Anda di halaman 1dari 32

Ranti Fabrianne (11)

Rizqi Pandu Sudarmawan (0906557045)


Stella Lydia (11)
Yan Aulia Ardiasnyah (12)





Departemen Teknik Kimia
Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Jurusan Teknik Kimia
Depok 2013

Laporan Praktikum Proses
Unit Operasi Teknik I
Filtrasi



Oleh
Kelompok 21 Teknik Kimia
MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 1

DAFTAR ISI
Kata Pengantar.............................................................................................................................
BAB 1. Pendahuluan....................................................................................................................
BAB 2. Teori Dasar......................................................................................................................
BAB 3. Prosedur & Hasil Percobaan...........................................................................................
BAB 4. Pengolahan Data............................................................................................................
BAB 5. Analisa & Kesimpulan..................................................................................................
Daftar Pustaka..............................................................................................................................









MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 2

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala kehendak-Nya, kami
dapat menyelesaikan laporan akhir praktikum ini. Laporan ini disusun sebagai salah tugas
mata kuliah praktikum unit operasi teknik dan merupakan usaha kami untuk memaparkan
kepada warga Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia mengenai hasil
praktikum yang sudah kami lakukan.
Pengerjaan laporan akhir ini merupakan hasil usaha bersama dan atas dorongan dan
bimbingan yang diberikan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima
kasih kepada dosen pembimbing praktikum modul filtrasi, beserta pihak lain yang tidak bisa
kami sebutkan satu persatu.
Kami menyadari pula bahwa dalam penyusunan laporan ini masih jauh dari sempurna.
Semoga apa yang telah kami tuliskan dapat bermanfaat bagi pembaca, sekaligus dapat
menambah wawasan pembaca terhadap permasalah seputar proses pemisahan secara filtrasi.
Kami mohon maaf apabila dalam penyajian laporan ini belum dapat memuaskan pembaca.
Kritik dan saran yang membangun sangat ditunggu untuk melengkapi kekurangan-
kekurangan yang ada dalam laporan ini.


Depok, 15 November 2013


Kelompok 21











MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 3

BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Filtrasi merupakan bagian penting dalam proses operasi. Filtrasi sendiri adalah suatu
proses pemisahan zat padat terhadap zat cair dari suatu slurry (larutan yang mengandung
padatan / lumpur pengotor) dengan menggunakan media porous, yang meneruskan zat
cairnya serta menahan padatannya, sehingga zat padat tersebut (cake) bekerja sebagai media
porous yang baru. Filtrasi dilakukan untuk pemurnian (purification) produk yang dihasilkan
pada industry migas, makanan, pengolahan air minum, dan PAM. Filtrasi juga dilakukan
untuk mengolah limbah sebelum dibuang ke lingkungan. Melalui percobaan ini, kita ingin
mengetahui prinsip sederhana filtrasi yang dapat diaplikasikan pada filtrasi yang lebih
kompleks pada skala industry dengan menggunakan filter press.
I.2. Tujuan Percobaan
1. Untuk melakukan uji coba (test) filtrasi pada tekanan konstan dengan menggunakan
Filter Press kecil agar metode uji coba dapat dikuasai; dan untuk observasi mekanisme
pemisahan solid-liquid.
2. Untuk menguji persamaan (filtrasi dari) Ruth dan Lewis, dan menentukan konstanta-
konstanta yang ada dalam persamaan tersebut.
3. Untuk mengukur / menentukan jumlah filtrat per unit waktu, pada filtrasi larutan slurry
pada tekanan konstan.
I.3. Prinsip Kerja
Mengalirkan larutan slurry (campuran air dan tepung) dengan pompa melewati filter press
yang berupa lapisan-lapisan plate dan frame, dengan menjaga tekanan operasi pada kondisi
yang konstan. Kemudian, mengukur volume filtrat per 2 menit selama 20 menit. Operasi
dilakukan pada tekanan 0,1 psig dan 0,2 psig.









MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 4

BAB II
TEORI DASAR
II.1. Pengertian Filtrasi
Filtrasi adalah suatu proses pemisahan zat padat terhadap zat cair dari suatu slurry dengan
menggunakan media porous, yang meneruskan zat cairnya serta menahan padatannya,
sehingga zat padat tersebut (cake) bekerja sebagai media porous yang baru. Berdasarkan
prinsip kerjanya, filtrasi dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
1. Pressure filtration, filtrasi yang pengaliran bahannya menggunakan tekanan.
2. Gravity filtration, filtrasi yang pengaliran bahannya didasarkan pada gaya beratnya
sendiri.
3. Vaccum filtration, filtrasi yang pengaliran bahannya dilakukan dengan prinsip
penghampaan (penghisapan).
II.2. Media Filter
Pada operasi filtrasi, umumnya dikenal dua macam media filter, yaitu:
1. Media filter primer
Media filter primer sebenarnya bukan suatu media filter yang sesungguhnya,
melainkan sebagai media filter pembantu yang menahan zat padat pada permulaan proses.
Media filter primer ini dapat berupa kain, kertas saring, dan sebagainya, yang dipasang
pada permukaan filter.
2. Media filter sekunder
Zat padat yang tertahan di permukaan filter membentuk lapisan cake yang dapat
berfungsi sebagai media filter yang sesungguhnya. Media filter inilah yang merupakan
media filter sekunder. Tebal cake perlu diperkirakan/diperhitungkan karena akan
mempengaruhi besarnya penahan filtrasi. Filtrasi dapat dianggap dimulai dengan
penahanan sama dengan nol, yang berarti belum terbentuk cake. Dalam hal ini, perlu
dihitung suatu besaran Ve (volum ekivalen), yang merupakan volum filtrat yang
menghasilkan cake yang mempunyai penahanan sama dengan filter cloth (media filter
primer) serta saluran-saluran dalam filter yang dipakai untuk penyaringan.
II.3. Jenis-jenis Cake
Cake dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
1. Compressible cake, yaitu cake yang mengalami perubahan stuktur dalam oleh adanya
tekanan (ruang porous dalam cake mengecil, tahanan filtrasi makin besar). Hal ini
mengakibatkan proses filtrasi menjadi semakin sulit. Peristiwa ini terjadi terutama bila
bahan yang disaring berbentuk kolodial.
MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 5

2. Non compressible cake, yaitu cake yang tidak mengalami perubahan struktur walaupun
diadakan penekanan terhadapnya. Dalam praktek, non compressible cake ini tidak ada,
tetapi untuk mempermudah perhitungan diadakan pendekatan dengan memakai rumus-
rumus yang berlaku untuk non compressible cake.
II.4. Persamaan Routh dan Lewis
Rumus-rumus yang digunakan dalam percobaan ini adalah:
1. Persamaan Routh
Jika filtrasi dilakukan pada P konstan, maka hubungan antara waktu tertentu t
(detik) dengan total volum filtrat V
f
(cm
3
) yang terkumpul selama waktu t, dapat
diekspresikan dalam persamaan:

................................................................................. (1)
Dengan: J dan h adalah konstanta yang dicari dari percobaan.
Persamaan lain yang menggambarkan hubungan antara t dan V
f
adalah:

...........................................................................................(2)
Dengan: = viskositas
Rf = tahanan filter cloth
o = tahanan spesifik cake, m/kg
C = berat solid/volum liquid, kg/m
3

A = luas permukaan filter
2. Persamaan Lewis

.................................................................................(3)
Dengan: n, m, dan K adalah konstanta yang ditentukan oleh percobaan.
II.5. Pengoperasian Peralatan Filtrasi
Filter pada filtrasi memisahkan padatan dari liquid dengan jumlah relatif besar sebagai
suatu cake atau lumpur. Seringkali, alat penyaring ini dilengkapi dengan peralatan untuk
membersihkan cairan dari padatan sebelum dibuang. Proses pengoperasiannya sebagai
berikut :
1. Pada permulaan filtrasi, beberapa partikel padat yang memasuki medium pori tertahan
dan dengan segera mulai terkumpul di permukaan septum.
2. Setelah periode awal ini, padatan mulai terfiltrasi; padatan tersebut mulai menebal di
permukaan dan harus dibersihkan secara periodik. Kecuali dilengkapi dengan kantong
MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 6

penyaring untuk pembersih gas, penyaring umumnya hanya digunakan untuk
pemisahan padat-cair.
3. Penyaring dapat dioperasikan dengan tekanan di atas atmosfer pada aliran atas
medium penyaring atau tekanan vakum pada aliran bawah.
II.6. Mesin Press Bersaringan (Filter Press)
Suatu mesin press bersaringan berisi satu set plat yang didesain untuk menyediakan
serangkaian ruang atau kompartemen untuk mengumpulkan padatan. Plat-plat tersebut
dikelilingi oleh medium penyaring seperti kanvas. Lumpur / cake dapat mencapai tiap-tiap
kompartemen dengan tekanan tertentu, kemudian cairan akan mengalir melalui kanvas dan
keluar ke pipa pembuangan, meninggalkan padatan cake basah. Plat dari suatu mesin press
bersaringan dapat berbentuk persegi atau lingkaran, vertikal atau horizontal.
Kebanyakan kompartemen padatan dibentuk dengan plat polipropelina. Dalam desain
lain, kompertemen tersebut dibentuk di dalam cetakan plat ber-bingkai (plate-and-frame
press), yang didalamnya terdapat plat persegi panjang, dimana pada satu sisi dapat diubah-
ubah.
Pengoperasiannya sebagai berikut :
1. Plat dan bingkai dipasang pada posisi vertikal dalam rak logam dengan kain
mengelilingi permukaan setiap plat, kemudian ditekan dengan keras bersamaan
dengan memutar skrup hidraulik.
2. Lumpur memasuki suatu sisi akhir dari rangkaian plat dan bingkai.
3. Lumpur mengalir sepanjang jalur pada satu sudut rangkaian tersebut.
4. Jalur tambahan mengalirkan lumpur ke dalam setiap bingkai.
5. Padatan akan tertahan dan mengendap di atas kain yang menutupi permukaan plat.
6. Cairan menembus kain, menuruni jalur pada permukaan plat (corrugation), dan keluar
dari mesin press.

MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 7


Gambar 1. Filter Press

Gambar 2. Skema Peralatan Penyaring Plate dan Frame


Gambar 3. Aliran slurry dan filtrat di dalam plat dan bingkai
MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 8

BAB III
PROSEDUR & HASIL PERCOBAAN
III.1 Prosedur Percobaan
A. PERSIAPAN
No. Prosedur Percobaan Keterangan
1. Membuka plate dan frame dengan memutar
roda penekan (handle), memasukkan kertas
saring atau filter cloth pada masing masing
frame dengan teratur dengan meluruskan
lubang lubang frame nya.
Urutan memasukkan ke dalam filter
chamber adalah sebagai berikut :
Rubber filter cloth plate rubber
filter cloth frame.
2. Memberi rubber packing diantara plate dan
frame, kemudian menutup kembali dengan
megencangkan handle.
Proses menutup filter chamber dengan
mengencangkan handle harus dilakukan
hingga benar benar kencang. Hal
tersebut dilakukan agar tidak terdapat air
yang keluar melalui celah celah kosong
terutama bagian atas.
3. Menutup kran 1 (drain valve), memasukkan
slurry yang telah dibuat dengan konsentrasi
tertentu.
Slurry dibuat menggunakan bubuk
kalsium karbonat 500 gram dengan air
kira kira 6 L.
4. Mengaduk slurry tersebut secara kontinu agar
konsentrasi slurry tetap uniform.
Pengadukan dilakukan didalam tangki
reservoar dan pengadukan dilakukan
secara terus menerus.

B. PERCOBAAN
No. Prosedur Percobaan Keterangan
1. Membuka return valve (V-2) dan menutup feed
valve (V-3), kemudian menghidupkan pompa
sehingga terjadi resirkulasi larutan diantara
reservoar dan pompa.

2. Membuka V-3, membuang dan menghilangkan
udara di dalam filter press. Mengatur V-3
untuk menjaga tekanan tetap konstan.
Tekanan yang digunakan adalah 0,1
kg/cm
3
dan 0,2 kg/cm
3
.
3. Meletakkan ember di bawah V-4 (filtrat
delivery valve).
Untuk mengukur filtrat yang dihasilkan.
4. Menjaga tangki reservoar agar tidak betul
betul kosong dengan cara menyiram dengan
hati hati larutan slurry dalam tangki
reservoar, dan untuk meyakinkan mematikan
pompa sebelum tangki betul betul kosong.
Larutan slurry pada tangki reservoar
sebaiknya dibuat dalam jumlah banyak
sehingga tidak perlu melakukan
penambahan lagi.
5. Mengatur V-3 selama percobaan untuk
mendapatkan tekanan yang konstan. Dan
menutup V-2 selama percobaan.
Jika terjadi perubahan tekanan maka V-3
harus diatur sedemikian rupa hingga
tekanannya kembali pada nilai yang
ditentukan.
6. Mencatat waktu tertentu selama filtrasi dengan Pencatatan nilai Vf dilakukan pada selang
MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 9

menggunakan stopwatch dan mengukur volume
filtrat (Vf) yang tertampung pada masing
masing waktu tersebut.
waktu 2 menit pada total keseluruhan
waktu 20 menit.
7. Ketia pompa dimatikan, akan terdapat raw
liquid yang tertinggal dalam pompa, tangki
reservoar dan pipa. Cairan sisa tersebut
merupakan satu liquid yang tidak terfilter.

8. Mengulangi percobaan diatas pada tekanan
yang berbeda.


III.2 Hasil Percobaan
Tabel 1. Data hasil percobaan
t (menit) Vf (cm
3
)
P = 0,1
kg/cm
3

P = 0,2
kg/cm
3

2 80 100
4 150 185
6 235 280
8 310 365
10 380 455
12 450 540
14 520 625
16 595 710
18 655 800
20 710 885


MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 10

BAB IV
PENGOLAHAN DATA

Pada percobaan filtrasi ini, data yang didapatkan berupa volume filtrat (Vf) dengan
memvariasikan nilai perbedaan tekanan atau pressure drop yaitu P = 0,1 kg/cm
2
dan P =
0,2 kg/cm
2
yang diatur konstan dengan mengatur aliran feed ke dalam filter press yang
digunakan. Volume filtrat (Vf) didapatkan dengan melihat berapa besar nilai volumenya
setiap interval waktu 2 menit sampai menit ke 20 untuk masing-masing tekanan. Data yang
didapatkan adalah sebagai berikut :
Tabel 1. Data hasil percobaan
t (menit) Vf (cm
3
)
P =
0,1
kg/cm
3

P =
0,2
kg/cm
3

2 80 100
4 150 185
6 235 280
8 310 365
10 380 455
12 450 540
14 520 625
16 595 710
18 655 800
2
0
710 885
A. Persaman Routh,
Percamaan Routh digunakan untuk mencari nilai konstanta h dan j.
Persamaan Routh :



Persamaan diatas kemudian diturunkan untuk mendapatkan persamaan linear.
Penurunannya sebagai berikut :





MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 11



y = m x + c
Dari persamaan linear diatas, maka kita dapat mengetahui nilai slope atau gradien (m)
yaitu

dan nilai intersep (c) yaitu


dengan memplot grafik Vf terhadap

. Dengan
mengetahui nilai-nilai tersebut, maka nilai konstanta dalam persamaan Routh yaitu j dan h
dapat diperoleh. Berikut merupakan pengolahan data untuk mencari nilai konstanta
persamaan Routh beserta grafiknya :
Tabel 2. Pengolahan data hasil percobaan untuk persamaan Routh
t
(menit)
t
(second)
P = 0,1 kg/cm3 P = 0,2 kg/cm3
Vf (ml) t/Vf
(sec/ml)
Vf (ml) t/Vf
(sec/ml)
2 120 80 1,5 100 1,2
4 240 150 1,6 185 1,2972973
6 360 235 1,5319149 280 1,2857143
8 480 310 1,5483871 365 1,3150685
10 600 380 1,5789474 455 1,3186813
12 720 450 1,6 540 1,3333333
14 840 520 1,6153846 625 1,344
16 960 595 1,6134454 710 1,3521127
18 1080 655 1,648855 800 1,35
20 1200 710 1,6901408 885 1,3559322



MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 12

Grafik yang terbentuk saat tekanan 0,1 psi adalah sebagai berikut :


Gambar 4.Grafik Vt terhadap

saat P = 0,1 kg/cm


2

y = 0,0002x + 1,5006


Dari persamaan linear yang didapatkan dalam grafik, maka kita dapat mencari nilai
konstanta persamaan Routh yaitu j dan h.
- m =


= 0,0002
h =


h = 5000
- c =

= 1,5006
j =


j = 3751,5



y = 0.0002x + 1.5006
R = 0.7515
1.45
1.5
1.55
1.6
1.65
1.7
0 200 400 600 800
t/Vf
Vf
Grafik Vf terhadap t/Vf saat P = 0,1 psi
Grafik Vf terhadap t/Vf
saat P = 0,1 psi
Linear (Grafik Vf terhadap
t/Vf saat P = 0,1 psi)
MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 13

Grafik yang terbentuk saat tekanan 0,2 psi adalah sebagai berikut :


Gambar 5. Grafik Vt terhadap

saat P = 0,2kg/cm
2

y = 0,0002x + 1,2393


Dari persamaan linear yang didapatkan dalam grafik, maka kita dapat mencari nilai
konstanta persamaan Routh yaitu j dan h.
- m =


= 0,0002
h =


h = 5000
- c =

= 1,2393
j =


j = 3098,25
Dengan demikian, kita dapat menghitungan h dan j rata-rata ntuk mendapatkan nilai
konstanta yang sesungguhnya.

y = 0.0002x + 1.2393
R = 0.7439
1.18
1.2
1.22
1.24
1.26
1.28
1.3
1.32
1.34
1.36
1.38
1.4
0 200 400 600 800 1000
t/Vf
Vf
Grafik Vf terhadap t/Vf saat P=0,2 psi
Grafik Vf terhadap t/Vf
saat P=0,2 psi
Linear (Grafik Vf
terhadap t/Vf saat
P=0,2 psi)
MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 14

h = h
average
= 5000
j = j
average
= 3424,88
Sehingga, persamaan Routh nya menjadi :


B. Persaman Lewis,
Persamaan Lewis digunakan untuk mencari nilai konstanta m dan n.
Persamaan Lewis :

Persamaan diatas kemudian diturunkan untuk mendapatkan persamaan linear.
Penurunannya sebagai berikut :








y = m x + c
dimana C =


Dari persamaan linear diatas, maka kita dapat mengetahui nilai slope atau gradien (m)
yaitu m dan nilai intersep (c) yaitu log C dengan memplot grafik log Vf terhadap log t.
Dengan mengetahui nilai-nilai tersebut, maka nilai konstanta dalam persamaan Lewis yaitu m
dan C =

dapat diperoleh. Berikut merupakan pengolahan data untuk mencari nilai


konstanta persamaan Lewis beserta grafiknya :

MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 15

Tabel 3. Pengolahan data hasil percobaan untuk persamaan Lewis
t
(minute)
t
(second)
P = 0,1 kg/cm3 P = 0,2 kg/cm3
Vf (ml) Log Vf Log t Vf (ml) Log Vf Log t
2 120 80 1,90309 2,079181 100 2 2,079181
4 240 150 2,176091 2,380211 185 2,267172 2,380211
6 360 235 2,371068 2,556303 280 2,447158 2,556303
8 480 310 2,491362 2,681241 365 2,562293 2,681241
10 600 380 2,579784 2,778151 455 2,658011 2,778151
12 720 450 2,653213 2,857332 540 2,732394 2,857332
14 840 520 2,716003 2,924279 625 2,79588 2,924279
16 960 595 2,774517 2,982271 710 2,851258 2,982271
18 1080 655 2,816241 3,033424 800 2,90309 3,033424
20 1200 710 2,851258 3,079181 885 2,946943 3,079181

Grafik yang terbentuk pada saat tekanan 0,1 psi adalah sebagai berikut :

Gambar 6. Grafik log Vf terhadap log t saat P = 0,1 kg/cm
2

log t = 1,0403 log Vf - 0,0997

y = m x + c
Dari persamaan linear yang didapatkan dalam grafik, maka kita dapat mencari nilai
konstanta persamaan Lewis yaitu m dan C.
- m = = 1,0403
m = 1,0403
y = 1.0403x + 0.0997
R = 0.9992
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
3.5
0 1 2 3
Log t
Log Vf
Grafik Log Vf terhadap Log t saat P = 0,1 psi
Grafik Log Vf terhadap Log
t saat P = 0,1 psi
Linear (Grafik Log Vf
terhadap Log t saat P = 0,1
psi)
MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 16

- c = - log C = -0,0997
C =


C = 1,258
Grafik yang terbentuk saat tekanan 0,2 psi adalah sebagai berikut :


Gambar 7. Grafik log Vf terhadap log t saat P = 0,2 kg/cm
2

log t = 1,0497 log Vf - 0,0114


y = m x + c
Dari persamaan linear yang didapatkan dalam grafik, maka kita dapat mencari nilai
konstanta persamaan Lewis yaitu m dan C.
- m = = 1,0497
m = 1,0497
- c = - log C = -0,0114
C =


C = 1,0266
Dengan demikian, kita dapat menghitungan m dan C rata-rata ntuk mendapatkan nilai
konstanta yang sesungguhnya.
m = m
average
= 1,045
C = C
average
= 1,1423
y = 1.0497x - 0.0114
R = 0.9997
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
3.5
0 1 2 3 4
Log t
Log Vf
Grafik Log Vf terhadap Log t saat P = 0,2 psi
Grafik Log Vf terhadap Log t
saat P = 0,2 psi
Linear (Grafik Log Vf
terhadap Log t saat P = 0,2
psi)
MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 17

Dari persamaan Lewis, selain konstanta m, juga terdapat konstanta n. Untuk
memperoleh nilai konstanta n tersebut, maka kita harus menurunkan persamaan Lewis
kembali. Penurunannya adalah sebagai berikut :




y = m x + c

Dari persamaan linear diatas, maka kita dapat mengetahui nilai slope atau gradien (m)
yaitu -n dan nilai intersep (c) yaitu log dengan memplot grafik log P terhadap log t.
Dengan mengetahui nilai-nilai tersebut, maka nilai konstanta n dan dan =

dalam
persamaan Lewis dapat diperoleh.
Untuk menyelesaikan persamaan linear di atas, dibutuhkan nilai log t dan nilai log P.
Nilai P yang digunakan dalam persamaan ini adalah P = 1 dan P = 0,2 sementara nilai t
harus dihitung terlebih dahulu. Untuk menghitung nilai t, kita harus memisalkan satu nilai
volume filtrat (Vf) untuk menentukan waktu yang dibutuhkan oleh filter press pada tekanan
tertentu. Misalkan Vf = 1000 ml, maka :


MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 18

Saat P = 0,1 log t = 1,0403 log Vf - 0,0997
log t = 1,0403 log(1000) - 0,0997
log t = 3,0212
t = 1050,026
Saat P = 0,2 log t = 1,0497 log Vf - 0,0114
log t = 1,0497 log(1000) - 0,0114
log t = 3,1377
t = 1373,093
Sehingga :
Saat Vf = 1000 cm
3

t
(second)
P log t log P
1050,03 0,1 3,0212 -1
1373,09 0,2 3,1377 -0,69897

Grafik yang terbentuk antara log delta P terhadap log t adalah sebagai berikut :

Gambar 8. Grafik log delta P terhadap log t
,7507

y = m x + c

y = -0.387x + 2.7507
R = 1
3
3.02
3.04
3.06
3.08
3.1
3.12
3.14
3.16
-1.5 -1 -0.5 0
Log t
Log delta P
Grafik log delta P terhadap log t
Grafik log delta P
terhadap log t
Linear (Grafik log delta
P terhadap log t)
MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 19

Dari persamaan linear yang didapatkan dalam grafik, maka kita dapat mencari nilai
konstanta persamaan Lewis yaitu n dan .
- m = = -0,387
n = 0,387
- c = log = 2,7507
=


= 563,25
Menentukan nilai K
- =


K =

A = luas penampang filtrat


K = 0,018 = 10 cm x 10,5 cm
= 105 cm
2

Sehingga persamaan Lewisnya menjadi :













MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 20

BAB V
ANALISA & KESIMPULAN
5.1. Analisa Percobaan
Percobaan ini bertujuan untuk melakukan uji coba filtrasi pada tekanan konstan dengan
menggunakan filter press kecil dan untuk menentukan konstanta yang ada dalam persamaan
Routh dan Lewis. Proses filtrasi sendiri bertujuan untuk memisahkan padatan dari campuran
fasa cair dengan driving force perbedaan tekanan sehingga mendorong fasa cair melewati
lapisan support pada medium filter.
Pada percobaan ini digunakan air sebagai fasa cair dan bubuk kalsium karbonat
sebanyak 500 gram sebagai fasa padat. Kalsium karbonat mendekati sifat cake yang ideal,
yaitu noncompressible karena partikel tepung memiliki sifat keras dan ukurannya cukup
besar. Zat padat yang sangat halus dan rapat yang membentuk cake akan segera tertahan oleh
medium filtrasi yang memiliki pori-pori mikro. Reservoir yang digunakan adalah tangki yang
dilengkapi dengan pengaduk dengan posisi center. Pengaduk disini berfungsi agar kondisi
slurry selalu homogen dan tidak ada padatan yang mengendap. Jika konsentrasi tidak
homogen dan sangat besar perbedaannya maka akan terbentuk cake di awal proses dan hal ini
tidak sesuai dengan asumsi bahwa flitrasi dimulai dengan penahanan yang sama dengan nol
dan rumus persamaan yang digunakan tidak dapat diaplikasikan. Dasar tangki memiliki celah
di tengah yang digunakan sebagai saluran keluaran slurry.
Slurry yang tadi dibuat dengan mencampurkan kalsium karbonat dan air dialirkan ke
dalam filter press dengan menggunakan pompa, kemudian pompa mengalirkan slurry sampai
pada frame dan plate. Frame dan plate dalam filter press ini disusun secara berselingan.
Diantara plate dan frame dipasang rubber dan filter cloth. Pemasangan rubber dan filter cloth
harus tepat karena sangat mempengaruhi laju alir filtrat dan proses pemisahan pada filter
press. Dimana total peralatan dalam percobaan ini: 1 plate ujung, 5 frame, 4 plate dalam dan
1 plate penutup. Dengan urutan: plate ujung alat rubber cloth frame cloth rubber
plate rubber cloth frame cloth plate dan seterusnya plate ujung yang berhubungan
dengan handle. Handle ini harus ditutup sekencang mungkin saat plate dan frame telah
disusun. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kebocoran filtrat melalui sela-sela frame. Pada
susunan plate and frame terdapat 4 lubang berdiameter 1 cm di tiap bagian sudutnya. Lubang
ini berguna sebagai tempat masuknya slurry. Guna alat-alat pada susunan itu: Rubber
berfungsi untuk mencegah kebocoran, sedangkan cloth berfungsi untuk menyaring padatan
dan merupakan media filter primer, sehingga cake akan terbentuk dan menempel pada
MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 21

permukaan cloth. Cake yang terbentuk selanjutnya berfungsi sebagai media filter sekunder
dimana slurry berikutnya yang melewati filter press akan dapat tersaring juga. Setelah slurry
melewati proses filtrasi maka cake akan terbentuk dan filtrat yang keluar berupa air jernih,
seperti pada filtrat yang kami peroleh pada percobaan.
Percobaan filtrasi yang dilakukan kali ini sebanyak dua kali, yaitu pada P

= 0,1
kg/cm
2
dan 0,2 kg/cm
2
dengan konsentrasi slurry yang digunakan sama. Konsentrasi yang
sama ini digunakan untuk menguji persamaan Routh dan Lewis dan mencari konstanta
persamaan itu masing-masing. Data yang diambil sejumlah 10 untuk masing-masing takanan.
Semakin lama proses filtrasi maka akan semakin sedikit filtrat yang dihasilkan. Hal ini
disebabkan semakin banyaknya cake yang terbentuk dalam alat sehingga menghambat slurry
yang melewati filter press sehingga laju alir slurry akan berkurang. Peristiwa ini terbukti dari
pengamatan yang dilakukan. Perbedaan tekanan seharusnya berbanding lurus dengan
banyaknya flitrasi yang dihasilkan. Fenomena ini disebabkan oleh adanya driving force yaitu
perbedaan tekanan yang mendorong slurry, sehingga laju alir slurry akan semakin besar.
Akan tetapi, data yang diperoleh justru sebaliknya. Hal ini mungkin disebabkan perbedaan
tekanan yang diberikan cukup kecil, yaitu sebesar 0,1 kg/cm
2
, sedangkan cake yang terbentuk
sudah banyak, sehingga dampak driving force kurang terhadap ketebalan cake. Selama proses
berlangsung feed valve terus diatur untuk mendapatkan tekanan yang konstan. Tujuannya
hanya untuk membuat satu variabel yang mempengaruhi jumlah flitrat, yaitu waktu.
Pada percobaan valve V-2 di tutup karena untu menjaga laju alir dan tekanannya agar
tidak terlalu lemah, sedangkan untuk menjaga tekanan di atur valve V-3. Valve V-3 di atur
manual, karena laju alir dari slurry yang masuk ke dalam filter press tidak stabil. V-4
merupakan valve yang digunakan untuk mengeluarkan filtrat hasil filtrasi, pengaturan dari V-
4 sendiri yaitu konstan dengan mengatur bukaan agar filtrat yang keluar tidak terlalu deras,
hal ini di karenakan untuk menjaga tangki resevoir agar tidak cepat habis slurrynya.
5.2 Analisa Hasil
Praktikan melakukan pengambilan data berupa volume filtrat (V
f
) yang keluar dari
filtrate delivery valve pada interval waktu tertentu (t), dimana pada percobaan ini waktu yang
ditentukan yaitu selama 20 menit untuk masing-masing tekanan. Setiap 2 menit volume filtrat
diukur secara kontinyu sehingga didapatkan data sebanyak 10 kali pada tiap tekanan yang
dijaga konstan pada pressure gauge (P = 0,1 kg/cm2dan P = 0,2 kg/cm2) atau didapatkan
20 data secara keseluruhan.
Pengambilan data dengan waktu dan tekanan yang bervariasi ini dimaksudkan untuk
mengamati perubahan jumlah volume filtrat yang terbentuk tiap perubahan waktu dan
MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 22

tekanan. Data hasil pengukuran volume filtrate per unit waktu yang diperoleh ialah sebagai
berikut.
Tabel 1. Data hasil percobaan
t (menit) Vf (cm
3
)
P = 0,1
kg/cm
3

P = 0,2
kg/cm
3

2 80 100
4 150 185
6 235 280
8 310 365
10 380 455
12 450 540
14 520 625
16 595 710
18 655 800
20 710 885

Berdasarkan data hasil percobaan di atas, dapat kita lihat adanya suatu pola dimana
kenaikan volume filtrat per unit waktu (Vf) hasil filtrasi dapat dikatakan cenderung
menurun atau konstan seiring dengan bertambahnya waktu serta laju filtrat yang dihasilkan
juga semakin besar seiring dengan adanya kenaikan nilai tekanan yang diberikan. Hal ini
dapat dibuktikan apabila kita membandingkan data volume filtrat per unit waktu pada waktu
yang sama untuk kedua tekanan.
Volume filtrat per waktu atau laju alir filtrat pada tekanan yang lebih tinggi yaitu pada
P = 0,2 kg/cm2
a
akan dihasilkan lebih banyak atau cepat dibandingkan dengan
menggunakan tekanan sistem P = 0,1 kg/cm2. Hal ini disebabkan semakin bertambahnya
jumlah fitrat cake yang berupa compressible cake yang terbentuk seiring pertambahan waktu
menyebabkan volume dan laju yang dihasilkan akan menurun atau berkurang ataupun
cenderung konstan dengan rentang waktu yang sama. Dengan kata lain filtrat yang akan
melewati filter pada rentang waktu akhir akan lebih sedikit karena telah terhalang oleh filtrate
cake yang telah terbentuk seiring pertambahan feed dan waktu dibandingkan pada detik-detik
awal percobaan karena pada saat itu cake baru akan mulai terbentuk.
MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 23

Filtrate cake ini memiliki nilai penahanan yang sama dengan media filter primer (filter
cloth) serta menjadi media filter sekunder (sesungguhnya) akibat adanya suatu penumpukan
besaran volume ekivalen..Semakin lama waktu yang diberikan, maka besarnya kemampuan
penahanan cake yang semakin tebal akan semakin besar pula sehingga jumlah filtrat yang
dihasilkan akan semakin sedikit.
Data yang pratikan dapatkan dalam percobaan ini memiliki perubahan yang tidak stabil
per satuan waktunya yaitu dalam rentang dua menit. Ketidakstabilan ini dapat disebabkan
oleh berbagai faktor yang secara detail akan di bahas pada bagian analisis kesalahan.
5.3 Analisa Perhitunogan dan Grafik
Analisis perhitungan dilakukan untuk menguji persamaan Routh dan persamaan
Lewis mengenai keabsahan persamaan tersebut dalam proses filtrasi yang dilakukan oleh
praktikan. Dengan mengambil asumsi bahwa beda tekanan konstan (P = 0,1 kg/cm
2
untuk
percobaan pertama dan P = 0,2 kg/cm
2
untuk percobaan ke dua), tidak ada kebocoran pada
filter press, dan cake yang dihasilkan merupakan non-compresible cake
A. PERSAMAAN ROUTH
Persamaan Routh secara umum menjelaskan bahwa jika filtrasi dilakukan pada P
yang konstan maka hubungan antara waktu (t) dengan volume filtrat (V
f
) dapat diekspresikan
dalam persamaan berikut:
t h V J V
f f
. . 2
2
= +
Kita dapat mengubah persamaan dengan membagi tiap ruas dengan
h V
f
1
sehingga
persamaan di atas menjadi bentuk persamaan baru seperti berikut ini:



MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 24



y = m x + c
Bentuk persamaan di atas merupakan bentuk linear dari persamaan awal sehingga
akan lebih memudahkan kita dalam menganalisis dengan cara melihat persamaan di atas
dalam bentuk b x a y + = . Sehingga kita masukkan nilai-nilai untuk masing-masing
komponen yaitu untuk
f
V
t
y = dan
f
V x = . Lalu setelah itu kita plot dalam bentuk grafik
dengan bantuan Ms. Excel kita meregresi untuk mendapatkan nilai
h
1
yang merupakan slope
grafik (a) dan
h
J
2 yang merupakan perpotongan grafik dengan sumbu y ( titik b).
a. untuk percobaan pertama (P = 0.1 psig)

Gambar 4.Grafik Vt terhadap

saat P = 0,1 kg/cm


2


y = 0.0002x + 1.5006
R = 0.7515
1.45
1.5
1.55
1.6
1.65
1.7
0 200 400 600 800
t/Vf
Vf
Grafik Vf terhadap t/Vf saat P = 0,1 psi
Grafik Vf terhadap t/Vf
saat P = 0,1 psi
Linear (Grafik Vf terhadap
t/Vf saat P = 0,1 psi)
MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 25

Tujuan dari pembuatan grafik adalah untuk mendapatkan suatu persamaan garis linear
dari data-data yang ada sehingga nilai slope dan intercept dari garis tersebut dapat diketahui
dan nilai konstanta persamaan Routh dapat dihitung. Namun, bila kita perhatikan, terlihat
bahwa garis yang dihasilkan tidak benar-benar linear. Penyebab ketidaklinearan ini akan
dibahas lebih lanjut pada analisa kesalahan. Terlihat dari grafik yang dihasilkan bahwa
bentuk grafik cenderung tidak konstan atau tidak stabil, hal ini dikarenakan oleh tenanan
sistem yang digunakan terkadang berubah-ubah pada pressure gauge.
Bentuk linearisasi persamaan Routh yang diperoleh oleh praktikan dengan meregresi
data-data yang diperoleh adalah y = 0,0002x + 1,5006
Dari persamaan yang di peroleh maka akan dapat memperoleh data seperti dibawah ini.
h = 5000
j = 3751,5
b. untuk percobaan ke dua (P = 0,2 psig)

Gambar 5. Grafik Vt terhadap

saat P = 0,2kg/cm
2

Bentuk linearisasi persamaan Routh berdasarkan regresi data yang diperoleh oleh
praktikan adalah y = 0,0002 x + 1,2393
Sama seperti sebelumnya maka praktikan dapatkan nilai konstanta J dan h sebagai berikut
h = 5000
j = 3098,25
y = 0.0002x + 1.2393
R = 0.7439
1.18
1.2
1.22
1.24
1.26
1.28
1.3
1.32
1.34
1.36
1.38
1.4
0 200 400 600 800 1000
t/Vf
Vf
Grafik Vf terhadap t/Vf saat P=0,2 psi
Grafik Vf terhadap t/Vf
saat P=0,2 psi
Linear (Grafik Vf
terhadap t/Vf saat
P=0,2 psi)
MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 26

Dari hasil percobaan menunjukan bahwa sistem stabil dengan melihat persamaan
Routh. Karena persamaan Routh berpengaruh pada kestabilan sistem. Dapat dilihat nilai
konstanta (h) tetap. Jadi dapat di artikan semakin lama filter press melakukan proses filtrasi
maka suatu saat akan ada kalanya menjadi konstan jumlah filtratnya, hal ini di karenakan
semakin lama menahan slurry akan terbentuk cake semakin tebal.
Untuk konstanta (j) dapat di simpulkan merupakan konstanta untuk memperlihatkan
bahwa setelah slurry tertahan oleh cake maka akan terjadi penurunan laju filtrat yang keluar
seiring bertambahnya tekanan, hal ini di karenakan semakin besar tekanan maka laju alir
slurry akan bertambah dan akan mempercepat penebalan cake yang tertahan oleh filter cloth.
Selain itu praktikan menganalisis bahwa persamaan Routh memperhitungkan tahanan
filtrasi sebagai ekivalen dengan laju pembentukan cake yang akan mempengaruhi besarnya
volume filtrat terbentuk dalam rentang waktu tertentu.
B. PERSAMAAN LEWIS
Persamaan Lewis merupakan suatu persamaan yang mengkorelasikan laju volume
filtrat per luas penampang frame sebagai hubungan eksponensial terhadap beda tekanan dan
waktu. Pada persamaan Lewis, nilai P adalah variabel yang diubah dan dijaga konstan
selama pengambilan data dan variabel t sendiri adalah variabel independen di mana akan
mempengaruhi variabel lainnya.
Lewis telah merumuskan sebuah persamaan tentang filtrasi yaitu
t P K
A
V
n
m
f
. . A =
(


dengan n, m, dan K adalah konstanta yang ditentukan oleh percobaan yang telah praktikan
lakukan.
lalu praktikan turunkan persamaan di atas menjadi bentuk


MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 27







y = m x + c
Dengan melakukan perhitungan didapatkan :
a. untuk percobaan pertama (P = 0,1 psig)

Gambar 6. Grafik log Vf terhadap log t saat P = 0,1 kg/cm
2

Bentuk linearisasi persamaan Lewis berdasarkan grafik plotting yang telah praktikan lakukan
adalah y = 1,0403 x 0,0997
Dan akan mendapatkan data seperti di bawah ini
m = 1,0403
C = 1,258






y = 1.0403x + 0.0997
R = 0.9992
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
3.5
0 1 2 3
Log t
Log Vf
Grafik Log Vf terhadap Log t saat P = 0,1 psi
Grafik Log Vf terhadap Log
t saat P = 0,1 psi
Linear (Grafik Log Vf
terhadap Log t saat P = 0,1
psi)
MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 28

b. untuk percobaan ke dua (P = 0,2 psig)

Gambar 7. Grafik log Vf terhadap log t saat P = 0,2 kg/cm
2

Bentuk linearisasi persamaan Lewis berdasar plot grafik y = 1,0497x -0,0114
Dan akan mendapatkan data seperti di bawah ini
m = 1,0497
C = 1,0266
Dengan melihat perhitungan di atas dapat disimpulkan persamaan Lewis merupakan
suatu persamaan yang mengkorelasikan
(

A
V
f
sebagai laju volume filtrat per luas
penampang frame sebagai hubungan eksponensial terhadap beda tekanan dan waktu. Pada
persamaan Lewis, P adalah variabel yang diubah dan dijaga konstan selama pengambilan
data dan variabel t sendiri adalah variabel independen di mana akan mempengaruhi variabel
lainnya. Di sini praktikan tidak mengambil dan menyetujui suatu kesimpulan bahwa luas
penampang frame merupakan suatu yang konstan melainkan mengalami perubahan karena
sebagaimana yang didukung persamaan Routh sebelumnya luas penampang filter cloth akan
berubah karena perubahan karakteristik cake yang memiliki pori semakin mengecil akibat
akumulasi cake dan tekanan yang semakin besar pada cake itu sendiri. Namun karena sesuai
asumsi awal bahwa cake yang terbentuk adalah non-compresible cake maka perubahan
karakteristik sifat cake tidak berpengaruh sehingga A (luas penampang) akan dianggap tetap.
y = 1.0497x - 0.0114
R = 0.9997
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
3.5
0 1 2 3 4
Log t
Log Vf
Grafik Log Vf terhadap Log t saat P = 0,2 psi
Grafik Log Vf terhadap Log t
saat P = 0,2 psi
Linear (Grafik Log Vf
terhadap Log t saat P = 0,2
psi)
MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 29

Untuk mencari konstanta m dan n harus menurunkan persamaan yang telah terbentuk
dari grafik hasil perhitungan di atas dengan nilai Vf= 1000 cm
3
. Dan di dapatkan hasil seperti
tabel berikut.







Gambar 8. Grafik log delta P terhadap log t
Setelah mendapatkan data P, log t dan log P, maka data di plot menjadi grafik
dengan menghubungkan antara log P terhadap log t, maka akan di dapatkan persamaan y = -
0,387x + 2,7507
,7507



y = m x + c
sehingga akan mendapatkan nilai konstanta n dan
n = 0,387
= 563,25
y = -0.387x + 2.7507
R = 1
3
3.02
3.04
3.06
3.08
3.1
3.12
3.14
3.16
-1.5 -1 -0.5 0
Log t
Log delta P
Grafik log delta P terhadap log t
Grafik log delta P
terhadap log t
Linear (Grafik log delta
P terhadap log t)
Saat Vf = 1000 cm
3

t
(second)
P log t log P
1050,03 0,1 3,0212 -1
1373,09 0,2 3,1377 -0,69897
MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 30


karena =

, maka akan didapat nilai K sebesar 0,018


Sehingga persamaan Lewisnya menjadi :


Pada grafik log P vs. log t yang diperoleh, terlihat bahwa garis yang dihasilkan
memiliki gradien negatif atau bergerak dari kiri atas ke kanan bawah. Hal ini menunjukkan
bahwa semakin besar nilai P, maka waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suatu volume
akumulasi tertentu menjadi semakin singkat.
Tujuan praktikan membuat grafik ialah untuk mendapatkan suatu persamaan garis
linear dari data-data yang ada sehingga nilai slope dan intercept dari garis tersebut dapat
diketahui sehingga nilai konstanta pada persamaan Lewis dapat dihitung.
5.4. Analisa Kesalahan
Dalam percobaan filtrasi ini, terdapat beberapa kesalahan yang kerap terjadi selama
percobaan berlangsung. Beberapa kesalahan yang kerap terjadi dalam percobaan yang
dijalani praktikan :
Kurang rapat dan tak sempurnanya pemasangan (instalasi) filter press yang terdiri
atas frame dan plate, sehingga terjadi kebocoran pada filter press yang
menyebabkan beda tekanan terkadang tidak konstan dan air filtrate beerkurang.
Karet penghubung antar medium filtrat sudah mulai berkurang keelastisannya
sehingga memicu kebocoran lebih tinggi walaupun sudah diberikan tekanan pada
alat cukup besar.
Sistem perpipaaan yang tidak transfaran sehingga menyulitkan untuk mengetahui
apakah didalam perpipaan tidak terjadi hambatan.
Kekurangtelitian dalam pengukuran volume filtrat
Terkadang terdapat aliran cepat yang dapat menyebabkan pengukuran pada gelas
ukur harus dilakukan secara cepat pula sehingga terkadang pembacaan tidak tepat.
Menjaga kestabilan tekanan yang masuk ke filter press cukup sulit hal ini di
karenakan kerusakan alat pada valve sehingga untuk menjaga agar tekanan
konstan dilkakukan secara manual.
MODUL FILTRASI November 15, 2013

TEKNIK KIMIA 2013 | PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES 1 31