Anda di halaman 1dari 2

2. Ephedrine Ephedrine adalah alkaloid tanaman Ma-Huang yang sekarang diproduksi secara sintetik.

Obat-obat ini merupakan agen adrenergik kerja campuran. Keduanya tidak hanya melepas simpanan norepinefrin dari ujung akhir saraf, tetapi juga langsung merangsang reseptor dan . Dengan demikian, timbul berbagai macam kerja adrenergik yang mirip dengan epinefrin walaupun kurang poten atau efektif. Ephedrine bukan katekolamin dan merupakan substrat yang buruk untuk COMT dan MAO, maka obat-obat ini memiliki durasi yang lama tetapi onset yang lambat, sehingga baik secara oral dan dapat menembus ke dalam SSP. Ephedrin dieliminasi sebagian ke dalam urine tanpa diubah. Efek kardiovaskular ephedrine menyerupai efek epinefrin tetapi berlangsung kira-kira 10 kali lebih lama. Tekanan sistolik meningkat, dan biasanya juga tekanan diastolik, serta tekanan nadi membesar. Peningkatan tekanan darah ini sebagian disebabkan oleh vasokonstriksi, tetapi terutama oleh stimulasi jantung yang meningkatkan kekuatan kontraksi jantung dan curah jantung. Denyut jantung mungkin tidak berubah akibat refleks komensasi vagal terhadap kenaikan tekanan darah. Aliran darah ginjal dan viseral bekurang, sedangkan aliran darah koroner, otak, dan otot rangka meningkat. Berbeda dengan epinefrin, penurunan tekanan darah pada dosis rendah tidak nyata pada ephedrine. Bronkodilatasi oleh ephedrine lebih lemah tetapi berlangsung lebih lama daripada oleh epinefrin. Penetesan larutan efedrin pada mata menimbulkan midriasis. Refleks cahaya, daya akomodasi, dan tekanan intraokular tidak berubah. Aktivitas uterus biasanya dikurangi oleh ephedrine. Efek sentral ephedrine menyerupai efek amfetamin tetapi lebih lemah. Ephedrine pada 2 menyebabkan bronkodilatasi, tetapi kurang poten daripada epinefrin atau isoproterenol dan menghasilkan kerja yang lebih lambat. Sehingga pada ephedrine tidak terlihat adanya bifasik seperti epinefrin. Karena itu, ephedrine kadang digunakan sebagai profilaksis pada penatalaksanaan asma kronis untuk mencegah serangan dan bukan untuk menata laksana serangan akut seperti anafilaktik syok. Ephedrine meningkatkan kontraktilitas dan memperbaiki fungsi motorik pada miastenia gravis. Ephedrine menghasilkan perangsangan ringan terhadap SSP. Kerja ini meningkatkan kewaspadaan, menurunkan rasa lelah, dan mencegah rasa kantuk. Ephedrine juga memperbaiki kinerja atlet. Ephedrine sudah digunakan untuk menata laksana asma, sebagai dekongestan hidung (kerja vasokontriksi lokal), dan untuk meningkatkan tekanan darah. Kegunaan klinis ephedrine menurun karena tersedia agen-agen yang lebih poten dan lebih baik, yang menimbulkan efek samping yang sedikit.

DAPUS Richard A Harvey & Pamela C Champe. 2013. Farmakologi Ulasan Bergambar, Ed. 4. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC