Anda di halaman 1dari 7

Bahan

berbahaya

adalah

baha-bahan

yang

selama

pembuatannya,

pengolahannya,

pengangkutannya, penyimpanan dan penggunaan mungkin menimbulkan atau membebaskan debu-debu, kabut, uap-uap, gas-gas, serat atau radiasi mengion yang mungkin menimbulkan iritasi, kebakaran, ledakan, korosi, mati lemas, keracunan, bahaya-bahaya lain dalam jumlah yang memungkinkan gangguan kesehatan orang yang bersangkutan dengannya atau menyebabkan kerusakan kepada barang atau harta kekayaan. Definisi limbah B3 menurut PP No. 1 ! 1""" #o. PP No. $! 1""" %entang Pengelolaan &imbah B3. &imbah Bahan Berbahaya dan Beracun 'B3( adalah sisa suatu usaha dan atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan atau beracun yang karena sifat dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemari dan atau merusakkan lingkungan hidup, dan atau dapat akan membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lain. Pengelolaan limbah B3 menurut keputusan Bapedal No ) *3!1""$ %ujuan ) +engurangi, memisahkan, mengisolasi, dan atau menghancurkan sifat! kontaminanyang berbahaya. +acam pengolahan ) Pengolahan fisika-kimia Pengolahan biologis Pengolahan thermal ,olidifikasi! stabilisasi

Persyaratan pengolah dan pengolahan limbah B3 1. Pengolah limbah B3 harus merupakan suatu badan usaha -. +endapat i.in pengolahan dari /&0 3. +elaporkan kegiatan pengolahan limbah B3

Pemanfaatan &imbah B3 #enis pemanfaatan ) 1euse 'penggunaan kembali( 1ecycle 'daur ulang( 1eco2ery 'perolehan kembali( Prinsip Pemanfaatan &imbah B3 3man bagi kesehatan manusia dan lingkungan +emiliki proses produksi yang handal +emiliki standar mutu produk dan demand pasar

Bahan-bahan berbahaya dapat digolongkan sebagai berikut ) 1. Bahan 4ksplosif

Bahan mudah meledak ini dianggap berbahaya, meliputi semua bahan yang secara sendiri atau dalam campuran tertentu atau jika mengalami p*emanasan atau kekerasan atau gesekan dapat mengakibatkan peledakan yang biasanya diikuti oleh kebakaran, contoh garam logam yang peka. 1esiko ledakan dapat ditentukan dengan metode yang diberikan dalam &a5 for 46plosi2e ,ubstance di laboratorium, campuran senya5a pengoksidasi kuat dengan bahan mudah terbakar atau bahan pereduksi dapat meledak. ,ebagai contoh asam nitrat dapat menimbulkan ledakan jika bereaksi dengan beberapa sol2en seperti aseton, dietil eter, etanol, dll. Produksi atau bekerja

dengan bahan mudah meledak memerlukan pengetahuan dan pengalaman praktis maupun keselamatan khusus. 7ontoh ) ammonium nitrat, nitroselulosa, %N% 2. Bahan Pengoksidasi (Oxidizing)

Bahan ini kaya akan oksigen yang mendukung terjadinya kebakaran sehingga meningkatkan terjadinya kebakaran beberapa bahan yang mengoksidasi, seperti klorat dan permanganate dapat menyebabkan nyala api pada bubuk kayu atau jerami jika terjadi gesekan. 3sam-asam kuat tertentu, seperti asam sulfat dan nitrat dapat menyebabkan pembakaran jika bersentuhan dengan bahan-bahan organik. Bahan-bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya 8o6idi.ing9 biasanya tidak mudah terbakar. %etapi bila kontak dengan bahan mudah terbakar atau bahan sangat mudah terbakar mereka dapat meningkatkan resiko kebakaran secara signifikan. Dalam berbagai hal mereka adalah bahan anorganik seperti garam dengan sifat pengoksidasi kuat dan peroksida-peroksida organik. 7ontoh ) 0idrogen peroksida, /alium perklorat 3. Flammable (mudah terbakar)

#enis bahaya flammable dibagi menjadi dua yaitu 46tremely flammable 'amat sangat mudah terbakar( dan 0ighly flammable 'sangat mudah terbakar. :ntuk Bahan-bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya 8e6tremely flammable 8 merupakan likuid yang memiliki titik nyala sangat rendah 'di ba5ah * *7( dan titik didih rendah dengan titik didih a5al 'di ba5ah ;3$*7(. Bahan amat sangat mudah terbakar berupa gas dengan udara dapat membentuk suatu campuran bersifat mudah meledak di ba5ah kondisi normal. ,edangkan untuk Bahan dan formulasi ditandai dengan notasi bahaya <highly flammable9 adalah subyek untuk self-heating dan penyalaan di ba5ah kondisi atmosferik biasa, atau mereka mempunyai titik nyala rendah 'di ba5ah ;-1 *7(. Beberapa bahan sangat mudah terbakar menghasilkan gas yang amat sangat mudah terbakar di ba5ah pengaruh kelembaban. Bahan-bahan yang dapat menjadi panas di udara pada temperatur kamar tanpa tambahan pasokan energi dan akhirnya terbakar, juga diberi label sebagai <highly flammable9. Bahaya ) mudah terbakar meliputi .at terbakar langsung, contohnya aluminium alkil fosfor= keamanan ) hindari campuran dengan udara. >as amat mudah terbakar. 7ontoh ) butane, propane. /eamanan ) hindari campuran dengan udara dan hindari sumber api. ?at sensiti2e terhadap air, yakni .at yang membentuk gas mudah terbakar bila kena air atau api. 7airan mudah terbakar, cairan dengan titik bakar di ba5ah -1 *7. contoh ) aseton dan ben.ene. /eamanan ) jauhkan dari sumber api dan loncatan bunga api. @. %o6ic 'beracun(

Bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya <to6ic9 dapat menyebabkan kerusakan kesehatan akut atau kronis dan bahkan kematian pada konsentrasi sangat tinggi jika masuk ke tubuh melalui inhalasi, melalui mulut 'ingestion(, atau kontak dengan kulit. Berbahaya bagi kesehatan bila terhisap, terteln atau kontak dengan kulit, dan dapat mematikan. 7ontoh ) arsen triklorida, merkuri klorida $. 0armful Arritant 'bahaya iritasi(

3da sedikit perbedaan pada symbol ini yaitu dibedakan dengan kode Bn dan Bi. :ntuk Bahan dan formulasi yang ditandai dengan kode Bn memiliki resiko merusak kesehatan sedangkan jika masuk ke tubuh melalui inhalasi, melalui mulut 'ingestion(, atau kontak dengan kulit. ,edangkan Bahan dan formulasi dengan notasi <irritant9 atau kode Bi adalah tidak korosif tetapi dapat menyebabkan inflamasi jika kontak dengan kulit atau selaput lendir. /ode Bn '0armful( Bahaya ) menimbulkan kerusakan kecil pada tubuh,

7ontoh ) peridin /ode Bi 'irritant( Bahaya ) iritasi terhadap kulit, mata, dan alat pernapasan 7ontoh ) ammonia dan ben.yl klorida 6. Corrosive (korosi )

Bahan dan formulasi dengan notasi <corrosi2e9 adalah merusak jaringan hidup. #ika suatu bahan merusak kesehatan dan kulit he5an uji atau sifat ini dapat diprediksi karena karakteristik kimia bahan uji, seperti asam 'p0 C-(D11,$(, ditandai sebagai bahan korosif. Bahaya ) korosif atau merusak jaringan tubuh manusia 7ontoh ) klor, belerang dioksida E. Dangerous for 4n2iromental 'Bahan berbahaya bagi lingkungan(

Bahan dan formulasi dengan notasi <dangerous for en2ironment9 adalah dapat menyebabkan efek tiba-tiba atau dalam sela 5aktu tertentu pada satu kompartemen lingkungan atau lebih 'air, tanah, udara, tanaman, mikroorganisma( dan menyebabkan gangguan ekologi. Bahaya ) bagi lingkungan, gangguan ekologi 7ontoh ) tributil timah klorida, tetraklorometan, petroleum bensin