Anda di halaman 1dari 30

BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Peradaban manusia dari jaman dahulu sampai sekarang berkembang sangat cepat dan banyak teknologi-teknologi yang sudah diketemukan oleh para ahli. Semakin majunya peradaban manusia dari jaman prasejarah sampai jaman moderen saat ini ditunjang oleh banyaknya fasilitas dan infrastruktur yang mempermudah kehidupan manusia. Fasilitas dan infrastruktur tersebut berjalan searah dengan peradaban manusia. Majunya suatu peradaban manusia pada suatu daerah dapat ditinjau dari kehidupannya terutama masalah fasilitas dan infrastruktur. Jika pada peradaban tersebut terdapat banyak infrastruktur megah, maka bisa dikatakan bangsa tersebut mempunyai peradaban yang tinggi, sebagai contoh mesir dengan piramidanya. Sampai sekarang ditinjaunya kemajuan suatu negara atau bangsa bisa dilihat dari infrastruktur yang terdapat pada bangsa tersebut terutama bangunannya. Bangunan sering diartikan sebagai gedung ataupun rumah, namun sebenarnya bangunan tidak hanya rumah dan gedung tapi mencakup segala sesuatu berupa infrastruktur, sarana prasarana dalam kebudayaan atau kehidupan manusia dalam membangun peradabannya seperti

halnya jembatan dan konstruksinya serta rancangannya, jalan, sarana telekomunikasi. Perkembangan bangunan ataupun infrastruktur di dunia tidak terlepas dari ilmu teknik sipil dan arsitektur, karena dua disiplin ilmu terbsebut yang paling dominan pada perkembangan bangunan. Pada awal kehidupan atau jaman prasejarah, manusia hanya menggunakan apa yang sudah disediakan oleh alam tanpa mengolahnya. Sebagai contoh adalah penggunanaan gua sebagai tempat tinggal manusia jaman prasejarah, namun seiring perkembangan jaman, manusia mulai mempergunakan bahan-bahan yang tersedia. Mereka mempergunakan bahan tidak hanya langsung dipakai tetapi diolah terlebih dahulu untuk digunakan sebagai bahan infrastruktur sebagai contoh kayu dan batu alam. Dalam perkembangannya sekarang manusia tidak hanya mempergunakan bahan yang tersedia di alam tetapi juga membuat bahan bangunan tersebut yang bahannya diambil dari alam dengan bantuan mesin-mesin moderen untuk menunjang perkembangan infrastruktur yang lebih kompleks dari pada infrastruktur pada jaman dahulu.

1.2. Rumusan Masalah 1. Apa saja bahan bangunan yang diperlukan untuk membangun sebuah rumah ? 2. Apa fungsi masing-masing bahan bangunan ? 1.3. Tujuan Tujuan penulisan makalah ini untuk mengetahui bahan-bahan bangunan yang biasa digunakan di dalam pekerjaan konstruksi bangunan beserta fungsi dan jenis-jenisnya.

BAB II PEMBAHASAN Berbagai macam bahan bangunan telah digunakan manusia untuk pembangunan infrastruktur penunjang kehidupan manusia itu sendiri. Berikut ini beberapa jenis bahan bangunan yang umum digunakan manusia untuk konstruksi bangunan khususnya rumah tinggal. 2.1. Genteng Genteng merupakan penutup rumah dan berfungsi sangat vital bagi kelangsungan kehidupan di dalam rumah. Seindah apapun rumah tanpa genteng belum bisa dikatakan sebuah rumah, fungsinya yg sebagai pelindung dan kenyamanan tuk penghuninya baik itu siang atau malam hujan maupun panas menjadi buktinya. Namun seiring perkembangan arsitektur, genteng tidak hanya sebatas pelindung sebuah rumah semata, kini peranan genteng bergeser kearah yang lebih luas. Penyesuaian model rumah yang hendak dibangun sangat mempengaruhi warna dan jenis genteng yang akan diambil, karena penyesuai bangunan rumah dan pemilihan genteng yang tepat dapat menambah nilai estetika pada sebuah hunian. Sehingga ketika akan memilih atap genteng, sebaiknya di sesuaikan degan desain rumah secara keseluruhan. Semestinya juga genteng tersebut memiliki kualitas yang baik semakin kuat dan awet genteng rumah, maka rumah juga akan semakin awet dan tahan bocor. Genteng yang baik juga harus tahan bocor dan tidak mudah pecah. Berikut beberapa jenis genteng yang digunakan orang sebagai penutup atap rumah. 1. Genteng tanah liat Genteng tanah liat merupakan genteng yang paling banyak detimui saat ini. Hampir seluruh rumah menggunakan genteng tipe ini karena menurut asumsi orang bahwa daya tahan genteng jenis ini sangat kuat sekali. Material ini umunya banyak dipergunakan diberbagai rumah. Gentang yang dari tanah liat, kekuatannya cukup baik. Genteng tanah liat membutuhkan rangka untuk pemasangannya. Genteng ini merupakan salah satu genteng yang terbuat dari bahan alami yang diambil langsung dari alam yaitu tanah liat. Tanah liat diambil dari alam masih dalam bentuk campuran dengan lumpur dan lain-lain dan perlu diolah
3

lebih lanjut untuk mendapatkan tanah liat yang bagus untuk pembuatan genteng tanah liat ini.

Genteng Tanah Liat Genteng tanah liat ini dibuat dengan cara ditekan / di-press menggunakan alat press kemudian dipanaskan menggunakan bara api dengan derajat kepanasan tertentu. Keuntungan penggunaan genteng tanah liat adalah genteng ini mempunyai daya tahan yang sangat kuat, harganya relatif murah, mempunyai beban yang ringan sehingga meminimalisir beban atap, dan memiliki kuat tekan sehingga dapat diinjak. Sedangakan kekurangan dari genteng ini yaitu diperlukan ketelitian pada saat pemasangan reng sehingga tidak terjadi kebocoran di dalam rumah selain itu akan mudah berlumut atau berjamur jika tidak dilapisi cat atau glasur. Untuk pemasangan, diperlukan teknik pemasangan kunci / kaitan genteng pada rangka penopang atau inter-locking system.

2. Genteng Keramik Genteng ini memiliki warna yang cukup beragam karena pada saat proses finishingnya, dilapisi pewarna pada bagian atasnya (glazur). Bahan utama genteng ini adalah keramik. Genteng keramik ini diproses dengan pembakaran dengan suhu 1100 C. Kelebihan dari genteng ini adalah lebih tahan lama dan kuat menahan beban manusia, warna akan tahan lama, lebih anti-bocor karena, sistem interlock yang
4

memungkinkan adannya celah untuk mengaitkan dan tak mudah terlepas. Genteng keramik merek tertentu bahkan menggunakan sistem double interlocking..

Genteng Keramik Sedangkan untuk kelemahannya adalah harga yang lumayan mahal dan perlu konstruksi atap kayu atau baja yang kuat dikarenakan genteng keramik berbobot lebih berat selain itu diperlukan ketelitian pada saat pemasangan reng sehingga tidak terjadi kebocoran di dalam rumah, dan juga diperlukan kemiringan atap minimum 30 agar air hujan dapat mengalir sempurna dan genting tidak dapat terlepas ketika diterpa angin (jika dipasang pada sudut kemiringan 45 60 , perlu bantuan baut ketika memasangnya agar genting tidak terlepas dan lebih kuat. Pemasangannya, bertumpu pada rangka kayu, baja atau beton. 3. Genteng Aspal Berbeda dengan jenis genteng yang lainnya, bahan meterial yang satu ini dari campuran lembaran bitumen (turunan aspal) dan bahan kimia lain. Material ini diolah sehingga menghasilkan sebuah genteng yang ringan, lentur, dan tahan air.

Genteng Aspal Liat Aspal dalam hal ini berfungsi sebagai water proofing sehingga atap menjadi tahan terhadap kebocoran. Keuntungannya selain anti bocor, genteng aspal juga lebih
5

ringan dibandingkan genteng tanah liat, beton, atau keramik. Dengan bobot yang ringan konstruksi atap pun bisa diminimalkan, sehingga biaya pun bisa dihemat. Keuntungan lainnya yaitu bisa digunakan untuk kemiringan genteng 22,5 sampai 90, mudah dan praktis dalam pemasangannya, tahan terhadap api dan mampu menahan tekanan angin, memiliki pilihan warna dan dilindungi lapisan anti jamur dan anti pudar. Sedang kelemahannya adalah pada harganya yang relatif mahal. Ada dua model yang tersedia di pasar. Pertama, model datar bertumpu pada multipleks yang menempel pada rangka. Multipleks dan rangka dikaitkan dengan bantuan sekrup. Genteng aspal dilem ke papan. Untuk jenis kedua, model bergelombang, ia cukup disekrup pada balok gording. Bentuknya yang lebar dan ringan, membuat atap ini sering diapakai untuk atap pada bangunan tambahan seperti garasi. 4. Genteng Kaca Genteng ini dipakai agar sinar matahari dapat masuk ke dalam ruangan secara langsung. Sehingga, menghemat konsumsi listrik untuk penerangan. Material genteng ini terbuat dari kaca. Genteng ini mempunyai bentuk yang terbatas, sehingga kompatibel/sesuai dengan beberapa jenis genteng tertentu saja.

Genteng Kaca Keunggulannya adalah bahannya yang bersifat transparan, bisa memberikan pencahayaan alami di dalam rumah, kaca memiliki kesan modern sehingga cocok dipadukan di rumah yang bergaya modern dan minimalis. untuk kekurangannya bahannya yang mudah pecah, juga penggunaan yang berlebihan akan berakibat meningkatnya suhu ruangan dibawahnya. 5. Genteng Beton Bentuk dan ukurannya hampir sama dengan genteng tanah tradisiona. Geteng ini terbuat dari beton, yaitu campuran pasir, semen, kerikil, dan bahan aditif. Bahan
6

dasarnya adalah campuran semen PC (Portland Cement) adalah semen yang paling banyak terdapat di pasaran, masyarakat Indonesia biasa menyebut semen abu-abu untuk membedakan dengan semen warna (semen pengisi nat). Bahan baku semen PC adalah batu kapur/gamping berkadar kalsium tinggi yang dimasak dalam tanur bertekanan tinggi dan pasir kasar, kemudian diberi lapisan tipis yang berfungsi sebagai pewarna dan kedap air. Sebenarnya atap ini bisa bertahan hampir selamanya, tetapi lapisan pelindungnya hanya akan bertahan antara 30 tahun hingga 40 tahun.

. Genteng Metal Bentuknya yang bergelombang dan ada juga yang datar. Bentuk datar muncul seiring dengan gaya arsitektur rumah yang modern dan minimalis sehingga perlu adanya penyesuaian bentuk atap yang lebih sederhana. Keunggulannya adalah kuat dan tahan lama dan daya tahan terhadap tekanan tinggi sehingga tidak mudah goyah oleh angin. Kekurangannya memiliki tekstur yang kasar dan mudah timbul lumut pada permukaannya. 6. Genteng Metal Bentuknya lembaran, mirip seng. Genteng ini ditaman pada balok gording rangka atap, menggunakan sekrup. Bentuk lain berupa genteng lembaran. Pemasangannya tidak jauh berbeda dengan genteng tanah liat hanya ukurannya saja yang lebih besar. Ukuran yang tersedia bervariasi, 60-120cm (lebar),dengan ketebalan 0.3mm dan panjang antara 1.2-12m

7 Metal Genteng

Pilihan warna genteng metal yg tersedia sangat variatif dan menarik. Kombinasi warna atap dan dinding fasade bangunan dapat menciptakan harmoni warna yg menarik. Keunggulannya dari genteng metal ini adalah mudah dan cepat dalam pemasangannya, hemat material karena bentangnya yang lebih lebar, dilapisi bahan anti karat, menngunakan bahan anti pecah jadi lebih aman dari kebocoran, teknologi baru yang membuat genteng tidak menimbulkan panas dan tidak mudah terbakar, selain itu dilapisi bahan anti lumut sehingga tidak perlu khawatir untuk mengecet ulang yang tentunya memerlukan biaya tambahan. Untuk kelemahannya yang perlu diperhatikan adalah ketika pemasangannya, karena jika tidak rapi maka akan sangat tidak indah dilihat. 7. Genteng Polimer Genteng berbasis polimer merupakan suatu alternatif pengganti genteng yang kita kenal selama ini,dibuat dengan mencampur polimer sebagai matriks dan pengisi (filler) dari bahan alam. Genteng komposit polimer dibuat secara partikel komposit dengan terlebih dahulu mengubah bentuk bahan pengisi menjadi partikel,partikel ini kemudian dicampur dengan matrik polimer pada suhu titik leleh polimer tersebut. Matrik yang digunakan adalah polietilen, polipropilen, dan paduan polietlen karet alam. Mutu genteng komposit polimer yang dihasilkan bergantung pada bahan matriks,pengisi dan perbandingan antara matrik dan pengisi. Terhadap komposit yang diperoleh dilakukan uji fisik, mekanik,dan termal. Komposit polimer yang memberikan sifat yang diinginkan lalu dicetak dengan bentuk genteng sehingga diperoleh genteng komposit polimer. Secara keseluruhan genteng komposit polimer mempunyai beberapa keunggulan seperti ringan, kuat, ekonomis dan elastis serta menggunakan bahan alam yang berlimpah sebagai bahan pengisi

2.2. Kayu Kayu adalah bagian batang atau cabang serta ranting tumbuhan yang mengeras karena mengalami lignifikasi (pengayuan). Penyebab terbentuknya kayu adalah akibat akumulasi selulosa dan lignin pada dinding sel berbagai jaringan di batang.
8

Salah satu kegunaan kayu adalah untuk bahan bangunan yang dibedakan sebagai kayu struktural (memikul beban) dan non struktural (tidak memikul beban). Baik untuk tujuan struktural maupun non struktural, diperlukan dukungan data teknis diantaranya sifat mekanis.

Sifat

mekanis

ada

beberapa

Kayu macam yang

berhubungan

dengan

macam

penggunaannya antara lain sebagai bahan bangunan, misalnya untuk tiang diperlukan data keteguhan tekan sejajar serat, untuk kuda-kuda diperlukan data keteguhan lentur static, keteguhan tekan sejajar serat, keteguhan geser. Balai penyelidikan Kehutanan Bogor telah mengklasifikasi kayu di Indonesia dalam 5 kelas keawetan berdasarkan kriteria : * Pengaruh kelembaban/kayu diletakkan di tempat yang lembab. * Pengaruh iklim dan panas matahari tetapi terlindung terhadap pengartuh air. * Pengaruh iklim, tetapi terlindung terhadap panas matahari. * Terlindungi dan terawat baik. * Pengaruh rayap dan serangga lainnya.

1. Klasifikasi Kayu berdasarkan kelas keawetan dan kekuatan: Kelas 1 dan 2 : Untuk bangunan-bangunan heavyduty , yang selalu berhubungan dengan tanah yang lembab, angin atau panas matahari. Kayu yang termasuk jenis antara lain : Jati, Merbau, bangkirai (Meranti Telur) Kelas 3 : Untuk bangunan dan perabot dalam naungan atap yang tidak berhubungan dengan tanah dan lembab. Antara lain :Kamfer, Keruing. Kelas 4 : Untuk bangunan dan perabot ringan dalam naungan atap. Misal:Meranti, Suren (Surian) Kelas 5 : Untuk pekerjaan sementara / non permanent, seperti untuk papan bekisting, perancah ataupun peti.
9

2. Jenis-jenis Kayu :

Kayu Jati : Karakteristiknya stabil, kuat dan tahan lama. Termasuk kayu dengan Kelas Awet I, II dan Kelas Kuat I, II. Kayu jati sudah terbukti tahan terhadap jamur, rayap, dan serangga lainnya karena kandungan minyak di dalam kayu itu sendiri. Kayu Merbau : Jika dibandingkan dengan kayu jati, karakteristiknya cukup keras dan stabil. Termasuk kayu dengan Kelas Awet I, II, dan Kelas Kuat I, II. Kayu Merbau sudah terbukti tahan terhadap serangga. Kayu Mahoni : Memiliki tekstur yang cukup halus, seratnya indah dan berwarna merah muda sampai merah tua. Banyak digunakan sebagai elemen dekorasi ruangan. Termasuk kayu dengan Kelas Awet III dan Kelas Kuat II, III. Kayu Bangkirai : Karakteristiknya cukup awet dan kuat. Termasuk kayu dengan kelas Awet I, II, III dan kelas kuat I, II. Sifat kerasnya juga disertai tingkat kegetasan yang tinggi sehingga mudah muncul retak rambut dipermukaan. Karena kuatnya, kayu ini sering digunakan untuk material konstruksi berat seperti atap kayu. Kayu Kamper : Memiliki karakteristik tidak setahan kayu jati dan sekuat bangkirai, kamper memiliki sert kayu yang yang halus dan indah Kayu Meranti Merah : Termasuk jenis kayu keras, warnanya merah muda tua hingga merah muda pucat, namun tidak sepucat meranti putih. Selain tidak bertekstur halus, kayu meranti juga tidak begitu tahan terhadap cuaca, sehingga tidak dianjurkan untuk dipakai di luar ruangan. Termasuk kayu dengan Kelas Awet III, IV. Kayu Sonokeling : Memiliki serat kayu yang sangat indah, berwarna ungu, bercoret-coret hitam, atau hitam keunguan berbelang dengan coklat kemerahan. Selain indah kayu ini juga kuat dan awet. Termasuk kayu dengan Kelas Awet I dan Kelas Kuat II. Kayu Sungkai : Teksturnya cukup halus, seratnya indah dan berwarna kuning pucat. Kayu sungkai sering digunakan sebagai bahan elemen dekoratif. Termasuk kayu dengan Kelas Awet III dan Kelas Kuat II, III. Kayu Kelapa : Merupakan salah satu sumber kayu alternatif baru yang berasal dari perkebunan kelapa yang sudah tidak menghasilkan lagi (berumur 60 tahun
10

ke atas) sehingga harus ditebang untuk diganti dengan bibit pohon yang baru. Semua bagian dari pohon kelapa adalah serat/fiber yaitu berbentuk garis pendekpendek. 2.3. Semen Semen adalah suatu bahan perekat hidrolis berupa serbuk halus yang dapat mengeras apabila tercampur dengan air. Semen terdiri dari batu lapur / gamping yang mengandung kalsium oksida (CaO), tanah liat (lempung) yang mengandung silika oksida (SiO2), aluminium oksida (Al2O3), besi oksida(Fe2O3) dan gips yang berfungsi untuk mengontrol pengerasan. Semen memiliki 4 unsur pokok, yaitu :
1. Batu kapur (Cao) sebagai sumber utama, terkadang terkotori oleh SiO2, Al2O3, dan

Fe2O3.
2. Tanah liat yang mengandung senyawa SiO2, Al2O3, dan Fe2O3. 3. Bila perlu ditambahkan pasir kwarsa / batu silika, ini di tambahkan apabila pada

tanah liat mengandung sedikit SiO2.


4. Pasir besi / biji besi, ini ditambahkan apabila tanah liat mengandung sedikit Fe2O3.

Semen Portland 1. Tipe-tipe semen, dan penggunaan sesuai tipenya:


Tipe I, merupakan semen yang digunakan untuk bangunan umum tanpa

syarat khusus. Nama lain dari semen ini adalah Ordinary Portland Cement (OPC).
Tipe II, dapat digunakan bila ada gangguan dari sulfat yang sedang dan panas

hidrasi sedang.
Tipe III, semen ini memiliki proses pengerasan yang cepat. Biasanya

digunakan untuk pembangunan yang penyelesaiannya cepat atau di batasi waktu.


Tipe IV, semen yang panas hidrasinya rendah.
11

Tipe V, semen ini digunakan apabila pembangunan ada di sekitar tepian

pantai atau bangunan tersebut memiliki gangguan sulfat yang tinggi. 2. Jenis-jenis semen yang sering digunakan yaitu :
Semen Portland Pozolan (SPP)

Semen ini merupakan hasil dari semen Portland ditambah dengan pozolan, yang mana pozolan yang di tambahkan bekrisar 10-30%. Nama lain dari semen ini Traz Portland Cement, semen ini sering dipakai di Negara Jerman. Tras yang di gunakan adalah Tras Andernach. Semen ini digunakan untuk bangunan bertingkat namun dalam skala keci, dua lantai atau tiga lantai saja. Semen Putih Campuran semen ini memiliki kadar Fe2O3-nya rendah, karena warna abu-abu pada semen portland disebabkan oleh serbuk besi. Semen ini dibuat dari batu kapur dan tanah liat putih (kaolin), kadar Fe2O3 tidak boleh lebih dari 1,5%. Pengolahannya sama dengan pengolahan semen biasa, tapi tidak menggunakan alat-alat yang mengandung besi.
Mansory cement

Semen ini berfungsi untuk pasangan tembok dan plasteran. Semen ini dibuat dari semen Portland dan di campur dengan hasil gilingan batu kapur. Namun semen tipe I lebih baik dibandingkan dengan semen ini.
Semen sumur minyak

Berfungsi untuk menyemen pipa pengeboran minyak, melapisi bocoran air atau gas. Semen ini di pakai dalam bentuk bubur cair yang di pompakan dengan tekanan tinggi yang mencapai 1200 kg/cm2 dengan suhu rata-rata lebih dari 170o dalam keadaan belum mengeras.
Hidropobic cement

Klinker yang di giling dengan tambahan asam oleat atau asam streat.
Waterproofed cement

Semen yang digunakan di Inggris yang terbuat dari semen Portland yang ditambahkan calsium, aluminium, atau sterat logam lainnya.
Semen alumina

Tebuat dari batu kapur dicampur dengan bauksit dengan kadar campuran 60-70% (batu kapur), dan 30-40% (bauksit). Campuran dibakar

12

pada suhu 1600oC dalam tungku listrik sampai cair, kemudian hasil baker tadi di tambahkan gips. 2.4. Pasir Pasir adalah contoh bahan material butiran. Butiran pasir umumnya berukuran antara 0,0625 sampai 2 milimeter. Materi pembentuk pasir adalah silikon dioksida, tetapi di beberapa pantai tropis dan subtropis umumnya dibentuk dari batu kapur. Pasir merupakan bahan bangunan yang banyak dipergunakan dari struktur paling bawah hingga paling atas dalam bangunan. Baik sebagai pasir urug, adukan hingga campuran beton. 1. Pasir Urug Penggunaan sebagai urugan, misalanya untuk menambah level lantai, sebagai landasan kerja, atau urug pondasi, pasir urug dibawah pemasangan paving block dan lain lain.

Pasir Urug
Ketika mau memasang paving blok, biasanya setelah di ratakan permukan tanah diberi lapisan pasir. Jenis pasir yang digunakan adalah pasir urug. Ciri utamanya adalah warnanya agak kecoklatan. Bentuk butiran pasir ini lebih halus jika dibanding dengan pasir beton. Kelebihan dari pasir jenis ini adalah mampu menampung air lebih banyak sehingga sangat bagus untuk penyerapan. Namun jika digunakan untuk bangunan akan mengakibatkan mutu bangunan tidak kuat. Karena pasir urug tidak bisa mengikat lebih kuat bahan semen yang dicampurkan. 2. Pasir Pasang Penggunaan pasir ini biasanya untuk pekerjaan pasangan dinding, pondasi, pasangan batu kali, plesteran.

13

Pasir Pasang

Penggunaan sebagai mortar atau spesi, biasanya digunakan sebagai adukan untuk lantai kerja, pemasangan pondasi batu kali, pemasangan dinding bata, spesi untuk pemasangan keramik lantai dan keramik dinding, spesi untuk pemasangan batu alam , plesteran dinding dan lain lain. Berdasarkan tempat penambangan, maka pasir pasang di bedakan dalam 2 jenis sebagai berikut : Pasir Gunung, adalah pasir yang diperoleh dari hasil galian , butirannya kasar dan tidak terlalu keras. Biasanya pasir jenis ini mengandung pozolan (jika dicampur dengan kapur padam dan air setelah beberapa waktu dapat mengeras sehingga membentuk suatu massa padat dan sukar dalam air) Pasir Sungai, adalah pasir yang diperoleh dari sungai yang merupakan hasil gigisan batu-batuan yang keras dan tajam, pasir jenis ini butirannya cukup baik (antara 0,063 mm 5 mm) sehingga merupakan adukan yang baik untuk pekerjaan pasangan. 3. Pasir Beton Pasir beton dipergunakan sebagai campuran beton baik untuk beton bertulang maupun tidak bertulang, bisa kita jumpai dalam struktur pondasi beton bertulang, sloof, lantai, kolom , plat lantai, cor dak, ring balok dan lain -lain.

Pasir Beton
14

Ciri dari pasir ini adalah warnanya hitam dan kasar. Pasir jenis ini biasanya didapat dari kawah gunung atau aliran sungai. Selain untuk pengecoran pasir ini juga digunakan untuk plester penutup dinding dan pemasangan ubin. Agar bisa mendapatkan pasir beton yang punya kualitas bagus, wajib memilih jenis pasir yang punya kandungan lumpur lebih sedikit. Untuk mengetahui banyak atau sedikitnya kandungan lumpur ini bisa dilakukan dengan cara dipegang langsung. Jika terasa kasar dan keras serta tajam, kemungkinan besar kandungan lumpurnya lebih sedikit. Namun jika terasa lebih lembut dan jadi menggumpal jika diberi air maka bisa dipastikan pasir tersebut punya kandungan lumpur yang lebih banyak. Cara lain untuk mengenal pasir beton yang baik adalah mengamati warna larutan air yang disiramkan pada pasir tersebut. Jika warnanya coklat dan keruh kandungan lumpur didalam pasir tersebut pasti lebih banyak. Pasir yang tidak mengandung lumpur airnya tidak akan berubah warna. 2.4.1. Sumber Pasir Saat ini sumber pasir ada dua jenis : 1. Pasir Alam , yaitu pasir yang bersumber dari gunung, sungai, pasir laut, bekas rawa dan ada juga dari pasir galian . 2. Pasir Pabrikasi, yaitu pasir yang didapatkan dari penggilingan bebatuan yang kemudian diolah dan disaring sesuai dengan ukuran maksimum dan minimum aggregat halus. 2.4.2. Pengolahan Semua pasir yang diambil dari sumbernya harus tetap diolah sebelum dijual di pasaran. Pasir harus di cuci dari kotoran dan harus dilakukan penyaringan sesuai dengan gradasi yang di syaratkan. Terutama pasir yang diambil harus benar benar dicuci untuk menghilangkan kandungan kandungan organik yang tergandung didalam pasir. 2.4.3. Persyaratan Pasir Yang Bagus Sebagai Bahan Banguna Menurut standar nasional indonesia (SK SNI S 04 1989 F : 28) disebutkan mengenai persyaratan pasir atau agregat halus yang baik sebagai bahan bangunan sebagai berikut :

15

1. Agregat halus harus terdiri dari butiran yang tajam dan keras dengan indeks kekerasan < 2,2. 2. Sifat kekal apabila diuji dengan larutan jenuh garam sulfat sebagai berikut:
o o o

jika dipakai natriun sufat bagian hancur maksimal 12%. jika dipakai magnesium sulfat bagian halus maksimal 10%. Tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% dan apabila pasir mengandunglumpur lebih dari 5% maka pasir harus dicuci.

Pasir tidak boleh mengadung bahan-bahan organik terlalu banyak, yang harus dibuktikan dengan percobaan warna dari AbransHarder dengan larutan jenuh NaOH 3%.

Susunan besar butir pasir mempunyai modulus kehalusan antara 1,5 sampai 3,8 dan terdiri dari butir-butir yang beraneka ragam.

Untuk beton dengan tingkat keawetan yang tinggi reaksi pasir terhadap alkali harus negatif.

Pasir laut tidak boleh digunakan sebagai agregat halus untuk semua mutu beton kecuali dengan petunjuk dari lembaga pemerintahan bahan bangunanyang diakui.

Agreagat halus yang digunakan untuk plesteran dan spesi terapan harus memenuhi persyaratan pasir pasangan

3. Syarat batas gradasi pasir

2.4.4. Pengecekan Pasir Pengecekan kualitas pasir bisa menggunakan cara sederhana sebagai berikut: 1. Untuk mengecek kandungan lumpur pasir, dapat dilakukan dengan memasukkan pasir kedalam gelas yang sudah terisi dengan air. Kemudian botol digoncang dengan kuat dan kemudian biarkan hingga isi dalam gelas sampai tenang. Jika

16

pasir banyak mengandung lumpur, akan kelihatan dengan jelas dimana lapisan lumpur akan tertumpu diatas pasir. 2. Untuk mengecek apakah pasir mengandung kotoran oraganik, dapt dilakukan dengan cara berikut : ambilkan segemgam pasir kemudian letakkan di sebuah wadah, kemudian tuangkan soda (sodium hydroxide) ke pasir tersebut. Kemudian tunggu beberapa saat, jika warna pasir berubah menjadi coklat, berarti pasir tersebut banyak mengandung bahan kimia organik.

2.5. Batu Kali Ciri utama dari batu kali adalah berupa bongkah-bongkahan dan ukurannya tidak teratur. Batu kali berasal dari sungai maupun gunung. Salah satu batu kali yang banyak dijumpai adalah batu belah.

Batu Kali Batu belah merupakan bahan konstruksi pondasi yang paling banyak digunakan, karena batu belah yang umumnya didapatkan dari batu kali tidak mengalami perubahan bentuk dan kualitas bila tertanam di dalam tanah. Persyaratan batu belah sebagai bahan konstruksi pondasi adalah batu tersebut mempunyai permukaan yang kasar, berukuran 25 cm, bersih dari segala kotoran. Batu belah yang permukaannya halus kurang baik dipakai sebagai bahan pondasi, sehingga harus dipecah terlebih dahulu agar didapatkatkan permukaan yang kasar. Demikian juga dengan batu belah yang berpori sebaiknya tidak digunakan untuk bahan konstruksi pondasi. Permukaan batu yang kasar akan membuat ikatan yang kokoh. Pada umumnya tampang lintang dari badan pondasi batu belah berbentuk trapesium dengan lebar sisi bagian atas paling sedikit 25 cm, sehingga didapatkan susunan batu yang kokoh. Sebelum dipasang, batu belah harus disiram air terlebih dahulu. Bila tanah dasar
17

pondasi banyak mengandung air, maka sebelum pondasi dipasang harus disusun terlebih dahulu pasangan batu kosong yang diisi pasir pada rongga-rongganya. Kelebihan dari batu kali merupakan batuan yang tergolong kuat, dengan harga relatif murah, sedangkan kekurangannya berupa ukuran nya yang sulit disesuaikan dengan desain. 2.6. Batu Bata Batu bata merupakan salah satu komponen material yang penting peranannya dalam membuat rumah, karena dari batu bata tersebut suatu dinding bisa berdiri kokoh. Batu bata merah dibuat dari tanah liat yang dicetak, kemudian dibakar. Tidak semua tanah lihat bisa digunakan. Hanya yang terdiri dari kandungan pasir tertentu. Umumnya memiliki ukuran: panjang 17 23 cm, lebar 7 11 cm, tebal 3 5 cm. Berat rata-rata 3 kg/biji (tergantung merek dan daerah asal pembuatannya). Bahan baku yang dibutuhkan untuk pasangan dinding bata merah adalah semen dan pasir ayakan. Untuk dinding kedap air diperlukan campuran 1:2 atau 1:3 (artinya, 1 takaran semen dipadu dengan 3 takaran pasir yang sudah diayak). Untuk dinding yang tidak harus kedap air, dapat digunakan perbandingan 1:4 hingga 1:6. Berikut beberapa jenis batu bata yang umum digunakan orang dalam pembangunan suatu rumah hunian. 1. Batu Bata Tanah Liat Batu bata tanah liat terbuat dari tanah liat dengan 2 kategori yaitu bata biasa dan bata muka. Bata biasa memiliki permukaan dan warna yang tidak menentu, bata ini digunakan untuk dinding dengan menggunakan morta (campuran semen) sebagai pengikat. Bata jenis ini sering disebut sebagai bata merah.

BatuBata Tanah Liat Bata muka , memiliki permukaan yang baik dan licin dan memupnyai warna dan corak yang sragam . Disamping dipergunakan sebagai dinding juga digunakan sebagai penutup d dan sebagai dekoratif.

18

2. Batu Bata Pasir Kapur Sesuai dengan namanya batu bata ini dibuat dari campuran kapur dan pasir dengan perbandingan 1 : 8 serta air yang ditekankan kedalama campuran sehingga membentuk batu bata

Batu Bata Pasir - Kapur

Walaupun bata bata merah umum digunakan orang dalam membangun rumah, tidak selamanya memiliki efek yang bagus bagi hunian orang tersebut. Terdapat berbagai kelebihan pada bata merah ini tapi juga ada kekurangan-kekurangan di dalamnya. Kelebihan dinding bata merah: Kedap air, sehingga jarang terjadi rembesan pada tembol akibat air hujan. Keretakan relatif jarang terjadi. Kuat dan tahan lama. Penggunanaan rangka beton pengakunya lebih luas, antara 9 12 m2.

Kekurangan dinding bata merah: Waktu pemasangan lebih lama dibandingkan batako dan bahan dinding lainnya. Biaya lebih tinggi.

Saat ini ukuran batu bata yang beredar dipasaran mempunyai ukuran dimensi bervariasi baik yang dijumpai dari hasil pabrikasi maupun hasil pekerjaan lokal atau industri rumah tangga. Untuk bangunan, ukuran standard yang biasa dipergunakan adalah : Panjang 240 mm, Lebar 115 mm dan Tebal 52 mm Panjang 230 mm, Lebar 110 mm dan Tebal 50 mm

Penyimpangan yang diijinkan untuk ukuran tersebut adalah : Panjang maksimum 3%, Lebar maksimum 4 % dan Tebal maksimum 5%. Pada penerapan di lapangan ada berbagai cara pemasangan batu bata sebagai dinding rumah. Ikatan-ikatan batu bata merah bermacam macam. Ikatan Setengah Bata
19

Ikatan jenis ini merupakan ikatan yang paling ekonomis karena pemotongan yang sangat minim dan karena siar tegak yang tidak begitu banyak oenggunaan mortel pun akan menjadi berkurang

Ikatan Setengah Bata

Ikatan Klesor Ikatan ini sama seperti ikatan setengah bata, namun perbedaanya terletak pada sejumlah klesor disudut-sudutnya. Ikatan ini dapat menimbulkan kerugian banyak dibanding dengan ikatang setengah bata

Ikatan Klesor Ikatan Liar Jenis ikatan ini sesuai dengan namanya yaitu ikatan yang liar, yang berarti ikatan bata-bata tersusun tidak beraturan dan terkesan seperti acak-acakan. Ikatan liar ini banyak digunakan pada tahun perta,a setelah perang dunia ke-2

Ikatan Liar

2.7. Batako Salah satu penunjang dinding adalah batako. Batako bisa digunakan sebagai pengganti dari batu bata merah sebagai elemen dinding rumah, namun dari segi bahan sangat berbeda dari batu bata merah.
20

Batako dibuat dengan bahan dasar berupa kapur, pasir, semen dan air sebagai media pembuatnya. Rumus yang biasa digunakan ialah empat truk pasir dan satu ton kapur kembang.

Batako Proses pembuatan batako yaitu setelah pencampuran bahan dasar selesai dilanjutkan dengan proses pengeringan batako. Proses ini tidak menggunakan sinar matahari secara langsung, tetapi cukup diangin-anginkan saja. Bila kena sinar matahari secara langsung, batako akan banyak yang pecah sehingga akan merugikan perusahaan. Berbeda hasilnya apabila batako tersebut hanya diangin-anginkan saja. Batako akan lebih kuatdan tidak banyak yang pecah, sehingga akan menguntungkan perusahaan. Pengeringan

ini membutuhkan waktu selama dua minggu. Salah satu perbedaan batako dengan bata merah ialah dalam prosespembuatannya. Batako tidak perlu dibakar, sehingga walaupun musim hujan produksi dapat terus berjalan dengan lancar. Keuntungan yang didapatkan dari penggunaan batako ini adalah lebih kuatnya batako dibandingkan dengan batu bata biasa selain itu lebih ekonomis dan praktis. Namun batako ini dalah segi pembuatan memerlukan waktu lama dan kalaupun lebih kuat dari batu bata, batako ini mjudah sekali pecah dan patah. Apalagi kalau terkena sinar matahari secara langsung secara terus menerus menyebabkan retak-retak atau pecah-pecah pada batako tersebut. Terkadang juga pembuat batako juga kurang memperhatikan mengenai komposisi bahan yang digunakan sehingga terkadang batako lebih tidak awet. Pengaplikasian batako tidak jauh berbeda dengan batu bata biasa karena kedua bahan tersebut mempunyai fungsi yang sama yaitu bisa digunakan sebagai tembok ataupun pagar. Ukuran batako sendiri bisa dibilang lebih besar dimensinya dibandingkan dengan batu bata biasa namun sebenarnya ukuran batako sangat bervariasi sesuai kebutuhan. Salah satunya ada yang berukurang 60cm.

21

2.8. Kapur Kapur telah dikenal sejak zaman dahulu digunakan dalam berbagai keperluan yang dalam bidang bangunan digunakan sebagai bahan adukan untuk pasangan dinding maupun plesteran, pembuatan kapur ribuan tahun yang lalu dilakukan dengan cara pembakaran melalui tungku sederhana kemudian hasil pembakaranya dicampur dengan bahan air sehingga terccipta bahan perekat bangunan, perkembangan penggunaan kapur saat ini adalah dalam bidang pertanian, industri pembuatan kertas, industri semen dan lain sebagainya. Kapur sebagai bahan bangunan terdapat beberapa macam antara lain

1. Kapur Tohor Kapur Tohor yaitu hasil pembakaran batu alam yang komposisinya sebagian besar adalah kalsium karbonat, pada suhu sedemikian tinggi. Jika diberi air dapat terpadamkan (dapat bersenyawa dengan air membentuk hidrat). 2. Kapur Padam Kapur Padam merupakan hasil pembakaran kapur tohor dengan air membentuk hidrat. 3. Kapur Udara Kapur Udara adalah kapur padam yang apabila duaduk dengan air dan membentuk setelah beberapa waktu hanya dapat mengeras di udara karena pengikatan karbondioksida (CO2). 4. Kapur Hidrolis Kapur Hidrolis adalah kapur padam yang apabila diaduk dengan air setelah beberapa waktu dapat menegras baik di dalam air maupun di udara. 5. Kapur Magnesia Kapur Magnesia, kapur yang mengandung lebih dari 5 % magnesium oksida (MgO) dihitung dari contoh kapur yang dipijarkan

Proses pembuatan kapur bangunan ini dengan cara pembakaran menggunakan tungku pembakaran pada suhu 6000oC 8000oC panasnya harus terbagi rata diseluruh bagian tungku agar mendapatkan hasil batu kapur yang baik. Jenis-jenis kapur bangunan ini memberikan beberapa fungsi jika dipakai untuk konstruksi bangunan antara lain :
22

Memberikan sifat pengerasan hidrolik bila dicampur air untuk kapur hidrolis. Pada kapur udara mengerasnya kapur setelah bereaksi dengan karbon dioksida, bukan dengan air Memudahkan pengolahan pada adukan (mortar) semen Mengikat kapur bebas, yang timbul pada ikatan semen Kapur-kapur bangunan ini yang berupa kapur yang telah dibakar atau kapur hidup perlu penanganan khusus dalam hal penyimpanan yaitu : Di simpan di ruangan yang tidak bocor ataupun lembab Diatas lantai perlu dilapis papan atau bambu serta diberi lapisan kapur mati setebal 15 20 cm, kemudian diatasnya ditumpukkan batu-batu kapur hidup yang belum disiram, dan seluruhnya disiram dengan kapur mati agar celah-celah batu dapat terisi. Semua itu akan mencegah penyerapan air dari udara lembab 2.9. Plywood Kayu lapis atau plywood merupakan hasil perekatan/press dari beberapa lembaran kayu/triplek/multiplek dengan tekanan tinggi. Kayu lapis memiliki beberapa jenis ketebalan. Ketebalan plywood menentukan kekuatan furniture tersebut.

Plywood Kayu lapis yang terdiri dari tiga lembar kayu disebut tripleks. Sedangkan yang terdiri dari lebih dari tiga lembar kayu, disebut multipleks. Harga plywood sudah pasti lebih murah dari pada kayu solid. Umumnya plywood digunakan untuk membuat lemari pakaian, kitchen set, meja, tempat tidur, ataupun rak buku. Salah satu tipe playwood yang memiliki kelebihan anti air adalah Melaminto. Tipe ini pada penggunaannya biasa dipasang pada bagian dalam kitchen set atau furniture lainnya. Melaminto yang tersedia dipasaran saat ini telah memiliki beberapa pilihan warna.
23

Ordinary Plywood dikenal di Indonesia dengan istilah Triplek / Tripleks atau Multiplek / Multipleks. Plywood jenis ini berdasarkan kayunya terbagi dalam 2 jenis yaitu : 1. Soft Wood Plywood Soft Wood Plywood adalah kayu lapis yang berbahan dasar kayu lunak, biasanya terbuat dari kayu Albasia Falcata atau di daerah Jawa Barat disebut kayu Jingjing sedang di Jawa Tengah disebut kayu Sengon di beberapa daerah disebut dengan kayu Angsana. Karena bobotnya yang ringan plywood jenis ini banyak dipergunakan untuk pembuatan furniture dalam ruangan, kotak packing dan lain lain.

2. Hard Wood Plywood, Hard Wood Plywood adalah kayu lapis yang berbahan dasar kayu Keras, biasanya terbuat dari kayu Meranti atau ada juga yang terbuat dari kayu dari pohon buah buahan. Karena bobotnya yang Berat plywood jenis ini banyak juga dipergunakan untuk pembuatan furniture dalam ruangan, bekesting atau papan penahan pengecoran.

Ketebalan kayu lapis dipasaran bervariasi, mulai dari 3mm, 4mm, 9mm, dan 18mm dengan ukuran penampang standart yaitu 120cm x 240cm. Untuk plywood yang memiliki beberapa motif, diantaranya adalah motif jati, sungkai, nyatoh, dll. Masing-masing motif mempunyai ciri khas dan warna tersendiri. Untuk fungsinya, Papan plywood kerap digunakan sebagai pelapis bagian atas lemari ataupun kitchen set. Untuk Plywood yang polos atau tanpa motif, biasanya dilapisi dengan HPL, veneer PVC atau melaminto untuk memberikan motif/tekstur finishing pada permukaannya. Kelebihan plywood adalah karena daya tahannya terhadap penyusutan kayu dan ukuran panjang lebar yang tidak mungkin didapatkan dari kayu solid pada posisi kualitas yang sama. Selain itu bahan ini sangat tahan terhadap resiko pecah/retak, melengkung atau melintir yang tergantung pula pada ketebalannya Tetapi bukan berarti plywood punya daya tahan yang sama kuatnya terhadap cuaca, material ini hanya direkomendasikan untuk perabot di dalam ruangan (indoor). Kelemahan
24

paling besar pada plywood terdapat pada sisi tebalnya. Sisi tebal plywood merupakan bagian yang paling mudah menyerap air dan permukaannya sangat kasar. Untuk mendapatkan kehalusan yang baik harus ditambahkan penutup sisi tebal. 2.10. Besi Besi, atau istilah dalam bangunan disebut baja atau steel adalah salah satu material dalam bangunan yang memiliki peranan penting dalam struktur & konstruksi, sebagai struktur utama atau sebagai penguat struktur beton bertulang. Besi dibuat melalui biji besi yang dilebur dan hanya dikerjakan oleh pabrik. Setiap produk besi memiliki pengawasan dalam pembuatannya, sesuai dengan apa yang dipesan oleh suplier, baik ukuran maupun kandungannya, karena itu tidak semua besi memiliki peruntukan yang sama. Setiap besi yang dikeluarkan oleh pabrik memiliki sertifikasi. Didalamnya terdapat beberapa keterangan, seperti ukuran besi, kandungan besi, bahkan sampai ke peruntukannya. Toko bangunan yang bijaksana, tentu memiliki fotocopy sertifikasi besi yang dijual. Ada beberapa bentuk besi, yaitu profile ataupun besi batangan.

Besi bisa dikatakan material fleksibel, baik secara sifatnya yang bisa dibengkokkan juga sifatnya yang dapat dilebur lagi (reject). Besi yang baik mutunya adalah besi yang sekali lebur, dan bukan besi yang didaur ulang (lebih dari 1x lebur)

25

Ada beberapa cara melihat besi bermutu baik, secara kasat mata adalah: 1. Besi mulus (karat pada besi tidak terlalu parah) 2. Tidak ada kuping pada besi 3. Besi berkuping bukan berarti tanpa sebab dan bukan lebih baik karena volumenya ditambahkan kuping. Besi berkuping lebih dikarenakan barang reject (daur ulang), besi mengalami gagal produksi saat peleburan namun ditimpa/ditambah lagi masa besi sehingga sesuai yang diinginkan 4. Diameter sama dari pangkal awal, tengah dan akhir 5. Panjang besi sesuai dengan ketentuan, 12 meter atau sesuai kesepakatan 6. Untuk mengukur daya lentur, bengkokkanlah besi 180 derajat kearah berlawanan dan dikembalikan 180 derajat kearah berlawanan. Besi yang baik adalah yang memiliki tingkat kelenturan tinggi dan tidak mudah patah. 2.11. Cat Tanpa dekorasi cat, rumah akan terasa kaku dan hambar, bahkan terkesan dingin (seperti candi). Warna warni cat akan menciptakan keindahan tersendiri bagi rumah karena kenyamanan dan suasana rumah sering kali mampu membangkitkan suasana hati atau mood seseorang. Salah satu faktor yang bisa menentukan kenyamanan rumah adalah permainan dekorasi pada interior, termasuk di dalamnya cat atau warna pada dinding ruang. Ada 2 jenis cat yang sering digunakan yaitu cat untuk kayu dan cat khusus untuk tembok atau beton. 1. Cat Kayu Secara garis besar cat kayu dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu cat solid, cat transparan, dan cat efek khusus. Banyak orang sering salah dalam menyebut istilah pelitur dengan cat kayu atau meni kayu. Padahal pelitur hanya sebagian saja dari beragam jenis cat kayu. a. Cat Solid Cat ini oleh sebagian produsen disebut opaque finish. Pigmen yang terkandung di dalam cat mampu menyebar dan menutupi seluruh permukaan kayu. Untuk kayu yang teksturnya tidak menarik atau terdapat cacat di sana sini, cat jenis ini mampu menutupi dan menyembunyikan cacat kayu dengan sempurna.

26

Ada dua jenis cat solid yaitu cat duco dan cat minyak (sintetik). Cat duco banyak dipakai untuk otomotif tetapi dapat juga diaplikasikan pada kayu. Cat ini memiliki ketahanan yang baik terhadap cuaca, namun harga cat jenis ini relatif mahal dan harus menggunakan alat penyemprot untuk mendapatkan hasil optimal. Sementara cat jenis minyak/sintetik dapat diaplikasikan dengan kuas dan harganya pun murah. b. Cat Transparan Sesuai namanya, cat ini tidak menutup permukaan kayu secara rapat. Warna alami kayu tetap dipertahankan dan serat maupun teksturnya tetap terlihat. Bila Anda memakai kayu yang serat maupun teksturnya unik, cat jenis ini sangat cocok untuk menampilkan keunikan tersebut. Salah satu jenis cat transparan untuk kebutuhan eksterior adalah pelitur.

c.

Cat Efek Khusus Selain kedua jenis cat diatas, ada cat yang dapat memberikan efek khusus. Hasil pengamplikasian cat jenis ini menghasilkan efek seperti tekstur granit, kesan antik, retak-retak, bahkan besi tempa.

2. Cat Tembok Cat tembok yang bisa digunakan untuk mengecat dinding rumah ada 2 macam yaitu cat tembok untuk interior dan cat tembok untuk eksterior.

a.Cat Eksterior Cat jenis ini untuk bagian luar rumah, digunakan sebagai perlindungan terhadap hujan dan sinar matahari, di samping memberi aspek estetika pada tembok dan juga berfungsi melindungi tembok dari cuaca. Terpaan sinar matahari dan hujan serta perubahan suhu akibat perubahan cuaca membuat tembok luar cepat mengalami kerusakan,misalnya retakretakakibat proses pemuaian dan penyusutan. Dibutuhkan cat tembok yang bersifat fleksibel atau berbahan lateks acrillic. Selain itu, terpaan polusi asap kendaraan sangat mempengaruhi durasi kecemerlangan cat. Untuk itu dperlukan cat eksterior yang tahan terhadap cuaca dan polusi serta memiliki daya tahan yang baik.

27

b. Cat Interior Cat interior digunakan untuk mengecat bagian dalam rumah. Jenis cat ini dapat dilihat dari kehalusan penampilan lapisan cat dan warnanya. Jenis cat ini juga mudah dibersihkan jika ada noda atau kotoran sehingga mudah dalam perawatan dan berbahan dasar air (water based). Dilihat dari tingkat kilapnya, biasanya cat tembok berbahan dasar air dapat dibedakan menjadi 2 yaitu doff dan semi kilap.

28

BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil pada pembahasan dari makalah ini, yaitu:
a.

Terdapat berbagai macam bahan bangunan yang bervariasi dan mempunyai kegunaan masing-masing

b.

Berbagai macam bahan bangunan tersebut mempunyai berbagai keunggulan masing-masing dan juga mempunyai kekurangan.

3.2. Saran Untuk mendapatkan kualitas dan harga yang diinginkan, ada baiknya mengenal jenis bahan-bahan bangunan beserta kelebihan dan kekuranggannya secara keseluruhan sebelum memutuskan untuk memilih atau menggunakannya dalam proses konstruksi.

29

DAFTAR PUSTAKA http://www.wikipedai.org http://tokobangunan.net/daftar-harga-bahan-bangunan/daftar-harga-bahan-bangunan-danmaterial-bangunan http://www.info-rumah.com/bahanbangunan.htm http://www.beacukai.go.id/library/data/Semen.htm http://www.propanraya.com/index.php?option=com_content&view=article&id=156&Ite mid=257 http://danahauses.blogspot.com/2012/06/aneka-ragam-bagian-kitchen-set-dapur.html http://kerockan.blogspot.com/2012/01/mengenal-genteng-berdasrkan-materialnya.html http://rahmatyani.blogspot.com/2011/02/besi-dalam-bangunan.html http://developerdankontraktor.blogspot.com/2012/02/material-dinding-batako-batamerah-atau.html

30