Anda di halaman 1dari 5

MAKALAH AL-ISLAM

UPAYA GENERASI MUDA ISLAM UNTUK MEMIMPIN DUNIA

Oleh : 1. Tanti Yuniawati ( 107112001) 2. Dedi Arifin ( 107112011) 3. Arif Setiabudi ( 107112043) 4. Novita Mariyana (107112007) 5. Rayi Wulan F. R (107112016) 6. Fitri Nurjanah (107112027) 7. Nur Fitriani (107112041)

PRODI D3 FARMASI STIKES AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH CILACAP 2013

UPAYA GENERASI MUDA ISLAM UNTUK MEMIMPIN DUNIA

Dari generasi muda ditumpukan besarnya harapan untuk perubahan dan pembaharuan dalam berbagai bidang yang ada di negeri ini. Tugasnya adalah melaksanakan dan merealisasikan perubahan positif, sehingga kemajuan di dalam sebuah negeri bisa tercapai dengan membanggakan. Sejak dulu hingga sekarang, pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji panjinya. (Hasan Al-Banna) Setidaknya ada 3 peran yang seharusnya dimiliki oleh para generasi muda, diantaranya yaitu : Pertama, generasi muda memiliki peran sebagai intelektual akademisi. Namun tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual saja, tapi juga kecerdasan spiritual. Sebagaimana kita tahu Indonesia banyak memiliki orang-orang pintar tapi sedikit memiliki orang-orang pintar bermoral. Akibatnya kerusakan terjadi dimana-mana karena segala sesuatu tidak diseimbangkan antara fikiran logika rasional dan spiritual kepada Allah SWT. Dimulai dengan serius menimba ilmu, mengentalkan Islam dalam hati, dan buktikan dengan amalan terbaik. Kedua, generasi muda berperan sebagai agen perubahan (agent of change). Apa yang dilakukan generasi muda saat ini akan menjadi cerminan bangsa di masa yang akan datang. Jika saat ini berleha-leha, malas, dan murung belajar maka hasilnya akan berakibat buruk pada masa depan bangsa. Sebaliknya jika rajin, terus belajar, tiada henti berjuang membela keadilan dan kebenaran maka dapat ditebak kemudian, bangsa ini akan menjadi bangsa yang jaya dan bisa memimpin dunia dengan baik. Ketiga, generasi muda berperan sebagai calon pemimpin masa depan. Bangsa ini membutuhkan regenerasi, mengganti generasi terdahulu dengan generasi baru dengan semangat baru (arruhul jadiid). Disinilah generasi muda disiapkan untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang. Generasi muda harus siap dengan segala tuntutan yang harus dimiliki untuk mengemban amanah sebagai calon pemimpin masa depan. Pemimpin bertakwa, berwawasan luas, dan memiliki kemampuan memimpin yang baik merupakan pemimpin harapan bangsa ini.

Pemimpin suatu kaum adalah yang paling banyak memberikan pelayanan kepada mereka yang dipimpinnya. (Rasulullah Muhammad SAW) Sebagai generasi muda Islam harus menyadari bahwa kita memiliki amanah yang harus dilaksanakan. Banyaknya amanah yang harus kita tanggung jangan sampai melunturkan semangat juang kita. Benarlah Hasan Al-Banna bahwa kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang kita miliki. Maka yang harus kita lakukan adalah berjuang dengan perjuangan terbaik, beribadah dengan ibadah terbaik, dan beramal dengan amalan terbaik. Semua ini tidak akan berakhir sampai kita menginjakkan kaki di surga kelak.

Peran Strategis Generasi Muda Di Masa Depan 1. Memperkuat Basis Komunitas Intelektual Dengan membangun manusia-manusia terdidik melalui proses pembelajaran, pemupukan potensi intelektual dan kepemimpinan, serta penguatan kapasitas belajar secara kontinum, diharapkan bisa turut melahirkan manusia-manusia unggul masa depan. Yaitu manusiamanusia yang cerdas, terampil, memiliki etos kerja tinggi, semangat dan daya juang (fighting spirit) yang bergelora, sehingga siap menyongsong kehidupan global yang sangat kompetitif itu. 2. Mengembangkan dan Menguasai Iptek Generasi muda Islam diharapkan akan terus berusaha mengapresiasi secara kreatif dan inovatif berbagai gejala dan kencenderungan yang dilahirkan oleh kemajuan iptek. Generasi muda harus dapat merespons dengan tepat tuntutan eksternal yang tidak bisa dielakkan, yaitu perkembangan global yang didominasi oleh peranan iptek secara amat kuat.

3. Memperkukuh Wawasan Kebangsaan Generasi muda dituntut untuk bisa melakukan sintesa harmonis antara wawasan keislaman dan wawasan kebangsaan. Islam merupakan semangat pergerakan, sedangkan wawasan kebangsaan haruslah menjadi basis dalam melakukan pergerakan itu. Peneguhan dan pemantapan wawasan kebangsaan ini, selain untuk menghadapi tantangan globalisasi, juga agar keutuhan kita sebagai bangsa tetap terpelihara dan terjaga dengan baik. Meneguhkan dan

memantapkan wawasan kebangsaan dalam era globalisasi ini sungguh penting, karena ada potensi nilai-nilai kebangsaan terdesak karena menguatnya nilai-nilai universal.

4. Memperkuat Basis Kepemimpinan Bangsa kita membutuhkan pemimpin-pemimpin yang tangguh dan memiliki visi yang jelas tentang pembangunan nasional dan masa depannya. Kepemimpinan yang tangguh dan bervisi itu tidak bisa lahir secara tiba-tiba, tetapi harus melalui suatu proses, ada masa penempaan, penggodogan, dan pengujian, baik ketika masih menjadi mahasiswa maupun sesudah terjun ke masyarakat.

Kesimpulan : 1. 2. 3. 4. 5. Pemuda dan Mahasiswa harus sebagai agen perubahan Pemuda harus bersatu dalam kepentingan yang sama Mengembalikan semangat nasionalisme dan partriotisme di kalalangan generasi muda Menguatkan semangat nasionalisme tanpa harus meninggalkan jati diri daerah Perlunya kesepahaman bagi pemuda atau generasi muda dalam melaksanakan agendaagenda perubahan. 6. Pemuda menjadi aktor untuk mewujudkan demokrasi politik dan ekonomi yang sebenarnya.

Daftar pustaka Asmuni, Drs. H. M. Yusran, Pengantar Studi Pemikiran Dan Gerakan Pembaharuan (Dirasah Islamiah III), Rajawali Pers: Jakarta, 2001 Rahman, Fazlur, Kebangkitan dan Pembaharuan di dalam Islam, Penerbit Pustaka: Bandung, 2001 Sucipto, Hery, Ensiklopedi Tokoh Islam;Dari Abu Bakr sampai Nashr dan Qardawi, Hikmah Kelompok Mizan:Bandung, 2003

Dg bertauhid Kita mau diatur Allah karena salah satu tujuan Allah untuk membebaskan manusia dari makhluk, memberikan kebebasan kepada manusia. Manusia hanya tunduk dan patuh keppada Allah. Bertauhid membebaskan kita dari perbudakan makhluk. Peran pemuda islam ke depan : Pemuda selalu menjadi tulang pinggung ke depan karena pemuda yg akn memimpin bbangsa di masa datang. Belajar= proses perubahan perilaaku , paralel dg perubahan akhlaknya. Belajar bagaimana untuk belajar (learning how to learn) adl belajar bagaimana mnjdi pmbelajar yg baik yaitu dg open yourr mind yg maknanya org yg bisa merevisi pikirannya. Bekal ilmu agama, tauhid, akhlak, dan ilmu keduniaan. Belajar tdk slalu bc bku tp slalu melihat fenomena kehidupan.