Anda di halaman 1dari 32

BAHAYA ROKOK TERHADAP KESEHATAN

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, yang menjadi kebutuhan dasar derajat kesehatan masyarakat, salah satu aspeknya adalah tidak ada anggota keluarga yang merokok. Sedangkan PHBS harus menjadi kewajiban saya dan para kader kesehatan untuk mensosialisasikannya. Setiap kali menghirup asap rokok, entah sengaja atau tidak, berarti juga mengisap lebih dari 4.000 macam racun !arena itulah, merokok sama dengan memasukkan racun"racun tadi ke dalam rongga mulut dan tentunya paru"paru. #erokok mengganggu kesehatan, kenyataan ini tidak dapat kita mungkiri. Banyak penyakit telah terbukti menjadi akibat buruk merokok, baik secara langsung maupun tidak langsung. !ebiasaan merokok bukan saja merugikan si perokok, tetapi juga bagi orang di sekitarnya. Saat ini jumlah perokok, terutama perokok remaja terus bertambah, khususnya di negara" negara berkembang. !eadaan ini merupakan tantangan berat bagi upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Bahkan organisasi kesehatan sedunia $%H&' telah memberikan peringatan bahwa dalam dekade (0(0"(0)0 tembakau akan membunuh *0 juta orang per tahun, +0, di antaranya terjadi di negara"negara berkembang. #elalui resolusi tahun *-.), &rganisasi !esehatan /unia $%H&' telah menetapkan tanggal )* #ei sebagai Hari Bebas 0embakau Sedunia setiap tahun. Bahaya merokok terhadap kesehatan tubuh telah diteliti dan dibuktikan oleh banyak orang. 12ek"e2ek yang merugikan akibat merokok pun sudah diketahui dengan jelas. Banyak penelitian membuktikan bahwa kebiasaan merokok meningkatkan risiko timbulnya berbagai penyakit. Seperti penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah, kanker paru"paru, kanker rongga mulut, kanker laring, kanker ose2agus, bronkhitis, tekanan darah tinggi, impotensi, serta gangguan kehamilan dan cacat pada janin. Penelitian terbaru juga menunjukkan adanya bahaya dari secondhand-smoke, yaitu asap rokok yang terhirup oleh orang"orang bukan perokok karena berada di sekitar perokok, atau biasa disebut juga dengan perokok pasi2. ZAT KIMIA 3okok tentu tidak dapat dipisahkan dari bahan baku pembuatannya, yakni tembakau. /i 4ndonesia, tembakau ditambah cengkih dan bahan"bahan lain dicampur untuk dibuat rokok kretek. Selain kretek, tembakau juga dapat digunakan sebagai rokok linting, rokok putih, cerutu, rokok pipa, dan tembakau tanpa asap $chewing tobacco atau tembakau kunyah'. !omponen gas asap rokok adalah karbon monoksida, amoniak, asam hidrosianat, nitrogen oksida, dan 2ormaldehid. Partikelnya berupa tar, indol, nikotin, karbar5ol, dan kresol. 6at"5at ini beracun, mengiritasi, dan menimbulkan kanker $karsinogen'. NIKOTIN

6at yang paling sering dibicarakan dan diteliti orang, meracuni sara2 tubuh, meningkatkan tekanan darah, menimbulkan penyempitan pembuluh darah tepi, dan menyebabkan ketagihan dan ketergantungan pada pemakainya. !adar nikotin 4"7 mg yang diisap oleh orang dewasa setiap hari sudah bisa membuat seseorang ketagihan. /i 8merika Serikat, rokok putih yang beredar di pasaran memiliki kadar ."*0 mg nikotin per batang, sementara di 4ndonesia berkadar nikotin *+ mg per batang. TIMAH HITAM (Pb) 0imah hitam yang dihasilkan oleh sebatang rokok sebanyak 0,9 ug. Sebungkus rokok $isi (0 batang' yang habis diisap dalam satu hari akan menghasilkan *0 ug. Sementara ambang batas bahaya timah hitam yang masuk ke dalam tubuh adalah (0 ug per hari. Bisa dibayangkan, bila seorang perokok berat menghisap rata"rata ( bungkus rokok per hari, berapa banyak 5at berbahaya ini masuk ke dalam tubuh GAS KARBONMONOKSIDA (CO) !arbon #onoksida memiliki kecenderungan yang kuat untuk berikatan dengan hemoglobin dalam sel"sel darah merah. Seharusnya, hemoglobin ini berikatan dengan oksigen yang sangat penting untuk pernapasan sel"sel tubuh, tapi karena gas :& lebih kuat daripada oksigen, maka gas :& ini merebut tempatnya di sisi; hemoglobin. <adilah, hemoglobin bergandengan dengan gas :&. !adar gas :& dalam darah bukan perokok kurang dari * persen, sementara dalam darah perokok mencapai 4 = *9 persen. Berlipat"lipat TAR 0ar adalah kumpulan dari beribu"ribu bahan kimia dalam komponen padat asap rokok, dan bersi2at karsinogen. Pada saat rokok dihisap, tar masuk ke dalam rongga mulut sebagai uap padat. Setelah dingin, akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna cokelat pada permukaan gigi, saluran pernapasan, dan paru"paru. Pengendapan ini ber>ariasi antara )"40 mg per batang rokok, sementara kadar tar dalam rokok berkisar (4 = 49 mg. DAMPAK PARU-PARU #erokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan 2ungsi saluran napas dan jaringan paru" paru. Pada saluran napas besar, sel mukosa membesar $hipertro2i' dan kelenjar mucus bertambah banyak $hiperplasia'. Pada saluran napas kecil, terjadi radang ringan hingga penyempitan akibat bertambahnya sel dan penumpukan lendir. Pada jaringan paru"paru, terjadi peningkatan jumlah sel radang dan kerusakan al>eoli. 8kibat perubahan anatomi saluran napas, pada perokok akan timbul perubahan pada 2ungsi paru"paru dengan segala macam gejala klinisnya. Hal ini menjadi dasar utama terjadinya penyakit obstruksi paru menahun $PP&#'. /ikatakan merokok merupakan penyebab utama timbulnya PP&#, termasuk em2isema paru"paru, bronkitis kronis, dan asma. Hubungan antara merokok dan kanker paru"paru telah diteliti dalam 4"9 dekade terakhir ini. /idapatkan hubungan erat antara kebiasaan merokok, terutama sigaret, dengan timbulnya kanker paru"paru. Bahkan ada yang secara tegas menyatakan bahwa rokok sebagai penyebab utama terjadinya kanker paru"paru.

Partikel asap rokok, seperti ben5opiren, diben5opiren, dan uretan, dikenal sebagai bahan karsinogen. <uga tar berhubungan dengan risiko terjadinya kanker. /ibandingkan dengan bukan perokok, kemungkinan timbul kanker paru"paru pada perokok mencapai *0")0 kali lebih sering. DAMPAK TERHADAP JANTUNG Banyak penelitian telah membuktikan adanya hubungan merokok dengan penyakit jantung koroner $P<!'. /ari ** juta kematian per tahun di negara industri maju, %H& melaporkan lebih dari setengah $7 juta' disebabkan gangguan sirkulasi darah, di mana (,9 juta adalah penyakit jantung koroner dan *,9 juta adalah stroke. Sur>ei /epkes 34 tahun *-.7 dan *--(, mendapatkan peningkatan kematian akibat penyakit jantung dari -,+ persen $peringkat ketiga' menjadi *7 persen $peringkat pertama'. #erokok menjadi 2aktor utama penyebab penyakit pembuluh darah jantung tersebut. Bukan hanya menyebabkan penyakit jantung koroner, merokok juga berakibat buruk bagi pembuluh darah otak dan peri2er. 8sap yang diembuskan para perokok dapat dibagi atas asap utama $main stream smoke' dan asap samping $side stream smoke'. 8sap utama merupakan asap tembakau yang dihirup langsung oleh perokok, sedangkan asap samping merupakan asap tembakau yang disebarkan ke udara bebas, yang akan dihirup oleh orang lain atau perokok pasi2. 0elah ditemukan 4.000 jenis bahan kimia dalam rokok, dengan 40 jenis di antaranya bersi2at karsinogenik $dapat menyebabkan kanker', di mana bahan racun ini lebih banyak didapatkan pada asap samping, misalnya karbon monoksida $:&' 9 kali lipat lebih banyak ditemukan pada asap samping daripada asap utama, ben5opiren ) kali, dan amoniak 90 kali. Bahan" bahan ini dapat bertahan sampai beberapa jam lamanya dalam ruang setelah rokok berhenti. ?mumnya 2okus penelitian ditujukan pada peranan nikotin dan :&. !edua bahan ini, selain meningkatkan kebutuhan oksigen, juga mengganggu suplai oksigen ke otot jantung $miokard' sehingga merugikan kerja miokard. @ikotin mengganggu sistem sara2 simpatis dengan akibat meningkatnya kebutuhan oksigen miokard. Selain menyebabkan ketagihan merokok, nikotin juga merangsang pelepasan adrenalin, meningkatkan 2rekuensi denyut jantung, tekanan darah, kebutuhan oksigen jantung, serta menyebabkan gangguan irama jantung. @ikotin juga mengganggu kerja sara2, otak, dan banyak bagian tubuh lainnya. @ikotin mengakti2kan trombosit dengan akibat timbulnya adhesi trombosit $penggumpalan' ke dinding pembuluh darah. !arbon monoksida menimbulkan desaturasi hemoglobin, menurunkan langsung persediaan oksigen untuk jaringan seluruh tubuh termasuk miokard. :& menggantikan tempat oksigen di hemoglobin, mengganggu pelepasan oksigen, dan mempercepat aterosklerosis $pengapuranApenebalan dinding pembuluh darah'. /engan demikian, :& menurunkan kapasitas latihan 2isik, meningkatkan >iskositas darah, sehingga mempermudah penggumpalan darah. @ikotin, :&, dan bahan"bahan lain dalam asap rokok terbukti merusak endotel $dinding dalam pembuluh darah', dan mempermudah timbulnya penggumpalan darah. /i samping itu, asap rokok mempengaruhi pro2il lemak. /ibandingkan dengan bukan perokok, kadar

kolesterol total, kolesterol B/B, dan trigliserida darah perokok lebih tinggi, sedangkan kolesterol H/B lebih rendah. PENYAKIT JANTUNG KORONER #erokok terbukti merupakan 2aktor risiko terbesar untuk mati mendadak. 3isiko terjadinya penyakit jantung koroner meningkat ("4 kali pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok. 3isiko ini meningkat dengan bertambahnya usia dan jumlah rokok yang diisap. Penelitian menunjukkan bahwa 2aktor risiko merokok bekerja sinergis dengan 2aktor"2aktor lain, seperti hipertensi, kadar lemak atau gula darah yang tinggi, terhadap tercetusnya P<!. Perlu diketahui bahwa risiko kematian akibat penyakit jantung koroner berkurang dengan 90 persen pada tahun pertama sesudah rokok dihentikan. 8kibat penggumpalan $trombosis' dan pengapuran $aterosklerosis' dinding pembuluh darah, merokok jelas akan merusak pembuluh darah peri2er. PP/P yang melibatkan pembuluh darah arteri dan >ena di tungkai bawah atau tangan sering ditemukan pada dewasa muda perokok berat, sering akan berakhir dengan amputasi. PENYAKIT (STROKE) Penyumbatan pembuluh darah otak yang bersi2at mendadak atau stroke banyak dikaitkan dengan merokok. 3isiko stroke dan risiko kematian lebih tinggi pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok. /alam penelitian yang dilakukan di 8merika Serikat dan 4nggris, didapatkan kebiasaan merokok memperbesar kemungkinan timbulnya 84/S pada pengidap H4C. Pada kelompok perokok, 84/S timbul rata"rata dalam .,*+ bulan, sedangkan pada kelompok bukan perokok timbul setelah *4,9 bulan. Penurunan kekebalan tubuh pada perokok menjadi pencetus lebih mudahnya terkena 84/S sehingga berhenti merokok penting sekali dalam langkah pertahanan melawan 84/S. !ini makin banyak diteliti dan dilaporkan pengaruh buruk merokok pada ibu hamil, impotensi, menurunnya kekebalan indi>idu, termasuk pada pengidap >irus hepatitis, kanker saluran cerna, dan lain"lain. /ari sudut ekonomi kesehatan, dampak penyakit yang timbul akibat merokok jelas akan menambah biaya yang dikeluarkan, baik bagi indi>idu, keluarga, perusahaan, bahkan negara. Penyakit"penyakit yang timbul akibat merokok mempengaruhi penyediaan tenaga kerja, terutama tenaga terampil atau tenaga eksekuti2, dengan kematian mendadak atau kelumpuhan yang timbul jelas menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan. Penurunan produkti>itas tenaga kerja menimbulkan penurunan pendapatan perusahaan, juga beban ekonomi yang tidak sedikit bagi indi>idu dan keluarga. Pengeluaran untuk biaya kesehatan meningkat, bagi keluarga, perusahaan, maupun pemerintah. GANGGU KESEHATAN JIWA

#erokok berkaitan erat dengan disabilitas dan penurunan kualitas hidup. /alam sebuah penelitian di <erman sejak tahun *--+"*--- yang melibatkan 4.*.* responden, disimpulkan bahwa responden yang memilki ketergantungan nikotin memiliki kualitas hidup yang lebih buruk, dan hampir 90, dari responden perokok memiliki setidaknya satu jenis gangguan kejiwaan. Selain itu diketahui pula bahwa pasien gangguan jiwa cenderung lebih sering menjadi perokok, yaitu pada 90, penderita gangguan jiwa, +0, pasien maniakal yang berobat rawat jalan dan -0, dari pasien"pasien ski5ro2en yang berobat jalan. Berdasaran penelitian dari :8S8 $:olumbian ?ni>ersityDs @ational :enter &n 8ddiction and Substance 8buse', remaja perokok memiliki risiko dua kali lipat mengalami gejala"gejala depresi dibandingkan remaja yang tidak merokok. Para perokok akti2 pun tampaknya lebih sering mengalami serangan panik dari pada mereka yang tidak merokok Banyak penelitian yang membuktikan bahwa merokok dan depresi merupakan suatu hubungan yang saling berkaitan. /epresi menyebabkan seseorang merokok dan para perokok biasanya memiliki gejala"gejala depresi dan kecemasan $ansietas'. Sebagian besar penderita depresi mengaku pernah merokok di dalam hidupnya. 3iwayat adanya depresi pun berkaitan dengan ada tidaknya gejala putus obat $ withdrawal' terhadap nikotin saat seseorang memutuskan berhenti merokok. Sebanyak +9, penderita depresi yang mencoba berhenti merokok mengalami gejala putus obat tersebut. Hal ini tentunya berkaitan dengan meningkatnya angka kegagalan usaha berhenti merokok dan relaps pada penderita depresi. Selain itu, gejala putus 5at nikotin mirip dengan gejala depresi. @amun, dilaporkan bahwa gejala putus obat yang dialami oleh pasien depresi lebih bersi2at gejala 2isik misalnya berkurangnya konsentrasi, gangguan tidur, rasa lelah dan peningkatan berat badan'. @ikotin sebagai obat gangguan kejiwaan #erokok sebagai salah satu bentuk terapi untuk gangguan kejiwaan masih menjadi perdebatan yang kontro>ersial. Eangguan kejiwaan dapat menyebabkan seseorang untuk merokok dan merokok dapat menyebabkan gangguan kejiwaan, walau jumlahnya sangat sedikit, sekitar +0, perokok tidak memiliki gejala gangguan jiwa. Secara umum merokok dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi, menekan rasa lapar, menekan kecemasan, dan depresi. /alam beberapa penelitian nikotin terbukti e2ekti2 untuk pengobatan depresi. Pada dasarnya nikotin memberikan peluang yang menjanjikan untuk digunakan sebagai obat psikoakti2. @amun nikotin memiliki terapheutic indeF yang sangat sempit, sehingga rentang antara dosis yang tepat untuk terapi dan dosis yang bersi2at toksis sangatlah sempit. Sehingga dipikirkan suatu bentuk pemberian nikotin tidak dalam bentuk murni tetapi dalam bentuk analognya. @amun, kerangka pemikiran pemberian nikotin sebagai obat tidaklah dalam bentuk kebiasaan merokok. Seperti halnya mor2in yang digunakan sebagai obat analgesik kuat $penahan rasa sakit', pemberiannya harus dalam pengawasan dokter. Eawatnya, saat ini nikotin bisa didapatkan dengan bebas dan mudah dalam sebatang rokok, hal ini perlu diwaspadai karena kebiasaan merokok tidak lantas menjadi sebuah pembenaran untuk pengobatan gejala gangguan kejiwaan. SISTIM REPRODUKSI

Studi tentang rokok dan reproduksi yang dilakukan sepanjang ( dekade itu berkesimpulan bahwa merokok dapat menyebabkan rusaknya sistim reproduksi seseorang mulai dari masa pubertas sampai usia dewasa Pada penelitian yang dilakukan /r. Sinead <ones, direktur 0he British #edical 8ssosiationGs 0obacco :ontrol 3esource :entre, ditemukan bahwa wanita yang merokok memiliki kemungkinan relati2 lebih kecil untuk mendapatkan keturunan. pria akan mengalami ( kali resiko terjadi in2ertil $tidak subur' serta mengalami resiko kerusakan /@8 pada sel spermanya. Sedangkan hasil penelitian pada wanita hamil terjadi peningkatan insiden keguguran. Penelitian tersebut mengatakan dari )000 sampai 9000 kejadian keguguran per tahun di 4nggris, berhubungan erat dengan merokok. *(0.000 pria di 4nggris yang berusia antara )0 sampai90 tahun mengalami impotensi akibat merokok. Bebih buruk lagi, rokok berimplikasi terhadap *(00 kasus kanker rahim per tahunnya. WANITA MEROKOK, MENOPAUSE DINI Perempuan yang merokok sangat mungkin untuk mulai memasuki masa menopause sebelum usia 49 tahun dan juga membuat mereka menghadapi resiko osteoporosis dan serangan jantung, demikian laporan beberapa peneliti @orwegia. /i antara sebanyak (.*() perempuan yang berusia 9- sampai 70 tahun, mereka yang saat ini merokok, 9-, lebih mungkin mengalami menopause dini dibandingkan dengan perempuan yang tidak merokok,; kata /r. 0hea H. #ikkelsen dari ?ni>ersity o2 &slo dan rekannya. Bagi perokok paling berat, resiko menopause dini hampir dua kali lipat. @amun, perempuan yang dulunya merokok, tapi berhenti setidaknya *0 tahun sebelum menopause, pada dasarnya kurang mungkin untuk berhenti menstruasi dibandingkan dengan perokok sebelum usia 49 tahun. 8da bukti bahwa merokok belakangan dalam kehidupan membuat seorang perempuan lebih mungkin untuk mengalami menopause dini, sedangkan perokok yang berhenti sebelum berusia setengah baya mungkin tak terpengaruh, kata #ikkelsen dan timnya di dalam jurnal &nline, B#: Public Health. #ereka meneliti hubungan lebih lanjut dan menetapkan apakah menjadi perokok pasi2 juga mungkin mempengaruhi waktu menopause. Para peneliti tersebut mendapati bahwa hampir *0, perempuan memasuki menopause sebelum usia 49 tahun. KEBIJAKAN PEMERINTAH #enurut #enkessos, pertumbuhan yang sangat cepat ini membuat 4ndonesia diperkirakan akan mencapai rekor, terutama dengan berbagai masalah kesehatan yang cukup berat, di antaranya berkaitan dengan rokok. Sementara itu diakui #enkessos, larangan membatasi akti>itas merokok di tempat umum masih belum bisa dilakukan lebih tegas.

#eski PP nomor .*A*--- yang diperbarui dengan PP ).A(000 tentang Pengamanan 3okok bagi !esehatan sudah diberlakukan, tetapi diakui pula, law en2orcement"nya belum ada sehingga belum memiliki kekuatan. detikcom0ingginya target penerimaan negara dari cukai rokok yang mencapai 3p *+ triliun pada anggaran (00* dinilai telah menyebabkan pemerintah tidak konsisten menegakkan PP @o.).A(000 tentang pengamanan rokok bagi kesehatan. !omisi C44 /P3 mendesak untuk mengatur masalah rokok itu dibuat dalam bentuk ??, sehingga masyarakat akan mempunyai posisi tawar yang cukup kuat. /isamping itu, /P3 akan dapat melakukan pengawasan yang ketat terhadap pemerintah maupun industri rokok. Badan Pengawasan &bat dan #akanan $BP&#' akan menindak tegas perusahaan rokok yang menayangkan iklan rokok di media elektronik di bawah pukul (*I)0 waktu setempat. Bila teguran ini tidak diindahkan, BP&# akan melakukan upaya hukum sesuai dengan peraturan perundang"undangan yang berlaku,; tegasnya. 4klan rokok yang melanggar ketentuan PP @o..* tahun *--- tentang Pengamanan 3okok Bagi !esehatan dan PP @o.). tahun (000 tentang Perubahan 8tas PP no .* tahun *--- akan dikenakan pidana penjara paling lama lima tahun dan atau pidana denda paling banyak 3p*00 juta. Penerimaan cukai rokok pada tahun (000 mencapai 3p *0,(+ triliun, sedangkan belanja kesehatan akibat merokok sesuai data dari /itjen P&# /epkes pada tahun yang sama mencapai 3p ** triliun.

@83!&04!8

BAHAYA NARKOBA BAGI REMAJA


Posted by 5aldy munir <anuari **, (00- *( !omentar File U! e" 8rtikel, Berita, Budaya, Hokus !ajian, 4n2o, 4n2ormasi, &pini Ole# $ Z%l & M'!i"
NARKOBA atau NAPZA adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang pikiran! perasaan dan perilaku" serta dapat menimbulkan ketergantungan #isik dan psikologi$ %ang termasuk dalam NAPZA! yaitu Narkotika! Psikotropika dan Zat Adikti# lainnya$ &asalah pen'egahan penyalahgunaan NAPZA bukanlah menjadi tugas dari sekelompok orang saja! melainkan menjadi tugas kita bersama$ (paya pen'egahan penyalahgunaan NAPZA yang dilakukan sejak dini sangatlah baik! tentunya dengan pengetahuan yang 'ukup tentang penanggulangan tersebut$ Peran orang tua dalam keluarga dan juga peran pendidik di sekolah sangatlah besar bagi pen'egahan penaggulangan terhadap NAPZA$ Narkotika menurut (( R) No ** / +,,-! Narkotika! yaitu zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran! hilangnya rasa! mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri! dan dapat menimbulkan ketergantungan$

PENYEBABNYA SANGATLAH KOMPLEKS AKIBAT INTERAKSI BERBAGAI FAKTOR 1. Faktor individual Kebanyakan dimulai pada saat remaja! sebab pada remaja sedang mengalami perubahan biologi! psikologi maupun sosial yang pesat$ .iri/'iri remaja yang mempunyai resiko lebih besar menggunakan NAPZA! seperti kurang per'aya diri! mudah ke'ewa! agresi#! murung! pemalu! pendiam dan sebagainya$ . Faktor Lin!kun!an 0aktor lingkungan meliputi #aktor keluarga dan lingkungan pergaulan kurang baik sekitar rumah! sekolah! teman sebaya! maupun masyarakat! seperti komunikasi orang tua dan anak kurang baik! orang tua yang ber'erai! kawin lagi! orang tua terlampau sibuk! a'uh! orang tua otoriter dan sebagainya$ 0aktor/#aktor tersebut di atas memang tidak selalu membuat seseorang kelak menjadi penyalahguna NAPZA$ Akan tetapi! makin banyak #aktor/#aktor di atas! semakin besar kemungkinan seseorang menjadi penyalahguna NAPZA$ GE"ALA KLINIS PENYALAHG#NAAN NAP$A 1. P%ru&a'an Fi(ik Pada saat menggunakan NAPZA 1 jalan sempoyongan! bi'ara pelo 'adel"! apatis a'uh tak a'uh"! mengantuk! agresi#$ Bila terjadi kelebihan dosis O2erdosis" 1 na#as sesak! denyut jantung dan nadi lambat! kulit teraba dingin! bahkan meninggal$ 3aat sedang ketagihan 3akau" 1 mata merah! hidung berair! menguap terus! diare! rasa sakit seluruh tubuh! malas mandi! kejang! kesadaran menurun$ Pengaruh jangka panjang 1 penampilan tidak sehat! tidak perduli terhadap kesehatan dan kebersihan! gigi keropos! bekas suntikan pada lengan$ . P%ru&a'an (ika) dan )%rilaku Prestasi di sekolah menurun! tidak mengerjakan tugas sekolah! sering membolos! pemalas! kurang bertanggung jawab$ Pola tidur berubah! bergadang! sulit dibangunkan pagi hari! mengantuk di kelas atau tempat kerja$ 3ering berpergian sampai larut malam! terkadang tidak pulang tanpa ijin$ 3ering mengurung diri! berlama/lama di kamar mandi! menghidar bertemu dengan anggota keluarga yang lain$ 3ering mendapat telpon dan didatangi orang yang tidak dikenal oleh anggota keluarga yang lain$ 3ering berbohong! minta banyak uang dengan berbagai alasan! tapi tidak jelas penggunaannya! mengambil dan menjual barang berharga milik sendiri atau keluarga! men'uri! terlibat kekerasan dan sering berurusan dengan polisi$ 3ering bersikap emosional! mudah tersinggung! pemarah! kasar! bermusuhan! pen'urigaan! tertutup dan penuh rahasia$ #PAYA PEN*EGAHAN PENYALAHG#NAAN NAP$A (paya pen'egahan meliputi 4 hal 1 mengenali remaja resiko tinggi penyalahgunaan NAPZA dan melakukan inter2ensi$ (paya ini terutama dilakukan untuk mengenali remaja yang mempunyai resiko tinggi untuk menyalahgunakan NAPZA! setelah itu melakukan inter2ensi terhadap mereka agar tidak menggunakan NAPZA$ (paya pen'egahan ini dilakukan sejak

anak berusia dini! agar #aktor yang dapat menghabat proses tumbuh kembang anak dapat diatasi dengan baik$ Komunikasi dua arah! bersikap terbuka dan jujur! mendengarkan dan menghormati pendapat anak$ &emperkuat kehidupan beragama$ %ang diutamakan bukan hanya ritual keagamaan! melainkan memperkuat nilai moral yang terkandung dalam agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari/hari$ Orang tua memahami masalah penyalahgunaan NAPZA agar dapat berdiskusi dengan anak$555

NARKOBA
A( Pe!)e"*i%! N%"+,b% 4stilah narkoba; adalah kependekan dari narkotik; dan obat"obatan berbahaya. @amun sekarang narkoba umumnya diartikan untuk meliputi narkotik, psikotropika dan alkohol. Pihak pemerintah cenderung lebih senang dengan istilah @8P68. #enurut #u5ayyanah $(00.' adalah singkatan dari @arkotika, Psikotropika, dan 5at aditi2 lainnya yang memberikan rasa ketergantungan terhadap pemakaina. !etiga golongan tersebut dapat mempengaruhi cara kerja pikiran, perasaan, dan kehendak manusia. Pemakai narkoba secara 2isik mereka sehat namun ada gangguan secara mental atau kejiwaan. Berdasarkan cara kerjanya dibagi dalam tiga jenis I -( De."e//%!* #enekan kerja otak. 0ermasuk di dalamnya pil penenang, alkohol, inhalen, heroin, minyak heroin, mor2in. Pemakaian dalam jangka lama memberikan e2ek kekurangan daya ingat, gangguan pancreas, cirrhosis $pengerasan' pada li>er, darah tinggi, melemahna daya kerja jantung, kerusakan janin, kerusakan paru"paru, kerusakan sel sperma, impotensia, kerusakan otak. Jang paling menonjol karena pemakaian ini mata menjadi sayu, mudah mengantuk, pucat, cadel. gatal hidung, pendiam, mata berair, badan kurus, mual"mual, pemarah, tempramental, pandai berbohong, >ertigo, kelumpuhan, bahkan kematian. 0( S*i1'l%!* #erangsang kerja otak. 0ermasuk didalamnya Iekstasi, kokain, shabu. @ama aslinya methamphetamine. Berbentuk kristal seperti gula atau bumbu penyedap masakan. /ampak dalam pemakainya adalah serangan jantung, stroke, gangguan pusat perna2asan, depresi, paranoid, gangguan organ perna2asan, kegelisahan, imsomnia, kehilangan gairah seksual, berat badan turun drastis. Sebagaimanapun keinginan bagi pemakai biasanya jenis ini memberikan e2ek menjadi bersemangat, paranoid, gelisah, tak bisa diam, tidak na2su makan, gangguan pola tidur, sulit ber2ikir dan berkonsentrasi, sehingga kesehatan secara umum terganggu. Penggunaan jangka panjang memberikan e2ek kerusakan organ tubuh berupa I kerusakan syara2 otak, gangguan li>er, tulang dan gigi keropos, paranoid dan kerusakan syara2 mata. 2( H%l'/i!,)e!

<enis ini memberikan e2ek otak berhalusinasi. 0ermasuk didalamnya I ganja, hasish $ganja cair', BS/, magic mushroom. Penggunaan jenis ini bere2ek lemas dan ingin tidur terus, gelisah, perasaan gembira dan selalu tertawa untuk hal yang tidak lucu, na2su makan bertambah, disorientasi ruang, penggunaan jangka panjang gangguan memori otak $pelupa', sulit ber2ikir dan konsentrasi, suka bengong. Penggunaan jenis ini berdampak kerusakan pada organ tubuh berupa hilang daya ingat, konsentrasi, kemampuan belajar, menurunnya gairah seksual, gangguan siklus haid, meningkatkan resiko kanker, munculnya gangguan jiwa yang menetap.

B( Je!i/-Je!i/ N%"+,b% Berikut ini adalah jenis narkoba yang cukup populerI -( O.i'1 &pium adalah getah berwarna putih seperti susu yang keluar dari kotak biji tanaman papaver samni vervum yang belum masak. <ika buah candu yang bulat telur itu kena torehan, getah tersebut jika ditampung dan kemudian dijemur akan menjadi opium mentah. :ara modern untuk memprosesnya sekarang adalah dengan jalan mengolah jeraminya seeara besar"besaran, kemudian dari jerami candu yang matang setelah diproses akan menghasilkan alkolida dalam bentuk cairan, padat dan bubuk. /i sekitar abad keempat sebelum masehi diketahui tanaman ini tumbuh subur di kawasan #editerania. Selanjutnya, tanaman candu atau poppy dibudidayakan orang 8sia seperti 82ganistan, :ina, 4ndia, !awasan Segitiga 1mas, Pakistan, 0urki, di 8merika $#eksiko' dan 1ropa $Hungaria' . :iri"ciri tanaman papaver semniverum adalah sebagai berikutK tingginya +0"**0 cm, daunnya hijau lebar berkeluk"keluk. Panjangnya *0"(9 cm, tangkainya besar berdiri menjulang ke atas keluar dari rumpun pohonnya, berbunga $merah, putih, ungu' dan buahnya berbentuk bulat telur. /ari buahnya itu diperoleh getah yang berwarna putih kemudian membeku, getah yang tadinya berwarna putih setelah mengering berganti warnanya menjadi hitam cokelat, getah itu dikumpulkan lalu diolah menjadi candu mentah atau candu kasar.

/alam perkembangan selanjutnya opium dibagi kepada I *. &pium mentah, yaitu getah yang membeku sendiri, diperoleh dari dua tanaman papaver somni verum yang hanya mengalami pengolahan sekadar untuk pembungkusan dari pengangkutan tanpa memerhatikan kadar mor2innya.

(. &pium masak adalahI a. :andu, yakni yang diperoleh dari opium mentah melalui suatu rentetan pengolahan khususnya dengan pelarutan, pemanasan dan peragian, atau tanpa

penambahan bahanbahan lain, dengan maksud mengubahnya menjadi suatu ekstrak yang cocok untuk pemadatan. b. c. <icing, yakni sisa"sisa dari candu yang telah diisap, tanpa memerhatikan apakah candu itu dicampur dengan daun atau bahan lain. <icingko, yakni hasil yang diperoleh dari pengolahan jicing.

). &pium &bat adalah opium mentah yang tidak mengalami pengolahan sehingga sesuai untuk pengobatan baik dalam bubuk atau dicampur dengan 5at"5at netral sesuai dengan syarat 2armakologi.

0(M,".#i! Perkataan LmorphinL itu berasal dari bahasa Junani LMorpheusL yang artinya dewa mimpi yang dipuja"puja. @ama ini cocok dengan pecandu morphin, karena merasa play di awang" awang. #orpin adalah jenis narkotika yang bahan bakunya berasal dari candu atau opium. Sekitar 4"(* , morpin dapat dihasilkan dari opium. #orpin adalah prototipe analgetik yang kuat, tidak berbau, rasanya pahit, berbentuk kristal putih, dan warnanya makin lama berubah menjadi kecokelat"cokelatan. 8da tiga macam morpin yang beredar di masyarakat, yaituI a. :airan yang berwarna putih, yang disimpan di dalam sampul atau botol kecil dan pemakaiannya dengan cara injeksiK

b. Bubuk atau serbuk berwarna putih seperti bubuk kapur atau tepung dan mudah larut di dalam air, ia cepat sekali lenyap tanpa bekas. Pemakaiannya adalah dengan cara menginjeksi, merokok dan kadang"kadang dengan menyilet tubuhK c. 0ablet kecil berwarna putih, pemakaiannya dengan menelan.

2(G%!3% 0anaman ganja adalah damar yang diambil dari semua tanaman genus cannabis, termasuk biji dan buahnya. /amar ganja adalah damar yang diambil dari tanaman ganja, termasuk hasil pengolahannya yang menggunakan damar sebagai bahan dasar. Eanja atau marihuana $marijuana' atau cannabis indica. Eanja bagi para pengedar maupun pecandu diistilahkan dengan cimeng, gele, daun, rumput jayus, jum, barang, marijuana, gelek hijau, bang, bunga, ikat dan labang. /i 4ndia, ganja dikenal dengan sebutan Indian Hemp, karena ia merupakan sumber kegembiraan dan dapat memancing atau merangsang selera tertawa yang berlebihan.

Pohon ganja termasuk tumbuhan liar dapat tumbuh di daerah tropis maupun subtropis. Pohon ini tahan terhadap macammacam musim dan iklim. Sehingga pohon ini dapat tumbuh di daratan 0iongkok 8sia Barat, 8sia 0engah, dan 82rika bagian ?tara.

4(C,5%i!e 0anaman koka adalah tanaman dari semua genus erithroxylon dari keluarga erythroxlaceae. /aun koka adalah daun yang belum atau sudah dikeringkan atau dalam bentuk serbuk dari semua tanaman genus erithroxylon dari keluarga erythroxlaceae, yang menghasilkan kokain secara langsung atau melalui perubahan kimia. !okaina mentah adalah semua hasil"hasil yang diperoleh dari daun koka yang dapat diolah secara langsung untuk mendapatkan kokain. 0anaman koka tumbuh dan subur di daerah yang berketinggian 400"700 meter di atas permukaan laut. /i 4ndonesia tanaman koka ini banyak terdapat di daerah <awa 0imur. Sedangkan penghasil koka terbesar ialah bagian negara 8merika Selatan, yaitu Boli>ia dan Peru yang tumbuh di lereng gunung 8des. /aerah ini menghasilkan produksinya rata"rata (9 juta ton per tahun. Bahkan sudah berabad"abad lamanya orang 4ndian mengunyah daun koka dalam upacara kepercayaan mereka, hal ini dilakukan agar dapat berkomunikasi dengan /ewa mereka. Bentuk dan macam cocaine yang terdapat di dunia perdagangan gelap di antaranya yaituI a. :airan berwarna putih atau tanpa warnaK

b. !ristal berwarna putih seperti damar $getah perca'K c. Bubuk berwarna putih seperti tepungK

d. 0ablet berwarna putih

6(He",i! Setelah ditemukan 5at kimia morphine pada tahun *.07 oleh Hredich Sertumer kemudian pada tahun *.-., /r. /resser, seorang ilmuwan berkebangsaan <erman, telah menemukan 5at heroin. Semula 5at baru ini $heroin' diduga dapat menggantikan morphine dalam dunia kedokteran dan berman2aat untuk mengobati para morpinis. 8kan tetapi, harapan tersebut tidak berlangsung lama, karena terbukti adanya kecanduan yang berleblhan bahkan leblh cepat daripada morphine serta lebih susah disembuhkan bagi para pecandunya. Heroin atau diacethyl morpin adahh suatu 5at semi sintesis turunan morpin. Proses pembuatan heroin adalah melalui proses penyulingan dan proses kimia lainnya di

laboratorium dengan cara acethalasi dengan aceticanydrida. Bahan bakunya adalah morpin, asam cuka, anhidraid atau asetilklorid. Heroin dapat diklasi2ikasikan sebagai berikut I a. Heroin nomor satu, bentuknya masih merupakan bubuk atau gumpalan yang berwarna kuning tua sampai cokelat. Menis ini sebagian besar masih berisi morphine dan merupakan hasil ekstraksi. @ama di pasaran gelapnya disebut gula merah $red sugar'. Heroin nomor dua, sudah merupakan bubuk berwarna abuabu sampai putih dan masih merupakan bentuk transisi dari morphine ke heroin yang belum murni. Heroin nomor tiga, merupakan bubuk butir"butir kecil kebanyakan agak berwarna abu"abu juga diberi warna lain untuk menandai ciri khas oleh pembuatnya. Biasanya masih dicampur ka2ein, barbital, dan kinin.

b. c.

d. Heroin nomor empat, bentuknya sudah merupakan kristal khusus untuk disuntikkan. e. Si pemakai biasanya menggunakannya dengan menyedot, dan yang lebih praktis diinjeksikan

7(S#%b'-S#%b' Shabu"Shabu berbentuk seperti bumbu masak, yakni kristal kecil"kecil berwarna putih, tidak berbau, serta mudah larut dalam air alkohol. 8ir shabu"shabu juga termasuk turunan amphetamine yang jika dikonsumsi memiliki pengaruh yang kuat terhadap 2ungsi otak. Pemakainya segera akan akti2, banyak ide, tidak merasa lelah meski sudah bekerja lama, tidak merasa lapar, dan tiba"tiba memiliki rasa percaya diri yang besar.

8(E+/*%/i 1kstasi adalah 5at atau bahan yang tidak termasuk kategori narkotika atau alkohol. 1kstasi merupakan jenis 5at adikti2. 6at adikti2 yang dikandung ekstasi adalah amphetamine $#/#8', suatu 5at yang tergolong simultansia $perangsang'. /alam ?ndang"?ndang @o.9A*--+ tentang Psikotropika, amphetamine ini termasuk golongan *. Hal ini menunjukkan bahwa bila terjadi penyalahgunaan ekstasi, berarti akan dikenai sanksi hukum pidana yang berat. Saat ini sudah diketahui sekitar )7 jenis ekstasi $tergolong jenis adikti2' yang sudah beredar di 4ndonesia dari ratusan jenis ekstasi yang sudah ada, di antaranya sebagai berikutI StarI mempunyai logo bintang, /ollarI mempunyai logo uang dolar 8merika, 8ppleI mempunyai logo ape , #ellonA999I mempunyai logo 999 berwarna hijau, PinkI berwarna merah hijau, Butter2lyI mempunyai logo kupu"kupu dan berwarna biru, Pinguin, Bumbalumba, 3@I mempunyai logo 3@ berwarna hijau laut, 1lektrik, 8pache, Bon Mo>i, !angguru, Petir, 0anggo, /iamondI berwarna intan warna hijau, Paman EoberI logo mirip

paman gober, 0aichiI berwarna biru at au kuning, Black HeartI berbentuk hati berwarna hitam.

9(P'*%: <enis narkotika ini marak diperedarkan dan dikonsumsi oleh generasi muda dewasa ini, khususnya sebagai Ltrend anak modernL, agar dianggap tidak ketinggalan 5aman. 4stilah putaw sebenarnya merupakan minuman khas :ina yang mengandung alkohol dan rasanya seperti green sand, akan tetapi oleh para pecandu narkotika, barang sejenis heroin yang masih serumpun dengan ganja itu dijuluki putaw. Hanya saja kadar narkotika yang dikandung putaw lebih rendah atau dapat disebut heroine kualitas empat sampai enam. Para Junkies $istilah bagi para pecandu putaw', mereka biasanya dengan cara mengejar dragon $naga' , yaitu bubukAkristal putaw dipanaskan di atas kertas timah, lalu keluarlah yang menyerupai dragon $naga', dan kemudian asap itu dihisapnya melalui hidung atau mulut. :ara lain adalah dengan nyipet, yaitu cara menyuntikkan putaw yang dilarutkan ke dalam air hangat ke pembuluh darah. !emungkinan tertular >irus H4C A 84/S menjadi risiko cara seperti ini, karena memakai jarum suntik secara bersamaan. <adi, kebanyakan dari mereka Nungkies' memilih cara dengan mengejar dragon.

;(Al+,#,l 8lkohol termasuk 5at adikti2, artinya 5at tersebut dapat menyebabkan ketagihan dan ketergantungan. !arena 5at adikti2nya tersebut maka orang yang meminumnya lama kelamaan tanpa disadari akan menambah takaran sampai pada dosis keracunan $intoksidasi' atau mabuk.

-<(Se %*i=% > Hi.!,*i+% /i dunia kedokteran terdapat jenis obat yang berkhasiat sebagai obatApenenang yang mengandung 5at akti2 nitra5epam atau barbiturat atau senyawa lain yang khasiatnya serupa. Eolongan ini termasuk psikot2opika golongan 4C

C( Pe"%l%*%! &%!) Di.%+%i '!*'+ N%"+,b% 8da beberapa peralatan yang dipakai oleh junkies $pemakai narkoba' antara lainI 8lumunium 2oil yang sudah dipotong"potong, biasanya digunakan untuk membakar shabu" shabu, kartu telepon bekas biasanya digunakan untuk menghaluskan bubuk putaw, bungkus kasetAC:/ yang tergores"gores biasanya dipakai sebagai tatakan putaw yang akan dihaluskan dengan kartu telepon, lintingan uang kertas biasanya digunakan untuk menghisap asap putaw yang sudah terbakar, botol plastik yang diberi sedotan, digunakan untuk menghisap shabu" shabu. Biasanya di dalam botol terse but diisi air mineral. Shabu"shabu dibakar di atas

alumunium 2oillalu asapnya dihisap dengan perantara botol plastik, tali dipakai untuk mengikat lengan pemakai untuk membakar putaw lalu dihisap asapnya, kertas timahApembungkus permen karet digunakan untuk membakar putaw untuk dihisap asapnya, sendok kedl dipakai untuk merebusA mencairkan putaw untuk disuntikkan ke pembuluh darah dan alkohol dipakai untuk membersihkan alat suntik atau bahan bakar kompor; untuk menggunakan shabu"shabu.

D( T%! %-*%! % Se/e,"%!) Me!3% i Pe1%+%i N%"+,b% 8da beberapa tanda yang akan memberi petunjuk bahwa seseorang telah terlibat pemakaian narkoba. 0anda"tanda tersebut sebagai berikut. *. Pembangkangan terhadap disiplin yang tiba"tiba terjadi di rumah maupun di sekolah, seperti sering bolos sekolah, sering terlambat masuk sekolah dengan alasan terlambat bangun, sering terlambat masuk kelas setelah istirahat, sering mengantuk dan tertidur di sekolah, sering lupa jadwal ulangan, lupa membawa buku pelajaran, dan prestasi di sekolah menurun. (. 8da kesulitan konsentrasi dan penurunan daya ingat. ). !urang memerhatikan penampilan dan kerapihan padahal sebelumnya tidak demikian. 4. !edapatan berbicara cadel atau gugup $sebelumnya gejala ini tidak pernah muncul'. 9. 8da perubahan pola tidur $pagi hari sulit dibangunkan dan malam hari sering mengeluh sulit tidur'. 7. Sering kedapatan mata merah dan hidung berair $walaupun tidak sedang in2luen5a'. +. Sering tidak membayarkan uang sekolah $dilaporkan hilang'. .. /i rumah sering kehilangan barang"barang berharga. -. Perubahan tingkah laku yang tiba"tiba belakangan ini terhadap kegiatan sekolah, keluarga dan teman"teman menjadi kasar, tidak sopan dan penuh rahasia serta jadi mudah curiga terhadap orang lain.

*0. #arah yang tidak terkontrol yang tidak biasanya dan perubahan suasana hati yang tiba"tiba. **. #eminjam atau mencuri uang dari rumah, sekolah atau toko $guna membiayai kebiasaannya'. *(. #engenakan kaca mata gelap pada saat yang tidak tepat untuk menyembunyikan mata bengkak dan merah. *). Bersembunyi di kamar mandi at au tempat"tempat yang janggal seperti gudang, di bawah tangga dalam waktu lama dan berkali"kali.

*4. Bebih banyak menyendiri dari biasanya, sering bengong dan berhalusinasi. *9. #enjadi manipulati2 dan sering kehabisan uang jajan. *7. Berat badannya turun karena na2su makan yang tidak menentu. *+. :ara berpakaian yang menjadi sembarangan dan tiba"tiba menjadi penggemar baju panjang untuk menyembunyikan bekas suntikan di tangan. *.. Sering didatangi oleh orang"orang yang belum dikenal keluarga atau teman"temannya.

E( Ge3%l% Ke*%)i#%! N%"+,b% 8da beberapa gejala, seseorang yang ketagihan $adiksi' terhadap narkoba. Eejala"gejala itu sepertiI tulang sekujur badan terasa sakit dan linu, otot terasa kaku, kepala seperti hendak pecah, tenggorokan berisi cairan kental, mata berair, hidung berlendir seperti kena 2lu, terus" menerus batuk, sering menguap padahal tidak mengantuk, bulu kuduknya berdiri, tekanan darah tinggi, suhu tubuh jauh di at as normal, perut terasa melilit, mencret"mencret tidak terkendali, menggigil kedinginan, tidak berani menyentuh air dan menyembunyikan diri dari lingkungan keluarga. Berdasarkan gejala"gejala tersebut, maka orang yang sering memakai atau menggunakan narkoba akan berakibat dependensi $ketergantungan', yaitu keinginan yang tak tertahankan, kecenderungan untuk menambah takaran menimbulkan gejala kejiwaan dan gejala 2isik.

F( F%+*," Pe!&eb%b Pe!&%l%#)'!%%! %! Ke*e")%!*'!)%! N%"+,b% -( F%+*," Kel'%")% /alam percakapan sehari"hari, keluarga paling sering menjadi tertuduh; timbulnya penyalahgunaan narkoba pada anaknya. 0uduhan ini tampaknya bukan tidak beralasan, karena hasil penelitian dan pengalaman para konselor di lapangan menunjukkan peranan penting dari keluarga dalam kasus"kasus penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan hasil penelitian tim ?@4!8 8tma <aya dan Perguruan 0inggi !epolisian tahun *--9, terdapat beberapa tipe keluarga yang beresiko tinggi anggota keluarganya $terutama anaknya yang remaja' terlibat penyalahgunaan narkoba yaitu I *. !eluarga yang memiliki manajemen sejarah $termasuk orang tua' mengalami ketergantungan narkoba. (. !eluarga dengan manajemen keluarga yang kacau, yang terlihat dari pelaksanaan aturan yang tidak konsisten dijalankan oleh ayah dan ibu $misalnya, ayah bilang ya, ibu bilang tidak'.

).

!eluarga dengan kon2lik yang tinggi dan tidak pernah ada upaya penyelesaian yang memuaskan semua pihak yang berkon2lik. !on2lik dapat terjadi antara ayah dan ibu, ayah dan anak, ibu dan anak, maupun antar saudara. !eluarga dengan orang tua yang otoriter. /isini peran orang tua sangat dominan, dengan anak yang hanya sekedar harus menuruti apa kata orang tua = dengan alasan soan santun, adat istiadat, atau demi kemajuan dan masa depan anak itu sendiri = tanpa diberi kesempatan untuk berdialog dan menyatakan kesetujuannya. &rang tua menentukan standar mutlak yang harus dipenuhi anaknya. &rang tua tidak mengenal kompromi untuk anaknya. !omunikasi bersi2at searah, dari orang tua ke anak. 8nak adalah objek yang harus dibentuk oleh orang tua yang merasa lebih tahu kemana yang terbaik unyuk anak"anaknya. !eluarga yang per2eksionis, yaitu keluarga yang menuntut anggotanya mencapai kesempurnaan dengan standar tinggi yang harus dicapai dalam banyak hal. !eluarga yang neurosis, yaitu keluarga yang diliputi kecemasan dengan alasan yang kuat, mudah cemas dan curiga, dan sering berlebihan dalam menanggapi sesuatu.

4.

9. 7.

0( F%+*," Ke."ib% i%! !epribadian penyalahguna narkoba juga turut berperan dalam perilaku ini. Pada remaja, biasanya penyalahguna narkoba memiliki konsep diri yang negati2 dan harga diri yang rendah. Perkembangan emosi yang terhambat, dengan ditandai oleh ketidakmampuan mengekspresikan emosinya secara wajar, mudah cemas, pasi2 agresi2 dan cenderung depresi juga turut mempengaruhi. a' 3endah diri I perasaan rendah diri di dalam pergaulan di masyarakat ataupun di lingkungan sekolah, kerja dsb, indi>idu mengatasi masalah tersebut dengan cara menyalahgunakan narkotik, psykotropika maupun minuman keras yang dilakukan untuk menutupi kekurangan tersebut sehingga indi>idu memperoleh apa yang diinginkan seperti lebih akti2 dan berani. b' 1mosional dan mental I Pada masa remaja biasanya indi>idu ingin lepas dari segala aturan" aturan orang tua mereka. /an akhirnya sebagai tempat pelarian yaitu dengan menggunakan narkotik, psikotropika dan minuman keras lainnya. Bemahnya mental seseorang akan lebih mudah dipengaruhi oleh perbuatan"perbuatan negati2 yang akhirnya menjurus ke arah penggunaan narkotik, psikotropika dan minuman keras lainnya. Selain itu, kemampuan remaja untuk memecahkna masalahnya secara adekuat berpengaruh terhadap bagaimana ia mudah mencari pemecahan masalah dengan melarikan diri. Hal ini juga berkaitan dengan mudahnya ia menyalahkan lingkungan dan lebih melihat 2aktor"2aktor di luar dirinya yang menentukan segala sesuatu. /alam hal ini, kepribadian yang dependen dan tidak mandiri memainkan peranan penting dalam memandang narkoba sebagai satu"satunya pemecahan masalah yang dihadapi. Sangat wajar bila dalam usianya remaja membutuhkan pengakuan dari lingkungan sebagai bagian pencarian identitas dirinya. @amun bila ia memiliki kepribadian yang tidak mandiri dan menganggap segala sesuatunya harus diperoleh dari lingkungan, akan sangat memudahkan kelompok teman sebaya untuk mempengaruhinya menyalahgunakan narkoba.

2(F%+*," +el,1.,+ *e1%! /eb%&% (.ee" )",'.) !elompok teman sebaya dapat menimbulkan tekanan kelompok, yaitu cara teman"teman atau orang"orang seumur untuk mempengaruhi seseorang agar berprilaku seperti kelompok itu. 0ekanan kelompok dialami oleh semua orang bukan hanya remaja, karena pada kenyataannya semua orang ingin disukai dan tidak ada yang mau dikucilkan. !egagalan untuk memenuhi tekanan dari kelompok teman sebaya, seperti berinteraksi dengan kelompok teman yang lebih populer, mencapai prestasi dalam bidang olah raga, sosial dan akademik, dapat menyebabkan 2rustasi dan mencari kelompok lain yang dapat menerimanya. Sebaliknya, keberhasilan dari kelompok teman sebaya yang memiliki perilaku dan norma yang mendukung penyalahgunaan narkoba dapat muncul.

4(F%+*," +e/e1.%*%! !etersediaan narkoba dan kemudahan memperolehnya juga dapat dikatakan sebagai pemicu. 4ndonesia yang sudah menjadi tujuan pasar narkotika internasional, menyebabkan 5at"5at ini dengan mudah diperoleh. Bahkan beberapa media massa melansir bahwa para penjual narkotika menjual barang dagangannya di sekolah"sekolah, termasuk sampai di S/. Penegakan hukum yang belum sepenuhnya berhasil juga turut menyuburkna usaha penjualan @8P68 di 4ndonesia.

#enurut /r. Buth2i Baraja, terdapat tiga pendekatan untuk terjadinya penyalahgunaan dan ketergantungan narkoba yaitu pendekatan organobiologik, psikodinamik dan psikososial. !etiga pendekatan tersebut tidaklah berdiri sendiri melainkan saling berkaitan satu dengan yang lainnya. /ari sudut pandang organobiologik $susunan syara2 pusatA otak' mekanisme terjadinya adiksi $ketagihan' hingga dependensi $ketergantungan' dikenal dengan dua istilah, yaitu gangguan mental organik at au sindrom otak organikK seperti gaduh, gelisah dan kekacauan dalam 2ungsi kongniti2 $alam pikiran', e2ekti2 $alam perasaanA emosi' dan psikomotor $perilaku', yang disebabkan e2ek langsung terhadap susunan syara2 pusat $otak'. Seseorang akan menjadi ketergantungan narkoba, apabila seseorang dengan terus" menerus diberikan 5at tersebut. Hal ini berkaitan dengan teori adaptasi sekuler $neuro" adaptation', tubuh beradaptasi dengan menambah jumlah teseptor dan sel"sel syara2 bekerja keras. <ika 5at dihentikan, sel yang masih bekerja keras tadi mengalami kehausan, yang dari luar tampak sebagai gejala"gejala putus obat. Eejala putus obat tersebut memaksa orang untuk mengulangi pemakaian 5at tersebut.

/engan teori psikodinamik dinyatakan bahwa seseorang akan terlibat penyalahgunaan narkoba sampai ketergantungan, apabila pada orang itu terdapat 2aktor penyebab $2actor contribusi' dan 2aktor pencetus yang saling keterkaitan satu dengan yang lain. Haktor predisposisi seseorang dengan gangguan kepribadian $anti sosial' ditandai dengan perasaan tidak puas terhadap orang lain. Selain itu yang bersangkutan tidak mampu untuk ber2ungsi secara wajar dan e2ekti2 dalam pergaulan di rumah, di sekolah atau di tempat kerja, gangguan lain sebagai penyerta berupa rasa cemas dan depresi. ?ntuk mengatasi ketidakmampuan dan menghilangkan kecemasan atau depresinya, maka orang cenderung untuk menggunakan narkoba. Semestinya orang itu dapat mengobati dirinya dengan datang ke dokterApsikiater untuk mendapatkan terapi yang tepat sehingga dapat dicegah keterlibatannya dalam penggunaan narkoba. Haktor kontribusiK seseorang dengan kondisi keluarga yang tidak baik akan merasa tertekan, dan rasa tertekan inilah sebagai 2aktor penyerta bagi dirinya untuk terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. /is2ungsi keluarga yang dimaksud antara lainI keluarga yang tidak utuh, kedua orang tua terlalu sibuk, lingkungan interpersonal dengan orang tua yang tidak baik. Haktor pencetusK bahwa pengaruh ternan sebaya, tersedia dan mudah didapatinya narkoba mempunyai andil sebagai 2aktor pencetus seseorang terlibat penyalahgunaanAketergantungan narkoba. /ari sudut pandang psikososial narkoba terjadi akibat negati2 dari interaksi tiga kutub sosial yang tidak kondusi2, yaitu kutub keluarga, kutub sekolahAkampus dan kutub masyarakat.

Secara umum mereka yang menyalahgunakan @868 $narkoba' dapat dibagi dalam tiga golongan besar, yaituI *. ketergantungan primer, ditandai dengan adanya kecemasan dan depresi, yang pada umumnya terdapat pada orang dengan kepribadian yang tidak stabilK (. ketergantungan simtomatis, yaitu penyalahgunaan @868 $narkoba' sebagai salah satu gejala dari tipe kepribadian yang mendasarinya, pada umumnya terjadi pada orang yang dengan kepribadian psikopatik $antisosial', kriminal dan pemakaian @868 $narkoba' untuk kesenangan semataK ). ketergantungan reakti2, yaitu $terutama' terdapat pada remaja karena dorongan ingin tahu, pengaruh lingkungan dan tekanan ternan kelompok sebaya $peer group pressure'. Pembagian ketiga golongan ini penting bagi penentuan berat ringannya hukuman yang akan dijatuhkan kepada merekaI yaitu apakah mereka tergolong sebagai penderita $pasien', korban $>ictim' atau sebagai kriminal. 8da beberapa 2aktor internal dan eksternal yang menjadi penyebab seseorang menyalahgunakan dan menjadi ketergantungan narkoba. #enurut Sudarsono, bahwa penyalahgunaan narkoba dilatarbelakangi oleh beberapa sebab, yaituI

*. untuk membuktikan keberanian dalam melakukan tindakantindakan yang berbahaya seperti ngebut dan bergaul dengan wanitaK (. menunjukkan tindakan menentang orang tua, guru dan norma sosialK ). mempermudah penyaluran dan perbuatan seksK 4. melepaskan diri dari kesepian dan memperoleh pengalaman"pengalaman emosionalK 9. meneari dan menemukan arti hidupK 7. mengisi kekosongan dan kesepian hidupK +. menghilangkan kegelisahan, 2rustasi dan kepepet hidupK .. mengikuti kemauan kawan"kawan dalam rangka pembinaan solidaritas. -. iseng"iseng saja dan rasa ingin tahu.

#enurut hasil penelitian /adang Hawari, bahwa di antara 2aktor"2aktor yang berperan dalam penggunaan narkoba adalah I *. 2aktor kepribadian anti sosial atau psikopatikK (. kondisi kejiwaan yang mudah merasa keeewa atau depresiK ). kondisi keluarga yang meliputi keutuhan keluarga, kesibukan orang tua, hubungan orang tua dan anakK 4. kelompok ternan sebaya. 9. dan @868 $narkoba' nya itu sendiri mudah diperoleh dan tersedianya pasaran baik resmi maupun tidak resmi.

#enurut pendapat Sumarno #aOsum, bahwa 2aktor terjadinya penyalahgunaan @868 $narkoba' secara garis besar dikelompokkan kepada tiga bagian, yaitu I *. obat kemudahan didapatinya obat secara sah atau tidak, status hukumnya yang masih lemah dan obatnya mudah menimbulkan ketergantungan dan adiksiK (. kepribadian meliputi perkembangan 2isik dan mental yang labil, kegagalan cita"cita, cinta, prestasi, jabatan dan lain"lain, menutup diri dengan lari dari kenyataan, kekurangan in2ormasi tentang penyalahgunaan obat keras, bertualang dengan sensasi yang penuh risiko dalam mencari identitas kepribadian, kurangnya rasa disiplin, kepercayaan agamanya minimK

).

lingkungan, meliputi rumah tangga yang rapuh dan kacau, masyarakat yang kacau, tidak adanya tanggung jawab orang tua dan petunjuk serta pengarahan yang mulia, pengangguran, orang tuanya juga kecanduan obat, penindakan hukum yang masih lemah, berbagai bantuan dan kesulitan 5aman

8da beberapa tahapan proses ketergantungan narkoba. 0ahapan"tahapan tersebut adalah sebagai berikut. *. 0ahapan 1ksperimen $0he 1Fperimental Stage' #oti2 utama dari pemakaian eksperimen adalah rasa ingin tahu dan keinginan untuk mengambil risiko, yang keduanya merupakan ciri"ciri khas kebutuhan remaja. (. 0ahap Sosial $0he Social Stage' !onteks pemakaian pada tahap ihi berkaitan dengan aspek sosial dan pengguna. #isalnya, pemakaian yang dilakukan saat bersama teman"teman pada saat pesta atau kumpul"kumpul. 3asa ingin tahu dan keinginan meneari ketegangan $thrillseeking', dan tingkah laku menyimpang merupakan moti>asi utamanya. !elompok teman merupakan 2asilitas dalam penggunaan sosial. &bat"obat yang ada dibagi tanpa memungut bayaran, atau secara gratis. ). 0ahap 4nstrumental $0he 4nstrumental Stage' Pada tahap instrumental, melalui pengalaman coba"coba dan meniru, bahwa penggunaan dapat bertujuan memanipulasi emosi dan tingkah laku, mereka menemukan bahwa pemakaian obat dapat memengaruhi perasaan dan aksi, mendapatkan mood yang berayun" ayun, dan bertujuan untuk menekan perasaan atau tujuan memperoleh hedonistik $kenikmatan' dan kompensatori $mengatasi stres dan perasaan tidak nyaman'. 4. 0ahap Pembiasan Pada tahap ini, jika tidak ditemukan obat yang bisa digunakan, akan mencari obat lain, untuk menghindari gejala putus obat atau 5at. Pada tahap ini mereka lebih sensiti2, lekas marah, gelisah dan depresi. #ereka akan merasa kesulitan berkonsentrasi, duduk dengan tenang atau tidur dengan nyenyak. #ereka akan memakai obat dengan dosis yang bertambah, atau mencoba obat lain untuk menggantikan ketidaknyamanannya.

G( A+ib%* Pe!&%l%#)'!%%! !%"+,b% %! D%1.%+!&% Te"#% %. Me!*%l %! Pe"il%+' 8kibat dari penyalahgunaan narkoba $dalam B@! Samarina (00+'I a' #erusak sususan syara2 pusat atau merusak organ"organ tubuh lainnya, seperti hati dan ginjal, serta penyakit dalam tubuh seperti bintik"bintik merah pada kulit seperti kudis, hal ini berakibat melemahnya 2isik, daya pikir dan merosotnya moral yang cenderung melakukan perbuatan penyimpangan sosial dalam masyarakat.

b'

/alam memenuhi kebutuhan penggunaan narkotik, mereka dengan menghalalkan segala cara untuk memperoleh narkotik. Jang awalnya menjual barang"barang hingga melakukan tindakan pidana.

Sedangkan menurut Hasibuan, (00+ dampak negati2 penggunaan narkoba adalahI *. Bahaya yang bersi2at pribadi a. b. @arkoba akan merubah kepribadian si korban secara drastis, seperti berubah menjadi pemurung, pemarah, melawan, dan durhaka. #enimbulkan si2at masa bodoh sekalipun terhadap dirinya seperti tidak lagi memperhatikan pakaian, tempat tidur dan sebagainya, hilangnya ingatan, dada nyeri dan dikejar rasa takut. Semangat belajar menurun dan suatu ketika bisa saja si korban bersi2at seperti orang gila karena reaksi dari penggunaan narkoba.

c.

d. 0idak lagi ragu untuk mengadakan hubungan seks karena pandangnya terhadap norma"norma masyarakat, adat kebudayaan, serta nilai"nilai agama sangat longgar. /orongan seksnya menjadi brutal, maka terjadilah kasus"kasus perkosaan. e. 2. g. 0idak segan"segan menyiksa diri karena ingin menghilangkan rasa nyeri atau menghilangkan si2at ketergantungan terhadap obat bius, ingin mati bunuh diri. #enjadi pemalas bahkan hidup santai. Bagi anak"anak sekolah, prestasi belajarnya akan menurun karena banyak berkhayal dan berangan"angan sehingga merusak kesehatan dan mental.

h. #emicu timbulnya pemerkosaan dan seks bebas yang akhirnya terjebak dalam per5inahan dan selanjutnya mengalami penyakit H4CA84/S. (. Bahaya yang bersi2at keluarga a. 0idak lagi segan untuk mencuri uang dan bahkan menjual barang"barang di rumah untuk mendapatkan uang secara cepat.

b. 0idak lagi menjaga sopan santun di rumah bahkan melawan kepada orang tua. c. !urang menghargai harta milik yang ada seperti mengendarai kendaraan tanpa perhitungan rusak atau menjadi hancur sama sekali.

d. #encemarkan nama keluarga ). Bahaya yang bersi2at sosial

a.

Berbuat yang tidak senonoh $ mesumAcabul ' secara bebas, berakibat buruk dan mendapat hukuman masyarakat.

b. #encuri milik orang lain demi memperoleh uang. c. d. e. #enganggu ketertiban umum, seperti ngebut dijalanan dan lain"lain. #enimbulkan bahaya bagi ketentraman dan keselamatan umum antara lain karena kurangnya rasa sosial manakala berbuat kesalahan. 0imbulnya keresahan masyarakat karena gangguan keamanan dan penyakit kelamin lain yang ditimbulkan oleh hubungan seks bebas.

4. Bahaya bagi bangsa dan negara a' 3usaknya pewaris bangsa yang seyogyanya siap untuk menerima tongkat esta2et kepemimpinan bangsa.

b' Hilangnya rasa patriotisme atau rasa cinta bangsa yang pada gilirannya mudah untuk dikuasai oleh bangsa asing. c' Penyelundupan akan meningkat padahal penyulundupan dalam bentuk apapun adalah merugikan negara. d' Pada akhirnya bangsa dan negara kehilangan identitas yang disebabkan karena perubahan nilai budaya.

#ereka yang mengonsumsi narkoba akan mengalami gangguan mental dan perilaku, sebagai akibat terganggunya sistem neurotransmier pada sel"sel susunan syara2 pusat di otak. Eangguan pada sistem neurotransmier tadi mengakibatkan terganggunya 2ungsi kogniti2, a2ekti2 dan psikomotorik. G%!3% #ereka yang mengonsumsi ganja akan memperlihatkan perubahan"perubahan mental dan perilaku sebagai berikutI *. Eejala Psikologis a. 1u2oria, yaitu rasa gembira tanpa sebab dan tidak wajar.

b. Halusinasi dan delusi Halusinasi adalah pengalaman panca indra tanpa adanya sumber stimulus $rangsangan' yang menimbulkannya. #isalnya, seseorang mendengar suara" suara padahal sebenarnya tidak ada sumber suara itu berasal dari halusinasi pendengaran. Sedangkan delusi adalah suatu keyakinan yang tidak rasionalK walaupun telah diberikan bukti bahwa pikiran itu tidak rasional, namun yang

bersangkutan tetap meyakininya. #isalnya, yang bersangkutan yakin benar bahwa ada orang yang akan berbuat jahat kepadanya, padahal dalam kenyataannya tidak ada orang yang dimaksud. $delusi paranoid' c. d. e. 2. Perasaan waktu berlalu dengan lambat, misalnya *0 menit dapat dirasakan * jam. Bersikap acuh tak acuh, masa bodoh, tidak peduli terhadap tugas atau 2ungsinya sebagai makhluk sosial $apatis'. Pikiran dan perasaan akan selalu rindu saja kepada ganja, sehingga ia akan selalu membicarakan dan berusaha untuk mengobati rasa rindunya itu. #emengaruhi perkembangan kepribadian. /aya tahan menghadapi problema kehidupan jadi lemah, malas, apatis, tidak peduli, kehilangan keinginan untuk belajar dan sebagainya. 8da kecenderungan untuk menyalahgunakan obat"obat berbahaya lain yang lebih kuat potensinya, misalnya morphine, heroin, dan lain"4ain

g.

#enurut Satya <oewana, bahwa ketika ganja disalahgunakan maka ia akan beraksi secara akti2 memengaruhi syara2 sentral dan berakibat kepada gangguan mental organik $E#&' yang berbahaya kepada akal, emosi, maupun tingkah laku pemakainya seperti menimbulkan rasa gembira, menghayal, e2oria, banyak bicara, dan merasa ringan pada tungkai kaki dan badan. Pemakai akan mulai banyak tertawa walaupun tidak ada rangsangan lucu. Pengguna ganja akan merasa pembicaraannya hebat, idenya bertubi"tubi, menjadi mudah terpengaruh, adanya paham curiga yang kontro>ersial, tidak menyebabkan rasa takut, melainkan malah menertawakan dan menimbulkan hal yang lucu, adanya halusinasi penglihatan berupa kilatan sinar, bentuk"bentuk amor2, warna"warni cemerlang, bentukbentuk geometrik dan 2igur pada muka seseorang (. Eejala Hisik a. #ata #erah, <antung berdebar, na2su makan bertambah, mulut kering, perilaku maladapti>e $sukar beradaptasi'.

b. 4ritasiAgangguan pada saluran pernapasan c. Bila terkena radang, dapat terjadi bronchitis dan sebagainya.

d. 0imbulnya ataFia, yaitu hilangnya koordinasi kerja otot e. 2. dengan syara2 sentral. Hilangnya atau kurangnya kedipan mata.

g. Eerak re2lek tertentu. h. #enyebabkan kadar gula darah naik turun.

i.

#ata menyala.

O.i%* (M,".#i!e, He",i!, P'*%:) #ereka yang mengonsumsi opiat, baik yang dibakar atau disuntikkan setelah bubuk opiat dilarutkan dalam air akan mengalami hal"hal sebagai berikut. *. #elebar atau mengecilnya pupil mata pada keadaan tidak semestinya. Pada keadaan normal pupil mata mengecil pada sorotan cahaya dan melebar pada keadaan yang sebaliknya. (. 1u2oria $gembira berlebihan atau dis2oria $cenderung merasa bersedih dan lesu tak berdaya'.

). 8patis. 4. 9. 3etradasi psikomotorikK merasa kelesuan dan kehilangan tenaga $sehingga terkesan malas' #engantukAtidurK biasanya yang bersangkutan cenderung mengantukdan tidur yang berkepanjangan.

7. Pembicaraan cadel +. Eangguan konsentrasiK kalau diajak bicara tidak nyambung. .. /aya ingat menurunK sering kali nasihat yang diberikan dilanggar karena sesungguhnya dia tidak ingat apa yang telah disampaikan.

-. 0ingkah laku maladapti>eK yang bersangkutan sering berperilaku yang menunjukkan rasa kecurigaan, sehingga selalu berada dalam keadaan waspada, tidak jarang selalu membawa senjata. #ereka yang sudah ketergantungan narkoba jenis opiat ini bila pemakaiannya dihentikan akan timbul gejala putus opiat, yang dalam istilah sehari"hari disebut LsakawL $yang berasal dari kata sakit', dan sangat menyiksa yang bersangkutan. Sindrom putus opiat merupakan gejala yang tidak mengenakan, baik psikis maupun 2isikK semisal air mata berlebihan, pupil mata melebar, keringat berlebihan, suhu badan meninggi, mual, muntah, tekanan darah naik, jantung berdebar"debar, sukar tidur, nyeri otot, sakit kepala, nyeri persendian, mudah marah bahkan sampai agresi2, kejangkejang, kram di perut disertai sawan $rasa mau pingsan', menggigil disertai muntah"muntah, keluar ingus, hilang na2su makan, dan kehilangan cairan tubuh. ?ntuk mengatasinya, yang bersangkutan akan mengonsumsi kembali dengan berbagai cara $mencuri, menjual barang milik pribadi, bahkan bagi wanita tidak jarang menjual diri' , dalam jumlah takaranAdosis yang semakin bertambah dan semakin sering kematian sering kali datang disebabkan o>erdosis dengan akibat komplikasi medik yaitu oedema $pembengkakan' paru akut sehingga pernapasan berhenti.

K,+%i! #ereka yang mengonsumsi kokain dengan cara dihirup $bubuk kokain disedotAdihirup melalui hidung' akan mengalami gangguan mental dan perilaku sebagai berikut. *. 8gitasi psikomotorikI yang bersangkutan menunjukkan kegelisahan dan tidak tenang. (. 3asa gembira yang berlebihan ). 3asa harga diri yang meningkatK yang bersangkutan merasa dirinya hebat $superior' sehingga ia merasa meremehkan masalah yang dihadapinya. 4. Banyak bicara. 9. !ewaspadaan meningkat, yang bersangkutan merasa diriya tidak aman dan terancam. &leh karena itu, tidak jarang terjadi perkelahian massa tanpa sebab yang jelas. 7. <antung berdebar"debar. +. Pupil mata melebar .. 0ekanan darah naik -. #ual muntah *0. Perilaku maladapti>e #ereka yang sudah ketagihan dan ketergantungan bila dihentikan akan timbul sindroma putus kokain dengan gejalaK depresi $murung, sedih, dan sukar merasa senang', rasa lelah, lesu, gangguan tidur, gangguan mimpi yang bertambah. Sindroma putus kokain sangat menyiksa sehingga yang bersangkutan akan berusaha untuk menggunakan dengan berbagai cara, dan takaran semakin bertambah dan pemakaian semakin sering. Bila seseorang dalam mengonsumsi jenis kokain itu berlebihan $o>erdosis', ia akan mengalami gangguan jiwa seperti halusinasi dan delusi. Sehingga timbul gangguan dalam 2ungsi sosial atau pekerjaanK misalnya, perkelahian, kehilangan kawan"kawan, tidak masuk sekolah atau kerja.

A1.#e*%1i!e (e+/*%/i, /#%b' -/#%b') #ereka yang mengonsumsi amphetamine $psikotropika golongan 4', misalnya pil ekstasi $ditelan' atau shabu"shabu $dihirup dengan alat yang disebut bong' menimbulkan gejala" gejala sebagai berikut.

*.

Eejala psikologisK tingkah laku yang kasar dan aneh sepertiI rasa gembira yang berlebihan, harga diri yang meningkat, banyak bicara, kewaspadaan meningkat, halusinasi penglihatan, gangguan delusi, tingkah laku maladapti2. Eejala 2isikK jantung berdebar, pupil mata melebar, tekanan darah naik, keringat berlebihan, mual, muntah. 12ek yang ditimbulkan oleh pengguna ekstasi adalahI diare, rasa haus yang berlebihan, hiperakti2, sakit kepala dan pusing, menggigil yang tidak terkontrol, detak jantung yang cepat dan sering mual disertai muntah"muntah dan hilangnya na2su makan. 12ek yang ditimbulkan oleh pengguna shabu"shabu adalahI penurunan berat badan, impontensi, sawan yang parah, halusinasi, kerusakan hati dan ginjal, kerusakan jantung, stroke, dan bahkan kematian.

(.

Sindrom putus amphetamine at au gejala ketagihan sebagai berikutI murung, sedih, tidak dapat merasakan senang at au keinginan bunuh diri, rasa lelah, lesu, mimpi"mimpi bertambah. !ematian sering kali terjadi karena o>erdosis yang disebabkan karena rangsangan susunan sara2 otak yang berlebihan sehingga menyebabkan kejang dan kehilangan kesadaran $koma' dan akhirnya meninggal.

Se %*i=%>Hi.!,*i+% /i dunia kedokteran terdapat jenis obat yang berkhasiat sebagai obat tidurApenenang, yang mengandung 5at akti2 nitra 5epam atau barbiturat atau senyawa lain yang khasiatnya serupa. Eolongan ini termasuk kelompok psikotropika golongan 4C. Penggunaan sedati>alhipnotika bila disalahgunakan dapat juga menimbulkan adiksi $ketagihan' dan depedensi $ketergantungan'. Penyalahgunaaan 5at tersebut dapat menimbulkan gangguan mental dan perilaku dengan gejala sebagai berikut. *. (. ). Eejala psikologikK emosi labil, hilangnya dorongan seksual normal lebih sering agresi2, mudah tersinggung, banyak bicara. Eejala neorologik $sara2'K pembicaraan cadel, gangguan koordinasi, cara jalan yang tidak mantap, gangguan perhatian dan daya ingat. 12ek perilaku maladati>eK hilangnya nilai realitas, perkelahian, dan halangan dalam 2ungsi sosial. Bagi mereka yang sudah ketagihan jenis sedati>aAhipnotika ini, bila pemakaiannya dihentikan akan menimbulkan gejala sebagai berikutK mual, muntah, kelelahan umum, berdebar, murung, sedih, tekanan darah rendah bila orang tersebut berdiri $hipotensi ortostatik' dan tremor. KESIMPU?AN 3emaja adalah masa peralihan dari kanak"kanak ke dewasa. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara *) tahun sampai dengan *.

tahun. Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak"kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. #ereka sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan ini pun sering dilakukan melalui metoda coba"coba walaupun melalui banyak kesalahan termasuk dalam hal ini mencoba"coba dalam mencicipi narkoba. Badan @arkotika @asional 3epublik 4ndonesia melaporkan bahwa dari )*.7)9 tindak pidana narkoba )9, dari mereka adalah remaja yaitu usia *9 hingga (4 tahun. Hal ini dikarenakan usia remaja merupakan tahapan perkembangan dimana indi>idu mengalami masa transisi dari anak"anak menjadi dewasa, akibatnya remaja pada umumnya serba ingin tahu dan cenderung mudah dipengaruhi termasuk dalam mencoba"coba narkoba. 8kibat dari penyalahgunaan narkoba $dalam B@! Samarina (00+'I a' #erusak sususan syara2 pusat atau merusak organ"organ tubuh lainnya, seperti hati dan ginjal, serta penyakit dalam tubuh seperti bintik"bintik merah pada kulit seperti kudis, hal ini berakibat melemahnya 2isik, daya pikir dan merosotnya moral yang cenderung melakukan perbuatan penyimpangan sosial dalam masyarakat. b' /alam memenuhi kebutuhan penggunaan narkotik, mereka dengan menghalalkan segala cara untuk memperoleh narkotik. Jang awalnya menjual barang"barang hingga melakukan tindakan pidana.

#ereka yang mengonsumsi narkoba akan mengalami gangguan mental dan perilaku, sebagai akibat terganggunya sistem neurotransmier pada sel"sel susunan syara2 pusat di otak. Eangguan pada sistem neurotransmier tadi mengakibatkan terganggunya 2ungsi kogniti2, a2ekti2 dan psikomotorik.

6(0 SARAN 8nak yang melakukan tindakan penyalahgunaan narkoba telah medapatkan hukuman akan suatu tindakan kejahatan yang telah di perbuatnya, haruslah di dalam masa mereka mejalani hukumannya diberikan pembinaan=pembinaan guna pembentukan dirinya menjadi lebih baik lagi. Sehingga baik pihak = pihak yang memiliki keterkaitan dengan keberlangsungan anak ini harus dapat memberikan peran penting bagi anak tersebut. Baik itu instansi = instansi sosial, BS# dan sebagainya, karena remaja ini masih dalam koridor anak = anak yang membutuhkan pengawasan yang lebih dan memiliki hukum undang = undang yang sangat kuat dalam Hak 8sasi 8nak. Sehingga harapan yang besar muncul untuk keberlangsungan masa depannya di kemudian hari, terlebih lagi harapan orang tuanya. /imana menjadikan keberdaannya dalam masyarakat dapat diterima dengan baik, tanpa adanya pelabelan negati2 yang di dapatnya dari masyarakat ketika suatu tindakan kejahatan yang di lakukannya, karena remaja masa depannya masih panjang dalam meniti hidupnya.

Narkoba dan Bahaya Pemakaiannya di Kalangan Remaja

Apa yang disebut NARKOBA Narkoba (singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (!ndang"!ndang No ## tahun $%%&) 'ang termasuk jenis Narkotika adalah ( ) *anaman papa+er, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja ) ,aram"garam dan turunan"turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran"campuran dan sediaan"sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada akti+itas mental dan perilaku (!ndang"!ndang No -/$%%&) .at yang termasuk psikotropika antara lain( ) /edatin (Pil B0), 1ohypnol, 2agadon, 3alium, 2andara4, Amfetamine, 5ensiklidin, 2etakualon, 2etifenidat, 5enobarbital, 5lunitrazepam, 6kstasi, /habu"shabu, 7/8 (7ycergic Alis 8iethylamide), dsb Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan"bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistim syaraf pusat, seperti( ) Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap 9ontoh( lem/perekat, aceton, ether, dsb Jenis Narkoba menurut efeknya 8ari efeknya, narkoba bisa dibedakan menjadi tiga( $ 8epresan, yaitu menekan sistem sistem syaraf pusat dan mengurangi aktifitas fungsional tubuh sehingga pemakai merasa tenang, bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tak sadarkan diri Bila kelebihan dosis bisa mengakibatkan kematian :enis narkoba depresan antara lain opioda, dan berbagai turunannya seperti morphin dan heroin 9ontoh yang populer sekarang adalah Puta; # /timulan, merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan serta kesadaran :enis stimulan( 0afein, 0okain, Amphetamin 9ontoh yang sekarang sering dipakai adalah /habu"shabu dan 6kstasi < =alusinogen, efek utamanya adalah mengubah daya persepsi atau mengakibatkan halusinasi =alusinogen kebanyakan berasal dari tanaman seperti mescaline dari kaktus dan psilocybin dari jamur"jamuran /elain itu ada jugayang diramu di laboratorium seperti 7/8 'ang paling banyak dipakai adalah marijuana atau ganja Penyalahgunaan Narkoba 0ebanyakan zat dalam narkoba sebenarnya digunakan untuk pengobatan dan penefitian *etapi karena berbagai alasan " mulai dari keinginan untuk coba"coba, ikut trend/gaya, lambang status sosial, ingin melupakan persoalan, dll " maka narkoba kemudian disalahgunakan Penggunaan terus menerus dan berianjut akan menyebabkan ketergantungan atau dependensi, disebut juga kecanduan *ingkatan penyalahgunaan biasanya sebagai berikut( $ coba"coba # senang"senang < menggunakan pada saat atau keadaan tertentu > penyalahgunaan ketergantungan Dampak penyalahgunaan Narkoba Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan 0ecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (//P) dan organ"organ tubuh seperti jantung, paru"paru, hati dan ginjal 8ampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai /ecara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang Dampak Fisik: $ ,angguan pada system syaraf (neurologis) seperti( kejang"kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi # ,angguan pada jantung dan pembuluh darah (kardio+askuler) seperti( infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah < ,angguan pada kulit (dermatologis) seperti( penanahan (abses), alergi, eksim

> ,angguan pada paru"paru (pulmoner) seperti( penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru"paru - /ering sakit kepala, mual"mual dan muntah, murus"murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur ? 8ampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti( penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual & 8ampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid) @ Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, 9, dan =A3 yang hingga saat ini belum ada obatnya % Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi B+er 8osis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya B+er dosis bisa menyebabkan kematian Dampak Psikis: $ 7amban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah # =ilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga < Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal > /ulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan - 9enderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri Dampak Sosial: $ ,angguan mental, anti"sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan # 2erepotkan dan menjadi beban keluarga < Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram 8ampak fisik, psikis dan sosial berhubungan erat 0etergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (saka;) bila terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada ;aktunya) dan dorongan psikologis berupa keinginan sangat kuat untuk mengkonsumsi (bahasa gaulnya sugest) ,ejata fisik dan psikologis ini juga berkaitan dengan gejala sosial seperti dorongan untuk membohongi orang tua, mencuri, pemarah, manipulatif, dll Bahaya bagi Remaja 2asa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak"anak dan masa de;asa Perkembangan seseorang dalam masa anak"anak dan remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa de;asa 0arena itulah bila masa anak"anak dan remaja rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba"coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang"senang besar sekali Calaupun semua kecenderungan itu ;ajar";ajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba 8ata menunjukkan bah;a jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja 2asalah menjadi lebih ga;at lagi bila karena penggunaan narkoba, para remaja tertular dan menularkan =A3/AA8/ di kalangan remaja =al ini telah terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bergantian Bangsa ini akan kehilangan remaja yang sangat banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya =A3/AA8/ 0ehilangan remaja sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa Apa yang masih bisa dilakukan? Banyak yang masih bisa dilakukan untuk mencegah remaja menyalahgunakan narkoba dan membantu remaja yang sudah terjerumus penyalahgunaan narkoba Ada tiga tingkat inter+ensi, yaitu $ Primer, sebelum penyalahgunaan terjadi, biasanya dalam bentuk pendidikan, penyebaran informasi mengenai bahaya narkoba, pendekatan melalui keluarga, dll Anstansi pemerintah, seperti halnya B00BN, lebih banyak berperan pada tahap inter+ensi ini kegiatan dilakukan seputar pemberian informasi melalui berbagai bentuk materi 0A6 yang ditujukan kepada remaja langsung dan keluarga # /ekunder, pada saat penggunaan sudah terjadi dan diperlukan upaya penyembuhan (treatment) 5ase ini meliputi( 5ase penerimaan a;al (initialintake)antara $ " < hari dengan melakukan pemeriksaan fisik dan mental, dan 5ase detoksifikasi dan terapi komplikasi medik, antara $ " < minggu untuk melakukan pengurangan ketergantungan bahan" bahan adiktif secara bertahap < *ertier, yaitu upaya untuk merehabilitasi merekayang sudah memakai dan dalam proses penyembuhan *ahap ini biasanya terdiri atas 5ase stabilisasi, antara <"$# bulan, untuk mempersiapkan pengguna kembali ke masyarakat, dan 5ase sosialiasi dalam masyarakat, agar mantan penyalahguna narkoba mampu mengembangkan kehidupan yang bermakna di masyarakat *ahap ini biasanya berupa kegiatan konseling, membuat kelompok"kelompok dukungan, mengembangkan kegiatan alternatif, dll (Soemartini Soegihardjo, S.Farm, Apt, staf P2M & PW Dinas esehatan ota otamo!ag"#