Anda di halaman 1dari 45

KELOMPOK III DESIGN ELEMEN EMSIN 2 TANSMISI SABUK, RANTAI, DAN KOPLING

OLEH
WILSEN LATUNDA GINTING ANDRI WIILY ARDIANTA PERNANDO SIMAREMARE FRENCHO AGUSTINUS S BAHRUN NIZAM LUBIS MALIK ARIFIN REYNOLD PATRIA ANDRI S ALFIAN ALIFER MUHAMMAD JASA Nst RAHMAN SONOWIJOYO 130421026 130421027 130421028 130421029 130421030 130421031 130421032 130421033 130421035 130421036

DEPARTEMEN TEKNIK MESIN

UNIVERSITAS SUMATRA UTARA


MEDAN
2013/2014
1

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kapada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat-Nyalah penulis mampu menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya. Tugas makalah ini ditulis dengan tujuan memenuhi mata kuliah Design Elelem Mesin 2 dengan judul Tansmisi Sabuk, Rantai dan Kopling Dalam pembuatan laporan ini penuilis telah banyak mendapat dukungan moral dan bantuan baik secara materil ataupun administrasi. Oleh karena itu sudah sepantasnya penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak yg bersangkutan. Akhir kata penulis berharap akan adanya kritikan dan saran yang membangun untuk perbaikan laporan ini dikemudian hari. Terima kasih.

Medan,

April 2014

Penulis,

DAFTAR ISI

BAB I TRANSMISI .......................................................................................................... 1 A. Transmisi langsung ...................................................................................................... 1 B. Transmisi Tak Langsung ............................................................................................. 2 BAB II Transmisi Sabuk(Belt) .......................................................................................... 3 A. Pendahuluan Transmisi Sabuk ..................................................................................... 3 B. Jenis Belt Drives (Timing Belt) ................................................................................... 6 C. Jenis-jenis transmisi sabuk : ........................................................................................ 7 D. Jenis Sabuk ................................................................................................................. 9 E. Transmisi Sabuk V.................................................................................................... 10 F. Timing Belt (Sabuk Gilir) ............................................................................................ 13 G. Bahan yang digunakan untuk sabuk ............................................................................ 16 H. Tekanan pada sabuk ..................................................................................................... 18 I. J. Kecepatan sabuk .......................................................................................................... 18 Koefisien gesek antara puli dan sabuk ......................................................................... 18

K. Sambungan sabuk ........................................................................................................ 19 L. Jenis gerakan pada sabuk datar .................................................................................... 20

BAB III TRANSMISI RANTAI ........................................................................................ 23 A. Pendahuluan Transmisi Rantai .................................................................................... 23 B. Jenis- jenis Rantai : ...................................................................................................... 23 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Rantai Rol ............................................................................................................ 23 Rantai Gigi (SILENT CHAIN) ............................................................................. 24 Rantai Lingkaran yang dapat dilepaskan ............................................................. 27 Rantai Pintle Kelas 400 ....................................................................................... 27 Rantai Penggilinagn H ..................................................................................... 28 Rantai tarikan H ............................................................................................... 28 Rantai Tarikan C ............................................................................................. 28 Rantai Tarikan SD ............................................................................................... 29 antai PINTLE KELAS 700 .................................................................................. 29

10. Rantai Bushed kelas 800 ..................................................................................... 29 11. Rantai Kombinasi ............................................................................................... 29 12. Rantai Penggulung lunak/dapat tempa ................................................................ 30 13. Rantai Baja Mesin yang dibus-kan ..................................................................... 30 14. Rantai tanpa paku yang ditempa .......................................................................... 30 15. Rantai baja yang dilas .......................................................................................... 31 16. Rantai Khusus ...................................................................................................... 31

BAB III TRANSMISI KOPLING ................................................................................... 32 A. Pendahuluan Kopling .............................................................................................. 32 B. Klasifikasi Kopling ................................................................................................. 32 1. Kopling Tetap ................................................................................................... 32 2. Kopling Tidak Tetep ......................................................................................... 35

BAB I TRANSMISI Transmisi adalah suatu alat untuk meneruskan tenaga dan putaran dari poros satu ke poros yang lain dan dibantu dengan alat yang sesuai kebutuhan , misalnya alat itu adalah rantai, sabuk, kopling, dll. Secara umum transmisi di bedakan menjadi 2 macam yaitu : A. Transmisi langsung Transmisi langsung digunakan untuk menyalurkan tenaga dan putaran pada jarak yang dekat and posisi yang segaris antara poros penggerak dengan yang digerakkan. Sistem ini sering disebut dengan transmisi roda gigi, karena cara kerjanya kontak secara langsung antara elemen poros penggerak dengan yang digerakan. Adapun kelebihan dan kelemahan pada transmisi ini di antaranya: a. b. kelebihan tidak terjadi slip dapat memindahkan daya yang besar dapat digunakan untuk putaran tinggi dan tepat ringkas tidak memerlukan tempat yang luas dapat memindahkan daya dengan putaran stabil kelemahan perlu ketelitian tinggi dalam perencanaannya, sampai perawatannya. Biaya pembuatan yang cukup mahal.

Gambar Roda gigi dan Kopling pada Transmisi yang perupakan contoh Tansmisi Langsung

B. Transmisi Tak Langsung Pada transmisi ini tidak terjadi kontak elemen poros dengan poros yang digerakkan melainkan melalui elemen suatu transmisi yang menghubungkan kedua poros. Transmisi ini digunakan jika kedua poros letaknya saling berjauhan. Adapun kelebihan dan kelemahan pada transmisi ini di antaranya: a. b. kelebihan dapat meneruskan daya antara poros yang berjauhan tidak perlu ketelitian yang tinggi dalam perencanaan biaya pembuatan dan perewatannya cukup murah Kelemahan memerlukan tempat yang lebih luas lebih sering terjadi slip tidak dapat digunakan dengan putaran tinggi.

Gambar Sabuk dan Rantai yang perupakan contoh Tansmisi Tidak Langsung

BAB II Transmisi Sabuk(Belt)

M. Pendahuluan

Tranmisi sabuk merupakan salah satu jenis system transmisi. Tenaga/daya/momen puntir ditransmisikan dari poros yangsatu keporos yang lain melalui sebuah belt yang melingkar pada puli yang terpasang pada poros. Kedudukan poros yang satu dengan poros yang lain dapat sejajar ataupun menyilang. Kemampuan transmisi dari system ini sangat ditentukan oleh karakter gesekan antara sabuk dan permukaan puli. Oleh sebab itu besarnya gaya tegang dalam sabuk(yang mengakibatakan tegangan tarik) menentukan besarnya momen puntir yang dapat ditransmisika.

Keuntungan Dari Sisitem Transmisi Belt (dibandingkan dengan system transmisi roda gigi atau rantai).: 1. Tidak berisik. 2. Dapat menerima dan meredam beban kejut. 3. Jarak poros tidak tertentu. 4. Dipandang dari segi konstruksi dan pembuatan, mudah dan murah. 5. Hanya memerlukan sdikit perawatan (tanpa menggunakan pelumas).

Kerugian dari system transmisi Belt: 1. Slip yang terjadi mengakibatkan rasio angka putaran tidak konstan. 2. Diukur dari besarnya tenaga yang ditransmisikan, system transmisi sabuk memerlukan dimensi/ukuran yang lebih besar daripada system transmisi roda gigi maupun rantai.

Transmisi sabuk dapat dibagi atas tiga kelompok yaitu: a. Kelompok yang pertama : sabuk rata dipasang pada puli silinder dan meneruskan momen antara dua poros yang jaraknya dapat sampai 10 (m) dengan perbandingan putaran antara 1/1 sampai 6/1. b. Kelompok yang kedua : sabuk dengan penampang trapesium dipasang pada puli dengan alur dan meneruskan momen antara dua poros yang jaraknya dapat sampai 5 (m) dengan perbandingan putaran antara 1/1 sampai 7/1 .

c.

Kelompok yang ketiga sabuk dengan gigi yang digerakkan dengan sproket pada jarak pusat sampai mencapai 2 (m), dan meneruskan putaran secara tepat dengan perbandingan antara 1/1 sampai 6/1.

Sebagian besar transmisi sabuk menggunakan sabuk V karena mudah penanganannya dan harganyapun murah. Kecepatan sabuk direncanakan untuk 10 sampai 20 (m/s) pada umumnya, dan maksimum sampai 25 (m/s). Daya maksimum yang dapat ditransmisikan kurang lebih sampai 500 (kw).

Sabuk atau tali yang digunakan untuk mengirimkan daya dari satu poros yang lain melalui katrol yang berputar di kecepatan yang sama atau pada kecepatan yang berbeda . Jumlah daya ditransmisikan tergantung pada faktor-faktor berikut : 1 . Kecepatan sabuk . 2 . Ketegangan di mana sabuk ditempatkan pada katrol . 3 . Busur kontak antara belt dan kecil katrol . 4 . Kondisi di mana sabuk digunakan .

Dapat dicatat bahwa ( a) Poros harus benar sejalan untuk memastikan seragam ketegangan di seluruh bagian sabuk . ( b) katrol tidak boleh terlalu berdekatan , dalam rangka bahwa busur dari kontak pada pulley yang lebih kecil mungkin sebagai besar mungkin ( c) katrol tidak boleh begitu jauh untuk menyebabkan sabuk untuk menimbang berat pada poros , sehingga meningkatkan beban gesekan pada bantalan . ( d ) Sabuk panjang cenderung berayun dari sisi ke sisi , menyebabkan sabuk kehabisan katrol , yang pada gilirannya mengembangkan bintik-bintik bengkok di sabuk . ( e ) Sisi ketat belt harus di bagian bawah , sehingga melorot apa pun yang hadir pada sisi longgar akan meningkatkan busur kontak pada puli . ( f ) Untuk mendapatkan hasil yang baik dengan sabuk datar , jarak maksimum antara poros

tidak boleh lebih dari 10 meter dan minimum tidak boleh kurang dari 3,5 kali diameter dari katrol yang lebih besar

Berikut ini adalah berbagai faktor penting yang di atasnya pemilihan belt drive tergantung:

1. Kecepatan mengemudi dan didorong shaft, 2. Rasio pengurangan kecepatan, 3. Kekuatan yang akan dikirim, 4. Pusat jarak antara poros, 5. Persyaratan berkendara positif, 6. Poros tata letak, 7. Ruang yang tersedia, dan 8. Kondisi pelayanan.

N. Jenis Belt Drives (Timing Belt)

Sabuk drive biasanya digolongkan ke dalam tiga kelompok berikut: 1. Light drives. Ini digunakan untuk mengirimkan kekuatan kecil pada kecepatan belt sampai sekitar 10 m / s mesin sebagai in agricultural dan peralatan mesin kecil.

2. Medium drives. Ini digunakan untuk mengirimkan kekuatan media pada kecepatan belt lebih dari 10 m / s sampai dengan 22 m / s,

3. Heavy drives. Ini digunakan untuk mengirimkan kekuatan besar pada kecepatan belt di atas 22 m / s keatas , seperti pada kompresor dan generator.

10

O. Jenis-jenis transmisi sabuk :

1. Transmisi sabuk lurus.

Kebanyakan jenis transmisi sabuk ini dipakai untuk puli yang berputar dengan arah yang sama dan poros dimana puli tersebut terpasang mempunyai garis sumbu yang sejajar dan horizontal, tetapi dapt juga diapakai untuk poros vertical, maupun miring.

a. Transmisi sabuk tanpa penegang Akibat beratnya sendiri, sabuk tidak perlu diberi gaya tegang (gaya tarik) lagi. Ini dipakai untuk poros dengan kedudukan horizontal dan yang memiliki jarak poros (La)>5m. Untuk tujuan ini, maka sisi tegang/tarik darisabuk diletakkan dibagian bawah.

b. Transmisi sabuk mulur Karena sabuk lebih pendek dari pada jarak poros La, maka sewaktu dipasang pada puli sabuk menjadi bertambah panjang secara elastic. Sistem ini dipakai untuk jarak poros La<5m dan juga untuk porosdengan kedudukan vertical maupun miring. Pemeriksaan tegangan pada sabuk ini harus selalu dilakukan jika terdapat kelembaban udara dan temperatur yang berubah-ubah.

c. Transmisi sabuk dengan puli penegang Puli penegang menekan sisi kendor dari sabuk didekat puli kecil dari luar dan dengan demikian sudut lilit/kontak menjadi bertambah besar. Puli penegang ini bekerja atas dasar beratnya sendiri atau kerena kerja sebuah pegas. Penggantian arah putaran pada system ini tidak mungkin (harus dihindari).

d. Transmisi sabuk dengan elemen penegang lain Selain berupa puli, elemen penegang dapat berupa : 1. Baut 2. Bandul pemberat 3. Momen puntir balik 4. Sistem SESPA

11

2. Transmisi sabuk silang.

Semakin lama senkin jarang pemakain transmisi sabuk silang untuk arah putaran puli yang berlawanan dan puli terletak pada sumbu yang sejajar, karena disamping pembebanan puli yang itdak menguntungkan akibat gaya puntir tambahan, bagian tepi dari sabuk juga cepat aus, teruatam pada sabuak rata yang lebar. Untuk keperluan sumbu poros dari puli yang bersilangan dengan sembarangan sudut, maka diperlukan rol pemandu sabuk rata. Untuk menghindarkan lepasnya sabuk dari puli, maka bagian sabuk dari sisi tarik harus lurus, sedangkan pada sisi kendor dapat miring. Transmisi sabuk juga dapat di rancang:

a. Sebagai transmisi henti-kerja dengan semacam mekanisme seperti roda gigi geser. Biasanya, untuk tujuan henti-kerja dipasangka sebuah kopling yang langsung disambung dengan puli. b. Sebagai transmisi dengan angka putaran bertingkat. Biasanya sabuk dipindahkan dari pasangan puli yang satu ke yang lain dengan tangan/ manual setelah dikendorkan lebih dahulu.

12

P. Jenis Sabuk

Meskipun ada banyak jenis sabuk digunakan hari ini, namun berikut ini adalah penting dari sudut pandang subjek:

1. Sabuk datar. Sabuk datar seperti ditunjukkan pada Gambar (a), banyak digunakan di pabrik-pabrik dan bengkel, di mana jumlah sedang daya yang akan dikirim, dari satu katrol yang lain ketika dua puli tidak lebih dari 8 meter terpisah.

2. V-belt. Sabuk V-belt seperti ditunjukkan pada Gambar (b), banyak digunakan di pabrik-pabrik dan bengkel, di mana sejumlah besar daya yang akan dikirim, dari satu katrol yang lain, ketika dua puli sangat dekat satu sama lain.

3. Sbuk melingkar atau tali. Sabuk melingkar atau tali seperti ditunjukkan pada Gambar (c) pada umumnya digunakan pada thefactories dan lokakarya, di mana sejumlah besar daya yang akan dikirim, dari satu katrol yang lain, ketika dua puli lebih dari 8 meter terpisah.

4. Timing belt

13

Q. Transmisi Sabuk V Sabuk V terbuat dari karet dan mempunyai penampang trapesium. Tenunan tetoron atau semacamnya dipergunakan sebagai inti sabuk untuk membawa tarikan yang besar. Sabuk V dibelitkan disekeliling alur puli yang berbentuk V pula. Bagian sabuk yang sedang membelit pada puli mengalami lengkungan sehingga lebar bagian dalamnya akan bertambah besar. Gaya gesekan juga akan bertambah karena pengaruh bentuk baji, yang akan menghasilkan transmisi daya yang besar pada tegangan yang relatif rendah. Hal ini merupakan salah satu keunggulan sabuk V dibandingkan dengan sabuk yang lain.

1. Jenis V-belt dan pulley Menurut Standar India (IS: 2494-1974), V-sabuk yang dibuat dalam lima jenis yaitu A, B, C, D dan E. Dimensi untuk standar V-sabuk ditunjukkan pada Tabel 20.1. Katrol untuk V-belt dapat dibuat dari besi cor atau baja ditekan untuk mengurangi berat beban. Dimensi untuk standar V - beralur pulley menurut IS: 2494 - 1974, ditunjukkan pada Tabel 20.2.

14

2. Konstruksi dan ukuran penampang sabuk-V

3. Berbagai macam sabuk-V beserta kelebihan dan kekurangannya

(A)

1. Sabuk-V standar (berlapis tunggal dan banyak) 2. Murah dan pasarannya luas 3. Untuk mesin-mesin industri umum 4. Batas temperatur sampai 600C

(B)

1. Sabuk-V unggul (berlapis tunggal dan banyak) 2. Tahan panas, minyak, listrik statis, dan kekuatan tinggi. 3. Untuk tugas berat dan jumlah sabuk sedikit. 4. Batas tempetarur sampai 900C

(C)

1. Sabuk-V penampang pendek 2. Tahan lenturan dan kecepatan tinggi 3. Untuk otomobil dan puli dengan diameter kecil 4. Batas temperatur sampai 900C

(D)

1. Sabuk-V tugas ringan (tipe-L) 2. Tahan lenturan dan kecepatan tinggi

15

3. Untuk mesin-mesin pertanian. Puli penegang pada keliling luar sabuk dapat dipakai. 4. Batas temperatur sampai 600C. (Untuk temperatur lebih dari 600C lebih baik dipakai sabuk-V unggul. (E) 1. Sabuk-V sempit 2. Dapat mentransmisikan daya besar. 3. Untuk mesin-mesin industry umum. 4. Batas temperatur sampai 900C. (F) 1. Sabuk-V sudut lebar 2. Untuk transmisi kecepatan tinggi dan daya besar dengan puli kecil dan sempit. 3. Untuk otomobil. 4. Batas temperatur sampai 800C. (G) 1. Sabuk-V putaran variable. 2. Tahan lenturan dan tekanan samping 3. Untuk penurun putaran variable. 4. Batas temperatur sampai 900C.

16

R. Timing Belt (Sabuk Gilir)

Sabuk gilir terdiri atas sabuk dengan gigi yang digerakkan dengan sproket pada jarak pusat sampai mencapai 2 m, dan meneruskan putaran secara tepat dengan

perbandingan 1/1 sampai 6/1. Batas maksimum kecepatan sabuk gilir kurang lebih 35 m/s dan daya yang dapat diransmisikan adalah sampai 60 kW. Dengan sabuk gilir transmisi dapat dilakukan dengan perbandingan putaran yang tepat seperti pada roda gigi. Sabuk ini lebih sering digunakan dalam perusahaan dan Pabrik dimana sebagian besar tenaga yang dihasilkan akan dipindahkan dari satu puli ke puli yang lain. Karena itu sabuk gilir telah digunakan secara luas dalam industri mesin jahit, computer, mesimn foto copy, mesin tik listrik dan sebagainya. Transmisi sabuk gilir bekerja atas dasar gesekan belitan dan mempunyai beberapa keuntungan karena murah harganya, sederhana konstruksinya, dan mudah untuk mendapatkan perbandingan putaran yang diinginkan. Transmisi tersebut telah banyak digunakan dalam semua bidang industri, seperti mesin-mesin pabrik, otomobil, mesin pertanian, alat kedokteran, mesin kantor, alat-alat listrik, dll. Namun transmisi sabuk (flat) tersebut mempunyai kekurangan dibandingkan dengan transmisi rantai dan roda gigi, yaitu terjadinya slip antara sabuk dan pulley, sehingga transmisi ini tidak dapat dipakai bilamana dikehendaki putaran tetap atau perbandingan transmisi yang tetap. Melihat kekurangan diatas maka dikembangkan transmisi sabuk gilir timing belt. Untuk perhitungan gaya dan tegangan yang bekerja dan prinsip kerjanya sama dengan transmisi sabuk flat dan transmisi sabuk V.

Sabuk gilir dari karet neoprene atau plastic poliuretan sebagai bahan cetak, dengan inti dari serat gelas atau kawat baja, serta gigi-gigi yang dicetak secara teliti di permukaan sebelah dalam dari sabuk. Karena sabuk gilir dapat melakukan transmisi mengait seperti roda gigi atau rantai, maka gerakan dengan perbandingan putaran yang tetap dapat diperoleh.

17

18

Macam-macam sabuk gigi beserta kelebihan dan kekurangannya

(A)

1. Sabuk gigi penampang pendek. 2. Tahan lenturan dan kecepatan tinggi. 3. Untuk otomobil besar. 4. Batas temperatur sampai 900C.

(B)

1. Sabuk segi-enam. 2. Untuk menggerakkan poros banyak 3. Untuk mesin pertanian dan mesin industri 4. Batas temperatur sampai 600C.

(C)

1. Sabuk bergigi (sabuk gilir) 2. Tidak slip. Dapat dipakai untuk penggerak sinkron 3. Untuk komputer, mesin perkakas, otomobil, dsb. 4. Batas temperatur sampai 800C

(D)

1. Sabuk berusuk banyak 2. Dapat menghasilkan putaran dengan kecepatan sudut yang hampir tetap. 3. Untuk mesin perkakas, dsb. 4. Batas temperatur sampai 800C.

(E)

1. Sabuk berlapis kulit dan nilon 2. Untuk transmisi putaran tinggi dan jarak poros tetap 3. Untuk mesin kertas, mesin tekstil, dsb. 4. Batas temperatur sampai 800C

19

S. Bahan yang digunakan untuk sabuk

Bahan yang digunakan untuk tali dan sabuk harus kuat, fleksible dan tahan lama . material tersebut harus mempunya I koefisien gesek yang tinggi.bahan yang digunakan untuk sabuk diklasifikasikan sebagai berikut: 1. Sabuk kulit Bahan yang paling utama untuk sabuk datar adalah kulit. Sabuk kulit dibuat dari 1-2 meter sampai 1.5 meter potongan dari bagian sisi tulang punggung sapi mudal. Bagian sisi kulit lebih keras dan lebih lembut dibanding sisi daging. Tetapi sisi daging lebih kuat. Serat pada sisi kulit tegak lurus kepada permukaan. Sedang sisi kilat pada itu adalah interwoven dan paralel kepada permukaan kulit. Oleh karena itu untuk pertimbangan ini sisi rambut suatu sabuk harus dalam hubungan dengan permukaan puli yang ditunjukan pada gambar. 17-2. Ini memberi suatu menghubungi antara sabuk dan puli dan tempat kekuatan-tarik terbesar dari bagian sabuk pada bagian atas luar di mana tegangannya maximuin ketika sabuk lewat diatas puli.

Kulit yang baik didalamnya terdapat oaktanned maupun mineral garam dan kromium. Ini berguna untuk meningkatkan ketebalan sabuk, potongan kuli dicampur bersama-sama. Sabuk ditetapkan menurut banyaknya lapisan tunggal, ganda atau melipat tiga lapisan dan menurut ketebalan kulit menggunakan cahaya ringan, medium atau berat. 2. Sabuk kapas Kebanyakan pabrik sabuk membuat sabuk dari bahan canvass atau kapas di bagi kedalam tiga bagian atau lebih lapisan tergantung atas ketebalan dan di jahit bersama-sama Sabuk ini ditenun juga ke dalam suatu potongan ketebalan dan lebar yang yang diinginkan. Sabuk diisi dengan beberapa pengisi seperti minyak linsed dalam rangka membuat sabuk tahan air dan untuk mencegah luka-luka/kerugian pada serat sabuk. Kapas sabuk sangat baik digunakan dan lebih murah di dalam iklim hangat, di dalam atmospir uap dan didalam posisi yang

20

teratur. Karena sabuk kapas memerlukan perlakuan ringan, oleh karena itu sabuk ini kebanyakan digunakan di dalam permesinan kebun, sabuk angkut dll. 3. Sabuk karet Karet Sabuk dibuat dari lapisan pabrik yang diisi dengan komposisi karet dan mempunyai suatu lapisan karet yang tipis pada permukaannya. Sabuk ini sangat fleksibel tetapi dengan cepat hancuroleh panas, minyak atau pelumas. Salah satu keuntungan sabuk ini adalah mudah di buat dan diaplikasikan. Sabuk ini baik di gunakan untuk penggilingan gergaji, pabrik kertas dan tempat yang lembab. 4. Sabuk balata Sabuk ini adalah berupa sabuk karet atau getah yang digunakan sebagai pengganti karet. Sabuk ini tahan asam dan tahan air dan tidak rusak oleh minyak hewani atau alkali. Sabuk tidak boleh melebihi dari 40C sebab pada temperatur ini sabuk mulai lembek dan menjadi lengket. Kekuatan balata sabuk adalah 25% lebih tinggi dibanding sabuk karet. Massa jenis bahan sabuk Massa jenis berbagai bahan sabuk terdapat dalam tabel berikut: Bahan sabuk bahan sabuk Kulit Kanvas Karet Balata Anyaman tunggal Anyaman ganda massa jenis (dalam kg/cm3) 1.00 1.22 1.14 1.11 1.17 1.25

21

T. Tekanan pada sabuk

Kekuatan akhir(ultimate stenght) sabuk kulit bervariasi dari 210 kg/cm3 sampai 350 kg/cm3 dan faktor keamanan diambil 8 sampai 10. Bagaimanapun, pemakaian/ pengausan suatu sabuk lebih penting dibanding kekuatan nyata. Hal tersebut telah ditunjukkan oleh pengalaman itu di bawah rata-rata kondisi-kondisi suatutekanan yang bisa diijinkan 28 kg/cm3 atau lebih sedikit akan memberi suatu kondisi sabuk yang layak. Suatu tekanan yang bisa diijinkan 17-5 kg/cm3 mungkin diharapkan untuk memberi umur sabuk sekitar 15 tahun.

U. Kecepatan sabuk Tegangan yang kecil akan menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan sabuk, gaya sentrifugal juga meningkat yang mana gaya tersebut mencoba untuk menarik sabuk menjauh dari puli. Ini akan mengakibatkan pengurangan tenaga yang ditransmisikan oleh sabuk.

V. Koefisien gesek antara puli dan sabuk

Koefisien gesek antara sabuk dan puli tergantung berdasar pada faktor berikut . 1. Bahan sabuk, 2. Bahan puli, 3. Gelincir sabuk, dan 4. Kecepatan sabuk. Koefisien gesek antara sabuk kuli dan puli besi, pada titik gelinci dapat diambil persamaan:

dimana v = kecepatan sabuk dalam m/sec. Berikut ini table nilai koefisiensi gesek untuk bahan pada sabuk : Bahan sabuk Bahan puli besi cor Kering Basah Kulit oaktaneed Kulit chrome Kanvas Kapas 0-25 035 0-20 0-22 0-2 0-32 0-15 0-15 Lemak 013 022 0-12 0-12 0-3 0-4 023 0-25 Kayu Kertas press 0-33 0-45 0-25 0-28 0-38 0-48 0-27 0-27 0-40 0-50 0-30 0-30 Kulit karet

22

Karet Balata

0-30 0-32

0-18 0-20

0-32 0-35

0-35 0-33

0-40 0-40

0-42 0-42

W.

Sambungan sabuk

Sabuk yang tak ada akhirnya tidaklah tersedia, kemudian sabuk memotong dari gulungan besar dan akhirnya di gunakan pengancing. berbagai jenis sambungan adalah 1. sambungan tanam 2. sambungan yang diikat 3. sambungan yangdapat berputar Sambungan yang di tanam dibuat oleh pabrikan untuk membentuk suatu sabuk yang tak ada akhirnya, jenis ini lebih disukai dibanding sambungan lain. Sambungan ikat dibentuk dengan hantaman lubang secara berderet atau menyilang sabuk, sisa-sisa suatu garis tepi antara]tepi dan lubang. Suatu kulit kasar potongan digunakan untuk hantaman keduanya bersama-sama untuk membentuk suatu sambungan.

23

X. Jenis gerakan pada sabuk datar Energi dari suatu puli di transmisikan kemanapun. Berikut jenis gerakan pada sabuk datar: 1. gerakan sabuk terbuka

Gerakan sabuk terbuka ditunjukkan di dalam gambar 17.4, jenis ini digunakan diporos Berputar dan paralel yang diatur ke arah yang sama. Ketika memusat jarak antara kedua poros besar, kemudian sisi yang ketat sabuk harus lebih rendah.

2. gerakan membelit atau melingkar pada sabuk Gerakan membelit atau melingkar ditunjukkan di dalam gambar 17.5, digunakan poros pengatur berputar dan paralel di dalam arah kebalikannya. Tegangan yang kecil akan menunjukkan bahwa pada suatu titik silang sabuk, hal ini akan menggosok melawan terhadap satu sama lain dan di sana akan terjadi kerusakan disebabkan gesekan berlebih dalam rangka menghindari ini, poros harus ditempatkan pada suatu jarak yang maksimum 20 b, dimana b menjadikan sabuk melebar dan kecepatan sabuk harus kurang dari 15m/sec.

3. gerakan putaran seperempat sabuk Gerakan putaran seperempat sabuk digunakan dengan poros untuk mengatur pada sudut 90 derajat dan berputar didalam satu arah. Dalam rangka mencegah sabuk lepas dari puli, maka muka permukaan puli harus lebih besar. Sabuk b adalah lebar sabuk.

24

4. gerakan sabuk dengan puli pengarah.

Gerakan sabuk dengan puli pengarah menggunakan poros yang digunakan untuk pengaturan paralel dan ketika sabuk terbuka tidak adapat digunakan dalam sudut yang kecil dan penghubung pada puli kecil. Pengarah jenis ini disajikan untuk memperoleh perbandingan percepatan tinggi dan ketika tegangan sabuk yang diperlukan tidak bisa diperoleh oleh alatalat lain. Ketika itu diinginkan untuk mentransmisikan gerakan dari satu poros ke beberapa poros, semua diatur didalam paralel, suatu sabuk menggerakan dengan banyak puli, kemungkinan cara kerjanya.

5. gerakan sabuk campuran Suatu gerakan sabuk campuran digunakan ketika energi ditransmisikan dari satu poros ke poros yang lain melalui beberapa puli.

25

6. gerakan langkah atau puli tirus. Gerakan langkah atau puli tirus. ditunjukkan di dalam gambar 17.10. digunakan untuk mengubah kecepatan dari gerakan poros utama bergerak kecepatan tetap. ini terpenuhi dengan pergeseran sabuk dari satu memisahkan dari langkahlangkah kepada lainnya.

7. Gerakan cepat dan katrol lepas Gerakan cepat dan katrol lepas digunakan ketika yang digerakan atau poros mesin (diharapkan) untuk mulai atau dihentikan kapan saja diinginkan tanpa campur tangan dengan poros penggerak . suatu puliyang mana adalah kunci dari poros mesin biasa di sebut fast puli atau penggerak dengan kecepatan yang sama dengan poros mesin. Suatu puli lepas bergerak dengan bebas diatas batang mesin dan tidak mampu untuk mentransmisikan energi manapun. ketika batang yang digerakan perlu dihentikan. sabuk didorong ke atas puli lepas dengan bantuan gesekan antara puli dengan poros.

26

BAB III TRANSMISI RANTAI

C. Pendahuluan

Rantai transmisi daya bisanya dipergunakan untuk jarak poros yang lebih besar dari pada transmisi roda gigi tetapi lebih pendek dari pada transmisi sabuk. Rantai merupakan satu komponen yang memungkinkan sebuah sepeda motor (yang menggunakan rantai) dapat berjalan. Rantai adalah untai material yang fleksibel, biasanya metal dibuat dari jenis elemen yang keras, biasanya disebut lingkaran, saling dikuncu atau dihubungkan satu sama lain tetapi bebas untuk bergerak pada satu atau banyak bidang

D. Jenis- jenis Rantai :

1. Rantai Rol Dipakai, jika diperlukan transmisi posistif (tanpa slip) dengan kecepatan 600 m/min, tanpa pembatas bunyi dan harga yang murah. Terdiri dari pena, rol dan plat mata rantai.

Gambar. 2.1 Rantai Rol Pada motor

27

Gambar 2. 2 Rantai Rol Keterangan : o Pena (Pins) Pin/pena adalah bagian yang dihubungkan satu lingkaran ke lingkaran berikutnya. o Bushing atau Thimble. Peralatan ini pada dasarnya pipa dengan pengikatan cocok untuk megunci sidebar bersama-sama. o Rol/Canai ( Rollers ) Rol/canai digabung , karena untuk menurunkan friksi/gesekan dan untuk pembebanan rantai . o Side plate Jenis sidebar ini membentuk porsi dalam dan luar lingkaran.

2. Rantai Gigi (SILENT CHAIN) Jika diinginkan transmisi dengan kecepatan tinggi lebih dari 1.000 m/min. Bunyi yang kecil, daya yang besar dan lebih mahal.

Disebut silent chain karena suara dan getaran yang ditimbulkan bila dibandingkan dengan tipe-tipe rantai lainnya lebih kecil, tergantung dari kecepatan, beban, pelumasan, besar sproket dan perangkat tambahan.Hal ini disebabkan dari keunggulan dalam desain sambungan dan jalur dari silent chain itu sendiri. Desain jalurnya menyebabkan gigi sproket menderita lebih sedikit impact dan desain sambungannya

28

yang menyebabkan rantai bekerja dengan gesekan yang minimum serta keausan yang sama saat pemakaian. Silent chain bertujuan untuk meneruskan daya dari sambungan sebelumnya yang didesain untuk mengangkut bahan-bahan material dan dioperasikan dengan getaran yang minimum. Keuntungan rantai gigi : Tidak berisik Getaran kecil Tumbukan impact saat akan berputar kecil Tahan lama Tenaga yang diteruskan lebih besar Memiliki efisiensi yang tinggi Mudah dalam pemasangan Keuntungan Silent Chain dibandingkan dengan Roller Chain : Bisa beroperasi dalam kecepatan yang lebih tinggi dan kapasitas tenaga yang lebih besar Suara yang dihasilkan silent chain lebih halus Getaran yang dihasilkan lebih kecil Beban impact yang terjadi lebih kecil selama pemasangan sprocket Efisiensinya lebih tinggi mendekati 99% Umur sprocket lebih tahan lama Keuntungan Silent Chain dibandingkan dengan Sabuk Dapat beroperasi dengan kecepatan lebih tinggi dengan kapasitas tenaga lebih besar Efisiensi lebih besar Tidak terjadi slip Dapat menahan beban yang lebih besar Sedikit terpengaruh oleh temperatur dan kelembaban Beban bearing lebih kecil Lebih mudah dalam pemasangan

29

Gambar 2.3 : Glass Conveyor Chain

Keterangan : Glass conveyor chain ini biasa digunakan untuk memindahkan dan menangani bendabenda yang terbuat dari kaca. Biasanya ditemukan pada industri kaca.

Gambar 2.4 : Power Transmission Keterangan : Silent Chain digunakan sebagai power transmission pada motor-motor besar untuk mengurangi tingkat kebisingan suara yang dihasilkan.

30

Gambar 2.5 : Non glass conveyor

Keterangan : Non glass conveyor biasanya digunakan untuk memindahkan dan menangani bendabenda industri lain.

3. Rantai Lingkaran yang dapat dilepaskan Rantai ini adalah rantai lunak pertama yang kembangkan adalah yang paling sedarhana dari seluruh rantai konveyor. Hal ini agaknya rectagular dan memiliki kaitan terbuka pada ujung yang ditutup pada yang lain, kaitan pada suatu lingkaran menghubungkan atau memasangkan dengan bar atau barrel pada lingkaran berikutanya untuk membentuk untai rantai . Lingkaran ini pada awalnya dibentuk sebagai tranmisi kekuatan atau rantai pergerakan dan digunakan secara luas pada mesin kebun. Sejak itu disesuaikan untuk tugas ringan, konveyor kecepatan rendah dan elevator bila digunakan dengan bervariasi pencanelan. Jarak pada kisar dari kira-kira 1 hingga 4 dan dengan kekuatan pekerjaan 200 1bs hingga 3.000 1bs.

4. Rantai Pintle Kelas 400 Rantai ini dikembangkan untuk perbaiokan pada rantai yang dapat dilepas tidak memiliki kontruksi sambungan tertutup, mengizu\inkan material luar. Rantai pintle adalah juga lingkaran balutan dengan barrel penuh pada satu ujung dan terbuka pada yang lain, lingkaran kemudian dipasangkan bersama-sama dengan paku keliling baja atau pemasangan pena, memberikan sambungan tertutup. Rantai inidipolakan pada

31

dasarnya sama dengan kisar seperti pada rantai yanga dapat dilepaskan, didalam rencana untuk bergerak atas sprcoket/ roda rantai yang sama. Kisar bergerak lagi kira-kira 1 - 3/8 hingga 5000 1bs. 5. Rantai Penggilinagn H Adalah perbaikan lebih lanjut dari rantai pintle yang pada dasarnya memiliki lingkaran offset yang sama hubungan pena, tetapi memiliki peralatan pengunci yang lebih baik untuk memegang pena ditempat untuk mencegah pergerakan, dan lebih lanjut merata seluruh pemakaian kepermukaan panjang melalui barrel. Ditambahkan dibawah sisi dari sidebar adalah dibilahkan untuk memberikan permukaan pemakain luas untuk penarikan atas pergerakan atau lembaga diantara gelombang-gelombang. Rantai ini telah digunakan secara luas pada penggilingan kayu dan juga digunakan sebagai rantai mesin dan rantai pengungkit. Biasanya bergerak dari 2,308. Kisar ke kisar 4 dengan kekuatan pekerjaan 1200 hingga 5000 lbs. 6. Rantai tarikan H Rantai ini dimodifikasikan jenis penggilingan H tetapi adalah lebih luas dan memilki permukaam pemakain yang lebih panjang melalui barrel rantai. Pengarahan muka laras adalah rata untuk menekan atau materialpenarik pada saat punggung laras dibulatkan untuk kontak lebih pantas dengan roda rantai. Rantai ini memiliki permulaan penyorongan flat/datar luas dan ditambahkan, memilki pembawa pada sidebar untuk dilindungi kepala dari pena. Rantai ini terutama cocok untuk pelayanan konveyor tarikan, menangani kayu, bilah, sawdust, debu, refuse dan lain-lain. Juga dapat digunakan pada rantai berlipat untuk penganan batangan , tungkul, drum dan lain-lain. Kisar berjarak dari 5 dengan 8 dengan kekuatan pekerjaan 3500 lbs hingga 6500 lbs. 7. Rantai Tarikan C Jenis kombinasi rantai tarikan C adalah sama terhadap jenis H kecuali hai ini pada kekuatan yang lebih tinggi, yang memiliki pena diameter yang leih besar dan terdiri dari lingkaran blok besi lunak yang menghubungkan dengan sidebar baja.

32

Rantai ini tersedia pada kisar 5, 6 dan 8 dengan kekuatan pekerjaan 7000 lbs hingga 9300 lbs.

8 . Rantai Tarikan SD Jenis rantai ini adalah sama terhadap refuse H dan rantai tarikan C kecuali hal ini dibuat dari bahan berat, baja lapisan yang diperlakukan panas dengan pena baja logam campuran yang diperlakukan panas dan memiliki sidebar lebar, flat rata. Rantai ini secara prinsip digunakan material penggosok seperti clinker semen, dan debu. Dibuat dari kisar 6 dan 9 dengan nilai pekerjaan 6700 lbs hingga 23400 lbs.

9 . Rantai PINTLE KELAS 700 Rantai ini sama pada kontruksi terhadap kelas 400 atau rantau penggilingan H Kecuali pada kisar lebih panjang. Hal ini adalh paling luas digunakan sebagai rantai kisar 6 dengan cantelan F (lihat Pencantelan) dan adalah pembalutan rantai besi lunak pada kontruksi offset dan sambungan tertutup, digunakan secar luas pada perlakuan pembungan limbah dan pengumpulan limbah juga digunakan pada peralata elevator bocket tertntu kekuatan pekerjaannya adalah pada 3200 lbs hingga 3800 lbs.

10 . Rantai Bushed kelas 800 Rantai kelas 800 adalah dikembangkan pada awalnya untuk tugas berat dari pada beberapa rantai yang lain dan ditemukan pada penggunaan luas pada industri semen.Alat ini juga memiliki besi lunak tetapi untuk didalam polanya dengan laras khusus untuk menerima bushing yang dapat diperbaharui yang akan menjadi baja keras atau baja manganese dan dengan kuat di ikat ditempat. Laras adalah begitu terbalut sehingga bushing disingkapkan untuk kontak dengan sporcket dan juga memberikan resistasi pemakain yang ulung diantara pin dan bushing . Rantai ini dibuat pada kisar 4 dan6 dengan nilai pekerjaan 3200 lbs sampai 10000 lbs.

11 . Rantai Kombinasi a. Rantai kombinasi adalah langkah pertama terhadap rantai baja. Hal ini hanya sebagai nama yang digunakan, dimana pusat pusat lingkaran blok adalah pembalut besi lunak, secar pilihan dihungkan dengan sidrbar baja dan pena. Rantai ini masih luas digunakan pada elevator bocket dan berlari dari 2,609 hingga 6. Memiliki kekuatan pekerjaan kira-kira 2000 lbs hingga 8300 lbs.

33

b. Pengubahan rantai atas adalah rantai kombinasi PW yang dikembangkan unntuk industri kayu pulp. Hal ini memiliki permukaan pemakain besar tambahan untuk tujuan penyorongan dan pencantelan khusus. Penggunaan utamanya telah didalam pengaman log/batang kayu pada tempat timbunan kayu dari drum barking.

12 . Rantai Penggulung lunak/dapat tempa Dengan jelas lebih sedikit gesekan disertakan, maka semakin sedikit rantai menarik. Rantai penggulung lunak adalah dengan demikian dipolakan sejak 1882 dan adalah paling sedikit biayanya pada beberapa rantai penggulung pada penggunaan. Halini secara lain adalah jenis rantai penggulung sekarang ini. Rantai ini dikontruksikan dimana penggulung menyertai kembali kepada bos yang mana pembalut integral dengan sidebar. Boss bertindak sebagai bushing thimble dan seluruhnya dikunci bersama-sama dengan pena kepala. Bergerak dengan kisar 2 sampai 6 dan dari 700 lbs hingga 4700 lbs pada kekuatan pekerjaan. Penggunaan utama mereka adalah pada tugas cahaya apron atau konveyor pengikis.

13 Rantai Baja Mesin yang dibus-kan Pengembamgan rantai ini adalah dasar pada tanda untuk konveyor rantai dengan seluruh variasi baja campuran logam. Rantai ini dibuat dari sidebar yang dibubuhi dengan akurat(harus atau offset dengan thimbles atau penggosok tekanan bushing kedalam sisi bar dan baja) yang dikunci kedalam sidebar yang dirivetkan. Mereka dapat memilki penggulung atau tanpa penggulung. Rantai ini dengan luas dipergunakan sebagai penggerak rantai pada kisar 4 hingga 30 dan kekuatan pekerjaan 2000 lbs hingga 25000 lbs.

14 . Rantai tanpa paku yang ditempa Rantai pku tanpa ditempah adalah dikembangkan karena kekuatan tingginya perunit bobot dan kesederhanaan bentuknya yang mamapu dirakkit atau dilepaskan tanpa peralatan . Hal inin pada dasarnya terdiri dari empat pembagian baja yang ditempa. Misalnya pena T ganda, lingkaran pusat yang mana adalah kumparan tertutup dan dua sidebar. Salah satu sifat utamanya adalah dapat beroperasi atau fleksibel pasa dua arah, dalam batas tertentu,

34

tetapi juga digunakan pada scraper dan pralata elevator. Tersedia pada 3, 4, 6dan 9.

15 . Rantai baja yang dilas

Jenis rantai ini pembaharuan relatif baru dan dikembangkan untuk mempersiapkan line superior rantai untuk menggantikan dan dapat dilepaskan, penggilingan dan jenis kombinasi dengan yang lebih kuat, pemakaian yang lebih baik dan line toleransi yang lebih dekat. Rantai ini biasanya pada jenis offset yang terdiri dari laras baja yang dipatrikan diantara sidebar baja dan dasar roda rantai disatukan dengan pena yang diperlakuak panas. Merek direncanakan untuk bergerak secara dasar roda rantai sama sebagaimana rantai pembalut yang mereka gantikan. Alay ini tersedia pada kisar dari2,609hingga 9 dari 300 lbs hingga 17000 lbs kekuatan pekerjaan juga tersedia untuk rantai tarikan pada kisar 5, 6 dan 8 dengan kekuatan pekerjaan 10000 lbs hinga 15000 lbs.

16. Rantai Khusus Deskripsi diatas dapat mempersiapkan pembaca dengan prespektif pada

pemgembangan rantai yang telah diketahui sekarang ini. Hal ini jelas, bahwa banyak kombinasi bentuk dari baja dapat yang diadaptasikan untuk menghasilkan kira-kira beberapa jenis rantai yang dapat atau mumgkin dibutuhkan. Rantai sudah ditentukan untuk kontruksi pengoperasian pintu gerbang bendunan besar, juga banyak untuk peralatan khusus pada penggilingan baja untuk kumparan, bar, plat, material panas sehingga temperatur 1300 F dan diatasnya. Rantai ini telah dibuat dengankekuatan dasar 3.000.000 lbs. GambarIV.2.14. memperlihatkan jenis tempat rantai yang sungguh popular di Eropa untuk tujuan penyampain, disebut rsntai lingkaran Fork. Secara umum dibuat darai baja tempa dan diperlakukan panas pada logam campuran Jerman No. 1.0401 atau British No. ENZE. Pemcantelan seperti bar pengakatan dapat dengan terintegrasikan disatukan dengan lingkaran atau dibautkan.

35

BAB III TRANSMISI KOPLING

A. Pendahuluan Kopling Kopling adalah suatu elemen mesin yang berfungsi untuk mentransmisikan daya dari poros penggerak (driving shaft) ke poros yang digerakkan (driven shaft), dimana putaran inputnya akan sama dengan putaran outputnya. Tanpa kopling, sulit untuk menggerakkan elemen mesin sebaik-baiknya. Dengan adanya kopling pemindahan daya dapat dilakukan dengan teratur dan seefisien mungkin. Beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah kopling adalah:

1. Mampu menahan adanya kelebihan beban. 2. Mengurangi getaran dari poros penggerak yang diakibatkan oleh gerakan dari elemen lain. 3. Mampu menjamin penyambungan dua poros atau lebih. 4. Mampu mencegah terjadinya beban kejut.

Untuk perencanaan sebuah kopling yang harus memperhatikan kondisi-kondisi sebagai berikut : 1. Kopling harus mudah dipasang dan dilepas 2. Kopling harus dapat mentransmisikan daya sepenuhnya dari poros 3. Kopling harus sederhana dan ringan 4. Kopling harus dapat mengurangi kesalahan hubungan pada poros

B. Klasifikasi Kopling Kopling ditinjau dari cara kerjanya dapat dibedakan atas dua jenis: 1. Kopling Tetap 2. Kopling Tak Tetap

1. Kopling Tetap Kopling tetap adalah suatu elemen mesin yang berfungsi sebagai penerus putaran dan daya dari poros penggerak ke poros yang digerakkan secara pasti (tanpa terjadi slip), dimana sumbu kedua poros tersebut terletak pada satu garis lurus atau dapat sedikit berbeda sumbunya.

36

Kopling tetap selalu dalam keadaan pembongkaran.

terpasang, untuk memisahkannya

harus

dilakukan

Kopling tetap terbagi atas 4 yaitu :

1. Kopling kaku Kopling kaku dipergunakan bila kedua poros harus dihubungkan sumbu segaris, dan

dipakai pada poros mesin dan transmisi umum di pabrik-pabrik,kopling ini terdiri atas : a. Kopling bus b. Kopling flens kaku c. Kopling flens tempa

2. Kopling luwes Kopling luwes ( fleksibel ) memungkinkan adanya sedikit ketidaklurusan Sumbu poros yang terdiri atas: a. Kopling flens luwes b. Kopling karet ban c. Kopling karet bintang d. Kopling gigi e. Kopling rantai

3. Kopling universal Kopling universal digunakan bila kedua poros akan membentuk sudut yang terdiri dari: a. Kopling universal hook b. Kopling universal kecepatan tetap cukup besar,

Kopling universal digunakan bila poros penggerak dan poros yang digerakkan sudut yang cukup besar.

membentuk

4. Kopling Fluida Penerusan daya dilakukan oleh fluida sehingga tidak ada hubungan antar kedua poros.

Kopling Fluida sangat cocok untuk mentransmisikan putaran tinggi dan daya yang besar.

37

Keuntungannya adalah getaran dari sisi penggerak dan tumbukan dari sisi beban tidak saling diteruskan. Demikian pula pada waktu terjadi pembebanan lebih , penggerak mula tidak akan terkena momen yang akan melebihi batas kemampuan.

Gambar. Macam-macam kopling fluida

38

2. Kopling Tidak Tetap Kopling tidak tetap adalah kopling yang digunakan untuk menghubungkan poros penggerak

dan poros yang digerakkan dengan putaran yang sama saat meneruskan daya. Kopling juga dapat melepaskan hubungan kedua poros tersebut dalam keadaan diam maupun berputar tanpa harus menghentikan putaran dari porospenggerak. Kopling tak tetap meliputi: 1. Kopling cakar, terdiri dari: a. Kopling cakar persegi b. Kopling cakar spiral

Gambar (a) Kopling cakar Persegi (b) Kopling cakar spiral

c. Kopling kerucut

Gambar. Kopling kerucut

39

d. Kopling friwil

Gambar. Kopling friwil 2. Kopling pelat, terdiri dari: a. Menurut jumlah pelatnya: Kopling pelat tunggal Kopling pelat banyak b. Menurut cara pelayanannya: Kopling pelat cara manual Kopling pelat cara hidrolik Kopling pelat cara pneumatik c. Menurut pelumasannya: Kopling pelat kering Kopling pelat basah

40

Gambar. Penggolongan kopling menurut cara kerja

41

Secara umum kopling pelat adalah kopling yang menggunakan satu pelat atau

lebih

yang

dipasang diantara kedua poros serta membuat kontak dengan poros tersebut, sehingga terjadi penerusan daya melalui gesekan antara sesamanya. Konstruksi kopling ini cukup sederhana, dapat dihubungkan dan dilepaskan dalamkeadaan berputar karena itu kopling ini sangat banyak dipakai.

Komponen Utama Kopling Roda Penerus Selain sebagai penstabil putaran motor,roda penerus juga berfungsi sebagai dudukan hampir seluruh komponen kopling. Pelat Kopling Kopling berbentuk bulat dan tipis terbuat dari plat baja berkualitaas tinggi. Kedua sisi plat

kopling dilapisi dengan bahan yang memiliki koefesien gesek tinggi. Bahan gesek ini disatukan dengan plat kopling dengan menggunakan keling (rivet).

Gambar. Kontruksi plat kopling dan kelengkapannya

42

Pelat Tekan Pelat tekan kopling terbuat dari besi tuang.pelat tekan berbentuk bulat dan diameternya

hampir sama dengan diameter plat kopling. salah satu sisinya (sisi yang berhubungan dengan plat kopling) dibuat halus, sisi ini akan menekan plat kopling dan roda penerus, sisi lainnya mempunyai bentuk yang disesuaikan dengan kebutuhan penempatan komponen kopling lainnya. Unit Plat Penekan Sebagai satu kesatuan dengan plat penekan, pelat penekan dilengkapi dengan sejumlah pegas spiral atau pegas diaphragma. tutup dan tuas penekan. Pegas digunakan untuk memberikan tekanan terhadap pelat tekan, pelat kopling dan roda penerus. Jumlah pegas (kekuatan tekan) disesuikan dengan besar daya yang harus dipindahkan.

Gambar. Unit plat penekan

Mekanisme Penggerak Komponen penting lainnya pada kopling ialah mekanisme pemutusan hubungan (tuas tekan). mekanisme ini di lengkapi dengan bantalan bola, bantalan bola diikat pada bantalan luncur yang akan bergerak maju/mundur pada sambungan.

Bantalan bola yang dilengkapi dengan permukaan tekan akan mendorong tuas tekan.

43

Rumah Kopling Rumah kopling terbuat dari besi tuang atau aluminium. rumah kopling menutupi seluruh unit kopling dan mekanisme penggerak. rumah kopling umum nya mempunyai daerah terbuka yang berfungsi sebagai saluran sirkulasi udara.

Cara Kerja Kopling Pada saat pedal kopling ditekan/diinjak, ujung tuas akan mendorong bantalan luncur kebelakang. bantalan luncur akan menarik plat tekan melawan tekananpegas.

44

Pada saat pelat tekan bergerak mundur, pelat kopling terbebas dari roda penerus perpindahan daya terputus. bila tekanan pedal kopling dilepas, pegas kopling akan mendorong

pelat tekan maju dan menjepit pelat kopling dengan roda penerus daya. luncur,

dan terjadi perpindahan

Pada saat pelat tekan bergerak kedepan,pelat kopling akan menarik bantalan sehingga pelepas pedal kopling kembali ke posisi semula. selain secara mekanik, hubungan. Sekarang sudah banyak digunakan

sebagai mekanisme

sistem hidrolik dan booster. Secara

umum, sistem

sistem hidrolik dan hidrolik hidrolik booster , digunakan kopling. sistem hidrolik, piston pemilihan sistem pada saat peda pada master unit

booster adalah sama. perbedaannya adalah pada booster untuk memperkecil daya tekan pada yang digunakan disesuikan dengan kebutuhan. l kopling ditekan, maka batang penerus akan silinder kopling, fluidapada sistem akan

pedal Pada

mendorong

meneruskan daya ini keselinder pada

kopling, dan piston silinder unit kopling akan mendorong tuas, dan seperti pada sistem mekanik, pelat kopling terlepas, sehingga penerusan daya dari motor ke transmisi terputus. Cara kerja sistem hidrolik ini sama seperti cara kerja pada sistem rem. hidrolik akan mengganggu proses pelepasan hubungan. Kebocoran sistem

45