Anda di halaman 1dari 4

LBM II Sering buang air kecil

skenario Tn. F, laki-laki umur 35 tahun bekerja sebagai sopir datang ke poliklinik dengan keluhan sakit pinggang dan sering BAK sejak 1 minggu yang lalu disertai rasa nyeri dan seperti terbakar saat BAK. Selain itu, pasien juga mengeluh kencing sedikit-sedikit dan merasa tidak pernah puas setelah kencing serta sering tidak bisa menahan kencingnya. Keluar nanah dan batu disangkal oleh pasien, hanya saja pasien mengaku BAK lebih keruh dari biasanya serta kencingnya berwarna lebih gelap. Beberapa bulan yang lalu pasien pernah memeriksakan diri ke Dokter karena keluhan yang sama dan dianjurkan untuk di USG dengan hasil tidak tampak ada kelainan. Sejak 2 hari pasien mengeluh demam tinggi dan tidak ada nafsu makan. Nyeri yang dirasakan bertambah berat dan menjalar bukan hanya di pinggang melainkan di perut. Setelah diperiksa Dokter menyarankan agar pasien lebih banyak minum dan akan diambil sample urinnya untuk diperiksa. Diskusikan kemungkinan apa yang terjadi pada pasien

LBM III Nyeri selangkangan

Skenario Seorang pasien laki-laki bernama Pak H, usia 50 tahun dibawa ke instalasi gawat darurat karena merasa kesakitan pada pinggang kiri sejak 2 hari ini. Sebelumnya Pak H sering mengeluhkan nyeri pinggang kiri sejak 1 bulan terakhir yang hilang timbul disertai rasa mual dan juga muntah. Pada awalnya nyeri dirasakan pada perut kiri bawah menjalar ke selangkangan dan perineum, kemudian beberapa hari ini memberat sampai nyeri terasa hingga di ujung kemaluan. Nyeri yang dirasakannya tersebut hanya sedikit menghilang dengan obat anti nyeri dan kemudian timbul lagi. Tetapi sejak 1 minggu terakhir, nyeri pinggang yang dialami Pak H disertai dengan kencing yang berwarna kemerahan. Selain itu pasien mengeluhkan demam, rasa cepat lelah, dan badan terasa lemah. Dari pemeriksaan fisik didapatkan suhu 38,7C dan nyeri ketuk pada daerah pinggang kiri. Dari anamnesis diketahui bahwa Pak H berprofesi sebagai sopir angkot sejak masih muda dan dalam satu hari ia hanya minum kurang lebih 5 gelas kecil air. Karena tuntutan pekerjaannya, dalam 1 hari ia dapat menghabiskan 10 jam dalam posisi duduk. Dengan beberapa penemuan tersebut maka Dokter menyarankan untuk periksa laboratorium, USG dan radiologi untuk membantu menegakkan diagnosis. Dari hasil pemeriksaan urinalisis BJ 1.040, PH > 7, darah +6, proteinuria (-), WBC +3, Kristal kalsium oksalat (+). Pada pemeriksaan USG didapatkan kesan hidronefrosis kiri. Pada pemeriksaan radiologi BNO tampak gambaran radiopak (+) berukuran 8 mm pada daerah pelvic minor kiri. Kira-kira apa yang terjadi dengan Pak H?

LBM IV Buang air kecil tidak tuntas

Scenario Seorang pasien laki-laki usia 59 tahun dibawa ke instalasi gawat darurat karena merasa kesakitan pada bagian perut bawahnya. Dia juga mengeluh tidak bisa buang air kecil sejak 2 hari ini dan mengeluh nyeri saat BAK hingga muntah-muntah disertai demam menggigil sejak 2 hari yang lalu.Selain itu, pasien mengaku sering merasakan nyeri pada kemaluannya yang makin lama semakin memberat. Pasien mengaku pernah keluar darah dari kemaluannya saat berhubungan, kencing berdarah dan keluar nanah disangkal oleh pasien. Namun pasien mengatakan saat ini kencingnya lebih sering dan sedikitsedikit serta harus mengedan saat akan mulai BAK sehingga pasien merasa tidak pernah tuntas saat kencing. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 39C dan terdapat pembesaran di region suprapubis. Setelah itu, Dokter melakukan pemeriksaan RT dan didapatkan hasil hemmoroid (-), TSA adekuat, mukosa licin, prostat membesar (-), pole atas teraba, konsistensi padat kenyal, permukaan rata, nyeri (+), perdarahan (-). Dengan beberapa penemuan tersebut maka Dokter melakukan penanganan awal dengan memasang kateter dan menyarankan untuk periksa laboratorium, USG dan radiologi untuk membantu menegakkan diagnosis Pasien merasa khawatir dan bertanya kepada Dokter apakah penyakitnya sama dengan penyakit yang diderita oleh kakaknya yang baru saja menjalani operasi karena mengidap BPH ??

LBM V Memar di Selangkangan

Scenario Seorang laki-laki 24 tahun datang ke Unit Gawat Darurat dengan keluhan tidak bisa buang air kecil. Pasien menceritakan kebiasaan buang air kecil sebelumnya mengalami perubahan setelah mengalami kecelakaan motor dua bulan yang lalu dalam posisi jatuh terduduk, dimana pada saat itu dari ujung kemaluan tampak adanya darah, disertai memar di daerah sekitar selangkangan. Setelah itu setiap pasien buang air kecil pancaran urin mengecil dan harus disertai mengejan. Dokter mencoba memasang kateter urin per uretra, tetapi tidak berhasil dan pasien menolak untuk dilakukan tindakan pemasangan kateter suprapubik. Pasien menjadi takut dan memilih untuk pulang paksa. Setelah beberapa hari di rumah, kondisi pasien bertambah berat, lemas dan muntah-muntah. Karenanya ia dibawa kembali oleh keluarga pasien ke UGD. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan radiologi uretrografi antregrade. Dokter menyarankan untuk menjalani operasi, tetapi sebelumnya harus cuci darah dulu. Keluarga khawatir pasien akan mengalami kecanduan cuci darah seperti tetangganya karena infeksi ginjal bertahun-tahun yang harus menjalani cuci darah rutin 2 kali sebulan karena pertimbangan CCT kurang dari 10 cc/menit. Namun dokter yang merawat menjelaskan kondisi pasien berbeda. Menurut dokter, jika dilakukan operasi dan cuci darah kemungkinan fungsi ginjal akan mengalami perbaikan.

Anda mungkin juga menyukai