Anda di halaman 1dari 9

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN UNIVERSITAS MERCU BUANA

MODUL 8 PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN (3 SKS)


DOSEN : SYLVIA INDRIANY

POKOK BAHASAN :

LENGKUNG CEKUNG DAN CEMBUNG


MATERI KULIAH : Lengkung cekung, panjang lengkung cekung, panjang lengkung cembung, koordinasi alinyemen.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

SILVIA INDRIANY PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN UNIVERSITAS MERCU BUANA

LENGKUNG CEKUNG DAN CEMBUNG

8.1. LENGKUNG CEKUNG Panjang vertikal cekung ditentukan dengan memperhatikan :

Jarak penyinaran Lampu kendaraan Jarak pandangan bebas dibawah bangunan Persyaratan drainase Kenyamanan pengemudi Keluwesan bentuk

Jarak penyinaran lampu kendaraan merupakan batas pandangan yang dapat dilihat oleh pengemudi pada malam hari(umumnya tinggi lampu depan diambil setinggi 60 cm dengan sudut penyebaran 1o) Jarak pandangan bebas di bawah bangunan merupakan jarak pandangan bebas pengemudi yang melintasi bangunan lain (viaduct,jembatan

penyeberangan,,aquaduct) yang seringkali terhalang oleh bagian bawah bangunan

Panjang lengkung berdasar JPH (tinggi mata 1,8 m dan tinggi obyek 0,5 m/lampu belakang, ruang bebas vertikal min 5 m).

Kenyamanan pengemudi, ditinjau dari adanya gaya sentrifugal dan gravitasi pada lengkung cekung. Panjang lengkung minimum yang memenuhi syarat kenyamanan : L = (AV2 )/380 Keluwesan bentuk, perlu diperhatikan karena pada lengkung cekung dengan perbedaan kelandaian yang kecil, dengan rumus EV yang ada maka panjang

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

SILVIA INDRIANY PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN UNIVERSITAS MERCU BUANA

lengkung akan pendek. Akibatnya jalan kelihatan melengkung. Sehingga perlu diambil panjang lengkung >= 3 detik perjalanan.

Pemilihan lengkung vertikal cekung haruslah merupakan lengkung terpanjang yang dibutuhkan setelah mempertimbangkan jarak penyinaran, jarak pandang bebas,keluwesan bentuk dan kenyamanan pengemudi.

8.1.1. Panjang lengkung berdasar jarak penyinaran lampu depan 1. Keadaan S < L

S B 10 1 60 cm L
0

A/100

Gambar 8. 1. Jarak Pandang pada lengkung Vertiakal Cekung(S <L) (Sumber ref.5) DB = A L 100 2 DB = (S/L)2. (DB) DB = 0,6 + S tg 1 L= AS2 120 + 3,5S dimana tg 1 = 0,0175

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

SILVIA INDRIANY PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN UNIVERSITAS MERCU BUANA

2. Keadaan S > L

8
S B 10 B

1 60 cm

A/100 L/2

D S L/2

Gambar 8.2. Jarak Pandang pada lengkung Vertiakal Cekung(S>L) (Sumber reff. 5)

DB = A ( S L/2) 100 DB = 0,6 + S tg 1 L = 2 S - 120+3,5 S A dimana tg 1 = 0,0175

8.1.2. Panjang Lengkung berdasar jarak pandangan bebas di bawah bangunan 1. S < L (asumsi PPV di bawah bangunan)

Gambar 8.3. Jarak Pandang pada lengkung Vertikal Cekung(S<L)

Sumber : Sukirman, Silvia. Dasar-dasar Perencanaan Geometrik Jalan. Nova.1999.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

SILVIA INDRIANY PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN UNIVERSITAS MERCU BUANA

( S/L)2 = m / E (S/L)2 = (800 m)/ (AL) L = S2. A 800 m dan

E = AL/800

m = S2. A 800 L

jika jarak bebas ke bangunan adalah C, maka, m = C h1 h2 2 L = S2A 800 C 400 (h1 + h2) jika h1 = 1,8, h2 = 0,5, dan C= 5,5 m, maka L = AS2 3480

2. S > L

Gambar 8.4. Jarak Pandang pada lengkung Vertikal Cekung(S<L)(ref.5)

S/L = (E + m)/ (2 E) E = AL/800 dan m = C h1 h2 2

sehingga L = 2S - 800C 400 (h1 +h2) A Atau jika nilai h1, h2, C dimasukkan : L = 2S - 3480 A

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

SILVIA INDRIANY PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN UNIVERSITAS MERCU BUANA

8.2.

LENGKUNG CEMBUNG

Panjang vertikal cembung ditentukan berdasarkan : 1. Jarak pandang

Jarak pandang henti Jarak pandang menyiap (menyusul)

Tetapi pada perkembangan selanjutnya, didalam PGJ Perkotaan 1992 maupun PGJ antar kota 1997, yang digunakan adalah jarak pandang henti.

2. kebutuhan drainase ditentukan dengan memperhatikan bahwa lengkung vertikal cembung yang panjang dan relatif datar, dapat menyebabkan kesulitan dalam drainase jika sepanjang jalan dipasang kerb. Sehingga dibatasi u/ tidak melebihi:

L =50A
3. Kenyamanan Perjalanan Pertimbangan secara visual sehingga tidak kelihatan kurang dari 3 detik perjalanan melengkung, diambil tidak

8.2.1. Panjang lengkung vertikal berdasar jarak pandang 1. Keadaan S < L

Gambar 8.5. Jarak Pandang pada lengkung Vertiakal Cembung (S<L) Sumber : Sukirman, Silvia. Dasar-dasar Perencanaan Geometrik Jalan. Nova.1999.

dari persamaan sebelumnya (modul 6) Y = k x2

Y=

A x2 200 L

jika

k=

A 200L

maka

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

SILVIA INDRIANY PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN UNIVERSITAS MERCU BUANA

pada parabola : EV = k ( L)2 = k L2 4 y = h1 y = h2 h1 = k d12 h2 = k d22

jarak pandang seluruhnya pada lengkung sebagai berikut : S = d1 + d2 AL = EV 800 L= AS2 100 ( 2h1 +

2 h 2 )2

2. Keadaan S > L

Gambar8. 6. Jarak Pandang pada lengkung Vertiakal Cembung (S > L)


(Sumber reff. 5)

S = L + 100 h 1 + 100 h2 g1 g2 L = 2S 200 h1 + 200 h2 g1 g2 panjang lengkung minimum jika dL/dg = 0, maka h1 - h2 = 0 g1 g2 g2 = g1( h 2 /h1

A merupakan jumlah aljabar dari g1 + g2 sehingga

g1 = A

h1 h2

h1 +
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

SILVIA INDRIANY PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN UNIVERSITAS MERCU BUANA

dengan memasukkan pada rumus L, didapat L = 2 S 200 ( h1 + A

h 2 )2

Untuk penggunaan selanjutnya, panjang lengkung vertikal berdasar jarak pandang diatas (cekung dan cembung) dapat ditentukan dengan grafik III VI, pada PPGJR 1970, ataupun gambar 9.1 9.2, pada PGJP 1992. Sedangkan pada PGJ antar kota 1997, ditentukan berdasar tabel II.4 yang didasarkan pada penampilan, kenyamanan dan jarak pandang.

8.3.

KOORDINASI ALINYEMEN Alinyemen horisontal dan vertikal harus dikoordinasikan sehingga

menghasilkan bentuk jalan jalan yang baik, dalam arti memudahkan pengemudi mengemudikan kendaraan dengan aman dan nyaman. Atau dengan kata lain pengemudi dapat melihat bentuk jalan yang akan dilaluinya sehingga dapat antisipasi lebih awal. Ketentuan Koordinasi alinyemen : Alinyemen horisontal sebaiknya berimpit dengan vertikal, dan secara ideal alinyemen horisontal lebih panjang sedikit melingkupi alinyemen vertikal Tikungan tajam pada bagian bawah lengkung vertikal cekung atau pada bagian atas vertikal cembung dihindarkan Lengkung vertikal cekung pada kelandaian jalan yang lurus dan panjang harus dihindarkan Dua atau lebih vertikal cekung dalam satu lengkung horisontal harus dihindarkan Tikungan tajam diatara dua bagian lurus dan panjang harus dihindarkan

Beberapa gambar berikut (sumber TPGAJK 1997), dapat dijadikan acuan dalam koordinasi alinyemen.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

SILVIA INDRIANY PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN UNIVERSITAS MERCU BUANA

Gambar 8.7. Koordinasi Ideal Alinyemen horizontal dan vertical

Gambar 8.8. Koordinasi yang harus dihindarkan

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

SILVIA INDRIANY PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN