak sehat oleh perusahaan pu!lik. "alam Section 6$# Sar&anes452ley Act dinyatakan !ah)a direksi perusahaan harus !ertanggung ja)a! secara pri!adi terhadap pernyataan prosedur pengendalian, Pengendalian *nternal, dan jaminan atas fraud. Sedangkan dalam Section 7$7 tercantum ketentuan yang me)aji!kan direksi perusahaan untuk menyatakan tanggung ja)a! manajemen untuk menghasilkan dan memelihara kecukupan !ukti'!ukti dari struktur Pengendalian *nternal dan prosedur Pengendalian *nternal dalam setiap pelaporan keuangan. Selain itu assessment pada tiap akhir periode harus mencakup mengenai keefektifan struktur Pengendalian *nternal #lingkungan pengendalian, sistem akuntansi, dan prosedur pengendalian$ dalam pelaporan keuangan perusahaan. Peraturan ini menuntut perusahaan untuk memahami, mendokumentasi, dan menyempurnakan Pengendalian *nternal terkait pelaporan keuangan, dengan terus meningkatkan akurasi proses !isnis dan informasi transaksionalnya, serta memperkecil kemungkinan !agi perusahaan atau organisasi untuk melakukan dan menyem!unyikan fraud. +aporan tentang penilaian manajemen #managerial assessment$ atas kelemahan Pengendalian *nternal atas pelaporan keuangan entitas yang !ersangkutan memungkinkan penelitian arc(ival tentang kelemahan'kelemahan Pengendalian *nternal. "oyle et al. #200,$ menganalisis - varia!el independen yang diduga menjadi faktor'faktor yang mempengaruhi kelemahan Pengendalian *nternal, yaitu. #($ firm si/e, yang diukur dengan nilai pasar dari ekuitas/ #2$ firm age, diukur dengan angka tahun yang ada pada data &0SP/ #1$ financial (ealt(, diukur dengan rugi agregate dan pro2y untuk resiko ke!angkrutan/ #2$ financial reporting comple2ity, diukur dengan angka dari laporan tujuan khusus entitas, angka yang diperoleh dari laporan segmen, dan adanya transaksi mata uang asing/ #3$ rapid gro)t(, diukur dengan pengeluaran merger dan akuisisi serta pertum!uhan penjualan yang ekstrim/ #,$ restructuring c(arges/ dan #-$ corporate governance, diukur dengan governance score yang dikem!angkan oleh 4ro)n dan &aylor #200,$. "i lain pihak, varia!el'varia!el yang digunakan Su!ramanyam et al. #200,$ untuk menentukan faktor'faktor yang mempengaruhi kelemahan Pengendalian *nternal meliputi. #($ kompleksitas operasi perusahaan, diukur dengan menggunakan jumlah dari segmen !isnis dan operasi asing/ #2$ peru!ahan organisasi, untuk mengidentifikasikannya dipakai varia!el yang menyajikan aktivitas akuisisi dan aktivitas rekstrukturisasi/ #1$ aplikasi pengukuran resiko, diukur dengan menggunakan pertum!uhan penjualan dan persediaan/ #2$ resources constraints, diukur dengan menggunakan nilai pasar dari ekuitas, kerugian, dan pro!a!ilitas ke!angkrutan #8score ' $alaman 2

Jurnal Akuntansi UKRIDA, Volume 9, No.1, Januari 2009 ISSN: 1 11!"91# Penelitian'penelitian terse!ut dilakukan pada negara maju yakni AS, tempat perusahaan'perusahaan telah di)aji!kan untuk melakukan pengungkapan kelemahan Pengendalian *nternal perusahaan pada pelaporan keuangannya. Sedangkan di *ndonesia sendiri data empiris tentang tingkat kelemahan Pengendalian *nternal perusahaan go pu&lic masih sulit didapatkan karena pelaporan mengenai penilaian atas Pengendalian *nternal untuk perusahaan go pu&lic !elum di)aji!kan. 5eskipun demikian, 4P #4adan Pemeriksa euangan$ se!agai auditor eksternal untuk pemerintah melaporkan laporan evaluasi atas ketaatan entitas yang diaudit atas Pengendalian *nternal. Adanya SP 6 #Standar Pemeriksaan euangan 6egara$ mengharuskan 4P merencanakan, mengumpulkan !ukti yang cukup dan melaksanakan pemeriksaan agar memperoleh keyakinan yang memadai se!agai dasar untuk mem!erikan pendapat. Standar terse!ut juga mengharuskan 4P untuk mengungkapkan kelemahan dalam Pengendalian !isa *nternal atas pelaporan keuangan. "alam konteks *ndonesia, laporan evaluasi 4P kelemahan Pengendalian *nternal. Penelitian &hristy #2007$ dan 6itasari #2007$ memakai 4%5"86 yang diaudit oleh 4P se!agai sampelnya. Selain 4%5" dan 4%56, 4P juga mengaudit entitas pemerintah daerah #PE5"A$ dan lem!aga'lem!aga dalam lingkup pemerintah pusat. Penelitian tentang faktor'faktor penentu kelemahan Pengendalian *nternal, !aik pada konteks AS maupun *ndonesia, !elum !anyak yang memakai konteks entitas pemerintahan. %ntuk itu penulis tertarik untuk meneliti faktor'faktor yang mempengaruhi kelemahan Pengendalian *nternal pada pemerintahan a!upaten8 ota. %ntuk meningkatkan kompara!ilitas data, sampel yang dipilih adalah pemerintahan a!upaten8 ota se'9a)a84ali. Masala" Pe el#t#a Penelitian tentang kelemahan Pengendalian *nternal dan faktor'faktor yang mempengaruhinya, !aik dalam konteks *ndonesia maupun AS, menggunakan entitas !isnis se!agai sampelnya. 5asih jarang penelitian yang memakai entitas pemerintah se!agai sampel penelitian dengan topik terse!ut. 6amun di *ndonesia adanya hasil pemeriksaan yang diaudit 4P terhadap laporan keuangan PE5"A terdapat laporan pemeriksaan atas Pengendalian dimana didalamnya 4P mengungkapkan adanya kelemahan'kelemahan *nternal

menjadi data empiris untuk melakukan penelitian tentang faktor'faktor yang mempengaruhi

Pengendalian *nternal atas pelaporan keuangan PE5"A, sehingga melalui penelitian ini penulis ingin meneliti faktor'faktor yang mempengaruhi kelemahan Pengendalian *nternal terse!ut. $alaman 1

Jurnal Akuntansi UKRIDA, Volume 9, No.1, Januari 2009 ISSN: 1 11!"91#

T$%$a &a Pers'ala Pe el#t#a Adapun tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mem!erikan !ukti yang empiris !ah)a %kuran Pemerintahan, Pendapatan Asli "aerah #PA"$, dan 4elanja 5odal dapat menjadi prediktor kelemahan Pengendalian *nternal. "ari tujuan terse!ut dapat dirumuskan persoalan se!agai !erikut. (. *nternal: 2. 1. *nternal: TELAAH TEORITIS Kele(a"a Pe !e &al#a I ter al "alam norma pemeriksaan akuntan dise!utkan !ah)a tujuan seorang akuntan pu!lik dalam melakukan pemeriksaan umum #general assigment$ atas laporan keuangan ialah untuk menyatakan pendapat apakah posisi keuangan dan hasil'hasil usaha perusahaan telah disajikan secara layak. "alam hal ini manajemen !ertanggung ja)a! untuk menciptakan hal' hal yang mem!antu menghasilkan laporan keuangan yang tepat. +aporan keuangan yang dihasilkan manajemen harus didasarkan pada sistem Pengendalian *nternal yang kuat, yaitu melalui ke!ijakan akuntansi yang sehat, penyelenggaraan sistem perkiraan yang cukup lengkap dan efektif, adanya perlindungan aktiva perusahaan dan !erfungsinya staff pemeriksaan internal #;artadi, (<7-.(22$. Pengendalian *nternal yang telah dirancang dan disusun dengan se!aik'!aiknya tidak dapat dikatakan sepenuhnya efektif, karena ke!erhasilannya tetap tergantung dari kompentensi dan keandalan pelaksanaannya. 5eskipun Pengendalian *nternal telah diterapkan dalam suatu entitas tidak !erarti !ah)a penyele)engan dan kesalahan tidak akan terjadi. Se!a! tidak ada satupun Pengendalian *nternal yang dapat mencapai ideal, karena ada keter!atasan'keter!atasan yang tidak mungkin pengendalian itu tercapai #Santika, 2003.(<$. 5enurut 5ulyadi #(<<7$ dalam Santika #2003$, kelemahan dan keter!atasan Pengendalian *nternal antara lain . 4agaimana pengaruh Pendapatan Asli "aerah #PA"$ terhadap kelemahan Pengendalian *nternal: 4agaimana pengaruh 4elanja 5odal terhadap kelemahan Pengendalian 4agaimana pengaruh %kuran Pemerintahan terhadap kelemahan Pengendalian

$alaman 2

Jurnal Akuntansi UKRIDA, Volume 9, No.1, Januari 2009 ISSN: 1 11!"91# (. esalahan dalam pertim!angan. Seringkali manajemen dan personel lain dapat salah paham mempertim!angkan keputusan !isnis yang diam!il dalam melaksanakan tugas rutin karena tidak memadainya informasi, keter!atasan )aktu dan adanya tekanan lain. 2. =angguan. =angguan dalam Pengendalian *nternal yang telah ditetapkan dapat terjadi karena personil secara keliru memahami perintah atau mem!uat kelalaian, tidak adanya perhatian atau kelelahan. Peru!ahan !ersifat sementara atau permanen dalam personel atau dalam sistem dan prosedur dapat pula mengaki!atkan gangguan. 1. olusi. Adalah tindakan !ersama !e!erapa individu untuk tujuan kejahatan. olusi dapat mengakit!atkan rusaknya Pengendalian *nternal dan tidak terditeksinya kecurangan oleh Pengendalian *nternal yang dirancang. 2. Penga!aian oleh manajemen. 5anajemen dapat menga!aikan ke!ijakan dan prosedur yang telah ditetapkan untuk tujuan yang tidak sah, seperti keuntungan pri!adi manajer, penyajian kolusi keuangan yang !erle!ihan. 3. 4iaya la)an 5anfaat. "imana !iaya yang diperlukan untuk mengoperasikan Pengendalian *nternal mele!ihi manfaat yang diharapkan dari pengendalian terse!ut. Uk$ra Pe(er# ta"a "alam penelitiannya "oyle et al. #200,$ menggunakan nilai pasar ekuitas untuk mengukur !esar kecilnya suatu perusahaan. 6amun dalam konteks pemerintahan, !esar kecilnya ukuran suatu pemerintahan dapat dilihat dari total pendapatan yang diperoleh daerah dalam setahun. >otal pendapatan suatu daerah !ersum!er dari Pendapatan Asli "aerah #PA"$, "ana Perim!angan #"A%, "A , "4;$ dan lain'lain pendapatan daerah yang sah. Pe &a)ata Asl# Daera" (PAD) %ntuk mem!iayai !elanja daerah, pemerintah daerah memiliki sum!er pendapatan sendiri yaitu Pendapatan Asli "aerah #PA"$. 5enurut %% 6o. 11 >ahun 2002, PA" adalah salah satu pendapatan daerah yang diperoleh dengan mengelola dan memanfaatkan potensi daerahnya. PA" dapat !erupa pemungutan pajak daerah, retri!usi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain'lain PA" yang sah. PA" memiliki peranan penting dalam pem!iayaan daerah, semakin !esar PA" yang dimiliki suatu daerah semakin !esar pula kemampuan daerah untuk mencapai tujuan otonomi daerah yakni dalam hal peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat yang semakin

$alaman 3

Jurnal Akuntansi UKRIDA, Volume 9, No.1, Januari 2009 ISSN: 1 11!"91# !aik, pengem!angan kehidupan demokrasi keadilan dan pemerataan, serta pemeliharaan hu!ungan yang serasi antara pusat dan keutuhan negara kesatuan 0epu!lik *ndonesia. Bela %a M'&al 4elanja 5odal adalah pengeluaran negara yang digunakan dalam rangka pem!entukan modal atau aset tetap untuk operasional sehari'hari suatu satuan kerja atau dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. 4elanja 5odal meliputi tanah, peralatan dan mesin, gedung dan !angunan, jalan, irigasi dan jaringan, serta dalam !entuk fisik lainnya. 5enurut A!dullah dan ;alim #200,$, alokasi 4elanja 5odal yang didasarkan pada ke!utuhan memiliki arti !ah)a tidak semua satuan kerja atau unit organisasi di pemerintahan daerah melaksanakan kegiatan atau proyek pengadaan aset tetap. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing'masing satuan kerja, ada satuan kerja yang mem!erikan pelayanan pu!lik !erupa penyediaan sarana dan perasarana fisik, seperti fasilitas pendidikan #gedung sekolah, peralatan la!oratorium, mo!iler$, kesehatan #rumah sakit, peralatan kedokteran, mo!il am!ulans$, jalan raya, dan jem!atan, sementara satuan kerja lain hanya mem!erikan pelayanan jasa langsung !erupa pelayanan administrasi #catatan sipil, pem!uatan kartu identitas kependudukan$, pengamanan, pem!erdayaan, pelayanan kesehatan, dan pelayanan pendidikan. R$($sa H#)'tes#s *) Pe !ar$" Uk$ra Pe(er# ta"a ter"a&a) kele(a"a Pe !e &al#a I ter al "alam konteks entitas !isnis, perusahaan yang le!ih !esar cenderung le!ih mampu menerapkan Pengendalian *nternal yang memadai karena perusahaan terse!ut memiliki sum!er daya yang mencukupi. Selain itu manajer perusahaan !esar !ertanggung ja)a! atas pengelolaan sum!er daya yang le!ih !anyak sehingga mereka cenderung untuk memiliki komitmen yang le!ih tinggi untuk menerapkan Pengendalian *nternal yang memadai #"oyle, et al, 200,$. "alam konteks organisasi pemerintahan, pemerintahan a!upaten8 ota !esar juga cenderung memiliki sum!er daya yang le!ih !esar daripada pemerintahan a!upaten8 ota kecil yang memungkinkan mereka untuk menerapkan terti! administrasi dan pengelolaan keuangan daerah. Selain itu, tekanan politis yang dialami oleh !irokrasi pemerintahan lokal yang !esar cenderung le!ih tinggi sehingga mem!uat para !irokrat harus le!ih transparan dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan #+as)ad, et al, 2003$. Atas dasar argumen terse!ut, maka hipotesis pertama penelitian ini adalah. $alaman ,

Jurnal Akuntansi UKRIDA, Volume 9, No.1, Januari 2009 ISSN: 1 11!"91# 9:3 Ukuran 0emerinta(an Ka&upaten+Kota &erpengaru( negatif ter(adap kelema(an 0engendalian Internal' +) Pe !ar$" Pe &a)ata I ter al "alam literatur manajemen keuangan terdapat istilah !iaya keagenan arus kas !e!as #agency cost of free cas( flo)$ yang mengacu pada kecenderungan manajer perusahaan dengan likuiditas !erle!ih untuk mem!elanjakan likuiditas terse!ut secara sem!rono #merugikan perusahaan$ #9ensen, (<7,$. Penelitian'penelitian selanjutnya juga menemukan dugaan terse!ut #+ie, 2000/ 4rush, et al, 2000$. "alam konteks pemerintahan daerah, +ee dan ?er!rugge #2000$ menunjukkan !ah)a pemerintah 6egara 4agian Alaska #AS$ mem!elanjakan )indfall profit yang mereka dapatkan dari kenaikan harga minyak untuk kegiatan'kegiatan yang tidak menyentuh kepentingan rakyat !anyak. Sektor pendidikan dan kesehatan justru mendapatkan porsi le!ih kecil dari sektor lainnya yang kurang penting. "i *ndonesia, temuan serupa diperoleh A!dullah #2002$ dalam "ar)anto dan @ustikasari #200-$ yang menemukan adanya per!edaan preferensi antara eksekutif dan legislatif dalam pengalokasian jumlah PA" ke dalam !elanja sektoral. Alokasi untuk infrastruktur dan "P0" mengalami kenaikan, tapi alokasi untuk pendidikan dan kesehatan justru mengalami penurunan. A!dullah #2002$ menduga kekuasaan legislatif yang sangat !esar menye!a!kan ke)enangan atas penggunaan jumlah PA" tidak sesuai dengan preferensi pu!lik. A!dullah dan Asmara #200,$ dalam penelitiannya juga menemukan !ah)a adanya korupsi politik oleh legislatif melalui ke)enangan yang dimilikinya dalam penganggaran. ondisi ini menunjukkan !ah)a fenomena inefisiensi !elanja pada daerah yang mendapat reAeki dalam !entuk PA" yang tinggi #terutama dari hasil !umi$ diperparah dengan adanya faktor korupsi. 4erdasarkan hal terse!ut, maka hipotesis kedua dirumuskan se!agai !erikut. 9# 3 0endapatan Asli "aera( &erpengaru( positif ter(adap kelema(an 0engendalian Internal' ,) Pe !ar$" Bela %a M'&al Ter"a&a) Kele(a"a Pe !e &al#a I ter al "alam penelitiannya 5auro #(<<7$ !erpendapat !ah)a korupsi le!ih mudah dilakukan pada !elanja anggaran yang memudahkan terjadinya suap, markup dan mem!uat tindakan terse!ut tidak terdeteksi. >erkait dengan 4elanja 5odal, harian $alaman Asl# Daera" (PAD) ter"a&a) kele(a"a Pe !e &al#a

Jurnal Akuntansi UKRIDA, Volume 9, No.1, Januari 2009 ISSN: 1 11!"91# ompas dalam >uanakkota #200<.12$ merinci delapan !elas modus korupsi di daerah, antara lain ditemukan !ah)a ada pengusaha yang seringkali mempengaruhi kepala daerah atau peja!at daerah untuk mengintervensi proses pengadaan agar pengusaha terse!ut dimenangkan dalam tender atau ditunjuk langsung kemudian harga !arang8jasa dinaikkan #markup$, yang pada akhirnya selisihnya di!agi'!agikan. Selain itu ditemukan !ah)a antara pengusaha, peja!at eksekutif, dan peja!at legislatif !ersepakat untuk melakukan markdo)n atas aset PE5"A dan markup atas aset penganti dari pengusaha. Para kepala daerah juga seringkali meminta uang jasa #di!ayar dimuka$ kepada pemenang tender se!elum melakukan proyek. ondisi ini menunjukkan !ah)a 4elanja 5odal !isa menjadi o!yek korupsi politik dan korupsi administratif oleh pihak legislatif dan eksekutif. 4agi anggota "PP0, 4elanja 5odal !isa menjadi alat untuk BkampanyeB kepada konstituennya. Sedangkan !agi kepala daerah, 4elanja 5odal !erarti BkampanyeB kepada masyarakat tentang ke!erhasilan pem!angunan yang dilakukannya dan se!agai sum!er pemasukkan finansial !agi saku pri!adinya karena adanya !ayaran yang di!erikan oleh pihak lain #A!dullah, 2007$. 4erdasarkan landasan teoritis di atas, maka hipotesis ketiga dirumuskan se!agai !erikut. 96 3 Belan;a Modal &erpengaru( positif ter(adap kelema(an 0engendalian Internal' METODOLOGI PENELITIAN Je #s &a S$(ber Data 9enis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif mengenai +aporan euangan Pemerintah "aerah. Sum!er data untuk dianalisis !erasal dari data euangan PE5"A a!upaten8 ota se'9a)a84ali >ahun Anggaran sekunder !erupa +aporan

200,, yang telah diaudit 4P . P')$las# &a Sa()el Populasi dari penelitian ini adalah seluruh Pemerintah "aerah dipilih !erdasarkan kriteria tertentu. riteria yang digunakan adalah. (. Pemerintah "aerah a!upaten8 ota se'9a)a84ali yang mempu!likasikan +aporan euangannya pada >ahun Anggaran 200, dan telah diaudit oleh 4P . 2. 5emiliki informasi varia!el'varia!el yang akan diukur, serta didalamnya memuat satuan pemahaman Pengendalian *nternal termasuk laporan mengenai kepatuhan terhadap undang'undang dan Pengendalian *nternal. $alaman 7 a!upaten8 ota Se' 9a)a84ali yang diaudit oleh 4P . Sedangkan yang menjadi sampel dalam penelitian ini

Jurnal Akuntansi UKRIDA, Volume 9, No.1, Januari 2009 ISSN: 1 11!"91#

De-# #s# O)eras#' al &a Pe !$k$ra .ar#abel .ar#abel De)e &e ?aria!el dependen merupakan varia!el terikat atau varia!el tidak !e!as, varia!el ini akan dipengaruhi oleh varia!el yang lain. "alam penelitian ini yang menjadi varia!el dependennya adalah kelemahan dari Pengendalian *nternal # P*$ ' *nternal yang dilaporkan oleh auditor #4P $. .ar#abel I &e)e &e ?aria!el independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah. #($ %kuran Pemerintahan #% %0A6$/ %ntuk mengukur varia!el ini penulis menggunakan ln dari total pendapatan/ #2$ Pendapatan Asli "aerah #PA"$. ?aria!el ini diukur dari Pendapatan Asli "aerah #PA"$ di!agi total pendapatan/ dan #1$ 4elanja 5odal #5C"A+$, diukur dengan 4elanja 5odal di!agi total !elanja daerah. La !ka" A al#s#s Analisis akan dilakukan dengan menggunakan alat !antu soft)are SPSS (,.0. +angkah analisisnya adalah se!agai !erikut. ($ 5elakukan %ji Statistik "eskriptif 2$ 5elakukan %ji Asumsi ;eteroskedatisitas 1$ 5elakukan %ji Statistik dan %ji ;ipotesis a. !. c. 5elakukan %ji Signifikansi #%ji Statistik D$ %ji oefisien "eterminasi #02$ 5elakukan %ji Parameter *ndividual #%ji Statistik t$ 4erikut persamaan regresi antara varia!el dependen dengan varia!el independen yang dipakai dalam pengujian hipotesis . @ E !0 F !( UKU,A< F !2 0A" F !1 M5"A= F e "imana. @ !0 E E elemahan Pengendalian *nternal onstanta lasik untuk menghindari adanya penyimpangan dalam suatu model regresi dengan menggunakan. %ji 6ormalitas, %ji 5ultikolinearitas, dan %ji elemahan pengendalian ini dapat diukur dengan melihat jumlah item4item kelemahan Pengendalian

2$ 5enentukan level signifikansi. Penelitian ini menggunakan tingkat kepercayaan 0.<3

$alaman <

Jurnal Akuntansi UKRIDA, Volume 9, No.1, Januari 2009 ISSN: 1 11!"91# !(, !2, dan !1 E UKU,A< 0A" M5"A= e HASIL 9umlah sampel yang diperoleh !erdasarkan kriteria yang telah diajukan dapat dilihat pada ta!el di!a)ah ini. Tabel * Kr#ter#a sa()el 0a ! &#!$ aka Kr#ter#a 9umlah +aporan euangan Pemerintah "aerah a!upaten8 ota se' dan #($ ((3 J$(la" La)'ra Ke$a !a ((, oefisien regresi

E diukur dengan menggunakan ln dari total pendapatan E diukur dengan PA" di!agi total pendapatan E diukur dengan 4elanja 5odal di!agi total !elanja E Eror

9a)a84ali >ahun Anggaran 200, yang diaudit oleh 4P dipu!likasikan di )e&site 4P . >idak memuat laporan kepatuhan terhadap Pengendalian *nternal 9umlah sampel yang digunakan Sum!er. data yang diolah, 200<. 9umlah yang terdiri dari 77 a!upaten dan 2-

a!upaten8 ota yang menjadi sampel dalam peneltian ini adalah ((3 daerah ota yang terse!ar di enam Provinsi yakni 4anten,

9a)a 4arat, 9a)a >engah, 9a)a >imur, "*@, dan 4ali. Data Stat#st#k Deskt#)t#Perhitungan yang dilakukan terhadap varia!el kelemahan Pengendalian *nternal # P*$, ukuran pemerintah #% %0A6$, PA", dan 4elanja 5odal #5C"A+$, mem!erikan hasil seperti yang ditunjukkan !erikut ini. Tabel + Stat#st#k Deskr#)t#P* % %0A6 PA" 6 5inimum 5aGimum (( ( (3 (( 3 (( 3 5ean Std. "eviation ,.01 1.0-( 2-.0<1,, 3 .0<<(02

2,.(1,2 .01(-

27.(,77 .3237

.1<0<212 .0,31272

$alaman (0

Jurnal Akuntansi UKRIDA, Volume 9, No.1, Januari 2009 ISSN: 1 11!"91# 5C"A+ ((

.0(7( .22<7 3 Sum!er . data yang diolah, 200<.

.(<2,-2

.0-17,0,

Pe !$%#a As$(s# Klas#k a) U%# N'r(al#tas ;asil pengolahan dapat dilihat pada ta!el 1 se!agai !erikut. Tabel , Has#l U%# N'r(al#tas K'l('!'r'12S(#r '1 O e2Sa()le K'l('!'r'12S(#r '1 Test %nstandardiAed 0esidual 6 6ormal Parametersa 5ost EGtreme "ifferences 5ean Std. "eviation A!solute Positive 6egative ((3 .000000 2.7<<<22( .(02 .(02 '.027 (.((, .(,3 olmogorov'Smirnov nilai Asimp.

olmogorov'Smirnov H Asymp. Sig. #2'tailed$ Sum!er . data yang diolah, 200<. "ari ta!el 1 setelah dilakukan pengujian dengan uji

Sig. #2'tailed$ dari residual menunjukkan nilai yang le!ih !esar dari 0.03 #p E 0.(,3 I dari E 0.03$, hal ini !erarti !ah)a residual terdistri!usi secara normal atau dengan kata lain residual !erdistri!usi normal. b) U%# M$lt#k'l# #ear#tas %ntuk mengetahui apakah tiap varia!el Tabel 3 N#la# T'lera ce &a .I4 .ar#abel T'lera ce .I4 .<2< (.032 % %0A6 $alaman (( mengalami atau tidak mengalami multikolinearitas, maka dapat dilihat dalam ta!el 2 se!agai !erikut.

Jurnal Akuntansi UKRIDA, Volume 9, No.1, Januari 2009 ISSN: 1 11!"91# .<3(.023 PA" .<77 (.0(2 5C"A+ Sum!er. "ata yang diolah, 200<. "ari hasil perhitungan uji multikolinearitas pada ta!el 2 terlihat !ah)a nilai -olerance dari tiap varia!el le!ih !esar dari 0.(0 dan nilai ?*D le!ih kecil dari (0. jadi dapat disimpulkan !ah)a tidak ada multikolinearitas antar varia!el dalam model regresi. c) U%# Heter'ske&ast#s#tas 4erikut dapat dilihat hasil pengujian heteroskedastisitas dengan menggunakan uji koefisien korelasi spearman. Tabel 5 Has#l U%# K'relas# S)ear(a % %0A6 PA" 5C"A+ &orrelation &oefficient Sig. #('tailed$ &orrelation &oefficient Sig. #('tailed$ &orrelation &oefficient AbsUt .037 .2,7 .023 .1(3 .037 .2-(

Sig. #('tailed$ Sum!er. "ata yang diolah, 200<.

"ari ta!el 3 dengan jelas menunjukkan !ah)a tidak ada satupun varia!el independen yang signifikan secara statistik mempengaruhi varia!el dependen nilai A!solut %t #A!s%t$. ;al ini terlihat dari pro!a!ilitas signifikansinya diatas tingkat kepercayaan 3J. 9adi dapat disimpulkan model regresi tidak mengandung adanya heteroskedastisitas. Pe !$%#a H#)'tes#s "engan menggunakan alat !antu soft)are SPSS (,.0, hasil output yang diperoleh kemudian dianalisis. Adapun hasil uji regresi yang diperoleh adalah se!agai !erikut.

$alaman (2

Jurnal Akuntansi UKRIDA, Volume 9, No.1, Januari 2009 ISSN: 1 11!"91#

Tabel 6 Has#l U%# Re!res# Sta &ar .ar#abel I &e)e &e K'e-#s#e Re!res# onstanta ',2.01, 2.,07 % %0A6 '2.,30 PA" '.,,2 5C"A+ 2 Adj 0 .072 0 .12< Sig .003 D 2.273 Sum!er. "ata yang diolah, 200<. PEMBAHASAN 4erdasarkan ta!el 2 dapat dilihat !ah)a rata'rata Pendapatan Asli "aerah #PA"$ PE5"A a!upaten8 ota di pulau 9a)a dan 4ali masih sangat kecil. ;al ini menunjukkan !ah)a proporsi PA" terhadap penerimaan daerah masih sangat rendah di!anding dengan sum!er penerimaan daerah lain yang !erasal dari transfer Pemerintah Pusat yakni "ana Alokasi %mum #"A%$. Selain itu dapat diketahui pula !ah)a rata'rata 4elanja 5odal di Pulau 9a)a84ali tergolong kecil, hal ini menunjukkan !ah)a di Pulau 9a)a84ali 4elanja 5odal !ukanlah penyedot anggaran ter!esar dalam AP4". ;asil perhitungan ta!el , menunjukkan !ah)a nilai D hitung se!esar 2.273 dengan nilai pro!a!ilitas 0.003. "asar pengam!ilan keputusan dalam penelitian ini menggunakan nilai pro!a!ilitas #Sig$. arena signifikansi jauh le!ih kecil dari 0.03 maka model regresi ini dapat dipakai untuk memprediksi kelemahan Pengendalian *nternal. Atau dapat dikatakan !ah)a varia!el %kuran Pemerintahan, Pendapatan Asli "aerah #PA"$, dan 4elanja 5odal secara !ersama'sama mempengaruhi kelemahan Pengendalian *nternal. Pada ta!el , juga menunjukkan !ah)a !esarnya nilai adjusted 02 se!esar 0.072 atau 7.2J. "engan kata lain, 7.2J adanya kelemahan Pengendalian *nternal dijelaskan oleh varia!el %kuran Pemerintahan, PA", dan 4elanja 5odal. Sisanya <(.,J dijelaskan oleh varia!el lain di luar varia!el yang digunakan. Pada kolom Sig #ta!el ,$, diperoleh angka p4value varia!el %kuran Pemerintahan #% %0A6$ se!esar 0.000. Angka ini !erada di !a)ah #0.03$ dan koefisien regresi !ernilai positif se!esar 2.,07. ;al ini menandakan !ah)a %kuran Pemerintahan !erpengaruh positif $alaman (1 Er'r (<.3<2 .-21 2.101.-2< S#!/ .00( .000 .271 .7,0

Jurnal Akuntansi UKRIDA, Volume 9, No.1, Januari 2009 ISSN: 1 11!"91# signifikan terhadap kelemahan Pengendalian *nternal, artinya pemerintahan !esar yang !erpendapatan tinggi justru memiliki le!ih !anyak kelemahan Pengendalian *nternal. "engan demikian hipotesis pertama ditolak. ondisi ini tidak mendukung hasil penelitian "oyle et al. #200,$, yang menunjukkan !ah)a kelemahan Pengendalian *nternal le!ih !anyak terjadi pada entitas kecil. >idak ter!uktinya hipotesis pertama diduga dise!a!kan oleh karena per!edaan o!yek penelitian. "alam penelitiannya "oyle et al. #200,$ menggunakan entitas !isnis se!agai o!yek penelitian. Sedangkan o!yek penelitian ini adalah entitas pemerintahan. Sistem Pemerintahan di *ndonesia telah !ergeser dari sentralistik menjadi desentralistik, dimana ke)enangan diserahkan ke pemerintah daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Pemerintah daerah satu sisi memiliki ke)enangan yang le!ih !esar dalam mengelola daerahnya #termasuk pengelolaan keuangan daerah$, namun luasnya ke)enangan yang dimiliki !eserta !esarnya dana yang dikelola disisi lain dapat mengaki!atkan resiko terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan keuangan daerah oleh pihak'pihak yang tidak !ertanggung ja)a! #korupsi politik, ada unsur kepentingan pri!adi oleh petinggi'petinggi daerah$ sehingga hal ini mem!uat tingginya kelemahan Pengendalian *nternal di dalam pemerintah daerah. "iketahui nilai p4value varia!el PA" se!esar 0.271 dengan koefisien regresi se!esar '2.,30, artinya PA" !erpengaruh negatif terhadap kelemahan Pengendalian *nternal, sehingga hipotesis kedua ditolak. ;al ini menunjukkan !ah)a data PA" yang diperoleh dari +aporan euangan PE5"A a!upaten8 ota di Pulau 9a)a dan 4ali tahun anggaran 200, ondisi ini dapat tidak signifikan mempengaruhi kelemahan Pengendalian *nternal.

dise!a!kan karena sejak makin maraknya penangkapan peja!at daerah dan anggota "P0" ke pengadilan aki!at kasus korupsi terhadap dana Anggaran Pendapatan dan 4elanja "aerah #AP4"$, mem!uat PA" se!agai salah satu o!yek korupsi mendapat perhatian khusus #penga)asan$ dalam peruntukkannya dengan tujuan agar PE5"A efektif melakukan ke!ijakan demi kepentingan rakyat !anyak. ;al ini mem!uat para eksekutif dan legislatif !ekerja sesuai amanat rakyat sehingga meminimalkan lemahnya Pengendalian *nternal. Selanjutnya nilai p4value 4elanja 5odal adalah se!esar 0.7,0 dan koefisien regresi !ernilai negatif se!esar '0.,,2, artinya !ah)a varia!el 4elanja 5odal !erpengaruh negatif terhadap kelemahan Pengendalian *nternal, sehingga hipotesis ketiga ditolak. >idak ter!uktinya hipotesis ketiga dise!a!kan karena dari data yang digunakan menunjukkan !ah)a pemerintah daerah di Pengendalian *nternal. $alaman (2 a!upaten8 ota se'9a)a84ali tidak terdeteksi adanya tindak korupsi atau kolusi oleh peja!at daerah, "P0", dan pengusaha yang menim!ulkan lemahnya

Jurnal Akuntansi UKRIDA, Volume 9, No.1, Januari 2009 ISSN: 1 11!"91#

KESIMPULAN DAN IMPLIKASI Kes#()$la 4erdasarkan analisis data dan pem!ahasan yang telah penulis lakukan pada !agian se!elumnya, maka dapat diam!il kesimpulan se!agai !erikut. (. %kuran Pemerintahan, Pendapatan Asli "aerah, dan 4elanja 5odal secara !ersama'sama signifikan mempengaruhi kelemahan Pengendalian *nternal. oleh varia!el lain diluar penelitian ini. 2. Secara parsial, %kuran Pemerintahan !erpengaruh positif signifikan terhadap kelemahan Pengendalian *nternal, artinya pemerintahan yang !esar cenderung melaporkan le!ih !anyak kelemahan Pengendalian *nternal. Sedangkan varia!el PA" menunjukkan arah hu!ungan yang negatif tidak signifikan terhadap kelemahan Pengendalian *nternal. "emikian juga dengan varia!el 4elanja 5odal yang menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan terhadap kelemahan Pengendalian *nternal. I()l#kas# Te'r#t#s &a Tera)a I()l#kas# Te'r#t#s Ada !e!erapa temuan yang dihasilkan dalam penelitian ini, yang dapat digunakan se!agai dasar untuk penelitian'penelitian selanjutnya. Penelitian ini menemukan !ah)a %kuran Pemerintahan secara signifikan !erpengaruh positif terhadap kelemahan Pengendalian *nternal. ;asil penelitian ini tidak mendukung penelitian "oyle et al. #200,$ yang menemukan !ah)a kelemahan Pengendalian *nternal le!ih !anyak terjadi pada entitas kecil. 6amun penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh &hristy #2007$, yang menemukan hasil !ah)a entitas !esar cenderung melaporkan kelemahan Pengendalian *nternal le!ih !anyak di!andingkan entitas kecil. Sedangkan varia!el Pendapatan Asli "aerah dan varia!el 4elanja 5odal, ditemukan hasil !ah)a PA" dan 4elanja 5odal tidak signifikan mempengaruhi kelemahan Pengendalian *nternal. 4ahkan koefisien regresi kedua varia!el ini memiliki tanda negatif. etiga varia!el terse!ut menjelaskan kelemahan Pengendalian *nternal se!esar 7.2J, sedangkan <(.,J dijelaskan

I()l#kas# Tera)a

$alaman (3

Jurnal Akuntansi UKRIDA, Volume 9, No.1, Januari 2009 ISSN: 1 11!"91# "ari hasil penelitian ini dapat dilihat !ah)a %kuran Pemerintahan !erpengaruh positif terhadap kelemahan Pengendalian *nternal, artinya pemerintah daerah yang !esar cenderung melaporkan le!ih !anyak kelemahan Pengendalian *nternal daripada pemerintah daerah yang kecil. Penelitian ini mem!erikan implikasi kepada pemerintah pusat juga kepada masyarakat dan lem!aga'lem!aga organisasi #+S5$ untuk le!ih meningkatkan keterli!atannya melakukan penga)asan terhadap pelaksanaan ke!ijakan' ke!ijakan pemerintah daerah, terutama penga)asan terhadap pemerintah a!upaten8 ota yang !erpendapatan tinggi. Selain itu pula diharapkan agar 4P juga le!ih meningkatkan kecermatan dan ketelitiannya dalam melakukan pemeriksaan untuk menyatakan pendapatnya terhadap laporan keuangan PE5"A yang diperiksanya, khususnya pemeriksaan terhadap pemerintahan lokal yang !erpendapatan tinggi. "engan demikian dapat memacu pemerintah daerah untuk le!ih transparan dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan, sehingga hal ini dapat meminimalkan lemahnya Pengendalian *nternal. DA4TAR PUSTAKA KKKKK. ajian +ingkungan Pengendalian "alam Sistem Pengendalian *nternal. 200-. http.88))).!pkp.go.id.htm. (- 9uni 2007 KKKKK.+aporan euangan Pemerintah "aerah. 200,. http.88))).!pk.go.id A!dullah, Syukriy dan A!dul ;alim, 200,, LPengalokasian 4elanja Disik dalam Anggaran Pemerintah "aerah. Studi Empiris atas "eterminan dan onsekuensinya >erhadap 4elanja PemeliharaanB, 9urnal Akuntansi Pemerintah, ?ol. 2 6o. 2.(-'12. A!dullah, Syukriy dan 9ohn Andra Asmara, 200,, LPerilaku Cportunistik +egislatif "alam Penganggaran "aerah. 4ukti Empiris atas Aplikasi Agency >heory di Sektor Pu!likB, Simposium 6asional Akuntansi *M, Padang. 4rush, >homas ;., Philip 4romiley dan 5argaretha ;endrickG, 2000, L>he Dree &ash Dlo) ;ypothesis Dor Sales =ro)th and Dirm PerformanceB, Strategic Management *ournal, 2(. 233'2-2. &hristy, ;ossana, 2007. Analisis Faktor4faktor yang Mempengaru(i Kelema(an 0engendalian Internal3 Studi Empiris 0ada BUM<. Skripsi Program S( Dakultas Ekonomi %niversitas risten Satya Wacana #tidak dipu!likasikan$. "ar)anto, dan @ulia @ustikasari, 200-, BPengaruh Pertum!uhan Ekonomi, Pendapatan Asli "aerah, dan "ana Alokasi %mum >erhadap Pengalokasian Anggaran 4elanja 5odalB, Simposium 6asional Akuntansi M, 5akasar. $alaman (,

Jurnal Akuntansi UKRIDA, Volume 9, No.1, Januari 2009 ISSN: 1 11!"91# "oyle, 9., Weili =e dan Sarah 5c?ay, 200,. "eterminants of Weaknesses in Internal 1ontrol 5ver Financial ,eporting. 9ournal of Accounting and Economics. ))).elsevier.com. =hoAali, *mam, 2003. Aplikasi Analisis Multivariate dengan 0rogram S0SS' 4adan Pener!it %niversitas "iponegoro, Semarang. ell, W.= dan W.&. 4oynton, 200,, 5odern Auditing, 7th edition, 9ohn Wil)y N Sons, *nc, hal. 1-1'1-,. rishnan, =.?., dan =. ?isvanathan, 2003, L0eporting *nternal &ontrol "eficiencies in >he Post'Sar!anes'CGley Era. >he 0ole of Auditors and &orporate =overnanceB, htttp.88ssrn.com8a!stract,<2,7(. (< 9uni 2007. +as)ad, Da)Ai, 0ichard Disher dan Peter Cyelere, 2003, L"eterminants of ?oluntary *nternet Dinancial 0eporting 4y +ocal =overnment AuthoritiesB, ))).elsevier.com. +ee, ")ight dan 9ames A. ?er!rugge, 2000, LDree &ash Dlo) and Pu!lic =overnance. >he &ase of AlaskaB, *ournal of Applied 1orporate Finance ?ol. (1 6o. 1. 13'21 +ie, Erik, 2000, LEGcess Dunds and Agency Pro!lems. An Empirical Study of *ncremental &ash "is!ursementsB, ,evie) of Financial Studies, ?ol. (1 6o. (. 2(<'226itasari, 4enedicta, 2007. Analisis Faktor4faktor yang Mempengaru(i Kelema(an 0engendalian Internal3 Studi Empiris 0ada 0"AM . Skripsi Program S( Dakultas Ekonomi %niversitas risten Satya Wacana #tidak dipu!likasikan$. 0epu!lik *ndonesia, 2007, Peraturan Pemerintah 6o. ,0 >ahun 2007. >entang Sistem Pengendalian *ntern Pemerintah. 0epu!lik *ndonesia, 2002, %ndang'%ndang 6o. 11 >ahun 2002. >entang Perim!angan euangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah "aerah. Su!ramanyam et al, .0., 5. Cgneva dan . 0aghunandan, 200,, L*nternal &ontrol Weakness and &ost of EOuity. Evidence from SCM Section 202 "isclosuresB, http.88ssrn.com8a!stract,<2,7(. >uanakotta, >heodorus 5., 200<. Meng(itung Kerugian Keuangan <egara "alam -indak 0idana Korupsi. Salem!a Empat, 9akarta.

$alaman (-