Anda di halaman 1dari 7

Ca mammae

Insiden dan epidemiologi Karsinoma payudara pada wanita menduduki tempat nomor 2 setekah karsinoma serviks uterus. Kurva insidens-usia bergerak naik terus sejak usia 30 tahun. Kanker ini jarang sekali ditemukan pada wanita usia dibawah 20 tahun. Angka tertinggi terdapat pada usia 45- tahun. Etiologi dan faktor resiko !sia Keluarga makin lanjut" risiko makin tinggi karsinoma mammae -ibu -saudara kandung Khususnya pramenopause dan#atau bilateral $atologi displasia atau kelainan %ibrokistik tertentu $ernah karsinoma mammae sisi lain Kehamilan pertama pada usia lanjut &inar ionisasidari penelitian epidemilogi setelah ledakan bom atom atau penelitian pada orang setelah pajanan sinar rontgen" peranan sinar ionisasi sebagai %aktor penyebab pada manusia lebih jelas. Tingkat penyebaran Kanker payudara sebagian besar mulai berkembang di duktus. &etelah itu baru menembus ke parenkim. $rognosis pasien ditentukan oleh tingkat penyebaran dan potensi metastasis. 'ila tidak diobati" ketahanan hidup lima tahun adalah ( -22 )" sedangkan ketahanan hidup (0 tahun adalah (-5 ). Ketahanan hidup bergantung pada tingkat penyakit" saat mulai pengobatan" gambaran histopatologik" dan uji reseptor estrogen yang bila positi% lebih baik. Klasifikasi penyebaran TNM T *+ *is *0 tumor primer tidak dapat ditentukan karsinoma in situ dan penyakit paget pada papila tanpa teraba tumor tidak ada bukti adanya tumor primer

*( *2 *3

tumor ,2 -m tumor 2-5 -m tumor . 5 -m

*4 tumor dengan penyebaran langsung ke dinding toraks atau ke kulit dengan tanda udem" tukak atau peau d/orange N 0+ 00 0( kelenjar regional tidak dapat ditentukan tidak teraba kelenjar aksila teraba kelanjar aksila homolateral yang tidak melekat

02 teraba kelenjar aksila homolateral yang melekat satu sama lain atau melekat pada jaringan sekitarnya 03 M 1+ 10 1( tidak dapat dientukan metastasis jauh tidak ada metastasis jauh terdapat metastasis jauh termasuk ke kelenjar suprakavikuler terdapat kelenjar mamaria interna homolateral

1etastasis hematogen kanker payudara letak 3tak $leura $aru 5ati 2ejala dan tanda utama 0yeri kepala" mual-muntah" epilepsi" ataksia" paresis" perestesia 4%usi" sesak napas 'iasanya tanpa gejala Kadang tanpa gejala 1assa" ikterus obstruksi *ulang *engkorak 6ertebra 7ga 0yeri" kadang tanpa keluhan Kempaan sumsum tulang 0yeri" patah tulang

*ulang panjang

0yeri" patah tulang

Gambaran klinis dan diagnosis *anda dan gejala 8 benjolan di payudara biasanya mendorong penderita ke dokter. 'enjolan ganas yang ke-il sukar dibedakan dengan benjolan tumor jinak. *etapi kadang dapat diraba benjolan ganas yang melekat pada jaringan sekitarnya. 'ila tunor telah besar" perlekatan lebih jelas. Konsistensi kelainan ganas biasanya keras. $engeluaran -airan dari puting biasanya mengarah ke papiloma atau karsinoma intraduktal. &edangkan nyeri lebih mengarah ke %ibrokistik. Gejala dan tanda penyakit payudara 0yeri 'erubah dengan daur haid $enyebab %isiologis seperti pada tegangan pramenstruasi atau penyakit %ibrokistik

*idak tergantung daur haid

*umor jinak" tumor ganas" atau in%eksi

'enjolan di payudara 9ang keras $ermukaan li-in pada %ibroadenom atau kista $ermukaan kasar" berbenjol atau melekat pada kanker atau in%lamasi non-in%ekti% Kelainan %ibrokistik :ipoma

Kenyal :unak

$erubahan kulit 'er-awak 'enjolan kelihatan Kulit jeruk Kemerahan &angat men-urigakan karsinoma Kista" karsinoma" %obroadenoma besar ;i atas benjolan 8 kanker <tanda

*ukak -

khas= 7n%eksi <jika panas= Kanker lama <terutama orang tua=

Kelainan puting areola >etraksi 7nversi baru eksema Keluarnya -airan seperti susu jernih hijau hemoragik kehamilan atau laktasi normal <peri=menopause $elebaran duktus Kelainan %ibrokistik Karsinoma $epiloma intraduktus %ibrosis karena kanker retraksi %ibrosis karena kanker <kadang %ibrosis karena pelebaran duktus= unilateral 8 penyakit paget <tanda khas kanker=

Pemeriksaan penunjang ;engan mammogra%i dapat ditemukan benjolan yang ke-il sekalipun. *anda berupa mikrokalsi%ikasi tidak khas untuk kanker. 'ila se-ara klinis di-urigai adanya tumor dan pada mammogra%i tidak ditemukan apa-apa" pemeriksaan harus dilanjutkan dengan biopsi sebab sering karsinoma tidak tampak pada mammogram. &ebaliknya" bila mammogra%i positi% dan se-ara klinis tidak teraba tumor" pemeriksaan harus dilanjutkan dengan pungsi atau biopsi ditempat yang ditunjukkan oleh %oto tersebut. 1ammogra%i pada masa pramenopouse umumnya tidak berman%aat karena gambaran kanker di antara jaringan kelenjar kurang tampak. 7ndikasi mammogra%i (. 4valuasi benjolan yang diragukan atau perubahan samar di payudara

2. 1amma kontralateral jika <pernah= ada kanker payudara 3. 1en-ari karsinoma primer jika ada metastasis sedangkan sumbernya tidak diketahui 4. $enapisan karsinoma mammae pada risiko tinggi 5. $enapisan sebelum tindak bedah plastik atau kosmetik !ltrasonogra%i berguna terutama untuk menentukan adanya kista? kadang tampak kista sebesar (-2 -m. $emeriksaan sitologi pada sediaan yang diperoleh dari pungsi dengan jarum halus <@0A A %ine needle aspiration biopsy= dapat dipakai untuk menentukan apakah akan segera disiapkan pembedahan dengan sediaan beku atau akan dilanjutkan dengan pemeriksaan lain atau langsung akan dilakukan ekstirpasi. 5asil positi% pada pemeriksaan sitologi bukan indikasi untuk bedah radikal karena hasil positi% palsu selalu dapat terjadi" sementara hasil negati% palsu sering terjadi. Terapi 'ila bertujuan kurati%" tindakan radikal yang berkonsekuensi mutilasi harus dikerjakan demi kesembuhan. Akan tetapi" bila tindakannya paliati%" alasan nonkurati% menetukan terapi yang dipilih. Pembedahan !ntuk diagnosis histologi" biasanya dilakukan biopsi sehingga tindakan ini dapat dianggap sebagai tindakan pertama pada pembedahan mamma. ;engan sediaan beku" hasil pemeriksaan histopatologi dapat diperoleh dalam waktu (5 menit. 'ila hasil menunjukkan tumor ganas" operasi dapat dilanjutkan dengan bedah kurati%. 'edah kurati% yang mungkin dilakukan ialah mastektomi radikal" dan bedah konservati% merupakan eksisi tumor luas. *erapi kurati% dilakukan jika tumor terbatas pada payudara dan tidak ada in%iltrasi ke dinding dada dan kulit mamma" atau in%iltrasi dari kelenjar lim% ke struktur sekitarnya. &ekarang biasanya dilakukan pembedahan kurati% dengan mempertahankan payudara. 'edah konservati% ini selalu ditambah diseksi kelenjar aksila dan radioterapi pada <sisa= payudara tersebut. &yarat mutlak untuk operasi ini adalah tumor merupakan tumor ke-il dan tersedia sarana radioterapi yang khusus <megavolt= untuk penyinaran. $enyinaran diperlukan untuk men-egah kambuhnya tumor di payudara dari jaringan tumor yang tertinggal atau dari sarang tumor lain <karsinoma multisentrik=. ;engan demikian" dapat disimpulkan bahwa pada saat terakhir biasanya dilakukan bedah radikal yang dimodi%ikasi <patey=. 'ila ada kemungkinan dan tersedia sarana

penyinaran pas-abedah" dianjurkan terapi yang mempertahankan payudara" yaitu berupa lumpektomi luas" segmentomi" atau kuadrantektomi dengan diseksi kelenjar aksila" yaitu terapi kurati% dengan mempertahankan payudara. Penyulit pada mastektomi radikal (. :uas mastekstomi dan diseksi aksila 5ematom 7n%eksi luka seroma

2. Bedera sara%
-

0.interkostobrakialis mati rasa kulit" ketiak" medial lengan atas 0.torakalis longus m.serratus anterior 0. *orakodorsalis m.latisimus dorsi 0. $ektoralis m.pektoral

3. Kontraktur bahu 4. :im%udem ekstremitas atas Radioterapi >adioterapi untuk kanker payudara biasanya digunakan sebagai terapi kurati% dengan mempertahankan mamma" dan sebagai terapi tambahan atau terapi paliati%. >adioterapi paliati% dapat dilakukan dengan hasil baik untuk waktu terbatas bila tumor sudah tak mampu-angkat se-ara lokal. *umor disebut tak mampu angkat bila men-apai tingkat *4. 'iasanya seluruh payudara dan kelenjar aksila dan supraklavikula diradiasi. Akan tetapi" penyulitnya adalah pembengkakan lengan karena lim%udem akibat rusaknya kelenjar ketiak supraklavikula. Cadi" radiasi harus dipertimbangkan pada karsinoma mamma yang tak mampu angkat atau jika ada metastasis. Kemoterapi Kemoterapi merupakan terapi sistemik yang digunakan bila ada penyebaran sistemik dan sebagai terapi ajuvan. *erapi ajuva diberikan pada pasien yang pada pemeriksaan histopatologik pas-abedah mastektomi ditemukan metastasis di sebuah atau beberapa kelenjar. *ujuaannya adalah untuk menghan-urkan mikrometastasis yang biasanya terdapat pada pasien yang kelenjar aksilanya sudah mengandung metastasis. 3bat yang

diberikan adalah kombinasi siklo%os%amid" metroteksat" dan 5-%luorourasil <B1@= selama bulan pada perempuan usia pramenopause" sedangkan kepada yang pas-amenopause diberikan terapi ajuvan hormonal berupa pil anti estogen. Kemoterapi paliati% dapat diberikan kepada pasien yang telah menderita metastase sistemik. 3bat yang dipakai se-ara kombinasi" antara lain B1@ atau vinkristin dan andriamisin" atau 5 %luorourasil" adriamisin dan siklo%os%amid. Terapi hormonal 7ndikasi pemberian terapi hormonal adalah bila penyakit menjadi sistemik akibat metastasis jauh. *erapi hormonal biasanya diberikan se-ara paliati% sebelum kemoterapi karena e%ek terapinya lebih lama dan e%ek sampingnya kurang" tetapi tidak semua karsinoma mamma peka terhadap terapi hormonal. *erapi hormonal paliati% dapat dilakukan pada pasien yang pramenopouse dengan -ara ovarektomi bilateral atau dengan pemberian antiestrogen" seperti tamoksi%en. *erapi hormon diberikan sebagai ajuvan kepada pasien pas-amenopause yang ujia reseptor estrogennya positi% dan pada pemeriksaan histopatologik ditemukan kelenjar aksila yang berisi metastasis. 3bat yang dipakai adalah sediaan antiestrogen tamoksi%en? kadang menghasilkan remisi selama beberapa tahun.