Anda di halaman 1dari 11

KANTOR ADVOKAT dan KONSULTAN HUKUM SEPTINA FADIA & PARTNERS

SkMen.Keh No. A 1758 Kp. 04. 14

Jalan Slamet Riyadi No. 15, Surakarta, Jawa Tengah

Kepada Yang Terhormat : Majelis Hakim Pengadilan Semu No.Reg.Perkara : PDS/ pdm-05 SKA/ft.1/04/2009 lupak nomernya Pengadilan Semu Surakarta di SURAKARTA

NOTA PEMBELAAN (PLEDOI)

Dalam Perkara Tindak Pidana : PDS/ pdm-05 SKA/ft.1/04/2009 atas Klien kami : Nama Lengkap Tempat Lahir : Omar Farouk Bin Abdul Jafar : Surakarta

Umur/ Tanggal Lahir : 43 tahun/ 4 April 1966 Jenis Kelamin Kebangsaan Tempat Tinggal Agama Pekerjaan Pendidikan : laki-laki : Indonesia : Jln. Perintis Kemerdekaan No 20 Surakarta : Islam : Direktur PT. Duta Pertiwi : SMA

Atas Surat Tuntutan perkara tindak pidana dari Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Surakarta No. Perkara : PDS/ pdm-05 SKA/ft.1/04/2009 tertanggal 20 Agustus 2009 di persidangan Pengadilan Semu Surakarta; Majelis Hakim Yang Terhormat; Jaksa Penuntut Umum Yang Terhormat; Dan Persidangan yang kami muliakan;

Dengan Hormat, Kami yang bertanda tangan di bawah ini : 1. Septina Fadia Putri S.H., M.H 2. Nikolas Wicaksono S.H., L.LM

Para Advokat pada kantor Advokat dan Konsultan Hukum Septina Fadia dan Partners berkantor di Jalan Slamet Riyadi No. 15, Surakarta, Jawa Tengah yang dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama serta untuk kepentingan hukum terdakwa : Omar Farouk Bin Abdul Jafar. Dengan ini, perkenankanlah kami untuk menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Majelis Hakim yang telah memberikan kesempatan kepada kami selaku Penasehat Hukum Terdakwa untuk menyusun dan menandatangani, serta mengajukan Nota Pembelaan / Pledoi ini. Hal yang berkenaan dengan pengajuan Tuntutan Pidana oleh Jaksa Penuntut Umum terhadap terdakwa seperti tersebut di bawah ini : Dakwaan Tindak Pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP tentang Penipuan.

I. DASAR HUKUM PENGAJUAN NOTA PEMBELAAN (PLEDOI) Bahwa Tuntutan Pidana dan Pledoi (Nota Pembelaan) pada dasarnya merupakan suatu rangkaian yang tidak terpisahkan dalam suatu proses pemeriksaan perkara pidana dan sebenarnya dapatlah dikatakan, bahwa keberadaan adanya tuntutan pidana yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum saling berkaitan dengan Pledoi (Nota Pembelaan) yang diajukan oleh Penasehat Hukum Terdakwa atau oleh terdakwa, karena tuntutan pidana yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum maupun pembelaan yang diajukan oleh terdakwa atau Penasehat Hukum Terdakwa pada hakekatnya merupakan proses dialektika jawab menjawab terakhir dalam suatu proses pemeriksaan suatu perkara pidana. Bahwa berdasarkan ketentuan Hukum Acara Pidana Pasal 182 ayat (1) huruf b KUHAP, maka kepada terdakwa dan atau Penasehat Hukum Terdakwa diberikan hak untuk mengajukan Nota Pembelaan (Pledoi) atas tuntutan pidana yang telah diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum; Bahwa dalam kesempatan ini perlu kami tegaskan, karena pada hakekatnya pengajuan Nota Pembelaan (Pledoi) ini bukanlah bertujuan untuk melumpuhkan dakwaan dan tuntutan pidana yang diajukan oleh Jaksa

Penuntut

Umum,

akan

tetapi

perbedaan

argumentasi,

prinsip

dan

pandanganlah yang menimbulkan kesenjangan diantara kedua misi yang diemban, namun kesemuanya itu bermuara pada kesamaan tujuan yaitu : usaha dan upaya melakukan penegakan hukum serta keinginan untuk menemukan kebenaran hukum. Bahwa berdasarkan uraian dan penjelasan yang telah kami sampaikan tersebut di atas, dapatlah kiranya dijadikan sebagai suatu dasar hukum bagi Terdakwa atau Penasehat Hukum Terdakwa dalam menyampaikan Nota Pembelaan (Pledoi)

II. LATAR BELAKANG KASUS/PERMASALAHAN Bahwa sebelum kami mengadakan pembelaan dalam perkara ini, maka pada bagian ini, kami terdakwa / Penasehat Hukum Terdakwa terlebih dahulu menyampaikan dan mengemukakan mengenai masalah dan pokok perkaranya yaitu : Bahwa benar pada tanggal 30 Maret 2013 Omar Farouk pernah menyewa salah satu ruang di lantai 2 Gedung Artha Duta dan digunakan untuk kantor dengan nama PT.Duta Pertiwi yang bergerak dalam bidang jasa penyalur TKI ke luar negeri. Bahwa benar atas perintah Omar Farouk pada tanggal 5 April 2013 Susi, Yuli dan Maya mulai dipekerjakan di kantor PT.Duta Pertiwi. Bahwa benar pada tanggal 14 April 2013, Oumar Farouk memerintahkan Susi untuk membuat iklan lowongan pekerjaan di Koran harian Bengawan Pos. Bahwa benar pada tanggal 16 April Omar Farouk memerintahkan ketiga karyawannya untuk bersiap dengan tugas masing- masing menerima lamaran pekerjaan dari masyarakat yang pada tanggal 17 April 2013 hingga 21 April 2013 akan melamar ke PT.Duta Pertiwi. Bahwa benar pada tanggal 23 April Omar Farouk memerintahkan Rini untuk membuat pengumuman hasil seleksi yang isinya menyatakan bahwa Sebastian, Arnold dan Franky lolos seleksi dan 47 orang lainnya dinyatakan tidak lolos. Bahwa benar pada tanggal 29 April Omar Farouk menerima kedatangan Sebastian, Arnold dan Franky di ruang kerjanya tanpa dihadiri Rini, Yuli dan Maya.

Bahwa benar Omar Farouk meminta berkas administrasi, ijazah asli serta uang jaminan sebesar Rp 25.000.000( dua puluh lima juta rupiah) masingmasing kepada Sebastian Arnold dan Franky.

Bahwa benar Omar Farouk telah menerima uang masing- masing Rp 25.000.000,00(dua puluh lima juta rupiah) masing- masing dari Sebastian, Arnold dan Franky.

Bahwa benar Omar Farouk meyakinkan ketiga korban untuk menyerahkan uang tersebut dengan janji uang tersebut hanya sebagai uang jaminan mengurus dokumen keberangkatan mereka ke luar negeri serta menjanjikan gaji sebesar Rp 30.000.000,00 ( tiga puluh juta rupiah ) setiap bulannya dan bonus akhir tahun sebesar Rp 25.000.000,00( dua puluh lima juta rupiah.

III. FAKTA-FAKTA HUKUM DI DALAM PERSIDANGAN Bahwa pada bagian ini kami terdakwa / Penasehat Hukum Terdakwa tidak akan mengulang dan menguraikan kembali secara detail mengenai keterangan saksi-saksi maupun keterangan Terdakwa, karena semuanya secara lengkap telah tercantum dan tercakup jelas dalam Berita Acara Sidang. Bahwa kami terdakwa/ Penasehat Hukum Terdakwa hanya menitik beratkan pada keterangan saksi yang mematahkan dan melemahkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum, diantaranya :

A. Keterangan Saksi-saksi :
Saksi I Nama : Pahala Kencana bin Suharno, Umur 35 Tahun, Pekerjaan Swasta, Agama Islam, Kebangsaan Indonesia, Alamat Jalan Kapten Tendean, No. 10 Blok E RT/RW 011/009, Jakarta Selatan, Jakarta. Menerangkan : a. Bahwa benar saksi dalam keadaan sehat jasmani maupun rohani dan bersedia untuk diminta serta memberikan keterangan dengan

sebenarrnya dibawah sumpah. b. Bahwa benar saksi telah disumpah menurut agama dan kepercayaannya untuk memberikan keterangan dengan sebenarnya.

c. Bahwa benar saksi mengerti bahwa saksi diperiksa dan dimintai keterangan terkait dengan terjadinya Tindak Pidana Penipuan yang dilakukan oleh TERDAKWA OMAR FAROUK bin ABDUL JAFAR. d. Bahwa benar saksi tidak memiliki hubungan keluarga, sedarah atau semenda dengan TERDAKWA. e. Bahwa benar saksi tidak mempunyai hubungan pekerjaan dengan TERDAKWA. f. Bahwa benar PT Holland Paradise Indonesia adalah agen resmi pengiriman tenaga kerja untuk Kapal Pesiar Holland Paradise. g. Bahwa benar PT Duta Pertiwi yang dipimpin oleh terdakwa Omar Farouk bin Abdul Jafar melakukan kerjasama dengan PT Holland Paradise untuk mengirimkan tenaga kerja untuk bekerja di Kapal Pesiar Holland Paradise. h. Bahwa benar PT Duta Pertiwi melalui terdakwa Omar Farouk bin Abdul Jafar selaku pimpinan PT Duta Pertiwi dengan pihak agen kapal pesiar PT Holland Paradise Indonesia telah melakukan perjanjian mengenai pengiriman tenaga kerja untuk bekerja di Kapal Pesiar Holland Paradise. i. Bahwa benar terdakwa Omar Farouk bin Abdul Jafar sebagai perwakilan dari PT Duta Pertiwi bersama Pahala Kencana bin Suharno sebagai perwakilan dari pihak agen kapal pesiar PT Holland Paradise Indonesia telah menandatangani perjanjian tersebut di depan pejabat yang berwenang. j. Bahwa benar dalam perjanjian yang dibuat oleh terdakwa Omar Farouk bin Abdul Jafar sebagai perwakilan dari PT Duta Pertiwi bersama Pahala Kencana bin Suharno sebagai perwakilan dari pihak agen kapal pesiar PT Holland Paradise Indonesia, dicantumkan mengenai jangka waktu pengiriman tenaga kerja untuk bekerja di Kapal Pesiar Holland Paradise Indonesia yaitu 1 tahun sejak disepakatinya perjanjian pengiriman tenaga kerja. Saksi II Nama : Aminrah Sri Rofiqah Binti Suptanto Juhana, Umur 40 Tahun, Pekerjaan Ibu Rumah Tangga, Agama Islam, Kebangsaan Indonesia, Alamat Jalan Tanjung XA No. 8B RT. 003 RW. 005 Karangasem, Laweyan, Surakarta.

Menerangkan : a. Bahwa benar saksi dalam keadaan sehat jasmani maupun rohani dan bersedia untuk diminta serta memberikan keterangan dengan

sebenarrnya dibawah sumpah. b. Bahwa benar saksi telah disumpah menurut agama dan kepercayaannya untuk memberikan keterangan dengan sebenarnya. c. Bahwa benar saksi mengerti bahwa saksi diperiksa dan dimintai keterangan terkait dengan terjadinya Tindak Pidana Penipuan yang dilakukan oleh TERDAKWA OMAR FAROUK bin ABDUL JAFAR. d. Bahwa benar saksi memiliki hubungan keluarga, sedarah atau semenda dengan TERDAKWA. e. Bahwa benar saksi tidak mempunyai hubungan pekerjaan dengan TERDAKWA. f. Bahwa benar terdakwa Omar Farouk Bin Abdul Jafar pernah mendatangi kantor notaris Salam Sejahtera, SH., M.Kn., yang beralamat di Jalan Sewu Kutha No. 13 Banjarsari, Surakarta untuk membuat akta pendirian PT. Duta Pertiwi. g. Bahwa benar saksi pernah menemani terdakwa Omar Farouk Bin Abdul Jafar ketika mendatangi kantor notaris Salam Sejahtera, SH., M.Kn h. Bahwa benar saksi menyaksikan secara langsung proses permohonan pembuatan akta pendirian PT Duta Pertiwi di kantor notaris Salam Sejahtera, SH., M.Kn. bersama dengan terdakwa Omar Farouk Bin Abdul Jafar. i. Bahwa benar terdakwa Omar Farouk bin Abdul Jafar melimpahkan akta pendirian PT. Duta Pertiwi kepada saksi untuk dilakukan penyimpanan. j. Bahwa benar saksi sampai saat ini masih membawa akta pendirian PT. Duta Pertiwi.

B. Keterangan Terdakwa
Nama Lengkap Tempat Lahir : Omar Farouk Bin Abdul Jafar : Surakarta

Umur/ Tanggal Lahir : 43 tahun/ 4 April 1966 Jenis Kelamin Kebangsaan Tempat Tinggal Agama : laki-laki : Indonesia : Jln. Perintis Kemerdekaan No 20 Surakarta : Islam

Pekerjaan Pendidikan Menerangkan :

: Direktur PT. Duta Pertiwi : SMA

a. Benar bahwa terdakwa sewaktu diperiksa dalam keadaan sehat baik jasmani maupun rohani dan bersedia untuk diperiksa serta akan memberikan keterangan serta jawaban dengan sebenarnya. b. Benar terdakwa sewaktu diperiksa mengaku belum pernah dihukum. c. Benar terdakwa sewaktu diperiksa terdakwa didampingi penasehat hukum. d. Bahwa terdakwa tidak membenarkan Berita Acara Pemeriksaan. e. Benar terdakwa sewaktu diperiksa menerangkan tidak pernah melakukan Tindak Pidana yang disangkakan dan hanya menjalankan didasarkan pada hal-hal yang sah dan dibenarkan baik secara prosedural di dalam profesinya maupun secara hukum.

IV. ANALISA HUKUM ATAS TUNTUTAN JAKSA PENUNTUT UMUM Bahwa kami terdakwa melalui Penasehat Hukum Terdakwa, dengan ini menyatakan tidak sepaham dan tidak sependapat atas uraian pembuktian yang diajukan oleh Jaksa Penunutut Umum mengenai Tuntutan Pidana yang dituduhkan kepada Terdakwa; Bahwa pada pembuktian hukum atas dakwaan yang diajukan oleh Jaksa Penunutut Umum sangatlah memberatkan dan merugikan terdakwa baik secara moril maupun materiil, karena dari proses pembuktian dapat dibuktikan jika terdakwa tidak melakukan tindakan yang dapat memenuhi unsur-unsur pidana. Bahwa dalam pembuktian, kami sangat keberatan dengan keterangan saksi yang dibacakan dalam persidangan dikarenakan menurut Pasal 185 KUHAP menyatakan Keterangan saksi sebagai alat bukti ialah apa yang saksi nyatakan dalam sidang pengadilan. Dengan ini semua dalam hukum acara, hukum yang mengatur formalitas tentang ketentuan tersebut tidak untuk ditafsir-tafsirkan, tetapi sebagai standar dan parameter legalitas penyelenggaraan Hakim Pengadilan dalam mengambil keputusan. Dengan demikian keterangan saksi yang dibacakan di persidangan tersebut akan sangat memberatkan bagi terdakwa dan tidak dapat diyakini kebenarannya, sehingga mohon untuk diabaikan.

Bahwa bilamana tuntutan Jaksa penunutut Umum tetap dipaksakan, maka yang terjadi adalah benturan-benturan pertimbangan hukum antara satu dengan yang lainnya, dan dalam keadaan demikian sudah barang tentu kebenaran materiil yang ingin dibuktikan dalan Hukum Acara Pidana jauh dari rasa keadilan dan kepastian hukum.

Bahwa sebagaimana yang didakwakan Jaksa Penunutut Umum kepada terdakwa, dimana terdakwa telah didakwa dengan Dakwaan Alternatif yaitu yang berupa:

Dakwaan Tindak Pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP tentang Penipuan.

Dengan melihat fakta hukum dan realita yang ada apakah dakwaan Kesatu atau Kedua dari Jaksa Penuntut Umum tersebut dapat dibuktikan secara hukum?.Agar dapat diketahui bersalah atau tidaknya perbuatan terdakwa, maka untuk itu akan terlebih dahulu dilakukan analisa hukum terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum yaitu sebagai berikut:

Dakwaan Tunggal Bahwa terdakwa didakwa dalam dakwaan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. Adapun Unsur-unsurnya adalah sebagai berikut : UNSUR MENGUNTUNGKAN DIRI SENDIRI ATAU ORANG LAIN UNSUR YANG DENGAN MELAWAN HUKUM UNSUR YANG DENGAN MEMAKAI NAMA PALSU ATAU MARTABAT PALSU UNSUR YANG DENGAN TIPU MUSLIHAT, ATAUPUN RANGKAIAN KEBOHONGAN, MENGGERAKKAN ORANG LAIN UNTUK MENYERAHKAN BARANG SESUATU KEPADANYA

Berkaitan dengan substansi yang ada dalam dakwaan kedua, maka kami selaku Penasehat Hukum Terdakwa akan menguraikan dan menganalisis dari tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum yaitu sebagai berikut:

a. Unsur menguntungkan diri sendiri atau orang lain

Dalam kasus ini, terdakwa tidak melakukan perbuatan yang mengandung unsure menguntungkan diri sendiri atau orang lain. Dengan demikian unsur menguntungkan diri sendiri atau orang lain adalah tidak terbukti. b. Unsur yang dengan melawan hukum

Dalam hal ini kami selaku Tim Penasihat Hukum Terdakwa tidak sependapat dengan uraian Penuntut Umum di atas. Hal ini dikarenakan bahwa perbuatan terdakwa telah sesuai dengan prosedur yang berlaku dan tidak terdapat unsure melawan hokum dalam tindakan tersebut. Dengan demikian unsur yang dengan melawan hukum adalah tidak terbukti. c. Unsur yang dengan memakai nama palsu atau martabat palsu

Dalam kasus ini tidak ada tindakan terdakwa yang menggunakan nama palsu atau martabat palsu. Segala perbuatan yang dilakukan terdakwa bukan merupakan rekayasa yang dibuat-buat. Melainkan semua jelas dan terbukti kebenarannya. Dengan demikian unsur memakai nama palsu atau martabat palsu adalah tidak terbukti.

d. Unsur yang dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya Tidak ada dalam tindakan yang dilakukan terdakwa yang merupakan tipu muslihat. Segala perbuatan terdakwa tidak dilandasi niat untuk membohongi orang lain. Dan barang sesuatu yang diserahkan kepadanya bukan atas dasar digerakkan olehnya. Melainkan semata-mata adalah kehendak yang dilakukan oleh orang lain tersebut atas keinginannya sendiri. Dengan demikian unsur yang dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya adalah tidak terbukti.

V. KESIMPULAN DAN PERMOHONAN Demikian Nota Pembelaan (Pledoi) ini kami ajukan dan dalam penyusunannya masih memiliki kekurangan dan keterbatasan, meskipun demikian semoga Nota Pembelaan (Pledoi) ini dapat berguna bagi penegakan hukum dan keadilan, serta mempunyai makna bagi kami terdakwa selaku pencari keadilan. Bahwa oleh karena persidangan dan Nota Pembelaan (Pledoi) tersebut telah selesai kami uraikan satu persatu, maka dengan segala kerendahan hati kami Tim Penasehat Hukum Terdakwa memohon dengan hormat kepada Majelis Hakim yang mengadili perkara ini berkenan memutuskan:

1. Menyatakan bahwa terdakwa Omar Farouk Bin Abdul Jafar tidak terbukti kesalahannya secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana baik pada dakwaan kesatu atau dakwaan kedua. 2. Membebaskan terdakwa Omar Farouk Bin Abdul Jafar dari semua tuntutan hukum (Vrijspraak) atau setidak-tidaknya melepaskan terdakwa dari semua tuntutan hukum (Ontslaag Van Alle

Rechtsvervolging). 3. Membebankan biaya perkara kepada Negara.

Akhirnya, dengan berbagai argumentasi hukum yang kami lakukan, kami menutup pembelaan ini. Dengan mengutip adagium hukum yang selalu kita dengar bersama, walaupun tidak pernah diterapkan secara konsisten, yaitu Azas Indubio Proreo dan dalam Pasal 183 KUHAP yaitu: Lebih baik membebaskan 100 orang yang bersalah daripada menghukum satu orang yang tidak bersalah. Dan akhir kata semoga Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Pengasih melimpahkan berkat dan karunia kepada Majelis Hakim yang mengadili dan memutus perkara ini, amin.

Sekian dan terima kasih.

. Surakarta, 20 Agustus 2009

1 0

Hormat Kami, Penasehat Hukum Terdakwa

1. Septina Fadia Putri S.H., M.H

2. Nikolas Wicaksono S.H., L.LM

1 1