Anda di halaman 1dari 60

Disajikan pada Kuliah Sistem Informasi Akuntansi Agustus 2010 D3 Akuntansi Institut Pertanian Bogor

Untuk melindungi aktiva perusahaan Untuk menjamin keakuratan dan keandalan data dan informasi akuntansi Untuk meningkatkan efisiensi dalam operasi perusahaan Untuk mendorong kepatuhan pada kebijakan dan prosedur yang telah ditentukan oleh perusahaan.

Lingkungan pengendalian Penilaian Resiko Informasi dan Komunikasi Aktivitas pengendalian Pemantauan

Resiko eksposur (risk exposures) adalah resiko yang terjadi akibat hilangnya kendali manajemen. Contohnya adalah error, fraud, operasi yang tidak efisien, keputusan manajerial yang tidak tepat, ketidakpatuhan terhadap peraturan yang telah ditetapkan perusahaan baik dalam hubungan internal ataupun eksternal, tidak baiknya rancangan pemrosesan transaksi yang dimiliki oleh perusahaan.

Untuk menanggulangi ancaman dan resiko yang ada, maka perusahaan harus melakukan pemetaan berupa titik pengendalian, yaitu titik waktu atau kondisi pada sistem informasi dimana resiko ekposur perlu untuk dikendalikan. Pengendalian berguna untuk mengurangi eksposur tetapi pengendalian tidak dapat mempengaruhi penyebab terjadinya eksposur, karena eksposur melekat dalam setiap organisasi dan dapat disebabkan oleh berbagai sebab

Biaya yang terlalu tinggi Pendapatan yang cacat Kerugian akibat kehilangan aktiva Akuntansi yang tidak akurat Interupsi bisnis Sanksi hukum Ketidakmampuan untuk bersaing Kecurangan dan pencurian

Tentang Pengendalian Manajemen harus bertanggungjawab untuk membentuk dan mempertahankan pengendalian internal secara memadai dan penilaian efektifitas pengendalian tersebut. Manajemen harus menjamin bahwa semua akun perusahaan menggambarkan secara wajar kondisi keuangan dan hasil operasi perusahaan

Accounting Control berkaitan dengan pencapaian dari pengendalian internal, yaitu untuk melindungi aktiva dan menjamin keakuratan dan keandalan data dan informasi akuntansi perusahaan. Contoh : adanya pemisahan fungsi dan tanggung jawab antar unit organisasi.

Administrative Control berkaitan dengan tingkat pengendalian yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dalam operasional perusahaan dan mendorong ketaatan pada prosedur yang telah ditetapkan. Contoh : pemeriksaan laporan untuk mencari penyimpangan yang ada, untuk kemudian diambil tindakan.

Prosedur pengendalian dalam lingkungan sistem terdiri atas 1. Pengendalian Umum Pengendalian menyeluruh yang berdampak pada lingkungan sistem 2. Pengendalian aplikasi Pengendalian khusus atas aplikasi tertentu

Pengendalian aplikasi, dibagi dalam :


Pengendalian Input Pengendalian Proses Pengendalian Output

Pengendalian Input Dirancang untuk mencegah atau mendeteksi kesalahan pada tahap penginputan data Pengendalian Proses Dirancang untuk memberikan keyakinan bahwa pemrosesan telah terjadi sesuai dengan spesifikasi yg telah ditetapkan dan tidak ada yg terlewatkan Pengendalian Output Dirancang untuk memastikan bahwa input dan proses telah dijalankan dan menghasilkan output yang valid

1.

2.

3.

Dapat juga dikelompokan berdasarkan sipat pengendaliannya,yaitu : Pengendalian Prefentif bertujuan untuk mencegah terjadinya sesuatu yang akan merugikan perusahaan. Pengendalian Detektif bertujuan untuk menemukan kecurangan atau error yang terjadi Pengendalian Korektif bertujuan untuk melakukan perbaikan yang ditimbulkan akibat kesalahan yang terjadi (korektif)

Organisasional control merupakan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas. Misalnya pembedaaan pegawai atas transaksi atau tugas tertentu, misalnya bagian penerimaan kas dan pencatatan merupakan pegawai terpisah

Kendali yang menjamin pelaporan nilai aktiva secara wajar meliputi :


Buku besar pembantu Prosedur pengakuan Rekonsiliasi Penilaian Ulang (Revaluasi)

Buku Besar Pembantu (Subsidiary Ledger) Terdiri atas catatan yang terperinci yang dikendalikan oleh perkiraan buku besar umum. Contohnya : Perkiraan Piutang usaha, hutang usaha, persediaan. Prosedur Pengakuan Merupakan langkah-langkah yang ditempuh karyawan dalam mengakui/menerima tanggung gugat (accountability) atas aktiva. Misalnya : penerimaan barang dari pemasok, diakui oleh bagian pencatatan dan dipindahkan ke bagian gudang dan bagian gudang akan menandatangani bukti penerimaan laporan tersebut.

Rekonsiliasi Merupakan perbandingan dan penjelasan perbedaan antar nilai yang dihitung secara terpisah. Misalnya : rekonsiliasi kas yang dimiliki perusahaan dengan yang tercatat di bank atau rekonsiliasi antara bagian gudang atas barang yang dikeluarkan dan bagian penjualan. Penilaian Ulang (Revaluasi) Merupakan penilaian ulang akan nilai aktiva, yang diharapkan akan menimbulkan penyesuaian terhadap harga pasar atau kondisi tertentu. Misalnya harga bangunan, atau piutang usaha

Otorisasi berfungsi sebagai jembatan pengendalian administratif dan pengendalian akuntansi. Otorisasi terbagi menjadi dua, yaitu (1) otorisasi umum, yang menggariskan persyaratan yang standar untuk menyetujui dan melaksanakan transaksi; dan (2) otorisasi khusus, bersangkutan dengan peristiwa tertentu, dimana persyaratan yang terlibat ditentukan secara khusus

Manajemen harus mendokumentasikan pemahamannnya tentang komponen pengendalian intern suatu entitas. Bentuk dan isi dokumentasi dipengaruhi oleh ukuran dan kompleksitas entitas tersebut. Sebagai contoh, dokumentasi pemahaman tentang pengendalian intern entitas yang besar dan kompleks dapat mencakup bagan alir, koesioner dan tabel keputusan. Namun, untuk entitas yang kecil, dokumentasi dalam bentuk memorandum sudah memadai.

Pemahaman dan evaluasi atas pengendalian intern merupakan bagian yang sangat penting, karena baik buruknya pengendalian intern akan memberikan pengaruh yang besar terhadap keamanan data, dapat dipercayai atau tidaknya laporan keuangan perusahaan, dll.

Angket (Internal Control Questionnaires /ICQ) Rangkaian pertanyaan ya/tidak tentang pengendalian internal yang diperlukan untuk mencegah salah saji material Bagan alir Diagram sistematik dg memakai simbol standar, garis penghubung dan penjelasan Tabel keputusan Matriks yang digunakan mendokumentasikan logika program komputer Memoranda Komentar tertulis auditor tentang pengendalian internal

Pengendalian Internal

22

Teknik Analitik Adalah suatu cara untuk menganalisa pengendalian internal


Internal Control Questionnaires (ICQ) Flow Chart Narrative

Internal Control Questionnaires (ICQ) ICQ memuat berbagai pertanyaan yang menyangkut masalah tertentu. Cara ini paling banyak digunakan karena dianggap lebih sederhana. Umumnya ICQ merupakan seperangkat pertanyaan yang diset secara standar, yang bisa digunakan untuk memahami dan mengevaluasi pengendalian intern perusahaan.

Pertanyaan dalam ICQ diminta untuk dijawab Ya (Y), Tidak (T), atau Tidak Relevan (TR). Jika jawaban tersebut telah dianalisa, jawaban Ya (positif) menunjukkan ciri internal control yang baik. Tidak (negatif) menunjukkan kontrol yang lemah, dan Tidak Relevan artinya pertanyaan tersebut tidak relevan dengan perusahaan tersebut. Kuesioner hanya merupakan alat yg lbih penting bagaimana menggunakan kuesioner tersebut, karena kuesioner harus diisi berdasarkan observasi aktual dan tanya jawab. Pengisian kuesioner bukan esensi dari tinjauan atau review, yang menjadi esensinya adalah analisis seorang analis terhadap temuan yg ia peroleh

ICQ umumnya dikelompokkan menjadi : Umum Biasanya pertanyaan menyangkut struktur organisasi, pembagian tugas dan tanggungjawab, akte pendirian dan pertanyaan umum lainnya Akuntansi Pertanyaan yang menyangkut keadaan pembukuan perusahaan, misalnya apakah proses pembukuan dilakukan secara manual atau terkomputerisasi, pengendalian keuangan, dll Siklus Penjualan Piutang Penerimaan Kas Siklus Pembelian Utang _ Pengeluaran Kas Persediaan Surat Berharga, dll Penggunaan kuesioner adakalanya harus dilengkapi bentuk analisis lain seperti : Flowchat

Flow

Chart

Flow Chart menggambarkan arus dokumen dalam sistem dan prosedur di suatu unit usaha, misalnya flowchart untuk sistem dan prosedur pembelian, utang dan pengeluaran kas, digambarkan arus dokumen mulai dari permintaan pembelian (Purchase requisition), order pembelian (purchase order) sampai dengan pelunasan hutang yang berasal dari pembelian tersebut.

Umumnya setelah flow chart dibuat, harus dilakukan walk through, yaitu mengambil dua atau tiga dokumen untuk di test, apakah prosedur yang dijalankan telah sesuai dengan apa yang digambarkan oleh flow chart. Misalnya ambil satu set dokumen untuk pelunasan utang yang berasal dari pembelian persediaan secara kredit. Periksa apakah semua dokumen sudah diproses sesuai dengan prosedur yang digambarkan dalam flowchart pembelian, utang dan pengeluaran kas

Narrative Narrative merupakan bentuk dokumentasi yang paling tradisional berupa uraian cerita. Manfaat yang utama dari narrative adalah : (1) titik awal untuk menyiapkan dokumentasi lainnya, (2) sumber rujukan atau referensi yang dapat diperoleh dengan cepat guna memeriksa rincian prosedur. Narrative menceritakan dalam bentuk memo, sistem dan prosedur akuntansi yang berlaku diperusahaan, misalnya prosedur pengeluaran kas. Cara ini umumnya biasa igunakan untuk perusahaan kecil yang pembukuannya masih sederhana.

Terlepas dari bagaimana baiknya desain dan operasi suatu perusahaan, pengendalian internal hanya dapat memberikan keyakinan memadai bagi manajemen berkaitan dengan pencapaian tujuan pengendalian intern entitas. Kemungkinan pencapaian tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan bawaan yang melekat dalam pengendalian intern.

Kesalahan

dalam keputusan Gangguan (Breakdown) Kolusi (Collusion) Pengabaian Manajemen (Management override) Biaya versi manfaat (Cost versus benefits)

Kesalahan dalam keputusan Sering kali, manajemen dan personal lain dapat salah dalam mempertimbangkan keputusan bisnis yang diambil atau dalam melaksanakan tugas rutin karena tidak memadainya informasi, keterbatasan waktu, dan tekanan lain.
Gangguan (Breakdown) Gangguan dalam pengendalian yang telah ditetapkan dapat terjadi karena personil secara keliru memahami perintah atau membuat kesalahan karena kelalaian, tdk adanya perhatian atau kelelahan

Pengabaian Manajemen (Management override) Manajemen dapat mengabaikan kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan untuk tujuan yang tidak syah, spt keuntungan pribadi manajer, penyajian L/K yang berlebihan atau kepatuhan semu Kolusi (Collusion) Konspirasi antara 2 atau lebih orang untuk melakukan kecuranganatau kejahatan di dalam sistem. Kolusi dapat menyebabkan bobolnya PI yang dibangun untuk melindungi aktiva perusahaan dan tidak terungkapnya ketidakberesan oleh PI Biaya versi manfaat (Cost versus benefits) Manajemen yang hati-hati tidak seharusnya mengeluarkan lebih banyak biaya untuk pengendalian yang tidak seimbang dengan manfaat yang di dapat

Management Board of directors dan Audit committee Internal auditor Karyawan lain Independent Auditor Pihak Luar lain: legislators dan regulators

Pengendalian Internal

34

Disajikan pada Kuliah Sistem Informasi Akuntansi Agustus 2010 D3 Akuntansi Institut Pertanian Bogor

Etimologi Etika,asal kata ethos (Yunani) yang berarti kebiasaan atau adat istiadat . Etika mengandung nilai bahwa manusia harus hidup baik, yang terwujud dalan pola perilaku konstan dan berulang, sehingga menjadi sebuah kebiasaan bertingkah laku. Dari segi etimologi, etika sama dengan moral. Moral, berasal dari kata mos (Latin), bentuk jamaknya mores, yang berarti adat istiadat atau kebiasaan baik, berisikan nilai dan norma-norma kongkret yang menjadi pedoman hidup, bersifat normatif.

Etika sebagai Ilmu Pada pengertian lain, etika adalah filsafat moral, yang dirumuskan sebagai refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma yang menyangkut bagaimana manusia harus hidup baik , serta masalah-masalah kehidupan manusia yang didasari nilai dan norma yang diterima secara umum

Sopan santun (Norma Etiket) yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah manusia Norma hukum, norma keberlakuannya dinyatakan secara tegas dikodifikasikan, dan mengikat semua anggota masyarakat Norma moral, yang merupakan aturan sikap dan perilaku yang menyangkut baik-buruk, keadilan, kejujuran yang dikaitkan profesi seseorang. Yang dinilai bukan lahiriah dari seseorang, tetapi tanggung jawab profesinya.

Etika merupakan suatu kehendak yang sistematik untuk mempelajari bentuk-bentuk moral dan pilihan-pilihan moral yang dilakukan oleh seseorang dalam menjalankan hubungan dengan orang lain. Etika merupakan cabang dari filsafat yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungannya dengan manusia lainnya, dengan makhluk lain, dan dengan lingkungan alam. Etika merupakan ilmu yang mendalami standar moral perorangan dan standar moral masyarakat. Etika miliki peranan untuk menentukan apakah suatu tindakan baik atau buruk, atau tindakan apa yang seharusnya dapat dibenarkan dan tidak dibenarkan. sebagai suatu bidang studi sasaran dari pembelajaran mengenai etika ialah menentukan standar untuk membedakan antara karakter yang baik dan yang tidak baik. .

Etika bisnis merujuk kepada etika manajemen atau etika organisasi yang membatasi kerangka acuannya kepada konsepsi sebuah organisasi. Pengertian etika kepada tiga pengertian, yaitu: pertama, etika digunakan dalam pengertian nilai-nilai dan normanorma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Kedua, etika merupakan kumpulan asas atau nilai moral atau kode etik. dan Ketiga, etika merupakan ilmu yang mempelajari tentang sesuatu hal yang baik dan buruk.

Etika Deontologi Deon (Yunani) berarti kewajiban (dalam arti kewajiban untuk berbuat baik). Suatu tindakan dianggap bernilai moral,karena dilaksanakan berdasarkan kewajiban berbuat baik, terlepas dari tujuan atau akibat dari tindakan tersebut terhadap pelakunya. Emannuel Kant menggunakan istilah imperatif kategoris terhadap teori kewajiban diatas, dalam arti melaksanakan kewajiban secara begitu saja, tak tergantung dari syarat apapun. Dalam teori ini, baik dari segi hukum belum tentu baik dari segi etika, karena tindakan hukum biasanya dikaitkan dengan suatu syarat atau akibat tertentu.

Utilis (Latin) berarti bermanfaat. Suatu perbuatan adalah baik, jika membawa manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan (The Greatest Happiness of the Greatest Number, adalah yang terbaik). Utilitarisme mendorong upaya pembangunan berkelanjutan, pelestarian lingkungan hidup, pemikiran sustainable earning dan cost-benefit analysis dalam konteks ekonomi. Karena utilitarisme menyangkut masalah konsekuensi manfaat/tujuan maka teori ini disebut juga konsekuensialisme atau teologis. (teolos-Yunani,berarti tujuan) Perbuatan yang bermaksud baik,tetapi tidak menghasilkan hal bermanfaat,tidak pantas disebut baik.

Teori ini merupakan suatu aspek dari Teori deontologi, karena hak berkaitan dengan kewajiban. Kewajiban bagi suatu pihak, dapat menjadi hak dari pihak lain. Teori hak, mengevaluasi baik buruknya perilaku,harus tidak melanggar hak individu lainnya.Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia, adalah sama. Karena itu teori hak merupakan dukungan suasana demokratis

Berlainan dengan teori sebelumnya yang mendasarkan prinsip (rule-based), maka teori keutamaan tidak menyoroti perbuatan, tapi memfokuskan pada seluruh manusia sebagai pelaku moral, sikap atau akhlak seseorang. Bukannya memasalahkan suatu perbuatan tertentu yang adil,jujur,dan murah hati, melainkan apakah orang itu bersikap adil, jujur, dan murah hati Keutamaan dapat didefinisikan disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia bertingkah laku baik.

Dalam buku Robert.C.Solomon, Etchics and Excellence Cooperation and Integrity in Bussiness (1993), keutamaan dalam konteks bisnis perorangan adalah kejujuran, fairness, kepercayaan dan keuletan. Sedangkan keutamaan bisnis taraf perusahaan adalah keramahan, loyalitas, kehormatan dan rasa malu.

Tiga aspek pokok/sudut pandang bisnis adalah: Sudut pandang ekonomis / menghasilkan laba Sudut pandang moral (tolak ukur: hati nurani, kaidah emas dan penilaian masyarakat umum) Sudut pandang hukum (dibolehkan oleh hukum)

Taraf makro: etika bisnis adalah ilmu yang mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi secara keseluruhan Taraf meso: etika bisnis menyelidiki masalah etis di bidang organisasi (perusahaan, serikat buruh, lembaga konsumen, perhimpunan profesi, dll) Taraf mikro: etika bisnis mempelajari etika individu dalam hubungannya dengan ekonomi atau bisnis (tanggung jawab karyawan, majikan, produsen, pemasok, investor)

Moralitas vs. Etika

Umum

Etika
Khusus

Individual Sosial Etika Profesional

Bisnis

Akuntan

48

Sebagai sebuah perilaku yang konsisten dengan aturanaturan, norma dan standar dalam dunia bisnis dan sudah disetujui oleh asosiasi Teks etika tradisional Fokus lebih diarahkan pada etika di fenomena level individual-teori etika normatif yang dapat menolong individu untuk menganalisis etika pada situasi yang diberikanuntuk memutuskan yang mana yang benar

Sebuah dilema terjadi apabila kita dihadapkan pada dua pilihan, dimana keduanya memiliki konsekuensi akan kehendak yang samasama menyulitkan cth: mengadopsi strategi ilegal dan resiko masuk penjara atau tidak melakukan sesuatu apapun dan resiko menjadi bangkrut Kode etik perusahaan dan kebijakan manual Menanyakan sesuatu untuk standar organisasional yang tidak tertulis dan perusahaan yang sama Mengembangkan hubungan dimana hal ini diluar rantai perintah . (Sumber Daya Manusia, legal, audit, departemen lain yang juga memungkinkan untuk menyebarkan informasi)

Dalam dunia saat ini, banyak orang meyakini bahwa istilah etika bisnis adalah oksimoron (dua hal yang berbeda/bertolak belakang namun berdampingan). Akan tetapi prilaku etis yang baik seharusnya juga baik untuk bisnis. Perilaku etis merupakan hal yang sangat penting, akan tetapi bukanlah merupakan satu-satunya kondisi yang akan membuat bisnis menjadi sukses. Tetapi Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika bisnis akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang, karena :

1.

2. 3. 4.

Mampu mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi, baik intern perusahaan maupun dengan eksternal. Mampu meningkatkan motivasi pekerja. Melindungi prinsip kebebasan berniaga Mampu meningkatkan keunggulan bersaing.
Tidak bisa dipungkiri, tindakan yang tidak etis yang dilakukan oleh perusahaan akan memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra produktif, misalnya melalui gerakan pemboikotan, larangan beredar, larangan beroperasi dan lain sebagainya. Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan.

Permasalahan etika dalam bisnis dapat dibagi menjadi empat area : 1. kesetaraan (gaji eksekutif, privasi karyawan, nilai yang seimbang, penghitungan harga produk, perlindungan kesehatan karyawan, proses hak perusahaan) 2. hak (pelecehan sexsual, tindakan diskriminatif, peluang kerja yang sama, wistleblowing, konflik antar karyawan dan manajemen, keamanan data dan catatan perusahaan) 3. kejujuran (iklan yang menyesatkan, praktik bisnis yang culas, keamanan ditempat kerja, keterikatan kebijakan politik) 4. penerapan kekuasaan perusahaan (keamanan produk, masalah lingkungan, pembebasan perusahaan, kontribusi politik, perampingan perusahaan atau penutupan perusahaan).

Manajemen perusahaan harus menciptakan dan memelihara atmosfer etis yang tepat, mereka harus membatasi peluang untuk melakukan suatu perbuatan yang melanggar etika. Tidak cukup bagi manajer untuk menuntut kesadaran akan hal yang benar dan salah ke tiap individu. Individu itu sendiri harus disadarkan akan komitmen perusahaan pada etika di atas peningkatan laba dan efisiensi jangka pendek.

Manipulasi

laporan keuangan PT KAI Dalam kasus tersebut, terdeteksi adanya kecurangan dalam penyajian laporan keuangan. Ini merupakan suatu bentuk penipuan yang dapat menyesatkan investor dan stakeholder lainnya. Kasus ini juga berkaitan dengan masalah pelanggaran kode etik profesi akuntansi.

IM3 diduga melakukan penggelapan pajak Dengan cara memanipulasi Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai ( SPT Masa PPN) ke kantor pajak untuk tahun buku Desember 2001 dan Desember 2002. Jika pajak masukan lebih besar dari pajak keluaran, dapat direstitusi atau ditarik kembali. Karena itu, IM3 melakukan restitusi sebesar Rp 65,7 miliar.

750 penanam modal asing (PMA) terindikasi tidak membayar pajak dengan cara melaporkan rugi selama lima tahun terakhir secara berturut-turut. Dalam kasus ini terungkap bahwa pihak manajemen berkonspirasi dengan para pejabat tinggi negara dan otoritas terkait dalam melakukan penipuan akuntansi. Manajemen juga melakukan konspirasi dengan auditor dari kantor akuntan publik dalam melakukan manipulasi laba yang menguntungkan dirinya dan korporasi, sehingga merugikan banyak pihak dan pemerintah. Kemungkinan telah terjadi mekanisme penyuapan (bribery) dalam kasus tersebut.

Skandal Enron, Worldcom dan perusahaan-perusahaan besar di AS Worldcom terlibat rekayasa laporan keuangan milyaran dollar AS. Dalam pembukuannya Worldcom mengumumkan laba sebesar USD 3,8 milyar antara Januari 2001 dan Maret 2002. Hal itu bisa terjadi karena rekayasa akuntansi. Penipuan ini telah menenggelamkan kepercayaan investor terhadap korporasi AS dan menyebabkan harga saham dunia menurun serentak di akhir Juni 2002. Dalam perkembangannya, Scott Sullifan (CFO) dituduh telah melakukan tindakan kriminal di bidang keuangan dengan kemungkinan hukuman 10 tahun penjara. Pada saat itu, para investor memilih untuk menghentikan atau mengurangi aktivitasnya di bursa saham.

Kasus obat anti nyamuk Hit Pada kasus Hit, meskipun perusahaan telah meminta maaf dan berjanji untuk menarik produknya, ada kesan permintaan maaf itu klise. Penarikan produk yang kandungannya bisa menyebabkan kanker tersebut terkesan tidak sungguh-sungguh dilakukan. Produk berbahaya itu masih beredar di pasaran. Kasus Baterai laptop Dell Dell akhirnya memutuskan untuk menarik dan mengganti baterai laptop yang bermasalah dengan biaya USD 4,1 juta. Adanya video clip yang menggambarkan bagaimana sebuah note book Dell meledak yang telah beredar di internet membuat perusahaan harus bergerak cepat mengatasi masalah tersebut.

Kasus PT. Lapindo Brantas di Sidoarjo, Jawa Timur Telah satu bulan lebih sejak terjadinya kebocoran gas di areal eksplorasi gas PT. Lapindo Brantas (Lapindo) di Desa Ronokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Kebocoran gas tersebut berupa semburan asap putih dari rekahan tanah, membumbung tinggi sekitar 10 meter. Semburan gas tersebut disertai keluarnya cairan lumpur dan meluber ke lahan warga. tak kurang 10 pabrik harus tutup, 90 hektar sawah dan pemukiman penduduk tak bisa digunakan dan ditempati lagi, demikian juga dengan tambak-tambak bandeng, belum lagi jalan tol Surabaya-Gempol yang harus ditutup karena semua tergenang lumpur panas.