Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN CRITICAL APPRAISAL KEPANITERAAN UMUM C Reactive Protein as a predictor for true bacteremia in children

Trainer : dr. Dyah Mustika Nugraheni

Disusun Oleh : Maria Ulfah H2A010032

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG 2014

Mengkaji Kritis Secara Cepat Sebuah Penelitian Uji Akurasi Diagnostik

Langkah 1: Bagaimana PICO penelitian C Reactive Protein as a predictor for true bacteremia in children Populasi/masalah Indeks (tes indeks) : pasien anak dengan bakteriemia : C Reactive Protein

Comparison (kontrol) : kultur bakteri Outcome : diagnosis true bacteremia

Langkah 2: Seberapa baik penelitian ini dikerjakan? (validitas internal) Rekrutmen Apakah uji diagnostik dilakukan dengan mencakup semua spektrum pasien (seperti akan digunakan dalam praktik)? Apa yang terbaik? Dimana saya menemukan informasi tersebut? Ideal jika uji terhadap diagnostik Bagian metode biasanya memberikan spektrum informasi bagaimana pasien diambil dan dengan apakah diseleksi secara acak atau

diaplikasikan pasien

keseluruhan

gangguan ringan, parah, kasus baru berurutan. Juga memberitahu dari mana dan lama. Sangat bagus jika pasien pasien berasal dan apakah mewakili diseleksi secara acak atau berurutan pasien dimana tes akan digunakan. dari admisi sehingga bias seleksi dapat diminimalisai. Makalah ini: Ya Tidak Tidak jelas Komentar:

Subjek penelitian ini merupakan semua pasien anak berusia 0-18 tahun yang dirawat di bagian anak atau IGD Bnai Zion Medical Center tahun 2000-2004 dengan diagnosis pneumonia, ISK, gastroenteritis akut dan OMA. Dengan kriteria eksklusi: - pasien penyakit kronis pasien imunokompromais. Maintenance Apakah tes akhir standar baku dikenakan untuk semua subjek? Apa yang terbaik? Dimana saya menemukan

informasi tersebut? Tes akhir standar baku (misalnya Bagian metode seharusnya

apakah subjek memiliki penyakit atau menjelaskan apakah tes akhir standar tidak) harus diukur untuk semua baku dikenakan untuk semua subjek. subjek. Dalam kasus di mana

tergantung pada periode waktu tindak lanjut (lamanya tergantung pada

penyakit yang diteliti) untuk melihat apakah subjek benar-benar maka tidak tindak

mengalami

penyakit,

lanjut ini harus cukup lama untuk memastikan hasilnya. Makalah ini: Ya Tidak Tidak jelas Komentar:

Tes standar baku dilakukan pada semua subjek yang memenuhi kriteria. Pada penelitian ini dijelaskan hasil kultur negatif apabila telah dipastikan tidak ada pertumbuhan bakteri selama 1minggu kultur, namun tidak ada penjelasan mengenai kriteria kultur positif dan kultur terkontaminasi. Pengukuran Apakah penilai disamarkan terhadap hasil tes dan/atau apakah tes akhir standar baku bersifat objektif? Apa yang terbaik? Dimana saya menemukan

informasi tersebut? Tes standar baku dan tes indeks yang Bagian metode seharusnya juga

dinilai harus dikerjakan pada setiap mendeskripsikan pelaksanaan tes dan pasien secara independen Mereka dan apakah tiap tes dilaksanakan secara yang independen dan disamarkan terhadap

disamarkan.

menginterpretasikan hasil tes harus hasil tes yang lain. tidak mengetahui hasil tes lainnya. Bagian metode seharusnya secara

Akhirnya, makalah ini harus juga mendeskripsikan menjelaskan tes indeks dengan lengkap rinci. sehingga memungkinkan replikasi dan interpretasi hasil. Makalah ini: Ya Tidak Tidak jelas

pengujian

Komentar:

Pada penelitian ini tidak dijelaskan siapa yang melakukan pemeriksaan kultur bakteri dan memeriksa C Reactive Protein sehingga penyamaran tidak dapat dinilai. Tes indeks juga tidak dijelaskan secara rinci berapa nilai normalnya pada setiap penyakit karena pada penelitian ini ditemukan hasil peningkatan C Reactive Protein yang berbeda pada tiap penyakit.

Langkah 3: Apa makna dari hasil penelitian? Kultur Bakteri + C Reactive Protein + Total 35 15 50 23 48 71 Total 58 63 121

Pengukuran Sensitivitas (Sn) Spesifisitas (Sp) Nilai duga positif (PPV) Nilai duga negatif (NPV)

Hasil 70% 67,6% 60% 76,2%

Secara keseluruhan pelaporan artikel ini kurang lengkap pemeriksaan C Reactive Protein juga belum tersedia disemua fasilitas kesehatan, sehingga akan menyulitkan jika akan diaplikasikan pada pasien. Hal yang bagus dari penelitian ini adalah adanya pengelompokan berdasarkan kelompok penyakit yang diderita subjek sehingga pembaca dapat melihat perbedaan nilai C Reactive Protein tiap kelompok penyakit.