Anda di halaman 1dari 3

13.

Penghitungan Delta Octane Number dan Octane Number


13.1 Perhitungan O.N meliputi tanda perbedaan intensitas ketukan atau rasio sinyal kompresi diantara acuan bahan bakar (standar atau prototype) dan aliran sample bahan bakar dankemudian pembagiannya oleh range yang tepat. 1. Perbedaan Intensitas Ketukan pada sebuah Rasio Kompresi yang Konstan ( ( ) )

Dimana K.I acuan adalah Intensitas Ketukan dari acuan K.I sample adalah Intensitas Ketukan dari sample Contoh perhitungan: Diketahui sebagai berikut K.I. acuan bahan bakar = 50 K.I sample bahana bakar = 57 Range (K.I/Octane) = 20 Maka
( )

2. Perbedaan Rasio Kompresi pada Intensitas Ketukan yang Konstan ( ( ) )

Dimana C.R acuan adalah Rasio Kompres dari acuan C.R sample adalah Rasi Kompresi dari sample Contoh perhitungan: Diketahui sebagai berikut C.R acuan bahan bakar = 756 C.R sample bahana bakar = 764 Range (C.R/Octane) = 14 Maka
( )

13.2. Octane Number menggunakan ukuran delta octane number dan ocatane number dari perbandingan bahan bakar acuan Octane number dihitung dnegan formula berikut:

O.N aliran sample= O.N+ perbandingan O.N bahan bakar acuan

14. Pengujian Pengukuran Sistem Kontrol Kualitas Secara Analitik


1. Mengkonfirmasi operasi dari sistem pengukuran secara analitik dan kualitas CRF dengan mengukur delta octane number diantara CRF dan bagian control kualitas bahan bakar setidaknya minimal satu kali dalam smeinggu atau ketika CRF digunakan. Pengujian control kualitas ditujukan untuk memonitoring dan mengkonfirmasi kestabilan seluruh sistem pengukuran O.N sepanjang waktu, hal ini ditujukan sebagai sebuah tambahan pendukung untuk sistem kualifikasi pemeriksaan akhir dan tidak dapat digunakan untuk mengganti sistem kualifikasi pemeriksaan akhir. 2. Menunjukkan pengujian control kualitas dengan operasi AMS dibawah kondisi standar sebagaimana khususnyanya pada sebuah metode. Menggunakan periode waktu operasi yang sama untuk setiap bahan bakar. Periode waktu untuk operasi untuks etiap bahan bakar adalah selama 4 menit atau lebih lama. 3. Rangkaian AS antara CRD dan bagian dari control kualitas bahan bakar sampai pada minimum dua siklus selesai. Sbeuah siklus lengkap terdiri dari satu periode operasi ada satu bahan bakar (CRF), diikuti dnegan satu peirode pada bahan bakar kedua (sebagian dari control kualitas bahan bakar), 4. Penentuan rata-rata O.N dan Jangkauan 1. Menyusun dalam bentuk table nilai O.N termasuk tanda aljabar yang tepat 2. Menghitunga rerata O.N dengan tanda aljabar yang tepat 3. Menghitung range data dengan menggunakan rumus berikut: Range Data= O.N maksimu O.N minimum 5. Menggunakan Grafik control yang tepat atau teknik yang sebanding dengan cara statistic untuk menaksis O.N rata-rata dan range nilai relative untuk menentukan nilai-nilai perkiraan untuk pasangan control kualitas bahan bakar. Jika sebuah situasi diluar statistic terdeteksi, perikasapengukuran sistem operasi secara analitik dan kualitas CRF untuk mengetahui penyebab dasar. Grafik control yang tepat adalah I/MR-2 untuk O.N rata-rata dan jarak grafik untuk jangkauan.

15. Presisi dan Ketidakpastian


1. Batas untuk dapat diulang Kembali (Repeatability) O.N untuk RON: 0,2 O.N untuk MON: 0,3 Batas di atas diestimasi dari program 3 R( dari ASTM RR:133:D20-1330) dan dapat digunakan sebagai pendekatan batas untuk dapt diulang kembali sebegaimana telah ditentukan oleh ASTM untuk mengukur O.N 2. Batas untuk dapat Dihasilkan Kembali (Reproducibility) 2.1. Dalam tujuan aplikasi online dari metode uji ini, dimana O.N ganda dirata-rata untuk mendapatkan sebuah FPAPV( Flow-Proportionaed Average Property Value) untuk nilai O.N dari sebuah penawaran atau kumpulan produk, batas untuk dapat dihasilkan atau diproduksi kembali ditetapkan oleh ASTM, untuk O.N individu, hasil pada pasangan bahan bakar yang sama adalah kegunaan yang kecil karena penawaran sama akan membutuhkan uji dari sistem pembanding yang lain menggunakan bahan bakar yang tepat sam. Oleh karena itu, untuk membuat perbnadingan perbedaan yang berarti antara dua nilai O.N dihasilkan oleh dua

darisistem opersi yang berbeda. Semua metric yang lebih berguna kemapuan dihasilkannya kembali O.N-bar dimanakemudian dihitung dari nilai unit O.N sebanyak n yang dihasilkan dari sistem dibawah kondisi masih dapat diulang. 2.2. Pengguna disarankan untuk berkonsultasi dan mengacu pada appendix dari metode uji untuk deskripsi detail tentnag bagaimana mengestimasi variable berhubungan degan FPAPV untuk ocatane number dari sebuah penawaran atau sekumpulan material yang didapatkan menggunakan metod euji dan Latihan D.6624

Informasi Hazard
Dalam kinerja dari method uji ini ada beberapa potensi hazard untuk personal. Klasifikasi dari haard yang ditimbulkan dituangkan dalam beberapa peringatan yaitu: 1. Material yang Mudah Terbakar dari Asap berbahaya Sumber hazard: Mesin minyak pelumas 2. Mudah Terbakar. Asap atau gas berbahaya jika terhirup. Gas atau asapa dapat menyebabkan kebakaran Sumber hazard: Bahan bakar uji, oksigen, ptototype bahan bakar, aliran sample bahan bakar, bahan bakar standar. 3. Beracun. Menjadi fatal jika terhirup atau tertelan Sumber hazard: Campuran anti beku, antibeku dari glycol, Pendingin terhalogenasi, Pelarut terhalogenasi,Timbal organometal atau mangan.