Anda di halaman 1dari 15

Atresia Ani

ATRESIA ANI

PENDAHULUAN Atresia anus atau anus imperforatus adalah suatu keadaan dimana tidak terdapatnya lubang anus pada perineum yang bersifat kongenital. Pada keadaan tertentu penyakit ini akan menimbulkan keadaan emergensi pada hari-hari pertama setelah bayi lahir sehingga memerlukan tindakan segera.(1)

DEFENISI Atresia berasal dari bahasa yunani (A berarti tidak dan trepsis berarti nutrisi atau makanan). Dengan kata lain tidak adanya lubang ditempat yang seharusnya berlubang atau buntunya saluran atau rongga tubuh yang dalam hal ini adalah anus.(3)

EMBRIOLOGI Etiologi yang pasti dari atresia ani belum diketahui dan tidak ada faktor eksogen yang dapat dicurigai sebagai penyebab timbulnya atresia ani. Diduga kelainan anorektal ter adi oleh karena kegagalan pembagian cloaca men adi traktus urogenitalis dan rectum oleh septum urorektalis yang dimulai pada kehidupan embrio berumur ! minggu.(!) Pada minggu ke-! intra uterin pada "aktu embrio berukuran ! mm alantois berhubungan dengan hind gut cloaca pada keadaan normal akan tumbuh septum urorektalis yang memisahkan keduanya. Pada minggu ke-# (embrio 3# mm) rectum
F. Derhana. M.S, 990100056, FK-USU Halaman KKS SMF Ilmu Bedah RSU. Dr. Pirngadi Medan 2005

Atresia Ani

telah terpisah dari traktus urogenitalis$ sementara itu pada bayi "anita saluran muller akan tumbuh pada bagian posterior saluran uropoetika dan pada pertumbuhan selan utnya akan mempunyai muara sendiri-sendiri dengan posisi normal.(1) Apabila ter adi pembentukan pada septum urogenitalis$ maka ketiga saluran (urogenitalis dan rectum) akan bermuara pada cloaca dan terbentuklah fistula rektocloaca. Apabila saluran muller dapat tumbuh dengan baik akan tetapi rectum gagal dalam pertumbuhan selan utnya$ rectum akan bermuara pada saluran muller dan terbentuklah fistula recto%aginalis.(!) Adakalanya traktus urogenitalis tumbuh dengan baik$ rectum uga tumbuh mempunyai muara tersendiri akan tetapi letak muara rectum (anus) masih dalam %estibulum. &eadaan ini disebut fistula rekto%estibular atau ano%estibular. Apabila gangguan pertumbuhan ter adi setelah minggu ke-1' (pan ang embrio ()) kelainan yang ter adi biasanya tidaklah begitu berat. *raktus urogenital dan rectum sudah terbentuk tetapi pada tahap selan utnya tidak tumbuh pada tempatnya tetapi mengambil tempat dibelakang %estibulum atau perineum didekatnya sehingga terbentuklah anterior anus.(1) Pada keadaan lain anus mungkin sudah terbentuk tetapi dengan lubang yang kecil. +ila letaknya pada u ung %estibulum disebut fistula ano%ul%ar$ sedang bila terdapat di perineum disamping %estibulum disebut fistula anocutaneus.(!)

F. Derhana. M.S, 990100056, FK-USU Halaman KKS SMF Ilmu Bedah RSU. Dr. Pirngadi Medan 2005

'

Atresia Ani

EPIDEMIOLOGI ,nsiden kelainan masih cukup tinggi. Diduga 1 diantara -))) kelahiran hidup dengan bayi laki-laki sedikit lebih tinggi dari bayi "anita(-). Pada laki-laki banyak kelainan tipe rectal sedangkan pada bayi "anita lebih banyak tipe anal.(.)

GAMBARAN KLINIK Atresia ani biasanya memberikan ge ala obstruksi saluran pencernaan pada hari-hari pertama neonatus$ bila tidak ada fistula maka distensi abdomen dapat ter adi dalam #-'! am setelah bayi lahir. Disertai muntah-muntah pada umur '!-!# am dan se ak lahir tidak ada defekasi mekonium.(.) /e ala yang di umpai antara lain anus tampak merah$ adanya tahanan aringan se"aktu termometer dimasukkan melalui anus dan di umpai tanda-tanda obstruksi.(() Pada bayi laki-laki dengan fistula ke traktus urinarius akan didapat adanya mekonium dalam urine dan ini merupakan tanda penting diagnosa$ sementara pada bayi perempuan kadang-kadang fistula ke traktus urogenital cukup adekuat sehingga memungkinkan keluarnya mekonium dan udara dari saluran pencernaan$ pada keadaan ini tidak ter adi ge ala obstruksi.(#)

DIAGNOSA 0enegakkan diagnosa suatu atresia ani berdasarkan pada 1 ,. ,,. ,,,. Anamnesa. Pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penun ang. 3

F. Derhana. M.S, 990100056, FK-USU Halaman KKS SMF Ilmu Bedah RSU. Dr. Pirngadi Medan 2005

Atresia Ani

1. Anamnesa (alloanamnesa). 2rekuensi defekasi. &eluarnya mekonium. &esulitan defekasi.(3) '. Pemeriksaan fisik. *anda-tanda ileus obstruksi. ,dentifikasi lubang anus dengan termometer.(1))

Pemeriksaan rutin Pemeriksaan rutin dilakukan untuk mencari kelainan lain. 4ebih dari -)5 penderita mempunyai kelainan kongenital lain. 6ang sering ditemukan adalah kelainan saluran genito-urinal (3)5)$ kelainan antung ((-5)$ kelainan saluran cerna misalnya atresia esofagus atau atresia duodenum$ dan kelainan tulang.(1) Pemeriksaan khusus. ,. 4aki-laki. 1. Perineum diperiksa dengan teliti untuk menentukan lubang anus. 7ika ada maka ada beberapa kemungkinan sebagai berikut 1 A. Anus normal pada posisi anterior anterior perianal anus.

F. Derhana. M.S, 990100056, FK-USU Halaman KKS SMF Ilmu Bedah RSU. Dr. Pirngadi Medan 2005

Atresia Ani

+. Adanya fistel diperineal anterior dari anus anokutaneus fistel. 8. 4ubang yang sempit pada letak normal stenosis dari membran anal atau anal stenosis atau anorektal stenosis. '. 7ika lubang tak didapati$ periksa mekonium dalam uri$ ika 1 A. *idak ada mekonium$ dilakukan foto in%ertogram dan dari gambaran udara distal rectum kemungkinan 1 4etak tinggi 1 agenesis anorektal (tanpa fistel). 4etak intermediet 1 agenesis anal (tanpa fistel). 4etak rendah 1 membran ani imperforasi (komplit). +. 7ika mekonium ada maka dengan pemeriksaan rektourinari kemungkinan 089 (0icturating 8ysto9rethrogram) dapat dibedakan 1 :ektourethra fistel atau letak tinggi atau rekto%esika fistel. :ektobulbar fistel. ,,. Perempuan. 1. 7ika mekonium ada$ periksa lubang pada perineum$ urethra dan %agina untuk melihat ada tidaknya fistel. A. ;atu lubang rektokloaka fistel. +. Dua lubang rekto%agina fistel.
F. Derhana. M.S, 990100056, FK-USU Halaman KKS SMF Ilmu Bedah RSU. Dr. Pirngadi Medan 2005

Atresia Ani

8. *iga lubang ano%estibular fistel atau rekto%estibular fistel$ anterior anus$ anokutaneus atau ano%ul%ar fistel. '. 7ika mekonium tak ada$ ini merupakan kelainan nonkomunikan. 3. Pemeriksaan penun ang. 2oto polos abdomen. Pada foto polos abdomen tampak dilatasi usus diseluruh rongga perut dengan batas udara-air yang multiple$ tanda obstruksi usus distal.(11). ,n%ertogram. ,n%ertogram adalah teknik pengambilan foto untuk menilai arak puntung distal rectum terhadap tanda timah atau logam lain pada tempat bakal anus di kulit perineum.(1') ;yarat melakukan in%ertogram 1 1. <arus dilakukan sedikitnya 1'-1! am setelah kelahiran. '. +ayi harus diletakkan '-3 menit secara terbalik sebelum difoto. 3. ;inar dari arah lateral. !. Posisi hip oint fle=i maksimal. -. ;inar difokuskan pada trokanter mayor. ;etelah dilakukan in%ertogram$ maka diidentifikasi 1 1. P 8 line 1 sebuah garis yang ditarik dari os pubis ke os persambungan os sacrococcygeal. '. , point 1 titik terendah dari os ischium.
F. Derhana. M.S, 990100056, FK-USU Halaman KKS SMF Ilmu Bedah RSU. Dr. Pirngadi Medan 2005

Atresia Ani

+eberapa teknik untuk menentukan atresia ani tinggi dan rendah digambar secara skematis. Atresia ini dikatakan tinggi$ apabila pada in%ertogram udara terhenti diatas garis ;tephen atau diatas garis ;cott dan ;"enson. 4add dan /ross menganggap arak yang lebih dari 1$- cm diatas lekukan anus (ana dimple) sebagai lesi tinggi 1 &iese"itter menyarankan arak '$) cm. 4ekukan anus diberi tanda dengan timah.(11)

<al-hal yang dinilai dari in%ertogram 1 1. *ingkat udara paling distal pada foto. '. +isa terdapat agenesis sacral. &elainan pada sacrum serabut-serabut syaraf yang menu u sphineter %esical dan perineum uga mengalami gangguan sehingga men adi neurogenic bladder. 9ntuk mengetahui ada tidaknya kelainan pada serabut-serabut ini dapat dilakukan pin prick test pada kulit perineum.(1')

F. Derhana. M.S, 990100056, FK-USU Halaman KKS SMF Ilmu Bedah RSU. Dr. Pirngadi Medan 2005

Atresia Ani

3. dapat mendeteksi kelainan-kelainan lain seperti kelainan %ertebra dan gastrointestinal atau sindroma short colon. 2oto torok untuk melihat adanya kelainan penyerta misalnya kelainan antung ba"aan dan> atau pneumonia aspirasi. Pemeriksaan pielogram intra%ena (P,?) untuk mencari kelainan ba"aan saluran kemih. Pemeriksaan sisto-ureterogram untuk melihat fistula antara rectum dan saluran kemih. ;untikan perkutan @at kontras yang larut air kedalam kantong rectum yang buntu dapat memperlihatkan dengan elas tinggi rendahnya atresia ani (*eknik 0urugasu).(11)

KLASIFIKASI Atresia ani secara garis besar dibagi atas dua tipe 1 1. ;upra le%ator> letak tinggi letak distal rectum diatas 0. le%ator ani. '. *rans le%ator> letak rendah letak distal rectum diba"ah 0. le%ator ani. &lasifikasi Aingspread(1) 4aki-laki &elompok , &elainan - 2istel urin. - Atresia rectum. - Perineum datar. - 2istel tidak ada.
F. Derhana. M.S, 990100056, FK-USU Halaman KKS SMF Ilmu Bedah RSU. Dr. Pirngadi Medan 2005

*indakan &olostomi neonatus B operasi definitif pada usia ! C . bulan.

Atresia Ani

- ,n%ertogram 1 udara D 1 cm dari kulit &elompok ,, &elainan *indakan - 2istel perineum. Fperasi langsung pada neonatus. - 0embran anal. - ;tenosis anus. - 2istel tidak ada. - ,n%ertogram 1 udara E 1 cm dari kulit Perempuan &elompok , &elainan - &loaka. - 2istel %agina. - 2istel ano%estibuler atau rekto%estibular - Atresia rektum. - 2istel tidak ada. - ,n%ertogram 1 udara D 1 cm dari kulit. &elompok ,, &elainan *indakan - 2istel perineum. Fperasi langsung pada neonatus. - ;tenosis anus. - 2istel tidak ada. - ,n%ertogram 1 udara E 1 cm dari kulit. *indakan &olostomi neonatus.

PENATALAKSANAAN Penanganan suatu atresia ani berdasarkan pada letak dari kelainannya 1 1. 4etak rendah. Dapat segera diperbaiki dengan pembedahan melalui perineum dan prognosanya baik untuk fecal continence.(!)
F. Derhana. M.S, 990100056, FK-USU Halaman KKS SMF Ilmu Bedah RSU. Dr. Pirngadi Medan 2005

Atresia Ani

Pada anus anterior yang terbuka dimobilisasi ke tingkat le%ator ani dan dipindahkan ke posisi normal$ setelah ada perbaikan pembukaan anus dapat di dilatasi dengan busi selama . C # bulan untuk menghindari ter adinya striktur dan membantu proses penyembuhannya. (-) '. 4etak tinggi. Pada kelainan letak tinggi ini harus dilakukan preliminary sigmoid colostomy$ hal ini ditu ukan untuk mencegah pergerakan feces ke usus distal untuk mencegah infeksi traktus urinarius. ;etelah berat badan bayi mencapai 3 kg segera diperbaiki dengan operasi sakroperineal atau abdominoperineal pull through dimana kolon distal ditarik keanterior ke muskulus puborektalis dan di ahitkan ke perineum. Pada anormali ini sfingter ani eksternus tidak memadai dan tidak ada sfingter ani internus oleh karena itu$ fecal continence tergantung pada fungsi muskulus puborektalis$ setelah postero sagital anorektoplasty selesai maka dilakukan penutupan colostomy.

KOMPLIKASI &omplikasi yang bisa ter adi antara lain 1 1. Anal striktur maka dilakukan dilatasi teratur post operatif selama 3 bulan. '. Erosi mukosa rektum. 3. *imbulnya periunel> perirektal abses.

F. Derhana. M.S, 990100056, FK-USU Halaman KKS SMF Ilmu Bedah RSU. Dr. Pirngadi Medan 2005

1)

Atresia Ani

!. :ekuren fistel oleh karena pemotongan yang tidak adekuat. -. &omplikasi colostomy 1 prolaps$ stenosis$ intestinal obstruksi. .. ,nkontinensia urine et al%i.(-)

PROGNOSA Prognosa tergantung dari fungsi klinis. Dengan khusus dinilai pengendalian defekasi$ pencemaran pakaian dalam$ sensibilitas rektum dan kekuatan kontraksi otot sfingter pada colok dubur.(1)

F. Derhana. M.S, 990100056, FK-USU Halaman KKS SMF Ilmu Bedah RSU. Dr. Pirngadi Medan 2005

11

Atresia Ani

DAFTAR PUSTAKA
1. 7ong$ Aime De$ ; amsuhidayat$ :$ +uku A ar ,lmu +edah$ edisi :e%isi$ E/8$ 7akarta$ 133#$ <al 1 3)--(. '. sabiston D.8$ 2r$ +uku a ar ,lmu +edah$ E/8$ 7akarta$ 133'$ <al 1 '.'. 3. A.G$ atresia http1>>""".republika.co.id>)->1-)>13). !. ;chroek *.:. ,lmu +edah$ Ed ke-($ E/8$ 7akarta$ 13#'$ <al 1 !3!--. -. 7ames. E.8$ et all$ Principles of +asic ;urgical Practice$ ,.*.+.; Pub$ Delhi$ ')))$ <al 1 '#!. .. 0arkum A.<$ +uku A ar ilmu &esehatan Anak$ 2&-9,$ 7akarta$ 1331$ <al 1 '!3. (. ;taf Penga ar ,lmu &esehatan Anak$ +uku &uliah &esehatan Anak ,$ 2&-9,$ 7akarta$ 13#-$ <al 1 ')!--. #. Dard at 0. *$ &umpulan &uliah ,lmu +edah &husus$ Aksara 0edisina$ 7akarta$ 13#($ <al 1 1). 3. Aay A.4$ 8urrent ;urgical Diagnosis ang *reatment$ 1)th Ed Appleton and 4ange$ 8onnecticut$ Page 1''--(. 1). 0ans oer$ A$ &apita ;elekta &edokteran$ Edisi ke-3$ 0edia AescuBapius 2&9,$ 7akarta$ ')))$ hal 1 !-. 11. *amaela 4$ A$ dkk. :adiologi dan 9ltrasonografi Anak ;istem ;aluran Pencernaan$ +inarupa Aksara$ 7akarta$ 133)$ <al 1 #.. 1'. Dudley$ <ugh$ A$ 2$ +ailey <$ ,lmu +edah /a"at darurat$ ed ke-11$ /a ah mada 9ni%ersity Press$ 6ogyakarta$ 133'$ hal 1 -().
F. Derhana. M.S, 990100056, FK-USU Halaman KKS SMF Ilmu Bedah RSU. Dr. Pirngadi Medan 2005

1'

Atresia Ani

KATA PENGANTAR

Pu i syukur kehadirat Allah ;A*$ atas berkat rahmat dan hidayah-Gya penulis dapat menyelesaikan makalah ini untuk melengkapi persyaratan &epanitraan &linik ;enior di +agian ,lmu +edah :;9. Dr.Pirngadi 0edan dengan udul Atresia Ani H Pada kesempatan ini penulis uga mengucapkan terima kasih kepada H

Pembimbing$ Dr. Nazwir Nazar, Sp.B atas bimbingannya dalam penyusunan makalah ini. Penulis sadar bah"a makalah ini masih terdapat banyak kekurangan$ karena keterbatasan pengetahuan dari penulis$ Fleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan untuk perbaikan penulisan makalah ini dilain kesempatan. <arapan penulis makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua

0edan$

0aret '))-

Pen !is

F. Derhana. M.S, 990100056, FK-USU Halaman KKS SMF Ilmu Bedah RSU. Dr. Pirngadi Medan 2005

13

Atresia Ani

DAFTAR ISI

&A*A PEG/AG*A: ..................................................................................... DA2*A: ,;,.................................................................................................... PEGDA<949AG............................................................................................ DE2EG,;,......................................................................................................... E0+:,F4F/,................................................................................................. EP,DE0,F4F/,.............................................................................................. /A0+A:AG &4,G,&.................................................................................... D,A/GF;A..................................................................................................... &4A;,2,&A;,.................................................................................................. PEGA*A4A&;AGAAG.................................................................................. &F0P4,&A;,.................................................................................................. P:F/GF;A..................................................................................................... DA2*A: P9;*A&A.......................................................................................

i ii 1 1 1 3 3 3 # 3 1) 11 1'

F. Derhana. M.S, 990100056, FK-USU Halaman KKS SMF Ilmu Bedah RSU. Dr. Pirngadi Medan 2005

1!

Atresia Ani

F. Derhana. M.S, 990100056, FK-USU Halaman KKS SMF Ilmu Bedah RSU. Dr. Pirngadi Medan 2005

1-

Anda mungkin juga menyukai