Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN PRAKTIKUM

HIDROLOGI

Disusun Oleh: Kelompok I ( Satu ) DARA NUR RAHMAH M. KHANAFI SARIAH WAHYUDI NIM. 10.51.11938 NIM. 10.51.11843 NIM. 10.51.12131 NIM. 10.51.11933

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALANGKARAYA PALANGKA RAYA 2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan berkat dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Praktikum Hidrologi. Laporan Praktikum ini disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam menyelesaikan pendidikan program studi S-1 pada Sarjana Teknik Sipil Universitas Muhammadyah Palangkaraya. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Praktikum ini masih belum sempurna dan masih terdapat kekurangan. Hal ini dikarenakan keterbatasan waktu dan pengetahuan dari penulis, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan demi kesempurnaan Praktikum ini. Akhir kata semoga atas kesediaan semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan Praktikum ini, selalu mendapatkan berkat dan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa. Penulis berharap agar hasil dari tulisan ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua.

Palangka Raya, Juni 2013

Kelompok I

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................... i DAFTAR ISI........................................................................................................ ii BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 1 1.1 1.2 1.5 Latar Belakang ............................................................................................. 1 Tujuan Praktikum ......................................................................................... 2 Manfaat Praktikum ....................................................................................... 2

BAB II METODELOGI DAN HASIL PRAKTIKUM ...................................... 3 2.1 2.2 2.3 2.4 Peralatan Praktikum...................................................................................... 3 Waktu dan Tempat Praktikum ...................................................................... 3 Cara Kerja Alat ............................................................................................ 4 Perhitungan .................................................................................................. 8 2.4.1. Metode Tampang Tengah ................................................................... 8 2.4.2. Metode Interval Rerata ....................................................................... 9 BAB III ANALISIS DAN PERHITUNGAN ...................................................... 11 3.1 3.2 Perhitungan Kecepatan ( V )......................................................................... 11 Perhitungan Debit ( Q ) ................................................................................ 14

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN .............................................................. 17 4.1 4.2 Kesimpulan .................................................................................................. 17 Saran ............................................................................................................ 17

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 18 LAMPIRAN

ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Debit adalah volume air yang mengalir per satuan waktu melewati suatu penampang melintang saluran. Pengukuran debit pada umumnya mempunyai hubungan erat dengan usaha untuk mendapatkan Rating Curve (hubungan debit dengan kedalaman air). Makin banyak pengukuran yang dilakukan, makin teliti analisa data yang kita teliti, tetapi dalam menentukan jumlah pengukuran yang dilakukan tergantung pada: a. b. c. Tujuan pengukuran Keadaan saluran Ketelitian yang diinginkan

Pengukuran dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut: 1. 2. Pengukuran tidak langsung Pengukuran langsung Laboratorium Hidrologi dan Tata Air sebagai pendukung penelitian dan pengembangan di bidang hidrologi dantata air selain memiliki fungsi dalam kalibrasi dan pemeliharaan peralatan hidrologi juga memiliki fungsi

dalampengembangan peralatan hidrologi.Banyak peralatan hidrologi seperti current meter yang mengalami kerusakansehingga diperlukan perbaikan, modifikasi, atau penggantian di beberapa komponennya, yang tentu

sajadibutuhkan biaya yang sangat mahal.Kualitas data hidrologi memiliki pengaruh yang cukup signifikan pada hasil analisis data hidrologi, sehingga untukmendapatkan data hidrologi dibutuhkan metode pengumpulan data yang benar dan alat yang berkualitas. Untukmendapatkan data debit di suatu saluran air atau sungai dapat dilakukan dengan pengukuran debitmenggunakan current meter. Salah satu current meter yang banyak digunakan adalah current meter mekaniktipe horizontal axis yang mengukur kecepatan aliran air dengan mencacah jumlah putaran propeler dalamrentang waktu tertentu. Untuk mencacah jumlah propeler tersebut diperlukan counter, sedangkan untukmenghitung rentang waktu

Laporan Praktikum Hidrologi Kelompok I 2014

Page 1

pengukuran diperlukan timer, selanjutnya kecepatan aliran air dihitung denganberdasarkan rumus yang didapatkan dari hasil kalibrasi currentmeter. Namun apabila perhitungan kecepatandan timer terintegrasi pada counter maka akan menambah kepraktisan proses pengukuran debit danmeningkatkan keakurasian datanya. 1.2 Tujuan Praktikum Adapun yang menjadi tujuan praktikum dengan adanya pengukuran di lapangan adalah sebagai berikut: 1. Untuk memahami cara-cara pengukuran debit suatu sungai/saluran dengan metode langsung, yaitu pengukuran debit dilakukan dengan cara mengukur kecepatan aliran secara langsung dengan alat ukur kecepatan aliran, seperti: Seba Meter/Currant Meter, Pelampung dan Zat warna. 2. Untuk memahami/mengetahui debit sesaat saluran-saluran primer yang ada disekitar Kalampangan. 1.3 Manfaat Praktikum Dalam pengukuran saluran yang dilaksanakan di lapangan dapat diterapkan beberapa hal, yaitu: 1. Mengetahui cara kerja pengukuran yang menggunakan metode

pengukuran langsung. 2. Mengetahui criteria kerja yang harus dilakukan dalam mengukur debit limpasan permukaan. 3. Memberikan masukan kepada mahasiswa tentang pelaksanaan pengukuran di lapangan agar tidak terkejut bila memperoleh pekerjaan serupa.

Laporan Praktikum Hidrologi Kelompok I 2014

Page 2

BAB II METODE
2.1 Peralatan Praktikum Dalam praktikum ini, sesuai dengan lokasi pengukuran adalah di sungaisungai yang relatife kecil atau di saluran-saluran primer,maka peralatan yang digunakan dalam praktikum pengukuran debit dengan Metode Langsung adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Tali Meteran Papan Duga atau Water Lot Kalkulator Alat Tulis Seba Meter/Current Meter

2.2

Waktu dan Tempat Praktikum Praktikum ini dilakukan pada hari minggu tanggal 20 Desember 2013

pukul 08.00 sampai dengan selesai.Penelitian ini dilakukan di aliran sungai yang terletak di desa Kalampangan Kecamatan Sebangau, Palangka Raya, Kalimantan Tengah

Gambar 2.1 Sketsa Lokasi Praktikum

Laporan Praktikum Hidrologi Kelompok I 2014

Page 3

2.3

Cara Kerja Alat Pengukuran dilakukan dibeberapa titik pada vertikal, dan selanjutnya di

evaluasi untuk mendapatkan kecepatan rerata untuk menyingkat waktu dan biaya. Pengukuran dapat dilakukan pada beberapa titik vertical yaitu pada 0,2D, 0,6D, dan 0,8D dengan D= kedalaman aliran. A. Cara Kerja Alat Cara kerja alat tersebut dapat dilakukan dengan urutan sebagai berikut: a. Sensor dikeluarkan dari kotak pembawa dan batang pengikat dipasang (suspension fixing arm). b. c. Kabel penggantung dipasang pada kait. Sekrup pada ujung sensor (sensor head) dilepas dan propeler dipasang serta sekrup tersebut dipasang kembali. Perlu diperhatikan agar pemasangan sekrup cukup kuat agar tidak terlepas pada waktu dipergunakan untuk mengukur. d. e. Kabel pada ujung kabel sensor dihubungkan dengan petunjuk kecepatan. Untuk menguji, current meter digantung mendatar, dan p ropelernya diputar berlahan-lahan serta diperhatikan jarum pada petunjuk kecepatan. Apabila jarum petunjuk menunjukkan tanggapan sesuai dengan kecepatan putaran propeler,maka pada umumnya pemasangan alat telah betul. f. Sensor dimasukkan kedalam air dan diperhatikan agar tidak ada bagian kabel yang terpuntir. Perlu ditunggu sampai sensor menempatkan diri menghadap arah arus aliran yang diukur. g. Apabila propeller telah berputar,kecepatan aliran dibaca dari petunjuk kecepatan. Kecepatan yang ditunjukkan adalah kecepatan yang sebenarnya,sehingga tidak memerlukan konversi. h. Pemberat dapat digantungkan pad kait dibagian bawah sensor,apabila arus aliran cukup besar sehingga kemungkinan sensor dapat terbawa arus. i. Pengukuran dapat dilakukan dengan rod maupun kabel,sesu ai dengan keadaan sungai/aliran yang akan diukur.

Laporan Praktikum Hidrologi Kelompok I 2014

Page 4

j.

Hal-hal lain yang perlu diperhatikan antaranya adalah sebagai berikut: 1) Soket penghubung harus selalu tertutup apabila tidak dipergunakan. Hal ini untuk menghindari debu/kotoran lain yang dapat

menyebabkan kontak antar kaber tidak sempurna. 2) Jarum petunjuk harus menunjukkan angka nol pada panel. Apabila tidak,maka harus disetel/seting terlebih dahulu dengan menggunakan sekrup pengatur yang terdapat dekat panel tersebut. 3) Petunjuk kecepatan ini hendaknya tidak dipergunakan untuk mengukur aliran air dengan kandungan garam. Hal ini disebabkan oleh air garam merupakan sumber penyebab kerusakan petunjuk kecepatan. Demikian pula hendaknya dihindarkan goncangan keras pada saat pemindahan. 4) Pemasangan sensor hendaknya dilakukan dengan sangat hatihati,jangan sampai merusak sendi putarnya. 5) Hendaknya dihindarkan pemakaian pelumas pada propeler,karena bahan ini akan mengeras didalam air dan akan menghambat perputaran propeler. 6) Hendaknya dihindarkan pemeriksaan bagian dalam sensor dan petunjuk kecepatan,karena bila tidak dilakukan oleh teknisi yang benar-benar tahu,akan dapat menyebabkan kerusakan yang lebih parah. 7) Hendaknya selalu diperhatikan bahwa ujung kabel selalu tertutup dengan penutupnya bila tidak sedang dipergunakan. 8) Pembekokan kabel yang terlalu banyak dapat menyebabkan lapisan pelindung kabel rusak parah. Oleh sebab itu,penggulungan kabel hendaknya dilakukan dengan sangat hati-hati. 9) Penyimpanan hendaknya dilakukan ditempat yang kering dan bersih dan hendaknya semua peralatan dibersihkan terlebih dahulu dengan kain halus dan kering. 10) Pemindahan alat dari tempat satu ke tempat yang lain hendaknya dilakukan dengan hati-hati,dan hindarkan goncangan-goncangan yang relative keras.

Laporan Praktikum Hidrologi Kelompok I 2014

Page 5

B. Tahapan Pengukuran Tahapan pengukuran yang dilaksanakan dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Perkejaan pertama yang harus kita lakukan adalah pemilihan lokasi yang kita anggap dapat mewakili dari debit saluran yang akan kita adakan pengukuran. 2. Pada proses pengukuran di lapangan yang pertama-tama dilakukan adalah merentangkan tali membelah saluran secara horizontal dari sisi dimana pengukur berada kesisi seberang saluran. 3. Panjang tali yang telah direntangkan yang merupakan lebar saluran dengan meteran. 4. Bagi tali dalam beberapa bagian/pias yang jaraknya disesuaikan dengan kondisi dialiran sungai/lapangan 5. Permulaan pengukuran yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Tempatkan patok ukuran di titik 0 (nol) dan ukur kedalaman awal sungai juga, kemudian catat waktu mulai pengukuran dan lebar sungai pada awal pengukuran. b. Tempatkan tongkat skala/rambu ukur pada titik pias yang telah kita tandai dan baca kedalaman air di titik tersebut. c. Tempatkan alat Seba Meter/Current Meter pada titik pias tersebut dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Metode 1 Titik Metode ini digunakan untuk air dangkal (<0,75m) dimana metode 2 titik/lebih tidak bisa dilakukan. Kecepatan diukur pada 0,6 dari kedalaman air (V= V0,6 D) 2. Metode 2 Titik Metode ini digunakan untuk kedalaman diatas 0,75m dimana rerata kecepatan pada 0,2 dan 0,8 dari kedalaman. (V=
, ,

3. Metode 3 Titik Metode ini digunakan untuk kedalaman yang besar dimana kecepatan rerata bedasarkan kecepatan pada 0,2, 0,6, dan 0,8 dari kedalaman.

Laporan Praktikum Hidrologi Kelompok I 2014

Page 6

maka :(V=

V=

Gambar 2.2 Profil distribusi kecepatan aliran Metode 1 Titik d1=0,6 D V= V0,6 D Metode 2 Titik d1=0,2 D d2=0,8 D , V= , Metode 3 Titik d1=0,2 D d2=0,6 D d3=0,8 D , V= , atau V=
(
, ,

)
,

a. Baca kecepatan roda pada alat(seby hydrometrie) pencatat kecepatan yang dihubungkan dengan Seba Meter/Current Meter pada masing-masing pias yang telah ditentukan dengan rumus alat sebagai berikut: n= dengan ketentuan: jika n 1.98, maka kecepatan V =1.93 + (31.7 * n) m/dt b. jika 1.98 n 10.27, maka kecepatan V = 0.19 + (32.05 * n) m/dt Setelah pengukuran selesai untuk masing-masing pias dicatat waktu saat kita menyelesaikan pengukuran. c. Pengukuran dilakukan dengan waktu interval 1 jam kemudian, untuk lebih jelasnya dapat kita lihat pada gambar berikut:

jika 10.27 n 15.00, maka kecepatan V= -14.09+ (33.44 * n) m/dt

Laporan Praktikum Hidrologi Kelompok I 2014

Page 7

Papan ukur Tali Muka air Rai

Gambar 2.3 Contoh Gambar Penampang Melintang Saluran. 2.4 Perhitungan Kecepatan aliran dan kedalaman air diukur dimasing-masing pias, yaitu pada vertikal yang mewakili pias tersebut. Debit disetiap pias dengan mengalihkan kecepatan rerata dan ruas tampang alirannya. Debit sungai adalah jumlah debit diseluruh pias. Ada beberapa metode untuk menghitung debit diantaranya adalah Metode Tampang Tengah dan Metode Tampang Rerata. 2.4.1 Metode Tampang Tengah Dalam metode ini dianggap bahwa kecepatan disetiap vertical merupakan kecepatan rerata, dari pias selebar setengah jarak antar pias disebelah kiri dan kanannya debit disuatu pias adalah perkalian antara kecepatan rerata vertical dan lebar tersebut.

Gambar 2.4 Penampang Denga Metode Tampang Tengah.

Laporan Praktikum Hidrologi Kelompok I 2014

Page 8

Luas tampang basah pias 3:

qx= Vx

dx

A3 =

d3

Debit melalui pias 3

q3= V3

d3

2.4.2 Metode Interval Rerata


L 1 L 2 L 3 L 4

d9 d1 d2 d3 d4 d5 d6 d7 d8

Gambar 2.5 Penampang Denga Metode Interval Rerata Pada setiap penampang dihitung berdasarkan luas penampang basah diantara 2 vertikal yang berurutan dilakukan kecepatan rata-rata yang diperoleh dengan mengambil nilai rata-rata kecepatan kecepatan dari 2 batas vertikal bagian penampang bersangkutan.

qx-(x+1) =
Dimana: qx Vx dx d(x+1) Lx

= Debit Pada Bagian Penampang Yang Ditinjau = Kecepatan Aliran Pada Vertikal ke x

Lx

V(x+1) =Kecepatan Aliran Pada Vertikal ke x+1 = Kedalaman Aliran Pada Vertikal ke x =Kedalaman Aliran Pada Vertikal ke x+1 = Jarak Hirisontal diantara 2 titik tetap

Laporan Praktikum Hidrologi Kelompok I 2014

Page 9

bx d(x+1)

= Jarak Aliran Pada Vertikal ke x =Jarak Aliran Pada Vertikal ke x+1

Luas tampang pias 3-4:

A3-4 =

L3

Debit melalui pias 3-4:

q3-4=

L3

Laporan Praktikum Hidrologi Kelompok I 2014

Page 10

BAB III ANALISIS DAN PERHITUNGAN


Data yang diperoleh dan disajikan dalam Bab II, selanjutnya dianalisis dan dihitung untuk memperoleh kecepatan aliran per Pias, luas penampang per Pias, debit per Pias, debit total, dan kecepatan rata-rata penampang. Cara analisis dan perhitungan data adalah sebagai berikut:

3.1

Perhitungan Kecepatan (V) Kecepatan aliran per Pias dihitung berdasarkan data jumlah putaran Seba

Meter/Currant Meter dari persamaan (2.1) dan persamaan (2.2). a. Titik Nomor 1 (Metode 2 Titik) Diketahui: n< 1.98 V = 1.93 + (31.17 * n) 1.98 < n < 10.27 V = 0.19 + (32.05 * n) 10.27 < n < 15.00 V = -14.09 + (33.44 * n) Putaran1 Putaran2 = 120 = 84

Kedalaman (d) = 2 m Waktu Putaran = 50 detik Penyelesaian: Mencari n: n1 n2 = = = = = 2,4 (1.98 n 10.27) = 1,68 (n < 1.98)

Mencari Kecepatan (V): V1 = 0.19 + (32,05 * n) V2 = 1.93 + (31.17 * n) Vrata-rata titik no. 1=
( ( )

= 0.19 + (32.05 * 2.4) = 77,110 cm/dt = 1.93 + (31.17 * 1.68) = 55,186cm/dt =


( , . )

= 66.148cm/dt

Vrata-rata titik no. 1=0.6615 m/d b. Titik Nomor 2 (Metode 2 Titik) Diketahui: n< 1.98 V = 1.93 + (31.17 * n)

Laporan Praktikum Hidrologi Kelompok I 2014

Page 11

1.98 < n < 10.27 V = 0.19 + (32.05 * n) 10.27 < n < 15.00 V = -14.09 + (33.44 * n) Putaran1 Putaran2 = 149 = 116

Kedalaman (d) = 2,3 m Waktu Putaran = 50 detik

Penyelesaian: Mencari n: n1 n2 = = = = = 2,98 (1.98 n 10.27) = 2,32(1.98 n 10.27)

Mencari Kecepatan (V): V1 = 0.19 + (32,05 * n) V2 = 0.19 + (32,05 * n) Vrata-rata titik no. 2=
( ( )

= 0.19 + (32.05 * 2,98) = 95,699cm/dt = 0.19 + (32.05 * 2,32) = 74,546cm/dt =


( . , )

= 85,123 cm/dt

Vrata-rata titik no. 2=0.85123 m/d Perhitungan selanjutnya dilakukan menggunakan ms.excel yang dapat dilihat pada Tabel 3.1

Laporan Praktikum Hidrologi Kelompok I 2014

Page 12

Tabel 3.1 Hasil Perhitungan Kecepatan Aliran

NO 1

Tanda 0.00

Dalam 2.00

Titik putaran Kecepatan Pengukuran 50 detik Titik Rata-rata Rata-rata 0.2 (kiri) 120.00 77.1100 66.1480 0.6615 0.80 84.00 55.1860 0.20 0.80 0.20 0.80 0.20 0.80 0.20 0.80 0.20 0.80 0.20 0.8(kanan) 149.00 116.00 158.00 144.00 141.00 141.00 143.00 110.00 138.00 129.00 129.00 119.00 95.699 74.546 101.468 92.494 90.571 90.571 91.853 70.7 88.648 82.879 82.879 76.469 = 85.1225 0.8512

0.45

2.30

0.90

2.3

96.981

0.9698

1.35

2.3

90.571

0.9057

1.80

2.3

81.2765

0.81277

2.25

85.7635

0.85764

2.70

79.674 83.6481

0.79674 0.8365

Laporan Praktikum Hidrologi Kelompok I 2014

Page 13

Perhitungan Debit (Q) a. Pias nomor 1-2 Diketahui: Jarak pias (B) Kedalaman (d1) Kedalaman (d2) Kecepatan (V1) Kecepatan (V2) Penyelesaian: Mencari Kedalaman (drata-rata): drata-rata =
( ( ) ( , )

= 0,45 m =2m = 2,3 m = 0,6615 m/dt = 0,85123 m/dt

= 2,15 m

Mencari Kecepatan (Vrata-rata): Vrata-rata pias no. 1-2=


( ( )

Mencari Luas Penampang (A): Mencari debit aliran (A):

( .

0,7564m/dt

A = drata-rata . B = 2,15 m . 0,45 m = 0,9675 m2 Q = A . Vrata-rata pias no. 1-2 = 0,9675 m2 * 0.7564 m/dt = 0,73177 m3/dt Perhitungan selanjutnya dilakukan menggunakan ms.excel yang dapat dilihat pada Tabel 3.2

Laporan Praktikum Hidrologi Kelompok I 2014

Page 14

NO 1

Tanda 0.00

Dalam 2.00

0.45

2.30

0.90

2.3

1.35

2.3

1.80

2.3

2.25

2.70

Titik putaran Kecepatan Pengukuran 50 detik Titik Rata-rata Rata-rata Dalam 0.2 (kiri) 120.00 77.1100 1 66.1480 0.6615 0.80 84.00 55.1860 2.15 0.20 149.00 95.699 85.1225 0.8512 0.80 116.00 74.546 2.3 0.20 158.00 101.468 96.981 0.9698 0.80 144.00 92.494 2.3 0.20 141.00 90.571 90.571 0.9057 0.80 141.00 90.571 2.3 0.20 143.00 91.853 81.2765 0.81277 0.80 110.00 70.7 2.15 0.20 138.00 88.648 85.7635 0.85764 0.80 129.00 82.879 2 0.20 129.00 82.879 79.674 0.79674 0.8(kanan) 119.00 76.469 = 83.6481 0.8365

Bagian Penampang lebar Kecepatan Luas Debit 0.6 0.33074 0.33074 0.10939 0.45 0.756353 0.9675 0.73177

0.45

0.910518

1.035

0.94239

0.45

0.93776

1.035

0.97058

0.45

0.859238

1.035

0.88931

0.45

0.8352

0.9675

0.80806

0.45

0.827188

0.9

0.74447

5.456995 6.27074 5.19596

Tabel 3.2 Hasil Perhitungan Debit (Q) Aliran Laporan Praktikum Hidrologi Kelompok I 2014

Page 15

M tanah

d1

d1 d2 d3 d4 d5

kedalaman

Gambar 3.1 Penampang aliran 1

Laporan Praktikum Hidrologi Kelompok I 2014

Page 16

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

4.1

Kesimpulan Dari hasil perhitungan BAB III dan praktikum dilapangan didapat

kesimpulan bahwa: 1. Kecepatan maksimal aliran per Pias dihitung berdasarkan data jumlah

putaran Seba Meter/Current Meter dengan banyak 302 dan 282 putaran/50 detik, terjadi pada Pias no. 3 - 4 dengan kecepatan sebesar 0.93776 m/dt. Sedangkan kecepatan minimumnya terjadi pada Pias no.1 kiri aliran yang besar kecepatannya yaitu sebesar 0.33074 m/dt. 2. Debit maksimal yang didapat pada penampang aliran praktikum ini terjadi pada Pias
3

no.3

atau

ditengah

aliran

yaitu

sebesar

0,97058m /dt.Sedangkan debit minimum terjadi pada Pias no.1 disebelah kiri aliran yaitu sebesar 0,10939m3/dt. 3. Debit total dihitung berdasarkan jumlah debit dari masing-masing Pias yaitu sebesar 5,19596m3/dt.

4.2 Saran 1. Pada penelitian selanjutnya mencari arus yang deras dan juga penampang aliran yang luas sehingga didapat penelitian yang lebih baik. 2. Agar pada saat penelitian diharapkan menjaga perlatan kerja dan keselamatan peserta. 3. Agar memperhatikan metode pelaksanaan dengan baik sebelum ke lokasi penelitian.

Laporan Praktikum Hidrologi Kelompok I 2014

Page 17

DAFTAR PUSTAKA

Bishop, J.E. 1973. Limnologi of Small Malaya River Gombak. Dr. W. Junk. V.B. Publisher the hague. 205p. Carlo, N., 2001. Efek Pengudaraan terhadap Kualitas Air Waduk Tropika. Jurnal Lembaga Penelitian Universitas Gajah Mada Yogyakarta. 3 (1) : 1-7. Jorgenson, SE., 1980. Lake Management. Pergaman Press. Oxford. 167 hal. Presiden Republik Indonesia, 2004. Undang-undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumberdaya Air. Sekertaris Negara Republik Indonesia. Jakarta, 105 hal. Wardoyo, S. T. 1981. Kriteria Kualitas Air Untuk Keperluan Pertanian Dan Perikanan. Training Analisa Dampak Lingkungan PDLH-UNDP-PUSDI-PSL dan IPB Bogor 40 hal (tidak diterbitkan). Hadiwegeno, 1990. Petunjuk Praktis Pengelolaan Pengairan Umum Bagi Pembangunan Perikanan. Departemen Perikanan, Badan Penelitian dan Pembangunan Pertanian, Jakarta, 80 hal.

Laporan Praktikum Hidrologi Kelompok I 2014

Page 18

LAMPIRAN

Foto 1. Perlengkapan peralatan pengukur kecepatan air

Foto 2. Penjelasan prosedur Pembacaan Seba Meter/Currant meter

Foto 3. Alat pengukur kedalaman penampang.

Foto 4. Baling-baling pengukur kecepatan aliran

Foto 6. Pembacaan Seba meter.

Foto 7. Pembacaan Seba meter di aliran sungai.

Foto 7. Hulu aliran sungai

Foto 8. Hilir aliran sungai