Anda di halaman 1dari 35

Presentasi Kasus Dipersiapkan

Ira Rahmanita Karis Amalia Derina Singgih Kusuma

I. Identitas pasien
Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Agama : Tn. M : 67 tahun : Laki : Banjar sari 3 no 6 Cilandak barat : Islam

Pendidikan
Pekerjaan

: S1
: Pensiunan

Status Perkawinan : menikah

II. Anamnesis
-Keluhan utama : Gatal di bokong dan disela bokong sejak 6 bulan.

Keluhan tambahan : -

II. Anamnesis

Riwayat penyakit sekarang :

pasien mengeluh gatal pada bokong dan sela bokong sejak 6 bulan lalu. Pasien pertama kali merasakan gatal pada tahun 2008, awalnya kelainan yang timbul berupa bintil-bintil merah lalu meluas dan terasa sangat gatal, pada bulan maret 2011pasien berobat dan membaik. kemudian setelah obat habis pasien merasa gatal lagi sampai sekarang.

II. Anamnesis

Gatal bertambah parah pada saat berkeringat dan gatal juga dirasakan pada malam hari. Karena gatal pasien menggaruk sehingga timbul lecet dan perih. Pasien tidak mengeluhkan demam.

II. Anamnesis
-Riwayat penyakit dahulu :

Pasien pernah mengalami keluhan seperti ini pada tahun 2000, diobati dan membaik. Riwayat asma, rhinitis,diabetes disangkal

Riwayat penyakit keluarga :

ibu pasien pernah mengalami keluhan serupa.

Riwayat asma ada pada keponakan

III. Pemeriksaan fisik umum

Keadaan umum Kesadaran Berat badan Tinggi badan

: Tampak sakit ringan : Compos mentis : 48 kg : 166 cm

Tanda Vital
- Tekanan Darah : 110/60 mmHg

- Nadi
- Suhu - Frekuensi Nafas

: 70 x/menit
: 36.5 0C : 20 x/ Menit

Kepala : Normocephali, rambut hitam, distribusi merata, tidak mudah dicabut, tidak ada alopesia. Mata : Konjungtiva anemis +/+, sklera ikterik -/-, pupil bulat isokor, RCL +/+, RCTL +/+ Telinga : Normotia +/+, nyeri tekan pada tragus dan antitragus -/-, serumen -/Hidung : Deviasi septum -/-, sekret -/-. Mulut : Bibir kering (-), lidah kotor (-), gigi berlubang (-),

Tenggorok: Faring hiperemis (-), tonsil T1-T1. Leher : Bentuk simetris, trakea lurus di tengah, tidak teraba pembesaran tiroid.

KGB : KGB preaurikuler, retroaurikuler, submandibula, submental, supraklavikula, dan oksipital tidak membesar

III. Pemeriksaan fisik umum


PEMERIKSAAN THORAKS Jantung:

- Inspeksi
- Palpasi - Perkusi

: Ictus cordis tidak terlihat


: Ictus cordis teraba : batas jantung normal

- Auskultasi : Bunyi jantung I-II reguler, murmur (-), gallop (-) Paru - Inspeksi : Gerakan dada simetris saat statis dan dinamis

- Palpasi dan kiri


- Perkusi

: Expansi dada simetris, fokal Fremitus sama kanan


: Sonor di seluruh lapang paru

III. Pemeriksaan fisik umum


PEMERIKSAAN ABDOMEN

Inspeksi : Datar
Palpasi : Supel, tekanan turgor kulit baik, tidak teraba massa, Hepar dan Lien tidak teraba membesar. Perkusi : timpani Aukultasi : bising usus (+) normal

Genital : Lihat status dermatologikus


Ekstremitas (atas bawah): tidak ada deformitas, kekuatan motorik maksimal, refleks fisiologis +2/+2, refleks patologis -/-

III. Status dermatologikus

Pada regio gluetea dan interglutea terdapat plak hiperpigmentasi berukuran numular sampai plakat sirkumskrip multiple sebagian diskret sebagian berkonfluens dengan tepi aktif polisik berupa papul disertai skuama

IV. Pemeriksaan penunjang


Pewarnaan KOH 20 % Hifa double contour bersekat bercabang dengan spora berderet

V. Resume
pasien mengeluh gatal pada bokong dan sela bokong sejak 6 bulan lalu. Pasien pertama kali merasakan gatal pada tahun 2008, awalnya kelainan yang timbul berupa bintil-

bintil merah lalu meluas dan terasa sangat gatal, pada


bulan maret 2011pasien berobat dan membaik. kemudian setelah obat habis pasien merasa gatal lagi sampai sekarang. Gatal bertambah parah pada saat berkeringat dan gatal juga dirasakan pada malam hari.

Karena gatal pasien menggaruk sehingga timbul lecet

Resume
Pasien tidak mengeluhkan demam. pasien pernah mengalami keluhan seperti ini pada tahun 2000, diobati dan membaik. Ibu psien pernah mengalami keluhan serupa. Riwayat asma ada pada keponakan, pasien mandi 2x/hari, setiap habis mandi pasien mengganti dalam. Pasien mengganti dalam pasien juga merasakan rasa lembab pada daerah bokongnya. Pasien mandi memakai sabun detol

Resume
Status Dermatologikus : Pada regio gluetea dan interglutea terdapat plak hiperpigmentasi berukuran numular sampai plakat sirkumskrip multiple sebagian diskret sebagian berkonfluens dengan tepi aktif polisik berupa papul disertai skuama

VI. Diagnosis kerja

Tinea kruris

VII. Diagnosis banding


Kandidiosis eritresma

IX. Penatalaksanaan Umum


- Mengganti pakaian terutama pakaian dalam jika berkeringat - Membuat daerah selangkangan dan bokong tidak lembab, mis dengan mengeringkan setlah dari kamar mandi. - Mandi teratur 2 x sehari - Makan-makanan bergizi

Penatalaksanaan Khusus
Sistemik R/ Griseofulvin tab 500 mg no VII S 1 dd tab 1 pc (malam) --------------------------------------------- R/ CTM tab 4 mg no VII

S 3 dd prn pc (malam)
---------------------------------------------- Topikal

R/ mikonazol 2 % 5 gr no I
S 2 dd ue
03/01/12

X. Prognosis

Ad Vitam : bonam

Ad functionam : bonam
Ad sanationam : dubia ad bonam

XI. Anjuran

Melakukan uji fungsi hati


Kultur SDA

IX. ANALISA KASUS


Komponen fakta yang mendukung diagnosis Tinea Kruris
No. 1. 2. Komponen Fakta Identitas Anamnesa Dewasa, Pria -Gatal terutama bila berkeringat -Perjalanan penyakit dari bulan hingga tahun -Pernah menderita keluhan yang sama beberapa tahun yang lalu Sering merasa lembab pada daerah bokong, paha dan kemaluan. Gluteal dan intragluteal Plak hiperpigmentasi berukuran plakat Berskuama Memiliki tepi aktif berupa papul Mendukung

3.

Faktor pemicu

4
5.

Lokasi
Efloresensi

IX. Analisa Diagnosis Banding


No 1. Diagnosis Candidosis Intertriginosa Mendukung -Usia lebih tua -Gatal terutama bila berkeringat -Sering merasa lembab pada daerah bokong, paha dan kemaluan. -Lesi awalnya kecil lalu bertambah lama bertambah lebar. -Lokasi intragluteal dan gluteal -Ada skuama -Lesi berbatas tegas Tidak Mendukung -Pasien mengaku menjaga kebesihan -lesi eritema, -maserasi, -lesi satelit

2.

Eriitrasma

Predileksi, menyerang orang dewasa, dipengaruhi kelembaban.

-Biasanya tidak bergejala, lesi berupa makula. -Kadang disertai maserasi.

Analisa Non Medikamentosa

Mengganti pakaian terutama pakaian dalam jika berkeringat untuk mengurangi rasa gatal

Membuat daerah inguinal dan bokong tidak lembab, mis dengan mengeringkan setlah dari kamar mandi. Untuk mencegah semakin berkembangbiaknya jamut Mandi teratur 2 x sehari untuk menjaga higienitas
Makan-makanan bergizi agar meningkatkan imunitas untuk meningkatkan sistem imun Jangan menggaruk lesi karena memperparah lesi untuk menhindari lesi yang lebih parah

Analisis Medikamentosa
Sistemik : R/ griseofulvin tab 500 mg No VII
1dd tab 1 pc (malam)

--------------------------------------------Pasien diberikan grisofulvin yang bersifat fungistatik sebanyak 500 mg. Pemberian griseofulvin dilakukan sampai sekitar 2minggu stelah sembuh secara klinis. Namun pada pasien ini diberikan selama 7 hari agar pasien dapat dkontrol kembali setelah 7 hari. Griseofulvin diberikan malam hari karena griseofulvin bersifat fotosensitif.

R/ CTM 4 mg tab No. X

1 dd 1 prn
------------------------------------------

Pasien diberikan CTM sebagai anti histamin (AH1) untuk mengurangi gatal. CTM digunakan seprlunya yaitu jika pasien merasa sangat gatal.
03/01/12

Topikal : R/ mikonazol 2 % cr no. I

2 dd ue
Pasien diberikan pengobatan topikal

03/01/12

Analisis Prognosis
Dasar prognosis

Ad vitam : bonam Karena penyakit ini tidak mengancam hidup


Ad functionam: bonam Karena setelah sembuh organ kulit dapat berfungsi dengan baik Ad sanationam: dubia ad bonam Karena walaupun sudah sering diobati namun pasien tetap mengalami penyakit seperti ini mungkin dikarenakan higienitas pasien atau imunitas pasien.

Penyakit jamur di kulit oleh jamur dermatofita 3 genus: 1. Microsporum 2. Tricophyton 3. Epidermophyton

Tinea kruris

Penyebab:
sp., E.floTrichophyton ccosum

Klinis:
Lesi berbatas tegas

Tepi lebih aktif, polimorfik


Bila menahun hiperpigmentasi dengan sedikit skuama

Patofisiologi
Jamur ini menghasilkan keratinase yang mencerna keratin invasi ke stratum korneum. Infeksi dimulai dengan kolonisasi hifa atau cabang-cabangnya didalam jaringan keratin yang mati.

Hifa ini menghasilkan enzim keratolitik yang berdifusi ke jaringan epidermis dan menimbulkan reaksi peradangan.
Pertumbuhannya dengan pola radial di stratum korneum menyebabkan timbulnya lesi kulit dengan batas yang jelas dan meninggi (ringworm). Reaksi kulit semula berbentuk papula yang berkembang menjadi suatu reaksi peradangan.

Anamnesis:
rasa gatal dan kemerahan di regio inguinalis dan dapat meluas ke sekitar anus, intergluteal sampai ke gluteus Gatal bertambah saat berkeringat Pasien berada pada tempat yang beriklim agak lembab, memakai pakaian ketat, bertukar pakaian dengan orang lain, aktif berolahraga, menderita diabetes mellitus

Pemeriksaan fisik
Efloresensi terdiri atas bermacam-macam bentuk yang primer dan sekunder. Makula eritematosa, berbatas tegas dengan tepi lebih aktif terdiri dari papula atau pustula. Jika kronis atau menahun maka efloresensi yang tampak hanya makula hiperpigmentasi dengan skuama diatasnya dan disertai likenifikasi. Garukan kronis dapat menimbulkan gambaran likenifikasi.

Diagnosis Dermatofitosis:
1. Anamnesa

2. Gambaran klinis
3. Sediaan langsung + lar KOH 10-20%

4. Biakan pada agar Sabouraud spesies penyebabnya

Pertanyaan

Kapan dan untuk apa kultur SDA? Arini

Apakah ditanyakan terapi yg telah didapat oleh pasien? Disa


ditanya Rinitis untuk apa? Kebiasaan lain untuk tinea kruris? Fitri Uji fungsi hati? Ihda

Kenapa tidak di tanya alergi obat?fitri

03/01/12